LAPORAN HASIL PRAKTIK KERJA INDUSTRI DI TITIS KONVEKSI Jl. Bangak-Simo KM.7 Dukuh Semono RT 01 , RW 03 , Desa sambi, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Disusun oleh : Nama. : 1. Amelia Dwi Setiawati 2. Della Fitri Ayu Rahmadani 3. Velisha Maharani Kelas : - XII TATA BUSANA 1 - XII TATA BUSANA 2 Program Keahlian : TATA BUSANA SMK NEGERI 1 SAMBI Tahun Pelajaran 2022/2023 Dusun Wonotoro Catur, Sambi, Boyolali e-Mail : [email protected]
ii
KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Titis Konveksi Daerah Semono Sambi. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi salah satu syarat mencapai Derajat Asisten Tenaga Teknik Busana dalam ilmu Busana di Jurusan Tata Busana SMK Negeri 1 Sambi. Penulisan laporan PKL ini tentu tidak lepas dari bantuan, motivasi dan Bimbingan berbagai pihak maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Siti Nurjanah, S.Pd, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMK NEGERI 1 SAMBI. 2. Erni Setianingsih, S.Pd, T selaku Ketua Program Keahlian Tata Busana SMK NEGERI 1 SAMBI. 3. Siti Rohyati, S.Pd selaku pembimbing yang telah berkenan memberikan bimbingan, dorongan dan Petunjuk selama proses PKL dan penyusunan laporan ini berlangsung. 4. Sukarsi selaku Pimpinan Industri di Titis Konveksi. 5. Pegawai di Titis Konveksi Daerah Semono Sambi yang telah membantu dan membimbing penulis selama proses PKL berlangsung. 6. Kedua orang tua penulis yang selalu memberikan dukungan kepada penulis baik itu berupa dukungan moril maupun dukungan materil. 7. Teman-teman seperjuangan yang juga selalu memberikan motivasi baik berupa sharing pendapat, motivasi dan hal-hal lainnya dalam rangka pembuatan laporan PKL ini. Penulis sangat menyadari tidak ada manusia yang sempurna begitu juga dalam Penulisan laporan PKL ini, apabila nantinya terdapat kekurangan, kesalahan dalam laporan ini, penulis sangat berharap kepada seluruh pihak agar dapat memberikan kritik dan juga saran seperlunya. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat, khususnya bagi pembaca dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dibidang tata busana. Sambi, Penyusun
iii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................................... i HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................................. ii KATA PENGANTAR .......................................................................................................... iii DAFTAR ISI ....................................................................................................................... iv BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1 A. Latar Belakang ......................................................................................................... 1 B. Waktu dan Tempat .................................................................................................... 1 C. Tujuan Praktik Kerja Industri ................................................................................... 1 D. Manfaat Praktik Kerja Industri ................................................................................. 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................................... 4 A. Pengertian ................................................................................................................. 4 B. Proses Produksi Barang dan Jasa ............................................................................. 4 C. Pengelolaan .............................................................................................................. 6 BAB III PELAKSANAAN PKL ......................................................................................... 9 A. Sejarah ..................................................................................................................... 9 B. Struktur ................................................................................................................... 10 C. Lokasi ..................................................................................................................... 11 D. Jam Kerja/ Jadwal Instansi ..................................................................................... 11 E. Tata Ruang .............................................................................................................. 12 F. Kegiatan .................................................................................................................. 13 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL ............................................................................ 17 A. Pembahasan PKL .................................................................................................... 17 B. Hasil Akhir .............................................................................................................. 22 BAB V PENUTUP ............................................................................................................. 23
A. Kesimpulan ............................................................................................................. 23 iv B. Saran ....................................................................................................................... 23 C. Daftar Pustaka ......................................................................................................... 25 D. Lampiran ................................................................................................................. 26
v BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2020, Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan pembelajaran bagi peserta didik SMK/MAK, SMALB, dan LKP yang dilaksanakan melalui praktik kerja dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan dunia kerja. PKL merupakan metode pembelajaran yang ditujukan terutama untuk mengajarkan proses-proses yang para ahli terapkan dalam menangani tugas-tugas yang kompleks di dunia kerja. Metode pembelajaran ini merupakan cara belajar melalui pengalaman untuk memperoleh sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terjadi di dunia kerja yang relevan dengan kompetensi yang dipilih oleh peserta didik. B. Waktu dan Tempat Praktik Kerja Industri merupakan kegiatan kurikulum yang diadakan di luar sekolah dengan melihat kalender 2022/2023 Siswa Menengah Kejuruan diwajibkan untuk mengikuti Praktik Kerja Industri. Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 bulan secara 2 tahap yaitu tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2022 sampai dengan 19 April 2023 dan tahap kedua dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2023 sampai dengan 26 Agustus 2023. Praktik Kerja Industri dilaksanakan di Titis Konveksi yang berada di daerah Semono, Sambi RT 01 RW 03. C Tujuan Praktik Kerja Industri 1. Tujuan Umum a.) Menumbuh kembangkan karakter dan budaya kerja yang profesional pada peserta didik.
b.) Meningkatkan kompetensi peserta didik sesuai kurikulum dan kebutuhan dunia kerja, dan c.) Menyiapkan kemandirian peserta didik untuk bekerja dan/berwirausaha. 1 2. Tujuan Khusus a.) Memberikan pengalaman kerja secara langsung/nyata kepada peserta didik dalam rangka menanamkan dan menginternalisasi iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu, waktu, proses, biaya, dan hasil kerja. b.) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun dan mengembangkan karakter sesuai dengan nilai-nilai positif yang tumbuh dan diperlukan oleh masyarakat khususnya di dunia kerja yang ditekuni. c.) Menghasilkan lulusan yang berkompeten, yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. d.) Memperoleh hubungan keterkaitan dan kesepadanan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia kerja. e.) Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan lulusan yang berkualitas profesional. D. Manfaat Praktik Kerja Industri 1. Manfaat Praktik Kerja Industri bagi siswa: a.) Memantapkan kompetensi yang telah dipelajari di sekolah. b.) Membekali siswa dengan pengalaman kerja nyata sesuai dengan Program keahlian masing-masing sehingga siswa dapat mengembangkan diri selaras dengan perkembangan Dunia Usaha/ Dunia Industri. c.) Memberi motivasi kepada siswa untuk mengembangkan jiwa Wirausaha mandiri. 2. Manfaat Praktik Kerja Industri bagi Sekolah a.) Kesempatan/ peluang bagi siswa untuk menjalin kerjasama untuk lebih mantap dengan DU/DI.
b.) Peluang memperoleh input (sinkronisasi kurikulum) dengan DU/DI. c.) Promosi sekolah dan peluang pemasaran lulusan. 3. Manfaat Praktik Industri bagi DU/DI. a.) Kesempatan bagi DU/DI mengimplementasikan dukungannya terhadap dunia pendidikan. 2 b.) Peluang bagi DU/DI untuk mengembangkan diri (usahanya) bersamaan dengan sekolah. c.) Peluang bagi DU/DI untuk mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan.
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Kegiatan industri adalah kegiatan yang dilakukan selama siswa melaksanakan praktik kerja industri di TITIS Konveksi. Kegiatan secara langsung dilakukan oleh siswa agar siswa mengetahui bagaimana kondisi dunia kerja dan membentuk siswa untuk beradaptasi dengan mekanisme dunia kerja sebenarnya. Di TITIS Konveksi, siswa mempelajari dan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan busana, antara lain: 1. Mengetahui tentang sistem produksi di TITIS Konveksi 2. Mendapatkan keterampilan pembuatan busana : a. Seragam b. Kaos B. Proses produksi Barang dan Jasa Proses produksi adalah langkah-langkah dalam pelaksaan proses produksi, yaitu suatu proses yang menggunakan bahan dasar dan mengubahnya menjadi barang jadi dengan menggunakan metode tertentu sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah. Adapun langkah-langkah dalam pelaksaan proses produksi di TITIS Konveksi yaitu: 1. Membuat Desain
Desain atau model dibuat sesuai dengan pesanan pelanggan. 2. Mengambil Ukuran Ukuran yang di pergunakan adalah ukuran standar, yaitu S, M, L, XL, XXL, jumbo. 3. Membuat Pola Di TITIS Konveksi pola dibuat diatas kain atau kertas dengan berbagai macam ukuran dan model. Kemudian, pola tersebut dapat digunakan berulang-ulang. 4 4. Memotong Bahan Bahan dipotong sesuai dengan pola yang telah diletakkan diatas bahan tanpa diberi kampuh. Di TITIS Konveksi proses pemotongan dilakukan dalam jumlah banyak dengan menggunakan mesin potong. 5. Menjahit Bahan dijahit sesuai dengan tertib kerja. 6. Penyelesaian Akhir. a. Kelim Bawah b. Membuat Lubang Kancing c. Memasang Kancing d. Packing Pakaian yang sudah jadi siap dikemas dengan memperlihatkan ciri khas model. Perbedaan proses produksi di sekolah dan tempat prakerin, yaitu: 1. Ukuran yang digunakan ditempat prakerin menggunakan ukuran standar, sedangkan disekolah dengan mengukur badan seseorang. 2. Proses pemotongan ditempat prakerin dilakukan dalam jumlah banyak dan menggunakan mesin potong, sedangkan di sekolah proses pemotongan dilakukan satu persatu dengan menggunakan gunting kain.
3. Ditempat prakerin tidak menggunakan kampuh, sedangkan di sekolah harus dirader dahulu. 4. Pembuatan lapisan atau menjahit bagian TM ditempat prakerin tidak menggunakan fislin, sedangkan di sekolah menggunakan fislin. 5. Pembuatan kerah ditempat prakerin kelepak dengan board tidak terpotong, sedangkan di sekolah kelepak dan board potongan. 5 C. Pengelolaan Titis Konveksi mengelola pakaian yang berupa: 1. Seragam Olahraga Pakaian olahraga merupakan pakaian khusus yang digunakan ketika berolahraga atau latihan fisik, untuk alasan kepraktisan, kenyamanan, dan keamanan. Pakaian khusus, Pakaian selam (untuk selam dan selancar), pakaian ski, dan baju ketat (untuk olahraga Senam). Pakaian olahraga pada umumnya dirancang agar ringan sehingga tidak membebani pemakainya. Pakaian olahraga yang terstandarisasi dapat pula berfungsi sebagai seragam.
2. Seragam TK Seragam adalah seperangkat pakaian yang biasanya dikenakan secara bersamaan baik model, motif maupun jenis bahan yang sama, dan dikenakan oleh anggota suatu instansi atau organisasi dalam berpartisipasi pada instansi atau organisasi tersebut. Pelaksana kegiatan mengenakan seragam ini, telah ada secara umum dan telah dikenal sejak dahulu. 6 3. Almamater Almamater (atau alma mater) adalah istilah dalam bahasa Latin yang secara arti bermakna “ibu susuan”. Penggunaan istilah ini populer di kalangan Akademik/pendidikan untuk menyebut perguruan tempat seseorang menyelesaikan suatu Jenjang pendidikan.
4. Wearpack Baju Wearpack adalah baju pelindung atau baju coverall safety yang digunakan oleh para pekerja di lapangan. Baju ini disebut biasa disebut baju safety lapangan. Secara umum, baju ini memiliki fungsi untuk melindungi pekerja dari cedera ringan hingga berat yang mungkin terjadi di lapangan. 7 5. Jersey Jersey adalah kaos berbahan polyster. Karakter bahan ini ialah tidak berpori, mengkilap, bisa menahan panas dan air, sehingga tidak akan lepek ketika terkena
keringat. Keuntungan dari bahan ini ialah bisa menjaga penampilan pemain bola atau olahragawan (atlet) pada umumnya di lapangan. 8 BAB III PELAKSANAAN PKL A. Sejarah TITIS adalah sebuah konveksi yang terletak di Semono, Sambi RT 01, RW 03. Titis Konveksi di pimpin oleh Ibu Sukarsi yang mempunyai suami bernama Bapak Sabri dan tiga orang anak yang bernama Titis, Danik, Dirga. Titis Konveksi didirikan pada bulan Februari 2002 mulai memproduksi pada bulan April 2002. Diberi nama Titis Konveksi dikarenakan anak pertamanya yang bernama Titis. Pada awal berdirinya Titis Konveksi menerima pesanan berupa seragam kaos sekolah saja. Seiring berkembangnya konveksi tersebut, yang kini sudah 21 tahun
lamanya, Titis Konveksi menerima pesanan hingga ribuan pakaian. Pesanan itu diantara lain yaitu berupa seragam olahraga sekolah, seragam batik sekolah, seragam TK, jas almamater, jaket, wearpack, jersey dan atribut sekolah (sesuai yang di inginkan konsumen). Selain menjahit, Titis Konveksi juga menerima pesanan kaos bersablon. Titis Konveksi pada awal berdirinya hanya memiliki 1 buah mesin jahit, 1 buah mesin obras, dan 3 karyawan. Seiring berjalannya waktu, Kini karyawankaryawan Titis Konveksi berjumlah 40 orang, ditambah dengan beberapa orang pekerja dari luar yang mengambil potongan kain dari Titis Konveksi. Sebidang tanah full bangunan menjadi tempat operasi Titis Konveksi. Kini Titis Konveksi memiliki 25 mesin diantaranya yaitu 11 mesin jahit, 7 mesin obras, 2 mesin overdeck, 1 mesin lubang kancing, 1 mesin pasang kancing, 1 mesin rollsum, 1 mesin pasang kolor, 1 mesin corong. Dari konveksi ini Ibu Sukarsi dapat mensejahterakan ekonomi keluarga dan membuka lapangan pekerjaan. 9 B. Struktur Organisasi Industri OWNER SUKARSI MANAGER TIN
10 C. Lokasi Perusahaan CUTTING 1 SUTINI CUTTING 2 SIAH CUTTING 3 ARIF CUTTING 4 AMBON BAGIAN PENJAHIT 1. GOPAS 4. FITRIA 2. WARTI 5. SRI 3. PATMI 6. JINEM PACKING ATUN BAGIAN ITIK & PASANG KANCING WARSIH BAGIAN SABLON WAWAN
Titis Konveksi berlokasi di Perum Semono, Sambi Rt 01 Rw 03. Lokasi tersebut berjarak kurang lebih 200 meter dari pasar sambi. Dengan menggunakan sepeda motor, jarak tersebut dapat di tempuh selama 2 menit. D. Jam Kerja atau Jadwal instansi Jam kerja bagi karyawan Titis Konveksi di mulai pukul 08.30 pagi, sampai dengan pukul 17. 00 sore. Sedangkan bagi siswa prakerin dimulai dari pukul 08.30 pagi sampai 16.30 sore. 11 E. Tata Ruang
12 CUTTING LEN PACKING TEMPAT BAHAN GUDANG MEJA PIMPINAN
F. Kegiatan Kegiatan siswa selama prakerin : 1. Menjahit Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain, bulu, kulit binatang, pepagan, dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan memakai jarum tangan atau dengan mesin jahit. Orang yang bekerja menjahit pakaian disebut penjahit. Di titis Konveksi siswa dapat menjahit beberapa produk seperti celana pendek kolor, celana panjang kolor, kaos, kemeja, rompi TK, dasi sekolah TK. 2. Roll sum Kelim sumsang merupakan jenis kelim yang bahan pinggirnya diobras, tanpa melipatnya ke dalam. 3. Pasang kancing Memasang kancing pada busana merupakan salah satu kegiatan yang dapat dikerjakan pada proses penyelesaian akhir sebuah produk pakaian. Kancing tersebut dapat dipilih dan dipasang menggunakan benang yang sama atau senada dengan warna busana. 4. Trimming Trimming adalah proses pemotongan / penghilangan bagian – bagian yang tidak dikehendaki pada bahan, misalnya pemotongan benang dari sisa – sisa jahitan. Jika masih ada sisa benang yang berserakan dalam garmen, akan mempengaruhi tingkat kerapian, kualitas garmen tersebut, dan nilai jual garmen tersebut. 5. Packing Packing adalah suatu kegiatan pengemasan barang yang siap untuk dikirim atau didistribusikan ke tempat lainnya. Biasanya packing juga disebut dengan pengepakan. 13
6. Gelar Kain Gelar-susun kain (Spreading) adalah proses menggelar dan menyusun kain dalam bentuk tumpukan secara merata dengan panjang sesuai panjang marker dan dilakukan diatas meja potong kain. Tujuan dari proses ini yaitu untuk mendapatkan tumpukan kain yang siap dipotong sesuai dengan pola pada marker. 14
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL A. Pembahasan PKL 1. Deskripsi Produk: Dress Pengertian Dress adalah baju terusan yang terdiri dari atasan dan bawahan (rok) yang menyatu. Jadi bukan berdiri sendiri yang terdiri dari satu atasan dan satu bawahan ( Rok ). Umumnya, dress untuk para muslimah akan memiliki panjang yang setara dengan mata kaki atau lebih dari itu. Pada dasarnya, dress tidak hanya bisa dipakai oleh para muslimah saja. Sebab, ada juga beberapa jenis dress yang bisa dipakai oleh para wanita lainnya, dengan ukuran panjang yang tidak sampai mata kaki. Meski begitu, desain dari dress ini sama-sama menarik untuk dilihat. Jadi, semua wanita bisa memakai dress yang paling sesuai dengan keinginannya masing-masing. Dari segi ukuran panjang, Dress terdiri dari mini dress/short dress, Midi dress dan long dress. Untuk dress muslim ( Baju muslim ) ada tunic. Pembagian ini berdasarkan panjang pendeknya Bagian bawah ( rok ). Selain sebutan diatas masih ada beberapa sebutan lainnya, Misal Party dress, Dress pesta, Dress malam ( Sesuai situasi ). Potongan dress bisa berbentuk A line maupun longgar di bagian atasnya. Dengan banyaknya pilihan model dress yang menarik seperti ini, membuat semakin ada banyak orang yang lebih memilihnya. Apalagi, sekarang juga sudah ada banyak pilihan warna dress yang unik. 15
2. Alat-alat Alat-alat yang digunakan untuk membuat Dress adalah Sebagai berikut: a. Mesin Juki Mesin jahit berkecepatan tinggi yang biasa dipakai pada industri pakaian jadi untuk memproduksi dalam jumlah besar. Mesin ini baik digunakan untuk bahan kaos karena jahitan yang dihasilkan stabil dan rapi. b. Alat Pengukur Alat yang digunakan untuk mengambil ukuran badan dalam pembuatan busana. Alat pengukur ini sering disebut juga pita ukuran atau metline/ meteran. c. Alat Pembuat Pola Alat yang digunakan untuk membuat pola pakaian antara lain berupa penggaris meter, penggaris pola (dress marker ruler), meteran, pensil dan kertas. d. Alat Pemberi Tanda Peralatan Menjahit yang digunakan untuk memindahkan garis-garis pola pada kain yang antara lain berupa kapur jahit, pensil kapur, rader dan karbon jahit. e. Alat Pelengkap Menjahit Alat-alat yang berfungsi melancarkan produksi dapat berupa jarum tangan, jarum pentul, pendedel, bantalan jarum dan sebagainya. f. Alat Pemotong Alat-alat yang digunakan untuk memotong kain/ bahan pada saat hendak membuat pakaian dapat berupa gunting kain, gunting kertas, gunting benang, mesin potong dan sebagainya.
16 g. Mesin Obras Mesin ini berfungsi untuk membuat pengamat bahan kain agar tidak mudah terurai. Mesin obras dapat menggunakan 3, 4 atau 5 benang, dengan 1 atau 2 jarum. Mesin obras kaos, selain berfungsi untuk merapikan jahitan, dapat juga digunakan untuk menjahit. h. Mesin Itik (Lubang Kancing) Mesin yang digunakan untuk membuat lubang kancing pada pakaian ini biasanya adalah mesin jahit semi otomatis yang digerakkan dengan menggunakan motor listrik serta dilengkapi dengan sepatu lubang kancing. 3. Desain Sketch, dan Gambar Kerja Desain Tampak Depan :
17 Desain Tampak Belakang : 4. Ukuran a. Ukuran atas (kemeja) Lingkar Badan : 90 cm Lingkar Pinggang : 75 cm Lingkar Leher : 36 cm Panjang Bahu : 10 cm Lingkar Kerung Lengan : 44 cm Panjang Kemeja : 40 cm
18 b. Ukuran Potongan Bawah (Rok) Lingkar Pinggang : 75 cm Panjang Rok : 63 cm c. Ukuran Lengan Lingkar Kerung Lengan : 44 cm Panjang Lengan : 30 cm d. Ukuran Sirip Lengan Lebar : 3 cm Panjang : 33 cm e. Ukuran Kerah Lingkar Kerung Lengan : 36 cm 5. Pola Jadi Pola Badan Tampak Depan Pola Badan Tampak Belakang
19 Pola Lengan Pola Kerah Pola Serip Lengan 6. Rancangan Bahan
20 7. Rancangan Harga 1. Kain Rayon 1,5 meter : Rp 22.500 2. Kancing 4 buah : Rp 2000 3. Benang : Rp 2000 Total : Rp 26.500 4. Aus Alat : Rp 2.500 5. Listrik : Rp 2.500 6. Ongkos Jahit : Rp 10.000 7. Harga Pokok : Modal + Aus alat + Listrik + Ongkos Jahit : Rp 41.500 8. Laba : Rp 4.150
9. Harga Jual : Harga Pokok + Laba : Rp 45.650 Dengan Pembulatan : Rp 45.500 8. Tata Tertib Kerja Berikut langkah-langkah dalam tertib kerja pembuatan dress : 1. Menentukan Model 2. Meletakkan pola di atas kain 3. Menggambar 4. Memotong 5. Menjahit Atasan: a) Menjahit tempat kancing atau bagian opening b) Membuat Kerutan rok di bagian depan dan belakang c) Menyambung badan depan dengan rok depan d) Menyambung badan belakang dengan rok belakang 21 e) Menyambung bahu f) Menjahit serip lengan g) Memasang lengan pada kerung lengan h) Menyambung sisi badan i) Menjahit kerah dan memasang kerah 6. Penyelesaian : a) Kelim badan bawah b) Membuat lubang kancing c) Memasang kancing d) Packing
B. Hasil 22 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Setelah melaksanakan prakerin dengan 2 tahap, tahap yang pertama dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2022 sampai 19 April 2023 dan tahap yang kedua dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2023 sampai 26 Agustus 2023 di “TITIS Konveksi” dengan cara mempelajari manajemen industri, maka kami dapat mengambil kesimpulan yaitu : 1. Di TITIS Konveksi kami diajarkan untuk disiplin dan tepat waktu dalam bekerja.
2. Prakerin menambah pengalaman bekerja kami dapat menerapkan keterampilan yang didapat dari sekolah didunia industri. 3. Pembinaan di TITIS Konveksi sangatlah tegas, bijak dan ramah . 4. Mampu bersosialisasi dengan para karyawan lainnya sebagai bekal di dunia usaha nanti. B. Saran 1) Bagi industri a. TITIS Konveksi sebaiknya memperluas tempat industrinya. b. TITIS Konveksi sebaiknya menambah tenaga kerja bagian pemotongan agar bagian tersebut tidak kesulitan dalam menyelesaikan semua pesanan. c. Selain menambah tenaga kerja sebaiknya TITIS Konveksi menambah jumlah mesin. d. TITIS Konveksi sebaiknya menambah tenaga kerja bagian penyablonan agar bagian penjahit tidak lama menunggu bahan yang disablon jika pesanannya terlalu banyak. 23 2) Bagi sekolah a. Sebelum prakerin dilaksanakan perlu diadakan bimbingan prakerin yang lebih rinci dan memberi informasi yang spesifik tentang tempat tujuan prakerin agar siswa lebih matang dan mengerti apa yang akan dilaksanakan ditempat prakerin. b. SMK N 1 SAMBI harus lebih meningkatkan kerja sama dengan perusahaan agar siswa lebih mudah memperoleh tempat praktik kerja industri. 3) Bagi siswa a. Siswa praktik kerja industri harus taat peraturan perusahaan atau industri.
b. Siswa harus bertanggungjawab dalam bekerja di tempat praktik kerja industri. c. Siswa harus menjaga sikap, tutur-kata dan perilaku selama di tempat praktik kerja industri. 24 C. Daftar Pustaka Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2020. Pengertian menjahit https://id.m.wikipedia.org/wiki/Menjahit Pengertian Trimming https://fitinline.com/article/read/8-tahapan-proses-sewing-diindustri Pengertian packing https://bukuwarung.com/informasi-tentang-packing/ Pengertian memasang kancing https://fitinline.com/article/read/memasang-kancinglubang
Pengertian Dress https://beatriceclothing.com/blog/arti-dan-perbedaan-baju-dressblus-dan-kemeja/ 25
D. Lampiran 26
27
28