KURIKULUM
2013
Kebahasaan Teks Berita
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA
Intan Lauwanda, M.Pd.
KELAS UPTD SMP NEGERI 30 DEPOK
VIII Jalan Raya Gelatik Raya,
Depok Jaya, Pancoran Mas
Semester Ganjil
KOMPETENSI INTI
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, terkait
fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan megarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandan /
teori
KOMPETENSI DASAR
Kompetensi Dasar KI 3
Kompetensi Dasar KI 4
3.1 Mengidentifikasi unsur-unsur teks berita 4.1 Menyimpulkan isi dari berita
(membanggakan dan memotivasi) yang membanggakan dan memotivasi) yang
didengar dan dibaca. dibaca dan didengar
3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan teks 4.2 Menyajikan data, informasi dalam
berita (membanggakan dan memotivasi) bentuk berita secara lisan dan tulis
yang didengar dan dibaca berita dengan memperhatikan struktur,
kebahasaan, atau aspek lisan (lafal,
intonasi, mimik, kinesik).
1
APERSEPSI
Pada materi sebelumnya, kamu telah memahami
struktur teks berita secara lengkap. Selain struktur yang
lengkap, agar berita yang disajikan dapat lebih dipahami
oleh pembaca, diperlukan penggunaan kaidah
kebahasaan dalam teks berita. Penggunaan kaidah
kebahasaan dalam teks berita, seperti bahasa baku,
kalimat langsung, konjungsi bahwa, kata kerja mental,
fungsi keterangan waktu dan tempat, dan konjungsi
tempora.
2
Kaidah Kebahasaan Teks Berita
Di dalam teks berita kata-kata atau kalimat-kalimat memiliki kaidah atau aturan
tersendiri. kaidah-kaidah tersebut dapat dijadikan ciri atau pembeda dengan jenis teks
lainnya.
Bahasa Baku
Kalimat Langsung
Konjungsi
temporal
Kaidah Kebahasaan
Teks Berita
Fungsi Keterangan Konjungsi bahwa
Waktu dan Tempat
Kata Kerja Mental
3
Kaidah Kebahasaan Teks Berita
Bahasa Baku
Bahasa standar akan lebih mudah dipahami oleh umum. Bahasa-bahasa yang
bersifat populer atau kedaerahan akan dihindari oleh media-media nasional
Kalimat Langsung
Kalimat langsung ditandai oleh tandai oleh dua tanda petik ganda ("....") dan disertai
dengan kalimat penyertanya.
Contoh:
"Empat orang tertimpa longsoran tanah tadi pukul 16.00 WIB. Dua orang berinisial AN
(14) dan JH (20) meninggal. Menurut keterangan warga, korban tertimpa saat mengambil
pasir untuk bahan bangunan rumah," kata Kasubbag Humas Polres Sibolga Iptu R
Sormin.
Konjungsi bahwa
Penggunaan konjungsi bahwa yang berfungsi sebagai penerang kata yang diikutinya. Hal
tersebut terkait dengan pengubahan kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
Contoh:
Pihak sekolah membenarkan bahwa Rusli datang bersama orang tuanya meminta
bantuan fasilitas agar anak keduanya ini dapat belajar seperti dengan siswa lainnya.
Kata kerja mental
Penggunaan kata kerja mental terkait dengan kegiatan dari hasil pemikiran. Misalnya
kata memikirkan, membayangkan, berasumsi, berpraduga, berkesimpulan, dan beranalogi.
Contoh:
Warga Pangandaran membayangkan jika hujan deras terus-menerus banjir akan
melanda wilayah mereka.
4
Kaidah Kebahasaan Teks Berita
Fungsi Keterangan Waktu dan Tempat
Penggunaan keterangan waktu dan tempat sebagai konsekuensi dari perlunya
kelengkapan suatu berita yang mencakup unsur kapan dan di mana.
contoh:
Sekitar pukul 15.00 WIB langit Kota Depok mulai gelap.
Sudah sepekan banjir menggenangi pemukiman warga.
Guna meningkatkan literasi membaca anak-anak, Sampoerna Academy
berkolaborasi dengan Perpustakaan Jakarta menggelar Literacy Festival 2022
sekaligus merilis sebuah buku berisikan hasil karya para siswa, Jumat (16/09/22).
Konjungsi Temporal
Penggunaan konjungsi temporal atau penjumlahan seperti kemudian, lalu, sebelumnya,
selanjutnya, sejak, setelah, awalnya, akhirnya. Hal ini terkait dengan pola penyajian berita
yang umumnya mengikuti pola kronologis (urutan waktu).
Contoh:
Hujan masih terus mengguyur beberapa kawasan di Indonesia. Diperkirakan musim
hujan ini berlangsung hingga akhir Juni.
Sebelumnya pernah terjadi banjir seperti ini sekitar setahun yang lalu. Namun, banjir
tahun ini lebih besar ketimbang banjir-banjir yang sebelumnya.
Verba Pewarta
Verba pewarta adalah kata kerja yang digunakan untuk menggambarkan kegiatan
percakapan atau wawancara. Misalnya kata, ujar, tukas, tutur, dan tegas.
Contoh:
"Kalau di-lockdown, malah kita tidak bisa berbuat apa-apa. Konsekuensinya, kasus
(Covid-19) di wilayah itu bisa jadi naik dengan cepat," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk
Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto.
5
Kaidah Kebahasaan Teks Berita
Kalimat Fakta dan Opini
Kalimat Fakta
Fakta adalah hal, keadaan, atau peristiwa yang benar-benar ada dan terjadi.
Contoh:
-Seperti diketahui, penerapan PPDB tahun 2019 menuai sejumlah masalah di
beberapa daerah. Unjuk rasa dan protes di beberapa daerah dinilai karena
ketidakpuasan orangtua tidak bisa memasukkan anak ke sekolah negeri yang mereka
inginkan dengan alasan sekolah favorit.
Kalimat Opini
Opini adalah pendapat yang bersifat subyektif. Opini biasanya ditandai dengan
penggunaan kata menurut, menilai, berpendapat, meyakini.
Contoh:
Menurut Ninik, lemahnya koordinasi dan sosialisasi penerapan sistem PPDB juga
disebabkan lantaran Kemendikbud juga kurang berkoordinasi dengan Kementerian
Dalam Negeri (Kemendagri).
6
LITERASI
Bacalah dengan cermat teks berita berikut!
Berikut disajikan contoh teks berita yang berjudul "Ada Potensi Tsunami 10 Meter di Pesisir
Cilacap". Kegiatan yang kamu lakukan adalah cermati contoh teks berita berikut kemudian amati
aspek kebahasaan yang digunakan dalam teks berita.
Ada Potensi Tsunami 10 Meter di Pesisir Cilacap
KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan
masyarakat agar waspada dengan potensi tsunami setinggi 10 meter di Pesisir Cilacap, Jawa
Tengah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, pada kesempatan
Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) yang dilaksanakan oleh BMKG Stasiun Geofisika
Banjarnegara, Cilacap, Rabu (27/7/2022). BMKG pun meminta masyarakat untuk tetap tenang
dengan peringatan tersebut. "Kepada masyarakat pesisir selatan Jawa, khususnya Kabupaten
Cilacap, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie
Prayoedhie, dikutip dari Tribun Jabar, Selasa (2/8/2022).
Ajie mengatakan bahwa Cilacap termasuk wilayah yang rawan akan bencana gempa bumi
dan tsunami. Pasalnya, secara geotektonik, terdapat zona subduksi, yakni pertemuan lempeng Indo-
Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia di utara. Ajie mengatakan, akibat dari
aktivitas di zona subduksi ini, berdasarkan kajian saintifik, terdapat tiga segmen zona megathrust di
selatan Pulau Jawa yang menyimpan akumulasi energi gempa bumi yang bisa mencapai magnitudo
8,7. Ajie pun menegaskan bahwa gempa bumi dan tsunami merupakan fenomena yang hingga saat
ini waktu terjadinya belum bisa diprediksi. "Potensi gempa bumi dengan magnitudo 8,7 (di selatan
Cilacap) bukanlah prediksi sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu," kata Ajie.
Menurut Ajie, sebagai bentuk kewaspadaan, masyarakat dan pihak-pihak terkait perlu
menyiapkan diri dan melakukan upaya mitigasi bencana sedini mungkin.
Sumber : Kompas.com
6
LITERASI
Setelah kamu mencermati teks berita "Ada Potensi Tsunami 10 Meter di Pesisir Cilacap" berikut
penggunaan kaidah kebahasaan dalam teks tersebut.
Kaidah Kebahasaan Kalimat dalam Teks
Kalimat Langsung "Kepada masyarakat pesisir selatan
Jawa, khususnya Kabupaten Cilacap,
diimbau agar tetap tenang dan tidak
terpengaruh oleh isu yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan
kebenarannya,"kata Kepala Stasiun
Geofisika Banjarnegara, Setyoajie
Prayoedhie, dikutip dari Tribun Jabar,
Selasa (2/8/2022).
Konjungsi bahwa Ajie mengatakan bahwa Cilacap
termasuk wilayah yang rawan akan
bencana gempa bumi dan tsunami.
Fungsi keterangan waktu Badan Meteorologi Klimatologi dan
dan tempat Geofisika (BMKG) mengingatkan
masyarakat agar waspada dengan
potensi tsunami setinggi 10 meter di
Pesisir Cilacap, Jawa Tengah.
7
AYO BERLATIH
1.Cermatilah teks berita "Sekolah Khusus Olah Raga, SMPN 30 Depok Muali Unjuk Prestasi"!
2.Buktikan berdasarkan aspek kebahasaannya bahwa teks tersebut termasuk ke dalam jenis teks
berita!
3.Catatlah aspek-aspek kaidah kebahasaannya serta tulislah kalimatnya dalam tabel berikut!
Sekolah Khusus Olah Raga, SMPN 30 Depok Mulai Unjuk Prestasi
Swara Pendidikan (Panmas, Depok) – Ditengah keterbatasan sarana prasarana, juga
baru berdiri setahun lalu dengan SK Pendirian Sekolah: 421/8751/Disdik/2021 tidak
menyurutkan semangat peserta didik SMPN 30 unjuk prestasi.
Ini dibuktikan dengan keberhasilan dua siswanya menjadi Juara 3 Internasional Junior Golf
Championship 2022 dalam Kejuaraan Menpora Championship 2022, dan Juara 2
Taekwondo Tingkat Nasional Jakarta Colaboration City.
“Walau baru satu tahun sekolah kami berdiri dan menempati ex gedung SDN Depok
Baru 5 berdasarkan SK Pendirian Sekolah : 421/8751/Disdik/2021, kami dan seluruh
tenaga pengajar serta staf SMPN 30 Depok yang berjumlah 23 orang berkomiten untuk
memberikan yang terbaik bagi anak didik kami yang berjumlah 330 siswa,” ungkap Kepala
SMP N 30, Dra Hj Atiyatul Farida yang ditemui SP di sekolahnya. Senin (22/8/22).
Dikatakan Hj. Farida, sejak awal berdiri, SMPN 30 ini memang difokuskan pada
pengembangan di bidang keolahragaan. Yang diharapkan dapat mencetak atlet-atlet muda
berprestasi. Karena itu, lanjut Hj. Farida, dalam pelaksanakan proses belajar mengajar,
selain tetap mengacu pada kurikulum SMP regular, juga disiapkan program khusus di
bidang olahraga sesuai bakat siswa untuk mengasah kemampuan berolahraga siswa.
“Alhamdulillah di tahun kedua ini, dua siswa didik kami, atas nama Ridho meraih Juara 2
Taekwondo Tingkat Nasional Jakarta Colaboration City dan Harjuna Pajero Arbi, Juara 3
Internasional Junior Golf Championship 2022,” ujarnya bangga. Hj. Farida berharap,
pandemi ini terus melandai dan sekolah tatap muka bisa kembali normal 100 persen.
“Kami berharap KBM secara luring ini bisa terus, sehingga kami bisa lebih memotret
potensi-potensi siswa yang memiliki minat dan bakat dalam satu bidang olahraga.
Sehingga kami lebih mudah mengarahkan siswa tersebut untuk memperdalam bakatnya,”
tutur Hj. Farida.
Hj. Atiyatul Farida juga berharap, akan lahir atlet-atlet muda berprestasi di SMPN 30
Depok sesuai bidangnya. “Semoga keberhasilan Ridho dan Harjuna Pajero Arbi bisa
memotivasi kawan-kawan lainnya untuk unjuk prestasi dibidangnya masing-masing,”
tutupnya. (Harlis)
Sumber: Swara Pendidikan
8
AYO BERLATIH Kalimat dalam Teks
Kaidah Kebahasaan 9
Kalimat Langsung
Konjungsi bahwa
Fungsi keterangan waktu
dan tempat
Konjungsi Temporal
Fakta dan Opini
Verba Pewatas