PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI KELAS XII
KD 3.2 & 4.2 PAK & BP PEMBELAJARAN 8
MENGANALISIS NILAI-NILAI KELAS XII EKSKLUSIVISME VS INKLUSIVISME
MULTIKULTURAL
INCE ARAINI, S.Pd.K SMK KARSA MULYA PALANGKA RAYA
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI KELAS XII
EKSKLUSIVISME VS INKLUSIVISME
Negara kita dapat dikategorikan sebagai sebuah negara yang memiliki masyarakat multicultural. Dengan
pemahaman ini diharapkan semua masyarakat Indonesia sadar bahwa kita berbeda-beda, tetapi
perbedaan itu tidak boleh dijadikan sebagai batu sandungan.
Keberagaman yang ada adalah kekayaan kehidupan bangsa kita. Tantangan saat ini adalah tidak semua
orang bisa menerima perbedaan dengan lapang dada.
INCE ARAINI, S.Pd.K SMK KARSA MULYA PALANGKA RAYA
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI KELAS XII
EKSKLUSIVISME
Upaya untuk menumbuhkan kesadaran akan kenyataan bahwa kebudayaan di negara Indonesia bukan
satu melainkan plural atau jamak adalah tugas utama setiap warga negara Indonesia. Hal ini penting
demi menjaga dan memelihara keamanan dan perdamaian di negara yang kita cintai ini. Namun, tidak
semua orang sadar akan pentingnya penghayatan dan pengamalan nilai multikulturalisme. Ada sebagian
orang masih menganggap bahwa suku, ras, agama dan kebudayaan atau gendernya sendiri adalah yang
paling baik dibandingkan orang lain. Sikap eksklusif yang paling menonjol dan meresahkan di negara kita
adalah eksklusivisme agama yang semakin berkembang pesat pada era reformasi.
INCE ARAINI, S.Pd.K SMK KARSA MULYA PALANGKA RAYA
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI KELAS XII
EKSKLUSIVISME
Eksklusivisme menyatakan bahwa hanya satu agama yang memiliki kebenaran mutlak dan hanya agama
tersebut yang menawarkan satu-satunya jalan keselamatan dan kesuksesan. Dalam relasi dengan
pemeluk agama lain, penganut pandangan ini meyakini bahwa meskipun pemeluk agama lain itu adalah
orang yang baik, ia tidak akan pernah selamat dan sukses.
Salah satu alasan yang dikembangkan oleh penganut ini adalah bahwa kebenaran itu hanya satu dan
keselamatan hanya akan terjadi ketika mengimani dan mengikuti ajaran yang hanya satu tersebut.
Apabila seseorang tidak memercayai kebenaran tersebut, maka ia tidak layak diperhitungkan sebagai
sesama manusia yang patut dihargai.
INCE ARAINI, S.Pd.K SMK KARSA MULYA PALANGKA RAYA
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI KELAS XII
EKSKLUSIVISME
Dampak eksklusivisme pada orang yang menganutnya adalah orang tersebut menjadi sombong, mau
menang sendiri, meremehkan orang lain, merasa diri paling benar dan menghalalkan cara apapun untuk
memenangkan keyakinannya, termasuk melakukan tindakan kekerasan yang bertujuan menghakimi dan
memusnahkan orang lain yang tidak sepaham dengan mereka.
INCE ARAINI, S.Pd.K SMK KARSA MULYA PALANGKA RAYA
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI KELAS XII
INKLUSIVISME
Inklusivisme adalah suatu pendekatan yang menegaskan adanya kebenaran dan kebaikan dari agama-
agama lain, tetapi kebenaran dan kebaikan tersebut dinilai dari sudut pandang dan kriteria yang
ditetapkan oleh agama-agama itu sendiri. Nilai-nilai dari agama-agama lain tersebut dikembangkan dan
dipupuk secara baik sehingga membawa manfaat bukan saja bagi pemeluknya melainkan juga bagi orang
yang berasal dari agama yang lainnya (Paul F. Knitter, Pengantar Teologi Agama-Agama, 256).
INCE ARAINI, S.Pd.K SMK KARSA MULYA PALANGKA RAYA
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI KELAS XII
INKLUSIVISME
Persoalan yang timbul dengan konsep inklusivisme adalah adanya ketakutan sebagian orang bahwa
pandangan ini menyamaratakan semua agama sehingga agama-agama yang ada di Indonesia kemudian
kehilangan otoritas atau wewenangnya sebagai agama terbaik yang dianut pemeluknya.
Contoh kita sebagai orang Kristen percaya kepada Allah yang menyatakan diriNya kepada manusia
melalui anakNya, Tuhan Yesus Kristus. Inklusivisme mendorong kita untuk memegang teguh ajaran
tersebut, namun pada saat yang sama kita juga harus membiarkan orang lain untuk memercayai ajaran
agamanya sebagai sesuatu yang benar baginya. Sikap memaksakan kepercayaan kepada orang lain,
apalagi melalui tindakan kekerasan dan anarkis adalah tindakan yang akan memecah belah persatuan di
negara kita ini.
INCE ARAINI, S.Pd.K SMK KARSA MULYA PALANGKA RAYA
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI KELAS XII
RANGKUMAN
Eksklusivisme adalah suatu pandangan yang menganggap bahwa hanya satu agama saja yang memiliki
kebenaran mutlak dan hanya agama tersebut yang menawarkan satu-satunya jalan keselamatan dan
kesuksesan.
Inklusivisme adalah suatu pendekatan yang menegaskan adanya kebenaran dan kebaikan dari agama-
agama lainnya, tetapi kebenaran dan kebaikan tersebut dinilai dari sudut pandang dan kriteria yang
ditetapkan oleh agama-agama itu sendiri.
INCE ARAINI, S.Pd.K SMK KARSA MULYA PALANGKA RAYA