Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 Media Usaha Kecil Menengah Makanan Berbasis Terigu 0807-1800-888 Lagansa (Layanan Pelanggan Bogasari) [email protected] www.bogasari.com @KreasiBogasari Majalah ini gratis bagi anggota BMC WACANA Senin - Jumat Pukul 08.00 - 17.00 WIB #BikinSemuaBisa
2 Dari KAMI Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 Dari KAMI................... 2 Sajian Utama............. 3-9 Kisah Sukses.............. 10-13 Info Bogasari............. 14-15 Info UKM.................... 16-17 Info BMC.................... 18-19 Resep......................... 20 Daftar Sajian Untuk meningkatkan pelayanan dan mempercepat pengiriman, WACANA MITRA juga diterbitkan dalam format PDF (digital). Sehingga, secara bertahap edisi cetak akan dikurangi. Selanjutnya WACANA MITRA versi digital bisa diakses dan diunduh di website Bogasari, www. bogasari.com, mobile apps Bogasari, atau dikirim ke e-mail masing-masing UKM. Oleh karena itu, jika UKM menginginkan WACANA MITRA dikirim via e-mail, silakan memberikan alamat e-mail kepada [email protected]. PENERBIT: PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills. ISSN: 1412-2170 - TERBIT SEJAK: 24 Oktober 2001. PENASIHAT: Franciscus Welirang, Erwin Sudharma. PEMBINA: Anwar Agus, Iwan Santosa, Ivo Ariawan. PENANGGUNGJAWAB: Rudianto Pangaribuan REDAKSI: Egi Gias Purnama KONTRIBUTOR: Beatrix P. Soedibyo,, Suyatno, Sutrisno, Triana M, Tim Customer Relations. DESAIN & LAYOUT: Egi Gias Purnama SEKRETARIS REDAKSI: Reni Dasmaniar SEKRETARIAT & DISTRIBUSI: PR & Communication Bogasari ALAMAT REDAKSI: PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills, Jln. Raya Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta - 14110 TELP: (021) 29263800 atau ext 63717, FAX: (021) 4392-009 EMAIL: [email protected]; [email protected]; http//www.bogasari.com DISTRIBUSI TERBATAS UNTUK KALANGAN SENDIRI, TIDAK DIPERJUALBELIKAN Sebelum Scan, Pastikan: Ari De Geus, seorang pakar manajemen dunia dalam bukunya The Living Company menyebutkan kalau rata-rata usia perusahaan multinasional hanya berkisar di angka 40-50 tahun. Ia pun mengibaratkan perusahan sebagai sebuah makhluk hidup yang melakukan berbagai proses, mulai dari proses pembelajaran hingga proses tumbuh kembang dan berevolusi. Bersyukur, Bogasari tahun ini menginjak usia ke-50. Berbagai perubahan sudah dilakukan Bogasari dari masa ke masa untuk bisa kokoh berdiri, termasuk perubahan pada aplikasi dan website yang dilakukan tahun ini. Karenanya, di edisi kali ini kami jelaskan apa saja yang berubah dari aplikasi dan website Bogasari. Tentu pembaharuan aplikasi mobile Bogasari dan website ini untuk meningkatkan kualitas layanan Bogasari dan memuaskan kebutuhan pelanggan di era yang semakin serba digital ini. Tidak lupa, pada edisi kali ini akan kami infokan progres mengenai pembuatan Sertifikat Produksi Pangan – Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) UKM yang difasilitasi Bogasari dan Gelegar Hujan Emas di Ulang Tahun Emas Bogasari. Plus kisah inspiratif 2 UKM di Jakarta yang masih muda dan Purwakarta yang memiliki tubuh tidak sempurna tapi sukses berusaha. Akhir kata, semoga apa yang kami sampaikan pada edisi kali ini bisa memudahkan Mitra UKM Bogasari dimanapun berada dalam menggunakan versi baru aplikasi Bogasari dan beberapa fitur yang ada di dalamnya. Mari Terus Tumbuh Bersama Bogasari!!! Baru dan Menginpirasi 1. Kupon belum kadaluarsa 2. Akun pada aplikasi benar 3. Paket internet aktif Info Scan
Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 3 Dunia berkembang sangat cepat dan perkembangan teknologi membuat semuanya menjadi serba digital. Sebagai komitmen PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan setianya, Di bulan September tahun ini Bogasari merilis aplikasi mobile dan website versi terbarunya. “Saat ini aplikasi mobile dan website Bogasari masih dalam tahap peluncuran pertama atau soft launching. Fitur-fitur yang lebih lengkap akan diluncurkan pada peluncuran tahap kedua yang rencananya dilakukan pada saat HUT 50 tahun Bogasari,” ungkap Erwin Sudharma, Wakil Kepala Divisi Bogasari. Aplikasi Bogasari versi lama diperkenalkan kepada publik sekitar tahun 2018 atau 3 tahun lalu. Siapa sangka, tahun 2020 Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, dan menghentikan berbagai aktivitas keramaian yang selama ini ada. Akibatnya, mau tidak mau, pelayanan dalam bentuk digital harus semakin digencarkan. Pembaharuan aplikasi dan website merupakan inisiatif Bogasari guna meningkatkan pelayanan pelanggan melalui digitalisasi. Pencanangan peningkatan kualitas layanan mobile aplikasi dan website sudah dibicarakan sejak akhir tahun lalu. Memasuki Februari 2021 pengembangan aplikasi Bogasari mulai direncanakan dan proses pengembangannya dilakukan sebulan kemudian. “Kami selalu mengusahakan yang terbaik bagi pelanggan kami yang notabene paling banyak adalah UKM. Dengan pembaharuan ini semoga UKM bisa bertransaksi lebih mudah, nyaman, aman dan transparan,” tambahnya. Beatrik Soedibyo, Manager SME dan BBC Development Mobile Apps dan Website Baru!!!
4 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 B ogasari telah lama meluncurkan program royalti yang diberi nama Bogasari Mitra Card (BMC). BMC ini tentunya diperuntukan bagi UKM yang menggunakan terigu Bogasari (minimal 1 sak/25 kg karung) dalam mengkreasikan aneka makanan berbahan baku terigu. Program loyalty tersebut diantaranya asuransi kesehatan, asuransi kebakaran, rekomendasi kredit, diskon biaya pelatihan BBC, sharing edukasi, serta poin reward yang didapatkan dengan melakukan scan barcode pada kemasan sak (@25 kg) terigu Bogasari. Berbagai royalti tersebut mencerminkan betapa seriusnya Bogasari membangun semangat “Tumbuh Bersama”. Semangat “Tumbuh Bersama” ini juga terpancar dalam pembaharuan yang dilakukan pada aplikasi Bogasari menegaskan, UMKM diminta untuk segera menarik saldo yang ada kartu Bogasari Mitra Card sebelum tanggal 30 November 2021. Selepas tanggal tersebut, kartu BMC cetak sudah tidak berlaku lagi. Bagi UKM yang mengalami permasalahan pada kartu BMC harap segera menghubungi Lagansa atau sales Bogasari setempat untuk minta dicetakkan kembali kartu BMC-nya. “Kami akan mencetakkan kembali kartu BMC bagi UKM yang mengalami kartu patah dan permasalahan lainnya. Batas penerimaan permohonan hingga akhir Oktober 2021,” tegasnya. Wanita yang akrab disapa Tike ini juga menjelaskan kedepannya tidak akan ada lagi kartu BMC Cetak. Kartu keanggotaan BMC akan berbentuk digital dan berada di dalam aplikasi Bogasari, tepatnya di menu BMC. Perubahan status Yesss..Mobile Apps Bisa Buat Belanja mobile Bogasari. Dalam aplikasi tersebut terdapat fitur-fitur yang memudahkan UKM untuk melakukan berbagai aktivitas pengembangan usahanya, seperti tips bisnis, info produk, resep, info kegiatan, program keanggotaan BMC. Untuk menggunakan aplikasi Bogasari, UKM harus terlebih dahulu mengunduh atau memperbaharui aplikasi Bogasari di Playstore. Namun untuk sementara, aplikasi Bogasari versi baru hanya diperuntukkan bagi pengguna android. Setelah berhasil menginstal, pengguna aplikasi akan diarahkan untuk membuat akun terlebih dahulu. “Semua pengguna aplikasi akan diarahkan untuk keanggotaannya akan berubah setahun sekali sesuai pemakaian tepung terigu. “Nanti, status keanggotaan akan otomatis ter-update sesuai banyaknya kupon yang berhasil di-scan dalam 1 tahun terakhir,” pungkasnya. (EGI/REM)
5 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 membuat akun terlebih dahulu di menu profil yang ada di pojok kanan bawah. Hal yang harus diperhatikan saat mengisi formulir adalah e-mail, karena setelah mengisi data akan diminta untuk melakukan aktivasi akun,” ucap Khalis Suyatno, Tim SME dan BBC Development Bogasari yang bertugas dalam pengembangan aplikasi mobile. Link aktivasi akan dikirimkan melalui e-mail yang didaftarkan saat pembuatan akun. Setelah mengaktifkan akun, UKM sudah bisa menikmati beberapa fitur yang ada di dalam aplikasi. Khusus untuk pelayanan kepada anggota BMC, Bogasari menyediakan menu “BMC”. “Pada aplikasi akan ada menu BMC tersendiri. Di sana akan terdapat berbagai informasi terkait status UKM sebagai anggota BMC. Mulai dari status keanggotaan, riwayat scan kupon, jumlah poin dan saldo, dan masih banyak lagi,” papar Suyatno. Sejauh ini, kendala yang sering dialami UKM adalah kesulitan login. Kemungkinan besar ini terjadi karena nomor handphone yang digunakan UKM berbeda dengan yang tercatat pada saat pendaftaran BMC dulu. Solusinya, UKM tinggal menghubungi Lagansa / sales untuk minta diinfokan nomor handphone yang terdaftar pada data BMC. Kemudian log in menggunakan nomor tersebut, lalu mengubahnya di dalam aplikasi. Untuk UKM yang terdaftar sebagai anggota BMC sebelum tanggal 16 September 2021, bisa langsung menikmati atau mengggunakan fitur yang ada di menu BMC dengan memasukan ID BMC yang sudah dimiliki. Selanjutnya tinggal melakukan update data di menu profil. Sedangkan untuk UKM yang mendaftar setelah tanggal 16 September 2021 akan diarahkan langsung untuk mengisi data usaha ketika mengklik menu tersebut. Catatan: Klik Scan Kupon Arahkan Scanner pada kupon Klik OKE Maksimal 10 Kupon sekali kirim Status Scan, bisa dilihat di menu Riwayat Scan Klik Staff Isi Data Ubah Status Simpan Cara Tambahkan Staff Klik Menu BMC
6 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 “Setelah selesai mengisi data, UKM pendaftar akan diberikan ID BMC yang bisa digunakan untuk login di menu BMC. Sedangkan, untuk status keanggotaannya akan disamaratakan, yakni kartu berwarna biru,” lanjutnya. Pada menu BMC inilah terdapat fasilitas untuk melakukan scan barcode kupon pada kemasan karung (@25kg). Untuk poin reward dari Bogasari nominalnya masih sama dengan sebelumnya, yakni 1 kupon = Rp 600. Berbeda dengan aplikasi yang lama, aplikasi versi baru ini telah bekerjasama dengan OttoCash. Sehingga poin reward tersebut akan secara langsung atau real time terkonversi menjadi saldo OttoCash. Saldo OttoCash ini dapat digunakan untuk pembayaran belanja dengan menggunakan QRIS dan berbagai transaksi di Indomaret dan Alfamart. “Intinya selama melakukan transaksi digital dimanapun yang ada QRIS maka saldo OttoCash dapat digunakan. Bahkan bisa juga ditransferkan langsung ke rekening pribadi atau tarik tunai tanpa kartu, tapi baru hanya di ATM bank BCA,” kata Suyatno. Untuk kemudahan dan kecepatan dalam melakukan scan, Bogasari menambahkan fitur tambah karyawan. Dimana UKM bisa menambahkan hingga 10 orang karyawan untuk membantunya melakukan scan kupon. Syaratnya, karyawan tersebut harus menginstall dan memiliki akun di aplikasi Bogasari terlebih dahulu. Jumlah kupon yang sudah di-scan, baik oleh UKM maupun karyawannya bisa dilihat di menu history / riwayat kupon UKM anggota BMC. Selain mendapatkan poin reward, semakin banyak kupon yang di-scan maka semakin besar juga peluang UKM untuk menang pada program tahunan Undian Gelegar Hadiah BMC. Pada menu BMC ini juga akan tersedia beberapa layanan yang diberikan Bogasari sebagai benefit keanggotaan BMC. Selain menu BMC di aplikasi Bogasari versi baru, layanan atau info lainnya sudah terintegrasi dengan Website Bogasari yang juga mengalami pembaharuan. Sehingga informasi seputar Bogasari Baking Center (BBC), Majalah Wacana Mitra atau majalah terkait bisnis, kisah sukses UKM, info produk, dan info kegiatan terkini yang dilakukan Bogasari, bisa dilihat juga di website. (EGI/REM)
Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 7 Sajian Utama Info Produk Informasi terkait produk mulai dari berbagai merek tepung terigu dan aneka pasta juga disampaikan dalam website ini. Pengunjung juga dipermudah bila ingin membeli produk Bogasari. Karena dengan sekali sentuh, pengunjung langsung terhubung ke market place yang bekerjasama dengan Bogasari. Lokasi depo maupun semua layanan pelanggan Bogasari juga tersedia di website, sehingga jika ada pertanyaan maupun keluhan dapat disampaikan secara langsung Website Bogasari, Lebih Seru dan Interaktif Website Bogasari masih dengan domain yang sama yaitu www.bogasari.com, namun kini tampil Iebih segar, modern, dan lebih “kekinian” sesuai dengan target audience saat ini yang lebih menyasar kaum millennial. Secara teknis, website Bogasari juga lebih responsif dan user friendly saat diakses melalui smartphone. Sehingga pengguna dapat berselancar dengan mudah dan tertarik berkunjung ke website Bogasari. Penasaran kan ada apa saja di website Bogasari yang sekarang? Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak penjelasannya berikut ini: 3 Semangat Pada pembaharuan website kali ini, Bogasari menunjukan ada 3 semangat yang ingin disampaikannya, yakni Natural, Cultural , dan Enterpreuneur. Natural (Alami) di sini menunjukan kalau semua produk Bogasari dipilih dan diproses secara alami, tanpa bleaching dan pewarna. Bogasari juga menggunakan kemasan daur ulang dan sistem bisnis ramah lingkungan. Cultural (Kebudayaan) di sini menunjukan kalau Bogasari ingin turut serta melestarikan nilai budaya, tradisi dan juga mendorong adanya tren baru. Sedangkan Entrepreneurship (Kewirausahaan) mengisyaratkan kalau Bogasari turut membantu mengembangkan budaya kewirausahaan untuk terus berkembang di Indonesia, melalui bantuan dan berbagai edukasi yang dilakukannya.
8 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 dengan Layanan Pelanggan Bogasari (Lagansa) dan link media sosial Bogasari dengan nama akun @KreasiBogasari untuk Instagram, Facebook, Twitter, hingga Youtube. Sehingga, audience bisa terkoneksi lebih mendalam dengan Bogasari. BBC info terkait lokasi BBC maupun pertanyaan seputar BBC pun lengkap dihadirkan pada website sehingga memperkaya pengunjung website terkait BBC. Pada fitur pelatihan BBC, terdapat informasi mulai dari jenis pelatihan, waktu pelaksanaan, harga tiap jenis pelatihan, booking pelatihan, hingga membayar pelatihan. Sehingga memudahkan UKM untuk mengikuti pelatihan dalam mengembangkan produk usahanya. Bagi yang ingin membayar uang pelatihan, pengunjung harus mengunduh aplikasi Bogasari terlebih dahulu agar dapat terkoneksi dengan berbagai model pembayaran digital. Fitur ini tentunya mempermudah dan memberikan keamanan bagi pengunjung yang ingin mendaftar pelatihan BBC. Resep Informasi terkait dengan resep maupun tips baking pun dihadirkan pada website dengan tampilan yang lebih modern dan colourfull. Foto yang dihadirkan pun sangat menarik dan menggugah selera pengunjung. Video yang merujuk ke Youtube Kreasi Bogasari juga dihadirkan pada website agar pengunjung bisa mudah memahaminya. Resep-resep yang ditampilkan beragam dan mengikuti tren masakan saat ini, seperti resep Loukoumades atau Greek Donut, Cheesy Bomb, Snow Cake, hingga Tortilla Sandwich. Tidak hanya resep yang lagi “Hype” saat ini saja, tetapi juga beragam resep “Fusion” perpaduan “Tradisional” dan “Modern” juga dihadirkan. Beberapa diantaranya adalah “Gyoza Udang Sambal Matah”, “Zuppa Soup Kari Aceh” hingga “Prata Taj Mahal Sate Padang”.
9 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 Tentang / Info Artikel terkait sejarah Bogasari maupun berbagai berita kegiatan Bogasari juga ditampilkan lebih lengkap sehingga setiap karyawan Bogasari maupun stakeholder dapat memahami perjalanan Bogasari yang sebentar lagi memasuki tahun ke-50. Selain itu, dengan adanya berbagai artikel kegiatan Bogasari termasuk diantaranya kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) ini, dapat meningkatkan Brand Image Bogasari sebagai produsen tepung terigu yang tidak hanya memikirkan profit tetapi juga lingkungan sekitar. Lebih jauh, bagi pengunjung website yang tertarik untuk berkunjung ke Pabrik Bogasari, terdapat formulir pendaftaran agar mempermudah pendaftaran. Begitu juga bagi para siswa SMA/SMK dan Mahasiswa yang ingin melakukan magang sebagai syarat kelulusan dari sekolahnya, dapat mengisi formulir yang tersedia. Namun, di tahun ini dua kegiatan tersebut masih dilakukan secara virtual. Perkembangan dunia yang serba cepat dan digital, sehingga konsumen memerlukan akses dengan cepat dan informasi lengkap terkait Bogasari. Semoga dengan diperbaharuinya aplikasi mobile dan website milik Bogasari, diharapkan bisa menjawab kebutuhan dan meningkatkan kepuasaan pelanggan terhadap layanannya Bogasari di era digital. (EGI/REM)
10 Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 Kisah Sukses Roti Eneng perekonomian lokal juga. Jadi aku memutuskan untuk memakai tepung produksi Bogasari,” tutur wanita yang juga pernah menjadi host acara petualangan di salah satu TV swasta ini. Gayung bersambut, roti yang dijualnya laku keras dan membuatnya harus memutar otak memikirkan pengembangan rasa apalagi yang harus dilakukannya. Setelah kurang lebih 2 tahun melakukan percobaan, akhirnya Diana berhasil membuat yang namanya ‘Roti Bunting’. Roti gendut yang ada isian di dalamnya, seperti vla dan lain sebagainya. “Ide nya itu muncul ketika pergi ke Jepang, Du l u n ya Ga ra s i Sekarang Jadi Kafe Roti S edari kecil saya sudah dipanggil ‘Eneng’ oleh teman-teman dan nenek saya yang merupakan orang Sunda. Jadi terkesan lebih intim dan lebih akrab. Begitulah kira-kira jawaban Diana saat ditanya kenapa usaha roti yang dikembangkan sejak tahun 2014 bernama “Roti Eneng” . “Awalnya karna aku dulu kerja di perusahaan agency, ngurusin brand milik orang terus. Kerjanya lembur terus, jadi jarang ada di rumah. At some when, aku pengen punya usaha yang bisa jadi legacy aku sendiri. Dan pengen punya waktu lebih banyak bareng keluarga. Jadi aku putuskan untuk buka Roti Eneng,” jelas Diana dalam acara Chit Chat Bareng Roti Eneng di Live Instagram @kreasibogasari 14 Agustus 2021 Dengan modal hasil kerja selama di agency, wanita berambut lurus ini bersama ibunya menyulap garasi rumah menjadi sebuah tempat jualan roti bakar. Saat itu Ia hanya menyiapkan sebuah etalase yang diisi roti tawar buatan ibunda tercinta mulai dari siang hingga menjelang malam. Awalnya Roti Eneng menggunakan tepung terigu impor. Setelah mengenal dan mengetahui tepung terigu Cakra Kembar bisa menghasilkan produk yang sesuai keinginannya, wanita berusia 37 tahun ini memutuskan untuk beralih menggunakan tepung terigu produksi Bogasari itu. “Bahan-bahan impor yang bisa aku replace dengan bahan-bahan lokal, semuanya aku coba replace. Karena sebagai UMKM aku ingin membantu Dulunya Garasi Sekarang Jadi Kafe Roti Diana, menunjukan Roti Bunting di kafe miliknya yang berlokasi Jl. Gandaria Tengah IV No.19, RT.13/RW.1, Kramat Pela, Kec. Kby. Baru, DKI Jakarta
Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XVIII / 2021 11 Kisah Sukses dan lihat ada roti yang dalemnya meleleh-meleleh gitu. Terus kepikiran, padahal kita negara tropis, yang panas. Kenapa nggak ada yang bikin tuh roti dingin. Enak banget kan lagi panas-panas makan roti dingin gitu,” ungkapnya. Cepat dan Unik Ada yang menarik dari setiap pengembangan produk yang ia lakukan. Ia sengaja tidak mengikuti tren yang ada, dan lebih bereksperimen sendiri untuk menciptakan rasa yang otentik dan menjadi ciri khas dari Roti Eneng. Tujuh tahun berselang, tak ada yang menyangka tempat makan yang tadinya hanya garasi biasa, berkembang menjadi kafe atau tempat nongkrong yang homey banget seperti sekarang. Selain berhiaskan mural di dinding, kafe yang berlokasi di dalam perumahan ini langsung menghadap taman. Sehingga nuansa sejuk dan asri begitu terasa. “Aku pengen sesuatu yang beda, disini kan ada tamannya. Jadi abis dari sini pelanggan bisa main ke taman atau sekadar ngobrol-ngobrol. Enak saja gitu, nyaman rasanya,” akunya. Selain tempat dan produk yang otentik, kunci lain kesuksesan Roti Eneng adalah perlakuannya terhadap karyawan. Dia menganggap semua karyawannya sebagai keluarga, sehingga kesejahteraan mereka harus diutamakan. “Sebagai mantan karyawan perusahaan, saya percaya kalau mereka (karyawan) sejahtera dan tempat kerjanya nyaman dapat membuat mereka semangat dalam bekerja. Alhasil, kinerja akan meningkat, dan pendapatan perusahaan juga akan terangkat,” jelas wanita kelahiran 24 Oktober 1984 ini. Terbukti dari 13 karyawannya saat ini, mayoritas merupakan karyawan lama dan laki-laki. “Ada cheff aku yang sejak awal sudah menemani merintis usaha ini. Alhamdulillah sampai sekarang masih banyak karyawan lama yang bertahan,” ucapnya penuh syukur. Kunci sukses terakhir yang Diana beberkan adalah social media activation. Ia menerapkan ilmu yang didapatnya dulu semasa menjadi karyawan di sebuah agensi. Ia mengutamakan engangement terhadap pelanggan atau customer di media sosial milik Roti Eneng. Kalau ada yang nanya, gercep menjawab. Kalau ada yang mention, sebisa mungkin di-repost. Usahakan selalu ada interaksi langsung dengan follower di media sosial. “Saat pandemi ini, kita adakan kampanye namanya ‘Toko Bantu Toko’. Kita bantu promosikan toko-toko lain melalui kanal media sosial Roti Eneng,” lanjutnya. Banyak cerita yang ia dapat selama kampanye ini. Mulai dari cerita sedih, lucu dan personal banget. Diantaranya ada yang berjualan untuk memenuhi biaya kuliah, membuat produk kesukaan almarhum ayahnya, dan masih banyak lagi. (EGI)
Kisah Sukses 12 Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 T ubuhnya kecil dan tidak sempurna. Tapi menyerah dan pasrah tak ada dalam kamus hidupnya. Bahkan saat duduk di bangku kelas 2 SD dan divonis dokter kalau umurnya tinggal 3 bulan lagi, wanita tunadaksa bernama Susana Sali ini tetap gigih melanjutkan hidup. Ia terus bersyukur. Terbukti di usia yang sekarang sudah mencapai 52 tahun, Susana bisa menafkahi dirinya bahkan orang lain. Susan Snack & Cookies, itulah nama usaha yang sudah ditekuninya sejak tahun 90-an sampai sekarang. Melalui usaha itulah ia tak hanya bisa memenuhi biaya kebutuhan hidupnya, tapi juga menghidupi sejumlah orang yang menjadi karyawannya. Produk Susan Snack & Cookies Purwakarta ini kemudian dipasarkan di beberapa toko oleholeh khas Purwakarta dan beberapa galeri kuliner di Bandung dan Jakarta. Hingga sebelum pandemi Covid-19 mendera Indonesia, Susan bisa mempekerjakan 6-7 orang untuk memproduksi sekitar 40 varian kue kering dan menghabiskan sekitar 6 karton atau 72 kg terigu Kunci Biru setiap kali produksi. Produknya dipasarkan ke beberapa galeri oleholeh khas Purwakarta seperti Galeri Menong, Toko Kue Sakura, dan Toko Kue Anyelir. Di Bandung ada di Pusat Oleh-oleh Cihampelas, dan Susan Snack & Cookies Gerai Bolu Susu Lembang. Di Jakarta ada di Gedung Smesco. “Kita memperluas jaringan dengan ikut berbagai komunitas UMKM. Walau belum lama, kita harus berbaur dengan mereka. Kita harus pintar mencari peluang, kemana produk kita bisa masuk. Kita juga ada di beberapa e-commerce dengan nama toko Susan Snack & Cookies,” ungkap wanita yang akrab disapa Susan ini. Tahun 2020, pandemi mulai menyerang Indonesia. Akibatnya banyak gerai oleh-oleh yang tutup. Tentunya ini berdampak pada usaha Susan Snack & Cookies. Produksinya menurun drastis sempat mengalami kerugian yang tidak sedikit. Bahkan ia sempat kehabisan modal untuk meneruskan usaha ini. Namun seiring melonggarnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), perlahan usaha Susan Snack & Cookies mulai bangkit. Namun agar lebih aman dan pasti, ia hanya produksi sesuai pesanan yang masuk. Makanya pemakaian tepung terigu Bogasari saat ini masih kecil dan belum stabil. “Beda-beda, tergantung pesanan saat itu. tapi selama ini masih bisa di-handle sendiri. Kalau banyak pesanan, saya memanggil 1 orang karyawannya yang memang biasa bantu. Semoga bisa terus berkembang,” harap wanita ramah dan energik ini. Tubuh Tak Sempurna Sukses Buka Usaha
Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 13 Kisah Suskes Sabar Berusaha Tanggal 16 Januari 1969, Susan terlahir dengan fisik sempurna seperti bayi pada umumnya. Namun naas, memasuki usia SD ia tiba-tiba mengalami nyeri sendi. Sejak saat itu, kondisinya terus menurun dan mengakibatkan saraf motoriknnya mengalami gangguan fungsi hingga sekarang. “Pas SD saya tiba-tiba sakit persendian, orang tua saya kemudian langsung membawa saya pulang untuk berobat. Sejak dari situ, kondisinya terus drop jadi berhenti sekolah. Dulu kondisi saya bisa lebih parah. Selain pernah tidak dapat menggerakkan tubuh sama sekali, kulit tubuh sempat menghitam kayak kena bakar dan baru hilang 10 tahun kemudian,” kisahnya mengenang masa lalu. Melihat adik dan kakaknya rutin sekolah, Susan yang masih SD tak menyerah. Ia pun berhasil mengikuti ujian untuk masuk SMP bahkan sampai meraih gelar sarjana dari Sekolah Tinggi Teknik Mandala di Bandung jurusan Teknik Informatika. Semasa kuliah ia mulai belajar membuat kue kering. Lulus kuliah tahun 1998, ia sempat bekerja di beberapa perusahaan. Sedangkan kue yang dibuatnya hanya untuk dicicipi keluarga dan tetangga. Namun suatu waktu yang ia lupa pastinya kapan, ada seorang tokoh perempuan di Purwakarta yang mampir ke rumah dan mencicipi kue buatannya. Tokoh tersebut kemudian memesan beberapa jenis kue. Sejak itulah, Susan mulai mejual kue miliknya. “Dari awal saya sudah pakai terigu produksi Bogasari, awalnya saya pakai Segitiga Biru. Setelah mengetahui ada Tepung Kunci Biru yang cocok untuk membuat kue kering, saya putuskan untuk pakai Kunci Biru,” ungkapnya. Dengan kondisi tubuh yang tidak sempurna, Susan memakai kursi kantor yang sudah dimodifikasi agar leluasa kesana kemari saat produksi. Jari jemarinya yang tidak bisa membuka sempurna itu, sangat lihai membentuk adonan menjadi aneka macam kue kering, mulai dari kastangel, sagu keju, coffee bean dan lain sebagainya. Di tengah perjalanan usahanya, ia dikenalkan dengan seorang pria tunadaksa bernama Valentinus Romi Wahyudi melalui conference call oleh teman SD-nya. Tahun 2011 sepasang kekasih yang tidak bertubuh sempurna dan usia terpaut 11 tahun ini memutuskan untuk menikah. Mereka hidup saling melengkapi penuh cinta. Dan usaha Susan Snack & Cookies makin berkembang. Ibarat air dan tebing yang membentuk sebuah air terjun yang indah. Susan bertugas mengembangkan produksi, Romi bertugas mengemas dan memasarkannya. Terciptalah kue produksi Susan Snack & Cookies yang dijual dengan harga mulai Rp 18 ribu per toplesnya. “Dulu sebelum terjun ke usaha ini, saya mendengar dari beberapa teman dan tetangga kalau kue buatan mbak Susan ini enak, tapi sayang harganya mahal. Karenanya pas saya turut mengembangkan Susan Snack & Cookies, saya sarankan untuk merubah target konsumennya agar bisa dinikmati oleh semua kalangan,” tutur Romi. Selain produksi kue, Susan dan Romi juga aktif sebagai pembina di komunitas UMKM di wilayah Purwakarta bernama Komunitas Baraya Motekar Desa Citalang. Bagi mereka, Susan Snack & Cookies bisa berkembang karena kritik dan saran, serta dari pengalaman beberapa teman di komunitas juga. Dan April 2021 saat peringatan hari Kartini, Susan Snack & Cookies mendapat penghargaan Ketahanan Ekonomi Keluarga dari Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika. “Ini salah satu momen paling berkesan selama merintis usaha Susan Snack & Cookies. Lampaui batasan, hancurkan segala rintangan, yakin pada kuasa Tuhan,” pungkas Susan dengan wajah sumringah. (EGI)
Info Bogasari 14 Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 S etelah mengadakan pelatihan dan sosialisasi seputar ijin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan BTP (Bahan Tambahan Pangan) yang aman, Bogasari kembali mengajak UKM untuk peduli dengan perijinan pangan. Tepatnya Selasa (29/6/2021), Bogasari menghadirkan perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengedukasi seputar Merek Dagang (MD) secara virtual melalui Zoom Meeting Clouds. Sosialisasi berlangsung sekitar 3 jam sejak pukul 09.00-12.00 WIB yang diikuti 161 partisipan, yang terdiri dari manajemen Bogasari, perwakilan BPOM, UKM Mitra Bogasari, dan masyarakat umum yang sebelumnya sudah mendaftar ke BPOM. “Bogasari akan senantiasa membantu perkembangan usaha bapak-ibu. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Kita sebagai produsen makanan, harus siap dan bisa memberikan jaminan keamanan pangan bagi konsumen. Dengan adanya ijin MD bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap usaha bapakibu,” ucap Erwin Sudharma, Wakil Kepala Divisi Bogasari dalam sambutannya. Erwin menyampaikan 4 hal penting yang harus menjadi perhatian UKM di tengah meningkatnya kasus positif Covid-19. Pertama ialah perubahan pola perilaku konsumen, termasuk perubahan transaksi yang mengarah ke pembayaran digital. Kedua, jaminan keamanan yang diberikan produsen kepada konsumen, bisa berupa ijin yang diterbitkan pemerintah dan lembaga-lembaga berwenang lainnya seperti BPOM, LPPOM, dan lain sebagainya. “Terima kasih kepada Ibu Retno Anggita dan Ibu Kinar Shasanty dari BPOM telah bersedia hadir dan memberikan pengetahuan seputar ijin edar makanan kepada kami,” ucap Erwin. Hal ketiga yang harus menjadi perhatian UKM adalah adanya tatanan baru yang bisa menghilangkan atau memunculkan pasar baru. Terakhir, kita harus memikirkan bagaimana pola pengembangan usaha sesuai perubahan yang kian cepat terjadi. Retno Anggita, perwakilan BPOM dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Bogasari yang masih mau melakukan sosialisasi ijin usaha kepada UKM di tengah pandemi. “Terima kasih Bogasari telah membantu kami sosialisasi. Tidak banyak perusahaan besar yang masih mau Sosialisasi Ijin Edar Makanan Buat UKM
Info Bogasari Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 15 mengadakan sosialisasi seperti ini bagi mitra UKM binaannya di masa pandemi. Apresiasi kami pada Bogasari, pandemi tidak menjadi penghalang untuk mengadakan acara sosialisasi atau pemberian edukasi,” ucapnya. Pentingnya MD Usai 2 sambutan, Kinar Sashanty, Sub Koordinator, Sub Kelompok Substansi Registrasi Bahan Tambahan Pangan dan Bahan Penolong BPOM RI menyampaikan dengan gamblang dan lengkap materi seputar MD. Dimulai dengan berbagai perbedaan ijin MD dan PIRT. Satu diantaranya adalah dapur tempat produksi. Untuk PIRT dapur produksi masih menyatu dengan dapur rumah tangga. Sedangkan untuk MD, setidaknya dapur produksi harus terpisah dengan dapur rumah tangga. “Pemisahan ini tidak harus beda gedung ya bapak, ibu. Misalnya saja bapak punya garasi di depan rumah, dan itu dipakai untuk dapur produksi. Itu sudah bisa dikatakan terpisah, dan Ibu / bapak sudah bisa mengajukan ijin MD,” jelasnya. Kinar juga menyebutkan setidaknya ada 7 kategori produk usaha yang tidak wajib memiliki ijin edar, yakni produk yang memiliki masa simpan dibawah 7 hari, produk yang diimpor dalam jumlah kecil, produk yang digunakan sebagai bahan baku, produk pangan olahan dalam jumlah besar dan tidak dijual secara langsung kepada konsumen akhir, produk yang diolah dan dikemas di depan konsumen, dan produk pangan siap saji. Tapi seperti yang sudah dibahas di awal, lebih baik membuat ijin ini. Karena bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap usaha milik kita. Selain bisa meningkatkan kepercayaan konsumen, setidaknya ada 5 manfaat lain jika usaha kita memiliki ijin edar. Yakni produk bisa beredar secara legal sesuai ketentuan yang berlaku, produk memenuhi persyaratan keamanan pangan, meningkatkan daya saing, memberikan nilai tambah, dan bisa memperluas pemasaran produk. “Setelah tahu keuntungannya, akan saya beritahukan cara mendapatkan ijin edar secara online. Bapak Ibu bisa melakukan registrasi di https://e-reg.pom.go.id/, kemudian pilih registrasi akun terlebih dahulu. Isi semua pertanyaan hingga nanti mendapatkan user name dan password,” jelas wanita muda ini. Setelah berhasil login, pilih e-registrasi pangan untuk mendaftarkan pangan olahan. Ikuti arahan yang muncul, baik itu mengisi data perusahaan atau mengunggah beberapa dokumen usaha seperti NPWP, NIB (Jika melalui OSS), Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU), Ijin Usaha, Surat keterangan hasil audit, dan masih ada lagi. Setelah semua terisi, kita akan mendapatkan Surat Perintah Bayar (SPB). Kita tinggal membayar dan menunggu hasil evaluasi, verifikasi, dan validasi oleh petugas BPOM. Setelah kurang lebih 1 bulan, nomor ijin edar terbit. “Waktu pembuatan ini bisa berbeda-beda, tergantung produk bapak / ibu masuk dalam kategori resiko apa. Pun dengan biaya yang dikeluarkan, setiap UKM bisa berbeda-beda tergantung kategori resiko tadi,” pungkasnya. (EGI)
Info UKM 16 Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 Menindaklanjuti pembuatan Sertifikat Produksi Pangan – Industri Rumah Tangga (SPPIRT) yang difasilitasi Bogasari pertengahan tahun ini. Hingga akhir Agustus 2021, dari 25 UKM yang ditawari Bogasari, hanya 16 UKM yang bersedia menerima tawaran. UKM tersebut berasal dari sekitar Jabodetabek dan Surabaya. Diantaranya adalah Ina Donat, Puspa Bakery, Kebab Food, dan masih ada lagi. “9 UKM lainnya belum siap karena alasan tempat produksi dan khawatir tidak lolos inspeksi oleh Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes). Dirasa belum layak secara tata letak, higienitas dan sanitasinya. Bahkan ada yang takut malah ditutup karena tempat dianggap tidak layak,” jelas Sutrisno, Penanggung Jawab Program Pembuatan SPP-IRT UKM Bogasari. Melihat kondisi ini, Trisno berinisiatif menjelaskan kalau inspeksi yang dilakukan nanti lebih sebagai sarana edukasi dan konsultasi. Secara bertahap UKM bisa memperbaiki kekurangan yang diinfokan oleh petugas Dinkes yang datang. Sehingga SPP-IRT tetap bisa didapatkan UKM. “Selama perbaikan dilakukan sesuai apa yang diinstruksikan petugas yang datang dan berkas administrasi lengkap, SPP-IRT pasti bisa didapatkan. Hanya saja waktunya yang jadi berbeda-beda,” tambahnya. Proses pengumpulan berkas dan input data sempat tertunda karena adanya PPKM darurat yang diumumkan pemerintah awal Juli lalu. Seiring melandainya kasus positif Covid-19 di Jakarta dan menurunnya status PPKM di beberapa wilayah, program pembuatan SPP-IRT UKM Bogasari pun bisa dilanjutkan. “Selain terkendala PPKM, beberapa UKM masih belum familier dengan proses pembuatan berkas seperti membuat rancangan e-tiket, NIB, dan berkas lainnya. Serta proses penyerahan berkas yang dilakukan secara online di sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP),” akunya. Hal lain yang harus UKM ketahui saat mendaftar untuk membuat SPP-IRT adalah setiap PTSP memiliki kuota yang terbatas dalam setiap periode pembuatannya. Contohnya saja PTSP Kec. Koja Jakarta Utara yang proses pembuatan SPP-IRTnya harus menunggu 3 bulan lagi sejak diajukan bulan Agustus, jadi baru bisa diproses sekitar bulan Oktober. Secara resmi dari PTSP belum menginformasikan besaran biayanya yang harus dikeluarkan. Tapi khusus untuk wilayah DKI, jika pendaftaran dilakukan melalui keanggotaan Jakpreneur biayanya 0 rupiah atau sama dengan “Gratis”. (EGI) Jangan Takut Urus SPP-IRT UKM
Info UKM Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 17 Bogasari terus mendorong pertumbuhan usaha pondok pesantren yang ikut program Santrifoodpreuneur. Salah satunya dengan memberikan pelatihan soft skill kewirausahaan. Kali ini, ada 11 pondok pesantren binaan Bogasari dari wilayah Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta yang ikut pelatihan secara virtual selama 2 hari, tanggal 14 – 15 September. Pesertanya adalah perwakilan pengurus dan santri dari tiap pondok pesantren. “Pelatihan soft skill ini diadakan Bogasari untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di lingkungan pondok pesantren, khususnya pengurus dan santri di sana,” ucap Triana, Assistant Manager BBC Development Bogasari. Pesantren peserta pelatihan ini diantaranya ialah Pondok Pesantren Assyafi’iyah Majalengka, An Nawawi Tanara Serang, Assyafi’iyah Bekasi, Al Masthuriyah Sukabumi, Jakarta Islamic Center (JIC), Suryalaya Tasikmalaya, Al Hikamussalafiyah Purwakarta, Darul Al Falahiyah Assalafiyah Tangerang, Pesantren Inggris Dua Hari Kembangkan Usaha Pesantren As Salam Bogor, Pesantren YPI Annur Garut & Aisyiyah Jawa Barat. Total ada 45 partisipan yang mengikuti pelatihan secara virtual melalui zoom meeting itu. Sebagai pemateri, Bogasari bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Garut. Materi yang disampaikan seputar The Power of Whole Mind, Salesmanship, Digital Marketing, Menghitung Biaya Produksi, Cara Pengolahan Pangan yang Baik (CPPB), Sanitasi & Higienitas. “Semua pemateri selama 2 hari adalah para dosen dari Universitas Garut. Sementara pelatihan hard skill dalam arti kemampuan baking sudah kita berikan sebelum-sebelumnya. Jadi ini lebih ke sesi soft skillnya,” lanjut Triana. Setelah ini diharapkan pengurus dan santri peserta pelatihan bisa memahami proses pemasaran, kalkulasi biaya produksi serta harga jual produk agar usaha lebih berkembang. Haris, salah satu peserta pelatihan dari Ponpes An-Nur merasa terbantu dengan adanya pelatihan yang diadakan Bogasari. “Saya jadi lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha di pesantren,” ucap Haris. (EGI)
18 Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 Info BMC Menyambut ulang tahun yang ke-50 atau akrab dikenal dengan istilah ulang tahun emas, Bogasari patut menyukurinya bersama UKM yang merupakan pelanggan mayoritas. Program ini bagian dari Program Gelegar Hadiah Bogasari Mitra Card (BMC) yang setahun terakhir tertunda akibat pandemi. “Kali ini hadiah berubah, bukan lagi umrah atau wisata rohani karena kita tidak tahu sampai kapan terjadi pembatasan aktrivitas akibat pandemi. Termasuk pembatasan aktivitas rohani. Bertepatan Bogasari tahun ini ulang tahun ke-50 maka kami ganti jadi Gelegar Hadiah Emas,” jelas Beatrix Soedibyo, Manager SME & BBC Development Bogasari. Mengikuti instruksi pemerintah untuk meminimalisir kegiatan yang mengundang keramaian, rencananya pengundian akan dilakukan melalui Zoom, Youtube, Hujan Emas Buat Mitra Setia Instagram, dan beberapa kanal digital lainnya. Untuk link dan info lainnya akan diumumkan mendekati hari pengundian, atau bisa dipantau di media sosial dan website Bogasari. Untuk tahun ini, pengundian akan masuk dalam rangkaian Bogasari Expo 2021. Sebagai salah satu bentuk perayaan ulang tahun Bogasari yang ke50, hadiah yang akan diberikan semuanya adalah koin emas. Ada 200 keping koin emas 3 gram, 50 keping koin emas 6 gram, dan hadiah utama berupa 5 keping emas 50 gram. Jika ditotalkan, ada 1.150 gram atau 1 kg lebih emas yang disediakan Bogasari. “Spesial di ulang tahun Bogasari yang ke-50 ini, kami suguhkan hujan emas bagi anggota Bogasari Mitra Card (BMC) yang aktif. Aktif di sini ditandai dengan UKM melakukan scan kupon di periode Juni – Oktober 2021,” kata Beatrix. Berkaca dari undian gelegar hadiah BMC terakhir kali, yakni di bulan Februari 2020, kupon yang masuk untuk kemudian diundi mencapai lebih dari 3 juta kupon. Untuk periode kali ini, diperkirakan jumlahnya tidak akan jauh dari angka tersebut. Jadi tunggu apa lagi. Buruan beli terigunya, scan kuponnya, dan raih hadiah emasnya!!! (EGI) th
Wacana Mitra * Edisi 239/ Tahun XIX / 2021 19 Info BMC S angat sedikit perusahaan yang mengasuransikan pelanggannya. Sementara Bogasari melalui keanggotaan Bogasari Mitra Card (BMC) sudah sejak tahun 2004 memberikan manfaat asuransi buat UKM anggota yang memenuhi syarat. Pada periode Juni 2020 – Mei 2021, ada 7 UKM yang mengajukan klaim asuransi kesehatan. Mereka adalah Madona Bakery, Kue Ina Boy, Mie Basah Sim Amin, Dua Bintang Snack, Mie Ayam Adi Sumarno, A Zaki Bakery, dan Mie Ayam Wonogiri. Berikut sekilas cerita Adi Sumarno (Pemilik Mie Ayam Adi Sumarno) dan Sarini (Pemilik Mie Ayam Wonogiri). Di akhir 2020 Adi Sumarno sakit tifus dan sempat dirawat di rumah sakit selama 5 hari. “Ini ke-3 kalinya saya melakukan klaim asuransi kesehatan ke BMC. Pertama, saat keracunan makanan tahun 2019. Kedua dan ketiga di tahun 2020,” ucapnya saat dihubungi Wacana Mitra melalui telepon. Tenang…Ada Asuransi Menurut pengalamannya, proses klaim asuransi di rumah sakit besar sangat mudah dan praktis. Tinggal memberikan kartu asuransi ke loket pembayaran, semua urusan pembayaran selesai. Tapi untuk di klinikklinik kecil, kartu tidak bisa dipakai untuk pembayaran langsung. Jadi harus melakukan klaim di kemudian hari. Nominal biaya yang bisa diklaim setiap UKM berbeda-beda tergantung jenis penyakit dan platform yang tersedia. Namun secara keseluruhan anggota BMC bisa melakukan klaim asuransi kesehatan dengan batas maskimal Rp 65 juta per tahun. “Asuransi ini sangat membantu, bisa meringankan beban biaya kami ketika sakit. Alhamdulillah, saya sudah menjadi anggota BMC sejak tahun 2000-an awal. Tapi baru beberapa tahun terakhir saya melakukan klaim asuransi dari Bogasari,” jelasnya. Hal serupa juga diungkapkan Sarini (45) pemilik Mie Ayam Wonogiri, Bekasi, yang mengaku terbantu dengan adanya program asuransi dari Bogasari. Ia yang pernah sakit lambung hingga dirawat 2 hari di rumah sakit di wilayah Bekasi, merasakan kemudahan saat berobat dan sangat bersyukur menjadi anggota BMC. “Selain biaya berobat saya ditanggung atau diganti, sebagai anggota BMC saya merasakan banyak manfaatnya. Di tahun 2016 lalu saya mendapat hadiah Umrah dari Bogasari, beberapa hadiah lain juga pernah saya terima,” ungkapnya penuh haru. Karena sama-sama merasakan manfaat yang begitu besar bagi kehidupan dan kelangsungan usahanya, mereka kompak meminta Bogasari untuk melanjutkan program keanggotaan BMC dan program asuransi bagi UKM. “Masukannya untuk Bogasari, diteruskan saja program yang sudah ada. Adanya asuransi ini sudah bagus. Semoga kita semua sehat-sehat di tengah pandemi ini,” pungkas Sarini. (EGI)