MATERI PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN LINGKUNGAN DAN BUDAYA JAKARTA
KELAS 5
“TUGU-TUGU DI JAKARTA
Mengenal Tugu di Jakarta
Tugu adalah tiang besar dan tinggi yang terbuat dari batu bata, dan bahan lainnya. Bentuk tugu biasanya
tinggi menjulang dan berukuran besar. Tugu terbuat dari bahan tahan rusak seperti batu, baja, dan besi
tahan karat.
Tugu berfungsi sebagai penanda suatu tempat, peristiwa sejarah, orang terkenal, atau tokoh di tempat tugu
tersebut. Berdasarkan maksud pembuatannya, fungsi tugu antara lain sebagai berikut.:
1. Tugu peringatan adalah tugu yang dibangun untuk memperingati suatu peristiwa bersejarah atau
peristiwa penting. Contohnya adalah Tugu Monas, Tugu Dirgantara, dan Tugu Tani.
2. Tugu patung adalah tugu yang dibuat untuk mengenang tokoh tertentu yang berkaitan dengan peristiwa
yang terjadi di tempat tersebut. Contohnya adalah Tugu Proklamasi
3. Tugu penanda jejak adalah tugu yang dibuat sebagai penanda jejak untuk keperluan membantu
perjalanan, khususnya mempermudah penunjuk arah.
4. Tugu gapura adalah tugu yang dibuat untuk menandakan pintu masuk menuju ke lingkungan tertentu.
Contohnya tugu yang terdapat di perbatasan kota atau provinsi.
Jakarta sebagai ibu kota negara banyak memiliki tugu karena Jakarta memiliki banyak peristiwa bersejarah.
Selain sebagai peringatan, tugu-tugu di Jakarta juga terkadang berfungsi sebagai ikon atau simbol suatu
tempat serta penambah keindahan kota. Tugu-tugu yang terdapat di Jakarta di antaranya Tugu Monas, Tugu
Dirgantara atau Tugu Pancoran, Tugu Selamat Datang Tugu Tani Tugu Proklamasi, dan Tugu Pembebasan
Irian Barat.
Ada beberapa tugu yang dibangun di Jakarta. Tugu-tugu tersebut dibangun untuk mengenang
peristiwa bersejarah atau peristiwa penting. Tujuannya agar generasi sekarang dan yang akan datang
mengingat peristiwa tersebut. Setelah itu, diharapkan tumbuh rasa patriotisme dan menghargal jasa-
jasa para tokoh dan pahlawan. Setiap tugu diberi nama berdasarkan sejarah gagasan pembuatannya.
1. Tugu Monumen Nasional (Monas)
Pembangunan Tugu Monas berasal dan gagasan Presiden Soekamo yang terinspirasi oleh menara
Eiffel di Paris. Presiden Soekarno menginginkan masyarakat Indonesia memiliki tugu peringatan atas
perjuangan bangsa melawan penjajah. Oleh karena itu, Presiden Soekarno membentuk komite
nasional untuk rencana pembangunan tugu tersebut. Presiden Soekamo mengadakan sayembara
perancangan monumen nasional. Kemudian, terpilihlah satu desain dari Frederich Silaban yang
memenuhi kriteria Presiden Soekarno. Rancangan bangunan tersebut menggambarkan karakter
bangsa Indonesia dan dapat bertahan. Akan tetapi karena krisis ekonomi yang dialami Indonesia
pada waktu itu pembangunan Tugu Monas ditunda. Pada 17 Agustus 1961, tugu tersebut mulai
dibangun dengan rancangan dan arsitek RM Soedarsono. Tugu tersebut memiliki tinggi 132 meter
dan terdapat lidah api yang dilapis emas 45 kg di atasnya. Lapisan emas tersebut melambangkan
semangat perjuangan bangsa Indonesia yang menyala. Tugu tersebut awalnya diberi nama Tugu
Peringatan Nasional yang saat ini menjadi Monumen Nasional atau Monas.
2. Tugu Dirgantara
Pada tahun 1964-1965, Presiden Soekarno mengusulkan untuk membangun tugu peringatan bagi TNI
Angkatan Udara (TNI AU). Tugu itu dirancang oleh arsitek pilihan Presiden Soekarno, yaitu Edhi Sunarso. Edhi
Sunarso dibantu oleh Tim pematung keluarga Arca Yogyakarta untuk membuat tugu tersebut. Tugu tersebut
dibuat dari bahan perunggu yang dicor.
Pembangunan tugu berlokasi di depan markas besar TNI AU yang sekarang berganti menjadi perkantoran
Wisma Aldiron Dirgantara. Oleh karena itu tugu tersebut diberi nama Tugu Dirgantara. Tujuan pembangunan
tugu tersebut untuk menunjukkan semangat dirgantara Bangsa Indonesia. Selain itu, tugu tersebut dibangun
untuk menunjukkan kekuatan bangsa.
Tugu Dirgantara lebih dikenal oleh masyarakat sebagai Tugu Pancoran karena letak patung tersebut berada di
kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Tugu Pancoran dibangun dengan perunggu sebanyak 11 ton dan memilki
tinggi 11 meter. Kaki dari patung tersebut adalah 27 meter. Wajah dari patung tersebut mengambil dari wajah
tokoh pewayangan, yaitu Gatot Kaca
3. Tugu Selamat Datang
Lokasi Tugu Selamat Datang berada di jantung ibu kota Jakarta yang mempertemukan Jalan Jenderal Sudirman
dan Jalan MH Thamrin. Tugu ini terletak di tengah-tengah bundaran Hotel Indonesia. Pembangunan tugu
Selamat Datang awalnya bertujuan menyambut tamu kehormatan dan atlet yang berlaga di Asian Games IV
tahun 1962. Waktu itu, Indonesia tuan rumah Asian Games IV. Para atlet menginap di Hotel Indonesia.
Tugu Selamat Datang berbentuk sepasang pria dan wanita yang menggenggam bunga dan melambaikan
kedua tangan menghadap ke arah utara. Tugu Selamat Datang dibuat menggunakan bahan perunggu. Tinggi
penyangga patung 10 meter, sementara tinggi patung adalah 7 meter.
4. Tugu Pembebasan Irian Barat
Tugu Pembebasan Irian Barat terletak di tengah-tengah Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Tugu ini
dibangun pada tahun 1962 dan diresmikan setahun kemudian, yakni tanggal 17 Agustus 1963 oleh
Presiden Soekarno. Tugu ini dibuat untuk menyemangati bangsa Indonesia yang sedang berjuang
merebut Irian Barat dari tangan Belanda. Meskipun Indonesia sudah merdeka, tetapi Irian Barat
masih menjadi bagian dari Belanda.
Ide pembuatan Tugu Pembebasan Irian Barat datang dari Presiden Soekarno. Ide ini dituangkan
dalam bentuk coretan oleh Henk Ngantung. Kemudian, coretan ini dibuat menjadi patung oleh Edhi
Soenarso. Patung tersebut memperlihatkan seorang pemuda yang memutuskan ikatan rantai yang
membelenggu tangan dan kakinya, Patung ini menggambarkan bebasnya belenggu penjajahan
Belanda atas Irian Barat
5. Tugu Proklamasi
Tugu Proklamasi terletak di kompleks Taman Proklamasi di Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat. Dahulu,
jalan ini bernama Jl. Pegangsaan Timur No. 56. Tempat ini adalah Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia
Di kompleks Taman Proklamasi ini terdapat Patung Sang Proklamator, yaitu Ir. Soekarno dan Drs.
Mohammad Hatta berdiri berdampingan. Posisi ini mirip seperti ketika keduanya membacakan
proklamasi pada 17 Agustus 1945. Di tengah kedua patung tersebut terdapat prasasti naskah
proklamasi yang terbuat dari batu marmer hitam.
Tugu Monumen Nasional Tugu Dirgantara
Tugu Selamat Datang Tugu Pembebasan Irian Barat
Tugu Proklamasi