RS. ROYAL SURABAYA Jl. Rungkut Industri I / 1 Surabaya Emergency Call : 031 – 8484111 Call center : 031 – 8476111 Email : [email protected] TGL/ JAM □ Gangguan muskuloskeletal □ Identifikas□ Gangguan neuromuskuler □ Minat melakukan perawatan diri □ Monitor ti□ Kelemahan meningkat □ Identifikas□ Penurunan motivasi/ minat □ Kemampuan mandi meningkat □ Kemampuan mengenakan pakaian □ Siapkan kmeningkat □ Dampingi□ Menolak melakukan perawatan diri □ Kemampuan makan meningkat mandiri □ Kemampuan ke toilet meningkat □ Fasilitasi u□ Tidak mampu mandi / mengenakan □ Verbalisasi keinginan perawatan diri □ Bantu jikapakaian / makan/ ke toilet, berhias meningkat □ Jadwalkansecara mandiri □ Minat melakukan perawatan diri □ Anjurkan kurang sesuai kem(Nama & TTD Perawat Perencana) (RENCANA ASUHAN KEDEFISIT PERAWATDIAGNOSIS KEPERAWATAN LUARAN DAN KRITERIA HASIL Dibuktikan dengan : Subyektif Obyektif Edukasi Berhubungan dengan : Perawatan Diri (L.11103) meningkat Observasi dengan kriteria hasil : Terapeutik KEBERSIHAN DIRI KAMAR/ RUANG : Defisit Perawatan Diri (D.0109) Setelah dilakukan intervensi selama....... Dukungan Pe
TGL/ JAM □ Masalah teratasi □ Masalah teratasi sebagian si kebiasaan aktifitas perawatan diri sesuai usia □ Masalah tidak teratasi ingkat kemandirian si kebutuhan alat bantu kebersihan keperluan pribadi dalam melakukan perawatan diri sampai untuk menerima keadaan ketergantungan a tidak mampu melakukan perawatan diri n rutinitas perawatan diri melakukan perawatan diri secara konsisten mampuan RM.KEP.03.45/2022 Hal. 1/2 (Nama &TTD Pasien / Keluarga) (Nama & TTD Perawat Evaluator) EPERAWATAN STIKER IDENTITAS TAN DIRI INTERVENSI KEPERAWATAN EVALUASI erawatan Diri (I.11348)
ROYAL SURABAYA Jl. Rungkut Industri I / 1 Surabaya Emergency Call : 031 – 8484111 Call center : 031 – 8476111 Email : [email protected] TGL/ JAM □ Keterbatasan kognitif □ Ide□ Kekeliruan mengikuti anjuran □ Pertanyaan masalah yang dihadapi menurun info□ Kurang terpapar informasi □ Perilaku sesuai dengan pengetahuan □ Ide□ Kurang minat dalam belajar meningkat mo□ Kurang mampu, mengingat □ Perilaku sesuai anjuran meningkat □ Ketidaktahuan menemukan sumber □ Persepsi yang keliru terhadap masalah □ Sedinformasi menurun □ Jad□ Menjalani pemeriksaan yang tidak tepat Edukamenurun □ Jela□ Menanyakan masalah yang dihadapi □ Perilaku membaik kes□ Aja□ Menunjukan perilaku tidak sesuai anjuran □ Aja□ Menunjukan persepsi yang keliru terhadap memasalah □ Menjalani pemeriksaan yang tidak tepat □ Menunjukan perilaku berlebihan (apatis, histeria, bermusuhan ) Nama & TT Perawat Perencana DEFISIT PENGEDIAGNOSIS KEPERAWATAN LUARAN DAN KRITERIA HASIL RENCANA ASUHAN KDibuktikan dengan : Subyektif Obyektif Berhubungan dengan : Tingkat Pengetahuan (L. 12111) meningkat Observdengan kriteria hasil : TerapePENYULUHAN DAN PEMBELAJARAN KAMAR/ RUANG : Defisit Pengetahuan (D.0111) Setelah dilakukan intervensi selama....... Eduka
TGL/ JAM □ Masalah teratasi □ Masalah teratasi sebagian entifikasi kesiapan dan kemampuan menerima □ Masalah tidak teratasi formasi entifikasi faktor yang meningkatkan/menurunkan otivasi hidup bersih dan sehat diakan materi dan media pendidikan kesehatan dwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan si askan faktor resiko yang dapat mempengaruhi sehatan arkan perilaku hidup bersih dan sehat arkan strategi yang dapat digunakan untuk ningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat RM.KEP. 03.70/2022 Hal. 1/2 Nama &TT Pasien / Keluarga Nama & TT Perawat Evaluator ETAHUAN INTERVENSI KEPERAWATAN STIKER IDENTITAS KEPERAWATAN vasi eutik asi Kesehatan (I. 12383) EVALUASI
RS. ROYAL SURABAYA Jl. Rungkut Industri I / 1 Surabaya Emergency Call : 031 – 8484111 Call center : 031 – 8476111 Email : [email protected] TGL / JAM □ Perubahan sirkulasi □ Identif□ Perubahan status nutrisi □ Elastisitas meningkat peruba□ Kekurangan/ kelebihan cairan □ Hidrasi meningkat kelemb□ Penurunan mobilitas □ Perfusi jaringan meningkat mobili□ Bahan kimia iritatif □ Kerusakan jaringan meningkat □ Monito□ Suhu lingkungan yang ekstrim □ Kerusakan lapisan kulit menurun □ Faktor mekanis ( penekanan/ penonjolan tulang □ Nyeri menurun □ Ubah pgesekan), faktor elektrik □ Perdarahan menurun □ Lakuk□ Efek samping terapi radiasi □ Kemerahan menurun perlu □ Kelembapan □ Hematoma menurun □ Bersih□ Proses penuaan □ Nekrosis menurun period□ Neuropati perifer □ Gunak□ Perubahan pigmentasi kulit k□ Perubahan hormonal □ Gunakpada kSubyektif (-) □ HindarObyektif □ Kerusakan jaringan / lapisan kulit □ Anjurk□ Nyeri □ Anjurk□ Hematoma □ Anjurk□ Kemerahan □ Anjurk□ Perdarahan □ Anjurk□ Anjurkberada□ AnjurkNama & TT Perawat Perencana GANGGUAN INTEGRITARENCANA ASUHAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN LUARAN DAN KRITERIA HASIL Dibuktikan dengan : Edukasi Berhubungan dengan : Integritas Kulit dan Jaringan (L.14125) Observasi meningkat, dengan kriteria hasil : Terapeutik KEAMANAN DAN PROTEKSI KAMAR/ RUANG : Gangguan Integritas Kulit / Jaringan (D.0129) Setelah dilakukan intervensi selama....... Perawatan
TGL / JAM □ Masalah teratasi □ Masalah teratasi sebagian fikasi penyebab gangguan integritas kulit (mis. □ Masalah tidak teratasi ahan sirkulasi, perubahan status nutrisi, penurunan baban, suhu lingkungan ekstrem, penurunan tas) or tanda - tanda infeksi posisi tiap 2 jam jika tirah baring an pemijatan pada area penonjolan tulang, jika hkan perineal dengan air hangat, terutama selama e diare kan produk berbahan petrolium atau minyak pada kering kan produk berbahan ringan/alami dan hipoalergik kulit sensitif ri produk berbahan dasar alkohol pada kulit kering kan menggunakan pelembab (mis.lotion , serum) kan minum air yang cukup kan meningkatkan asupan nutrisi kan meningkatkan asupan buah dan sayur kan menghindari terpapar suhu ekstrem kan menggunakan tabir surya SPF minimal 30 saat a di luar rumah kan mandi dan menggunakan sabun secukupnya RM.KEP.03.71/2022 Hal. 1/2 STIKER IDENTITAS Nama & TT Pasien/ Keluarga Nama & TT Perawat Evaluator AS KULIT / JARINGAN KEPERAWATAN INTERVENSI KEPERAWATAN EVALUASI n Integritas Kulit (I.11353)
RS. ROYAL SURABAYA Jl. Rungkut Industri I / 1 Surabaya Emergency Call : 031 – 8484111 Call center : 031 – 8476111 Email : [email protected] TGL / JAM □ Dehidrasi □ Identifikas□ Proses penyakit (infeksi kanker) □ Suhu tubuh............°C □ Monitor su□ Respon trauma □ Kulit merah menurun □ Monitor k□ Kejang menurun □ Monitor hSubyektif (-) □ Takikardi menurun, nadi:.........x/menit □ Suhu kulit .............°C □ Sediakan l□ Suhu tubuh diatas nilai normal □ Longgarka□ Kulit merah □ Berikan ca□ Kejang □ Berikan ko□ Tachikardia □ Hindari pe□ Kulit terasa hangat □ Berikan ok□ Anjurkan □ PemberianNama & TT Perawat Perencana HIPERTERMIARENCANA ASUHAN KEPDIAGNOSIS KEPERAWATAN LUARAN DAN KRITERIA HASIL INTerapeutik Obyektif Edukasi Kolaborasi Berhubungan dengan : Termoregulasi (L.14134) membaik Observasi dengan kriteria hasil : Dibuktikan dengan : KEAMANAN DAN PROTEKSI KAMAR/ RUANG : Hipertermia (D.0130) Setelah dilakukan intervensi selama....... Manajemen H
TGL / JAM □ Masalah teratasi □ Masalah teratasi sebagian si penyebab hipertermi □ Masalah tidak teratasi uhu tubuh kadar elektrolit haluaran urine lingkungan yang dingin an / lepaskan pakaian airan oral ompres hangat emberian antipiretik atau aspirin ksigen, jika perlu tirah baring n cairan dan elektrolit intra vena, jika perlu RM.KEP.03.72/2022 Hal. 1/2 Nama &TT Pasien/ Keluarga Nama & TT Perawat Evaluator A PERAWATAN STIKER IDENTITAS NTERVENSI KEPERAWATAN Hipertermia (I.15506) EVALUASI
RS. ROYAL SURABAYA Jl. Rungkut Industri I / 1 Surabaya Emergency Call : 031 – 8484111 Call center : 031 – 8476111 Email : [email protected] TGL / JAM □ Kerusakan hipotalamus □ Identifikasi pe□ Konsumsi alkohol □ Suhu tubuh............°C rendah, pakaia□ Berat Badan ekstrem □ Suhu kulit.............° C lemak subkuta□ Kekurangan lemak subkutan □ Menggigil menurun □ Monitor suhu □ Temperatur suhu lingkungan rendah □ Nadi :...........x/menit □ Monitor tanda□ Malnutrisi □ Pucat menurun mengigil, hipe□ Pemakaian pakaian tipis menurun, olig□ Penurunan laju metabolisme abnormal). □ Tidak beraktivitas □ Transfer panas □ Sediakan ling□ Proses penuaan □ Ganti pakaian□ Efek agen farmakologi □ Lakukan peng□ Lakukan pengSubyektif (-) hangat, selimu□ Lakukan peng□ Kulit teraba dingin hangat, lavase□ Menggigil □ Suhu tubuh di bawah nilai normal □ Anjurkan makNama & TT Perawat Perencana HIPOTERMRENCANA ASUHAN KEDIAGNOSIS KEPERAWATAN LUARAN DAN KRITERIA HASIL Dibuktikan dengan : Obyektif Edukasi Berhubungan dengan : Termoregulasi (L.14134) membaik Observasi dengan kriteria hasil : Terapeutik KEAMANAN DAN PROTEKSI KAMAR/ RUANG : Hipotermia (D.0131) Setelah dilakukan intervensi selama....... Manajemen Hip
TGL / JAM □ Masalah teratasi □ Masalah teratasi sebagian enyebab hipotermi (mis.terpapar suhu lingkungan □ Masalah tidak teratasi an tipis, penurunan laju metabolisme, kekurangan an) tubuh a dan gejala akibat hipotermi (takhipnea, disatria, ertensi, diuresis, aritmia, hipotensi, apatis, reflek guri, reflek menghilang, edema paru, asam basa kungan yang hangat n dan/ atau linen yang basah ghangatan pasif ghangatan aktif eksternal (kompres hangat, botol ut hangat, perawatan metode kanguru) ghangatan aktif internal( mis.infus hangat, oksigen e peritonial dengan cairan hangat kan / minum hangat. RM.KEP.03.73/2022 Hal. 1/2 Nama &TT Pasien/ Keluarga Nama & TT Perawat Evaluator MIA EPERAWATAN STIKER IDENTITAS INTERVENSI KEPERAWATAN otermia (I.14507) EVALUASI
RS. ROYAL SURABAYA Jl. Rungkut Industri I / 1 Surabaya Emergency Call : 031 – 8484111 Call center : 031 – 8476111 Email : [email protected] TGL / JAM □ Terpapar patogen □ Identifikasi area li□ Terpapar zat kimia toksik □ Toleransi aktivitas meningkat □ Identifikasi obat y□ Terpapar agen nosokomial □ Nafsu makan meningkat □ Identifikasi kesesu□ Ketidakamanan transportasi □ Toleransi makan meningkat ekstremitas bawah□ Disfungsi auto imun □ Kejadian cedera menurun □ Hipoksemia jaringan □ Sediakan pencahay□ Kejang □ Gunakan lampu tid□ Vertigo □ Sosialisasikan pas(mis.telp kamar m□ Gunakan alas lant□ Sediakan alas kak□ Gunakan pispot atperlu □ Pastikan bel pangg□ Pastikan roda temp□ Diskusikan bersampasien. □ Tingkatkan frekuekebutuhan. □ Jelaskan alasan in□ Anjurkan bergantibeberapa menit seNama & TT Perawat Perencana NRENCANA ASUHAN KEPDIAGNOSIS KEPERAWATAN LUARAN DAN KRITERIA HASIL INEdukasi RISIKO CEDERDibuktikan dengan : Tingkat Cedera (L.14136) menurun Observasi dengan kriteria hasil : Terapeutik KEAMANAN DAN PROTEKSI KAMAR/ RUANG : Risiko Cedera (D.0136) Setelah dilakukan intervensi selama....... Pencegahan Cedera
TGL / JAM □ Masalah teratasi □ Masalah teratasi sebagian ingkungan yang berpotensi menyebabkan cedera □ Masalah tidak teratasi yang berpotensi menyebabkan cedera uaian alas kaki atau stoking elastis pada h yaan yang memadai dur selama jam tidur sien dan keluarga dengan lingkungan ruang rawat mandi, tempat tidur dll ) ai jika beresiko mengalami cedera serius ki anti slip tau urinal untuk eliminasi di tempat tidur, jika gilan mudah di jangkau pat tidur atau kursi roda kondisi terkunci. ma anggota keluarga yang dapat mendampingi ensi observasi dan pengawasan pasien sesuai ntervensi pencegahan jatuh ke pasien dan keluarga i posisi secara perlahan dan duduk selama ebelum berdiri RM.KEP.03.74/2022 Hal. 1/2 Nama &TT Pasien/ Keluarga Nama & TT Perawat Evaluator PERAWATAN NTERVENSI KEPERAWATAN STIKER IDENTITAS EVALUASI RA (14537)
RS. ROYAL SURABAYA Jl. Rungkut Industri I / 1 Surabaya Emergency Call : 031 – 8484111 Call center : 031 – 8476111 Email : [email protected] TGL / JAM □ Penyakit kronis ( DM ) □ Monitor□ Efek prosedur invasif □ Kebersihan tangan meningkat □ Malnutrisi □ Nafsu makan meningkat □ Batasi ju□ Ketidak adekuatan pertahanan tubuh □ Demam, kemerahan, nyeri, bengkak □ Berikan primer : Kerusakan integritas kulit menurun □ Cuci tan□ Ketidak adekutan pertahanan tubuh □ Cairan berbau busuk dan lingsekunder: Imunosupresi □ Drainase purulen menurun □ Pertahan□ Periode malaise menurun □ Periode menggigil menurun □ Jelaskan□ Gangguan kognitif menurun □ Ajarkan□ Ajarkan□ Ajarkan□ Anjurka□ Anjurka□ KolaborNama & TT Perawat Perencana RISIKO INFDIAGNOSIS KEPERAWATAN LUARAN DAN KRITERIA HASIL RENCANA ASUHAN KEdukasi KolaborasiDibuktikan dengan : Infeksi (L.14137) menurun Observasi dengan kriteria hasil : Terapeutik KEAMANAN DAN PROTEKSI KAMAR/ RUANG : Risiko Infeksi (D.0142) Setelah dilakukan intervensi selama....... Pencegaha
TGL / JAM □ Masalah teratasi □ Masalah teratasi sebagian r tanda dan gejala infeksi lokal dan sistemik □ Masalah tidak teratasi umlah pengunjung perawatan kulit pada area edema ngan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien gkungan pasien. nkan teknik aseptik pada pasien berisiko tinggi n tanda dan gejala infeksi n cara cuci tangan dengan benar n etika batuk n cara memeriksa kondisi luka atau luka operasi an meningkatkan asupan nutrisi an meningkatkan asupan cairan rasi pemberian imunisasi , jika perlu RM.KEP.03.75/2022 Hal. 1/2 Nama &TT Pasien/ Keluarga Nama & TT Perawat Evaluator FEKSI STIKER IDENTITAS INTERVENSI KEPERAWATAN KEPERAWATAN i EVALUASI an Infeksi (I.14539)
RS. ROYAL SURABAYA Jl. Rungkut Industri I / 1 Surabaya Emergency Call : 031 – 8484111 Call center : 031 – 8476111 Email : [email protected] TGL / JAM □ Usia > 65 th / < 2 th □ Identifikasi fakto□ Riwayat jatuh □ Jatuh dari tempat tidur menurun tingkat kesadaran□ Anggota gerak bawah buatan □ Jatuh saat berdiri menurun gangguan penglih□ Penggunaan alat bantu jalan □ Jatuh saat duduk menurun □ Identifikasi risiko□ Penurunan tingkat kesadaran □ Jatuh saat berjalan menurun kebijakan institus□ Lingkungan tidak aman □ Jatuh saat naik tangga menurun □ Identifikasi fakto□ Kondisi pasca operasi □ Jatuh di kamar mandi menurun lantai licin, pener□ Kekuatan otot menurun □ Jatuh saat membungkuk menurun □ Hitung risiko jatu□ Gangguan penglihatan Humpty Dumpty □ Efek agen farmakologis □ Monitor kemamp( sedasi, alkohol, anestesi umum ) sebaliknya □ Orientasikan ruan□ Pastikan roda temterkunci □ Pasang handrail □ Atur tempat tidur□ Tempatkan pasieperawat dari nurs□ Gunakan alat ban□ Dekatkan bel pem□ Anjurkan memanberpindah □ Anjurkan menggu□ Anjurkan berkon□ Anjurkan melebakeseimbangan sa□ Ajarkan cara menNama & TT Perawat Perencana RENCANA ASUHAN KEDIAGNOSIS KEPERAWATAN LUARAN DAN KRITERIA HASIL INEdukasi RISIKO JATUDibuktikan dengan : Tingkat Jatuh (L.14138) menurun Observasi dengan kriteria hasil : Terapeutik KEAMANAN DAN PROTEKSI KAMAR/ RUANG : Risiko Jatuh (D.0143) Setelah dilakukan intervensi selama....... Pencegahan Jatuh (I.
TGL / JAM □ Masalah teratasi □ Masalah teratasi sebagian or risiko jatuh (mis.usia >65 tahun, penurunan □ Masalah tidak teratasi n, hipotensi ortostatik, gangguan keseimbangan hatan, neuropati) o jatuh setidaknya sekali setiap shift atau sesuai si or lingkungan yang meningkatkan risiko jatuh (mis. rangan kurang) uh dengan menggunakan skala (mis. Fall Morse Scale Scale ), jika perlu puan berpindah dari tempat tidur ke kursi roda dan ngan pada pasien dan keluarga mpat tidur dan kursi roda selalu dalam kondisi tempat tidur r mekanis pada posisi terendah n berisiko tinggi jatuh dekat dengan pantauan se station ntu berjalan (mis.kursi roda, walker) manggil dalam jangkauan pasien nggil perawat jika membutuhkan bantuan untuk unakan alas kaki yang tidak licin nsentrasi untuk menjaga keseimbangan tubuh arkan jarak kedua kaki untuk meningkatkan aat berdiri nggunakan bel pemanggil untuk memanggil perawat RM.KEP.03.76/2022 Hal. 1/2 Nama &TT Pasien/ Keluarga Nama & TT Perawat Evaluator EPERAWATAN STIKER IDENTITAS NTERVENSI KEPERAWATAN EVALUASI UH .14540)
RS. ROYAL SURABAYA Jl. Rungkut Industri I / 1 Surabaya Emergency Call : 031 – 8484111 Call center : 031 – 8476111 Email : [email protected] TGL / JAM □ Proses penyakit ( infeksi ) □ Identifikasi k□ Proses penuaan □ Menggigil menurun □ Dehidrasi □ Kulit merah menurun □ Sediakan mat□ Suhu lingkungan ekstrem □ Kejang menurun □ Jadwalkan pe□ Fluktuasi suhu lingkungan □ Akrosianosis menurun □ Berikan kese□ Vasokonstriksi perifer menurun Subyektif (-) □ Pucat menurun □ Ajarkan kom□ Takikardi menurun, nadi:......x/menit □ Ajarkan cara □ Kulit dingin atau hangat □ Takikpnea menurun. RR:......x/menit □ Anjurkan pen□ Menggigil □ Dasar kuku sianotik menurun □ Anjurkan teta□ Suhu tubuh fluktuatif □ Suhu tubuh membaik □ Anjurkan pem□ Pengisian kapiler >3 detik □ Suhu kulit membaik □ Anjurkan me□ Tekanan darah meningkat □ Pengisian kapiler membaik □ Anjurkan me□ Pucat □ Ventilasi membaik □ Anjurkan pen□ Frekuensi napas meningkat □ Tekanan darah membaik, □ Anjurkan min□ Takikardia TD :.....................................mmHg □ Anjurkan me□ Kejang □ Kulit kemerahan □ Dasar kuku sianotik Nama & TT Perawat Perencana TERMOREGULASI TIDDIAGNOSIS KEPERAWATAN LUARAN DAN KRITERIA HASIL RENCANA ASUHAN KEDibuktikan dengan : Edukasi Obyektif Berhubungan dengan : Termoregulasi (L.14134) membaik Observasi dengan kriteria hasil : Terapeutik KEAMANAN DAN PROTEKSI KAMAR/ RUANG : Termoregulasi Tidak Efektif (D.0149) Setelah dilakukan intervensi selama....... Edukasi Termo
TGL / JAM □ Masalah teratasi □ Masalah teratasi sebagian kesiapan dan kemampuan menerima informasi □ Masalah tidak teratasi teri dan media pendidikan kesehatan endidikan kesehatan sesuai kesepakatan mpatan untuk bertanya mpres hangat jika demam pengukuran suhu tubuh nggunaan pakaian yang dapat menyerap keringat ap memandikan pasien, jika memungkinkan mberian antipiretik, sesuai indikasi nciptakan lingkungan yang nyaman mperbanyak minum nggunaan pakaian yang longgar num analgesik jika merasa pusing, sesuai indikasi lakukan pemeriksaan darah jika demam >3 hari RM.KEP.03.77/2022 Hal. 1/2 Nama &TT Pasien/ Keluarga Nama & TT Perawat Evaluator DAK EFEKTIF STIKER IDENTITAS INTERVENSI KEPERAWATAN EPERAWATAN oregulasi (I.12457) EVALUASI
Definisi: suhu tubh meningkat diatas rentang normal tubuh Kondisi klinis terkait: proses infeksi, hipertiroid, stroke, dehidrasi, trauma, prematuritas. D.0130 Definisi: Suhu tubuh berada dibawah rentang normal Kondisi klinis terkait :hipotiroidisme, anoreksia nervosa, cidera batang otak, prematuritas, Berat Badan Lahir Rendah ( BBLR), tenggelam. D.0131 Definisi: beresiko mengalami bahaya aseseorang tidak lagi sepenuhnya sehaKondisi klinik terkait : kejang, sinkDefinisi: tidak mampu melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri Kondisi klinis terkait: stroke, cedera medula spinalis, depresi, arthritis reumatoid, retardasi mental, delirium, demensia, gangguan Definisi: ketiadaan atau kurangnya informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu Kondisi terkait: kondisi klinis yang baru dihadapi oleh klien, penyakit akut, Definisi: Kerusakan kulit( dermis dan /atau jaringan ( membran mukornea, fasia, otot, tendon, tulang, karKondisi klinis terkait: imobilisasi, gRISIKO INFEKSI RISIKO JATUH TERMOREGULASI TIDAK EDefinisi: resiko mengalami peningkatan terserang organisme patogenik Kondisi terkait: AIDS, Luka bakar, PPOK, DM, tindakan invasif, konisi penggunaan terapi steroid, penyalahgunaan obat, ketuban Definisi: Beresiko mengalami kerusakan fisik dan gangguan kesehatan akibat terjatuh. Kodisi klinis terkait: osteoporosis, kejang, penyakit serebrovaskuler, katarak, glaukoma, demensia, hipotensi, amputasi, Definisi: beresiko mengalami kemempertahankan suhu tubuh dKondisi klinik terkait: cedera otak akDEFISIT PERAWATAN DIRI DEFISIT PENGETAHUAN GANGGUAN INTEGRITAS KULITHIPERTERMI HIPOTERMI
Definisi: beresiko mengalami bahaya atau kerusakan fisik yang menyebabkan seseorang tidak lagi sepenuhnya sehat atau dalam kondisi baik. Kondisi klinik terkait : kejang, sinkop, vertigo, Definisi: Kerusakan kulit( dermis dan /atau epidermis) atau jaringan ( membran mukosa kornea, fasia, otot, tendon, tulang, kartilago, kapsul sendi dan / atau ligamen ) Kondisi klinis terkait: imobilisasi, gagal jantung TERMOREGULASI TIDAK EFEKTIF Definisi: beresiko mengalami kegagalan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal. Kondisi klinik terkait: cedera otak akut, dehidrasi, trauma. D.0149 GANGGUAN INTEGRITAS KULIT / JARINGAN RISIKO CEDERA