The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lilyazwar2211, 2021-07-11 15:23:42

Materi MPLS Pramuka

Materi MPLS Pramuka

MASA PENGENALAN
LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS)

Materi II

OLEH:
PANITIA MPLS SMP NEGERI 32 PADANG

A. ARTI DAN MAKNA KATA PRAMUKA

Pramuka artinya Orang Muda
merupakan yang Suka
singkatan Berkarya
dari Praja
Muda Karana

Kepramukaan" adalah proses pendidikan di luar
lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam
bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur,
terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan
Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan,
yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan
budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan
kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan,
kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa
Indonesia.

B. SEJARAH LAHIRNYA PRAMUKA

Sejarah Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia dimulai
sejak masa kolonial Belanda. Pada tahun 1916, Mangkunegara VII
di Surakarta memprakarsai berdirinya Javaansche Padvinders
Organisatie.
Kemudian, tahun 1923 berdiri Nationale Padvinderij Organisatie
(NPO) di Bandung, disusul berdirinya Jong Indonesische
Padvinderij Organisatie (JIPO) pada tahun yang sama di Jakarta.
Pada tahun 1926, kedua organisasi ini melebur menjadi satu
dengan nama Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie
(INPO) di Bandung.

Dewan Perwakilan Rakyat secara resmi mengesahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun
2010 tentang Gerakan Pramuka pada 26 Oktober 2010. Dengan adanya UU ini secara
otomatis membuat Pramuka tidak lagi menjadi organisasi tunggal untuk
menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Tetapi organisasi profesi juga
diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan kepramukaan.
Secara internasional, gerakan Kepanduan disebut Scouting atau Scout Movement. Awal
mulanya gerakan ini dicetuskan seorang anggota angkatan darat di Inggris Robert Baden-
Powell.
Kemudian secara bertahap gerakan Kepanduan mulai tersebar ke seluruh dunia hingga di
Indonesia. Hari lahir Robert Baden-Powell pada tanggal 22 Februari diperingati sebagai Hari
Pramuka Internasional. Dia lahir di London pada 22 Februari 1857.

Melalui Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana
pembangunan Nasional Semesta Berencana, Soekarno kemudian menunjuk panitia untuk
membentuk Gerakan Pramuka dipimpin Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Nama Pramuka dicetuskan HB IX terinspirasi dari kata Poromuko yang berarti pasukan
terdepan dalam perang. Kemudian, kata Pramuka tersebut diterjemahkan menjadi Praja
Muda Karana yang berarti “Jiwa Muda yang Gemar Berkarya”.
Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian diperingati sebagai Hari
Pramuka yang setiap tahun diperingati seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka
.

Sultan Hamengkubuwono IX menjabat sebagai Ketua
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pertama dan terpilih
kembali sampai 4 periodE selanjutnya hingga tahun 1974.
Ia berjasa melambungkan Pramuka Indonesia hingga ke
luar negeri. Maka, gelar Bapak Pramuka Indonesia
disematkan kepada Raja Yogyakarta ini.
Sementara itu, lambang Pramuka berupa Tunas Kelapa
disahkan dalam Keppres Nomor 238 Tahun 1961.

C. Jenjang Kepramukaan

Gerakan Pramuka Siaga (7-10 tahun),
pramuka Pramuka Penggalang
terbagi atas (11-15 tahun)
4 bagian
jenjang Pramuka Penegak (16-20 tahun)

yaitu: Pramuka Pandega (21-25 tahun).

D. Tujuan Gerakan Pramuka

Membentuk setiap menjadi warga negara yang
pramuka agar berjiwa Pancasila, setia dan patuh
kepada Negara Kesatuan Republik
memiliki kepribadian yang Indonesia serta menjadi anggota
beriman, bertakwa, berakhlak masyarakat yang baik dan
mulia, berjiwa patriotik, taat berguna, yang dapat membangun
hukum, disiplin, menjunjung dirinya sendiri secara mandiri serta
tinggi nilai-nilai luhur bangsa, bersama-sama bertanggungjawab
berkecakapan hidup, sehat atas pembangunan bangsa dan
jasmani, dan rohani; negara, memiliki kepedulian
terhadap sesama hidup dan alam
lingkungan.

E. Prinsip Dasar Gerakan Pramuka

Iman dan taqwa Peduli terhadap
kepada Tuhan bangsa dan tanah
Yang Maha Esa air, sesama hidup
dan alam seisinya

Peduli terhadap Taat kepada
dirinya pribadi Kode
Kehormatan
Pramuka

F. Metode Pendidikan Kepramukaan

Metode Pendidikan kepramukaan adalah metode interaktif
Progresif, melalui kegiatan-kegiatan berikut:

1. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka. 6. Kemitraan dengan anggota dewasa
2. Belajar sambil melakukan (Learning by dalam setiap kegiatan.
doing).
3. Sistem beregu (patrol system). 7. Sistem tanda kecakapan.
4. Kegiatan menantang dan 8. Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri.
9. Kiasan dasar.
mengandung pendidikan sesuai 10. Penjelasan masing-masing unsur sebagai
perkembangan anggota muda.
5. Kegiatan di alam terbuka. anak sistem metode kepramukaan
11. Pengamalan Kode Kehormatan

1. Pengamalan Kode kehormatan

Kode kehormatan dilaksanakan dengan cara-cara sebagai berikut.
❖ Menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing – masing
❖ Membina kesadaran berbangsa dan bernegara.
❖ Mengenal, memelihara dan melestarikan lingkungan berserta alam seisinya.
❖ Memiliki sikap kebersamaan.
❖ Hidup secara sehat jasmani dan rohani.
❖ Bersikap terbuka, mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan

bersama, membina diri untukbertutur kata dan bertingkah laku sopan, ramah dan
sabar.
❖ Membiasakan diri memberikan pertolongan, berpartisipasi dalam kegiatan
bakti/sosial, dan mampu mengatasi tantangan tanpa mengenal sikap putus asa.

❖ Kesediaan dan keikhlasan menerima tugas, berupa melatih keterampilan
dan pengetahuan, riang gembira dalam menjalankan tugas menghadapi kesulitan
maupun tantangan.

❖ Bertindak dan hidup secara hemat, teliti dan waspada dengan membiasakan
hidup secara bersahaja.

❖ Mengendalikan dan mengatur diri, berani menghadapi tantangan dan kenyataan,
❖ berani mengakui kesalahan, memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar

dan taat terhadap aturan / kesepakatan
❖ Membiasakan diri menepati janji dan bersikap jujur.
❖ Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik, dalam gagasan,

pembicaraan dan tindakan

2. Melakukan,(Learning by Doing)

Belajar sambil melakukan dilaksanakan dengan cara-cara berikut.
➢ Kegiatan kepramukaan dilakukan melalui praktek secara

praktis sebanyak mungkin.
➢ Mengarahkan perhatian peserta didik untukmelakukan hal – kegiatan

yang nyata, serta merangsang rasakeingintahuan terhadap hal – hal
baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan.

3. Sistem Beregu

Sistem beregu dilaksanakan agar peserta didik memperoleh kesempatan
belajar memimpin dan dipimpin berorganisasi, memikul tanggungjawab,
mengatur diri, menempatkan diri, bekerja sama dalam kerukunan (gotong
royong).
Peserta didik dikelompokkan dalam satuan gerak yang dipimpin oleh
mereka sendiri, dan merupakan wadah kerukunan diantara mereka.
Kegiatan ini mempermudah penyampaian pesan di alam terbuka, dan
mengurangi rentang kendali (spend of control).

4. Kegiatan Menantang dan Mengandung Pendidikan Sesuai Perkembangan Anggota Muda
Pelaksanaan metodenya dilakukan dengan cara sebagai berikut.
•Kegiatan Kepramukaan yang menantang dan menarik minat kaum muda, untuk menjadi
Pramuka dan bagi mereka yang telah menjadi Pramuka agar tetap terpikat dan mengikuti
serta mengembangkan acara kegiatan yang ada.
•Kegiatan kepramukaan bersifat kreatif, inovatif dan rekreatif yang mengandung pendidikan.
•Kegiatan dilaksanakan secara terpadu.
•Pendidikan kepramukaan dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan
perkembangan induvidu maupun kelompok.
•Materi kegiatan kepramukaan disesuaikan dengan usia dan perkembangan jasmani dan
rohani peserta didik.
•Kegiatan kepramukaan diusahakan agar dapat mengembangkan bakat, minat dan emosi
peserta didik serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi, masyarakat
dan lingkungannya

5. Kegiatan di Alam Terbuka

Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman adanya
saling ketergantungan antara unsur-unsur
alam dengan kebutuhan untuk melestarikannya, selain itu
mengembangkan suatu sikap bertanggungjawab akan masa
depan yang menghormati keseimbangan alam.
Kegiatan di alam terbuka memotivasi peserta didik untuk ikut
menjaga lingkungannya dan setiap kegiatan hendaknya
selaras dengan alam.
:

•)

Manfaat Kegiatan di Alam Terbuka

➢ dapat mengembangkan kemampuan diri
mengatasi tantangan yang dihadapi.

➢ membangun kesadaran bahwa tidak ada sesuatu
yang berlebihan di dalam dirinya.

:

➢ menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan
dalam kesederhanaan.

➢ membina kerja sama dan rasa memiliki.

•)

5.Kemitraan dengan Anggota Dewan

Di dalam melaksanakan kemitraan dengan

anggota dewasa, maka :

1.anggota dewasa berfungsi sebagai perencana,

organisator, pelaksana, pengendali, pengawas,

dan penilai; serta bertanggungjawab atas

pelaksanaan kegiatan kepramukaan

anggota muda;

: 2.Pramuka Penegak dan Pandega berfungsi
sebagai pembantu anggota dewasa dalam

melaksanakan kegiatan kepramukaan; dan

anggota muda mendapatkan pendampingan

dan pembinaan dari anggota dewasa;

sebelum melaksanakan kegiatan, anggota

muda

berkonsultasi dahulu dengan anggota dewasa.

•)

6.Sistem Tanda Kecakapan

•Tanda kecakapan adalah tanda yang menunjukkan
kecakapan dan keterampilan tertentu yang dimiliki seorang
peserta didik.

•Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong dan
merangsang para Pramuka agar selalu berusaha
memperoleh kecakapan dan keterampilan.

: •Setiap Pramuka wajib berusaha memperoleh

keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan
diri dan baktinya kepada masyarakat.
Tanda Kecakapan, TKK, dan TPG diberikan setelah menyelesaikan ujian-
ujian SKU maupun SKK dan SPG.

Jenis Tanda kecakapan Bagi Peserta Didik

Tanda Tanda Tanda
Kecakapan Kecakapan Pramuka
Umum ( TKU ) Khusus ( TKK ) Garuda (TPG).

yang yang disediakan untuk kecakapan
diwajibkan dimiliki oleh peserta tertinggi yang
untuk dimiliki didik sesuai dengan diberikan kepada
oleh peserta minat dan bakatnya. seorang peserta
didik didik pramuka
yang memenuhi
syarat

•)

7.Sistem Satuan Terpisah Putra dan Putri

Satuan Pramuka Putri dibina oleh Pembina Putri, satuan
Pramuka Putra dibina oleh Pembina Putra.
Perindukan Siaga Putra dapat di bina oleh Pembina Putri.
Jika kegiatan diselenggarakan dalam bentuk perkemahan
: harus dijamin dan dijaga agar tempat perkemahan Putri
dan tempat perkemahan putra terpisah.
Perkemahan putri dipimpin oleh Pembina putri dan
perkemahan putra dipimpin oleh Pembina putra.

•)

8.Kiasan Dasar

• Kiasan Dasar adalah ungkapan yang digunakan secara
simbolik dalam penyelenggaraan kegiatan kepramukaan.

• Kiasan Dasar digunakan untuk mengembangkan imajinasi,
sesuai dengan usia perkembangan peserta didik.

• Kegiatan kepramukaan jika dikemas dengan kiasan dasar
: akan lebih menarik, dan memperkuat motivasi.

• Kiasan Dasar apabila digunakan, akan mempercepat
perkuatan lima ranah kecerdasan terutama kecerdasan
emosional.

SEMOGA BERMANFAAT

Jika kamu tidak mengendalikan apa yang kamu
pikirkan, kamu tidak bisa mengendalikan apa yang

kamu lakukan


Click to View FlipBook Version