The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Jurnalistik LUTFY DINA ARIYANTI
X KA 1 /18

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lelycumik66, 2021-11-21 11:31:49

Jurnalistik

Jurnalistik LUTFY DINA ARIYANTI
X KA 1 /18

Keywords: #ebook

LUTFY DINA ARIYANTI
X KA 1 / 18

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena terhadap limpahan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan buku Pengantar
Jurnalistik ini. Buku ini diharapkan memberikan gambaran yang jelas bagaimana
dinamika dunia jurnalistik. baik di era lama maupun di era digital saat ini. Dengan
adanya buku pegangan ini diharapkan kepada mahasiswa dapat memperoleh informasi
dan wawasan/pengetahuan bahwa JURNALISTIK termasuk bagian ilmu yang sangat
penting. Saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam buku pegangan ini jauh dari
sempurna. Bahkan sebagian besar isinya merupakan hasil rangkuman dan editing dari
berbagai tulisan atau informasi yang sudah disuguhkan pada beberapa kanal berita.
Meski demikian, buku ini diharapkan memberi manfaat, setidaknya dapat menjadi
acuan bagi kita bersama untuk mendiskusikan dan mengembangkannya lebih lanjut,
mengingat dinamika dunia jurnalistik terus berkembang seiring majuanya dunia
teknologi informasi dan berubahnya pola pikir masyarakat kita. Oleh karena itu, saya
mengharapkan kritikan dan saran kontruktif untuk penyempurnaan buku ini
berikutnya.

DAFTAR ISI

Halaman judul
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I PENGERTIAN DAN SEJARAH JURNALISTIK
Pengertian Jurnalistik .................................................................................................................
Sejarah Jurnalistik.......................................................................................................................
Definisi Jurnalistik........... ...........................................................................................................
BAB II PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK BERITA
Pengertian Berita........................................................................................................................
Karakteristik Berita ....................................................................................................................
Cara menulis Berita ....................................................................................................................
BAB lll PENGERTIAN DAN STRUKTUR TEKS BERITA
Pengertian Teks Berita ...............................................................................................................
Struktur Teks Berita ....................................................................................................................
Kaidah Kebahasaan Teks Berita .................................................................................................
Ciri – Ciri Teks Berita ...................................................................................................................

BAB 1
PENGERTIAN DAN SEJARAH JURNALISTIK
 Pengertian Jurnalistik

Secara etimologis, jurnalistik berasal dari kata journ. Dalam bahasa
Perancis, journ berarti catatan atau laporan harian. Secara sederhana jurnalistik
diartikan sebagai kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan
setiap hari. Jurnalistik bukanlah pers, bukan pula massa. Jurnalistik adalah
kegiatan yang memungkinkan pers atau media massa bekerja dan diakui
eksistensinya dengan baik (Haris Sumadiria, 2008). Sedangakan dalam kamus
jurnalistik diartikan sebagai kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis
untuk surat kabar, majalah, atau berkala lainnya (Assegaff, 1983:9). Menurut
Ensiklopedi Indonesia, jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan
penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari (pada
hakikatnya dalam bentuk penerangan, penafsiran, dan pengkajian) secara berkala,
dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada (Suhandang, 2004:22)

 Sejarah Jurnalistik

Ada yang berpendapat bahwa Nabi Nuh, adalah orang pertama yang
melakukan pencarian dan penyampaian berita. Dikisahkan bahwa pada
waktu itu sebelum Allah SWT menurunkan banjir besar, maka diutuslah
malaikat menemui dan mengajarkan cara membuat kapal laut sampai selesai
kepada Nabi Nuh. Kapal tersebut dibuat di atas bukit dan bertujuan
mengevakuasi

Nabi Nuh bersama sanak keluarganya dan seluruh pengikutnya yang
saleh dan segala macam hewan masing-masing satu pasang. Setelah semua
itu dilakukan, maka turunlah hujan selama berhari-hari yang disertai angin

kencang dan kemudian terjadilah banjir besar. Dunia pun dengan cepat
menjadi lautan yang sangat besar dan luas. Pengantar Jurnalistik Olahraga 6
Dr Wahyudin, M.Pd Nabi Nuh bersama orang-orang yang beriman lainnya
dan hewan-hewan di dalam kapal laut, berlayar dengan selamat di atas
gelombang lautan banjir yang sangat dahsyat. Setelah berbulan-bulan
lamanya, Nabi Nuh beserta orang-orang beriman lainnya mulai khawatir dan
gelisah, karena persediaan makanan mulai berkurang. Masing-masing
penumpang pun mulai bertanya-tanya, apakah banjir besar itu memang tidak
berubah atau bagaimana? Mereka pun berupaya mencari dan meminta
kepastian. Atas permintaan dan desakan tersebut, Nabi Nuh mengutus seekor
burung dara ke luar kapal untuk meneliti keadaan air dan kemungkinan
adanya makanan. Setelah beberapa lama burung itu terbang mengamati
keadaan air, dan kian kemari mencari makanan, ternyata upayanya sia-sia
belaka. Burung dara itu hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun (olijf)
yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pun di patuknya dan
dibawanya pulang ke kapal. Atas datangnya kembali burung itu dengan
membawa ranting zaitun, Nabi Nuh mengambil kesimpulan bahwa air bah
sudah mulai surut, namun seluruh permukaan bumi masih tertutup air,
sehingga burung dara itu pun tidak menemukan tempat untuk istirahat. Maka
kabar dan berita itu pun disampaikan Nabi Nuh kepada seluruh anggota
penumpangnya. Atas dasar fakta tersebut, para ahli sejarah menamakan Nabi
Nuh sebagai seorang pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) yang
pertama kali di dunia. Malah ada yang menyimpulkan bahwa Kantor Berita
pertama di dunia adalah Kapal Nabi Nuh.

Dalam sejarah Kerajaan Romawi disebutkan bahwa Raja Imam Agung
menyuruh orang membuat catatan tentang segala kejadian penting. Catatan
itu dibuat pada annals (papan tulis yang digantungkan di serambi rumah
raja). Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap
orang yang lewat dan memerlukannya. Pengumuman sejenis itu dilanjutkan
oleh Julius Caesar pada zaman kejayaannya. Julius Caesar mengumumkan
hasil persidangan senat, berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-
peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui
rakyatnya, dengan jalan menuliskannya pada papan pengumuman berupa

papan tulis pada masa itu (60 SM). Papan tulis itu dikenal dengan nama acta
diurna dan diletakkan di Forum Romanum (Stadion Romawi) untuk
diketahui oleh umum. Terhadap isi acta diurna tersebut setiap orang boleh
membacanya, bahkan juga boleh mengutipnya untuk kemudian
disebarluaskan dan dikabarkan ke tempat lain. Acta diurna itulah yang
disebut-sebut sebagai cikal bakal lahirnya surat kabar harian. Seiring
kemajuan teknologi informasi, maka yang bermula dari laporan 7 harian
maka tercetaklah menjadi surat kabar harian. Dari media cetak berkembang
ke media elektronik, dari kemajuan elektronik terciptalah media informasi
berupa radio. Tidak cukup dengan radio yang hanya berupa suara muncul
pula terobosan baru berupa media audio visual yaitu TV (televisi). Setelah
televisi, kemudian lahirlah internet, sebagai jaringan yang bebas dan tidak
terbatas. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini telah
lahir banyak media (multimedia). Seorang yang membuka internet, bisa
sekaligus mendengar berita radio, atau mendengarkan musik, atau menonton
siaran televisi.

 Definisi Jurnalistik
Definisi jurnalistik secara umum ialah secara teknis, jurnalistik adalah

kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan
menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya
dengan secepat-cepatnya.

 Menurut Para Ahli :
 F. Fraser Bond dalam An Introduction to Journalism (1961 :1) menulis:
jurnalistik adalah segala bentuk yang membuat berita dan ulasan mengenai
berita sampai pada kelompok pemerhati.
 Roland E. Wolseley dalam Understanding Magazines (1969:3) menyebutkan,
jurnalistik adalah pengumulan, penulisan, 11 penafsiran, pemrosesan, dan
penyebaran informasi umum, pendapat pemerhati, hiburan umum secara
sistematik dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah,
dan disiarkan di stasiun siaran (Mappatoto, 1993:69-70)

 Adinegoro menegaskan, jurnalistik adalah semacam kepandaian mengarang
yang pokoknya memberi pekabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya
agar tersiar seluas-luasnya (Amar, 1984:30).

 Erik Hodgind, Redaktur Majalah Time, menyatakan, jurnalistik adalah
pengiriman informasi dari sini ke sana dengan benar, seksama, dan cepat,
dalam rangka membela kebenaran dan keadilan berpikir yang selalu dapat
dibuktikan (Suhandang, 2004:23).

 Kustadi Suhandang menyebutkan, jurnalistik adalah seni dan atau
keterampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan
berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah, dalam rangka
memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayaknya (Suhandang, 2004:23).

BAB II
PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK BERITA

 Pengertian Berita

Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar,
menarik atau penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala
seperti surat kabar, radio, televisi, atau media internet.[1] Topik umum untuk laporan
berita meliputi perang, pemerintah, politik, pendidikan, kesehatan, lingkungan,
ekonomi, bisnis, mode, dan hiburan, serta acara atletik, acara unik atau tidak biasa.
Proklamasi pemerintah, tentang upacara kerajaan, hukum, pajak, kesehatan
masyarakat, dan kriminalitas, telah dijuluki berita sejak zaman kuno. Manusia
menunjukkan keinginan yang hampir universal untuk belajar dan berbagi berita, yang
mereka puaskan dengan berbicara satu sama lain dan berbagi informasi.
Perkembangan teknologi dan sosial, seringkali didorong oleh komunikasi pemerintah
dan jaringan spionase, telah meningkatkan kecepatan penyebaran berita, serta
memengaruhi isinya. Genre berita seperti yang kita kenal sekarang berhubungan erat
dengan surat kabar, yang berasal dari Cina sebagai buletin pengadilan dan menyebar,
dengan kertas dan mesin cetak, ke Eropa.

 Karakteristik Berita
- Ditulis dengan teknik melaporkan [to report] suatu peristiwa secara faktual
- Berisi laporan peristiwa yang sifatnya aktual, faktual, obyektif, benar, akurat
- Bertujuan hanya memberi tahu atau menyampaikan informasi kepada khalayak

[informatif]
- Sangat terikat aktualitas. Berita adalah laporan tercepat peristiwa faktual terkini ,

namun mudah basi [out of date]

- Nama lengkap wartawan atau peliput biasanya tidak dicantumkan. Cukup dengan
nama inisial [singkatan atau akronim]

- Berita mencerminkan karya kolektif institusional suatu media masa
- Selalu mencantumkan baris tanggal [date line] pada teras berita [lead]
- Karena disajikan dengan pola piramida terbalik, maka berita dapat dipotong pada

bagian bawah sesuai dengan keperluan editing tanpa mengubah dan mengganggu
isinya
- Ditulis dengan menggunakan judul yang dicetak tebal, mengesankan format tegas
[hard news]
- Disusun dengan pola piramida terbalik dengan rumus 5W 1H
- Ditulis dengan gaya bahasa standart jurnalistik yang sifatnya lurus, lugas, ringkas
dan to the point

 Cara Menulis Berita
Berita (news) adalah merupakan laporan peristiwa aktual dan penting. Berita

(news) merupakan produk jurnalistik.
Menulis berita adalah merupakan suatu upaya menyampaikan sebuah

informasi maupun kabar yang mengenai sesuatu kejadian atau hal dalam bentuk
tertulis. Seorang penulis berita yang baik dapat menuliskan sebuah berita dengan
lengkap dan komunikatif. Sehingga pembaca berita dapat memahami segala sesuatu
yang disampaikan dalam berita tanpa kesulitan serta tanpa adanya kesalahan tafsir.
Seorang penulis berita akan memilih mana peristiwa yang layak untuk dijadikan
berita.

Hal tersebut bertujuan agar apa yang dituliskan benar-benar bermanfaat bagi
masyarakat maupun orang pembaca berita. Tentu dalam menulis berita harus dapat
memilih berita yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan.

Dalam menulis berita berdasarkan susunan teks berita yang telah disusun
dengan prinsip 5W+1H (What, Where, When, Who, Why, How) juga mengikuti
kaidah jurnalistik.

Berita sudah menjadi konsumsi wajib bagi semua orang sebab dengan melalui
berita bisa mendapatkan berbagai informasi baik itu mengenai peristiwa terbaru serta
perkembangannya. Berita bisa didapatkan melalui media cetak, elektronik, internet,

maupun sekedar dari mulut ke mulut. Ragam jenis berita yang bisa dibaca juga
beragam yakni mulai dari ragam berita olahraga, ekonomi hingga politik, dll.

Tidak semua peritiswa maupun kejadian yang layak untuk dijadikan berita.
Dalam menulis berita yang perlu diperhatikan okeh penulis berita yakni bagaimana
menulis sebuah berita yang baik, menarik, serta sesuai aturan.
Berikut cara menulis berita :
1. Menemukan peristiwa maupun kejadian untuk dijadikan berita.

Berita berisi peristiwa maupun kejadian yang sifatnya aktual serta penting
untuk disebar luaskan, misal ; peritiwa atau kejadian kebakaran, bencana alam,
serta kejadian mendadak lainnya yang menarik perhatian umum maupun
peristiwa atau kejadian unik yang muncul di kalangan masyarakat, seperti berita
mengenai pejabat yang blusukan ke pasar tradisional.
2. Pencarian Sumber Berita

Ketika peristiwa atau kejadian yang akan dijadikan sebagai berita telah
ditemukan, maka penulis berita perlu mencari sumber informasi yang tepat agar
supaya isi berita akurat, mislanya berita tentang pencurian, perampokan,
kecelakaan dan lain-lain maka dari itu untuk mendapatkan informasi yakni dengan
melakukan wawancara dengan pihak kepolisian terkait, saksi mata, atau warga
setempat/sekitar.
3. Wawancara, Observasi dan Dokumentasi

Melakukan wawancara perlu dilakukan untuk mendapatkan fakta
mengenai peristiwa maupun kejadian yang terjadi, data korban, tempat kejadian /
kronologi kejadian serta data korban dan proses kejadian. Wawancara
dilaksanakan melalui tanya jawab dengan sumber informasi. Observasi dilakukan
dengan dengan mengamati gejala yang tampak di lokasi kejadian. Sedangkan
dokumentasi dilakukan dengan mencari dan mengumpulkan data yang bersumber
dari buku, atau dokumen lainnya.
4. Mencatat Hal-Hal Penting

Dalam proses pencarian informasi perlu dilakukan pencatatan hal-hal yang
penting berkenaan dengan berita yang akan ditulis.
Dalam pencatatan penulisan berita dapat dipandu dengan pertanyaan 5W1H yakni
o What : peristiwa apa yang terjadi.
o Who : siapa yang terlibat dalam. peristiwa maupun kejadian tersebut.
o Where : dimana peristiwa maupun kejadian tersebut terjadi.

o When : kapan peristiwa maupun kejadian tersebut terjadi.
o Why : mengapa peritiwa atau kejadian tersebut terjadi.
o How : bagaimana proses terjadinya peristiwa maupun kejadian.
5. Membuat Kerangka Berita

Kerangja berita adalah merupakan gambaran kasar bagaimana informasi
yang telah dikumpulkan tersebut akan diramu dalam sebuah laporan berita. Berita
terdiri dari 3 (tiga) unsur yakni judul, teras, serta kelengkapan atau penjelasan
berita. Model berita yang ditulis juga bisa berupa berita langsung yang
mengemukakan unsur 5W+1H pada awal paragraf (biasanya di alenia kesatu dan
kedua) atau juga berita tidak langsung yang mengemukakan unsur 5W+1H pada
pertengahan hingga akhir paragraf.
6. Menulis Teras Berita

Teras Berita adalah merupakan alenia pertama sebuah berita. Teras berita
sebaiknya dibuat diringkas, serta sebaiknya diawali dengan unsur "who" (siapa)
dan "what" (apa). Sesuaikan struktur penulisan dengan kaidah bahasa Indonesia
yaitu SPOK (Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan). Untuk berita mengenai
peristiwa maupun kejadian yang akan terjadi, unsur waktu dan tempat biasanya
ditempatkan di bagian akhir paragraf. Gunakan seminim mungkin kutipan atau
pertanyaan pada teras berita.
7. Menulis Isi Berita

Isi berita adalah merupakan detail informasi yang ingin disampaikan dalam
sebuah berita. Isi berita ditulis setelah teras berita. Dalam penulisan isi berita
sebaiknya disusun dalam paragraf-paragraf pendek yang berisi 3 hingga 5 kalimat.
Usahakan pula agar setiap paragtaf hanya berisi satu ide. Paragraf tang pendek
serta hanya berisi satu ide akan mendorong pembaca untuk melanjutkan membaca
serta memudahkan pembaca untuk melakukan pemindaian.
8. Penyuntingan Berita

Penyuntingan Berita dilakukan untuk menghindari kesalahan-kesalahan
penulisan informasi yang mungkin terjadi, seperti ejaan (nama, lokasi, dan
lainnya), tata bahasa, makna kalimat, pembedaan opini dengan fakta. Dalam
penulisan berita yang akan di publikasikan juga harus memperhatikan agar tidak
melanggar kode etik jurnalistik. Setelah melakukan revisi sebaiknya di baca
kembali berita yang akan dibuat, kemudian revisi lagi, baca lagi, serta revisi lagi

berulang kali hingga benar-benar yakin bahwa berita yang ditulis tidak memiliki
kesalahan.
9. Tidak Mengandung Fitnah, Hasutan, dan Kebohongan

Konten berita yang dipublikasikan harus memberikan kemanfaatan serta
perlindungan terhadap publik. Dalam menulis konten berita dilarang mengandung
hal-hal yang bersifat fitnahan, hasutan, menyesatkan, serta berisi kebohongan atau
hoax. Dalam menulis serta mempublikasikan berita harus diperhatikan agar isi
berita tidak merugikan serta menimbulkan dampak negatif di masyarakat.

10. Tidak Menonjolkan Unsur Kekerasan, Seksulitas, Perjudian,
Penyalahgunaan Narkotika dan Obat Terlarang.
Berita yang dibuat dan disiarkan kepada publik untuk mempertimbangkan
munculnya kemungkinan ketidaknyamanan publik, memperhatikan privasi, serta
melakukan penggolongan siaran untuk kepentingan anak. Oleh sebab itu juga
diatur agar dalam pembuatan dan penyiarannya dilakukan pembatasan terhadap
unsur yang bermuatan seksual, kekerasan, narkotika dan sejenisnya, dan perjudian
serta lainnya.

11. Tidak Mempertentangkan Suku, Agama, Ras atau Golongan.
Dalam Penulisan Berita diwajibkan menghormati perbedaan suku, agama,

ras, dan golongan. Baik itu kelompok golongan berdasarkan perbedaan budaya,
usia, gender maupun sosial ekonomi. Dalam mewujudkan penghormatan, dalam
penulisan berita dilarang mengandung konten yang sifatnya merendahkan,
mempertentangkan atau melecehkan suku, agama, ras, dan golongan tertentu.
Ketika menyiarkan berita mengenai peristiwa konflik sekalipun, penulis berita
diwajibkan untuk menjaga independensi dan netralitas.
12. Tidak Merendahkan Nilai-Nilai Yang Berlaku Dalam Masyarakat.

Berita yang dibuat serta diaiarkan kepada publik untuk
mempertimbangkan munculnya kemungkinan ketidaknyamanan publik. Oleh
karena itu dalam dalam penulisan berita yang akan disiarkan kepada publik perlu
menunjukkan sikap menghormati nilai dan norma, kesopanan, serta kesusilaan
yang berlaku dalam masyarakat. Penulis berita harus menunjukkan sikap
penghormatan terhadap perbedaan nilai yang ada dalam berita yang dibuatnya.

13. Tata Bahasa dan Kosokata
Dalam Penyusunan Kalimat gunakan tata bahasa yang sesuai dengan

kaidah bahasa Indonesia (SPOK). Gunakan kata ganti orang ketiga dalam
menggambarkan peristiwa. Dalam penyusunannya lebih baik menggunakan
kalimat aktif dibanding kalimat pasif.
14. Tanda Baca dan Struktur Kalimat

Tanda baca diperlukan untuk melakukan pemenggalan kalimat. Pastikan
meletakkan tanda baca dengan baik, yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia
serta tidak merusak makna kalimat. Hindari kalimat panjang (maksimal 16 kata).
Sebab susunan kalimat yang pendek akan lebih mudah dimengerti dan enak dibaca
dibanding kalimat yang panjang.
15. Kutipan dan Atribusi

Kutipan diperlukan untuk memperkuat, menegaskan atau memberi fakta
dalam berita yang dituliskan sedangkan atribuso diperlukan dalam berita yang
bersifat opini.

BAB lll
PENGERTIAN DAN STRUKTUR TEKS BERITA

 Pengertian Teks Berita
Teks berita merupakan teks yang berisi segala peristiwa yang terjadi di dunia.

Teks berita biasanya disebarkan melalui berbagai media, seperti koran, majalah, radio,
televisi, internet, ataupun media lainnya.

Berdasarkan cara penyampaiannya, berita dibagi menjadi dua jenis, yakni
berita disampaikan secara lisan dan secara tertulis (tulisan).Penyampaian berita secara
lisan sering kita dengar dan lihat di televisi. Sementara, berita yang disampaikan
secara tulisan banyak dijumpai di media cetak atau online.Dalam menyusun teks
berita diperlukan keterampilan serta penguasaan dasar penulisan agar pesan yang
ingin disampaikan dapat dimengerti serta tersampaikan dengan baik pada masyarakat.
 Struktur Teks Berita
Nah, kenalan sama teks berita sudah, lalu bagaimana ya dengan strukturnya? Struktur
teks berita terdiri dari tiga bagian, di antaranya sebagai berikut:
1. Orientasi berita

Orientasi berita merupakan bagian pengenalan masalah atau hal apa yang akan
dibahas dalam berita.
2. Peristiwa
Struktur ini menceritakan tentang kejadian yang terdapat pada peristiwa atau hal
yang ingin dibahas secara rinci dan berurutan. Ingat ya teman-teman, di bagian ini
harus menjelaskan unsur mengapa dan bagaimana.
3. Sumber berita
Sumber berita ini biasanya terletak di bagian awal berita atau akhir
berita. Contoh: Yogyakarta, Kompas.com – Korban kasus kupon wisata palsu di
Gunungkidul, Yogyakarta, terus bertambah.

 Kaidah Kebahasaan Teka Berita
Perlu kamu ketahui, gaya bahasa yang digunakan pada teks berita itu sedikit

berbeda dari teks lainnya yang sudah pernah kita pelajari, ya. Kaidah kebahasaan teks
berita di antaranya sebagai berikut:

1. Penggunaan bahasa yang bersifat standar (baku)
Penggunaan bahasa yang standar atau baku akan memudahkan

pemahaman banyak orang karena bahasa standar sifatnya universal dan sebagian
besar kalangan masyarakat mudah untuk memahaminya.
Contoh: Ratusan pasien Covid-19 mengantre di lobby wisma atlet.
2. Penggunaan kalimat langsung

Dalam teks berita, kamu akan menemukan kalimat langsung. Apa itu
kalimat langsung? Kalimat langsung adalah kalimat yang dituturkan oleh
seseorang tanpa mengubah kata atau kalimat. Ciri dari kalimat langsung, yaitu
ditandai dengan dua tanda petik ganda dan disertai keterangan penyertaan.
Penggunaan kalimat langsung ini terkait dengan pengutipan pernyataan-
pernyataan oleh narasumber berita.
Contoh: “Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Saat ini kami terus
mengembangkan kasusnya,” ucap Sutama.
3. Penggunaan kata kerja mental

Kata kerja mental adalah kata kerja yang menunjukkan respons atau sikap
seseorang terhadap suatu tindakan. Kata kerja mental memiliki nama lain loh,
yaitu kata verba mental. Sudah gak bingung lagi, kan?
Contoh: Merasa tertipu, para korban lantas melapor ke polisi.
4. Penggunaan fungsi keterangan waktu dan tempat

Pada teks berita, sudah pasti harus ada keterangan waktu dan tempat agar
berita yang disampaikan dapat dimengerti dengan jelas dan pembaca dapat
mengetahui di mana dan kapan tempat terjadi hal tersebut
Contoh: … kata kapolsek Wonosari Kompol Sutama saat dihubungi Minggu
(8/10/2017)
5. Penggunaan konjungsi temporal

Konjungsi temporal ini disebut juga konjungsi yang berhubungan dengan
waktu. Contoh konjungsi temporal, yaitu kemudian, sejak, setelah,
awalnya, dan akhirnya. Konjungsi ini biasanya ditemukan pada struktur peristiwa
yang menjelaskan berita secara kronologis (urutan waktu).
Contoh: Pelaku datang ke sekolahan, kemudian langsung bilang ke kepala
sekolah untuk menyosialisasikan kupon wisata dan kuliner.

 Ciri – Ciri Teks Berita
 Faktual
Berarti suatu kejadian yang bersifat nyata, benar-benar terjadi dan dapat
dirasakan serta dibuktikan kebenarannya.
 Aktual
Berarti kejadian yang bersifat baru, terkini, dan sedang menjadi pembicaraan di
kalangan masyarakat umum.
 Unik dan menarik
Unik berarti setiap wartawan atau portal penyedia berita memiliki editorial,
redaksi, hingga diksi yang khas. Menarik berarti berita menyajikan fakta aktual
yang diinginkan oleh masyarakat atau menimbulkan rasa ingin tahu dan
ketertarikan dari masyrakat untuk membacanya.
 Berpengaruh bagi masyarakat luas
Teks berita harus memberikan pengaruh bagi kepentingan orang banyak.
 Objektif
Berita yang disampaikan benar-benar berdasarkan fakta tanpa rekayasa atau
dipengaruhi oleh pandangan atau pendapat pribadi pelapornya.
 Terdapat waktu dan tempat kornologi kejadian
Berita biasanya dilengkapi dengan runtutan waktu atau kronologi kapan
terjadinya suatu peristiwa.
 Bahasa baku, sederhana, dan komunikatif
Pada umumnya berita berisi tulisan yang menggunakan bahasa baku sesuai
PUEBI, sederhana, namun tetap menarik dan tidak membingungkan ketika
dibaca (mudah untuk dikomunikasikan).


Click to View FlipBook Version