Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 Media Usaha Kecil Menengah Makanan Berbasis Terigu 0807-1800-888 Lagansa (Layanan Pelanggan Bogasari) [email protected] www.bogasari.com @KreasiBogasari Majalah ini gratis bagi anggota BMC WACANA Senin - Jumat Pukul 08.00 - 17.00 WIB GUNAKAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN YANG AMAN
2 Dari KAMI Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2020 1. mobile apps Bogasari 2. staf/sales Bogasari setempat. Dari KAMI................... 2 Sajian Utama............. 3-14 Resep......................... 15 Info Bogasari............. 16 Info UKM.................... 17 kisah Sukses.............. 18-19 Daftar Sajian Untuk meningkatkan pelayanan dan mempercepat pengiriman, WACANA MITRA juga diterbitkan dalam format PDF (digital). Sehingga, secara bertahap edisi cetak akan dikurangi. Selanjutnya WACANA MITRA versi digital bisa diakses dan diunduh di website Bogasari, www. bogasari.com, mobile apps Bogasari, atau dikirim ke e-mail masing-masing UKM. Oleh karena itu, jika UKM menginginkan WACANA MITRA dikirim via e-mail, silakan memberikan alamat e-mail kepada [email protected]. *Info Kontak Sales Bisa Hubungi Lagansa (0807-1800-888) PENERBIT: PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills. ISSN: 1412-2170 - TERBIT SEJAK: 24 Oktober 2001. PENASIHAT: Franciscus Welirang, Herman Djuhar, Erwin Sudharma. PEMBINA: Anwar Agus, Iwan Santosa, Ivo Ariawan. PENANGGUNGJAWAB: Rudianto Pangaribuan REDAKSI: Egi Gias Purnama KONTRIBUTOR: Beatrix P. Soedibyo, Umi Wulandari, Suyatno, Triana M, Tim Customer Relations. DESAIN & LAYOUT: Egi Gias Purnama SEKRETARIS REDAKSI: Reni Dasmaniar SEKRETARIAT & DISTRIBUSI: PR & Communication Bogasari ALAMAT REDAKSI: PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills, Jln. Raya Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta - 14110 TELP: (021) 29263800 atau ext 63717, FAX: (021) 4392-009 EMAIL: [email protected]; [email protected]; http//www.bogasari.com DISTRIBUSI TERBATAS UNTUK KALANGAN SENDIRI, TIDAK DIPERJUALBELIKAN Info Scan Kupon Kupon bisa di-scan melalui: Berbagi Razia atau pemeriksaan keamaan pangan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setiap tahun pasti saja ada. Apesnya lagi, kalau produk yang kita hasilkan dianggap melanggar keamanan pangan, padahal produsen bahan pangan yang kita pakai dalam produk sudah memiliki ijin. Dituding melanggar hukum lalu berurusan dengan aparat. Tentu siapapun tidak mau. Hal inilah yang pernah dialami langsung beberapa UKM mitra Bogasari. Kesengajaan pasti tidak. Tapi ketidaktahuan dan ketidakpahaman karena terbtasnya informasi serta edukasi adalah faktor penyebab. Inilah kemudian yang mendasari Bogasari memilih topik soal Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam acara Halal Bihalal 1442 H bersama forum komunikasi paguyuban secara nasional akhir Mei lalu. Materi BTP yang disampaikan pembicara langsung dari BPOM ini disambut antusias. Selain dihujani pertanyaan juga tak sedikit yang minta soft copy materinya. Karena itulah dalam Wacana MItra edisi 238 ini kami bahas tuntas. Plus beragam informasi menarik lainnya. Selamat membaca. (EGI) Pentingnya Keamanan Pangan
Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2020 3 Untuk ketiga kalinya, Bogasari mengadakan Forkom (Forum Komunikasi) Mitra UKM tingkat nasional secara onlinemelalui aplikasi zoom meeting clouds, Rabu 25 Mei 2021. Acara Forkom kali ini sekaligus dalam rangka Halal Bihalal 1442 H Bogasari dengan mitra UKM yang tergabung dalam paguyuan di berbagai daerah. Yang menariknya, halal bihalal kali ini tidak hanya diisi dengan ucapan permohonan maaf dan Selamat Idul Fitri 1442 tapi juga berbagi informasi seputar Bahan Tambahan Pangan (BTP) sesuai aturan Pemerintah dalam hal ini BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan). “Kami yakin tahun 2021 dan beberapa tahun ke depan masih akan menjadi tahun kebangkitan pasca pandemi. Dan kita sebagai produsen makanan penting untuk selalu waspada dan terus menata sumber daya yang dimiliki. Spesial pada halal bihalal ini kami mendatangkan Ibu Deksa Presiana dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk memaparkan materi seputar BTP yang aman digunakan,” tutur Erwin Sudharma, dalam sambutannya sebagai Wakil Kepala Divisi Bogasari. Namun sebelum paparan materi dari Badan POM, 90 partisipan zoom yang terdiri dari 35 perwakilan paguyuban dan Manajemen Bogasari diajak untuk sejenak mendengarkan siraman rohani atau “Kultum” dari ustaz Ahmad Muzakki. Dalam Halal Bihalal ceramah singkat, ustaz Ahmad berpesan untuk senantiasa menjalin silaturahmi dan tetap menjaga manfaat dari setiap usaha yang ditekuni para UKM dan Bogasari. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Acara dilanjutkan dengan penjelasan lengkap sekitar 1 jam oleh Deksa Presiana, Koordinator Kelompok Substansi Standardisasi Bahan Tambahan Pangan, Bahan Penolong, Kemasan, Cemaran, dan Cara Ritel Pangan yang Baik BPOM Republik Indonesia. “Khusus untuk BTP kita atur dalam PerBPOM nomor 11 Tahun 2019 Tentang Bahan Tambahan Pangan. Disana memuat 27 jenis BTP untuk 15 kategori pangan olahan. Disana juga disebutkan berapa kadar maksimum BTP yang aman digunakan. Untuk kategori pangan nanti akan nada turunannya lagi jadi akan banyak sekali, pun dengan BTP,” jelas Deksa. PerBPOM no 11 tahun 2019 yang bisa diunduh Berbagi KeamananPangan di
4 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 melalui browser internet di https://standarpangan. pom.go.id/dokumen/peraturan/2019/PerBPOM_ No_11_Tahun_2019_tentang_BTP.pdf. Karena begitu banyaknya BTP yang dibahas, total halamannya mencapai 1156 halaman. Jika ada jenis BTP yang belum dibahas di sana, UKM atau pengguna BTP bisa mengajukannya melalui formulir yang sudah disediakan BPOM. Pihaknya akan membantu mengurus perijinannya nanti. Proses permohonan ijin ini memakan waktu 85 hari atau sekitar 3 bulan. “Ingat BTP yang boleh digunakan adalah yang sudah terdaftar di BPOM RI yang bisa dicek pada label kemasannya. Jika sudah terdaftar akan tertera BPOM RI MD untuk makanan produksi dalam negeri, atau BPOM RI ML untuk makanan produksi luar negeri. Dilanjutkan dengan 12 digit angka. Kalau hanya menyertakan PIRT saja, kami tidak menjamin itu aman digunakan,” seru Deksa antusias. Seluruh materi yang disampaikan Deksa dalam acara halal bihalal ini mendapat perhatian serius dari seluruh peserta khususnya UKM mitra Bogasari. Deksa juga menjelaskan, untuk mengetahui daftar dan kadar maksimal penggunaan BTP bisa melalui aplikasi “Ayo Cek BTP”. Selain aplikasi yang bisa diunduh di playstore untuk pengguna android, “Ayo Cek BTP” juga sudah tersedia dalam versi website di https://standarpangan.pom.go.id/cekbtp/web/. Deksa dan tim dari BPOM juga turut menunjukan bagaimana cara mengeceknya. Sebelum acara berakhir, Kepala Divisi Bogasari Franciscus Welirang menegaskan pentingnya untuk menyadari adanya perubahan dan perkembangan zaman sehingga harus senantiasa menyesuaikan agar tidak ketinggalan. “Kami akan senantiasa membantu bapak ibu dalam hal pengembangan usaha,” ucapnya. Sementara itu, Parmu Ketua Paguyuban Mie Ayam Surabaya (PAMAS) mewakili berbagai paguyuban yang hadir mengucapkan terima kasih karena Bogasari senantiasa memperhatikan mereka UKM. “Terima kasih Bogasari atas bantuannya selama ini, terlebih ketika kami ada masalah seperti beberapa waktu lalu. Mohon maaf lahir dan bathin, selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Semoga pandemi cepat berlalu dan kita bisa besilaturahmi langsung seperti tahun-tahun sebelumnya,” ucap Parmu. (EGI)
5 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 Mau Aman..Ayo Cek BTP ! P astinya kita ingin produk makanan yang diproduksi lebih enak, lebih wangi, lebih awet dan lain-lain. Karena itulah butuh Bahan Tambahan Pangan atau biasa disingkat BTP. Pertanyaannya mana dan bagaimana memilih BTP yang aman? Di era teknologi digital sekarang ini, akses informasi semakin mudah termasuk soal BTP. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah membuat aplikasi dan web Ayo Cek BTP untuk mempermudah kita mengetahuinya. Siapapun, kapanpun, dimanapun tinggal akses melalui internet. Pertama kita buka browser internet dan ketik https://standarpangan.pom.go.id/cekbtp/web/. Kemudian akan muncul tampilan seperti di bawah ini: Sebelum memulai pencarian, sebaiknya pastikan terlebih dahulu kategori jenis pangan dan nomor kategori pangan dari produk yang kita produksi. Caranya, klik tombol menu di bagian pojok kanan atas dan pilih daftar jenis pangan. Maka akan terbuka jendela browser (pencarian) baru dengan tampilan daftar jenis pangan dan kategori pangan.
6 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 Kategori Pangan Mie Kategori Pangan Mie Kategori Pangan Mie Selanjutnya ketik nama produk yang kita buat, misalnya mi basah atau roti. Nanti akan muncul data jenis pangan dan kategori pangannya. Setelah mengetahui jenis pangan dan nomor kategori pangan produk kita, barulah mulai pencarian pada beranda web Ayo Cek BTP yang sudah dibuka sebelumnya. Setelah muncul tampilan seperti di atas, ketik jenis BTP dan nomor kategori pangan produk kita. Nanti akan muncul datanya. Pada kolom batas maksimum, ada yang berupa angka dan ada yang bertuliskan CPPB (Cara Produksi Pangan yang Baik). CPPB ini bisa diartikan juga sebagai secukupnya sampai tercipta produk sesuai keinginan. Tapi diusahakan penggunaannya seminimal mungkin. Kordinator Kelompok Substansi Standardisasi Bahan Tambahan Pangan, Bahan Penolong, Kemasan, Cemaran, dan Cara Ritel Pangan yang Baik BPOM RI, Deksa Presiana, menyarankan, sebelum menggunakan produk BTP dalam proses produksi, sebaiknya dicek terlebih dahulu apakah sudah terdaftar di BPOM. Kalau belum, kita dapat mengajukan pendaftaran kepada BPOM melalui formulir yang sudah disediakan. “Kalau tidak ada pada daftar lampiran, hentikan penggunaan BTP tersebut. Daftarkan ke BPOM. Setelah diuji di lab dan mendapatkan status ijin penggunaannya, baru gunakan lagi. Semuanya ini dapat dilakukan melalaui aplikasi dan web Ayo Cek BTP. Ketik dan klik https://standarpangan.pom.go.id/cekbtp/web/. Gampang kan,” tegas Deksa. (EGI)
Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 7 Sajian Utama Kategori Pangan Roti Kategori Pangan Roti Kategori Pangan Roti
8 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 BTP yang aman untuk Roti
9 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 BTP yang aman untuk Roti
10 Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 Sajian Utama BTP YANG AMAN UNTUK MIE
Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XVIII / 2021 11 Sajian Utama BTP YANG AMAN UNTUK MIE
Sajian Utama 12 Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 Bogasari Fasilitasi UKM Urus Izin Usaha SPP-IRT BTP YANG AMAN UNTUK MIE
Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 13 Sajian Utama I zin usaha yang paling awal dan sederhana buat UKM adalah pengurusan izin usaha rumah tangga atau PIRT. Meski demikian tidak sedikit UKM yang belum memiliki izin tersebut yakni berupa SPP-IRT (Sertifikat Produksi Pangan - Industri Rumah Tangga). Padahal selain mendasar, SPP-IRT juga penting dan sangat bermanfaat untuk menaikkan kelas usaha UKM, apalagi di mata konsumen. Karena itulah memasuki tahun 2021 ini, Bogasari melalui program kemitraan UKM yakni Bogasari Mitra Card (BMC) menggelar program pembuatan SPP-IRT yang dicanangkan pada Selasa (20/4/2021) lalu. diawali dengan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) kerjasama dengan Dinas Kesehatan Jakarta Utara. Kegiatan penyuluhan yang berlangsung secara virtual dan sekitar 3 jam ini diikuti 187 UKM anggota BMC. Demikian ditegaskan Herman Djuhar, Wakil Kepala Divisi (Wakadiv) Bogasari dalam acara pelatihan PKP yang diikuti UKM dari berbagai provinsi, antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jambi. “Ini merupakan bukti nyata kemitraan Bogasari dengan UKM. Tahun 2019 dan 2020, Bogasari membantu pembuatan sertifikat halal buat UKM. Tahun ini kami fokus kepada pembuatan izin IRT dengan target 100 UKM dan dibagi dalam 2 tahap,” ucap Herman Djuhar dalam sambutannya. Peserta yang mengikuti acara ini kebanyakan adalah UKM yang bergerak di bidang roti, yakni 40,4%. Sisanya pengusaha mie 17,7%, cake dan cookies 16.2%, jajanan pasar 7.1 %. Sisanya pengusaha gorengan, snack, martabak, dan ayam goreng tepung. Mitra UKM Bogasari yang hadir dalam pelatihan ini antara lain D’Fresco Donuts (Jakarta), Mie Ayam Muzam (Tangerang), Madona Bakery (Bekasi), Faza Cake (Jawa Timur), Mie Barokah.ina (Jambi). “Kami mengapresiasi apa yang dilakukan Bogasari, mengajak UKM binaannya untuk lebih peduli dengan perizinan. PIRT Bogasari Fasilitasi UKM Urus Izin Usaha SPP-IRT
Sajian Utama 14 Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 antusias, tercatat ada lebih dari 30 pertanyaan seputar SPP-IRT yang masuk pada kolom chat selama acara. Sertifikat PKP yang akan didapatkan peserta nantinya, merupakan satu diantara 3 syarat pencetakan SPP-IRT dari BPOM. Dua syarat lainya adalah hasil pemeriksaan sarana produksi, dan label yang sudah sesuai perundangundangan. Pelatihan PKP ini bisa dilaksanakan di tingkat kota/ kabupaten dan berlaku secara nasional. Namun untuk pembuatan SPP-IRT bisa melalui pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) di tingkat kecamatan lokasi usaha para UKM. “Dari 187 anggota BMC yang ikut penyuluhan ini, sebanyak 50 pendaftar pertama dan yang memenuhi syarat akan diurus lebih lanjut oleh Bogasari sampai SPPPIRT-nya keluar. Biaya operasional yang muncul dalam pembuatan 50 SPP-IRT ini akan ditanggung sepenuhnya oleh Bogasari,” ucap Sutrisno dari tim Kemitraan Bogasari. Masa berlaku SPP-IRT ini 5 tahun dan bisa diperpanjang 6 bulan sebelum masa berlaku habis. Untuk memperpanjang SPP-IRT, UKM dapat mengurusnya langsung ke PTSP setempat dengan membawa persyaratan yang sama saat membuat yang baru. Pada SPP-IRT ini terdapat nomor PIRT yang berjumlah 12 digit. Dengan kode MD untuk makanan dalam negeri dan ML untuk makanan luar negeri. Nomor PIRT ini wajib dimiliki UKM yang mengedarkan makanan / olahan minuman (minuman yang tidak langsung minum, contoh sirup) yang memiliki daya tahan di atas 7 hari. Dan untuk produk makanan dan minuman yang memiliki daya tahan di bawah dibawah 7 hari akan masuk pada golongan layak sehat jasa boga. Waktu penyelenggaraan PKP ini setiap daerah berbeda-beda, menyesuaikan dengan jumlah peserta yang mendaftar. Pun dengan waktu pembuatan PIRT secara keseluruhan. Tiap UKM berbeda-beda tergantung dari kelengkapan dan kesiapan ukm mengikuti aturan yang ada. (EGI/ RAP) ini menjadi penting bagi UKM. Karena ini merupakan jaminan keamanan bahwa produk yang diproduksi UKM di rumah atau di tempat produksi berskala rumahan sudah aman untuk dikonsumsi. Namun sebelum mendaftar pengurusan IRT, maka UKM harus mengikuti PKP ini,” kata Warisan P Manurung, Kepala Seksi Sumber Daya Kesehatan Jakarta Utara dalam sambutan pembukaan acara mewakili Pemerintah Kota Jakarta Utara. Pelatihan yang digelar melalui zooms meet ini berlangsung dari pukul 09.00 – 12 00 WIB. Ada 4 kegiatan dalam penyuluhan ini yakni pre test, pemaparan materi, tanya jawab, dan post test. Materi seputar kebijakan / perundang-undangan bidang pangan dan keamanan pangan diberikan Kusnaidi, District Food Inspector Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara. Para UKM yang ikut penyuluhan ini cukup
Kisah Sukses Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 15
Info Bogasari 16 Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 Bogasari Jadi Industri Percontohan T ahun 1971, Bogasari sebagai pabrik tepung terigu pertama di Indonesia dan pabrik penggilingan gandum terintegrasi terbesar di Indonesia bersyukur karena bisa melewati berbagai tantangan, termasuk tantangan berat sejak Pandemi Covid-19 mendera negara Indonesia. Dan Bogasari sebagai objek vital nasional (Obvitnas) karena memasok hampir 50 persen kebutuhan tepung terigu nasional, maka harus tetap produksi meski ada pandemi. “Apalagi Pemerintah sudah menegaskan agar stabilitas ekonomi, khususnya di sektor pangan harus tetap dijaga agar kondusif dan terpenuhi. Jadi selama Pandemi, bukan hanya aspek ketahanan di sektor kesehatan, tapi juga ketahanan di sektor pangan. Inilah yang menjadi peran dan tanggung jawab Bogasari,” ucap Franciscus Welirang, Direktur Indofood dalam Siaran Pers acara Penetapan PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari sebagai Percontohan Pertama Kawasan Tangguh Jaya di wilayah Polda Metro Jaya, Selasa (20/4/2021). Penetapan Bogasari sebagai industri percontohan pertama menjadi Kawasan Tangguh Jaya adalah tentu atas merupakan dasar berbagai pertimbangan yang mendalam dan menyeluruh. Penetapan ini juga keputusan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol . Dr. Drs. Haji Muhammad Fadil Imran, M.Si setelah dilakukan penilaian dan survei lapangan. Direktur Indofood yang biasa disapa Franky Welirang menyambut baik dan antusias penetapan Bogasari sebagai percontohan pertama Kawasan Tangguh Jaya, karena merupakan apresiasi atas seluruh kebijakan protokol kesehatan (Prokes) yang dijalankan Bogasari selama ini. “Bahkan Bogasari sudah menjalankan Prokes Pencegahan Pandemi Covid-19 sejak akhir Januari 2020 sebelum Pemerintah mengumumkan secara resmi adanya temuan kasus terpapar Covid-19 di bulan Maret 2020. Bogasari menjalankan Prokes diawali dari seluruh aktivitas di dermaga Bogaasari sesuai arahan dan keputusan dari Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok tanggal 28 Januari 2020. Semua kru kapal dan anak buah kapal harus mengikuti prokes,” tegas Franky Welirang yang juga Kepala Divisi Bogasari. (RAP) Kawasan Tangguh Jaya
Info UKM Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 17 B encana alam kembali melanda bangsa Indonesia. Pada awal April ini, sejumlah kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hal ini akibat serangan badai Siklon Tropis Seroja yang mengakibatkan angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan lebat. Bogasari yang memiliki wilayah pemasaran di berbagai pelosok nusantara termasuk daerah NTT, pastinya tergerak untuk meringankan beban derita masyarakat yang terdampak. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Bogasari bekerja sama dengan distributor (Fa Ombay, Alor) dan 2 UKM binaanya (Kusuma Bakery & Loweleba Bakery) memberikan bantuan langsung berupa 9.000 roti untuk korban terdampak di 3 kota. “Kegiatan ini merupakan bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) Bogasari. Sebenarnya ada beberapa pilihan bantuan, tapi kami lebih memilih untuk memberikan bantuan berupa roti kepada para korban di Alor, Lembata, dan Adonara,” ucap Bambang Eko, kordinator program bantuan Bogasari untuk korban bencana NTT. Dua alasan Bogasari lebih memilih membagikan roti, dibanding bantuan lainnya, yakni karena di beberapa posko mengalami kesulitan air bersih sehingga diputuskan untuk membagikan makanan yang siap disantap. Alasan kedua untuk membantu UKM Mitra Bogasari agar tetap bisa terus produksi. “UKM Kusuma Bakery memproduksi roti untuk kebutuhan bantuan di Pulau Alor. Sedangkan UKM Lewoleba Bakery memproduksi roti untuk bantuan di wilayah Lembata dan Adonara,” jelas Bambang. Pembagian roti dilakukan selama 4 hari sejak tanggal 17 sampai 21 April. Setiap hari dibagikan 750 bungkus roti oleh tim distributor, sukarelawan, dan perwakilan instansi pemerintah setempat. Pembagian pertama dilakukan bersama Polres Alor di Desa Waisika, Kelaisi, Malaipea, Pantar Tengah, dan Alor. Khusus untuk wilayah Pantar Tengah, pembagian harus dibantu sukarelawan dari Komunitas Trail Alor (Alor Trail Adventure) karena banyaknya jalan dan jembatan yang putus. Akibatnya harus menggunakan kapal motor selama 3 jam atau 2 jam memakai sepeda motor agar bisa sampai di lokasi pengungsian. Karena memasuki bulan Ramadan, pembagian dilakukan menjelang maghrib sesuai dengan waktu buka puasa warga setempat. Kiranya bantuan makanan roti kerja sama Bogasari, distributor dan UKM ini dapat beban saudara kita di NTT yang terdampak bencana makanan. (EGI) 9.000 Roti untuk Korban Bencana di NTT
18 Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 Kisah Sukses Ada peribahasa; Pucuk di cinta ulam pun tiba. Demikianlah yang dialami ayah mertua dari Karina Octavia, pengelola usaha D’Almonde Bakery yang sudah berdiri sejak tahun 2009. Ide membuka usaha ini berawal dari kerinduan dan harapan sang mertua setelah pensiun dari TNI, ingin buka usaha yang tidak hanya bermanfaat buat keluarga, tapi juga buat lingkungan. Saat yang bersamaan, ada keluarga yang baru berhenti kerja dari perusahan roti. Alhasil, jadilah pilihan usaha membuka bakery. “Kebetulan juga ada lahan yang kosong yang dimiliki oleh keluarga, jadi dimanfaatkan sebagai tempat produksi. Awalnya kecil kan, Alhamdullilah, seiring berjalannya waktu, sambutan dari pelanggan cukup baik, sehingga kita bisa berkembang dan sampai saat ini sudah memiliki 4 outlet bakery,” ungkap Karina yang dipercaya ayah mertuanya untuk meneruskan usaha roti itu sejak tahun 2019 bersama 2 adik dari suaminya, yakni Dwi Santo Riyandini dan Aga Tri Yulinda. Di bawah kendali tiga wanita ini, D’Almonde Bakery yang dirintis mertua dan ayah mereka tahun 2009 lalu semakin berkembang. Saat pertama kali buka, bakery yang berlokasi di Jalan H. Hasan No.4B, RT02/RW02, Kelurahan Baru, Kecamatan. Pasar Rebo, Jakarta Timur ini mempekerjakan 10 karyawan. Namun total karyawan saat ini sudah mencapai 60 orang atau meningkat 6 kali lipat. Dalam sebulan, D’Almonde Bakery bisa menghabiskan 80 sak terigu Cakra Kembar dan 40 sak terigu Segitiga Biru. Paling murah harga roti D’Almonde Rp 9.000 dan paling mahal Rp 23 ribu. Sedangkan produk cake dijual dengan di kisaran Rp 195.000-Rp 245.000, tergantung ukuran. “Kita lagi mengembangkan cake costumize nih. Kita gencar promosikannya di Instagram @ dalmondebakery. Kalo produk yang lain kita masih kerjasama bareng Go-Food dan Grab Food. Dan karena pandemi kita membuka pemesanan melalui Whats App di 0812-9917-988 atau telepon langsung ke (021)-29841204 untuk kemudian kita antarkan pesanannya,” tutur wanita berhijab ini. Karina memaparkan, sejak awal D’Almonde Bakery sudah menggunakan tepung terigu Bogasari sesuai saran sang baker yang pernah kerja di perusahaan roti. Si baker menyarankan pakai terigu Cakra Kembar untuk roti dan Segitiga Biru untuk kue. “Karena memang terigu Bogasari yang sudah cukup baik dikenal di Indonesia dan terjamin Buah Sukses Usaha Keluarga D’Almonde Bakery
Wacana Mitra * Edisi 238/ Tahun XIX / 2021 19 Kisah Sukses kualitasnya. Terigunya punya kelebihan masingmasing sesuai kebutuhan produk kami. Sehingga hasilnya juga lebih baik dan lebih maksimal dibandingkan terigu yang lain. Bahan baku yang berkualitas, pasti menghasilkan produk bakery yang berkualitas juga,” tegas ibu 2 anak ini. Awalnya produk roti mereka banyak menggunakan almond makanya dipilih nama D’Almonde Bakery . Namun dalam perjalanannya isian roti produk D’Almonde Bakery kian beragam. Ada srikaya, kacang ijo, kacang merah, kacang almond dan masih banyak lagi. “Kita juga memerhatikan pengembangan dan keterampilan karyawan agar bisa melahirkan inovasi dan tidak ketinggalan tren. Kita komunikasi dengan bagian produksi apa saja hasil riset yang bisa diimplementasikan ke dalam bakery. Kita juga bekerja sama dengan beberapa pihak untuk menyediakan beberapa resep baru. Terakhir, kita survei apakah produk bisa diterima oleh pelanggan atau tidak,” urai Karina antusias. Memasuki bulan Ramadan dan menyambut Idul Fitri, 3 wanita muda bersaudara ini menyiapkan produk tambahan untuk pelanggannya, seperti puding, puding roti dan hampers. “Mendekati lebaran biasanya orang sudah dapat THR, saat itu permintaan tentang hampers meningkat. Memang dari sebelum Ramadan sudah kami siapkan paketpaket hampers. Yang dijual mulai dari Rp 285.000 sampai dengan Rp 480.000,” tambahnya. Wanita berusia 40 tahun yang sukses kembangkan usaha keluarga ini mengajak para UKM untuk terus semangat dan jangan menyerah hadapai pandemi. “Kalau untuk makanan mungkin dijaga kualitas bahan bakunya, cermati kondisi lingkungan dimana kita berada , kenali siapa yang jadi target market kita. Dari situ kita bisa belajar apa yang jadi kebutuhan pengembangan usaha kita,” serunya. (EGI)
Ucapan Ramadhan