The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Wacana Mitra Edisi 233
Tahun XVIII/2020

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by BOGASARI, 2023-04-18 05:02:40

Wacana Mitra 233

Majalah Wacana Mitra Edisi 233
Tahun XVIII/2020

Keywords: bogasari,ukm,umkm,industri,indofood,bmc,wacana mitra,mitra,tepung,tepung terigu,terigu,gandum,cakra kembar,lencana merah,kunci biru,segitiga biru,payung

Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 Media Usaha Kecil Menengah Makanan Berbasis Terigu 0807-1800-888 Lagansa (Layanan Pelanggan Bogasari) [email protected] www.bogasari.com @KreasiBogasari Majalah ini gratis bagi anggota BMC Adaptasi Usaha di Saat Pandemi WACANA


2 Dari KAMI Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 Kupon bisa di-scan melalui mobile apps Bogasari (download di Playstore) atau kumpulkan pada staf/CR Bogasari setempat. Dari KAMI................... 2 Sajian Utama............. 3-11 Kisah Sukses.............. 12-15 Info Paguyuban......... 16-17 Info BMC.................... 17-19 Resep.......................... 20 Daftar Sajian Untuk meningkatkan pelayanan dan mempercepat pengiriman, WACANA MITRA juga diterbitkan dalam format PDF (digital). Sehingga, secara bertahap edisi cetak akan dikurangi. Selanjutnya WACANA MITRA versi digital bisa diakses dan diunduh di website Bogasari, www. bogasari.com, mobile apps Bogasari, atau dikirim ke e-mail masing-masing UKM. Oleh karena itu, jika UKM menginginkan WACANA MITRA dikirim via e-mail, silakan memberikan alamat e-mail kepada [email protected]. *Info Kontak CR Bisa Hubungi Lagansa(0807-1800-888) PENERBIT: PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills. ISSN: 1412-2170 - TERBIT SEJAK: 24 Oktober 2001. PENASIHAT: Franciscus Welirang, Herman Djuhar, Erwin Sudharma. PEMBINA: Anwar Agus, P. Soegiono D, Iwan Santosa, Ivo Ariawan. PENANGGUNGJAWAB: Rudianto Pangaribuan REDAKSI: Egi Gias Purnama KONTRIBUTOR: Beatrix P. Soedibyo, Ahmad Darullah, Umi Wulandari, Suyatno, Triana M, Tim Customer Relations. DESAIN & LAYOUT: Egi Gias Purnama SEKRETARIS REDAKSI: Reni Dasmaniar SEKRETARIAT & DISTRIBUSI: PR & Communication Bogasari ALAMAT REDAKSI: PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills, Jln. Raya Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta - 14110 TELP: (021) 29263800 atau ext 63717, FAX: (021) 4392-009 EMAIL: [email protected]; [email protected]; http//www.bogasari.com DISTRIBUSI TERBATAS UNTUK KALANGAN SENDIRI, TIDAK DIPERJUALBELIKAN Beradaptasi di Tengah Pandemi Resesi sudah melanda beberapa negara di Asia, diantaranya Filipina, Singapura dan Malaysia. Sementara Indonesia, menurut para pakar sudah 99% yakin bakal terjadi. Pemerintah pun sedang bergumul serius untuk mencari dan melakukan kebijakan ekonomi yang tepat. Dan satu sektor yang menjadi perhatian khusus adalah UMKM. Untuk itu, kami coba mengupas apa saja hal yang bisa dilakukan guna beradaptasi di tengah pandemi seperti sekarang ini. Mulai dari perubahan cara produksi, kemasan, cara penjualan, hingga cara pembayaran. Tentu ini akan menjadi pembahasan yang panjang sehingga kami akan bagi dalam 2-3 edisi. Dan rencananya materi ini juga akan menjadi pembicaraan di acara KIAT (Kunci Informasi dan Teknologi) yang akan digelar Bogasari secara virtual melalui webinar. Adaptif dan inovatif juga menjadi komitmen penerbitan Wacana Mitra. Untuk itulah kami melakukan survei sederhana dengan mengambil sample terbatas namun secara metode diyakini representatif yakni metode dengan mengambil dari populasi. Tujuan utama dari survei ini adalah untuk mengetahui bentuk yang tepat untuk para anggota BMC, apakah Wacana Mitra dalam bentuk cetak atau digital. Hasilnya mayoritas anggota BMC lebih terbiasa dengan format cetak. Meski demikian, untuk sebagian yang suka digital atau file PDF, tetap kami layani. Mungkin ini belum saatnya untuk full digital. Info lengkap hasil survei ini kami sajikan di lembar terakhir edisi kali ini. Tapi satu yang pasti, dari hasil survei, 97% merasakan manfaat dari Wacana Mitra. Selamat Membaca. Tetap sehat, tetap semangat, tetap berhikmat. Ingat 3 M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak !! UMKM merupakan salah satu sektor paling penting dan berperan cukup besar dalam perekonomian dalam negeri. Tapi di tengah pandemi Covid-19 ini, UMKM juga menjadi salah satu sektor yang paling terpukul. Pemerintah sudah mengeluarkan berbagai program mulai dari bantuan dana, keringanan pajak, dan lain-lain untuk mempertahankan sektor UMKM. Lantas bagaimana dari sisi UMKM itu sendiri? Karena pandemi ini diperkirakan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, maka UMKM pun harus ikut bergerak dengan cara memiliki kemampuan berdapatasi dan berinovasi agar bisa survive (bertahan). Daftar / update No HP Anda melalui Lagansa, karena setiap informasi BMC akan diinfokan melalui SMS.


Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 3 Sajian Utama I ndonesia telah mengalami kurang lebih sebanyak 3 kali krisis ekonomi dalam kurun waktu 25 tahun terakhir, yakni tahun 1997-1998 (Lengsernya Soeharto), tahun 2008 (Krisis Ekonomi Global), dan tahun 2013 (Kebijakan Moneter AS). Kini, di tahun 2020 Indonesia, bahkan dunia diterpa kembali krisis ekonomi karena Covid-19. Sampai tulisan ini dibuat, belum ada yang tahu sampai kapan krisis dan pandemik menimpa negeri ini. Walau demikian, kita bisa bersama menyiapkan diri untuk menghadapi sekenario terburuk sebagai bentuk dalam membangun ketahanan dalam berusaha. Beberapa hal yang patut kita antisipasi ialah berbagai perubahan yang sudah dan mungkin akan terjadi, seperti perubahan pola komunikasi, pola kerja, hingga pola perilaku konsumen. Secara garis besar konsumen merubah gaya hidup mereka menjadi gaya hidup di rumah aja dengan belanja secara online, lebih memaknai nilai kebersihan suatu makanan, dan lebih mengedepankan kebutuhan dibandingkan keinginan (back to basic). Seperti yang dilakukan Ivan (23), perantau asal Sukabumi yang tinggal di Koja, Jakarta Utara. Ia menuturkan semenjak pandemik ia menjadi lebih sering belanja online untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. “Saya belum menikah, dan jauh dari orang tua, semenjak pandemi ini saya jadi lebih sering pesan makanan via Go-Food dan Grab Food. Nggak apa-apa sedikit lebih mahal, tapi saya merasa lebih aman berada di kamar kos,” akunya. Berbagai perubahan ini merupakan tantangan yang mau tidak mau, suka tidak suka, harus dijalani. Sebagai pelaku usaha, kita pun harus tanggap merespon perubahan perilaku pasar dan beradaptasi di berbagai lini, mulai proses produksi, penyajian, kemasan hingga metode pembayaran. Kemasan dan Penyajian Kemampuan menyesuaikan atau berdaptasi, bahkan mengubah model bisnis dengan sangat cepat, adalah salah satu kekuatan yang harus dimiliki para UMKM. Satu bentuk penyesuaian yang bisa bisa dilakukan ialah inovasi dalam hal kemasan atau cara penyajian. Di luar fungsinya sebagai Harus Adaptif Dalam Berusaha


4 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 identitas usaha, kemasan berperan penting dalam memberikan jaminan kebersihan dan higienitas produk yang dipasarkan. Bahkan kemasan dapat menjadi alasan seorang konsumen untuk membeli atau tidaknya produk kita. Untuk itu, diperlukan kreativitas dan improvisasi dalam kemasan guna memenuhi berbagai kebutuhan tersebut. Seperti yang sempat tren beberapa waktu lalu di usaha kopi. Para pengusaha kopi beradaptasi dengan membuat kopi literan untuk menemani konsumen yang bekerja dari rumah (Work From Home). Hal serupa juga dilakukan beberapa UMKM mitra Bogasari, diantaranya Iis, pemilik Firani CakeSukabumi dan Erny Rufiaty, pemilik Mantau Fya-Balikpapan. Di tengah pandemi, mereka mengubah kemasan dan cara penyajian. Tentu dengan target akan meningkatkan penjualan. Kegiatan kampanye pun bisa dilakukan secara offline misalnya pasang spanduk, maupun online misalnya di media sosial . Kampanye Kegiatan Membuat berbagai kampanye kegiatan juga bisa meningkatkan penjualan. Bisa dengan kampanye pelayanan usaha, kegiatan sosial, serta berbagai promo yang mendukung program-program pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. Misalnya saja membuat promo khusus bagi mereka untuk yang mau belajar atau bekerja di rumah. Hingga berbagai kegiatan seperti kampanye “Beli Online Gratis Ongkir”, atau “Makanan Dibungkus Diskon 10%” dan lain sebagainya. Jualan Online Beralih ke dunia digital menjadi salah satu pilihan paling masuk akal yang bisa dilakukan saat ini agar usaha tetap berjalan. Hal ini karena aturan protokol pencegahan pandemi Covid-19 yang membatasi aktivitas masyarakat. Akibatnya masyarakat atau konsumen lebih gemar belanja online dibanding offline. Bahkan mereka lebih gencar mencari informasi, apalagi program promosi melalui komunikasi digital. Untuk itu, UMKM yang sudah terbiasa menggunakan kanal digital untuk promosi harus lebih gencar. Sedangkan yang belum, harus segera belajar dan memulainya agar tidak semakin ketinggalan atau ditinggal konsumen. Non Tunai Masih terkait dengan protokol pencegaha pandemi, aktivitas usaha yang juga dituntut melakukan penyesuaian atau beradaptasi adalah transaksi penjualan. Sangatlah disarankan agar UMKM mulai melakukan transaksi pembayaran dengan metode non tunai. Selain dengan kartu debit, mobile banking, juga dengan sarana pembayaran digital seperti Otto Pay, Go-pay, OVO Cash, ShoppePay, dan sejenisnya. Selain lebih aman karena tidak terjadi kontak fisik, cara pembayarannya pun mudah dan praktis. Sederhananya, pembeli hanya harus melakukan scan Quick Response (QR) code milik kita, isi nominal pembayaran, dan masukkan nomor PIN. Tunjukan bukti pembayaran berhasil dan transaksi pun selesai. Sebagian dari adaptasi ini mungkin tidak mudah. Tapi bukan berarti tidak bisa. Teknologi untuk mempermudah, tinggal soal kemauan kita untuk berubah. (EGI)


5 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 “ Kita tidak akan bisa mengendalikan angin saat berlayar, tapi kita bisa menyesuaikan arah pada layarnya”. Sebagian dari kita mungkin akrab atau pernah mendengar pepatah demikian dalam kehidupan sehari-hari. Pepatah tersebut mengajarkan kita jika ingin bergerak maju harus melakukan penyesuaian terhadap keadaan. Seperti yang dilakukan Iis, pemilik Firani Cake Sukabumi, dan Erny Rufiaty Pemilik Mantau Fya Balikpapan di tengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang ini. Iis yang juga anggota Paguyuban Sukaboga Sukabumi menuturkan kalau di masa pandemi Covid-19 ini omset usahanya berkurang sampai 70%. Biasanya, ia bisa memproduksi 100-120 loyang varian bolu per hari. Tapi di masa pandemi ini hanya memproduksi 20-30 loyang. Mulai dari yang termurah yakni bolu pisang di harga Rp 25.000 hingga lapis surabaya ukuran besar yang dijual dengan harga Rp 45.000. “Untuk meningkatkan penjualan, kami adaptasi dengan merubah desain dan bahan kemasan. Alhamdulillah sejak ada penyesuaian kemasan sekitar 2 bulan lalu (Juni) sekarang usaha kita sudah mulai membaik lagi kondisinya,” ungkapnya. Wanita yang mulai merintis usaha sejak tahun 2005 ini mengganti desain gambar kemasan dan menyertakan berbagai varian rasa yang disediakan sehingga pembeli bisa mengetahui bolu apa saja yang dijual Firani Cake. Ditambah bahan yang semula hanya kertas karton, kini ia ganti dengan kertas karton yang sudah dilapisi plastik. “Sebelum mengganti kemasan, banyak pelanggan yang komplain. Kenapa kotak bagian bawahnya basah dan kemasannya jelek. Tapi sekarang kemasannya sudah ada lapisan plastiknya, jadi tidak basah lagi. Kata pelanggan juga kemasannya sudah bagus, sudah ok ,” ujar Iis sambil tertawa kecil. Selain beradaptasi dari kemasan, ia juga mengakali sedikit proses produksi bolunya. Adonan untuk 2 bolu harga Rp 35.000 ia alihkan untuk membuat 3 bolu harga Rp 25.000. Dengan demikian, bolunya bisa dijual lebih murah dan keuntungan yang diperoleh wanita 49 tahun ini pun bisa lebih banyak. Adaptasi serupa juga dilakukan Erny Rufiaty, pemilik Mantau Fya Balikpapan yang berinovasi membuat Mantau Fya Frozen. Mantau Fya Frozen ini hanya dikemas plastik tanpa menggunakan kotak. Isinya pun dikurangi 2 potong dari kemasan normal. “Kalau normalnya 1 kotak berisi 10 potong, Mantau Fya Frozen ini hanya berisi 8. sehingga bisa memangkas biaya produksi dan dapat dijual dengan lebih murah,” jelasnya Erny menyebutkan, saat krisis seperti ini hanya ada dua pilihan, yakni beradaptasi atau mati. Ia tidak mau usaha yang sudah dirintisnya sejak 2012 lalu ini mati. Makanya Erny memilih untuk beradaptasi dengan berbagai penyesuaian dan inovasi. “Selain membuat Mantau Fya Frozen, kami juga beradaptasi dengan membuat berbagai lauk sehari-hari yang juga dikemas secara beku (frozen), cemilan yang digemari, dan roti yang sedang tren,” tambahnya. (EGI) Kemasan dan Cara Penyajian Kunci Kami Bertahan


6 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 B eberapa tujuan pengemasan makanan adalah membuat umur simpan produk menjadi lebih lama, mencegah berkurangnya mutu produk, memudahkan distribusi, dan menjaga kebersihan atau kehigienisan produk. Terlebih di masa pandemik seperti sekarang ini. Tidak hanya itu, kemasan juga memberikan kesan estetik atau membuat sebuah produk menjadi lebih menarik di mata calon pembeli. Agar berbagai tujuan tadi bisa tercapai, maka bahan yang dipakai haruslah memiliki spesifikasi tertentu sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Untuk itu kita perlu mengetahui bahan apa saja yang aman untuk dijadikan kemasan, berikut uraiannya: Gerabah Gerabah ialah wadah tradisional yang terbuat dari tanah liat yang sudah dibakar. Bentuknya beraneka ragam seperti mangkuk, piring, kuali, cangkir, teko, kendi dan bisa juga dibentuk sesuai kebutuhan kita. Kele- bihan dari wadah gerabah ini adalah kuat dan tahan lama. Bersifat kedap air dan kedap udara. Gerabah bisa menjadi pilihan apabila kita ingin memberikan kesan tradisional di warung atau outlet usaha kita, atau bisa dijadikan sebagai alas mie ayam hot plate yang kekinian. Daun Daun merupak- an sarana pembungkus makanan yang sudah disediakan alam. Sudah pasti aman digunakan. Karena masih bagian dari makhluk hidup, daun tidak tahan lama. Jadi hanya untuk makanan jangka pendek saja dan tentu tidak cocok untuk membungkus makanan yang bakal dikirim jauh. Pengusaha jajanan pasar pastinya familiar dengan bahan yang satu ini. Kertas Digunakan sebagai kemasan sejak abad ke-18, kertas terus berkembang menjadi berbagai jenis. Hingga kini kita kenal adanya kertas greaseproof, kertas kraft, dan masih banyak lagi. Semuanya memiliki ketahanan terhadap rembesan air dan lemak dalam kadar yang berbeda-beda. Keunggulan kertas adalah murah, mudah Plus Minus Setiap Bahan Kemasan


Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 7 Sajian Utama dibentuk dan mudah didapatkan. Hal ini yang menyebabkan banyak dari kita memilih menggunakan bahan ini sebagai bahan pembungkus makanan. Kaleng Banyak digunakan untuk produk makanan dan minuman karena berkekuatan tinggi dan tidak bisa ditembus gas, uap, air, jasad renik, debu dan kotoran. Bahan logam yang umumnya berbahan alumunium juga tahan terhadap perubahan suhu ekstrim sehingga aman digunakan membungkus makanan atau minuman. Kita yang ingin berinovasi dalam mengembangkan mie ayam atau makanan lainnya yang tahan lama sebaiknya mulai memikirkan model kemasan menggunakan bahan ini. Alumunium Foil Karakteristik aluminum foil dikagumi karena kuat, ringan, fleksible, tahan panas, hampir kedap udara, dan tidak mengandung magnet. Ketahanan panas aluminum foil bisa mencapai suhu 550o C. Kedap terhadap oksigen membuat aluminum foil menjadi bahan kemasan yang ideal untuk makanan yang ingin memiliki daya simpan yang lama. Ketahanannya terhadap asam dan basa masih kurang, sehingga diperlukan tambahan lapisan dari lilin atau bahan lainnya untuk mengatasinya. Walau demikian, alumunium foil masih bisa digunakan sebagai bahan makanan dengan kadar lemak tertentu. Kaca Kaca merupakan salah satu bahan kemasan yang tidak mudah rusak, kaku, tahan lama, dan bisa dibuat transparan. Ditambah bahan yang bersifat inert atau tidak bereaksi terhadap bahan makanan membuat kaca bisa dijadikan kemasan atau wadah makanan yang memiliki suhu cukup tinggi. Seperti gerabah, kaca memiliki bobot yang relatif lebih berat dan rentan pecah, sehingga menyulitkan untuk dijadikan kemasan makanan yang akan dikirim secara massal. Harganya juga cukup mahal dibanding bahan lainnya. Namun karena mudah dibersihkan, membuat kaca lebih cocok digunakan sebagai wadah makanan yang disajikan kepada pelanggan yang memilih makan di outlet. Plastik Pemakaian plastik harus disesuaikan dengan jenis bahan makanannya. Plastik adalah bahan yang banyak digunakan karena, kedap udara dan kedap air, mudah dibentuk, serta mudah penanganannya. Sedangkan kelemahannya ialah tidak tahan panas, mudah terjadi pengembunan uap air ketika suhu turun, dan susah terurai. Karena susah terurai, penggunaan plastik terus dikurangi. Banyak orang yang mengampanyekan diet plastik untuk kelestarian lingkungan hidup dan menggantinya dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Edible Film Adalah bahan pengemas organik yang dapat dimakan sekaligus dengan produk yang dikemasnya. Biasanya terbuat dari senyawa polisakarida yang berasal dari rumput laut, pati gelatin, dan lain-lain. Contoh pengemasan yang sudah menggunakan bahan ini adalah permen, kapsul minyak ikan, sari buah dan masih ada lagi. Edible film bisa menjadi inovasi bahan kemasan kue kering yang ramah lingkungan. (EGI)


8 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 1. Kertas Glasin (Grease Proof) Jenis kertas ini mempunyai permukaan transparan, mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap lemak, oli dan minyak. Namun, tidak tahan terhadap air, walaupun sudah dilapisi dengan bahan tahan air seperti lak dan lilin. Kertas glasin bisa digunakan sebagai kemasan lapis pertama produk yang mengandung minyak seperti gorengan. 2. Kertas Kraft Mempunyai sifat yang sangat kuat dan banyak digunakan untuk membuat kantong kertas. Kertas ini dibuat dari campuran bubur sulfat dan kayu kraft. Memiliki sifat yang lebih kuat dari kertas glassine, sehingga bahan pangan yang dibungkus dengan kertas ini akan tetap kering. Terlebih apabila permukaannya dilem dengan resin. Kertas ini cocok digunakan sebagai kantong pembungkus makanan. 3. Kertas Perkamen Kertas perkamen memiliki daya tahan terhadap lemak dan air yang baik. Permukaannya bebas serat dan sedikit transparan. Tidak mengeluarkan bau dan tidak berasa. Cocok digunakan untuk membungkus produk yang memiliki kadar lemak tinggi, baik itu roti, maupun biskuit atau cake. 4. Kertas Lilin Seperti namanya, kertas lilin ialah kertas yang sudah dilapisi lilin dengan titik cair 46-74o C dan campuran bahan kimia lainnya. Kertas ini dapat menghambat air, tahan terhadap minyak/oli dan daya rekat panasnya baik. Sama seperti kertas glasin, kertas lilin cocok menjadi lapisan pertama produk makanan. 5. Chipboard Chipboard dibuat dari kertas koran bekas dan sisasisa kertas. Jika kertas ini dijadikan kertas kelas ringan, maka disebut bogus yaitu jenis kertas yang digunakan sebagai pelindung atau bantalan pada barang pecah belah. Kertas chipboard dapat juga digunakan sebagai pembungkus dengan daya rentang yang rendah. 6. Tyvek Kertas tyvek adalah kertas yang terikat dengan HDPE (high density polyethylene). Kertas tyvek mempunyai permukaan yang licin dengan derajat keputihan yang baik dan kuat. Karena bisa membuat warna lebih muncul, kertas ini sering digunakan untuk mencetak foto. kelebihan kertas ini ialah tahan atau mampu menghambat perkembangan bakteri, dan tidak menyusut atau mengembang jika terjadi perubahan tingkat kelembaban. Kertas ini cocok dijadikan sebagai kemasan pembungkus makanan atau kantong pembawa makanan. 7. Kertas Plastik Kertas plastik dibuat karena keterbatasan sumber selulosa. Kertas ini disebut juga kertas sintetis yang terbuat dari lembaran stirena. Kertas ini tahan terhadap lemak dan air. Memiliki ketahanan lipat yang baik dan tidak berubah saat terjadi perubahan tingkat kelembaban. Karena polistirena akan lunak pada suhu 80o C, hal ini sering menjadi kendala ketika melakukan pencetakan label yang menggunakan suhu tinggi. 8. Karton (Paperboard) Karton adalah kertas tebal yang disebut sebagai paperboard, dimana ketebalan karton 10 kali lebih Beda Kertas Beda Fungsi Pada tulisan sebelumnya kita kupas mengenai ragam bahan yang bisa dijadikan sebagai kemasan. Karena kertas memiliki banyak fungsi, selain kemasan juga alas makanan, berikut ulasan lengkapnya.


9 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 tebal dari ketebalan kertas tulis dan gramatur karton di atas 224 gr/m2 menurut International Organization for Standardisation (ISO). Karton dapat di bentuk menjadi satu lapis ( single wall ) atau berlapis (multi-ply ). Karton yang dibuat menjadi karton lipat dan kaku disebut dengan boxboard. Karton umumnya dibuat menjadi karton gelombang (corrugated board ) yang mudah dipotong, dibentuk, ringan dan kuat yang sering di buat menjadi kemasan makanan. 9. Kardus Kardus merupakan jenis kertas yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Biasanya digunakan untuk pengemasan karena kuat, praktis dan murah. Bahan yang banyak digunakan untuk membuat kardus adalah cylinder board yang terdiri dari beberapa lapisan, dan bagian tengahnya terbuat dari kertas-kertas daur ulang, sedangkan kedua sisi lainnya berupa kertas yang dipucatkan. 10. Kertas Komposit Kertas komposit adalah kertas yang diolah bersamasama dengan bahan baku kemasan lain seperti plastik dan logam, yang bertujuan untuk memperbaiki daya rapuh, daya kaku dan kekuatan bahan. Kertas yang dicampur dengan logam dan dibentuk menjadi kaleng disebut kaleng komposit. Walau harganya yang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kertas lainnya, kertas ini layak menjadi pilihan jika kita ingin memberikan kesan luxury atau mewah pada produk kita. Kertas ini juga bisa dijadikan sebagai pilihan, bagi penjual mie ayam yang ingin dikemas. (EGI) 5 Tips Saat Desain Kemasan K emasan, memiliki peranan penting terhadap laku atau tidaknya produk kita di pasaran, terlebih di masa pandemi seperti sekarang. Kemasan harus dipastikan memberi rasa aman dan kehigienisan produk di dalamnya. Ditambah jika produk kita sudah masuk ke supermarket / minimarket, gerai oleh-oleh khas daerah, atau juga e-commerce. Produk kita akan disandingkan dengan produk lainnya dalam rak-rak toko atau etalase online dan hanya punya waktu sekitar 2-5 detik untuk menarik perhatian calon pembeli. Menurut Johardi, Manajer Research and Development (R&D) Bogasari, selain untuk menarik perhatian, kemasan juga harus bisa memberikan kesan pertama yang baik kepada konsumen. Jangan sampai kita salah dalam menentukan desain kemasan, karena bisa membuat calon pembeli tidak sadar dengan produk kita atau bahkan kapok setelah membeli pada pertama kalinya. Berikut 5 tips yang bisa digunakan UKM saat mendesain kemasan di era pandemik maupun setelahnya.


10 Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 Sajian Utama 1. Efektivitas Dalam merancang desain kemasan produk, maka faktor efektivitas menjadi hal yang paling penting untuk dipertimbangkan. Efektivitas kemasan bisa dilihat dari kesesuaian material, produk, dan calon pembeli. Misalnya, produk memiliki beban cukup berat, maka rancangan kemasan harus memiliki pegangan. Jika target pasar kita adalah perempuan, maka sebaiknya kita menggunakan warna yang sesuai dengan perempuan, begitu pun untuk laki-laki. Selain warna, bentuk juga berperan penting. Apabila produk yang kita jual adalah mie atau roti, maka perlu mempertimbangkan apakah sebaiknya menggunakan bahan tembus pandang atau tidak. Jangan sampai kemasan yang telah dibuat tidak cocok dengan produk yang akan dikemas karena menyimpang dari karakteristik produk tersebut. 2. Keamanan Pangan Di masa pandemi seperti sekarang, orang sangat memperhatikan kebersihan dan keamanan makanan karena sensitif sekali soal kesehatan. Kemasan menjadi sarana bagi kita untuk memberikan jaminan kebersihan dan higienitas dari produk yang kita jual. Untuk itu kita harus mendesain kemasan yang tertutup, namun tetap bisa menonjolkan produk di dalamnya. Selain dari desain, pemilihan bahan dasar kemasan sangat perlu diperhatikan. Kemasan dengan bahan non-food grade biasanya mengandung bahan berbahaya yang berpotensi meracuni produk. Cara pengemasan yang rapi juga meminimalisir kerusakan pada produk yang dikemas. Tidak salah kalau kemasan harus 2 lapis untuk mengurangi dampak saat proses pengiriman. Namun jangan sampai terlalu berdampak terhadap beban biaya pengiriman. 3. Unik & Otentik Kemasan juga memiliki peranan penting untuk menarik perhatian dan memberikan kesan pertama pada calon pembeli. Jadi usahakan desain kemasan berbeda dengan kompetitor dan memiliki ciri khas yang mampu memberi arti serta kesan khusus tentang produk kita di mata konsumen. Keunikan desain kemasan yang menarik lama kelamaan akan membuat kesan khusus di pasar atau biasa disebut brand image. Contohnya, saat melihat tepung terigu yang dibungkus plastik kemasan 1 kg berwarna biru dengan logo segitiga, tanpa membaca tulisan konsumen langsung paham kalai itu terigu Segitiga Biru. 4. Harus Ergonomis Selain menarik, efektif, dan otentik, kemasan harus memiliki nilai ergonomis. Kemasan yang ergonomis ialah kemasan yang mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi siapa saja yang hendak mengonsumsinya. Atau secara sederhana ialah kemasan yang memudahkan dalam segala hal. Misalnya mudah dibawa ke mana-mana, mudah dibuka atau disobek, mudah disimpan, mudah dituang, mudah diambil, dan berbagai kemudahan lainnya. Semakin banyak kemudahan yang dimiliki, akan semakin besar pula peluang kepuasan konsumen yang diperoleh. 5. Label Informasi Produk  Desain kemasan bisa menjadi media informasi awal sebelum konsumen menentukan keputusannya (beli/tidak). Informasi yang jelas mengenai bahan, keunggulan, masa kadaluarsa, dan informasi lainnya merupakan cara terampuh bagi kita untuk memberikan kepastian keamanan produk yang ada di dalam kemasan. Dari desain kemasan kita bisa membangun “Trust” rasa percaya kepada konsumen. Melalui informasi singkat di kemasan, calon pelanggan merasa aman dan tidak akan merasa tertipu saat membeli produk milik kita. (EGI)


Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 11 Sajian Utama


Kisah Sukses 12 P encapaian sukses bisnis setiap orang pastinya berbedabeda. Ada yang cepat, ada juga yang butuh waktu belasan atau bahkan puluhan tahun. Dan David Liu, merupakan orang yang sangat beruntung karena tergolong cepat meraih sukses dalam menjalani bisnis. “SukaRoti” itulah merek usaha bakery yang ia rintis sejak tahun 2012. Padahal saat itu dia baru berusia 27 tahun. Tapi sampai saat ini, dalam waktu 8 tahun, pria kelahiran asli Kupang 10 November 1985 ini sudah memiliki 10 toko bakery dan 10 mobil boks keliling. Bahkan konsumsi tepung terigu Bogasari untuk produksi SukaRoti Bakery sudah mencapai 11 ton lebih per bulannya. “Dalam 1 bulan, dulu kita hanya menggunakan sekitar 30 sak (25 kg) tepung terigu ya. Kalau sekarang kurang lebih sudah 450 sak. Dengan rincian 400 sak terigu Cakra Kembar Emas (CKE) dan 50 saknya Segitiga Biru. Kita tipe yang setia ya, sejak awal kita sudah pakai Bogasari,” ucap David Liu sambil tersenyum. Awal kisah pria berusia 35 tahun ini membuka usaha bakery memang sudah nampak sejak kecil. Semasa kanakkanak, ia suka membantu ibunya, Matilda de John, membuat kue. Walau sebenarnya ia merasa aneh karena di daerah jarang sekali laki-laki mau di dapur. Beruntung ayahnya, Ricky Liu pun mendukung. “Mungkin passion saya di situ. Makanya orangtua menyuruh saya ambil sekolah bisnis di Melbourne Australia, jurusan marketing-finance. Lalu saya pulang, belum tahu mau ngapain. Awalnya buka minimarket, setelah itu barulah ke bakery,” papar anak ke-2 dari 5 bersaudara ini. Sebelum terjun ke usaha bakery, David berlatih di Bogasari Baking Center (BBC) Kelapa Gading tahun 2012 sesuai saran dari saudaranya. Semua jenis paket pelatihan yang ada di BBC diikutinya. Ia merasa puas berlatih di BBC. Dan 2 bulan kemudian, ia langsung membuka toko bakery di Lasiana, daerah di luar Kota Kupang. “Awalnya hanya ukuran 12 x 6 meter. Mirip koskosan 3 Jadi Juragan Roti “Suka Roti” Hanya 8 Tahun


Kisah Sukses Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 13 petak kamar gitu. Kita struggle banget waktu itu. Kita udah jauh, basic-nya juga masih kurang juga. Saya ngambil karyawan kebanyakan orang-orang sekitar, dan rata-rata masih belum punya pengalaman di bidang bakery. Jadi cukup harus berjuang juga. Puji Tuhan, kita bisa bertahan di tahun pertama,” kenang David. Tahun demi tahun berjalan, gerai bakery SukaRoti terus bertumbuh. Bahkan hampir tiap tahun bisa bertambah 2 gerai. Antara lain di Kupang 7 gerai, di Atamboa (1), Maumere (1) dan Labuan Bajo (1). Untuk wilayah Kupang dia kontrol langsung. Sedangkan luar pulau, David kerja sama dengan saudaranya. Yang pasti setiap gerai sekaligus tempat produksi. Sedangkan karyawan, mayoritas perempuan karena lebih rajin dan ulet. Yang agak unik, wanita yang bernama Joice Mbatu dan dinikahinya sejak 2016, sebenarnya juga punya usaha bakery. Bahkan sejak pacaran, sang istri sudah menekuninya dengan merek Joy Bakery. Saat ini 1 gerai dan 3 mobil keliling. “Dia duluan yang buka toko bakery. Lalu saya pikir di Kupang masih sedikit toko makanya saya bikin juga. Waktu penjualan outlet saya masih sedikit, kadang saya agak jealous juga sih lihat punya dia..hahaha. Tapi yang jelas kami sama-sama buka usaha dengan dengan manajeman masing-masing,” ucap anggota Bogasari Mitra Card (BMC) kategori Gold ini. David mengakui, berbagai perijinan dan sertifikat halal yang sudah dimilikinya sangat membantu kesuksesan usahanya. Apalagi di wilayah Kupang dan kota lainnya, tidak sedikit pelanggannya yang beragama Islam sehingga merasa nyaman dan aman mengonsumsi SukaRoti. (RAP/ REM)


Kisah Sukses 14 “ Dulu suami kerja dan harus pensiun dini karena sakit. Anak-anak masih pada kecil dan kebutuhan kami banyak. Uang pesangon suami kami gunakan untuk membangun wartel (warung telekomunikasi) dengan nama ‘Purnama Jati’. Tapi usaha kami hanya berjalan 1 tahun, karena HP (handphone) sudah mulai banyak di pasaran,” ucap Firdausi Nirwanawati seraya menitikan air mata mengenang suaminya yang sudah menghadap Sang Pencipta sejak tahun 2010. Kebangkrutan usaha di awal tahun 2000 itu, tak membuat Firdausi dan almarhum suaminya Agus Supriadi menyerah. Apalagi anakanaknya masih kecil sehingga perjalanan hidup masih panjang. Tak lama berselang, ibu dari 5 anak ini coba membuatkan makanan proll tape untuk adiknya di Surabaya sebagai oleh-oleh buat bosnya. Resep proll tape ini merupakan warisan nenek mereka. Ternyata bos adiknya ketagihan dengan proll tape itu dan memesan kembali dengan taburan keju di atasnya. Tanpa pikir panjang, Firdausi pun membuatnya lagi dan menitipkan di beberapa warung di kota tinggal mereka, Jember, Jawa Timur. Hanya 1 bulan berselang, 14 toko oleh-oleh di Jember terus memesan proll tape buatannya dengan merek “Purnama Jati” sesuai usaha wartel milik merek dulu. “Alhamdulillah banyak yang suka. Keterusan deh sampai sekarang menjadi pengusaha proll tape,” ungkap Firdausi. Awal membuat proll tape, Firdausi yang dibantu suaminya waktu itu hanya memproduksi sekitar 3-6 kotak per hari dan menghabiskan 5-10 kg terigu Segitiga Biru. Ia memilih Segitiga Biru karena mengikuti warisan resep neneknya. “Sejak dulu nenek saya memakai Segitiga Biru dari Bogasari untuk membuat proll tape. Kami tidak mau mengubah kualitas, jadi kami pertahankan sampai sekarang,” katanya. Guna mencari tambahan, Purnomo Jati sempat merambah usaha mie ayam. Apalagi kala itu permintaan proll tape masih dengan Proll Tape “Purnama Jati” Sukses Menyambung Hidup


Kisah Sukses Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 15 sedikit. Malam kita buat mie yang akan dijual siangnya. Untuk makan orang kantoran juga waktu itu. Tapi hanya jalan 1 tahun karena proll tape terus menjukkan peningkatan dan kami akhirnya fokus di situ saja,” tambahnya. Purnomo Jati mulai mengikuti perkembangan tren usaha makanan. Akhirnya lahirlah brownies tape, pia tape, dodol tape, dan pia edamame. Proll tape bisa tahan 7-10 hari dengan pengawet berupa garam dan gula. Sedangkan rasa edamame hanya tahan sekitar 1 minggu. Agar tak ketinggalan, wanita pengusaha berusia 63 tahun terus mengikuti perkembangan tren makanan berbasi terigu melalui Youtube dan Bogasari Baking Center (BBC) Jember. Jika tidak ada halangan, dalam waktu dekat Purnama Jati akan membuat strudel tape. Saat ini dapur produksi Purnama Jati bisa menghasilkan 300 kotak proll tape per hari dengan jumlah karyawan 15 orang. Konsumsi tepung Bogasari juga meningkat menjadi 5-10 sak atau 125 sampai 250 kilogram per harinya. Sedangkan kebutuhan tape per hari antara 1-3 kuintal atau 3-9 ton per bulannya. Produksi berlangsung setiap hari dari jam 7 pagi sampai sampai jam 4 sore. Kalau menjelang hari raya, produksinya bisa meningkat 3-4 kali lipat. “Kalau outlet, Alhamdulillah sudah ada sejak 2015. Tapi kami lebih fokus pengiriman ke toko oleh-oleh di wilayah Jember saja. Setiap hari 2 karyawan mengirim sekaligus memantau penjualan di toko-toko tersebut,” lanjutnya. Ibu anak ini berharap anak-anaknya bisa bersatu meneruskan usahanya yang sudah hampir 20 tahun itu. “Kalau bersatu kan enak. Saat ini anak pertama pegang bagian kepegawaian, nomor 2 bagian resep, dan yang nomor 3 urus bagian keuangan. Satu anak saya masih bekerja di salah satu BUMN, dan satu lagi anak saya sudah meninggal dunia,” harap wanita berkerudung dan sangat ramah ini. Atas pretasi usahanya, Purnama Jati berhasil meraih The Best Achievement Bogasari SME Award 2017 untuk kategori Gold. Menurutnya apresiasi dari Bogasari ini sangat penting dan bemanfaat bagi perkembangan UKM. Ia bahkan jadi sering diminta pengisi acara di pertemuan Paguyuban Panter (Pengguna Terigu di Jember). (EGI/REM/RAP)


Info Paguyuban 16 Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 S etelah tahun lalu sukses fasilitasi 20 Anggota Paguyuban Mie Ayam Tunggal Rasa Garamiro (Jakarta), tahun ini Bogasari kembali fasilitasi pembuatan sertifikat halal UKM yang tergabung dalam paguyuban. Kali ini jumlahnya naik 2,5 kali lipat menjadi 50 UKM dan pastinya masih anggota paguyuban. Diantaranya Mie Mbah Man, Mie Sunter, Mie Sarino, Mie Cipta Rasa 4, Mie Jago, Mie Restu Ibu, dan masih banyak lagi. “Tahun ini 22 UKM dari paguyuban mie di Jakarta, 28 UKM lagi dari paguyuban mie di Surabaya. Ini merupakan bukti nyata kepedulian Bogasari terhadap mitranya yang tergabung dalam Paguyuban,” ucap Beatrix Soedibyo, SME dan BBC Development Manager Bogasari Pengumpulan berkas persyaratannya sudah dilakukan sejak akhir Juli lalu. Bahkan awal Agustus para UKM yang terdaftar sudah mengikuti Pelatihan Online Sistem Jaminan Halal (SJH) dari Lembaga Pengkajian dan Pangan, ObatBogasari Kembali Fasilitasi Sertifikasi Halal UKM obatan, dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Pelatihan SJH untuk Paguyuban di Jakarta dilakukan 10 Agustus, sedangkan Paguyuban wilayah Surabaya 11 Agustus atau sehari kemudian. Pelatihan berlangsung lancar dan 50 UKM yang ikut sudah mendapatkan Sertifikat Pelatihan Sistem Jaminan Halal sejak akhir Agustus lalu. Yang pasti Bogasari akan terus mendampingi sampai sertifikat halal terbit. Sama seperti pengurusan sertifikasi halal gelombang yang pertama. Dasa Pratiwi, Wakil Direktur LPPOM MUI DKI Jakarta sekaligus salah satu pemateri menjelaskan, saat pelatihan para UKM mendapatkan materi seputar halal, sistem jaminan halal, tahapan pengurusan sertifikat halal. “Materi tersebut kami berikan sebagai bahan untuk mereka terapkan pada usahanya sebelum diaudit atau dikunjungi LPPOM MUI. Namun beda dengan tahun lalu, audit atau kunjungan kali ini akan dilakukan secara online melalui aplikasi Zoom Meeting,” tambahnya. Para UKM harus tetap menyiapkan dokumen kebijakan halal yang kemudian ditempel di tempat produksi. Bon pembelian bahan baku selama 3 bulan terakhir catatan stok bahan baku, catatan produksi,catatan penjualan, catatan transportasi, dan catatan pencucian alat harus ditunjukan. “Dokumen yang dimaksud bisa dicatat dalam bentuk apapun, yang terpenting saat nanti ada pertemuan melaluai Zoom’s Meeting, melalui layar di HP, para UKM bisa menunjukkan kepada petugas LPPOM MUI akan bukti dokumen tersebut,” jelas wanita yang akrab disapa Yanti ini. Setiap hari 2 petugas LPPOM MUI akan mengunjungi 4-6 UKM secara virtual melalui aplikasi tersebut. Proses kunjungan virtual berlangsung sejak 31 Agustus lalu dan selesai tanggal 14 September 2020. Hasil dari kunjungan virtual ini direkap dan jika masih ada yang belum sesuai maka UKM wajib melakukan perbaikan. Hasil akhir akan dibawa ke rapat komisi fatwa untuk diputuskan hasilnya apakah layak mendapatkan sertifikat halal. “Melihat pengalaman di tahun sebelumnya, kami percaya UKM binaan Bogasari sangat bisa diajak kerja sama sehingga prosesnya lancar tanpa kendala berarti dan sertifikat halal bisa segera diterbitkan,” harap Wakil Direktur LPPOM MUI DKI Jakarta ini. (EGI) Narto, Baker Veteran Bogasari bersilaturahmi ke Pesantren Hikamusyalafiyah, Cipulus-Purwakarta tanggal 26-27 Agustus 2020. Selain berbincang seputar perkembangan usaha, Narto memberikan Kartu Bogasari Mitra Card (BMC) dan memberikan pelatihan membuat roti burger, roti sandwich, roti manis dan cakwe. (EGI) Kunjungan Baker Veteran


Info Paguyuban 17 Paguyuban Wadah Wadai Samarinda merupakan peleburan 2 paguyuban yang sebelumnya sudah ada yakni Paguyuban Wadai Nusantara dan Paguyuban Kampung Untuk-untuk. Paguyuban yang terbentuk tahun 2019 lalu, secara resmi membuka gerai (outlet) untuk memfasilitasi penjulan para UKM anggotanya pada 22 Agustus 2020 di Ruko Grand Mahakam Blok F, Jalan Siradj Salman, Kecamatan. Samarinda Ulu. “Alhamdulillah,, Wadah Wadai sudah bisa membuka outlet sendiri. Ada 2 lantai, lantai 1 untuk tempat makan dan produksi. Sedangkan lantai 2 untuk pelatihan dan tempat berkumpul,” jelas Bambang, Area Sales and Promoton Supervisor (ASPS) Bogasari wilayah Balikpapan dan Samarinda sekaligus Pendamping Paguyuban Wadah Wadai. Ia didampingi Chef Yoko dari Bogasari Baking Center (BBC) Samarinda. Jualan Bersama 2 Paguyuban dari Samarinda Tim lain di luar Bogasari adalah Leli Zuwirta, Erwin Harahap, dan M. Fathurrahman sebagai konsultan. Sedangkan penangggung jawab operasional Tieas Almira. “Ada juga koordinator UKM, untuk mengkoordinir produk UKM yang masuk. Produknya bisa dessert, kuekue modern dan tradisional, hingga jajanan pasar. Untuk anggota paguyubannya sendiri kurang lebih ada 20 UKM, yang hampir semuanya adalah alumni BBC Samarinda,” tambah Bambang. Di tengah pandemi seperti sekarang ini, selain penjualan di outlet, Paguyuban Wadah Wadai memiliki konsep penjualan LDR (Langsung Dari Rinjing). Pembeli bisa mendapatkan produk langsung dari UKM-nya. “Ada 2 model penjualan yang ditawarkan kepada UKM, yakni mau menggunakan merek sendiri atau pakai merek Wadah Wadai. Tapi karena sudah masuk ke Wadah Wadai, kalau UKM mau pakai merek sendiri pun akan diminta untuk menyertakan ‘Supported by Wadah Wadai’,” kata Bambang. Tak hanya penjualan, Wadah Wadai juga kerja sama dengan berbagai instansi Pemerintah dalam hal pelatihan untuk pengembangan UKM di Wilayah Samarinda. Materinya seputar produk, digital imaging, branding, marketing, dan masih ada lagi. “Semoga bisa menginspirasi apa yang sudah kami lakukan. Saya harap, konsep seperti ini bisa diterapkan juga pada paguyuban yang ada di kota lainnya. Bersama kita bisa Tumbuh Bersama,” harapnya. (EGI) 1 2 3 4 5 Serah-terima hadiah motor roda 3 kepada para pemenang Undian Gelegar Hadiah BMC 2019 Tahap II dilakukan akhir Juni-awal Juli 2020. Selamat! Untuk penyelenggaraan Umrah / Wisata Rohani akan dilakukan setelah situasi lebih kondusif. (EGI) Pie Susu Asli, Denpasar Mishya Roti Lampung Lily Bakery, Palembang Keripik Bawang Dua Putri, Bekasi Berly Bread, Bantul Info BMC Serah TErima Motor Roda 3


Sejak kapan mulai usaha? Sejak 3 tahun yang lalu atau sekitar tahun 2017. Awalnya memulai dengan usaha kecil-kecilan sambil berjualan sembako. Karena terinspirasi dari pelanggan sembako yang selalu membeli tepung Bogasari yang saya jual, saya coba merambah dunia mie ayam.   Konsumsi terigu per bulannya? Sekarang sudah bisa menghabiskan 300 sak (@ 25 kg) terigu Cakra Kembar setiap bulannya. Kapan jadi anggota BMC? Kurang lebih 1,5 tahun yang lalu atau sekitar tahun 2018. Apa saja manfaat yang sudah dirasakan? Manfaatnya banyak sekali, diantaranya yaitu dari scan kupon kita dapat cash back uang atau menukarnya dengan hadiah seperti hp, kaos dll. Saya juga dapat Majalah Wacana Mitra yang terdapat banyak ilmu pengetahuan untuk semakin maju dalam berwirausaha. Selain itu saya juga dapat asuransi kesehatan dan tempat usaha. Sekarang lagi proses pengurusan klaim asuransi kebakaran Kapan kebakaran? Pada hari Minggu, 24 November 2019 lalu sekitar pukul 12.30 WIB, terjadi kebakaran di rumah produksi saya yaitu di Gondang Wetan, Pasuruan Jawa Timur. Kok bisa kebakaran? Saat kejadian, tidak ada aktivitas produksi dan seluruh mesin pembuat mie telah dimatikan pukul 12.00 WIB. Saat itu saya meninggalkan rumah untuk pergi ke masjid. Api diduga berasal dari kompor gas yang lupa dimatikan.  Api kemudian membesar dan merambat ke bangunan, mesin dan isi bangunan lainnya. Akibat kejadian tersebut saya mengalami kerugian berupa kerusakan pada bangunan, mesin, dan isi bangunan. Bagaimana klaim asuransi di BMC nya? Awalnya saya curhat dengan sales Bogasari yang ada di Pasuruan tentang musibah yang saya alami. Setelah itu saya menanyakan tentang asuransi tempat usaha dan Alhamdulillah dapat respon yang baik dan menyenangkan. Setelah itu saya mengumpulkan berkasberkas yang diminta. Sejauh ini tidak ada ada kendala berarti dalam proses klaim, tinggal menunggu saja. Berapa nilai klaim yang diterima? 75% dari jumlah kerugian karena kebakaran Apa pendapat mengenai asuransi dari BMC? Sangat berguna untuk UKM yang belum mempunyai asuransi kesehatan maupun asuransi tempat usaha seperti saya. Dengan pengalaman ini saya tidak merasa khawatir lagi kedepannya dalam berusaha. Ada pesan buat UKM mitra Bogasari? Jangan sampai lupa scan kupon, karena banyak benefit yang ditawarkan Bogasari. Saya sudah menerima dan merasakannya. (JUN/EGI) Guna mencapai tujuan “Tumbuh Bersama Mitra” banyak manfaat yang ditawarkan Bogasari kepada mitranya yang tergabung sebagai anggota Bogasari Mitra Card. Mulai dari penukaran hadiah poin, pengundian hadiah langsung, berbagai pelatihan (Termasuk Majalah Wacana Mitra), hingga asuransi usaha. Sudah banyak yang merasakannya, salah satunya adalah Maulana Ajis, pemilik Mie Nikmat Rasa. Pemilik ID BMC 1265894 ini mendapatkan klaim asuransi tempat usahanya yang terbakar akhir tahun lalu. Untuk lebih jelasnya berikut pengakuannya: Usaha Terbakar Untung Ada Asuransi 18 Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 Info BMC Note: Info / pengajuan klaim asuransi hubungi CR terdekat / WA BMC / Lagansa


Wacana Mitra * Edisi 233/ Tahun XVIII / 2020 19 Info Bogasari Note: Info / pengajuan klaim asuransi hubungi CR terdekat / WA BMC / Lagansa


Click to View FlipBook Version