The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yusufhamdan48, 2022-11-17 02:32:53

LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah

LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah

LPTK : Universitas Siliwangi Tasikmalaya
Nama : Yusuf Hamdan Sowabi Ikhsan, S.Pd
Sekolah Induk : SMAN 3 Karawang

Tugas : LK. 1.1

Katagori : Katagori 1 Gelombang 2 PPG DALJAB 2022

LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah

No. Hasil eksplorasi penyebab masalah Akar penyebab Analisis akar penyebab masalah
masalah

1 Motivasi belajar siswa rendah pada Guru belum dapat Cara mengajar guru yang masih konvensional dan

siang hari. menciptakan membuat siswa menjadi bosan dan tidak merasa nyaman
1. Guru tidak punya cara menarik pembelajaran inovatif berada di dalam kelas. Hasil belajar siswa pun rendah

untuk menyampaikan materi. masih nyaman dengan dan siswa tidak peduli dengan materi pembelajaran
2. Tenaga dan pikiran sudah lelah model pembelajaran yang diajarkan di dalamkelas.

dengan pembelajaran pagi sampai konvensional. Setelah dianalisis akar penyebab masalah. (Ahmad Soidik,

siang hari. Endang Solichin, Elvina Safitri, 2020)

Motivasi belajar siswa rendah pada siang hari adalah :

3. Jadwal yang banyak, sehingga 1. Guru belum menggunakan metode pembelajaran yang
membuat siswa kelelahan. inovatif sehingga siswa merasa jenuh.

4. Metode yang monoton dan sistem 2. Metode yang monoton dan sistem pembelajaran yang
pembelajaran yang satu arah, satu arah, hanya guru.
hanya guru.
3. Karena kurangnya bimtek kepada guru, sehingga belum
5. Jam sekolah yang full day sepenuhnya paham.
membuat siswa merasa kelelahan

2 Bahan Ajar Tidak Memenuhi 1. Terkendalanya Menurut Noviyani Utami & Ragil Widianto Atmojo (2021),

kebutuhan Pembelajaran pengadaan barang dan Secara keseluruhan analisis kebutuhan bahan ajar

1. Ketidak sesuai antara jumlah jasa. digital sangat dibutuhkan dalam menunjang

bahan ajar dengan kebutuhan 2. Kode Ring keberhasilan belajar dan pembelajaran di khususnya materi

peserta didik. anggaran tidak sesuai pembelajaran. Namun pendidik dihadapkan masih

2. Bahan alat kadang tidak terpenuhi dengan barang yang menggunakan bahan ajar konvesional terkait media

biasanya karena kurangnya dibutuhkan. pembelajaran yang digunakan.

anggaran dan bisa juga karena

tidak diutamakan/tidak Setelah dianalisis akar penyebab masalah Bahan Ajar

dipentingkan. tidak mememnuhi kebutuhan pembelajaran adalah :

3. Belum sesuainya alat atau bahan 1. Karen untuk pengajua bahan, alat dan tempat sendiri

yg di butuhkan. kadang terbilang sulit, sehingga kebutuhan dalam

proses pembelajaran belum terpenuhi

3 Siswa dominan mencari sumber Tidak ada Pengawasan Menurut Cut Nelga Isma, Nur Rohman, Istiningsih (2022)

materi dari internet bukan dari dan Bimbingan pada menyatakan bahwa pengaruh penggunaan

buku bacaan sehingga ada siswa dari pihak guru smartphoneterhadap minat baca itu adakala positif dan

miskonsepsi dalam sumber belajar. selama mencari Literatur. juga ada yang negatif, semua itu tergantung bagaimana

1. Banyak hiburan dan game ketegasan orangtuanya dan upaya guru untuk

yang mudah di konsumsi meningkatkan minat bacanya di sekolah. Dalam hal ini,

siswa. yang memegang peran penting yaitu orangtua, karena

2. Karena membaca akan merasa anak hanya menggunakan smartphonedi rumah.

bosan, tidak seperti hp yang

selalu membuat menarik. Menurut Agustina, Dkk (2022) siswa menyebutkan internet

3. Siswa tidak mengidentifikasi sebagai sumber belajar mereka karena informasiya sangat

materi yang digunakan sesuai mudah diakses, namun belum terbukti kebenarannya jika

atau tidak kebenaraanya. menggunakan sumber yang tidak terpercaya.

4. Materi yang terdapat di Internet seringkali menjadi sumber utama yang digunakan

internet dan di buku berbeda. siswa karena memiliki banyak informasi, namun tidak

5. Tidak pernah memastikan sedikit siswa menggunakan blogspot untuk sumbernya, hal

penulis/penerbit pada artikel inilah yang memicu terjadi kesalahan konsep.

yang di gunakan,

6. Siswa mengalami kesulitan Setelah dianalisis akar penyebab masalah Siswa dominan

belajar disekolah ataupun di mencari sumber materi dari internet bukan dari buku

rumah. bacaan sehingga ada miskonsepsi dalam sumber belajar.

7. Metode Belajar tidak sesuai adalah :
dengan karakter siswa. 1. Tidak cukup waktu untuk membimbing atau
pengawasi siswa dalam pencarian literatur.
2. Banyaknya berita hoax
3. Banyak artikel dan Blog Spot yang muncul dimana
kebenaran materi tersebut belum terbukti.

4 Siswa Tidak jujur dalam Menurut Puri Kurniasih, Edo Galasro Limbong, Dian

mengerjakan tugas dan Ulangan. Siswa tidak percaya diri Handayani (2019) Penyebab atau alasan Mengapa

1. Siswa merasa kurang percaya dengan kemampuan seseorang menyontek dibagi menjadi dua jenis, yaitu faktor

diri dengan jawaban sendiri. sendiri. internal dan faktor eksternal, contoh internal (perasaan

2. Karena banyak teman teman tidak mampu, gak suka mata pelajaran dan Ga pede dengan

yang menyontek sehingga jawaban sendiri), sedangkan fakto eksternal ( Soal Susah,

membuat siswa untuk Pertemanan, Keadaan & pengawasan).

mengikutinya.

3. Karena tidak paham dengan Setelah dianalisis akar penyebab masalah Siswa Tidak

materi yang telah di jujur dalam mengerjakan tugas dan Ulangan adalah :

sampaikan. 1. Takut dianggap saah dan menjadi pusat perhatian.

4. Deadline pengumupulan tugas 2. Guru yang menghiraukan pertanyaan siswa sehingga

/ ulangan hampir tiba. membuat siswa tidak mau bertanya kembali.

5. Pengawasan pada saat 3. Guru dalam memberikan materi monoton sehingga

ujian/ulangan tidak ketat. membuat siswa tidak paham dengan materi yang

disampaikan.

5 Secara umum Guru belum Pemahaman guru tentang Menurut Margo Sujono Hadi (2019) berdasar-kan hasil

mengintegrasikan tingkat berpikir model pembelajaran supervisi terhadap guru masih dominan menggunakan

tinggi dalam (HOST) dalam RPP. masih kurang. pengelolan pembelajaran berdasarkan pola lama dan

Misalnya: Dalam tujuan masih dominan menggunakan pengelolaan

pembelajaran dan Penilaian ). pembelajaran yang tidak sesuai karak-teristik siswa dan

1. Pemahaman guru tentang model situasi kelas. Bila ditelusuri lebih lanjut, faktor yang

pembelajaran masih kurang. menyebabkan guru belum mampu melaksanakan

2. Karena kurangnya bimtek kepada pengelolaan pembelajaran dengan tepat karena

guru, sehingga belum sepenuhnya kemampuan menyusun rencana pelaksanaan

paham. pembelajaran belum optimal, bahkan ada yang tidak

membuat

Setelah dianalisis akar penyebab masalah Secara umum
Guru belum mengintegrasikan tingkat berpikir tinggi
dalam (HOST) dalam RPP. Misalnya: Dalam tujuan
pembelajaran dan Penilaian ) adalah :

1. Karena kurangnya bimtek kepada guru, sehingga
belum sepenuhnya paham.

2. Metode ceramah praktis dari segi waktu dan tempat.

3. Guru kesulitan menyelaraskan Pembelajaran dengan

indikator sesuai dengan dimensi kognitif.

4. Untuk berpikir tingkat HOTS memerlukan banyak

analisa, dan sebagian guru ingin yang berkir yang

praktis

6 Pengunaan TIK Guru belum bisa Menurut Dwi Parinata & Nicky Dwi (2021) dalam

Mayoritas guru belum mengoptimalkan ”Optimalisasi Penggunaan Google Form terhadap

mengoptimalkan pemanfaatan penggunaan TIK dalam Pembelajaran” Penyebab Pembelajaran Berbasis TIK

teknologi informasi (TIK) dalam pembelajaran Biologi belum optimal adalah Guru masih canggung dan bingung

pembelajaran terutaman untuk dalam menggunakan media digital. Setelah dianalisis akar

mensajikan Digital Learning. penyebab masalah.

1. Faktor intern dan ekstern. Intern

yaitu pada diri guru itu sendiri Pengunaan TIK

tidak terbuka terhadap kemajuan Mayoritas guru belum mengoptimalkan pemanfaatan

teknologi. Ekstern kurangnya teknologi informasi (TIK) dalam pembelajaran

pemberian bimbingan kepada terutaman untuk mensajikan Digital Learning. adalah :

guru dari sekolah. 1. Tidak adanya kemauan guru untuk belajar TIK

2. Tidak memumpuni dari perangkat 2. Kurangnya pengetahuan guru tentang media

atau bisa jadi belum paham teknologi seperti laptop dan gadget.

tentang TIK.

3. Guru masih nyaman dengan 3. Tidak ada kewajiban guru mengajar menggunakan
metode lama yang masih Media TIK dari pihak sekolah.
menggunakan spidol dan papan
tulis untuk media pembelajaran. 4. Media sarana prasaranan yang tidak memadai seperti
: laptop, Pc (komputer),Listrik, Wifi dan Infokus.


Click to View FlipBook Version