Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 Media Usaha Kecil Menengah Makanan Berbasis Terigu 0807-1800-888 Lagansa (Layanan Pelanggan Bogasari) [email protected] www.bogasari.com @KreasiBogasari Majalah ini gratis bagi anggota BMC WACANA Mesin Pengering Kerupuk dan Mie Senin - Jumat Pukul 08.00 - 17.00 WIB 4 Bogasari Tumbuh Bersama UKM
2 Dari KAMI Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2020 1. mobile apps Bogasari 2. staf/sales Bogasari setempat. Dari KAMI................... 2 Sajian Utama............. 3-12 Resep......................... 13 Info UKM................... 14 Info Bogasari............ 15 Kisah Sukses.............. 16-19 Daftar Sajian Untuk meningkatkan pelayanan dan mempercepat pengiriman, WACANA MITRA juga diterbitkan dalam format PDF (digital). Sehingga, secara bertahap edisi cetak akan dikurangi. Selanjutnya WACANA MITRA versi digital bisa diakses dan diunduh di website Bogasari, www. bogasari.com, mobile apps Bogasari, atau dikirim ke e-mail masing-masing UKM. Oleh karena itu, jika UKM menginginkan WACANA MITRA dikirim via e-mail, silakan memberikan alamat e-mail kepada [email protected]. *Info Kontak Sales Bisa Hubungi Lagansa (0807-1800-888) PENERBIT: PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills. ISSN: 1412-2170 - TERBIT SEJAK: 24 Oktober 2001. PENASIHAT: Franciscus Welirang, Herman Djuhar, Erwin Sudharma. PEMBINA: Anwar Agus, Iwan Santosa, Ivo Ariawan. PENANGGUNGJAWAB: Rudianto Pangaribuan REDAKSI: Egi Gias Purnama KONTRIBUTOR: Beatrix P. Soedibyo, Umi Wulandari, Suyatno, Triana M, Tim Customer Relations. DESAIN & LAYOUT: Egi Gias Purnama SEKRETARIS REDAKSI: Reni Dasmaniar SEKRETARIAT & DISTRIBUSI: PR & Communication Bogasari ALAMAT REDAKSI: PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills, Jln. Raya Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta - 14110 TELP: (021) 29263800 atau ext 63717, FAX: (021) 4392-009 EMAIL: [email protected]; [email protected]; http//www.bogasari.com DISTRIBUSI TERBATAS UNTUK KALANGAN SENDIRI, TIDAK DIPERJUALBELIKAN Info Scan Kupon Kupon bisa di-scan melalui: Waktu terus berjalan dan terkadang tanpa kita sadari banyak yang sudah kita lewatkan. Terbukti kita sudah masuk bulan suci Ramadan yang ke-2 setelah pandemi covid-19 mendera kehidupan kita. Semoga seluruh rangkaian waktu itu tidak kita lewatkan begitu saja. Seperti halnya acara edukasi KIAT (Kunci Informasi dan Teknologi) yang dijalankan Bogasari sejak 16 Desember 2020. Tidak terasa, 4 serial berhasil dijalankan Bogasari yang berakhir pada 8 April lalu. Ada 4 topik yang dibagikan kepada para UKM yakni tips dan trik berjualan online, seputar pengiriman online, pengemasan, dan terakhir jualan di retail atau go retail. Tiga serial KIAT terakhir inilah yang menjadi pembahasan utama di Wacana Mitra Edisi 237 ini. Pastinya menarik karena ada ulasan dari berbagai pembicara yang kompeten. Kami pun menyajikan beberapa informasi yang tengah hangat diperbincangkan. Pengembangan pesantren, promosi UKM di kanal IG BBC, dan banyak informasi menarik lainnya. Termasuk kisah sukses 2 UKM mitra Bogasari dari pulau Kalimantan. Tak terasa memang sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa. Untuk itu kami atas nama Direksi dan Karyawan serta Keluarga Besar Bogasari menyampaikan Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Selamat Merayakan Idul Fitri 1442, salam sehat dan sukses selalu buat segenap keluarga. (EGI) KIAT Kembangkan Usaha Mitra Bogasari
3 K omitmen Bogasari untuk tumbuh bersama UKM kembali ditunjukan di awal tahun 2021, melalui program edukasi tahunan KIAT (Kunci Informasi dan Teknologi). Jika pada edisi sebelumnya (236) telah membahas secara tuntas materi KIAT serial pertama, edisi kali ini akan membahas secara tuntas materi KIAT Serial ke 2 – 4. Yakni seputar pengiriman online, pengemasan produk, dan penjualan di retail modern. “Pelatihan kali ini merupakan agenda pelatihan rutin yang diadakan Indofood, dalam hal ini Bogasari kepada UKM binaannya. Dengan serial kali ini, kami pun turut mendukung program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang digalakkan pemerintah guna membangkitkan ekonomi di sektor UMKM,” ucap Stefanus Indrayana, General Manager Corporate Communication Indofood Sukses Makmur Tbk yang menyampaikan sambutan khusus dalam KIAT Serial ke-4 Kamis (8/04/2021). Sama seperti serial pertama, serial 2-4 berlangsung selama 2 jam di tiap bulan sejak Februari – April 2021. Yang berbeda adalah jumlah pembicaranya. Jika di serial pertama hanya menghadirkan Fitria Hadiah (Pemilik Juara Snack), di 3 serial berikutnya Bogasari menghadirkan 2 pembicara sekaligus sehingga pembahasan bisa lebih menyeluruh dan mudah dipahami. Pembicara dan materi KIAT Serial k-2, Bogasari menggandeng Sarah Lucia, Merchant Marketing Manager Go-Food dan Sonny Arca Adryanto, pemilik Martabak Pizza Orins. Sarah menjelaskan mengenai cara dan trik agar sukses berjualan sebagai mitra usaha Gojek. Sedangkan Sonny lebih berbagi pengalamannya yang sukses berjualan menggunakan jasa delivery online Gojek / Go-Food. Pada KIAT serial ke-3, Bogasari menggaet Dr. Kankan Kasmana M.Ds. (Akademisi) dan Jerremy Agustaf Sales Manager Virtus Pack (Praktisi) untuk memberikan edukasi seputar kemasan yang menarik dan ramah lingkungan. Kankan menjelaskan secara umum mengenai kemasan, dan bagaimana cara menarik pelanggan melalui kemasan. Sedangkan Jerremy lebih menjelaskan secara spesifik mengenai trik memilih kemasan yang tepat untuk usaha Food and Beverage (F&B). 4 Bogasari Tumbuh bersama UKM Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2020
4 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 Sedangkan pada KIAT serial ke-4, Bogasari ingin mengajak UKM binaannya untuk terjun ke dunia retail. Untuk itu Bogasari menghadirkan Purwanto Wahyudi (Microeconomic Project Executive Indomaret) dan Irwan Sunarto (Pemilik Pia Cemerlang - Bali) sebagai pembicara. Purwanto menjelaskan bagaimana agar mitra UMKM bisa menjadi mitra supplier Indomaret. Mulai dari persyaratan yang dibutuhkan, apa saja yang harus dilakukan, hingga tips dan trik untuk bisa lolos menjadi pemasok di Indomaret. Sedangkan Irwan lebih ke berbagi pengalamannya ketika menjadi pemasok Indomaret di Bali. Disambut Antusias Sama dengan serial pertama, karena digelar secara virtual maka ratusan UKM yang mengikutinya bisa berasal dari berbagai daerah. Dari 3 serial, jumlah peserta minimal 140 partisipan dan terbanyak 360 partisipan. Semuanya tersebar dari ujung barat di Pulau Sumatera hingga ujung timur di Pulau Papua. Dilihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk di fitur chat menunjukkan tingginya antusiasme para UKM. Setidaknya minimal 40 pertanyaan yang masuk selama acara berlangsung. Antusiasme peserta tentunya membuat pembicara makin bersemangat untuk berbagi tips dan trik. Begitu pun saat sesi kuis, peserta nampak antusias sekali menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Bogasari. Lima penanya terbaik dan 5 pemenang kuis di setiap serialnya mendapatkan hadiah menarik dari Bogasari. Semoga seluruh materi KIAT Bogasari semakin menumbuhkembangkan mitra UKM di berbagai daerah. Salam sehat penuh semangat, tumbuh bersama Bogasari! (EGI)
5 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 Webinar KIAT seri ke-2 yang digelar Selasa (16/2/2021) membahas topik “Delivery Online”. Kedua pembicara membagikan tips dan trik kepada para UKM agar bisa bersaing dan sukses berjualan di Go-Food. Sarah dari Go-Food menjadi pembicara pertama yang menyampaikan berbagai hal mulai dari cara mendaftar di Go-Food hingga berbagai tips dan trik dalam berjualan secara online. Ia menyarankan kepada UKM untuk mendaftar di Gofood diawali dengan mengunduh aplikasi Go Biz di playstore. “Jangan lupa menyiapkan hasil scan beberapa dokumen seperti KTP, NPWP (pilihan), nomor rekening, e-mail yang aktif, dan nomor ponsel aktif. Dokumen ini merupakan data dasar yang harus diberikan bapak-ibu apabila ingin menjadi mitra usaha Gojek,” papar Sarah. Setelah itu akan diverifikasi admin Gojek dan verifikasi langsung alamat usaha melalui mitra driver Gojek yang ada di sekitar alamat usaha Mitra UKM Bogasari. Ia menyarankan mitra UKM Bogasari menempatkan plang atau nama usaha di depan tempat produksi / jualan sebelum mendaftar menjadi mitra Go-Food. “Pemberian plang Ini bertujuan untuk memudahkan driver dilapangan saat melakukan verifikasi. Untuk tips dan trik agar usaha bapak ibu bisa bersaing di Go-Food secara garis besar saya golongkan menjadi 3. Pertama buat konsumen ngidam, buat promosi biar cuan, dan ajak pelanggan balik lagi,” saran wanita muda ini. Buat konsumen ngidam ini bisa dengan menyajikan foto atau video produk yang menarik dan menggugah selera. Ia mengingatkan, karena secara online pelanggan hanya bisa melihat produk melalui foto dan video, jadi usahakan foto atau pun video yang ditampilkan bisa langsung menarik perhatian pelanggan hanya dalam beberapa detik. Setelah punya foto yang menarik, buat paketpaket penjualan yang menarik. Misalnya promo bundling (bonus produk) atau diskon. Karena di Indonesia masyarakatnya masih sangat tertarik dengan kata diskon atau promo. “Sekarang yang Saatnya Gunakan Jasa Pengiriman Online Seri 2
6 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 lagi tren itu gratis ongkir, bapak / ibu bisa meracik promo ini sesuai dengan HPP (Harga Pokok Penjualan) produk bapak ibu. Jangan sampai juga malah rugi nantinya,” tegas Sarah. Sedangkan ajakan pelanggan agar balik lagi, merupakan akumulasi dampak dari semua pelayanan yang diberikan. Ia menyarankan agar UKM jangan lupa mengakhiri dengan ucapan terima kasih dan ajakan belanja kembali di lain hari. Usai paparan Sarah, giliran Sonny pemilik Martabak Pizza Orins berbagi pengalaman usahanya yang dibangun sejak tahun 2011 dan sukses memanfaatkan sarana delivery online Gojek sejak tahun 2015. Kisah lengkap usaha Martabak Pizza Orins dapat dibaca di https://www.bogasari. com/success-story/mantan-karyawan-pajak-jadipengusaha-martabak atau di majalah Wacana Mitra edisi 224. Sonny memilih memanfaatkan sarana delivery online makanan melalui Gojek, yang bisa dikatakan sebagai pilot project Go-Food saat ini. “Dulu pas ada tawaran ini, saya langsung mengiyakan karena saat itu saya sedang mengalami kendala di pengiriman. Dan ternyata masalah saya teratasi. Walau awalnya agak susah karena harus ada penyesuaian. Namanya juga teknologi baru, jadi wajar saja. Tapi sambil berjalan perlahan saya coba perbaiki,” ungkap Sonny antusias. Masih banyak hal menarik yang disampaikan kedua pembicara sehingga para peserta sangat antusias bertanya. Terbukti, ada 40 pertanyaan yang masuk di kotak chat selama webinar berlangsung 2,5 jam dari pukul 09.00 -11.30 WIB. (EGI) Di masa pandemi seperti sekarang, dimana orang-orang begitu peduli dengan kehigienisan dan keamanan makanan Beragam Arti dan Dampak Kemasan Terhadap Penjualan Seri 3 yang dibeli dari luar (Tidak memasak sendiri). Peran kemasan menjadi kian penting dalam menggaet hati pelanggan. Tapi jangan lupa, desain kemasan harus aman bagi lingkungan. Akademisi Dr. Kankan yang merupakan pemateri pertama menjelaskan secara umum mengenai kemasan dan cara menarik pelanggan melalui kemasan. Sedangkan praktisi Jerremy Agustaf lebih menjelaskan secara spesifik mengenai trik memilih kemasan yang tepat untuk usaha Food and Beverage (F&B). “Yang bisa dijadikan pertimbangan saat menentukan desain kemasan diantaranya adalah material
Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 7 Sajian Utama atau bahan yang digunakan, bentuk, warna, huruf, ilustrasi dan format kemasan. Semuanya ini bisa disesuaikan dengan target konsumen,” jelas Kankan. Dosen di salah satu Universitas ternama di Bandung itu juga menyebutkan kalau bahan yang aman untuk makanan dan lingkungan itu salah satunya adalah kertas ivory. Selain itu, hindari warna cokelat tua dan biru terang. Karena berdasarkan hasil penelitian, warna cokelat tua bisa menyebabkan menurunnya selera makan, dan warna biru terang disukai oleh lalat. “Ada beberapa warna yang memiliki asosiasi terhadap sesuatu hal. Misalnya merah yang berasosiasi dengan ceria, hitam dengan kejantanan, hijau dengan alam, dan lain sebagainya,” jelas pria berkacamata ini. Selanjutnya, Jerremy Agustaf, Sales Manager Virtus Pack memberikan tips memilih kemasan yang pas untuk F&B. Tiga hal yang harus diperhatikan sebelum memilih desain kemasan, yakni mengetahui produk yang dibuat, perbedaan dengan kompetitor, dan sesuaikan dengan target konsumen. “Untuk model kemasannya, kita harus menentukan mau model yang sudah ada di pasaran atau custom (tentukan) sendiri. Kalau model yang sudah ada, relatif ketersediaannya sudah aman, sedangkan kalau custom kita perlu mendetailkan ukuran dan materialnya sendiri,” jelasnya. Berdasarkan pengalaman usaha Jerremy, penggunaan material yang ramah lingkungan juga bisa meningkatkan nilai jual merek dan produk. Apalagi sekitar 2 tahun terakhir, isu ramah lingkungan kembali mencuat di kalangan millennial. Terutama mereka yang memiliki perhatian khusus terhadap masa depan alam. Mereka rela merogoh kocek sedikit lebih dalam demi berkontribusi dalam mengurangi limbah plastik. “Buat kemasan yang bisa digunakan ulang (re-use) dan didaur ulang (re-cyclable). Atau bisa juga kemasan menarik yang memiliki kegunaan lain. Misalnya toples cookies yang bisa digunakan sebagai vas bunga. Tentunya desainnya harus mendukung ini yah,” tegasnya. Setelah paparan kedua narasumber, acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Ada lebih dari 50 pertanyaan yang masuk melalui fitur chat yang sedari awal sudah dibuka. Ada peserta yang baru menyadari arti penting kemasan, ada pula yang sudah tahu dan makin penasaran. Acara yang mulai pukul 09.00 – 11.30 WIB diikuti lebih dari 200 partisipan yang tersebar di berbagai daerah. (EGI) Pentingnya Warna
8 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 S etelah 3 serial KIAT sebelumnya Bogasari memberikan pelatihan seputar promosi, distribusi dan kemasan UMKM, serial terakhir Kamis (8/4/2021) Bogasari mengajak para mitra untuk mulai masuk pasar retail atau go retail. Bogasari menggandeng Indomaret yang diwakili Purwanto Wahyudi, Microeconomic Project Executive Indomaret dan Irwan Sunarto, pemilik Pia Cemerlang-Bali untuk berbagi pengalaman sebagai UKM yang berhasil go retail. Secara garis besar, Purwanto menjelaskan bagaimana agar mitra UMKM bisa menjadi mitra supplier Indomaret. Mulai dari persyaratan yang dibutuhkan, apa saja yang harus dilakukan, hingga tips dan trik untuk bisa lolos menjadi pemasok di Indomaret. “UMKM itu wajib memiliki PIRT dan halal dari MUI. Kualitas dan harga yang yang ditawarkan harus kompetitif. Cara produksinya pun harus higienis dan produk tidak menggunakan bahan yang tidak foodgrade,” jelas Purwanto. Selain itu, kemasan produk harus mencantumkan nama produsen, komposisi produk, ukuran, tanggal kadaluarsa, barcode, dan kode produksi. Untuk barcode, biasanya aturan setiap retail berbeda-beda. Di awal, biasanya pihak Indomaret yang menginfokan kepada UMKM dan memintanya untuk memperbanyak sendiri di kemasan. “Yang kami tekankan disini adalah kejujuran mengenai berat isi sebenarnya dan keterangan yang tertera di kemasan. dan untuk barcode sendiri biasanya berbeda beda tiap retail. Jadi hanya berlaku di Indomaret,” tegas Purwanto. Untuk Mitra UKM yang ingin bergabung, bisa menghubungi dinas perindustrian, perdagangan, atau koperasi setempat. Karena biasanya Indomaret berkomunikasi dengan lembaga-lembaga tersebut. Kemudian ada 4 tahapan yang harus dilalui UKM agar produknya bisa lolos, yakni tahap pengajuan (Penyerahan surat pengajuan dan contoh produk), mengisi formulir penawaran dan data supplier, Terbuka untuk UKM Mitra Bogasari
9 Sajian Utama Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 analisa dan kurasi barang baru, dan terakhir finalisasi. “Untuk distribusi ada 2 pilihan. Yakni pengiriman langsung atau melalui distribution center (DC) milik Indomaret. Kalau untuk pengiriman langsung, tidak ada biaya distribusi. Sedangkan untuk UKM yang melalui DC dikenakan biaya distribusi yang berbeda-beda sesuai kesepakatan,” tambah pria berkacamata itu. Irwan Sunarto, UKM yang berhasil go retail di Indomaret Bali mengaku mempersiapkan terlebih dahulu usahanya agar bisa menjadi bagian dari Indomaret. Mulai dari perijinan hingga kesanggupan memenuhi permintaan kebutuhan dari Indomaret, yang notabene memiliki banyak sekali gerai di Bali. “Kami memilih untuk mengirim sendiri produk kami. Karena produk kami itu tidak tahan lama jadi kami yang tahu bagaimana cara menanganinya. Untuk menjaga konsistensi, tim saya selalu berkeliling mengecek ketersediaan barang di pasaran. Kami juga membuat jadwal pengiriman berdasarkan wilayah,” ungkap Irwan. Dalam kesempatan yang diberikan, Iwan berkali-kali menegaskan kalau konsistensi dan komitmen menjaga kualitas adalah kunci usaha Pia Cemerlang agar bisa bertahan sampai saat ini. Ditambah dengan kerja keras dan kejujuran. Sama seperti 3 serial KIAT sebelumnya, acara juga diisi dengan acara tanya jawab dan kuis. Acara yang berlangsung pukul 14.00 – 16.00 WIB ini diikuti sekitar 140 partisipan yang begitu antusias. (EGI)
10 Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 Sajian Utama Banyak Bertanya, Tingkatkan Usaha KIAT Seri 2 Mareta Simanungkalit_Dapur Rulye’s_Medan Apakah semua data yang diberikan kepada Go-biz dilindungi dan aman? Kita sangat menjaga yang namanya data privacy pelanggan. Sekarang mungkin Bapak Ibu yang jualan di Go-food sudah tidak bisa lagi menghubungi pelanggan secara langsung, begitu pun juga restoran. Tapi untuk restoran / mitra UKM, nomor handphone akan ditampilkan di halaman pencarian pelanggan. Misalnya bapak ibu itu diminta data seperti KTP, data-data sensitif seperti pencairan dana dan lain-lain itu memang tersimpan dan terjaga oleh Go-food. (Sarah Lucia, Go-Food) Sebenarnya penentuan itu bergantung pada penentuan harga jual awalnya. Kita mau profit berapa %. Misalkan modal produksi 100 kemudian HPP (Harga Pokok Penjualan) kita 110%, ya itu sudah pasti tipis banget dan nggak mungkin kita buat promo. Bisa kita tinggikan jadi 150% atau 200%. Jadi kita masih bisa profit apabila kita adakan promo di 20-30%. Masalah HPP, itu terkait dengan harga pokok dari barang, ini memang menjadi permasalahan di semua bisnis, jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak bisa buat promo selama kita bisa menyiasatinya. (Sonny Arca, Martabak Pizza Orins) Semenjak pandemi makin banyak orang beli itu banyak sekaligus, mungkin karena dirumah saja, bareng sama keluarga. jadi belinya tidak cuma satu atau dua bisa juga sampai empat. Mungkin kita bisa bikin promo-promo bundling, gabungkan menu utama dengan menu tambahan atau bahkan dengan minuman. Kalau di Go-Food sendiri kita memang ada pembagian hasil. Per tanggal 25 kemarin (Januari) memang kita ada pola pembagian hasil baru. Jadi bukan 20% lagi, tapi 12% plus Rp 5.000. Rp5.000 akan dialokasikan untuk tambahan subsidi saat ada promo. Dengan skema komisi yang baru ini, bapak-ibu akan mendapatkan subsidi yang jauh lebih besar. Misalnya bapak-ibu biasa mendapatkan subsidinya 20% - 30%, nanti akan ada peningkatan sekitar 15 % sampai 20%. Jadi itu adalah keuntungannya ya. Kita skemanya masih baru banget 12% + Rp 5.000. Untuk yang baru mendaftar. Tapi tenang aja buat yang sudah lebih dulu jadi partner GoFood itu tidak ada perubahan sampai sekarang masih 20%. (Sarah Lucia, Go-Food) Kalau di Go-Food sendiri kita memang belum mewajibkan hal itu. So far untuk mendaftar di Go-Food hanya butuh KTP dan juga scan nampak depan buku rekening. Buat apa diminta nomor buku rekening, untuk nanti transfer pencairan dana. (Sarah Lucia, Go-Food) Jadi kalo memang sudah lama vakum biasanya sih restoran itu kita kategorikan tutup gitu. Apalagi kalo tidak ada transaksi. Untuk mengaktifkanya kembali, bapak-ibu bisa kirim email ke mitra usaha mitrausaha@ gojek.com. Nanti bapak-ibu, sertakan nomor handphone yang pernah terdaftar sebelumnya, dan minta diaktifkan kembali. Tips dari saya mending buat baru, biar lebih cepat. Tapi memang tidak bisa dengan KTP yang sama, jadi harus menggunakan KTP yang berbeda gitu. (Sarah Lucia, Go-Food) Ebit Supardi_Mie Barokah.Ina_Jambi Bagaimana kiatnya agar tetap bisa ikut promo diskon, dan apakah kalau sudah gabung Go-food ada pembagian hasil antara pengusaha dengan pihak Go-food? Apakah produk harus memiliki kriteria khusus atau harus punya ijin usaha untuk menjadi mitra Go-Food? Retno Ika_Sari Jaya_Badung Bali Indri_Dapur Bunda Indri_Ungaran Saya sudah ada go-Biz, kenapa tidak bisa dibuka ya? Bagaimana cara mengganti nomor kontak? Dan bagaimana cara mengaktifkan akun Go-Biz yang sudah lama vakum?
Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XVIII / 2021 11 Sajian Utama Dwi Yani-Dyani Cake-Kab.Mojokerto Bagaimana untuk pelayanan komplain dari customer jika ada kerusakan waktu pengiriman? Kalau untuk menangani keluhan mungkin saya bagi di beberapa titik. Pertama yaitu yakinkan pelanggan bahwa di tempat kita telah menjalankan SOP dengan benar. Jadi sebelum diberikan kepada driver, pastikan kalau barang sesuai dengan pesanan, bersih, dan rapi. Yakinkan bahwa packaging kita sudah memenuhi standar keamanan dalam pengiriman. (Sonny Arca, Martabak Pizza Orins) KIAT Seri 3 Herman Adistya_Martabak Mini Viral_Jakarta Apa saja parameter dalam membuat kemasan martabak atau makanan siap saji lainnya, agar saat tiba dirumah pelanggan dalam kurun waktu tertentu masih tersaji hangat dan enak untuk dimakan? Kemasan untuk isolir panas yang paling baik ialah menggunakan kemasan yang tidak ada lubang udaranya. Dan agar bisa bertahan lama juga bisa dibungkus dengan alumunium. Itu udah solusi paling tepat untuk membungkus makanan agar tetap panas. Sekarang sudah banyak pouch-pouch dari alumunium yang bisa menahan agar suhunya tetap panas atau tetap dingin. (Kankan Kasmana, Dosen Universitas Telkom) Yuli Meryati_ Yulim Cake_Palembang SumSel Untuk kemasan produk apakah boleh mencantumkan foto owner? Boleh, tidak ada larangan. Tapi harus juga jaga-jaga, jangan sampai foto owner itu melabelkan agama tertentu, itu akan berdampak kepada konsumen. Jadi jangan pernah memakai embel-embel itu yang pertama. Yang kedua, misalkan kita punya foto yang bagus dan kita merasa sangat percaya diri dan merasa cantik atau ganteng, silakan. Tapi kalau tidak terlalu fotogenik, jangan dipaksakan. Atau foto pemiliknya dibuat jadi ilustrasi, itu lebih menarik. Terkecuali produk bapak/ibu sudah sangat punya nilai kesejarahan yang cukup tinggi. Tapi bukan tampilan KTP ya. Tidak ada larangan, tapi hati-hati saja. (Jerremy Agustaf, Praktisi Virtus pack) Oke, menarik ya, Misalkan tadi untuk produk tradisional, gunakan saja kemasan yang tradisional yang sudah ada sebelumnya. Seperti yang saya bilang, dalam penelitian saya di Sunda saja ada lebih dari 40 jenis kemasan, itu baru di sunda belum di Jawa lainnya. Kemudian bagaimana untuk kalangan 35 tahun ke atas perempuan. Secara filososfi umur 35 tahun keatas itu sudah mulai memikirkan kembali pulang. Maksud dari kembali pulang ini adalah kerinduan akan masa lalu gitu. Jadi, kenapa sih orang berumur suka pulang kampung. Artinya kalau kita punya makanan tradisional itu mengingatkan kembali pada masa kecil mereka itu sudah sangat cocok kalau menurut saya. Tinggal bagaimana kemasanya untuk mengingatkan mereka kembali pada masa kecil. Saya inget banget waktu itu saya ke Jakarta, beli oleh-oleh yang dibungkus pake besek. Dan orang yang umurnya sudah 35 tahun, pemikirannya sudah lebih dewasa. Sudah ingin menghadirkan nuansa romantisme kehidupan mereka. Karena orang Indonesia tuh romantis sebenarnya. (Jerremy Agustaf, Praktisi Virtus pack) Nur Hidayah_De Cake House_Depok Kami adalah rumah produksi kue tradisional, Kami ingin produk kami terlihat Indonesia banget dan target market kami perempuan usia 35 tahun ke atas, yang saya ingin tanyakan bagaimana mengkolaborasikan kesan nasionalis dengan selera market yang berusia 35 tahun ke atas dalam desain dan pemilihan kemasan ramah lingkungan?
Sajian Utama 12 Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 Rahman_JasmanFriedChicken_Bangkinang,Riau Saya pedagang ayam goreng gerobak kaki 5, saat ini saya menggunakan kemasan kertas dalam kantong plastik (asoy), untuk pengembangan kemasan yang lebih ramah lingkungan apa bahan yang lebih baik? Nah untuk produk ayam goreng, sebenarnya kan tidak terlalu basah, hanya akan teralu berminyak. Kalau di kita di Virtus Pack ada produk dari bags atau dengan paper lunch box. Nanti bapak bisa lihatlihat di Instagram kita atau bisa kontak ke team kita, bahan apa sih yang lebih cocok, biasanya kita bisa memberikan solusi juga. Memang ya kemungkinan sih bisa bags atau paper, pilihanya banyak. Pilih saja yang materialnya dasarnya adalah kertas. (Kankan Kasmana, Dosen Universitas Telkom) Risqi Tri Utomo : Risqi_Roti Tawar_Pasuruan. Tadi Pak Kankan menjelaskan bahwa kemasan yang ramah lingkungan adalah kemasan yang berbahan kertas, daun dll, pertanyaanya adalah bagaimana jika saya mempunyai produk roti tawar dengan mengunakan kemasan ramah lingkungan malah bisa mempercepat umur simpan? Apakah tetap saya pertahankan ? atau ada tips and trik agar umur simpan produk tetap lama dengan kemasan ramah lingkungan. Jangan dipaksakan, tapi menurut saya juga masih banyak bahan yang aman untuk lingkungan yang bisa menjaga umur simpan makanan. Bahan alami juga di satu sisi itu menunjukan kecerdasan kuliner dari suatu daerah, tapi di satu sisi lain memberikan aroma pada si makanannya itu. Di Sunda tuh ada dodol pake daun jagung. Peuyeum yang dibungkus daun jambu. Intinya kemasan itu harus memberi kekhasan untuk produk kita. Kalo misalkan kita niatnya mau eco friendly bisa juga dengan cara membuang sampah pada tempatnya, atau yang kedua jangan men-double plastiknya. Karena selain hemat, bisa mengurangi jumlah plastiknya juga. Misalkan bapak / ibu mau mencoba bahan yang ecofriendly, coba kecil-kecilan terlebih dahulu.(Kankan Kasmana, Dosen Universitas Telkom) KIAT Seri 4 Ini penting diperhatikan, dengan suatu format pasar modern apalagi mini market. Itu ada keterbatasan dalam jumlah space. Kami mohon maaf tidak bisa mengakomodir semua karena keterbatasan itu. hal ini menyebabkan persaingan menjadi lebih ketat. Hanya saja memang sudah ada brand-brand industri yang sudah kuat di lapangan, Ini menjadi challenge atau tantangan bagi UKM apakah mau bersaing dengan brand industri tertentu atau tidak. Karena kami memperlakukan kurang lebih sama. (Purwanto Wahyudi, Indomaret) Oktabella _Palembang Bagaimana KIATnya agar usaha kita bisa konsisten menyuplai produk ke Indomaret? Kalau mau konsisten, kita harus sering kontrol barang di pasaran. Biar jangan sampai barang kosong di toko. Kalau keseringan kosong, nanti lama-kelamaan orang akan malas mencarinya. Serta menjaga kualitas, itu yang paling utama. Sering juga mengecek tanggal kadaluarsa dan mengecek masih layak tidak untuk dijual. Alhamdulillah saat pandemi seperti sekarang ini usaha kita jadi masih bisa terus berjalan. Ini konsisten yang saya lakukan. (Irwan Sunarto, Piya Cemerlang) Gwen Susanto, Roti Rama, Surabaya Apakah produk roti UMKM atau bukan industri akan sulit untuk masuk ke Indomaret?
Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 13 Resep
Info UKM 14 Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 Flying with UKM.. begitulah cara tim sales Bogasari area Bogor untuk mempromosikan UKM mitra Bogasari di wilayahnya. Seminggu sekali, mereka berkunjung untuk live baking di tempat UKM dan menayangkan di Instagram (IG) @bogasaribakingcenter_bogor. “Di tengah pandemi yang masih belum tahu sampai kapan berakhirnya ini, kami ingin membantu UKM mempromosikan usahanya. Sempat diskusi dengan beberapa pihak, tercetuslah ide ini. Dan beberpa UKM sudah langsung siap jadi tuan rumah,” ucap Toto, Koordinator Sales Area Bogor. Toto dan tim mulai live baking bersama UKM sejak awal Februari 2021. Mereka jadwalkan siaran langsung setiap Rabu sekitar pukul 10 pagi. Durasi tayang minimal 30 menit, tergantung proses pembuatan resep produk si UKM. UKM yang pernah live baking bersama tim Bogor selama ini diantaranya adalah Tandi’s Bakery (bolu lilit), Mie Ayam Tunggal Rasa Wardoyo (Mie Bakar), Elsari Brownies (Pie Susu Lembang), Muna Donat Susu (Donat Susu Frozen), dan masih ada lagi. “Makanan yang dibuat adalah makanan yang unik dan khas milik mitra UKM Bogasari. Jenis makanannya apa saja selama masih menggunakan bahan dasar tepung terigu. Saat live, kita juga ada tanya jawab, biar lebih interaktif, ” jelas Toto. Secara garis besar ada 4 kriteria pemilihan UKM untuk tayang di IG BBC Bogor ini, yakni jenis produk, kebersihan tempat produksi, inovasi produk, dan tentunya sudah terdaftar sebagai anggota Bogasari Mitra Card (BMC). Selain kriteria di atas, sebaran wilayah pun menjadi pertimbangan dalam pemilihan UKM. “Untuk UKM, kita rotasi rutin berdasarkan 5 kluster wilayah yang sebelumnya sudah kami bagi. Kami usahakan bergilir secara berurutan. Kami yakin banyak UKM menarik di Bogor dan sekitarnya,” tambahnya. Beberapa UKM pun mengaku setelah mengadakan live baking bersama tim sales Bogasari aktivitas pengunjung di IG mereka naik sekitar 19% dibanding sebelum melakukan live baking. Untuk UKM yang ingin dikunjungi dan live di IG BBC Bogor dapat menghubungi Tim Sales Bogasari melalui DM (Direct Message) ke IG @Bogasaribakingcenter_bogor. Hasil Kunjungan Tidak hanya tim Bogasari Bogor yang promosikan UKM di IG BBC. Tapi juga Medan, Samarinda dan beberapa daerah lainnya. Sebagai contoh Baker BBC Medan dan Samarinda yang sekarang lebih banyak kunjungan lapangan, mengabadikan beberapa momen spesial. Bisa berupa foto maupun video yang dIunggah di IG@bogasaribakingcenter_medan dan @samarinda_ bogasaribakingcenter. Ada Jupiter di Medan dan Yoko di Samarinda . “Untuk Medan, kita belum melakukan secara live. Lebih ke posting foto dan video yang menarik saat kunjungan. Karena tidak live, waktunya bisa lebih fleksibel,” kata Jupiter. Sedikit berbeda di Samarinda, Yoko terkadang menjadwalkan untuk mengambil video saat UKM atau dirinya melakukan trial produk dan mempublikasikan beberapa jadwal bazaar Ramadan di Samarinda. Jadi tidak hanya posting kegiatan produksi dan aktivitas toko. Menurut kedua baker ini, UKM yang usahanya dipublikasikan di IG BBC merasa happy. Bahkan beberapa UKM tidak sabar menanyakan kapan foto usahanya akan di-publish. “Sejauh ini UKM merasa happy, ketika usahanya kita promosikan di IG BBC. Bahkan ada beberapa kegiatan kita di UKM yang belum sempat saya publish. Beberapa juga menanyakan kapan usahanya akan dikunjungi kembali oleh mereka,” ucap Yoko. Beragam cara diupayakan tim sales Bogasari untuk bantu promosi UKM di wilayahnya. Apalagi di era digital seperti sekarang ini, pilihan promosi melalui media sosial cukup efektif. Inilah bagian dari strategi kemitraan UKM Bogasari yakni tumbuh bersama. Makin tenar jualan pun makin bersinar. (EGI) Mengudara Bersama UKM
Info Bogasari Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 15 Mempersiapkan datangnya bulan Ramadan 1442 H, Bogasari kembali memberikan bantuan seperangkat alat produksi roti dan pelatihan baking ke pondok pesantren (Ponpes). Kali ini giliran Pesantren Motivasi Indonesia (PMI) yang berlokasi di Jalan Istana Yatim RT03/RW01, Burangkeng, Bekasi, Jawa Barat. Seperangkat peralatan baking diserahkan 8 Februari 2021 dan dilanjutkan dengan pelatihan keesokannya. “Alhamdulillah, oven, mixer, dan beberapa alat lainnya sudah kami kirimkan tanggal 8 Februari lalu dilanjut pelatihan membuat roti manis, donat, dan roti goreng,” ungkap Narto, baker Bogasari. Sebanyak 5 santri terpilih untuk mengikuti pelatihan yang berlangsung sejak pukul 09.00 -15.00 itu. Esok harinya, mereka pun mulai produksi donat dan roti goreng untuk dijual di area pesantren dan sekitarnya. Produknya dijual dengan harga Rp 2.500 untuk toping gula halus, dan Rp 4.000 untuk toping cokelat. Dalam sehari mereka sudah mampu menghabiskan 2 kg tepung terigu Bogasari. “Terkadang mereka juga menjualnya kepada orang tua santri yang datang berkunjung. Bahkan di waktu-waktu tertentu mereka juga produksi mie,” tambah Narto. Tidak hanya santri dari PMI yang mendapat pelatihan dari Bogasari. Santri di Ponpes Sambut Ramadhan Bogasari Ajak Santri Usaha Roti As-Salam, Bogor juga mendapat pembaruan pengetahuan dari Bogasari. Setelah diberikan peralatan produksi roti tahun 2019, ini kali ke-4 Narto bersilaturahmi sekaligus memberikan pelatihan di Ponpes yang berlokasi di kaki Gunung Putri itu. “Awal Februari, kami memang datang ke sana untuk bersilaturahmi, sekaligus menanyakan perkembangan usaha mereka. Ternyata mereka ingin ada penambahan varian produk. Jadi, saya adakan pelatihan kembali,” ucapnya. Selama ini, Ponpes As-Salam memang sudah rutin produksi. Dalam seminggu produksi 2-3 kali. Sekali produksi menghabiskan 5 kg terigu Segitiga Biru atau mencapai 40-50 kg per bulannya. Harga roti dan donat yang dijual juga sama dengan PMI yakni di kisaran Rp 2.500. Bantuan alat produksi roti ini memang sengaja diberikan Bogasari agar para santri bisa mandiri setelah lulus dari pondok pesantren. Selain itu, dengan adanya pelatihan kali ini para santri diharapkan bisa berinovasi dan menutupi permintaan yang biasanya melonjak di bulan Ramadan. “Semoga para santri bisa mandiri dan terus berkreasi, karena Ramadan kali ini tidak seperti tahun kemarin yang cenderung sepi karena pandemi. Tahun ini, ekonomi sudah mulai bangkit dan kemungkinan permintaan produk pada Ramadan tahun ini akan lebih ramai dari tahun lalu. jadi harus dipersiapkan,” pungkas Narto, baker jebolan Bogasari Baking Center Jakarta ini . (EGI)
Kisah Sukses 16 Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 Menjadi seorang transmigran bukan halangan untuk bisa hidup mapan. Dan menjadi transmigran tidak melulu bekerja di sektor pertanian atau perkebunan. Itulah motto perjuangan hidup Suryanto, seorang juragan roti di Pontianak, Kalimantan Barat yang merupakan keluarga transmigran asal Ambarawa, Jawa Tengah. Tahun 1984, Suryanto yang baru kelas 2 SD terpaksa putus sekolah karena harus ikut orang tua dalam program transmigrasi dari pulau Jawa ke pulau Kalimantan. Di usia yang baru 13 tahun, ia pun menjadi buruh di pabrik kerupuk. 10 Tahun menimba ilmu di sana, Suryanto mulai buka usaha kerupuk sendiri. Akhirnya di tahun 2002 pria yang tidak lulus SD ini memutuskan buka usaha roti. Usahanya terus berkembang dengan merek Teguh Karya Bakery. Saat kondisi normal, usaha rotinya bisa menghabiskan sampai 25 ton tepung terigu Bogasari dalam sebulan. Ia bahkan memasok roti untuk maskapai penerbangan. “Saya anak ke 4 dari 5 bersaudara. Waktu itu saya masih kelas 2 SD, ibu saya seorang petani transmigran. Pindah ke sini ke Pontianak,” ungkapnya. Walau harus putus sekolah dan bekerja serabutan, Suryanto tidak pernah putus harapan untuk bisa hidup mapan. Suryanto yang sejak usia 5 bulan sudah ditinggal meninggal ayahnya, selalu yakin pasti ada jalan jika kita punya kemauan. Memasuki usia remaja, rasa tanggung jawab terhadap keluarganya semakin besar. Hampir setiap hari ia banting tulang, bekerja keras untuk membantu ibunya membeli beras. Sekitar tahun 1990 Suryanto memilih bekerja dan menimba ilmu di sebuah pabrik kerupuk di Pontianak. Setelah sekitar 10 tahun bekerja, ia merasa cukup ilmu dan coba peruntungan dengan membuka usaha kerupuk sendiri di Kalimantan Tengah. Peruntungannya sebagai pengusaha kerupuk hanya bertahan 2 tahun. Ia pun memutuskan kembali ke Pontianak dan banting stir jadi pengusaha roti. Dengan modal sisa-sisa dari usaha kerupuk ia mengontrak sebuah tempat untuk dijadikan dapur produksi. “Buka usaha roti ini tahun 2002. Awalnya habis terigu 5 kg, 10 kg terus naik terus. Kita hanya produksi roti pia kacang hijau. Yang mengerjakan saya, istri dibantu 2 karyawan. Tapi saya dan istri yang lebih banyak mengerjakannya. Ngalos juga saya yang kerjakan,” papar pria berkumis tebal ini. Bisa dikatakan, Suryanto adalah orang awam yang ingin memulai usaha roti. Karenanya di awal usaha ia menggunakan tepung terigu apa saja untuk membuat roti. Mulai dari Segitiga Biru, Lencana Merah, Kunci Biru hingga Cakra Kembar. Yang penting ada terigu untuk membuat roti. Walau demikian, pria yang tidak tamat SD ini tetap menekuni usaha barunya yang diberi nama “Teguh Karya”. Sesuai dengan nama anak pertamanya Teguh Siswantoro yang juga merupakan gambaran semangat hidup Suryanto yang teguh dalam berusaha. Berkat keteguhannya di tahun ke-3, Suryanto bisa membeli ruko untuk dijadikan tempat produksi. Teguh Karya Bakery Dari Transmigran Jadi Juragan Roti
Kisah Sukses Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 17 Belajar di BBC Selama 4 tahun Teguh Karya bertahan dengan hanya membuat roti pia kacang hijau. Semangat berkarya dalam dirinya berontak, Ia tak bisa bertahan dengan keadaan seperti itu. Sekitar tahun 2005-2006, Suryanto pun terbang ke Jakarta untuk mengikuti kursus membuat roti di Bogasari Baking Center (BBC) Tanjung Priok, Jakarta Utara. Suryanto berlatih selama 2 hari untuk membuat aneka roti seperti roti isi srikaya, roti isi cokelat, donat dan lain-lain. Ia pun belajar mengenai bahanbahan yang baik untuk memproduksi roti. “Ada kemajuanlah setelah belajar dari BBC. Kita jadi tahu tepung yang baik untuk membuat roti, yakni tepung terigu Cakra Kembar dan bagaimana cara mengembangkan resep dari rotinya. Banyak kemajuan pokoknya,” akunya seraya mengucap syukur. Varian rasa yang diproduksi Teguh Karya Bakery semakin banyak. Saking banyaknya, ia pun tidak hapal. Diantaranya roti pia kacang hijau, pia cokelat, srikaya, cokelat, pisang cokelat, blueberry, hamburger, roti jhon, roti bakar bandung, dan masih banyak lagi. Tak jarang Suryanto membuatkan pesanan dari hotel-hotel dan beberapa perusahaan maskapai penerbangan. Makanya semua ijin usahanya sudah lengkap, terutama dari MUI, dinas kesehatan, dan dinas lingkungan. Investasi Alat Setelah sukses berinovasi, permintaan roti produksi Teguh Karya Bakery terus meningkat. Alhasil tahun 2011, ayah 3 anak ini mulai investasi beberapa mesin besar pembuat roti. “Waktu itu ada orang Bogasari yang nengok ke tempat produksi, terus menyarankan agar menggunakan mesin, biar produksinya lebih efektif dan efisien. Dari situ saya kepikiran dan mulai mengumpulkan untuk membeli mesin,” ungkapnya. Yang pertama dibelinya mesin packing dari Surabaya. Kemudian merambah ke mesin mixing, cetak, dan banyak lagi. Semuanya bertahap sesuai dana yang ada. Alhasil produksinya meningkat drastis. Tahun 2017, Teguh Karya Bakery mampu menghabiskan 40 sak / 1 ton terigu Cakra Kembar dalam 1 hari atau sekitar 1000 sak atau 25 ton per bulan. Karena pandemi, produksinya menurun sekitar 20-25%. Jadi dalam sehari hanya bisa menghabiskan sekitar 30 sak terigu Cakra Kembar atau 800 sak per bulan, yang sama dengan 20 ton per bulan. Suryanto bersyukur, banyak yang ingin terlibat mengembangkan usahanya. Bahkan kakak, adik dan beberapa saudaranya turut membantu langsung dalam pengembangan dan distribusinya. Sehingga penyebaran produknya sudah meliputi seluruh wilayah Kalimantan Barat dan beberapa wilayah di Kalimantan tengah.“Paling murah roti buatan kami dijual dengan harga Rp 2.000 dan yang paling mahal Rp 15.000,” ucap pria berusia 45 tahun ini. Guna mencukupi kebutuhan pasar, ia memperkerjakan 19 karyawan produksi yang terdiri dari 16 pria dan 3 perempuan. Ada yang merupakan warga sekitar, ada juga yang berasal dari Pulau Jawa. Untuk karyawan perantau, Suryanto sengaja menyediakan tempat tinggal dan beberapa fasilitas untuk mereka gunakan. Mereka mulai produksi sekitar jam 6 pagi hingga jam 5 sore, setiap harinya. Terkecuali Minggu, sengaja untuk istirahat karyawan dan berbagai kegiatan syukuran. “Hari minggu sengaja saya liburkan produksi. Kami ganti dengan kegiatan keagamaan agar usaha makin berkah. Alhamdulillah, usaha ini bisa bermanfaat bagi keluarga saya dan warga sekitar. Kami juga ada garasi serba guna yang bisa dimanfaatkan warga jika ada keperluan,” jelasnya bangga. Suryanto tidak ragu membeberkan rahasia suksesnya. Pertama harus semangat dan kedua harus jujur. “Jujur itu yang utama bagi saya. Apapun risikonya kalau kita jujur, Insya Allah, Allah pasti kasih jalan terbaik untuk kita,” ucap pria yang sedang menunggu waktu untuk berangkat ibadah haji ini. (EGI/REM)
18 Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 Kisah Sukses Dari hobi menjadi duit. Mungkin pepatah ini sudah sering kita dengar dan tidak sedikit fakta yang menjadi bukti nyata. Satu diantaranya adalah Fenny Florentini, mitra UKM Bogasari yang banting setir dari karyawan perusahaan kontraktor menjadi juragan roti. Sabrina Bakery itulah usaha yang dirintisnya 5 tahun lalu di Kota Balikpapan , Kalimantan Timur. Fenny berhasil membuktikan hobinya membuahkan hasil gemilang. Dalam waktu 5 tahun , usahanya berkembang pesat dari hanya pakai 3-5 kg tepung terigu Bogasari per hari menjadi 175 kilogram. Dulu kala semasa gadis, Fenny bekerja sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan kontraktor di Balikpapan. Sejak menikah dengan Heriyanto, ia pun memutuskan untuk berhenti bekerja dan memilih untuk mengembangkan hobinya di dunia memasak. Jadilah ia seorang pengusaha katering di wilayah Balikpapan. Tahun 2015 Fenny kembali mengembangkan hobi memasaknya dengan merambah dunia roti. “Tepatnya bulan Agustus 2015, saya beralih menjadi pengusaha roti,” ungkapnya seraya mengenang masa lalu. Usut punya usut, selain mengembangkan hobi, ada 4 alasan Fenny lebih memilih berusaha roti dibandingkan katering. Alasan pertama karena sudah memiliki beberapa alat produksi roti. Kedua, merasa lebih mudah mempelajari roti. Ketiga, bahan-bahan yang dibutuhkan lebih mudah untuk dicari, dan terakhir ialah karena roti lebih bisa tahan lama jika dibandingkan dengan masakan untuk katering. “Daya tahan bahan dasarnya dan produk jadinya berbeda. Kalau usaha katering bahan-bahannya lebih cepat basi, sedangkan usaha roti bahan dan produknya bisa tahan hingga 4 hari,” ulasnya. Ia pun memberi merek usaha rotinya “Sabrina Bakery” sesuai dengan nama anak pertamanya. Di awal usaha, ia dibantu 2 orang karyawan dan menghabiskan 3-5 kg tepung Bogasari per harinya untuk membuat roti dengan rasa coklat lumer. “Varian pertama yang saya buat adalah cokelat lumer. Karena penggemar cokelat lumer banyak. Bisa buat kalangan anak-anak sampai orang dewasa,” jelasnya. Sekitar tahun 2019 Sabrina Bakery mulai merambah 5 Tahun Raih Sukses Sabrina Bakery
Wacana Mitra * Edisi 237/ Tahun XIX / 2021 19 Kisah Sukses cookies dan dessert. Dalam inovasinya, wanita tamatan SMA ini biasanya hanya mencoba-coba sendiri di dapur tempat ia biasa berproduksi. Tapi tak jarang ia juga menonton Youtube atau mengunjungi toko roti di mallmall untuk melihat produk apa yang sedang tren di wilayah Balikpapan. “Kita pakai terigu Segitiga Biru untuk cake, Kunci Biru untuk cookies, dan Cakra Kembar untuk roti. Kita pakai tepung produksi Bogasari semuanya. Saya konsisten memakai tepung produksi Bogasari karena saya sudah tahu hasil produknya. Rotinya jadi lebih lembut, sesuai dengan motonya Sabrina Bakery, ‘Kelembutan dimulai dari sini’,” aku wanita ini. Kini 5 tahun berjalan, usaha Sabrina Bakery makin melejit. Selain memiliki tempat produksi dan outlet penjualan sendiri yang terpisah dari rumah, jumlah karyawannya sudah 10 orang. Bahkan konsumsi tepung terigu Bogasari per harinya naik 35 kali lipat, menjadi 7 sak atau 175 kg. Ada sekitar 30 varian produk Sabrina Bakery yang terpampang di gerainya yang terletak di Perumahan Ibadurahman Blok D No.1, Jl. Indrakila Gg. Swadaya No.RT.02, Gn. Samarinda, Kec. Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Untuk roti manis, rasa cokelat lumer, tiramisu, crunchy menjadi rasa yang paling banyak dibeli di kalangan anak-anak. Sedangkan roti rasa kacang hijau dan kelapa lumer favoritnya pelanggan yang sudah cukup umur. Yang menjadi favorit semua kalangan untuk jenis roti gurih adalah roti pizza konde dan roti pizza bulat “Selain jualan secara offline di outlet ini, kami juga memasarkannya melalui online di Instagram @ Sabrinabakerybalikpapan. Untuk Facebook @Sabrina Bakery Balikpapan atau Fenny Florentini Ummu Sabrina. Bisa juga langsung pesan melalui WA (Whats App) di 081350263533. Kami juga terbuka untuk siapa saja yang mau menjadi re-seller produk Sabrina Bakery. Roti, cookies, dan dessert Sabrina Bakery dijual dengan rentang harga mulai Rp 16 ribu sampai Rp 60 ribu,” jelasnya antusias. Untuk menjadi re-seller, Fenny memberikan syarat rotinya tidak boleh dijual lebih dari 2 hari setelah diterima. Jika tidak habis dalam waktu tersebut, jadi tanggung jawab dan risiko dari re –seller tersebut. Kebijakan ini diterapkan demi menjaga kualitas dan nama baik Sabrina Bakery. “Total ada 22 re-seller resmi yang terdaftar di manajemen Sabrina Bakery, yang terjauh ada di Buntok Kota, Kalimantan Tengah,” ucapnya. Walau sudah bisa dikatakan sukses, ibu 4 anak ini tetap ingin terus mengembangkan usahanya, yakni dengan membuat outlet yang lebih besar di pinggir jalan. Ia pun bersyukur, suami dan anaknya mendukung penuh rencananya ini. Bahkan, Sabrina atau anak pertamanya sudah mulai terjun mengurusi langsung pengembangan usaha. “Ya Alhamdulillah sampai saat ini suami tetap mendukung usaha saya. Dan bersyukur sekali, anak saya yang pertama juga sudah terjun di Sabrina Bakery. Dia yang bagian mengurus administrasi, saya hanya memantau dari belakang,” tuturnya penuh haru. (EGI/ REM/DEO)
Ucapan Ramadhan