The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PEMBAHASAN SEHAT SAKIT

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fauzyaumar, 2023-07-24 09:02:00

TUGAS 1 KDPK

PEMBAHASAN SEHAT SAKIT

Tugas KeTerampilan Dasar praKTiK KebiDanan Di susun oleh: FAUZYA AL ADAWIA UMAR KELAS 1B DIII KEBIDANAN


KONSEP SEHAT Konsep sehat dari berbagai Penjabaran • Menurut WHO Konsep Sehat merupakan sehat jasmani dan rohani tanpa melibatkan unsur eksternal, Sehat berkaitan dengan lingkungan internal atau eksternal, sehat spritual, sehat mental. Serta sehat sebagai hidup kreatif dan produktif. • Menurut undang-undang Kesehatan pada pasal 1 konsep sehat merupakan merupakan keadaan keadaan sehat, baik secara fisik, mental, mental, spritual spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. • Menurut Penrkis konsep sehat yakni tubuh dapat atau mampu melakukan penyesuaian antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai faktor yang mempengaruhinya. • Yang terakhir yakni konsep kesehatan menurut pender yakni jika kita merasa puas.


KONSEP SAKIT • Menurut WHO Konsep sakit adalah penilaian seseorang terhadap penyakit sehubungan dengan pengalaman yang langsung dialaminya (bersifat subyektif). Penyakit adalah bentuk reaksi biologis terhadap suatu organisme benda asing atau luka (bersifat objektif). Seseorang yang menderita penyakit belum tentu merasa sakit dan sebaliknya orang mengeluh sakit padahal tidak ditemukan penyakit. • Konsep sakit menurut pernkis adalah keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang.


MODEL SEHAT SAKIT • Kontinum sehat sakit atau rentang sehat sakit Sehat dalam suatu rentang adalah tingkat kesejahtera individu pada jangka waktu tertentu, dimana individu berada dalam kondisi sejahtera yang optimal, dengan kualitas energi yang paling maksimum, sampai pada kondisi kematian, yang menandakan habisnya energi individu secara total (Neuman, 1990 dalam Maulana, 2014). • Model kesejahteraan tingkat tinggi adalah model kesejahteraan yang orientasinya ialah memaksimalkan potensi sehat yang ada pada setiap individu individu untuk mampu mempertahankan mempertahankan rentang rentang keseimbangan keseimbangan dan arah yang memiliki tujuan tertentu dalam lingkungan. Model ini berusaha untuk memajukan tingkat fungsi ke arah yang lebih tinggi, dimana individu mampu hidup dengan potensi yang paling maksimal, dan merupakan suatu proses yang dinamis, bukan suatu keadaan yang statis dan pasif. • Model agen-penjamu-lingkungan adalah model yang tingkat sehat sakit dari individu atau kelompok tersebut ditentukan oleh hubungan antara ketiga variabel yakni agen, penjamu dan lingkungan secara dinamis.


HUBUNGAN ANTARA SEHAT SAKIT DAN PENYAKIT • Perilaku sakit meliputi cara seseorang melihat kondisi dirinya sendiri • Hubungan antara sehat, sakit dan penyakit pada dasarnya merupakan hasil dari intraksi sesorang dengan lingkungan, sebagai bentuk dari keberhasilan maupun kegagalan dari berdaptasi dengan lingkungan serta akibatdari gangguan kesehatan kesehatan berupa ketidak ketidak seimbangan seimbangan antara faktorutama faktorutama penjamu dan lingkungan


TAHAPAN SAKIT • Mengalami gejala/ tahap transisi misalnya seperti kita percaya bahwa ada kelainan dalam tubuh, merasa tidak sehat, merasa timbul berbagai macam gejala, dan merasa ada bahaya. • Asumsi peran sakit(sick role) yakni penerimaan terhadap sakit , mencari kepastian kepada teman atau keluarga, mencari pertolongan dari profesi kesehatan • Kita merasa lebih baik • Kontak dengan pelayanan kesehatan • Ketergantungan terhadap pengobatan • Penyembuhan (rehabilitasi)


DAMPAK SAKIT 1. Emosi klien 2. Peran terhadap keluarga 3. Citra tubuh • Jenis perubahan • Kapasitas • Kecepatan perubahan • Dukungan yang tersedia 4. Konsep diri Apabila klien tidak mampu memenuhi harapan keluarga yang membuat konflik 5. Dinamika keluarga


DAMPAK DI RAWAT 1. Perubahan peran 2. Masalah keuangan seperti misalnya klien dari keluarga kurang mampu 3. Kesepian karena sendiri di ruang rawat 4. Perubahan kebiasaan sosial


Click to View FlipBook Version