i
ZAT ADITIF DAN
DAMPAKNYA BAGI
KESEHATAN
MATA PELAJARAN IPA
UNTUK SMP KELAS VIII SEMESTER GASAL
Penyusun : Umy Habibah, S.Pd.Si.
No.UKG : 201500802660
PENDIDIKAN PROFESI GURU
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
TAHUN 2021
ii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………………. iii
A. PENDAHULUAN ………………………………………………………………………………………….. 1
1
1. Deskripsi Singkat …………………………………………………………………………………….. 1
2. Relevansi ………………………………………………………………………………………………….. 2
3. Panduan Belajar …………………………………………………………………………………….. 4
B. INTI ………………………………………………………………………………………………………………… 4
1. Capaian Pembelajaran ………………………………………………………………………….. 4
2. Sub Capaian Pembelajaran ………………………………………………………………….. 5
3. Uraian Materi ………………………………………………………………………………………….. 5
6
a. Pengertian dan Fungsi Zat Aditif …………………………………………………….. 6
b. Jenis – Jenis Zat Aditif ………………………………………………………………………… 9
9
1) Pewarna ………………………………………………………………………………………… 10
2) Pemanis …………………………………………………………………………………………. 11
3) Penyedap ………………………………………………………………………………………. 11
4) Pengawet ……………………………………………………………………………………….
5) Pengental ………………………………………………………………………………………. 11
6) Pengemulsi ……………………………………………………………………………………..
c. Bahan Kimia Berbahaya yang Disalahgunakan Sebagai Zat 14
Aditif ……………………………………………………………………………………………………. 17
d. Dampak Zat Adiitif Pada Makanan dan Minuman Bagi 18
Kesehatan …………………………………………………………………………………………… 18
4. Forum Diskusi ………………………………………………………………………………………….. 19
C. PENUTUP ……………………………………………………………………………………………………… 23
1. Rangkuman ……………………………………………………………………………………………..
2. Tes Formatif ……………………………………………………………………………………………..
3. Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………………..
iii
1. Deskripsi Singkat
Ilmu Pengetahuan Alam atau sains adalah upaya sistematis untuk
menciptakan, membangun, dan mengorganisasikan pengetahuan tentang gejala
alam. Upaya ini berawal dari sifat dasar manusia yang penuh dengan rasa ingin
tahu. Rasa ingin tahu ini kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dalam
rangka mencari penjelasan yang paling sederhana namun akurat dan konsisten
untuk menjelaskan dan memprediksi gejala-gejala alam.
Hasil dari penyelidikan ini umumnya membawa ke pertanyaan lanjutan
yang lebih rinci dan lebih kompleks. Kegiatan penyelidikan ini memerlukan
teknologi yang tersedia yang pada akhirnya akan mengasilkan teknologi terbaru.
Di lain pihak, dari kegiatan penyelidikan pada akhirnya dihasilkan teknologi yang
lebih baru. Dengan demikian, Ilmu Pengetahuan Alam layak dijadikan sebagai
wahana untuk menumbuhkan dan menguatkan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan secara terus- menerus pada diri siswa di berbagai jenjang pendidikan.
IPA dalam kerangka kurikulum 2013 perlu dikembangkan sebagai
mata pelajaran berbagai makna memadukan aspek yaitu domain sikap,
pengetahuan, dan keterampilan, bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu.
Pendidikan ini berorientasi pada aplikatif, pengembangan kemampuan berfikir,
kemampuan belajar, rasa ingin tahu dan kemampuan sikap peduli dan tanggung
jawab terhadap lingkungan social dan alam. Konsep kimia merupakan bagian
dari keterpaduan konsep IPA pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Bahan
ajar ini membahas tentang Zat Aditif dan Dampaknya Bagi Kesehatan . Pokok-
pokok materi pada bahan ajar ini adalah Konsep definisi zat aditif, jenis-jenis zat
aditif yang ada di lingkungan sekitar, bahan kimia berbahaya yang
disalahgunakan sebagai zat aditif, dan dampak zat aditif pada makanan dan
minuman bagi kesehatan.
2.Relevansi
Bahan ajar ini disusun berbasis problem basic learning. Problem based
learning adalah kegiatan interaksi antara stimulus dan respons, merupakan
hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan. Lingkungan memberi
masukan kepada siswa berupa bantuan dan masalah, sedangkan sistem saraf
otak berfungsi menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga yang dihadapi
dapat diselidiki, dinilai, dianalisis, serta dicari pemecahannya dengan baik.
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 1
Bahan ajar ini disusun untuk mempersiapkan dan membekali peserta
didik sebagai insan yang hidup di abad 21. Selain itu, dijadikan sebagai proses
mengukur kemampuan peserta didik terkait pemahaman pentngnya zat aditif
daan dampak zat aditif pada makanan dan minuman bagi kesehatan dalam
kehidupan sehari-hari. Materi pada bahan ajar ini mengacu pada referensi-
referensi yang telah sesuai dengan kurikulum 2013.
3.Panduan Belajar
Sebelum Kamu menggunakan modul ini, sebaiknya Kamu 2
membaca panduan belajar ini. Mengapa diperlukan? Karena ibarat
kamu mengunjungi pameran buku, tentunya kamu akan mengunjungi
stand yang ada. Nah, agar tujuan tercapai dengan mudah, maka kamu
harus mengetahui peta pameran itu. Begitu juga bahan ajar ini, jika
kamu ingin mendapatkan manfaat yang optimal maka sebaiknya kamu
tidak melewatkan untuk selesai membaca panduan belajar ini.
Agar dapat mencapai penguasaaan yang optimal tentu
diperlukan peran aktif Kamu dalam mempelajari bahan ajar ini
diantaranya dengan membaca uraian materi, melaksanakan aktivitas
kegiatan, membaca rangkuman dan menjawab tes formatif yang
diberikan pada bahan ajar ini. Jika Kamu berhasil menjawab seluruh
pertanyaan dengan benar, makaKamu telah cukup menguasai bahan
ini. Jika masih ada beberapa jawaban yang salah, maka pelajarikembali
materi yang diberikan pada bahan ajar ini. Ketekunan dan kedisiplinan
dalam mempelajari dan mengerjakan semua tugas, latihan, dan tes
formatif yang diberikan akan sangat membantu Kamudalam mencapai
tujuan pembelajaran secara optimal. Secara rinci kajian dalam kegiatan
belajar ini memuat:
a. Uraian materi ajar yang mendeskripsikan pokok-pokok materi
minimal yang harus dikuasai oleh Kamu.
b. Ayo kita coba berisi aktivitas percobaan dan diskusi untuk semakin
memantapkan pemahaman terhadap materi.
c. Ayo diskusikan ini berisi suatu permasalahan ilmiah yang berkaitan
dengan konsep yang perlu untuk dipecahkan melalui kelompok
secara struktur dan sistematis.
d. Rangkuman yang disajikan agar Kamu mampu memahami garis
besar materi yang dipelajari.
e. Tes formatif yang diberikan sebagai sarana latihan untuk
mengukur penguasaan konsep Kamu setelah mempelajari materi
pada setiap kegiatan yang diberikan.
f. Daftar Pustaka disajikan untuk memberi informasi sumber belajar
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan
yang dapat Kamu gunakansebagai bahan pendalaman materi.
Selamat belajar, semoga Kamu memahami keseluruh materi yang
disajikan pada modul ini danbisa mengaplikasikan dalam kehidupan
sehari-hari.
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 3
1. Capaian Pembelajaran
KOMPETENSI DASAR
3.6 Menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan dan
minuman, zat adiktif, serta dampaknya terhadap kesehatan.
4.6 Membuat karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat
aditif dan zat adiktif bagi kesehatan.
2. Sub Capaian Pembelajaran
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Aspek Pengetahuan:
3.6.1 Mendefinisikan konsep zat aditif dalam bahan makanan
3.6.2 Menyebutkan jenis-jenis zat aditif dalam makanan dan minuman
3.6.3 Menjelaskan jenis-jenis zat aditif dalam makanan dan minuman
3.6.4 Mengidentifikasi macam- macam zat aditif pada suatu produk makanan
atau minuman
3.6.5 Menjelaskan dampak bahan kimia yang disalahgunakan sebagai zat
aditif pada makanan dan minuman.
Aspek Keterampilan:
4.6.1 Menyajikan hasil pengamatan jenis-jenis zat aditif dalam makanan dan
Minuman.
4.6.2 Membuat karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat aditif pada
makanan dan minuman bagi kesehatan.
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 4
3. Uraian Materi
Pernahkah Kamu pergi pasar dan menemukan
penjual jajanan khas nusantara? Bagaimana
pendapatmu tentang tampilan dan rasa makanan
serta minuman tersebut?. Agar memiliki warna
yang menarik dan rasa yang lezat, biasanya
penjual menambahkan zat tertentu pada
makanan dan minuman yang dijualnya.
Pada topik ini kamu akan mempelajari zat-zat
yang ditambahkan dalam makanan dan
minuman serta zat lain yang dapat menyebabkan
seseorang menjadi ketagihan.
Gambar 1. Jajanan Pasar
Sumber: https://www.gulalives.com
Za. Pengertian dan Fungsi Zat Aditif
at aditif atau zat tambahan makanan merupakan bahan yang
ditambahkan ke dalam makanan, baik pada saat mengolah,
memproses, mengemas atau menyimpan makanan tersebut.
Sedangkan menurut peraturan pemerintah no. 28 tahun 2004
tentang keamanan, mutu, dan gizi pangan, yang dimaksud bahan tambahan
adalah bahan yang dimasukkan ke dalam makanan untuk mempengaruhi
sifat dan bentuk pangan.
Fungsi zat aditif antara lain sebagai penyedap rasa, pewarna,
antioksidan, pengasam, pemanis, pengembang, dan pengawet bahan
makanan. Di indonesia sendiri, pemakaian zat aditif diatur oleh departemen
kesehatan, sedangkan pengawasannya diatur oleh direktorat jenderal
pengawasan obat dan makanan.
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 5
Tujuan penggunaan zat
aditif:
1) Untuk mempertahankan nilai
gizi makanan karena selama
proses pengolahan makanan,
ada zat gizi yang rusak atau
hilang.
2) Agar tampilan makanan lebih
menarik.
3) Agar makanan lebih tahan
lama disimpan.
4) Memberikan aroma dan rasa Gambar 2. Berbagai makanan menggunakan zat aditif
sedap pada makanan. Sumber: http://www.womenshealthmag.co.uk
5) Meningkatkan cita rasa.
b. Jenis – Jenis Zat Aditif
1) Pewarna
Pewarna adalah bahan yang ditambahkan pada makanan atau
minuman dengan tujuan untuk memperbaiki atau memberi warna pada
makanan atau minuman agar menarik.
Tabel 1. Contoh Pewarna
Warna yang Contoh pewarna Contoh pewarna buatan
dihasilkan alami
kunyit Tartrazine
Kuning Sunset yellow
Daun Suji Malachite Green
Hijau
Fast green
Merah Buah Naga dan Buah Carmoisine
Orange Stroberi Amaranth
Ponceau 4R
Wortel
eritrosin
Orange spice
Buah bit Daun Suji Kunyit
Gambar 3. Contoh bahan pewarna alami
Sumber: https://www.vemale.com/kesehatan
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 6
Zat pewarna yang sudah dilarang penggunaannya adalah rhodamin-B
(merah) dan methanil yellow (kuning). Kadangkala terdapat makanan dan
minuman yang menggunakan pewarna yang dilarang, namun tidak
menyantumkan jenis pewarnanya. Adapun yang menggunakan zat pewarna
namun hanya menyantumkan kode pewarna, maka kita harus lebih berhati-
hati.
Berikut tabel pewarna buatan/sintesis yang boleh digunakan
sebagai zat pewarna makanan dan minuman menurut KBPOM (Kepala
Badan Pengawasan Obat dan Makanan) No 37 Tahun 2013.
Tabel 2. Pewarna Sintesis yang aman digunakan
Nama Warna No. Batas Penggunaan
Indeks (mg/kg)
Carmoisine Merah 14720 50- 100
Erythtosine Merah 45430 100 – 200
Sunset yellow FCF Oranye 15985 100 – 200
Tartrazin Kuning 19140 100 – 200
Quineline yellow Kuning 47005 300
Fast green FCF Hijau 42053 100 – 200
Briliant Blue FcF Biru 42090 100 – 200
Indigocarmine Biru 73015 100 – 300
(indigotine)
Brown HT Coklat 20285 70
Berdasarkan sifat kelarutannya, zat pewarna makanan
dikelompokkan menjadi dye dan lake. Dye merupakan zat pewarna
makanan yang umumnya bersifat larut dalam air. Dye biasanya dijual di
pasaran dalam bentuk serbuk, butiran, pasta atau cairan. Lake merupakan
gabungan antara zat warna dye dan basa yang dilapisi oleh suatu zat
tertentu. Karena sifatnya yang tidak larut dalam air maka zat warna
kelompok ini cocok untuk mewarnai produk-produk yang tidak boleh
terkena air atau produk yang mengandung lemak dan minyak.
Tabel 3. Perbedaan pewarna alami dan buatan
Pewarna Alami Pewarna Buatan
Lebih aman dikonsumi
Kadang-kadang memiliki efek
Warna yang dihasilkan kurang stabil dan negatif tertentu
mudah berubah oleh pengaruh tertentu Dapat mengembalikan warna asli,
kestabilan warna lebih tinggi
Diperlukan bahan pewarna dalam sehingga tahan lama
jumlah banyak. Praktis dan ekonomis
Keanekaragaman warnanya terbatas
Warna yang dihasilkan lebih
Kadang-kadang memberi rasa dan beraneka ragam
aroma yang agak mengganggu. Biasanya tidak menghasilkan rasa
dan aroma yang mengganggu.
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 7
AYO KITA COBA ….
AMANKAH SNACK YANG KITA
MAKAN ?
Alat dan bahan yang kamu butuhkan :
• Berbagai snack/ jajanan berwarna-warni
• Air
• Gelas
• Kertas saring/ tissu
• Gunting
Prosedur yang harus kamu lakukan:
• Potong kertas saring dengan ukuran persegi panjang.
• Haluskan bahan-bahan yang belum halus, dan encerkan sedikit
dengan air.
• Sebanyak 40 ml pelarut yaitu air dituang ke dalam gelas.
• Bubuhkan bahan-bahan yang akan di uji pada garis yang berada
pada bagian bawah kertas kromatografi/ kertas saring. Usahakan
untuk membuat titik kecil dan jelas pada kertas, jaga agar titik
yang dibuat untuk setiap percobaan tetap sama.
• Akibat dari efek kapiler kertas pada pelarut, maka larutan warna
akan bergerak menuju ke bagian atas kertas, dan seiring dengan
bergeraknya larutan, maka zat warna yang ada akan terpisah
berdasarkan perbedaan densitasnya.
• Sebagai pembanding gunakan noda tinta
Ayo diskusikan dengan temanmu!
• Snack mana saja yang berbahaya bagi kesehatan kita? Mengapa
demikian?
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 8
2) Pemanis
Pemanis merupakan bahan Sakarin adalah pemanis tanpa
yang ditambahkan pada makanan kalori yang 300 kali lebih manis
atau minuman sehingga dapat daripada gula meja. Bahan ini
menyebabkan rasa manis pada telah digunakan sebagai pemanis
makanan atau minuman. Bahan tanpa kalori pada makanan dan
pemanis ada dua jenis, yaitu pemanis minuman selama lebih dari 100
alami dan pemanis buatan. tahun.
Tabel 4. Contoh Pemanis
Nama pemanis Nama Pemanis Sintetik
alami Siklamat
Madu
Gula pasir Aspartam
Gula kelapa Sakarin
Kurma Sorbitol
3) Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa (flavour enhancer)
Penyedap rasa dan pemberi aroma
memiliki beberapa fungsi antara
lain:
a) Meningkatkan cita rasa Gambar 4. Penyedap rasa alami
makanan; https://www.dream.co.id/fresh/alternatif-bahan-
penyedap-pengganti-vetsin-alternatif-bahan-
b) Menambah rasa lezat dan
aroma yang lezat pada penyedap-pengganti-vetsin-141006h.html
makanan;
c) Mengembalikan cita rasa
makanan yang mungkin
hilang waktu pengolahan;
d) Memberikan cita rasa tertentu
pada makanan yang tidak
mempunyainya.
Tabel 5. Contoh Penyedap
Nama penyedap rasa alami Nama Penyedap Rasa Sintetik
Ketumbar Isoamil asetat (rasa pisang)
Cengkeh isoamil valerat (rasa apel)
Pala butil butirat (rasa nanas)
Merica
Garam MSG (Monosodium Glutamate)
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 9
Adapun batasan pemakaian MSG untuk manusia adalah sekitar 0 sampai dengan 120
mg untuk tiap kilogram berat badan orang yang memakannya. Misal seseorang dengan
berat badan 50 kg, maka ukuran normal atau batas wajar konsumsi penyedap rasa
MSG yang disarankan jangan lebih dari 6 gr setiap hari, kalau di ukur dalam ukuran
sendok teh, maka jumlahnya kurang lebih 2 sendok teh. Ini perumpamaan untuk orang
dewasa, oleh karena itu bayi dengan umur di bawah 3 bulan tidak boleh menggunakan
penyedap rasa MSG pada makanannya.
4) Pengawet
Pengawet adalah zat aditif yang ditambahkan pada makanan atau
minuman yang berfungsi untuk menghambat kerusakan makanan atau
minuman. Kerusakan makanan dapat disebabkan oleh adanya
mikroorganisme yang tumbuh pada makanan dan minuman. Bahan
pengawet mencegah tumbuhnya mikroorganisme sehingga reaksi kimia
yang disebabkan oleh mikroorganisme tersebut dapat dicegah, misalnya
fermentasi pada makanan dan minuman tersebut. Reaksireaksi kimia lain
juga dapat dicegah oleh adanya pengawet antara lain pengasaman,
oksidasi, pencokelatan (browning), dan reaksi enzimatis lainnya.
Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat fermentasi,
pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan
oleh mikroorganisme. Contoh bahan pengawet dan penggunaannya:Asam
benzoat, natrium benzoat dan kalium benzoat, untuk minuman ringan,
kecap, acar ketimun dalam botol dan caos.Natrium nitrat (NaNO3), untuk
daging olahan dan keju.Natrium nitrit (NaNO2), untuk daging olahan,
daging awetan dan kornet kalangan.Asam propionate, untuk roti dan
sediaan keju olahan.
Tabel 6. Contoh Pengawet
Pengawet alami Pengawet buatan
Gula Butil hidroksitoluen (BHT)
Garam
Asam Asam/ garam benzoat
Asam/garam propionat
Bawang putih Asam/garam askorbat
boraks
formalin
Asam/garam sorbat
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 10
5) Pengental
Bahan pengental merupakan bahan yang ditambahkan pada
makanan untuk menstabilkan danmengentalkan makanan yang dicampur
dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu. Bahan pengental
alami yaitu pati, gelantin, gum, agar-agar, dan alginat agar biasanya
digunakan untuk makanan sarden dan sebagainya, gelatin digunakan
dalam pembuatan yhogurt dan keju, letisin digunakan dalam pembuatan
eskrim, keju, dan susu bubuk instan. Adapun zat pengental buatan yang
biasa digunakan yaitupolysorbat dan asam amino glutamat.
6) Pengemulsi
Pengemulsi adalah bahan tambahan yang dapat mempertahankan
penyebaran (dispersi) lemak dalam air dan sebaliknya. Misal lesitin. Untuk
antioksidan biasanya pada produksi minyak goreng supaya tidak cepet
tengik seperti BHA, BHT, dan TBHQ. Menurut (Winarno, FG. 1991) pengemulsi
merupakan zat aditif yang ditambahkan dalam suatu makanan atau minuman
dengan tujuan untuk mencegah terpisahnya antara dua cairan yang berbeda,
misalnya minyakdengan air. Klasifikasi pengemulsi meliputi: a) Alami : diekstrak
dari sumber nabati atau hewani Contoh: garam empedu, fosfolipid, kholesterol dan
saponin. b) Sintetik (buatan) Contoh: ester sukrosa, monoester gliserol, ester
sorbitan, ester komplek (laktat, tartrat).
Adapun bahan makanan yang biasanya memerlukan zat
pengemulsi meliputi mayones, krim keju, susu, margarin, dan mentega.
Gambar 5. Ester Sukrosa Gambar 6. Ester Sukrosa
Sumber : https://id.aliexpress.com/item/ https://www.mandennews.com
c. Bahan Kimia Berbahaya yang Disalahgunakan Sebagai Zat Aditif
Selain pengawet yang aman untuk dikonsumsi, juga terdapat
pengawet yang tidak boleh dipergunakan untuk mengawetkan makanan. Zat
pengawet yang dimaksud, di antaranya formalin yang biasa dipakai untuk
mengawetkan benda-benda, seperti mayat atau binatang yang sudah mati.
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 11
Pemakaian pengawet formalin untuk mengawetkan makanan, seperti bakso,
ikan asin, tahu, dan makanan jenis lainnya dapat menimbulkan risiko
kesehatan.
Ciri-ciri produk pangan yang mengandung formalin antara lain, awet
dan tidak mudah busuk, tidak rusak sampai lebih dari sebulan pada suhu
kamar (25 derajad celcius), warna bersih dan putih (ikan asin dan ayam),
tekstur lebih kenyal dan tidak mudah hancur (tahu), tampak sangat berminyak
(mie basah), dan tidak dihinggapi oleh lalat bila ditaruh ditempat terbuka.
Selain formalin, ada juga pengawet yang tidak boleh dipergunakan
untuk mengawetkan makanan yaitu boraks. Pengawet ini bersifat desinfektan
atau efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba penyebab
membusuknya makanan serta dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga
lebih kenyal. Boraks hanya boleh dipergunakan untuk industri nonpangan,
seperti dalam pembuatan gelas, industri kertas.
Ciri-ciri makanan yang mengandung boraks memiliki tekstur lebih
kenyal, tidak lengket dan warna yang cenderung lebih pucat. Sedangkan
dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan boraks antara lain Demam,
Mual, Muntah, Sakit perut, Diare, Sakit kepala, Mata merah, Merusak
kesuburan, Merusak janin, Kulit memerah terutama di telapak tangan, telapak
kaki, skrotum, dan pantat dan mengelupas, Tidak sadarkan diri, Deperesi
pernapasan (kesulitan bernapas), Gagal ginjal akut, bahkan kematian.
SEPUTAR
“JUNK FOOD”
• Kadar gula tinggi
• Mengandung
kolesterol tinggi
• Garam berlebih dapat
menyebabkan
hipertensi
• Kelebihan gula diubah
dalam bentuk lemak
• Dapat merusak gigi
• Pewarna yang
digunakan dapat
menyebabkan ruam
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 12
AYO KITA COBA ….
Alat dan bahan yang kamu butuhkan :
1. Bahan makanan yang akan diuji:
Bakso, Sosis, Tahu, Tempura secukupnya
2. Air secukupnya
3. Ekstrak kunyit secukupnya
4. Bleng (boraks tidak murni) secukupnya
5. Pipet tetes 2 buah
6. Mortar dan alu 1 buah
7. Gelas kimia 2 buah
8. Tabung reaksi 10 buah
Prosedur yang harus kamu lakukan :
1. Haluskan sampel makanan yang akan diuji menggunakan mortar dan alu.
2. Masukkan sampel ke dalam tabung reaksi yang telah diberi label. Masing-
masing sampel makanan dimasukkan kedalam 2 tabung reaksi agar bisa
menjadi pembanding apabila terjadi perubahan warna.
3. Masukkan air ke dalam tabung reaksi, hingga sampel tercelup, kocok-kocok
supaya air dan sampel makanan tercampur.
4. Amati dan catat warna makanan yang telah tercampur air.
5. Campurkan air dan bleng ke dalam tabung reaksi berbeda dan beri label.
6. Teteskan 5 tetes ekstrak kunyit pada tabung reaksi 2 untuk tiap-tiap sampel
makanan secara bergiliran.
7. Goyang-goyangkan secara perlahan tiap-tiap tabung reaksi agar ekstrak kunyit
bercampur dengan sampel makanan.
8. Selanjutnya amati perubahan warna yang terjadi pada tabung reaksi 2 untuk
masing-masing sampel makanan.
9. Bandingkan warnanya dengan tabung reaksi berisi boraks lalu catat pada tabel
yang telah disediakan.
Ayo diskusikan dengan temanmu!
1. Menurut kelompok kalian, apakah makanan yang mengandung boraks aman
dikonsumsi? Jelaskan alasan kalian, sebelumnya bacalah handout bagian “Bahan
Kimia Berbahaya yang Disalahgunakan Sebagai Zat Aditif”!
2. Bacalah bahan literasi yang telah diberikan, lalu diskusikan bersama teman
sekelompokmu, apa saja ciri-ciri makanan yang diduga mengunakan boraks!
Tuliskan menggunakan bahasa kalian sendiri!
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 13
d. Dampak Zat Aditif Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan
Zat aditif yang ada pada makanan tidak selalu secara sengaja
ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, ada juga zat aditif yang diperoleh
secara tidak sengaja muncul pada makanan. Zat aditif tersebut biasanya
muncul pada proses pengolahan makanan. Secara keseluruhan, penggunaan
zat – zat aditif untuk campuran makanan dapat berdampak positif dan
negatif.
1) Dampak Positif Penggunaan Zat Aditif
Berbagai macam penyakit dapat muncul dari kebiasaan manusia
mengkonsumsi makanan yang kurang memperhatikan keseimbangan gizi.
Misalnya, penyakit gondok yang berupa pembengkakan kelenjar pada
leher. Penyakit gondok disebabkan karena tubuh kurang mendapatkan zat
iodin. Penyakit gondok dapat dicegah dengan mengkonsumsi bahan
makanan yang mengandung zat iodin.
Zat iodin dapat kita peroleh dari garam dapur yang biasa digunakan
untukmemberikan rasa asin pada makanan. Selain penyakit gondok,
kekurangan iodin dapat pula menyebabkan penyakit kretinisme
(kekerdilan). Orang yang memiliki penyakit diabetes mellitus (kencing
manis) perlu menjaga kestabilan kadar gula dalam darahnya. Penyakit ini
dapat disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat.
Untuk menjaga kestabilan kadar gula dalam darah, bagi penderita
diabetes melitus disarankan untuk mengkonsumsi sakarin (pemanis buatan)
sebagai pengganti gula. Kekurangan konsumsi makanan yang
mengandung vitamin dapat menimbulkan berbagai penyakit pada
manusia, misalnya penyakit Xerophtalmia. Penyakit Xerophtalmia
merupakan penyakit yang menyerang mata, yaitu terjadinya kerusakan
pada kornea mata. Penyakit ini jika tidak diatasi maka dapat
menimbulkan kebutaan. Untuk menghindari penyakit Xerophtalmia, perlu
mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A.
2) Dampak Negatif Penggunaan Zat Aditif
Kemajuan teknologi di bidang pangan dapat memacu manusia untuk
menciptakan bahan makanan dengan kualitas yang makin baik. Kualitas
makanan yang baik tidak dapat dilihat dari bentuk tampilan luarnya saja,
akan tetapi yang paling penting adalah kandungan gizi dalam makanan
tersebut. Saat ini telah banyak ditemukan makanan yang unggul karena
telah melalui berbagai proses produksi sehingga memiliki ketahanan yang
lebih lama jika dibandingkan dengan kondisi normalnya. Misalnya, ikan
sarden dalam kemasan kaleng dapat bertahan berbulan-bulan, bahkan
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 14
hingga satu tahun lamanya tanpa mengalami pembusukan. Ikan sarden
tersebut dapat bertahan lama setelah ditambahkan zat pengawet pada
proses produksi makanan tersebut. Namun, bahan makanan yang
menggunakan zat pengawet tidak dapat dikonsumsi setelah melewati
masa kadaluarsa. Beberapa bahan makanan yang berdampak negatif
terhadap orang yang mengkonsumsinya adalah sebagai berikut:
a) Formalin yang digunakan sebagai pengawet makanan jika dikonsumsi
secara terus-menerus dapat mengganggu fungsi organ pencernaan,
kanker paru-paru, penyakit jantung dan merusak sistem saraf.
b) Boraks yang digunakan juga sebagai pengawet makanan bila
dikonsumsi secara terus-menerus dapat mengakibatkan mual, muntah,
diare, penyakit kulit, kerusakan ginjal,serta gangguan pada otak dan
hati.
c) Natamysin yang digunakan sebagai zat pengawet mengakibatkan
mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan kulit.
d) Kalium Asetat yang digunakan sebagai zat pengawet dapat
menyebabkan kerusakan fungsi ginjal.
e) Nitrit dan Nitrat yang digunakan sebagai zat pengawet dapat
mengkibatkan keracunan, mempengaruhi kemampuan sel darah
membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, sulit bernapas, sakit
kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.
f) Kalsium Benzoate yang digunakan sebagai zat pengawet dapat memicu
terjadinya serangan asma.
g) Sulfur Dioksida yang digunakan sebagai zat pengawet dapat
mengakibatkan perlukaan lambung, mempercepat serangan asma,
mutasi genetik, kanker dan alergi.
h) Kalsium dan Natrium propionate adalah zat pengawet yang apabila
digunakan melebihi angka batas maksimum dapat menyebabkan
migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.
i) Natrium metasulfat zat pengawet yang dapat mengakibatkan alergi
pada kulit.
j) CFC dan Tetrazine yang digunakan sebagai zat pewarna dapat merusak
organ hati, ginjal dan meningkatkan kemungkinan hiperaktif pada
masa kanak-kanak.
k) Rhodamin B adalah zat pewarna tekstil yang apabila digunakan
sebagai pewarna makanan dapat menyebabkan kanker dan
menimbulkan keracunan pada paru-paru, tenggorokan, hidung, dan
usus.
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 15
l) Sunset Yellow yang dipergunakan sebagai zat pewarna dapat
menyebabkan kerusakan kromosom
m) Ponceau 4R yang apabila dipergunakan untuk pewarna makanan
dapat mengakibatkan anemia dan kepekatan pada hemoglobin.
n) Carmoisine (merah) adalah zat pewarna yang dapat menyebabkan
kanker hati dan menimbulkan alergi.
o) Quinoline Yellow adalah zat pewarna makanan yang dapat
mengakibatkan hypertrophy, hyperplasian dan carcinomas kelenjar
tiroid.
p) Siklamat yang digunakan sebagai zat pemanis dapat menyebabkan
penyakit kanker ( karsinogenik ).
q) Sakarin yang juga digunakan sebagai zat pemanis dapat menyebabkan
infeksi dan kanker kandung kemih
r) Aspartan yang juga digunakan sebagai pemanis buatan dapat
menyebabkan gangguan saraf dan tumor otak.
s) Penggunaan Monosodium Glutamat ( MSG ) sebagai bahan penyedap
dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan saraf, kelainan hati,
trauma, hipertensi, stress, demam tinggi, mempercepat proses penuaan,
alergi kulit, mual, muntah, migren, asma, ketidak mampuan belajar,
dan depresi.
(https://www.dosenpendidikan.co.id/zat-aditif/, diakases Rabu, 22 September 2021 pkl.
22.44 WIB)
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 16
4. Forum Diskusi
Materi Pengayaan
Perhatikan berita berikut ini:
BPOM Baubau Sita Ratusan Zat Pewarna Makanan Ilegal
Kompas.com 24/05/2017, 18:52 WIB
Penulis : Kontributor Baubau, Defriatno Neke
Balai Pengobatan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara,
menemukan ratusan barang dagangan ilegal dan kedaluarsa. Barang dagangan
ilegal tersebut berupa zat pewarna dan perasa makanan yang nomor
registrasinya palsu. “Temuan hari ini, barang tanpa izin edar registrasinya palsu
dan fiktif. Kemudian registrasi SP sudah dilarang beredar,” kata Kepala BPOM
Kota Baubau, Irianti Amin, Rabu (24/5/2017).
Ia menambahkan, barang zat pewarna dan perasa makanan untuk industri rumah
tangga dengan menggunakan nomor registrasi barang minimal harus 15 angka.
“Barangnya akan kami sita, yang nomor registrasi fiktif kami minta pendaftaran
produk dari pabrik, dan kalau barang kedaluarsa akan langsung dimusnahkan,”
ujarnya. Ratusan barang dagangan zat pewarna makanan dan perasa makanan
ditemukan di dalam toko Sumber Maju Kota Baubau.
Sementara itu, barang kedaluarsa ditemukan di toko Nirwana Baru yang
tersimpan di lantai dua. Saat barang tersebut diamankan BPOM, para pemilik
toko tidak keberatan, bahkan bersikap kooperatif. Seorang pemilik Toko
Sumber Maju, Imelda, mengaku akan menghubungi pihak distributor bahan
tambahan pangan yang telah disita BPOM. "Nanti saya sampaikan, kalau begini
kita juga akan rugi. Ke depannya kita akan lebih berhati-hati," ucap Imelda.
BPOM Kota Baubau melakukan inspeksi mendadak di sejumlah toko bersama
instansi pemerintah lainnya seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas
Ketahanan Pangan, Dinas Pertaniana dan Polres Kota Baubau.
Sumber:
https://regional.kompas.com/read/2017/05/24/18520241/bpom.baubau.sita.
ratusan.zat.pewarna.makanan.ilegal, diakses pada Kamis, 23 September 2021
Berdasarkan permasalahan pada berita di atas, buatlah karya tulis ilmiah secara
berkelompok (2-3 siswa). Konsultasikan semua susunan karya tulismu dengan
Bapak/Ibu guru di kelas.
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 17
Rangkuman
1. Zat aditif adalah zat yang ditambahkan pada makanan dan minuman
untuk meningkatkan kualitas, keawetan, kelezatan, dan menambah
daya tarik makanan dan minuman.
2. Jenis-Jenis zat aditif diantaranya bahan pewarna, pemanis, pengawet,
penyedap rasa dan pemberi aroma, pengental, dan pengemulsi.
3. Bahan pewarna digunakan agar makanan kelitan menarik dan warna
makanan lebih bervariasi.
4. Bahan pengawet digunakan agar makanan tidak cepat rusak pada
waktu didistribusikan dan disimpan.
5. Pengawetan dapat dilakukan secara fisik, misalnya melalui pemanasan
atau penyinaran, dan secara kimia misalnya dengan pemberian natrium
benzoat maupun garam.
6. Bahan pemanis ditambahkan pada makanan untuk memberikan rasa
manis.
7. Bahan penyedap digunakan untuk menambah cita rasa pada makanan.
8. Bahan penguat rasa dan aroma digunakan untuk memperkuat cita rasa
yang sudah ada pada makanan.
9. Penggunaan zat aditif buatan harus menggunakan bahan yang diizinkan
oleh pemerintah/mengikuti peraturan yang berlaku, memperhatikan
aspek kesehatan dan tidak melebihi jumlah maksimal yang diizinkan.
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 18
Tes Formatif
AYO BERLATIH….
Pilihlah Jawaban yang paling tepat dan benar.
1. Bahan yang bisa memberikan rasa manis adalah ...
a. Butil hidroksi toluena
b. Natrium benzoat
c. Natrium Siklamat
d. Natrium Glutamat
2. Untuk menambah cita rasa suatu makanan kita dapat menambahkan zat aditif
yang termasuk kelompok ….
a. Pengawet
b. Penyedap
c. Pewarna
d. Natrium benzoat
3. Pengawet digunakan dalam pembuatan bahan makanan, karena ....
a. Mencegah reaksi kimia tertentu pada bahan makanan
b. Mempermudah dalam pengemasan untuk pendistribusian
c. Mencegah makanan dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu
d. Membantu proses penumbuhan berbagai mikroorganisme pada bahan
makanan
4. Seorang anak melakukan suatu percobaan. Ia mencoba beberapa pewarna
makanan alami:
1) Karamel dipanaskan
2) Kunyit di tumbuk
3) Cabe Lombok ditumbuk
4) Daun suji ditumbuk
Warna yang terbentuk secara berurutan adalah…
a. Coklat, kuning, merah, hijau
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 19
b. Krem, kuning, oranye, hijau
c. Coklat, kuning, oranye, hijau
d. Krem, kuning, merah, hijau
5. Ada beberapa oknum penjual kue menggunakan bahan kimia pewarna sintesis,
bahan kimia yang sudah dilarang untuk ditambahkan sebagai pewarna sintetis
dalam pembuatan produk makanan adalah . . . .
a. Metanil yellow
b. Tartrazin
c. Karmoisin
d. Eritrosin
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 20
KUNCI JAWABAN
1. Jawaban : c
Pembahasan :
Natrium benzoat = pengawet
Natrium siklamat = pemanis
Natrium glutamat = penyedap
Butil hidroksi toluena = anti oksida
2. Jawaban : b
Pembahasan :
Penyedap rasa dan pemberi aroma memiliki beberapa fungsi antara lain:
a) Meningkatkan cita rasa makanan;
b) Menambah rasa lezat dan aroma yang lezat pada makanan;
c) Mengembalikan cita rasa makanan yang mungkin hilang waktu pengolahan;
d) Memberikan cita rasa tertentu pada makanan yang tidak mempunyainya.
3. Jawaban : a
Pembahasan :
Bahan pengawet mencegah tumbuhnya mikroorganisme sehingga reaksi kimia
yang disebabkan oleh mikroorganisme tersebut dapat dicegah, misalnya
fermentasi paada makanan dan minuman. Pengawetan bahan makanan
diperlukan untuk menjaga kualitas bahan makanan dalam kurun waktu tertentu.
Tujuan pengawetan makanan adalah untuk mempertahankan kondisi lingkungan
pada bahan makanan, untuk mencegah perkembangan mikroorganisme atau
mencegah terjadinya reaksi kimia tertentu yang tidak diinginkan dalam
makanan. Reaksi kimia antar senyawa dalam makanan atau reaksi kimia dengan
lingkungan penyimpanan dapat mengakibatkan kerusakan pada makanan,
contohnya minyak yang berbau tengik.
4. Jawaban : d Contoh pewarna alami
Pembahasan :
kunyit
Warna yang dihasilkan Daun Suji
Kuning Cabe, Buah Naga dan Buah
Hijau Stroberi
Merah Wortel
Caramel
Orange
Krem
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 21
5. Jawaban : a
Pembahasan :
Pewarna makanan sintesis ada yang diizinkan dan ada yang dilarang. Pewarna
yang diizinkan dan dibatasi penggunaannya antara lain tartrazin, kuning
kuinolin, kuning FCF, karmoisin, ponceau, eritrosin, merah allura, indigotin, biru
berlian FCF, hijau FCF, dan cokelat HT. sedangkan yang dilarang adalah
rhodamin B dan metanil yellow.
Penilaian
Nomor Soal Kunci Jawaban Skor
Nomor 1 C 20
Nomor 2 B 20
Nomor 3 A 20
Nomor 4 D 20
Nomor 5 A 20
Jumlah 100
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 22
Daftar Pustaka
Eliyawati, 2019. Pendalaman Materi Ilmu Pengetahuan Alam Klasifikasi Materi, Sifat
danKegunaannya. Jakarta: Kemdikbud.
Tim Abd Guru, 2002. Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta :
Erlangga.
Tim Penulis 2017. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII Semester 1. Jakarta :
PusatKurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
Winarno, FG. 1991. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tautan :
https://id.aliexpress.com/item/1005002010441564.html, diakases Rabu, 22
September 2021 pkl. 21.00 WIB
https://www.mandennews.com, diakases Rabu, 22 September 2021 pkl. 21.00 WIB
https://www.dosenpendidikan.co.id/zat-aditif/, diakases Rabu, 22 September 2021
pkl. 22.44 WIB
http://ditsmp.kemdikbud.go.id/mengenal-alam-lebih-dekat-dengan-modul-ipa-
smp-terbuka/, diakases Kamis, 23 September 2021 pkl. 12..00 WIB
https://regional.kompas.com/read/2017/05/24/18520241/bpom.baubau.sita.ratusan.z
at.pewarna.makanan.ilegal, diakases Kamis, 23 September 2021 pkl.
14..25 WIB
https://www.dream.co.id/fresh/alternatif-bahan-penyedap-pengganti-vetsin-
alternatif-bahan-penyedap-pengganti-vetsin-141006h.html
https://www.vemale.com/kesehatan
http://www.womenshealthmag.co.uk
https://www.gulalives.com
Zat Aditif dan Dampaknya Pada Makanan dan Minuman Bagi Kesehatan 23