PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PASUNDAN
REPTILIA
SQUAMATA
&
RHYNCHOCEPHALIA
KELOMPOK 8
Nadhilah Syach 195040066
Putri Syarifa 195040067
Fadhillah K 205040036
Rindiani Ismawati 205040063
Kaka Abdurrahman 205040088
Danang Rangga 205040095
PETA KONSEP
ORDO SQUAMATA
Squamata yaitu salah satu jenis hewan reptil yang pada
umumnya memiliki kulit bersisik. Ordo squamata yaitu ordo
terbesar dari kelas reptilia. Bangsa yang memiliki jumlah
spesies terbanyak dibandingkan dengan tiga ordo reptilia lainya.
Ciri Umum
1.Tubuhnya ditutupi oleh sisik yang terbuat dari bahan tanduk.
2.Anggota squamata memiliki tulang kuadrat, memiliki
ekstrimitas kecuali pada Subordo Ophidia, Subordo
Amphisbaenia, dan beberapa spesies Ordo Lacertilia.
3.Perkembangbiakan ordo squamata secara ovovivipar atau
ovipar dengan vertilisasi internal.
Sub Ordo
Ordo squamata terbagi menjadi 3 sub ordo diantaranya
1. Sub Ordo Lacertilia (sauria)
Pada sub ordo ini umumnya memiliki sisik yang bervariasi,
bercakar dan bersifat pentadactylus yaitu pada kaki belakang
yang terdiri dari 5 jari dan terdapat selaput renang diantaranya
jari-jari kaki tersebut.
Famili dari Subordo lacertilia (sauria) :
▰ Gekkonidae
▰ Dibamidae
▰ Iguanidae
▰ Agamidae
▰ Chameleontidae
▰ Scincidae
▰ Lacertidae
▰ Anguidae
▰ Varanidae
Contoh Hewan
Kadal buta termasuk
kedalam famili
dibamidae
Bunglon yang
termasuk kedalam
famili agamidae
Kadal termasuk
kedalam famili
scincidae
Iguana termasuk Hewan Chameleon
kedalam famili termasuk kedalam
famili Chamaeleonidae
Iguanidae
Biawak (varamus)
termasuk kedalam
famili Varanidae
SISTEM GERAK
sistem gerak pada sub ordo ini menggunakan organ gerak
berupa tungkai kaki dan ekor. struktur kakinya memiliki
alas kaki pelekat atau bantalan sehingga memungkinkan
untuk memanjat dinding ataupun pohon. namun kadal juga
harus merangkak menggunakan bantuan anggota badan dan
ekor.
SISTEM PENCERNAAN
rongga mulut dimulai dari celah mulut, yang disokong oleh
rahang atas dan bawah dan terdapat deretan gigi yang
berbentuk kerucut
lambung
usus halus yang pendek dan tidak terlalu berbelit
usus besar yang berfungsi sebagai rektum dan bermuara
pada kloaka.
kandung empedu merupakan tempat untuk menampung
empedu yang dihasilkan oleh hati
limpa terletak didekat pankreas, merupakan organ
hemopoirtik dan juga merombak sel-sel darah yang sudah
tua dan rusak.
SISTEM KOORDINASI
otak besar (serebrum), merupakan sumber dari semua
kegiatan/gerakan sadar dan ada beberapa gerakan refleks
otak
otak tengah (mesensefalon), disini terdapat otak talamus
dan kelenjar hipofisis yang mengatur kelenjar endokrin.
bagian dorsal otak talamus merupakan lobus optikus yang
mengatur refleks mata dan pendengaran
otak kecil (serebelum), berfungsi mengkoordinasi gerak otot
yang terjadi sadar, keseimbangan dan posisi tubuh
jembatan varol (pons varoli), berisi serabut saraf yang
menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga
menghubungkan orak besar dan sumsum tulang belakang
sumsum sambung (medulla oblongata), berfungsi
menghantarkan implus yang datang dari medula spinalis
menuju otak
sumsum tulang belakang (medulla spinalis), merupakan
tempat diproduksinya sel darah merah, keping darah, dan
sel darah putih.
sistem saraf tepi, terdiri dari sistem saraf sadar dan tak
sadar
sistem saraf sadar
sistem saraf otonom
SISTEM REPRODUKSI
termasuk hewan yang melakukan pembuahan di dalam tubuh.
fertilisasi diawali dengan peristiwa kopulasi, sperma bergerak
sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis,
yaitu epididimis. pada saat melalui oviduk, ovum yang telah
dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. pada
beberapa jenis reptil telur ditanam di dalam tempat yang
hangat dan ditinggal oleh induknya.
SUB ORDO SERPENTHES
subordo ini adalah bangsa ular
pada ordo ini memiliki ciri khusus yang unik:
lidahnya bercabang 2 dan dapat dijukurkan dalam
keadaan mulut tertutup
tulang langit-langit bergerak bebas dan adanya
pertautan ujung dua mandibula (rahang bawah) oleh
ligamentum yang elastis
seluruh organnya termodifikasi memanjang
memiliki organ perasa dan organ jacob yang sebagian
reseptornya memiliki penciuman yang tajam dan peka
terhadap sebuah rangsangan kimia di rongga hidungnya
FAMILI DARI SERPENTHES
Contoh Hewan
Ular buta hitam ( Typhlops Boa pohon Amazon ( Corallus Ular sinar matahari ( Xenopeltis
reticulatus) hortulanus) unicolor)
Ular kikir Arafura Ular rumput ( Natrix natrix Ular laut
(Acrochordus arafurae_
SISTEM GERAK
▰ Rectilinear locomotion atau cartepillar crawing
membentuk garis lurus dengan menggunakan perut bagian
bawah sehingga membuat gerakan seperti ulat berjalan
▰ Concertina locomotion Gerakan yang digunakan ketika
memanjat dengan cara menarik tubuh sehingga tertekuk
kemudian meluruskannya kembali
▰ Sidewinding Gerakan ini menggunakan kepala sebagai
jangkar menarik bagian badan lainnya sehingga membentuk
gerakan yang tak putus
SISTEM PENCERNAAN
▰ Di mulutnya air liur yang mengandung enzim Kelenjar
ludah pada ular meliputi palatinc lingual, sublingual dan
labial glad Kelenjar ini membantu melembabkan mangsa
untuk ditelan
▰ Ular juga memiliki saluran esophagus yang
menghubungkan mulut dan perutnyaBagian ini terdiri dari
otot yang
membantu menggerakan mangsa di tubuh ular
▰ Perut mengekskresikan enzim pencernaan dan asam
lambung untuk menghancurkan protein Ular merubah
keadaan pH lambung dengan cepat saat proses mencerna
dan juga ular dapat mempertahankan pH yang
sangat asam pada lambungnya
▰ Usus kecil adalah tabung melingkar yang panjanng dan
sempit dimana absornansi nutrisi berlangsung Usus
kecil dibagi menjadi 3 wilayah yakni duodendum ileum dan
jejunum
▰ Ular juga memiliki hati dan pankreas yang berfungsi
untuk mengeluarkan enzim pencernaan ke duodendum
Pancreas mengalami penambahan massa pada saat ular
mulai mencerna makanan
SISTEM EKSKRESI
Ular memiliki alat ekskresi berupa paru paru
kulit dan sepasang ginjal metanefros
Hasil ekskresi pada ular adalah asam urat
asam urat yang dihasilkan biasanya tidak
terlalu beracun dibandingkan dengan amonia Hal
ini dilakukan untuk menghemat air
dalam tubuh Asam urat yang dihasilkan
berwarna putih Ular memiliki sisik atau kulit
yang kering keadaan kulit seperti ini merupakan
cara beradaptasi yang baik terhadap
kehidupan didarat yaitu agar tidak kehilangan
banyak air dalam tubuh ular
SISTEM KOORDINASI
▰ Otak besar (serebrum)
▰ Otak tengah (mesensefalon) Otak kecil
(serebelum)
▰ Jembatan varol (pons varoli)
▰ Sumsum sambung (medulla oblongata)
▰ Sumsum Tulang belakang (Medulla
Spinalis)
▰ Sistem Saraf Tepi
▰ Sistem Saraf Sadar
▰ Sistem Saraf Otonom
SISTEM REPRODUKSI
Ular termasuk dalam konsumen tersier dan
melakukan reproduksi dengan tiga cara :
Ovipar (bertelur) Lebih dari 3.000 spesies ular
yang ada, sekitar 70 persennya berkembang biak
dengan cara bertelur atau disebut ovipar. Contoh
: Ular tikus, ular rumput, kobra, dan lain lain
Vivipar (melahirkan) Beberapa lainnya berkembang
biak dengan cara melahirkan. Contohnya : Ular
Boa constrictors dan green anacondas
Ovovivipar (bertelur dan melahirkan) Ada pula
ular yang berkembang biak dengan cara bertelur
dan melahirkan sekaligus. Contohnya : Ular derik
dan Ular garter.
SUBORDO AMPHISBAENIA
Hewan subordo ini tidak berkaki tetapi
memiliki suatu kenampakan seperti cacing
karena pada hewan ini warnanya agak merah
muda dan fisiknya tersusun seperti cincin.
Kaa hidupnya kerap menghabiskan waktu
dibawah tanah, sehingga sedikit sekali
infromasii yang bisa di dapat dari hewan
reptil ini. Contohannya yaitu wormlizards.
ORDO RHYCHOCHEPALIA
Merupakan satu-satunya ordo dari reptilia yang terdiri dari
satu famili yaitu sphenodontidae. Ordo Rhynchocephalia
merupakan kelompok reptile primitive yang kadang-kadang
disebut sebagai fosil hidup
KLASIFIKASI & KARAKTERISTIK
Jenis reptil ordo ini merupakan kelas terakhir reptil,
hewan yang termasuk ke dalam ordo ini yaitu tuatara,
tuatara ini hanya memiliki dua spesies yaitu
Sphenodon punctatus dan S. Guentheri. Hewan Tuantara
ini sudah hidup sejak zaman dinasaurus. Ciri-ciri pada
hewan tuatara ini yakni memiliki duri bederet di
sepanjang tulang belakang dan memiliki mata l ketiga
yang berfungsi untuk mengenali suatu
perbedaan antara gelap dan terang, Memiliki 2 lubang
temporal , dan Premaksilla berbentuk seperti paruh
dan gigi bersatu dengan rahang.
CIRI UMUM
1.Bentuk tubuhnya mirip anggota-anggota lacertilian pada
umumnya, tetapi berbeda dengannya terutama karena
tengkoraknya bersifat diosit(mempunyai 2 cekungan di
daerah temporal).
2.Gigi-gigi terdapat pada prunaicilla, maxilla, palatinum, dan
dentale.
3.Tulang-tulang gostralia (tulang-tulang perut) berkembang
baik.
4.Terdapat 4 Celah kloaka melintang
5.Diatap kepala terdapat mata parietal dengan lensa dan
retina.
6.Pada hewan muda, mata parietal tampak lebih jelas karena
kulit yang menutupnya bening, tetapi pada saat dewasa
kulit tersebut menebal.
Sistem Gerak
Sistem gerak pada ordo ini sama seperti pada Subordo
Lacertilia menggunakan tungkai kaki, dan ekor untuk proses
geraknya. Ekor kadal berfungsi untuk menyeimbangkan tubuh
kadal saat memanjat batang pohon
SISTEM PENCERNAAN
▰ Dimulai dari rongga mulut yang disokong oleh
rahang atas dan bawah dan terdapat lidah yang
melekat pada tulang lidah. Dari mulut, makanan akan
diteruskan ke esophagus, ventrikulus (lambung), dan
intestinum yang terdiri dari usus halus dan usus tebal.
Dalam intestinum, makanan dicerna secara kimiawi dan
terjadi proses penyerapan sari makanan. Sisa
makanannya akan dikeluarkan melalui kloaka.
▰ Kelenjar pencernaannya meliputi hati, kantung
empedu, dan pancreas.
SISTEM EKSKRESI
Ular memiliki alat ekskresi berupa paru paru, kulit,
dan sepasang ginjal metanefros. Hasil ekskresi pada
ular adalah asam urat. asam urat yang dihasilkan
biasanya tidak terlalu beracun dibandingkan dengan
amonia. Hal ini dilakukan untuk menghemat air dalam
tubuh. Asam urat yang dihasilkan berwarna putih. Ular
memiliki sisik atau kulit yang kering, keadaan kulit
seperti ini merupakan cara beradaptasi yang baik
terhadap kehidupan didarat, yaitu agar tidak kehilangan
banyak air dalam tubuh ular
SISTEM KOORDINASI
▰ Otak besar (serebrum)
▰ Otak tengah (mesensefalon) Otak kecil (serebelum)
▰ Jembatan varol (pons varoli)
▰ Sumsum sambung (medulla oblongata)
▰ Sumsum Tulang belakang (Medulla Spinalis)
▰ Sistem Saraf Tepi
▰ Sistem Saraf Sadar
▰ Sistem Saraf Otonom
SISTEM REPRODUKSI
Termasuk hewan yang melakukan pembuahan di dalam
tubuh , dimana peleburan sel sperma dan sel telur
terjadi di dalam tubuh betina reptil. Fertilisasi diawali
dengan peristiwa kopulasi, yaitu masukknya alat
kelamin jantan ke alat kelamin betina reptil. Sperma
bergerak di sepanjang saluran yang langsung
berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Pada saat
melalui oviduk, ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi
oleh cangkang yang tahan air agar tidak rusak jika
nantinya diletakkan ditempat basah. Pada beberapa
jenis reptil, telur ditanam dalam tempat yang hangat
dan ditinggalkan oleh induknya.
KESIMPULAN
Reptil merupakan satwa bertulang belakang yang
bersisik dan bernapas dengan paru-paru, mereka
merupakan vertebrata pertama yang mampu
menyesuaikan diri di daerah kering. Reptil disebut juga
hewan melata karena bergerak dengan cara merayap
menggunakan sel ototnya. Ciri utama reptil adalah
tubuhnya ditutupi dengan sisik-sisik rata atau
berduri yang berfungsi untuk mengatur sirkulasi air
melalui kulitnya. Sisik-sisik tersebut tersusun dari
protein yang disebut keratin.
Ordo Squamata adalah bangsa yang memiliki jumlah
spesies terbanyak dibandingkan dengan tiga ordo
reptilia lainya. Ordo squamata terbagi menjadi tiga
sub-ordo yaitu:
▰ subordo Sauria (kadal)
▰ sub-ordo Serpentes (bangsa ular)
▰ subordo Amphisbaenia (kadal cacing)
Ordo Rhynchocephalia merupakan satu-satunya ordo
dari reptilia yang terdiri dari satu famili yaitu
sphenodontidae. Tuatara hanya memiliki dua spesies
yaitu Sphenodon punctatus dan Sphenodon guntheri.
Jenis tuatara hidup sejak zaman mesozoikum sekitar
200 juta tahun yang lalu.