The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tikah morentha, 2020-12-21 07:24:35

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN STRUKTURAL PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI BENGKULU

Sistem pendukung keputusan pengangkatan PNS

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 190

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
DALAM JABATAN STRUKTURAL PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH
PROVINSI BENGKULU

Yusuf Wahyudi1, Suwarni2, Andayani3
Dosen Tetap Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dehasen Bengkulu

ABSTRACT
Decision support system is an amalgamation of sources - sources of intelligence with the ability of
individual components to improve the quality of decisions . Decision support system is also a
computer -based information systems for management decision-making that deal - semi-structured
problems . The purpose of this research is to create a decision support system application appointment
of civil servants in structural positions in the provinces of Bengkulu staffing agency . Based on the
results of studies that have been discussed , namely Decision Support System Makes Appointment of
Civil Servants In Structural Position In Regional Employment Board of Bengkulu province Borlan
Using Delphi 7.0 with the benefits to be able to facilitate the processing of employee data and simplify
the decision-making environment for employee promotions Personnel Board area of Bengkulu
province , based on the results of the testing system to test the program display , the test data retrieval ,
test the system and understanding of the assessment calculation system .

INTISARI
Sistem pendukung keputusan merupakan penggabungan sumber – sumber kecerdasan individu
dengan kemampuan komponen untuk memperbaiki kualitas keputusan. Sistem pendukung keputusan
juga merupakan sistem informasi berbasis komputer untuk manajemen pengambilan keputusan yang
menangani masalah – masalah semi struktur. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat aplikasi
system pendukung keputusan pengangkatan pegawai negeri sipil dalam jabatan structural pada badan
kepegawaian daerah provinsi Bengkulu. Berdasarkan dari hasil penelitian yang sudah dibahas yaitu
Membuat Sistem Pendukung Keputusan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural
Pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bengkulu Dengan Menggunakan Borlan Delphi 7.0 dengan
manfaat dapat mempermudah untuk pengolahan data pegawai dan mempermudah dalam pengambilan
keputusan untuk kenaikan jabatan pegawai dilingkungan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi
Bengkulu, berdasarkan dengan hasil pengujian sistem dengan melakukan uji terhadap tampilan
program, uji terhadap pencarian data, uji terhadap sistem perhitungan penilaian dan pemahaman
terhadap sistem.

Kata Kunci: Sistem Pendukung Keputusan, Pengangkatan, Pegawai.

I. PENDAHULUAN pegawai negeri sipil dalam rangka memimpin
Jabatan struktural dalam birokrasi suatu satuan organisasi negara.

pemerintah, yakni jabatan di lingkungan Jabatan Struktural akan lebih banyak
birokrasi yang hanya dapat dijabat oleh PNS dan pada fungsi-fungsi administratif, manajerial dan
tidak semua PNS dapat menduduki jabatan kepemimpinan yang diperlukan dalam proses
tersebut. Jabatan karir mensyaratkan persyaratan pengambilan keputusan sedangkan pejabat
tertentu yang harus dipenuhi, sehingga hanya struktural akan lebih berperan pada proses
PNS yang mempunyai kriteria dan kompetensi penyusunan rencana pelaksanaan, pemberian
tertentu yang dapat diangkat dalam jabatan saran, masukan dan rekomendasi dalam rangka
tersebut. pengambilan keputusan oleh pimpinan
organisasi atau para pejabat struktural.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah
Nomor 100 tahun 2000 tentang pengangkatan Masalah sering kali muncul dalam
pegawai negeri sipil dalam jabatan struktural, pengangkatan pegawai negeri sipil dalam
yang dimaksud dengan jabatan struktural adalah jabatan struktural. Beberapa masalah
suatu kedudukan yang menunjukkan tugas, pengelolaan kepegawaiaan, salah satunya adalah
tanggung jawab, wewenang dan hak seorang jumlah pegawai negeri sipil yang cukup banyak

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 191

maka perencanaan jenjang karir dari tiap membantu pengambilan keputusan dalam situasi
pegawai negeri sipil dan proses kaderisasi dalam yang semiterstruktur dan terstruktur dan situasi
jabatan di lingkungan pemerintah daerah yang tidak terstruktur. (Kusrini, 2002:35)
provinsi bengkulu menjadi sulit dan
menghabiskan banyak waktu, setiap Konsep sistem yang mendukung
permasalahan tidak akan berhenti sendiri tanpa keputusan dikenal dengan istilah Management
disertai solusi untuk menyelesaikannya.masalah Decision Sistem. Sistem tersebut adalah suatu
sering kali terjadi pada komunitas- komunitas sistem yang berbasis komputer yang ditujukan
baik komunitas kecil maupun komunitas besar. untuk membantu pengambil keputusan dengan
Permasalahan yang kompleks sering terjadi pada memanfaatkan data dan model tertentu untuk
institusi kepemerintahan yang pada akhirnya memecahkan berbagai persoalan yang tidak
secara tidak langsung menuntut seorang untuk terstruktur.
membuat sebuah keputusan. B.Komponen Sistem Pendukung Keputusan
Komponen sistem pendukung keputusan bisa
Sistem pendukung keputusan terdiri dari beberapa subsistem, yaitu :
merupakan penggabungan sumber – sumber
kecerdasan individu dengan kemampuan 1. Subsistem Manajemen Data (Data
komponen untuk memperbaiki kualitas
keputusan. Sistem pendukung keputusan juga Management Subsystem), meliputi basis data,
merupakan sistem informasi berbasis komputer
untuk manajemen pengambilan keputusan yang basis data berisi data yang relevan dengan
menangani masalah – masalah semi struktur.
Manfaat sistem pendukung keputusan sebagai keadaan dan dikelola software yang disebut
berikut :
DBMS (Database Management System).
Artificial Intelligence (AI) adalah suatu
proses yang menggunakan peralatan bantu 2. Subsistem Manajemen Model
(tools) secara mekanik dapat melaksanakan
serangkaian kejadian dengan menggunakan (ModelvManagement Subsystem), berupa
pemikiran atau kecerdasan seperti yang dimiliki
oleh manusia sebuah paket software yang berisi model-

II.KAJIAN PUSTAKA model finansial, statistik, management
A. Sistem Pendukung Keputusan
science, atau model kwantitatif, yang
Menurut Siagian, pada hakikatnya
pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan menyediakan kemampuan analisa dan
sistematis terhadap hakikat terhadap suatu
masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, software management yang sesuai.
penentuan yang matang dari alternatif yang
dihadapi dan pengambilan tindakan yang 3. Subsistem Manajemen Pengetahuan
menurut perhitungan merupakan tindakan yang
paling tepat. (Ibnu Syamsi, 2007:5). (Knowledge Management Subsystem),

Dapat disimpulkan bahwa keputusan itu merupakan subsistem (optional) yang dapat
diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan,
dan tidak boleh sembarangan. Permasalahannya mendukung subsistem lain atau berlaku
terlebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan
dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus sebagai komponen yang berdiri sendiri
didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari
alternatif-alternatif yang disajikan. (independent).

4. Subsistem Antarmuka Pengguna (User

Interface Subsystem), merupakan subsistem

yang dapat dipakai oleh user untuk

berkomunikasi dan memberi perintah

(menyediakan user interface).

5. Pengguna (user), termasuk di dalamnya adalah

pengguna (user), manager, dan pengambil

keputusan.

Sistem lain yang berbasis komputer

Data Manajemen Manajemen Model
eksternal & internal data model eksternal

Data

Data Subsistem berbasis
pengetahuan

Data

Antar muka
pengguna

Sistem pendukung keputusan adalah Basis pengetahuan Pengguna
suatu sistem informasi ineraktif yang organisasional
menyediakan informasi, permodelan, dan
pemanipulasian data. Sistem itu digunakan untuk Gambar 1. Arsitektur Sistem Pendukung
Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 192

C.Manfaat Sistem Pendukung Keputusan dalam melaksanakan tugas serta penuh kesetiaan
kepada Negara dan Pemerintah Republik
Sistem pendukung keputusan memiliki Indonesia.
beberapa manfaat, diantaranya sebagai berikut :
a. Memperluas kemampuan pengambilan Sejalan dengan hal tersebut dan
berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 100
keputusan dalam memproses data. Tahun 2000 tentang pengaangkatan pegawai
b. Membantu pengambilan keputusan untuk negeri sipil dalam jabatan struktural, yang
dimaksudkan dengan :
memecahkan masalah, terutama masalah 1. Pegawai negeri sipil adalah setiap warga
yang sangat komplek dan tidak terstruktur.
c. Mampu menjadi stimulant bagi pengambilan negara Republik Indonesia yang telah
keputusan dalam memahami persoalannya, memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat
karena sistem pendukung keputusan mampu oleh pejabat yang berwenang dan diserahi
menyajikan beberapa alternatif pemecahan. tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi
tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan
D. Tahapan Pemodelan Dalam Sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pendukung Keputusan 2. Jabatan struktural adalah suatu kedudukan
yang menunjukan tugas, tanggung jawab,
Saat melakukan pemodelan dalam wewenang, dan hak seorang pegawai negeri
pembangunan Sistem Pendukung Keputusan sipil dalam rangka memimpin suatu satuan
dilakukan tahapan seperti berikut : organisasi Negara
1. Studi Kelayakan (Intelligence)
F. Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Tahap ini merupakan proses penelusuran
dan pendekteksian dari lingkup Metode ini merupakan metode yang
problematika serta proses pengenalan
masalah. Data masukan diperoleh, diproses paling dikenal dan paling banyak digunakan
dan diuji dalam rangka mengidentifikasi
masalah. orang dalam menghadapi situasi Multiple
2. Perancangan (Design)
Tahap ini merupakan proses pengembangan Atribut Decision Making (MADM). Metode ini
dan pencarian alternatif tindakan/ solusi
yang dapat diambil. Tersebut merupakan mengharuskan pembuat keputusan menentukan
representasi kejadian nyata yang
disederhanakan, sehingga diperlukan proses bobot dari setiap atribut. Skor total untuk
validasi dan vertifikasi untuk mengetahui
keakuratan model dalam meneliti masalah pembuat alternatif diperoleh dengan
yang ada.
3. Pemilihan (Choice) menjumlahkan seluruh hasil perkalian antara
Tahap ini dilakukan diantara berbagai
alternatif solusi yang dimunculkan pada rating (yang dapat dibandingkan lintas atribut).
tahap perencanaan agar ditentukan/ dengan
memperhatikan kriteria-kriteria berdasarkan Rating tiap atribut haruslah bebas dimensi dalam
tujuan yang akan dicapai.
4. Implementasi (Implementation) arti telah melewati proses normalisasi
Tahap ini dilakukan penerapan terhadap
rancangan sistem yang telah dibuat pada sebelumnya. Langka-langka penyelesaian
tahap perancangan serta pelaksanaan
alternatif tindakan yang telah diplih pada Simple additive Weigthing adalah:
tahap pemilihan.
1. Menentukan kriteria yang akan dijadikan
E. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam
Jabatan Struktural acuan dalam pengambilan

Untuk mewujudkan tujuan pembangunan keputusan,misalnya C1.
nasional, diperlukan pegawai negeri sipil yang
netral, mampu menjaga persatuan dan kesatuan 2. Menentukan rating kecocokan setiap
bangsa, profesional, dan bertanggung jawab
alternatif pada setiap kriteria.

3. Pengambil keputusan memberikan bobot

preferensi (W).

4. Membuat matriks keputusan berdasarkan

kriteria (C1), kemudian melakukan

normalisasi matriks berdasarkan persamaan

yang disesuaikan dengan jenis atribut

(atribut keuntungan ataupun atribut biaya)

sehingga matriks ternormalisasi R.

5. Hasil akhir diperoleh dari proses

perankingan yaitu perjumlahan dari

perkalian matriks ternormalisasi R dengan

vector bobot preferensi sehingga diperoleh

nilai terbesar yang dipilh sebagai alternatif

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 193

terbaik misalnya (AI) sebagai solusi Pertama-tama lakukan normalisasi
(Kusumadewi,2006).

Contoh kasus : Dan seterusnya, sehingga diperolehkan matriks
Suatu perusahaan di Daerah Yogyakarta (DIY) ternormalisasi R sebagai berilut:
ingin membangun sebuah gedung yang akan
digunakan sebagai tempat untuk menyimpan
sementara hasil produksinya. Ada 3 lokasi yang
akan menjadi alternatif, yaitu: A1 = Ngemplak,
A2 = Kalasan, A3 = Kota Gedhe. Ada 5 kriteria
yang dijadikan acuan dalam pengambilan
keputusan, yaitu:

C1 = jarak dengan pasar terdekat
C2 = kepadatan penduduk disekitar lokasi
C3 = jarak dari pabrik
C4 = jarak dengan gudang yang sudah ada
C5 = harga tanah untuk lokasi

Ranting kecocokan setiap alternatif pada setiap
criteria, dinilai dengan 1 sampai 5, yaitu:

1 = sangat buruk Proses perangkingan diperoleh berdasarkan
2 = buruk persamaan diatas, yaitu :
3 = cukup V1 = 5(0,8) + 3(1) + 4(1) + 4(1) + 2(1) = 17
4 = baik V2 = 5(0,6) + 3(0,75) + 4(0,8) +4(0,6667) + 2(1)
5 = sangat baik = 13,1167
V3 = 5(1) + 3(1) + 4(0,4) + 4(0,6667) + 2(0,6667)
Tabel 2.1 Rating Kecocokan dari Setiap = 13,6
Alternatif Pada Setiap Kriteria
Nilai terbesar ada pada V1 sehingga alternatif A1
adalah alternatif yang terpilih sebagai alternatif
terbaik. Dengan kata lain, Ngeplak akan terpilih
sebagai alternatif terbaik untuk mendirikan
gedung baru.

Karena setiap nilai yang diberikan pada setiap G. Tinjauan Umum Perangkat Lunak
alternatif disetiap kriteria merupakan nilai Borland Delphi 7.0 merupakan perangkat
kecocokan (nilai terbesar adalah nilai terbaik),
maka semua kriteria yang diberikan diasumsikan pengembangan aplikasi dengan menggunakan
sebagai kriteria keuntungan. bahasa Object Pascal sebagai bahasa dasar.
Pengambilan keputusan memberikan bobot Delphi merupakan aplikasi yang sangat terkenal
preferensi sebagai: di lingkungan Windows. Dengan menggunakan
W = (5,3,4,4,2) perangkat lunak ini kita dapat membangun
berbagai aplikasi Windows dengan cepat dan
Matriks keputusan dibentuk dari table kecocokan mudah. Dengan pendekatan visual, kita dapat
sebagai berikut : menciptakan aplikasi yang canggih dengan
interface yang menawan.
4 4533
X= 3 3 4 2 3 Aplikasi atau program aplikasi atau
terkadang disebut program saja adalah sederetan
5 4222 kode yang di gunakan untuk mengatur komputer
agar melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan
sang pembuatnya (Programmer). Aplikasi dapat
dibedakan menjadi aplikasi Windows dan
aplikasi Konsol. Aplikasi Windows adalah

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 194

aplikasi yang berjalan di Windows. Aplikasi non- b. Fitur Baru Debugging
Windows, misalnya aplikasi yang berjalan pada Debugging (pencarian kesalahan )
Dos, atau disebut Konsol. mempunyai beberapa fitur baru termasuk
kemampuan mengatur pilihan debugging
Secara prinsip, pembuatan program dapat untuk proses tertentu dan tambahan pilihan
dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu : debugging.
1. Merancang antar muka (interface) secara
c. Fitur Baru Project Manager
visual. Project Manager (View/Project Manager)
2. Menuliskan kode untuk melakukan tindakanc. dapat menyederhanakan manajemen project
dengan memungkinkan kita mendrag
tertentu. (menyeret) dan meletakkan file dari
3. Mengkompilasi kode Pascal dan form dalam Windows Folder atau project lain ke dalam
project kita.
bentuk berkas yang dapat dieksekusi.
Dengan menggunakan Borland Delphi 7.0 d. Frames
Frames adalah jenis khusus dari form yang
memungkinkan pembuatan aplikasi Graphical dapat bersarang dalam sebuah form atau
User Interface (GUI), atau pemrograman yang frame lain.
menggunakan tampilan grafis sebagai media
interaksi dengan pengguna (end user). Dengand.
cara ini tidak ada lagi menuliskan instruksi dalam
kode-kode baris, tetapi dilakukan secara drag dan
drop obyek-obyek yang akan digunakan.

Dengan Borland Delphi 7.0 memudahkane. e. Peningkatan kemampuan Editor.
untuk mendesain tampilan antar muka (Interface) Perintah-perintah yang sering dipakai
yang menarik untuk suatu program lengkap sekarang dikumpulkan di bawah satu perintah
dengan icon dan menu. Borland Delphi 7.0 terpisah (Tools/Editor Options). Kita
mempunyai fleksibilitas yang sangat baik untuk sekarang akan lebih mudah mengatur editor
berhubungan dengan aplikasi lain dengan key binding dengan tab Key Bindings pada
menggunakan objek OLE (Objek Lingking and editor Options dan Open Tools API
Embedding). Dengan objek tersebut Enhancements.
memungkinkan pembuatan hubungan antara
bagian fungsi atau seluruh aplikasi lain denganf. f. Kategori Propertis dalam Object Inspector.
program yang dibuat dengan bahasa Object Inspector memungkinkan kita untuk
pemrograman Borland Delphi 7.0. menampilkan properti dan event per
golongan.
Secara umum, sebuah aplikasi paling tidak
melibatkan sebuah form. Namun tentu saja g. Images dalm Drop Down Lists pada Object
sebuah aplikasi juga bisa melibatkan banyak Inspector.
form. Ketika dijalankan form akan berupa suatu Object Inspector sekarang dilengkapi
jendela. Oleh karena itu istilah form dan jendela image/gambar untuk mendukung pengaturan
sering kali dipertukarkan. Pada Borland Delphi isian properti. Kita dapat melihat
7.0, sebuah aplikasi akan diletakkan pada sebuah image/gambar dalam daftar drop-down (drop
proyek. Sebuah proyek dapat membawahi down list) di kolom value beberapa properti,
sejumlah form. yaitu Cursor, Brush, dan Colors.

Borland Delphi 7.0 memperkenalkan h. Variabel Two Digit Year Century Windows
beberapa fitur dan kemampuan baru pada versi sekarang memiliki nilai default 50 (daripada
sebelumnya belum dikenal. Hal-hal tersebut nilai0). Ini mempengaruhi cara penulisan
antara lain: tanggal dengan memakai 2 digit akan diubah
ke numeric date
a. Form sekarang disimpan sebagai text
File-file forms (DFM) dalam versi ini untuk Memahami Area Kerja Borland Delphi 6.0
defaultnya sekarang disimpan sebagai text Pada area kerja Borland Delphi 7.0 terdiri
daripada sebagai binari.
dari, terdiri dari, Menu Bar (File, Edit,dll), Icon
ToolBar (Save All, Open Project, Run, dll), dan
Tab Komponen Pallete (Tab Standard,

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 195

Additional, Win32, dll). Adapun bentuk tampilan c) Tab Component Pallete

area kerja Borland Delphi seperti berikut : Pada Tab Komponen Pallete ini terdapat

beberapa kategori tab yang setiap tabnya

memiliki komponen-komponen visual yang

dapat digunakan untuk membuat rancangan

aplikasi.

Gambar 5. Tab Component Pallete

d) Object TreeView

Object TreeView digunakan untuk

mengetahui daftar komponen yang terkait

pada form yang ditampilkan dalam bentuk

tree (pohon). Komponen yang sedang aktif

Gambar 2 Area Kerja Borland Delphi biasanya diberikan tanda Shading Color

pada nama komponennya.

Pada area kerja Borland Delphi 7.0 terdapat

bagian-bagian sebagai berikut :

a) Menu Bar

Menu Bar berguna untuk melakukan

operasi-operasi cepat seperti File, Edit,

Run, Project dan lainnya, dapat

dilakukan dengan cara menekan tombol

Alt pada keyboard disertai dengan

melakukan penekanan huruf yang Gambar 6. Object TreeView
bergaris bawah atau dapat dilakukan

dengan cara menggunakan mouse e) Object Inspector
langsung klik pada menu. Object Inspector
digunakan untuk

mengetahui sifat serta Event dari masing-

masing komponen yang digunakan pada

sebuah form. Dalam Object Inspector

terdapat 2 buah Tab, yaitu :

Gambar 3. Menu Bar

b) Icon Toolbar

Icon Toolbars digunakan dengan cara
mengarahkan pointer pada salah satu
gambar (icon) sesuai dengan fungsinya
yang terdapat di dalam Icon ToolBar.

Gambar 4. Icon Toolbar Gambar 7. Object Inspector
Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 196

 Tab Properties digunakan untuk Setelah mengaktifkan program Delphi maka akan
mengetahui serta menentukan sifat dari tampil bidang kerja pada Delphi yang disebut
komponen yang sedang aktif. dengan IDE (Integrated Development
Environment) yang terdiri dari tiga bagian yaitu
 Tab Events, digunakan untuk memberikan windows utama, objek inspector dan editor.
kejadian pada komponen yang aktif,
biasanya akan berhubungan langsung
dengan Code Editor untuk menuliskan
kode program

f) Form
Form digunakan untuk membuat proyek
aplikasi. Setiap komponen yang akan
digunakan sebagai bahan proyek biasanya
ditempatkan pada Form

Sebelum memulai membuat suatu project pada
Delphi sebaiknya kita membuat folder kerja
terlebih dahulu untuk menempatkan program
yang telah kita buat. Hal ini berguna untuk
mempermudah dalam penanganan file-file
project.

H. Konsep Perancangan Database

Menurut Stephens dan Plew (2000) Basis

Data adalah mekanisme yang digunakan untuk

menyimpan informasi atau data. Informasi adalah

Gambar 8. Form sesuatu yang kita gunakan sehari-hari untuk
berbagai alasan. Dengan basis data pengguna

g) Code Editor dapat menyimpan data secara terorganisasi.

Code Editor digunakan untuk menuliskan Menurut Simarmata dan Paryudi (2006:59)

kode program Entity Relationship (ER) data model didasarkan

pada persepsi terhadap dunia nyata yang tersusun

atas kumpulan objek-objek dasar yang disebut

dengan entitas dan hubungan antar objek. Entitas

adalah sesuatu atau objek dalam dunia nyata yang

dapat dibedakan dari objek lain. Sebagaicontoh

masing-masing mahasiswa adalah entitas dan

mata kuliah bisa juga dianggap sebagai entitas.

Model keterhubungan entitas yang berisikan
komponen-komponen himpunan entitas dan
himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi
dengan atribut untuk mempresentasikan seluruh
fakta yang digambarkan dengan sistematis dalam
bentuk diagram.

Gambar 9. Code Editor Komponen dasar model merupakan diagram
entity-relationship yang digunakan untuk

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 197

menyajikan objek data secara visual. Kegunaan 2. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)

model ER dalam perancangan tersebut adalah : Dengan basis data kita mampu melakukan

penekanan jumlah redundansi (pengulangan)

a. Mampu memetakan model relasional dengan data, baik dengan menerapkan sejumlah

baik. Pembangunan yang digunakan didalam pengkodean atau dengan membuat relasi-

model ER dengan mudah diubah ke dalam relasi antara kelompok data yang saling

tabel relasional. berhubungan.

3. Keakuratan (Accuracy)

b. Sederhana dan mudah dipahami hanya dengan Agar data sesuai dengan aturan dan batasan

sedikit pelatiham. Oleh karena itu, model bisa tertentu dengan cara memanfaatkan

digunakan oleh perancang basis data untuk pengkodean atau pembentukan relasi antar

mengomunikasikan peramcangan kepada data bersama dengan penerapan

pengguna akhir. aturan/batasan (constraint) tipe data, domain

data, keunikan data dsb.

c. Sebagai tambahan, model bisa digunakan 4. Ketersediaan (Availability)

sebagai suatu rencana perancangan oleh Agar data bisa diakses oleh setiap pengguna

pengembang basis data untuk menerapkan yang membutuhkan, dengan penerapan

suatu model data dalam perangkat lunak teknologi jaringan serta melakukan

manajemen basis data spesifik pemindahan/penghapusan data yang sudah

tidak digunakan/ kadaluwarsa untuk

menghemat ruang penyimpanan.

Relational Database management System 5. Kelengkapan (Completeness)
(RDBMS – Sistem Manajemen Database
Agar data yang dikelola senantiasa lengkap

Relasional) digunakan untuk menyimpan baik relatif terhadap kebutuhan pemakai

informasi yang orang dapat melihatnya dengan maupun terhadap waktu, dengan melakukan

cara yang berbeda. RDBMS terdiri dari suatu penambahan baris-baris data ataupun

database, tabel, record, field, indeks, query dan melakukan perubahan struktur pada basis

view. data; yakni dengan menambahkan field pada

tabel atau menambah tabel baru.
Tabel adalah sekelompok record data, 6. Keamanan (Security)
masing-massing berisi informasi yang sejenis.
Agar data yang bersifat rahasia atau proses
Record adalah Entri tunggal dalam tabel; entri
yang vital tidak jatuh ke orang / pengguna
tersebut tediri dari sejumlah Field data. Field
yang tidak berhak, yakni dengan
adalah item tertentu dari data dalam record.
penggunaan account (username dan
Indeks adalah tipe tabel tertentu yang berisi nilai-
nilai Field Kunci atau Primery Key. password) serta menerapkan pembedaan hak
akses setiap pengguna terhadap data yang

Query adalah perintah SQL yang dirancang bisa dibaca atau proses yang bisa dilakukan.

untuk memanggil kelompok record tertentu dari 7. Kebersamaan (Sharability)
Agar data yang dikelola oleh sistem
satu tabel atau lebih untuk melakukan operasi
mendukung lingkungan multiuser (banyak
pada tabel. Meskipun perintah SQL dapat
pemakai), dengan menjaga / menghindari
dijalankan langsung dari program, query
munculnya problem baru seperti
mengijinkan anda menamai perintah dan
inkonsistensi data (karena terjadi perubahan
menyimpannya dalam database itu sendiri. Ini
data yang dilakukan oleh beberapa user
berguna, jika perintah-perintah SQL sering
dalam waktu yang bersamaan) atau kondisi
dipakai, sebagaimana perintah yang memanggil
deadlock (karena ada banyak pemakai yang
record untuk operasi-operasi tertentu. Adapun
saling menunggu untuk menggunakan data).
Tujuan dari pemanfaatan basis data adalah :

1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed) I. Diagram Alir Data

Agar pengguna basis data bisa : menyimpan Diagram aliran data merupakan model dari
data , melakukan manipulasi terhadap data sistem untuk menggambarkan pembagian sistem
dan, menampilkan kembali data dengan ke modul yang lebih lebih kecil. salah satu
lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan keuntungan menggunakan diagram aliran data

cara biasa.

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 198

adalah memudahkan pemakai atau user untuk b. Diagram Nol
mengerti sistem yang akan dikerjakan. Diagram nol adalah diagram yang
Beberapa simbol yang digunakan pada Diagram menggambarkan proses dari dataflow
Aliran Data (DAD) seperti berikut ; diagram. Diagram nol memberikan
pandangan secara menyeluruh mengenai
Tabel 1. Simbol Diagram Aliran Data sistem yang ditangani, menunjukkan tentang
fungsi-fungsi utama atau proses yang ada,
Nama Simbol Gambar/Simbol aliran data, dan eksternal entity. Pada level
ini sudah dimungkinkan
Arus Data adanya/digambarkannya data store yang
digunakan.

Proses c. Diagram Detail
Penyimpanan Data Diagram rinci adalah diagram yang
menguraikan proses apa yang ada dalam
diagram zero atau diagram level di atasnya

J. Entity Relationship Diagram (ERD)

Entitas Luar ERD merupakan Jaringan yang
menggunakan susunan data yang isimpan dari
Arus Material N sistem secara acak. ERD berfungsi untuk
menjelaskan hubungan antara file pada suatu
Penyimpanan Data DFD.
yang ditunjukan
berulang kali pada Sama seperti DFD, ERD juga
satu diagram menggunakan notasi dan symbol sebagai berikut.
Simpanan luar yang 1. Entitas adalah objek aygn dapat dibedakan
ditunjukan berulang
kali pada satu secara unik dengan objek lainnya dimana,
diagram informasi yang berkaitan dengan nya
dikumpulkan.
Dalam DFD dibagi lagi menjadi beberapa 2. Artibut adalah symbol atau properties yang
proses didalamnya untuk memudahkan user atau dimiliki dan menjelaskan tentang entitas atau
pemakai yaitu : relasi.
3. Line, adalah symbol yang menghubungkan
a. Diagram Konteks atribut degan entitas dan entitas dengan relasi.
Diagram konteks adalah diagram yang 4. Relasi, yaitu hubungan dari suatu entitas ke
entitas lain. Relasi dapat berbentuk kegiatan
terdiri dari suatu proses dan menggambarkan atau kejadian seperti transaksi. Relasi antar
ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks entitas dapat terjadi antara satu dengan satu,
merupakan level tertinggi dari DFD yang hubungan banyak ke banyak dan satu
menggambarkan seluruh input ke sistem atau kebanyak atau sebailnya.
output dari sistem. Ia akan memberikan
gambaran tentang keseluruhan sistem. K. Flowchart
Bagan alir program (Program Flowchart)

merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci
langkah-langkah dari proses program. Bagan alir
program dibuat dari derivikasi bagan alir sistem.
Bagan alir program dibuat dengan menggunakan
simbol-simbol sebagai berikut :

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 199

gambar 6 menunjukkan bahwa penelitian
dimulai dengan pengumpulan data, kemudian
analisis analisis sistem, desain sistem, pembuatan
program, ujicoba dan analisis hasil program,
maka penelitian dapat kembali ke tahap-tahap
sebelumnya yang perlu perbaikan sehingga hasil
uji coba dapat sesuai dengan kebutuhan
pengguna.

Adapun sistem yang dibangun adalah sistem
pendukung keputusan pengangkatan pegawai
negeri sipil dalam jabatan struktural pada badan
kepegawaian daerah Provinsi Bengkulu. Sistem
ini dibangun untuk membantu dalam
permasalahan pengangkatan pegawai negeri sipil
dalam jabatan struktural berdasarkan kebutuhan
dan penilaian yang ada.

III. ALISIS DAN PERANCANGAN B.Metode Pengumpulan Data
A.Metode Penelitian 1. Wawancara

Penelitian ini akan melakukan tahpan- Penulis mengumpulkan data dengan
melakukan wawancara langsung dengan
tahapan system development live cycle (SDLC) Kepala bidang perencanaan pengembangan
karier pada badan kepegawaian daerah
dengan model waterfall. Seperti yang terlihat Provinsi Bengkulu. Wawancara dilakukan
digambar dibawah ini : untuk menggali sumber pengetahuan
penunjang dalam melakukan penganalisaan.
2. Observasi
Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara
mengadakan pengamatan langsung objek
yang diteliti yang tujuannya mendapat
gambaran yang jelas tentang Badan
Kepegawaian Daerah Provinsi Bengkulu,
yang dalam hal ini penulis lebih berfokus
pada Bidang Perencanaan Pengembangan
Karier.

3. Literatur
Metode pengumpulan data dengan
memanfaatkan media bacaan sebagai sumber
pengetahuan penunjang untuk menganalisa,
yaitu dengan menggunakan Buku-buku dan
literatur pendukung lainnya yang dianggap
relevan dengan penelitian penulis.

Gambar 6 Tahapan Penelitian C.Kebutuhan Software dan Hardware
Adapun spesifikasi Hardware yang digunakan
dalam penelitian ini, sebagai berikut :
a. Prosesor Pentium IV Core 2 Duo 2.0 Ghz
b. RAM 2 Gb
c. Hardisk Sata 320 Gb
d. DVD RW 56x

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 200

e. Monitor 14” DFD (Data Flow Diagram).
f. Keyboard dan mouse Diagram Konteks merupakan proses dari
keseluruhan sistem. Adapun diagram konteks
Sedangkan Software yang digunakan dalam dari Sistem Pendukung Keputusan
penelitian ini, sebagai berikut :Sistem Operasi Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam
Windows XP Profesional SP 3 dan Bahasa Jabatan Struktural Pada Badan Kepegawaian
Pemograman Borland Delphi 7.0 Daerah Provinsi Bengkulu, seperti berikut :

D.Analisis Sitem Berjalan Data Pangkat
Tahap analisis sistem dimulai karena adanya
permintaan terhadap sistem baru. Biasanya Data Pegawai SPK Hasil Penilaian
permintaan datang dari luar departemen atau
pihak yang melihat adanya masalah atau peluang Data Nilai Pengangkatan
baru. Tujuan utama dari analisis sistem adalah
menentukan hal-hal secara detail yang akan Admin Pegawai Negeri Sipil Pegawai
dikerjakan oleh sistem yang diusulkan. Sistem Dalam Jabatan
yang sedang berjalan di badan kepegawaian
daerah Provinsi Bengkulu belum memanfaatkan Struktural
dukungan komputer dalam pengambiln
keputusan. Laporan Hasil
Penilaian
Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang
terdapat pada sistem lama, maka perlu dilakukan Pimpinan
pengolahan data yang memberikan solusi dari
permasalahan tersebut. Agar lebih mudah dalam Gambar 7. Diagram Konteks atau
pembuatan sistem pendukung keputusan yang DFD Level 0
terkomputerisasi, maka perlu rancangan sistem
baru, dimana rancangan tersebut antara lain: Penjelasan lebih detail dari diagram konteks akan
penilaian pegawai, pembuatan Data Flow dijelaskan dalam Data Flow Diagram level 0.
Diagram (DFD), pembuatan ERD (Entity Diagram ini merupakan penjelasan mengenai
Relationship Diagram), pembuatan HIPO bagian proses yang saling terkait. Dapat dilihat
(Hierarki Plus Input Proses dan Output), Struktur pada gambar berikut :
Menu, Rancangan File, Rancangan Input,
Rancangan Output. Bentuk dari rancangan- Admin Data Pangkat Pangkat
rancangan tersebut adalah sebagai berikut Pegawai
1.0
1. Penilaian Pegawai Proses
Aspek penilaian terdiri dari 6 kriteria Input Data Data Pegawai
penilaian antara lain, Pendidikan Formal,
Diklat, Kepemimpinan, Prestasi Kerja, Masa Input Data Nilai 2.0 Data Pegawai
Kerja dan Inisiatif. Setiap kriteria penilaian Proses Data Pangkat
diberi nilai bobot penilaian, yaitu; nilai 1 = Nilai Penilaian
Cukup, 2 = Baik, 3 = Amat Baik. Data Nilai

Data Nilai 3.0 Data Pangkat
Proses Data Pegawai
Laporan

2. Data Flow Diagram (DFD) Pegawai Hasil
DFD adalah suatu model logika data atau Pimpinan Penilaian
proses yang dibuat untuk menggambarkan
asal data dan tujuan data yang keluar dari Laporan Hasil
sistem, tempat penyimpanan data, proses apa Penilaian
yang menghasilkan data tersebut, serta
interaksi antara data yang tersimpan dan Gambar 8. Data Flow Diagram Level 1
proses yang dikenakan pada data tersebut.
(Kusrini, 2007 : 41).

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 201

Lalu kedua proses pada diagram level 1 F.Rancangan Struktur menu.
dikembangkan lagi menjadi proses yang lebih Menu Utama
mendetail, maka didapatkan beberapa proses
yaitu, proses transaksi peminjaman dan Input Data Laporan Keluar
pengembalian, proses pendataan anggota, proses
pendataan buku dan proses pendataan inventaris
seperti diagram dibawah ini.

Pangkat Pegawai Nilai Data Pangkat Lap. Data Pegawai
Data Pangkat Data Pegawai Data Nilai

1.1 1.2 1.3 Data Pegawai Hasil Penilaian
Input Data Input Data Input Data Data Penilaian

Pangkat Pegawai Nilai

Pangkat Pegawai Nilai Gambar 12. Bagan Struktur Menu dan Sub
Menu
Gambar 9. Data Flow Diagram Level 1 (input
Data) G.ERD (Entity Relation Diagram).

Pangkat Pegawai Nilai Nip Agama
Nama Pendidikan
2.0 Kd_pangkat Kd_pangkat
Proses Kelamin Alamat Pangkat
Penilaian Unit_Kerja

Hasil Penilaian Pegawai Memiliki Pangkat
11
Gambar10. Data Flow Diagram Level 2
(Penilaian) M

E. HIPO (Hierarki Input Proses Output) Melakukan

SPK Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Kd_nilai Ms_kerja
Struktural pada BKD Prov. Bengkulu Nip Prestasi

1

Input Data Laporan

Input Data Nilai

Data Pangkat Data Pegawai Data Penilaian Pendidikan Kepeimpinan
Laporan Diklat Nilai

Lap. Data Lap. Hasil Gambar 13. Entity Relation Diagram
Pegawai Penilaian

Gambar 11. Hierarki Input Proses Output)

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 202

H. Rancangan Database I. Rancangan Menu Utama

1. Rancangan Admin Input Data Proses Laporan X
Data Pangkat Penilaian
Field Lebar Type Data Keterangan Data Pegawai Lap. Data Pegawai
User
Password 14 Alpha Nama Pemakai Hasil Penilaian

8 Alpha Password

2. Rancangan Pangkat LOGO

Field Lebar Type Data Keterangan Sistem Pendukung Keputusan
Kd_pangkat 8 Alpha Kode pangkat Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil
Nm_pangkat 25 Alpha Nama pangkat
Dalam Jabatan Struktural
3. Rancangan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bengkulu.

Field Lebar Type Data Keterangan Gambar 14. Rancangan Menu Utama
Nip 12 Alpha Nomor Induk
Kd_pangkat 8 Alpha Kode pangkat J. Rancangan Tampilan Input

Nama 25 Alpha Nama pegawai Rancangan input merupakan rancangan untuk
memasukan data yang akan diolah sesuai dengan
Pendidikan 3 Alpha Pendidikan perancangan yang telah dibuat. Berikut adalah
U_kerja 15 Alpha Unit kerja bentuk perancangan input yang akan dibuat:
Kelamin 12 Alpha Jenis kelamin
Agama 15 Alpha Agama 1. Rancangan Input Data Login
Alamat 50 Alpha Alamat pegawai
Login
4. Rancangan Penilaian Pegawai

Field Lebar Type Data Keterangan
Alpha Kode uji
Kd_nilai 8 Alpha Kode depot
Alpha Pendidikan
Nip 12 Alpha Diklat User Name
Alpha Pimpinan Password
Pendidikan 15 Alpha Ms_kerja
Alpha Inisiatif
Diklat 15 Alpha Prestasi
Nilai
Pimpinan 10 Integer Ok Batal

Ms_kerja 2

Inisiatif 10

Gambar 14. Rancangan Input Data Login

Prestasi 10
Nilai -

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 203

2. Rancangan Input Data Pangkat K. Rancangan Tampilan Perhitungan SAW
Input Data Pangkat
Perhitungan SAW

Bobot Referensi :

Kode Pangkat

Pangkat Matrik Keputusan :

Tambah Simpan Edit Keluar XX XX XX XX XX XX
XX XX XX XX XX XX
XX XX XX XX XX XX
XX XX XX XX XX XX

Gambar 15. Rancangan Input Data Pangkat Matrik Normalisasi : Nilai V

3. Rancangan Input Data Pegawai XX XX XX XX XX XX XX
XX XX XX XX XX XX XX
XX XX XX XX XX XX XX
XX XX XX XX XX XX XX

Input Data Pegawai

NIP Gambar 17. Rancangan Tampilan
Nama Pegawai Perhitungan SAW
Pangkat
Pendidikan L. Rancangan Tampilan Informasi
Unit Kerja
Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan
Agama
Alamat Rumah BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

Jl. Pembangunan No. 1 Padang Harapan Bengkulu

Hasil Penilaian Pegawai

Tambah Simpan Edit Keluar NIP : xxxx

Gambar 16. Rancangan Input Data Pegawai Nama Pegawai : xxxxxxxxxxxxxxxx

Pangkat : xxxxxxxx

4. Rancangan Input Data Penilaian Pegawai Pendidikan : xxxxxxxxxxxx

Unit Kerja : xxxxxxxxxxxxxxxx

Input Data Penilaian Jenis Kelamin : xxxxxxxxx
NIP
Nama Pegawai Agama : xxxxxxx

Alamat Rumah : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Pendidikan (N1) Diklat (N2) Kepemimpinan (N3) Nilai : 999
S-1 Prajabatan Cukup
S-2 Diklatpim Baik
S-3 Amat Baik
Bengkulu, 99-99-9999
Prestasi Kerja (N4) Senioritas (N5) Usia (N6) Kepala Badan Kepegawaian
Cukup < 10 Thn > 20 Tahun
Baik 10-20 Thn 30-40 Tahun
Amat Baik > 20 Thn > 50 Tahun

BOBOT Proses ( xxxxxxxxxxxxxxxx)

Tambah Simpan Edit Keluar

Gambar 18 Rancangan Tampilan Informasi

Gambar 16. Rancangan Input Data Penilaian
Pegawai

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 204

M. Flowchart System Flowchart Penilaian

0 2.1

Mulai Tambah Simpan,
Koreksi, Batal,

Keluar

Proses
Tambah

Login,
Keluar

Jika Y Input Data Simpan
kondisi = true Nilai
Y Y Y
maka

If Y Y Sub Menu
Input Data
Login=True Input Data 1 Proses
Sub Menu 2 T Simpan
Then Proses 3

T Y Proses Y
T
Edit Simpan
Edit

T T
Y Batal

Proses T

T T

Keluar Y Proses
Batal

Laporan Y Sub Menu
Laporan

T

T

Keluar

Selesai

Gambar 19 Flowchart Sistem Gambar 21 Flowchart Penilaian

Flowchart Proses Flowchart Perhitungan

1.1 2.2

Tambah Simpan, Hitung
Koreksi, Batal, N1,N2,N3,
N4,N5,N6
Keluar

Proses
Tambah

Jika Y Input Data X=
kondisi = true Pangkat Matrik
Simpan Keputusan
maka
Y Y Y Y

Proses
T Simpan

Y Proses Y

Edit Edit Simpan R= Y
Matrik Nilai V
Normalisasi

T T T
Batal Keluar
Y Proses
T Batal

Keluar Gambar 22. Flowchart Perhitungan

Gambar 20 Flowchart Proses

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 205

N. Perancangan Pengujian Sistem IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengujian perangkat lunak merupakan a. Tampilan Login
Tampilan login merupakan tampilan awal dari
proses eksekusi program atau perangkat lunak program yang telah dibuat. Tampilan ini
dengan tujuan mencari kesalahan atau berfungsi untuk melakukan login ke program
kelemahan dari progam tesebut. Proses tersebut dengan memasukan user name dan password.
dilakukan dengan mengevaluasi atribut dan Tampilan menu login ini dapat dilihat pada
kemampuan program. Suatu program yang diuji gambar berikut :
akan dievaluasi apakah keluaran/output yang
dihasilkan telah sesuai dengan yang diujikan Gambar 23. Tampilan Login
atau tidak. b. Tampilan Menu Utama
Tampilan menu utama merupakan tampilan dari
Ada berbagai macam metode pengujian, program yang terdiri dari beberapa menu yaitu ;
teknik black box dan teknik while box input data, proses data dan laporan. Tampilan
merupakan metode pengujian yang telah dikenal menu utama ini dapat dilihat pada gambar
dan banyak digunakan oleh pengembang berikut:
perangkat lunak.
Gambar 24 Tampilan Menu Utama
Penggunaan teknik black box difokuskan c. Tampilan Menu Input Data Pegawai
pada input-input yang akan dimasukkan dan Tampilan input data pegawai digunakan untuk
berfungsi untuk menerima masukan dari memasukan data pegawai. Pada tampilan ini
pengguna sedangkan teknik white box terdapat beberapa tombol untuk proses seperti ;
digunakan untuk memeriksa alur atau urutan tambah, simpan, batal, edit, dan tombol keluar.
proses terjadi Adapun bentuk tampilan dapat dilihat pada
a. Metode Pengujian Black box gambar berikut :

Merupakan metode pengujian dan
pendekatan yang mengasumsikan sebuah system
perangkat lunak atau program sebagai sebuah
kotak hitam (black box), pendekatan ini hanya
mengevaluasi program dari output atau hasil
akhir yang dikeluarkan oleh program tersebut.
Struktur program dan kode-kode didalamnya
tidak termasuk dalam pengujian ini, keuntungan
dari metode pengujian ini adalah murah dan
sederhana. Namun pengujian dengan metode ini
tidak dapat mendeteksi kekurang efektifan
pengkodean dalam suatu program.

Dalam tugas akhir ini teknik ini
digunakan dengan memberi masukan pada form
yang tersedia dengan beberapa data yang
dikategorikan dalam kategori yang sah (sesuai
dengan peruntukkannya), dan data yang tidak
sah (data yang berfungsi untuk mengekploitasi
sistem). Setelah itu tanggapan yang diberikan
oleh sistem akan dicatat.

b. Metode Pengujian White Box
merupakan metode pengujian dengan

pendekatan yang mengasumsikan sebuah
perangkat lunak atau program sebagai kotak
kaca (Glass box). Pendekatan ini akan
mengevaluasi struktur program dan kodenya
yang meliputi efektifitas pengkodean,
pernyataan kondisional (alur program) dan
looping yang digunakan dalam program.

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 206

e. Tampilan Menu Input Data Penilaian
Pegawai

Gambar 25. Tampilan Menu Input Data Gambar 27. Tampilan Menu Input Data
Pegawai Penilaian Pegawai

d. Tampilan Menu Input Data Pangkat f. Tampilan Hasil Perhitungan SAW
Tampilan input data pangkat digunakan untuk Tampilan hasil perhitungan SAW digunakan
memasukan data pangkat bagi PNS. Pada untuk menampilkan data dalam bentuk matrik
tampilan ini terdapat beberapa tombol untuk keputusan dan matrik ternormalisasi. Adapun
proses seperti ; tambah, simpan, batal, edit dan bentuk tampilan dapat dilihat pada gambar
tombol keluar. Adapun bentuk tampilan dapat berikut :
dilihat pada gambar berikut :

Gambar 26. Tampilan Input Data Pangkat Gambar 28. Tampilan Hasil Perhitungan
Sistem Pendukung Keputusan …. SAW

ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 207

g. Tampilan Laporan Hasil SAW i. Tampilan Hasil Pengujian Sistem
Laporan hasil SAW berfungsi untuk Pengetesan ini di lakukan oleh dosen
menampilkan data penilaia pegawai berdasarkan
perhitungan SAW, Adapun bentuk laporan dapat pembimbing dan mahasiswa Universitas Dehasen
dilihat pada gambar berikut : Bengkulu serta Kepala BKD dan Karyawan di
BKD kota Bengkulu. Pengetesan dilakukan
dengan cara mengentrikan data – data siswa,
jurusan hasil penilaian. Berdasarkan hasil uji
coba system pendukung keputusan pemilihan
jurusan telah sesuai antara input dengan output
dan dapat berjalan dengan baik.

1. Hasil Uji Coba Tampilan Program
Berdasarkan uji coba mengenai tampilan
program dalam hal kenaikan jabatan PNS dalam
jabatan struktural, responden berpendapat 80%
menyatakan Bagus, 20% menyatakan Biasa
Saja, 0% menyatakan Tidak Bagus. Hal ini
dapat dilihat dari diagram dibawah ini :

Gambar 29. Tampilan Laporan Hasil SAW

h. Tampilan Menu Hasil Penilaian Gambar 31. Hasil Uji Coba Tampilan
Laporan Hasil Penilaian berfungsi untuk Program
menampilkan data hasil penilaian setiap pegawai,
Adapun bentuk laporan dapat dilihat pada gambar 2. Hasil Uji Coba Mengenai Pengertian
berikut : Data

Berdasarkan uji coba manakah yang lebih
efisien antara program yang lama dengan
program yang baru dalam pengentrian data
kenaikan jabatan PNS dalam jabatan struktural,
responden berpendapat 0% menyatakan yang
lama, 100% menyatakan yang baru. Hal ini
dapat dilihat dari diagram dibawah ini :

Gambar 30.Tampilan Menu Hasil Penilaian Gambar 32. Hasil Uji Coba Mengenai
Sistem Pendukung Keputusan …. Pengertian Sistem

ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 208

3. Hasil Uji Coba Mengenai Isi Data menyatakan sulit. Hal ini dapat dilihat dari
Berdasarkan uji coba mengenai isi dari program diagram dibawah ini :
dalam hal kenaikan jabatan PNS dalam jabatan
struktural, responden berpendapat 80%
menyatakan Bagus, 20% menyatakan biasa saja,
0% menyatakan tidak bagus. Hal ini dapat
dilihat dari diagram dibawah ini :

Gambar 35. Hasil Uji Coba Mengenai Sistem
Mudah untuk dipahami

Gambar 33. Hasil Uji Coba Mengenai Isi V. KESIMPULAN DAN SARAN
Data A.Kesimpulan

4. Hasil Uji Coba Mengenai Penncarian Dari Berdasarkan dari hasil penelitian yang
Data sudah dibahas yaitu Membuat Sistem Pendukung
Keputusan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil
5. Hasil Uji Coba Perhitungan Nilai Dalam Jabatan Struktural Pada Badan
Berdasarkan uji coba manakah yang lebih Kepegawaian Daerah Provinsi Bengkulu Dengan
mudah dalam hal proses perhitungan nilai antara Menggunakan Borlan Delphi 7.0, dapat ditarik
program lama dengan program baru kenaikan kesimpulan, yakni :
jabatan PNS dalam jabatan struktural, responden 1. Dapat mempermudah untuk pengolahan data
berpendapat 0% menyatakan yang lama 100%
menyatakan yang baru. Hal ini dapat dilihat dari pegawai dan mempermudah dalam
diagram dibawah ini : pengambilan keputusan untuk kenaikan
jabatan pegawai dilingkungan Badan
Kepegawaian Daerah Provinsi Bengkulu.
2. Dengan adanya aplikasi ini tampilan lebik
baik dan terstruktur dalam proses input data
dan penilaian setiap pegawai.
3. Menggunakan Borland Delphi 7.0 mampu
membuat aplikasi-aplikasi dengan visual
yang menarik dan penerapan basis data yang
lebih mudah

Gambar 34. Hasil Uji Coba Perhitungan Nilai B.Saran
Dengan adanya Sistem Pendukung Keputusan
6. Hasil Uji Coba Mengenai Sistem Mudah Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam
untuk dipahami Jabatan Struktural Pada Badan Kepegawaian
Daerah Provinsi Bengkulu Dengan
Berdasarkan uji coba mengenai sistem yang Menggunakan Borlan Delphi 7.0
dibuat mudah untuk dipahami dalam hal 1. Diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai
kenaikan jabatan PNS dalam jabatan struktural,
responden berpendapat 40% menyatakan salah satu alternatif dalam membantu
mudah, 40% menyatakan cukup mudah, 20% pengambilan keputusan mengenai kenaikan
jabatan pegawai negeri sipil.

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 209

2. Hasil perancangan ini masih sangat
sederhana sehingga masih memerlukan
pengembangan yang lebih baik untuk
kedepannya.

3. Dengan menggunakan bahasa
pemogramman Borland Delphi 7.0 yang
terintegrasi dengan basis data, sehingga
mempermudah dalam pembuatan
program.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.bkn.go.id/ peraturan pemerintah
republic Indonesia nomor 100 tahun 2000
tentang pengangkatan pegawai sipil dalam
jabatan stuktural.

http://www.bkn.inspektorat.purworejokab.go.id/i
ndex.php?option=com_content&view=arti
cle&id=82:pelaksanaan-pengangkatan-
dalam-jabatan-struktural-dan-fungsional-
bagian-2&catid=74:pengangkatan-pns-
dalam-jabatan&Itemid=54

Jaya, Abtrisna. 2008. Membuat Program Sistem
Informasi Kebudayaan Di Indonesia
Menggunakan Borland Delphi,Apel Media.
Yogyakarta.

Supriyanto, Aji. 2005. Pengantar Teknologi
Informasi. Salemba Infotek. Jakarta

Syamsi, Ibnu. M.Kom. 2000. Pengambilan
Keputusan dan Sistem Informasi. Bumi
Aksara. Jakarta.

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680

Jurnal Media Infotama, Vol.9, No.1, Februari 2013 210

Sistem Pendukung Keputusan …. ISSN : 1858-2680


Click to View FlipBook Version