Pelajaran 1
Teks Laporan Percobaan
Fokus Pembelajaran
Penguasaan kompetensi mengidentifikasi informasi, menelaah struktur dan kebahasaan; dan
menyimpulkan tujuan, bahan/alat, langkah, dan hasil dalam laporan percobaan yang didengar dan/atau
dibaca; serta menyajikan tujuan, bahan/ alat, langkah, dan hasil dalam laporan percobaan secara tulis
dan lisan.
Kegiatan 1
Membaca Teks Laporan Percobaan dan Mendiskusikan Isinya
Percobaan merupakan salah satu jenis penelitian. Percobaan dilakukan dengan
memberikan perlakuan terhadap suatu objek. Hasil percobaan diketahui dengan
membandingkan kondisi objek sebelum perlakuan dengan kondisi objek setelah
mendapatkan perlakuan. Perbedaan kondisi sebelum dan sesudah perlakuan terhadap objek
merupakan hasil dari suatu percobaan.
A. Mengenali Bahan, Alat, Proses, dan Hasil dalam Teks Laporan Percobaan
Umumnya, teks laporan percobaan berisi tentang bahan, alat, proses, dan hasil
percobaan. Bahan dan alat merupakan media dasar untuk melakukan percobaan. Proses
percobaan merupakan prosedur, tahap, atau langkah memberi perlakuan terhadap
objek menggunakan bahan dan alat percobaan. Berdasarkan proses percobaan,
diketahui hasilnya.
Bacalah teks berikut ini dan kerjakanlah pelatihan yang menyertainya!
Cara Praktis Deteksi Boraks dan Formalin pada Jajanan Anak
Jakarta, era.id - Kandungan boraks dan formalin sering kali ditemui pada jajanan anak.
Salah satu cara untuk mewaspadai agar anak terbebas dari makanan yang mengandung
zat berbahaya tersebut adalah dengan cara melakukan pendeteksian.
Anda tidak harus pergi ke laboratorium untuk mengetahui adanya zat boraks dan
formalin pada jajanan anak. Cukup dengan melakukan pendeteksian mandiri di rumah.
Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menganjurkan
masyarakat mewaspadai dan mendeteksi kandungan boraks dan formalin pada jajanan
anak dengan menggunakan bunga kencana. "Dampak boraks dan formalin itu sangat
berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan otak anak-anak kita. Meskipun
penyalahgunaan boraks dan formalin sudah menurun, namun kita sebagai orang tua
harus tetap waspada," kata Ketua Program Aksi UI untuk Negeri dari Departemen
Kimia Kedokteran FKUI dr Ade Arsianti M.Si di Jakarta, seperti dikutip Antara, Jumat
(6/9/2019).
Masyarakat hanya perlu mengekstrak bunga kencana atau nama lainnya bunga
ruellia dengan menumbuknya hingga halus dan ditambahkan sedikit air. Ekstrak bunga
kencana tersebut hanya perlu diteteskan pada sampel makanan yang juga sudah
ditumbuk halus ditambah dengan sedikit air. Bunga ruellia mudah tumbuh di berbagai
tempat dan dapat ditemukan di pinggir jalan.
Peralatan yang bisa digunakan yaitu ulekan, pipet tetes, wadah berongga kecil
seperti palet cat air, sampel makanan, air putih, dan beberapa kuntum bunga Ruellia.
Setiap sampel makanan ditaruh di rongga palet cat air. Bisa diberikan label nama
untuk menandai makanan apa saja yang diujikan untuk memudahkan identifikasi
1
makanan. Selanjutnya hanya perlu meneteskan ekstrak bunga ruellia pada masing-
masing sampel makanan dan amati perubahan warna yang terjadi.
Apabila makanan positif mengandung boraks maka warnanya akan berubah
menjadi hijau karena pH boraks sekitar 9-11. Sedangkan jika makanan positif
mengandung formalin, maka warnanya akan berubah menjadi coklat-kemerahan karena
pH formalin sekitar 5-6.
Sementara makanan yang bebas formalin dan boraks akan tetap berwarna ungu
seperti warna asli ekstrak bunga atau tidak mengalami perubahan warna. Perubahan
warna yang terjadi sangat singkat hanya beberapa menit saja sudah bisa terlihat
hasilnya.
Dalam penyuluhan tim FKUI kepada 50 ibu-ibu PKK dan pedagang di
Kelurahan Ratu Jaya Kecamatan Cipayung Kota Depok, dilakukan uji coba deteksi
boraks dan formalin tersebut. Hasilnya beberapa makanan yang di uji coba saat itu
memberikan hasil yang positif mengandung formalin dan boraks.
Bahaya boraks dan formalin
Boraks sejatinya digunakan untuk membuat campuran detergen, glasi enamel
gigi buatan, plastik, antiseptik, pembasmi serangga, dan pengawet kayu. Demikian pula
dengan formalin, bahan ini biasanya digunakan sebagai pengawet pada mayat, bahan
tambahan kosmetik, perabot kayu, dan desinfektan kuat.
Bila tertelan dalam jumlah tinggi, boraks dapat meracuni sel-sel tubuh dan
menyebabkan kerusakan usus, hati, ginjal dan otak. Jika dikonsumsi dalam jangka
waktu lama, maka dapat menyebabkan kerusakan hati dan kanker. Efek buruk boraks
bekerja pada jangka waktu lama, ia akan tertimbun dan terakumulasi terlebih dahulu
dalam tubuh, kemudian akan menimbulkan efek samping seperti pusing, mual, muntah,
diare, kejang bahkan koma. Kandungan boraks sebanyak 5 gram saja pada anak kecil
dan bayi bisa menyebabkan kematian.
Makanan yang mengandung boraks dan formalin sekilas tidak akan berbeda
tampilannya secara visual. Ciri makanan yang mengandung boraks dan formalin
biasanya tidak mudah hancur, kenyal, sangat renyah, tahan lebih dari tiga hari (tidak
busuk dan berjamur), berwarna lebih mencolok, dan juga tidak dikerubungi oleh lalat
dan semut.
(Dikutip dari https://www.era.id/read/bWUNK1-cara-praktis-deteksi-boraks-dan-formalin-
pada-jajanan-anak)
Kerjakanlah tugas berikut sesuai dengan isi teks di atas!
1. Identifikasi bahan dan alat untuk mendeteksi secara mandiri kandungan boraks dan
formalin dalam jajanan!
2. Jelaskanlah proses pendeteksian boraks dan formalin dalam jajanan!
3. Paparkan hasilnya atas proses pendeteksian boraks dan formalin dalam jajajan!
4. Rumuskan kembali dengan kalimat kalian sendiri akibat berbahaya bagi tubuh jika
makanan yang dikonsumsi manusia mengandung boraks dan formalin!
2
B. Mendiskusikan Fakta dan Opini dalam Teks Laporan Percobaan
Dalam teks laporan percobaan, penyampaian fakta dan opini harus tepat dan benar. Fakta
merupakan kenyataan yang terjadi atau sesuatu yang benar-benar ada. Opini merupakan
pandangan atau pendapat penulis. Umumnya, fakta digunakan untuk mendukung opini
penulis.
Bubuhkanlah hurf F pada pernyataan yang berupa fakta dan bubuhkanlah O pada
pernyataan yang berupa opini!
1. Salah satu cara untuk mewaspadai agar anak terbebas dari makanan yang
mengandung zat berbahaya adalah dengan cara melakukan pendeteksian.
2. Anda tidak harus pergi ke laboratorium untuk mengetahui adanya zat boraks
dan formalin pada jajanan anak, tetapi cukup dengan melakukan
pendeteksian mandiri di rumah.
3. Dampak boraks dan formalin itu sangat berbahaya bagi kesehatan dan
perkembangan otak anak-anak kita. Meskipun penyalahgunaan boraks dan
formalin sudah menurun, namun kita sebagai orang tua harus tetap waspada,
4. Masyarakat hanya perlu mengekstrak bunga kencana atau nama lainnya
bunga ruellia dengan menumbuknya hingga halus dan ditambahkan sedikit
air.
5. Ekstrak bunga kencana tersebut hanya perlu diteteskan pada sampel
makanan yang juga sudah ditumbuk halus ditambah dengan sedikit air.
Bunga ruellia mudah tumbuh di berbagai tempat dan dapat ditemukan di
pinggir jalan
6. Peralatan yang bisa digunakan yaitu ulekan, pipet tetes, wadah berongga
kecil seperti palet cat air, sampel makanan, air putih, dan beberapa kuntum
bunga Ruellia.
7. Setiap sampel makanan ditaruh di rongga palet cat air. Bisa diberikan label
nama untuk menandai makanan apa saja yang diujikan untuk memudahkan
identifikasi makanan.
8. Selanjutnya hanya perlu meneteskan ekstrak bunga ruellia pada masing-
masing sampel makanan dan amati perubahan warna yang terjadi.
9. Apabila makanan positif mengandung boraks maka warnanya akan berubah
menjadi hijau karena pH boraks sekitar 9-11; jika makanan positif
mengandung formalin, maka warnanya akan berubah menjadi coklat-
kemerahan karena pH formalin sekitar 5-6.
10. Sementara makanan yang bebas formalin dan boraks akan tetap berwarna
ungu seperti warna asli ekstrak bunga atau tidak mengalami perubahan
warna. Perubahan warna yang terjadi sangat singkat hanya beberapa menit
saja sudah bisa terlihat hasilnya.
C. Membandingkan Prosedur Percobaan Sederhana
Bahan, alat, dan prosedur percobaan satu bidang dengan bidang lain bisa berbeda.
Perbedaan itu bergantung pada jenis dan jumlah perlakuan atas suatu objek, Semakin
beragam jenis dan semakin banyak jumlah perlakuan, proses percobaan semakin
kompleks.
3
Bacalah teks percobaan sederhana bidang kimia “Warna Ajaib” dan bidang fisika
“Menahan Telur” berikut ini! Setelah itu, kerjakan tugas yang menyertainya!
Teks 1
Warna Ajaib
Potong beberapa helai kol merah sampai menjadi potongan-potongan kecil dan
rendam dalam semangkok air mendidih. Setelah setengah jam, tuangkan air berwarna
ungu yang diwarnai oleh helai kol tadi ke dalam gelas. Sekarang kamu bisa
menggunakan air tersebut untuk membuat warna ajaib. Letakkan tiga gelas di meja,
penuhi semua gelas tadi dengan air.
Sebenarnya hanya gelas pertama yang diisi air murni, gelas kedua diisi dengan
cuka putih, dan gelas ketiga diisi air yang dicampur dengan soda bikarbonat. Saat
kamu menuangkan sedikit air kol ke dalam masing-masing gelas, air dalam gelas
pertama berubah menjadi ungu, gelas kedua menjadi berubah menjadi merah, dan
gelas ketiga menjadi hijau. Warna ungu air kol berubah warna menjadi merah dalam
air asam dan menjadi hijau dalam alkali. Air murni tidak mengubah warna. Dengan
ilmu kimia, kita bisa memahami apakah suatu cairan itu bersifat asam atau alkali
dengan menguji cairan serupa.
(Dikutip dari Gupta, Avind. 2008. Sihir atau Sains? Eksperimen Sains Menakjubkan untuk Anak
Brilian. Yogyakarta: Maximus hlm. 18).
Teks 2
Menahan Telur
Isilah sebuah stoples dengan air sampai setengahnya, dan larutkan garam ke
dalamnya. Sekarang, tambahkan air lagi, tuangkan dengan hati-hati ke atas cairan
garam tadi menggunakan sendok sehingga kedua cairan tadi tidak bercampur.
Letakkan sebutir telur ke dalam stoples, yang seolah-olah ditarik ke tengah. Karena
telur lebih berat daripada air biasa, tetapi lebih ringan daripada air garam, maka telur
ini hanya terbenam di tengah-tengah stoples dan mengapung di atas air garam.
Kamu bisa menggunakan kentang mentah sebagai ganti telur. Buat “ikan ajaib”
dari kentang itu. Buatkan sirip dan mata ikan dari kertas yang diwarnai.
(Dikutip dari Gupta, Avind. 2008. Sihir atau Sains? Eksperimen Sains Menakjubkan untuk Anak
Brilian. Yogyakarta: Maximus hlm. 157).
Bandingkanlah bahan, alat, prosedur, dan hasil dua percobaan dalam teks di atas
dengan mengisi tabel berikut ini! Kerjakan secara berkelompok!
Aspek Warna Ajaib Menahan Telur
Bahan
Alat
4
Prosedur
Hasil
D. Menggunakan Kalimat Efektif dalam Laporan Percobaan
Kalimat efektif merupakan kalimat hemat, padu, dan jelas dalam menyampaikan
informasi. Kalimat hemat merupakan kalimat yang penggunaan kosakatanya
mewadahi informasi yang dibutuhkan dan tidak boros kata. Kalimat padu merupakan
kalimat yang hubungan antara subjek dan predikatnya tidak disela satuan kebahasaan
lain. Kalimat jelas merupakan kalimat yang memiliki makna denotatif dan tidak
ambigu.
Ubahlah kalimat-kalimat berikut menjadi kalimat efektif!
1. Adikku aktif mengikuti pelatihan penulisan karya ilmiah remaja di sekolahnya dan
sejak berlatih menulis karya ilmiah itu, sekarang adikku memili rasa percaya diri
menulis artikel opini di koran online.
2. Tolong setiap anggota kelompok mengunduh sebuah artikel percobaan dan
dikumpulkan ke e-mail ketua kelas paling lambat Senin pekan depan.
3. Nia, kamu sudah menontoh film Ada Apa dengan Cinta yang disutradarai Mira
Lesmana dengan pemeran utama Dian Sastro dan Nicholas Saputra yang mengilhami
sinetron yang temanya mengangkat kehidupan di seputar remaja?
4. Besok siang kita rapat untuk memilih artikel opini, berita, dan resensi seusai
pelajaran sekolah yang akan dimuat di majalah online Cendekia Berkarya.
5. Penjelasan teknis dilaksanakan di Aula Kemendikbud, Jln. Prof. Muh. Yamin 71,
pada pukul 09.00 pagi untuk lomba musikalisasi puisi.
Kegiatan 2
Menelaah Informasi, Proses, dan Keobjektifan Sikap dalam Kajian Ilmiah
Kajian ilmiah menjunjung tinggi kesahihan informasi, kebenaran proses penemuan,
dan keobjektifan sikap pembahasnya. Ketiganya merupakan satu kesatuan untuk
memperoleh bahasan ilmiah yang benar, kredibel, dan objektif.
A. Menelaah Kebenaran Informasi Laporan Percobaan
Di era kemudahan memperoleh dan menyebarkan informasi melalui media
sosial saat ini, informasi dapat diolah, dikemas, dan dibagi dengan cara yang benar dan
dapat pula dengan cara yang tidak benar. Pembaca harus bisa memilah dan memilih
informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
5
Bacalah teks berikut dan kerjakan pelatihan yang menyertainya!
Hoax or Not
Broadcast Tusuk Gigi Kunyit Pendeteksi Borax
Temuan Siswi SMA 3 Semarang
Salmah Muslimah - detikNews
Jumat, 22 Jul 2016 17:25 WIB
Jakarta. Isu: Mendeteksi bakso yang mengandung boraks hanya dengan tusuk gigi
yang sudah ditusukan ke kunyit menjadi pesan berantai dan menyebar di media
sosial. Disebutkan cara itu merupakan temuan dari siswi SMA 3 Semarang yang
sudah dipamerkan dalam ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI)
2014.
Berikut isi broadcast tersebut:
Perhatian Buat para penggemar Bakso‼
"BAWALAH tusuk Gigi dan Kunyit ke mana2"
2 siswi SMAN 3 Semarang, Dayu Laras Wening dan Luthfia Adila telah
menemukan cara mendeteksi BORAX dgn cara yg sangat mudah dan
praktis, yaitu dgn Tusuk Gigi...
Tusukan tusuk Gigi ke Kunyit terlebih dahulu, kemudian tusukan pada
makanan yg akan di uji selama 5 detik, maka akan kelihatan apakah
makanan tersebut mengandung Borax❗ Karena Kunyit akan bereaksi
terhadap bahan kimia.
Bila ada kandungan Borax, maka Tusuk Gigi tersebut akan berwarna
Merah❗
Mereka menamakan temuannya dgn SIBODEX (Stick of Borax
Detector)
Temuan mereka ini berhasil menyabet medali emas pada International
Exhibition for Young Inventors(IEYI) 2014, sebuah ajang kompetisi
inovasi anak...
Selamat menikmati Bakso yg bebas dari Boraks.
Mohon dishare biar yg lain juga tahu bahkan mungkin menjadi Inspirasi
kita.
Investigasi
detikcom menghubungi salah satu penemunya, Luthfia Adila, untuk
mengonfirmasi hal ini. Dila mengatakan pesan tersebut sebenarnya sudah lama
beredar. Dila saat ini bukan lagi siswi SMA 3 Semarang, Dila sudah menjadi
mahasiswa teknik di UGM. Dila mengatakan tidak tahu siapa yang menyebarkan
pesan tersebut. Sejak pesan itu beredar banyak orang yang menanyakan kebenaran hal
itu kepadanya. "Saya nggak tahu itu siapa pelakunya. Saya juga bingung," ucap Dila.
Menurutnya cara menggunakan kunyit untuk mendeteksi boraks bukan temuan
dia dan Wening. Mereka tak tahu menahu soal itu. "Kalau pakai kunyit itu bukan
informasi dari kami. Kalau SIBODEC itu kami belum pernah ngeshare cara
pembuatannya gimana," ucapnya. "Informasi itu nggak benar dari kami. Kalau nanti
kalau disalahgunakan saya yang disalahkan," tambahnya.
Yang jelas Luthfia Adila dan Dayu Laras Wening yang pada 2014 lalu masih
duduk di kelas XII SMAN 3 Semarang memang memperoleh medali emas di ajang
International Exhibition for Young Inventors (IEYI). Mereka menang karena
6
menemukan alat pendeteksi boraks berbentuk tusuk gigi yang diberi nama SIBODEC
(Stick of Borax Detector). Mereka menemukan racikan bahan herbal yang bisa
diaplikasikan ke tusuk gigi biasa. Cara kerjanya pun cukup efektif, tinggal
menusukkannya ke daging, mie, atau lainnya yang akan diuji dan tunggu 5 detik. Bila
tusuk gigi berubah menjadi merah berarti mengandung boraks. Wening dan Luthfia
Adila hingga kini belum membeberkan rahasia pembuatan tusuk gigi ajaib itu.
Soal apakah kunyit bisa mendeteksi boraks, detikcom pernah mencoba tes ini
dengan menggunakan tusuk gigi yang dijual oleh pedagang dan diklaim bisa
mendeteksi boraks karena sudah dilumuri kunyit. Dengan memakai sampel milik
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), detikcom menjajal cara kerja tusuk
gigi yang ditusukan ke kunyit ini.
detikcom menggunakan sampel bakso yang sebelumnya sudah digunakan dan
dites dengan Rapid Test Kit milik mobil keliling BPOM dan hasilnya positif
mengandung boraks. Lalu dengan menggunakan tusuk gigi pendeteksi boraks yang
konon mengandung kunyit, sampel tersebut ditusuk dan didiamkan selama 5 detik.
Saat dicabut, memang benar di ujung alat tampak ada perubahan warna menjadi agak
kemerahan.
Kandungan kurkumin dalam kunyit memang bisa bereaksi dengan boraks.
Namun menurut Adila, kurkumin saja tidak efektif sehingga harus ditambah dengan
pereaksi lain. Pada rapid testkit yang dipakai di laboratorium pun, sedikitnya ada 2
pereaksi yang digunakan. Pada prinsipnya, boraks bersifat basa sehingga akan
bereaksi dengan kurkumin. Tanpa ditambah pereaksi lain, kurkumin dinilai kurang
efektif mendeteksi boraks karena akan bereaksi juga dengan bahan-bahan lain yang
mempunyai sifat basa seperti halnya boraks. "Kalau pakai kunyit saja itu kan basa
lain bisa terdeteksi seperti sabun atau soda kue misalnya," tambah Adila, saat
dihubungi beberapa waktu lalu.
Kesimpulan
Pesan berantai ini ada kemungkinan benar isinya, terutama yang menyangkut
penggunaan kunyit sebagai pendeteksi boraks. Namun pesan yang mengatasnamakan
siswi SMA 3 Semarang itu tidak benar atau hoax karena mereka belum
memublikasikan temuanya secara luas. Soal kunyit yang bisa mendeteksi boraks, Dila
mengaku tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak.
(Dikutip dengan perubahan dari https://news.detik.com/berita/d-3259271/broadcast-tusuk-
gigi-kunyit-pendeteksi-borax-temuan-siswi-sma-3-semarang)
Kerjakan tugas berikut secara berkelompok!
1. Gambarkanlah cara penyebar berita viral mengolah informasi tentang percobaan
deteksi boraks dalam makanan!
2. Gambarkanlah proses dan tahapan penulis artikel melakukan investigasi kebenaran
berita yang viral tersebut!
3. Gambarkanlah simpulan hasil investigasi atas berita temuan percobaan detesksi
boraks dalam makanan!
B. Mengenali Proses Temuan Ilmiah
Temuan ilmiah diperoleh melalui perumusan masalah, perumusan hipotesis,
penggunaan teori, dan pembuktian. Rumusan masalah berupa pertanyaan tentang hal
yang dibahas. Rumusan hipotesis merupakan jawaban sementara atas masalah. Teori
merupakan landasan konseptual yang digunakan sebagai acuan dalam membahas
masalah. Pembuktian merupakan proses menguji hipotesis berdasarkan bukti-bukti
pendukung untuk menjawab masalah.
7
Bacalah teks berikut dan kerjakan pelatihan yang menyertainya!
Mengapa Vaksin Covid-19 Sulit Ditemukan?
Oleh Istamar Syamsuri
1. Vaksin adalah bibit penyakit yang dilemahkan. Dibuat semaput (‘pingsan’).
Virus yang dilemahkan itu juga disebut vaksin. Tujuan pemberian vaksin agar
tubuh nenjadi kebal. Bagaimana mekanismenya?
2. Tubuh sehat diberi vaksin yang merupakan bibit penyakit yang sudah
semaput, maka tubuh mudah menaklukkan virus semaput itu. Nah, subhanallah.
tubuh kita diberi kemampuan menghasilkan senjata pelawan vaksin. Caranya,
tubuh dilengkapi sel memori. Sel memori bukan di otak (seperti banyak
disampaikan) tetapi ada di darah, yaitu dalam bentuk sel darah putih. Namanya sel
T dan sel B. Karena sudah berhasil mengalahkan virus, sel memori ini "mengingat"
struktur molekul virus yang dikalahkan tadi. Cara mengingatnya adalah sel memori
memproduksi molekul (disebut antibodi) yang memiliki struktur yang cocok
dengan struktur permukaan virus. Jadi, antibodi tadi "memborgol" virus sehingga
tidak berdaya. Jika ada virus sungguhan, sel memori tubuh kita telah mempunyai
antibodi yang siap mengikat virus, kemudian sel darah putih menghancurkan dan
memakannya. Maa syaa-Allah. Allah Maha Sempurna.
3. Nah, Covid-19 ini aneh. Cepat bermutasi. Cepat ganti baju sehingga
mengacaukan sel memori tadi. Sel memori yang sudah siap menghasilkan molekul
antivirus (antibodi) menjadi tidak mengenal virus yang datang. Virus Corona yang
datang ini tidak dapat diborgol lagi oleh antibodi. Virus masuk ke sel sel
pernafasan dan mengobrak-abriknya sehingga tubuh kita kalah.
4. Itulah sulitnya. Sudah berhasil ditemukan vaksin virus, tubuh sudah bisa
melawannya dengan antibodi, eh yang datang adalah virus Covid-19 baru yang
sudah "ganti baju." Makanya, tubuh sulit memborgolnya. Seperti terjadi adu cepat
antara sel memori dengan mutasi virus. Karena itulah, para ahli kewalahan
membuat vaksin berupa virus semaput baru. Strukturnya sudah berbeda yang tidak
cocok lagi dengan antibodi.
5. Saya memperkirakan vaksin covid-19 sulit diproduksi. Artinya, Covid-19
sulit diberantas karena mutasinya cepat. Mudah mudahan perkiraan saya meleset.
6. Begitulah para ahli memproduksi pembasmi virus berdasarkan hukum alam
bagaimana tubuh melawan virus. Berdasar sunnatullah. Para ahli masih sibuk
mempelajarinya untuk membuat vaksin yang cocok. Amerika sibuk. Australia
sibuk. Mereka berupaya membuat obat berdasar mekanisme tubuh manusia yang
berhasil melawan virus. Ada lagi pendapat bahwa yang mematikan manusia bukan
virusnya melainkan bakteri yang ikut nimbrung masuk ke tubuh bersama virus.
Bakteri ini bisa dilawan dengan antibiotik
7. Virus tidak mempan oleh antibiotik karena virus strukturnya beda dengan
bakteri. Ada yang berpendapat virus itu bukan makhluk hidup. Virus itu molekul
yang menginfeksi.
8. Konon, banyak diberitakan ada “pakar” yang berhasil menemukan penangkal
Covid-19, tetapi tanpa penjelasan obat itu strukturnya bagaimana, menyerang
struktur virus yang sebelah mana, sudah diuji coba berapa ribu orang, dan hasilnya
bagaimana. Jika tidak ada penjelasan tentang hal itu, artinya secara ilmiah
penangkal atau obat itu tidak dapat dipertanggungjawabkan.
9. Allah memberi tantangan munculnya virus agar manusia berpikir
memberantasnya. Semoga berhasil. Amin
8
(Dikutip dengan perubahan dari
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2991376190897790&id=100000763168796)
1. Judul teks tersebut dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. Artinya, judul
tersebut sudah berisi masalah yang dibahas dalam teks, yakni
2. Paragraf 1 berisi definisi vaksin, yakni
3. Paragraf 2 berisi cara kerja vaksin, yakni
4. Paragraf 3 berisi karakteristik Covid-19, yakni
5. Paragraf 4 berisi masalah menghasilkan vaksin virus Covid-19, yakni
6. Paragraf 5 hipotesis penulis penulis, yakni
7. Paragraf 6 dan 7 berisi sejumlah pandangan tentang virus dan bakteri, yakni
8. Paragraf 8 kriteria obat hasil temuan ilmiah, yakni
9. Paragraf 9 berisi hikmah spiritual, yakni
C. Menelaah Kajian Ilmiah Berdasarkan Masalah
Dalam bidang informasi dan transaski elektronik, salah satu masalah yang
dihadapi adalah penyebaran informasi palsu, sesat, atau disinformasi. Dalam bidang
ilmu kesehatan, salah satu masalah adalah berkembangnya virus yang cepat yang
belum bisa diimbangi dengan temuan vaksinnya. Kedua masalah tersebut dapat
dibahas melalui kajian ilmiah.
Bacalah kembali artikel berjudul “Broadcast Tusuk Gigi Kunyit Pendeteksi Borax
Temuan Siswi SMA 3 Semarang” dan “Mengapa Vaksin Covid-19 Sulit Ditemukan?”di
atas! Bandingkanlah perumusan masalah, proses kajian, dan perolehan simpulannya
dengan mengisi tabel berikut ini!
No Aspek Broadcast Tusuk Gigi Kunyit Mengapa Vaksin Covid-19 Sulit
1. Masalah Pendeteksi Borax Temuan Ditemukan?
Siswi SMA 3 Semarang
9
2. Penelitian
3. Simpulan
D. Menelaah Sikap Objektif dalam Kajian Ilmiah
Penulis dan pembahas masalah ilmiah harus memiliki sikap objektif.
Keobjektifan sikap itu harus ditampakkan dalam menyusun paparan, menyusun
argumentasi, dan merumuskan simpulan. Pembahasan masalah ilmiah menggunakan
tataan yang sistematis dalam pemaparannya, menggunakan data dalam mendukung
argumentasinya, dan menggunakan penalaran yang logis dalam menyusun
simpulannya.
Gambarkanlah sikap objektif penulis dan narasumber dalam teks 1“Broadcast Tusuk
Gigi Kunyit Pendeteksi Borax Temuan Siswi SMA 3 Semarang” dan dalam teks 2
“Mengapa Vaksin Covid-19 Sulit Ditemukan?”di atas! Tulislah keobjektifan sikap
dalam teks tersebut dengan mengisi tabel berikut ini!
No Penulis/Narasumber Keobjektifan Sikap
1. Penulis teks 1
2. Narasumber teks 1
3. Penulis teks 2
Kegiatan 3
Menulis Karya Ilmiah Sederhana Berdasarkan Percobaan
Karya ilmiah disusun berdasarkan data yang memadai, rujukan teori yang terpercaya,
dan sistematika yang runtut dan logis. Data yang digunakan dapat berupa angka-angka
yang ditulis dalam tabel. Rujukan teori diperoleh dari sumber pustaka yang kredibel dan
sesuai dengan disiplin ilmunya. Sistematika laporan menggambarkan keutuhan proses dan
hasil percobaan.
A. Menulis Uraian Berdasarkan Tabel
Fungsi utama tabel adalah menyajikan informasi yang tersusun secara sistematis.
Informasi dalam tabel disajikan dengan urutan lajur (kolom) ke bawah dan baris ke
samping. Setiap lajur atau baris berisi informasi sejenis dari satu bidang atau masalah.
Sajian informasi dalam tabel yang berupa angka-angka perlu dikomunikasikan kepada
khalayak agar dapat dipahami.
Perhatikanlah contoh berikut
10
Perkembangan Covid 19 Indonesia pada 29 Mei 2020
Terkonfirmasi : 25.216 (+678)
Perawatan : 17.204
Sembuh : 6.492
Meninggal : 1.520 (6.03%)
Berdasarkan tabel tersebut dapat disampaikan bahwa “Perkembangan Covid-19 secara
nasional per 29 Mei 2020 adalah
(1) terkonfirmasi positif terjangkit Covid 19 sebanyak 25.216 orang yang berarti ada
tambahan 678 dari hari sebelumnya;
(2) pasien dalam perawatan sebanyak 17.204 orang;
(3) pasien yang sembuh sebanyak 6.492; dan
(4) pasien yang meninggal sebanyak 1.520 atau 6.03% jumlah orang yang
terkonfirmasi positif Covid-19.
Bacalah tabel berikut secara seksama dan kerjakan pelatihan yang menyertainya!
Perkembangan Covid 19
Per Propinsi pada 29 Mei 2020
No Propinsi Positif Sembuh Meninggal
% %
%
1. DKI Jakarta 7.128 28,27 1.739 6,90
509 2,02
2. Jawa Timur 4.414 17,50 570 2,26 345 1,37
142 0,56
3. Jawa Barat 2.211 8,77 592 2,35 71 0,28
70 0,28
4. Sulawesi Selatan 1.468 5,82 532 2,11 27 0,11
72 0,29
5. Jawa Tengah 1.350 5,35 336 1,33 69 0,27
6. Sumatera Selatan 953 3,78 137 0,54 6 0,02
10 0,04
7. Kalimantan Selatan 893 3,54 82 0,33 25 0,10
4 0,02
8. Banten 845 3,35 217 0,86 36 0,14
17 0,07
9. Papua 640 2,54 68 0,27 35 0,14
3 0,01
10. Nusa Tenggara Barat 590 2,34 276 1,09 4 0,02
8 0,03
11. Sumatera Barat 541 2,15 250 0,99 8 0,03
4 0,02
12. Bali 443 1,76 320 1,27 14 0,06
2 0,01
13. Sumatera Utara 400 1,59 118 0,47 2 0,01
7 0,03
14. Kalimantan Tengah 367 1,46 158 0,63 10 0,04
4 0,02
15. Sulawesi Utara 306 1,21 39 0,15 6 0,02
16. Kalimantan Timur 285 1,13 143 0,57 --
1 0,00
17. Sulawesi Tenggara 241 0,96 113 0,45 2 0,01
2 0,01
18. Daerah Istimewa Yogyakarta 230 0,91 149 0,59
19. Maluku 215 0,85 35 0,14
20. Kalimantan Barat 184 0,73 47 0,19
21. Kepulauan Riau 178 0,71 97 0,38
22. Kalimantan Utara 165 0,65 72 0,29
23. Papua Barat 158 0,63 42 0,17
24. Maluku Utara 139 0,55 21 0,08
25. Lampung 131 0,52 55 0,22
26. Sulawesi Tengah 126 0,50 52 0,21
27. Riau 117 0,46 84 0,33
28. Jambi 97 0,38 15 0,06
29. Nusa Tenggara Timur 90 0,36 12 0,05
30. Sulawesi Barat 88 0,35 34 0,13
31. Bengkulu 72 0,29 20 0,08
11
32. Gorontalo 68 0,27 23 0,09 3 0,01
27 0,11 1 0,00
33. Kepulauan Bangka Belitung 42 0,17 17 0,07 1 0,00
34. Aceh 20 0,08 - - - -
Dalam proses verifikasi di 21 0,08 6.492 25,75 1.520 6,03
lapangan
Jumlah 25.216 100,00
Diolah dari sumber https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-
virus/situasi-terkini-perkembangan-coronavirus-disease-covid-19-29-mei-
2020/#.XtEG21UzbX4 diunduh 29 Mei 2020.
Kerjakanlah tugas berikut secara berkelompok!
1. Tulislah karangan deskriptif yang menjelaskan data dalam tabel tersebut!
2. Tulislah ke dalam tiga paragraf dengan ketentuan
a. paragraf pertama mendeskripsikan sepertiga data pertama,
b. paragraf kedua mendeskripsikan sepertiga data kedua, dan
c. paragraf ketiga mendeskripsikan sepertiga data ketiga!
B. Menyusun Kerangka Laporan Percobaan
Secara umum, laporan percobaan terdiri atas tiga bagian, yakni pendahuluan,
pembahasan, dan penutup. Bagian pendahuluan berisi latar belakang dilakukan
percobaan (alasan, dasar, dan pentingnya percobaan), tujuan percobaan, bahan dan alat
percobaan yang digunakan, dan prosedur percobaan (proses dan tahap-tahap
percobaan). Bagian pembahasan berisi proses pelaksanaan percobaan dan hasil
percobaan yang diperolehnya. Bagian penutup berisi rangkuman hasil percobaan dan
simpulan.
Perhatikanlah contoh berikut ini! Gunakan sebagai acuan menulis kerangka laporan
percobaan sederhana pada Kegiatan C!
Judul:
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Percobaan
1.3 Bahan dan Alat Percobaan
1.4 Prosedur Percobaan
II. PEMBAHASAN
2.1 Pelaksanaan Percobaan
2.2 Hasil Percobaan
III. PENUTUP
3.1 Rangkuman
3.2 Sumpulan
C. Melaksanakan Percobaan Sederhana dan Melaporkannya
Kerjakanlah tugas berikut secara berkelompok!
1. Laksanakan percobaan sederhana bidang yang sedang kalian pelajari dalam
matapelajaran IPA.
2. Mintalah petunjuk kepada Bapak dan Ibu Guru matapelajaran IPA semester ini!
3. Siapkan bahan dan alat sesuai dengan keperluan percobaan sederhana kalian!
4. Identifikasi prosedur percobaannya!
5. Gunakan teori yang sesuai bidang percobaan kalian (misalnya, fisika, kimia, atau
biologi)
6. Tulislah semua prosedur yang kalian lakukan!
12
7. Tulislah dalam bentuk laporan ilmiah sederhana!
D. Menulis Sumber Pustaka
Karya ilmiah ditulis berdasarkan teori keilmuan yang sudah ada sebelumnya. Teori itu
dibuktikan kebenarannya melalui penelitian, salah satunya, melalui percobaan. Teori
yang digunakan harus didasarkan pada sumber pustaka yang dapat
dipertanggungjawabkan. Tatacara penulisan didasarkan pada tradisi penulisan karya
ilmiah.
Perhatikanlah contoh berikut ini!
• Sumber pustaka berupa artikel dari majalah yang mencantumkan nama pengarang
ditulis sebagai berikut.
Suseno, Masigit. “Batik Pesisiran Jawa Timur”, Warta Budaya (24 Maret
2004), hlm. 3
• Sumber pustaka berupa artikel dari majalah yang tanpa mencantumkan nama pengarang
ditulis sebagai berikut.
“Modifikasi Motif Batik Pesisiran untuk Busana Pesta”, Warta Budaya (24
Maret 2004), hlm. 40.
• Sumber pustaka berupa buku ditulis sebagai berikut.
Akhadiah, Sabarti; Arsjad, Maidar G.; dan Ridwan, Sakura H.. 1988.
Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga
Kerjakanlah tugas berikut!
1. Tulislah sumber pustaka laporan percobaan sederhana yang kalian kerjakan pada
Kegiatan 3 C!
2. Pilihlah sumber pustaka sesuai dengan bidang ilmu percobaan kalian!
3. Tulislah sumber pustaka yang kalian baca sebagaimana contoh di atas!
13