The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by khairymunthe, 2020-11-30 00:14:14

RAGAM BAHASA

RAGAM BAHASA

RAGAM BAHASA

Makalah ini disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

DOSEN PEMBIMBING : Dra. Hj. Afridah, MM
DISUSUN OLEH : KELOMPOK I
1. RIZKI RAHAYU
2. SAKINAH MAULIDAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
MANDAILING NATAL
2020

1

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-nya kepada kita semua berupa, ilmu dan amal.
Berkat rahmat dan karunia-nya pula, penulis dapat menyelesaikan makalah
“RAGAM BAHASA” yang insyaallah tepat pada waktunya.
Terimakasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang serta ikut dalam
membatu penulis menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab
itu, penulis mengharapkan kritik dan saran pembaca demi kesempurnaan makalah
untuk kedepannya. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi penulis dan
pembaca.

Panyabungan, 16 Oktober 2020
Penulis,
Kelompok 1

i
2

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Bahasa merupakan sistem lambang bunyi, yang bersifat arbiter, yang

digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan
mengidentifikasikan diri. Sejalan dengan pendapat yang disampaikan Chaer,
Wibowo menyatakan bahwa bahasa merupakan sistem simbol bunyi yang
bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan
konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok
manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.

Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat untuk bekerja sama atau
berkomunikasi di dalam kehidupan manusia bermasyarakat. Untuk
berkomunikasi sebenarnya dapat juga digunakan cara lain misalnya isyarat,
lambang-lambang gambar atau kode-kode tertentu lainnya. Tetapi dengan
menggunakan bahasa komunikasi dapat berlangsung lebih baik dan lebih
sempurna.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian ragam bahasa ?
2. Apa fungsi Ragam Bahasa ?
3. Bagaimana Ragam Bahasa Lisan dan Tulisan ?
4. Bagaimana Ragam Bahasa Ilmiah dan Non Ilmiah ?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud Ragam Bahasa
2. Untuk mengetahui fungsi Ragam Bahasa
3. Untuk mengetahui Ragam Bahasa Lisan dan Tulisan
4. Untuk mengetahui Ragam Bahasa Ilmiah dan Non Ilmiah

1

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang

berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara,
kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.

Bahasa yang di hasilkan menggunakan alat ucap (organ of speech) dengan
fonem sebagai unsur dasar dinamakan ragam bahasa lisan sedangkan bahasa yang
dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai dasarnya,
dinamakan ragam bahasa tulisan. Jadi dalam ragam bahasa lisan kita berurusan
dengan lafal, dalam ragam bahasa tulisan kita berurusan dengan tata cara
penulisan (ejaan). Selain itu aspek tata bahasa dan kosa kata dalam kedua ragam
tersebut memiliki hubungan yang erat. Ragam bahasa tulis yang unsur dasarnya
ragam bahasa lisan. Oleh karena itu sering timbul kesan antara ragam bahasa lisan
dan tulisan itu sama. Padahal, kedua jenis ragam bahasa itu berkembang menjadi
sistem bahasa yang memiliki sistem seperangkat kaidah yang berbeda satu
dengan yang lainnya.

Ragam bahasa timbul seiring dengan perubahan masyarakat. Perubahan
itu berupa variasi-variasi bahasa yang dipakai sesuai keperluannya. Agar
banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang
efisien, dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang
cocok untuk keperluan tertentu yang disebut ragam standar.

B. Fungsi Ragam Bahasa
Fungsi bahasa Indonesia dalam kapasitasnya sebagai bahasa nasional:
1. Mampu menyatukan ribuan bahasa yang beragam di Indonesia
2. Speaker Indonesia mampu

2

3. Simbol kebanggaan nasional
4. Simbol identitas nasional
5. Berarti menyatukan berbagai kelompok etnis
6. Pemersatu alat perhubungan antara budaya dan antar-regional

Fungsi sebagai bahasa negara:1
1. Bahasa resmi negara
2. bahasa pengantar dalam pendidikan
3. berarti komunikasi di tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan
pembangunan nasional dan pelaksanaan
4. budaya dan pengembangan alat-alat ilmu pengetahuan dan teknologi

C. Ragam Bahasa Lisan dan Tulisan
1. Ragam Bahasa Lisan
Adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh
ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman.
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian. Namun, hal itu tidak
mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata
dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur di dalam kelengkapan
unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam
baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam
memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.2
Ciri-ciri ragam lisan:
1) Memerlukan orang kedua atau teman bicara
2) Tergantung kondisi, ruang, dan waktu .
3) Berlangsung cepat.

1 Jaya. Sabariyanto, Dirgo.1999. Kebakuan dan Ketidakbakuan Kalimat dalam Bahasa
Indonesia. Yogyakarta: Mitra Gama Widya, hlm. 29

2 Alwi, Hasan, dkk. 1998. Tata Baku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai
Pustaka, hlm. 32

3

4) Tidak harus memperhatikan gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa
tubuh.

5) Kesalahan dapat langsung dikoreksi3
Contohnya; “Sudah saya baca buku itu”
Yang termasuk dalam ragam lisan diantaranya pidato, ceramah,

sambutan, berbincang-bincang, dan masih banyak lagi.

2. Ragam Bahasa Tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan

tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan
dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata.
Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan
unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan
kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam
mengungkapkan ide.4

Contoh dari ragam bahasa tulis adalah surat, karya ilmiah, surat kabar, dll.
Dalam ragam bahsa tulis perlu memperhatikan ejaan bahasa indonesia yang baik
dan benar. Terutama dalam pembuatan karya-karya ilmiah.
Ciri Ragam Bahasa Tulis :
1) Tidak memerlukan kehadiran orang lain.
2) Tidak terikat ruang dan waktu
3) Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat
4) Pembentukan kata dilakukan secara sempurna,
5) Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap
6) Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu.
7) Berlangsung lambat

3 Effendi, S. 1995. Panduan Berbahasa Indonesia Dengan Baik dan Benar. Jakarta:
Pustaka, hlm. 24

4 Sukartha, I Nengeh, dkk.2016. Bahasa Indonesia Akademik Untuk Perguruan Tinggi.
Bali: Udayana University Press, hlm. 17

4

8) Memerlukan alat bantu
Contohnya: “Saya sudah membaca buku itu”.
Contoh lain :

1. Titin mengatakan “bahwa kita harus pulang”.
2. Fika berdomisi di Bogor.
3. Adik sedang berdiri di jembatan.

D. Ragam Bahasa Ilmiah dan Non Ilmiah
1. Ragam Bahasa Ilmiah
Kalimat ilmiah adalah tulisan yang disusun secara sistematis dan logis.
Bahasa tulis ilmiah merupakan perpaduan ragam bahasa tulis dan ragam bahasa
ilmiah. Dalam kehidupan sosial dan sehari-hari masyarakat Indonesia, baik secara
lisan maupun tulisan, digunakan berbagai bahasa daerah termasuk dialeknya,
bahasa Indonesia, dan/atau bahasa asing.
Bahkan, dalam situasi tertentu, seperti dalam keluarga perkawinan campuran
digunakan pula bahasa yang bersifat campuran, yaitu campuran antara bahasa
Indonesia dan salah satu atau kedua bahasa ibu pasangan perkawinan campuran
itu. Dalam situasi kebahasaan seperti itu, timbul berbagai ragam atau variasi
bahasa sesuai dengan keperluannya, baik secara lisan maupun tulisan Kalimat
ilmiah biasa digunakan pada laopran, makalah, tesis, disertasi.
contoh :
1. Penelitian ini mengkaji teknik pentajaman objek yang efektif dan efisien
2. Ketua kelompok itu memiliki argumen yang tepat
3. Barisan upacara itu memiliki formasi yang rapih
4. Soekarno menjadi figur yang baik buat bangsa indonesia
5. Semakin lama zaman semakin modern

5

Macam Ragam Bahasa Ilmiah5
a. Cendekia

Ciri cendekia yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang digunakan dalam
penulisan karya ilmiah mampu mengungkapkan hasil berpikir logis secara tepat.
Hal itu diwujudkan dalam penyusunan atau pengorganisasian bahasa secara
sistematis, artinya teratur dan runtut sehingga menunjukkan kelogisan berpikir
seseorang atau penulis.
b. Lugas dan Logis

Ciri lugas yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang digunakan dalam
penulisan karya ilmiah harus bermakna harafiah dan tidak bermakna ganda,
sedangkan ciri logis adalah bahasa Indonesia yang digunakan dalam penulisan
karya ilmiah sesuai dengan logika atau dapat diterima oleh akal sehat. Hal itu
membantu penulis dalam mengungkapkan pola pikir atau gagasannya dan
membantu pembaca dalam memahami gagasan atau pola pikir penulis.
c. Jelas

Ciri jelas yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang digunakan dalam pen
ulisan karya ilmiah jelas struktur kalimat dan maknanya. Hal itu sangat
membantu penulis dalam memaparkan gagasan atau pola pikirnya dan
mempermudah pembaca untuk memahami makna yang dimaksudkan.
d. Padat dan Ringkas

Padat yang dimaksud adalah gagasan atau pola pikir yang akan diungkapkan
tidak tercampur unsur-unsur lain yang tidak ada hubungannya atau tidak
diperlukan. Ciri ringkas yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang digunakan
dalam penulisan karya ilmiah harus singkat, tidak menggunakan kata-kata yang
tidak diperlukan atau kata-kata yang berlebihan (mubazir). Dengan demikian,
pemulisan karya tulis ilmiah menunjukkan gagasan atau pola pikir yang padat dan
tertuang dalam kalimat yang ringkas,

5 https://easyprintshop.co.id/pengertian-ragam-bahasa-ilmiah-semi-ilmiah-dan-non-ilmiah
/,diakses pada tanggal 13 Oktober 2020.

6

e. Formal dan Objektif
Formal yang dimaksud mengacu pada pandangan bahwa komunikasi ilmiah

melalui tulisan ilmiah merupakan komunikasi formal atau resmi sehingga bahasa
Indonesia yang digunakannya harus bahasa Indonesia formal, artinya bahasa
Indonesia yang digunakan harus bahasa yang berlaku dalam situasi formal atau
resmi pada struktur bahasa yang mencakup seluruh tataran struktur kebahasaan.
Penggunaan bahasa seperti itulah yang menunjukkan ciri objektif, yaitu dapat
diukur kebenaranya secara terbuka oleh umum.
f. Gagasan sebagai Pangkal Tolak

Gagasan sebagai pangkal tolak yang dimaksud adalah bahasa yang
digunakan dalam penulisan karya ilmiah harus berorientasi pada gagasan atau
pola pikir bukan pada penulis. Gagasan sebagai pangkal tolak terkait dengan
objektivitas penulis, artinya penggunaan bahasa tersebut secara dominan harus
bertolak pada objek yang dibicarakan dan bukan pada penulis secara pribadi.
Oleh karena itu, objektivitas harus ditandai dengan upaya penulis untuk
menghindari penggunaan kata saya, kami, dan kita.
g. Penggunaan Istilah Teknis

Ciri penggunaan istilah teknis yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang
digunakan dalam penulisan karya ilmiah harus berfungsi sebagai wacana teknis,
artinya sesuai dengan bidang keilmuannya yang dilengkapi dengan peristilahan
teknis yang meliputi penulisan angka, lambang, dan istilah sesuai dengan bidang
ilmu.
h. Konsisten

Ciri konsisten yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang digunakan
dalam penulisan karya ilmiah mulai dari tataran terkecil sampai dengan tataran
terbesar dan terluas (keseluruhan struktur bahasa) harus ajeg. Arti ajeg adalah taat
asas atau selalu menggunakan bentuk-bentuk atau unsur-unsur tersebut dari awal
tulisan sampai akhir tulisan.

7

2. Ragam Bahasa Non Ilmiah
Artikel Non Ilmiah (Fiksi) adalah karangan ilmu pengetahuan yang

menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan
benar. Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah
rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat
sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dan
lainnya. Bentuk karangan non ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, roman,
anekdot, hikayat, cerber, puisi dan naskah drama.
Ciri-Ciri Bahasa Non Ilmiah

a. Emotif : merupakan kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak
sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi

b. Persuasif : merupakan penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk
meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan
cukup informative

c. Deskriptif : merupakan pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan
subjektif, dan

d. Jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.
Kalimat non ilmiah merupakan kalimat yang tidak formal, dari bentuk
bahasa, kosa kata, ataupun struktur, tetapi harus tetap memiliki alur yang jelas
dalam penulisan. Tidak memiliki unsur semetodis atau sesistematis seperti
layaknya kalimat ilmiah atau semi ilmiah. Kalimat non ilmiah biasa digunakan
pada dongeng, hikayat, cerpen, novel.6
Contoh kalimat non ilmiah:
 Damy adalah mahasiswa angkatan 2008
 Ibu pergi ke pasar untuk berbelanja
 Nidji sedang konser di JCC

6 https://www.gurupendidikan.co.id/ragam-bahasa-indonesia/ diakses pada tanggal 13
Oktober 2020.

8

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang

berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, orang yang dibicarakan, serta
menurut media pembicaraan. Dalam konteks ini ragam bahasa meliputi bahasa
lisan dan tulisan.

Pada ragam bahasa baku tulis diharapkan para penulis mampu
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menggunakan ejaan
bahasa yang telah disempurnakan (EYD), sedangkan ragam bahasa lisan
diharapkan para warga Indonesia mampu mengucapkan dan memakai bahasa
dengan baik serta bertutur kata sopan sebagai pedoman yang ada.
B. Saran

Sebagai warga negara Indonesia, sudah seharusnya kita semua mempelajari
ragam bahasa yang kita miliki, kemudian mempelajari dan mengambil hal-hal
yang baik, yang dapat kita amalkan dan kita pakai untuk berinteraksi dalam
kehidupan sehari-hari.

9

DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan, dkk. 1998. Tata Baku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta:

Balai Pustaka
Effendi, S. 1995. Panduan Berbahasa Indonesia Dengan Baik dan Benar. Jakarta:

Pustaka
Jaya. Sabariyanto, Dirgo.1999. Kebakuan dan Ketidakbakuan Kalimat dalam

Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Mitra Gama Widya.
Sukartha, I Nengeh, dkk.2016. Bahasa Indonesia Akademik Untuk Perguruan

Tinggi. Bali: Udayana University Press.
https://easyprintshop.co.id/pengertian-ragam-bahasa-ilmiah-semi-ilmiah-dan-no

n-ilmiah/,diakses pada tanggal 13 Oktober 2020.
https://www.gurupendidikan.co.id/ragam-bahasa-indonesia/ diakses pada

tanggal 13 Oktober 2020.

10


Click to View FlipBook Version