Dicky Eka Zulfikar
Dr. Deasylina da Ary, S. Pd., M.Sn,
SBdP
Untuk Kelas
IV SD
E-Modul Tarian Daerah
SBdP
Desain Cover dan Ilustrasi :
Dalucorel.org & Google.com
V + 40 Halaman : 19 cm x 29 cm
Disusun dengan huruf Comic Sans
II
Prakata
Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena E-Modul
Tarian Daerah ini telah selesai disusun. E-Modul Tarian Daerah ini disusun agar dapat membantu
siswa dalam mempelajari SBdP materi seni tari.
Seni Budaya dan Prakarya memiliki peranan penting terutama pada tingkat usia sekolah
dasar. Melalui E-Modul Tarian Daerah siswa diharapkan lebih memahami macam-macam
gerakan dasar tari dan tari-tarian daerah yang ada di Indonesia. Penulis menyadari bahwa dalam
penyusunan E-Modul Tarian Daerah ini mempunyai kekurangan. Kritik dan saran sangat kami
harapkan. Penulis berharap semoga E-Modul Tarian Daerah ini dapat memberikan sebuah
manfaat bagi pembaca.
Penulis
III
Petunjuk
Penggunaan Buku
Halaman Judul
(Berisi judul dari buku sebagai penanda isi sajian dalam buku).
Petunjuk Penggunaan Buku
(Berisi tatanan isi buku dan deskripsi petunjuk).
Kompetensi Inti
(Kompetensi yang harus dicapai peserta didik meliputi spiritual, pengetahuan, sosial dan keterampilan).
Kompetensi Dasar
(Pengetahuan, keterampilan dasar dan sikap minimal yang harus dicapai pesdik setelah belajar).
Indikator
(Standar penilaian perilaku dan sikap siswa setelah pembelajaran).
Tujuan Pembelajaran
(Perilaku dan hasil belajar yang diharapkan setelah peserta didik belajar).
Daftar Isi IV
(Berisi pokok isi buku dan nomor halaman).
Kompetensi Dasar,
Indikator, dan Tujuan
Kompetensi Dasar
3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah.
Indikator
3.3.1 Mengidentifikasi macam-macam pola lantai.
3.3.2 Mengidentifikasi macam-macam pola lantai.
3.3.3 Menjelaskan pola lantai pada tari-tarian Indonesia
Tujuan
3.3.1 Dengan menggunakan E-modul Tarian Indonesia, siswa mampu
mengidentifikasi macam-macam pola lantai dengan benar.
3.3.2 Dengan menggunakan E-modul Tarian Indonesia, siswa mampu
mengidentifikasi macam-macam pola lantai dengan benar.
3.3.3 Dengan menggunakan E-modul Tarian Indonesia, siswa mampu
menjelaskan pola lantai pada tari-tarian Indonesia dengan benar. V
Tari & Pola Lantai
Pengertian Seni Tari & Pola Lantai
Tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui media
gerak. Dalam hal ini, pola lantai dalam seni tari adalah garis atau arah yang
dilalui oleh para penari pada saat melakukan gerak tari. Penanda untuk
berpindah dari satu pola ke pola yang lainnya agar tercipta tarian yang indah
dan bermakna. Sederhananya, pola lantai seni tari lebih mengarah pada
formasi penari.
Unsur utama dalam tari adalah gerak. Gerak dalam tari memiliki beberapa
aspek yaitu Tenaga, Ruang, dan Waktu. Selian unsur utama, tari memiliki
unsur pendukung yang terbagi menjadi beberapa aspek, meliputi Musik
Iringan, Tata Rias Busana, Tata Pentas
(Ruang & Tata Pentas), dan Tema tarian.
1
Jenis-Jenis Tari
Jenis-Jenis Tari
Jenis tari berdasarkan konsep/orientasinya dibagi menjadi dua yaitu tradisional
dan kreasi baru. Jenis tari tradisional mempunyai konsep tarian yang telah
ada di masa lampau, komunitas tertentu, atau yang telah digunakan dalam
ritual-ritual terdahulu. Jenis tari tradisional mempunyai dua bentuk yaitu
Klasik dan Kerakyatan. Jenis tari Kreasi Baru/Modern mempunyai konsep
tarian yang merupakan pengembangan dari pola dan tarian yg sudah ada.
2
Macam-macam
Pola Lantai
1. Vertikal
Pola lantai vertikal memiliki pola lurus memanjang.
Memiliki fungsi membentuk formasi lurus dari depan ke
belakang atau sebaliknya. Pola ini dilakukan oleh penari
lebih dari satu orang. Pola ini digunakan tarian klasik,
karena pola lantai yang satu ini melambangkan antara
ikatan manusia dengan Tuhannya. Sehingga pola lantai
ini memiliki arti magis, yang kuat dan mendalam.
2. Melengkung
Pola garis lantai selanjutnya adalah pola lantai
melengkung, yang terdiri dari beberapa jenis bentuk pola
lantai, yaitu garis lingkaran, angka delapan, huruf U dan
lengkung ular. Pola lantai lengkung ini bisa membuat
tarian tradisional menjadi lebih indah.
3
Macam-macam
Pola Lantai
3. Horizontal
Selain pola melengkung ada pula pola lantai
horizontal ini memiliki bentuk barisan, dengan posisi
penarinya berjajar dari kiri ke kanan, atau berjajar dari
kanan ke kiri. Pola lantai horizontal ini memiliki arti yang
melambangkan antara ikatan manusia satu dengan
manusia yang lain.
4. Diagonal
Terakhir, ada pola lantai diagonal memiliki bentuk
garis menyudut ke kanan atau ke kiri, yang dilakukan
oleh para penari, agar tarian terlihat lebih kokoh dan
kuat. Pola lantai yang satu ini bisa membuat penari
menjadi lebih indah, saat membawakan suatu tarian.
4
Peta Konsep
Tarian Daerah Indonesia
1
23
3 5 28 29 30
21 22 27
2 32
7 33
4 8
13 20
6 19 24 25 26 31
9 11 U
10
12 14 15 16 17 B T
18
S 5
Klik nomor untuk melihat tarian daerah masing-masing !
Tari Saman
(Nanggroe Aceh Darusalam)
Di Aceh sendiri, tarian ini biasanya dibawakan pada acara-
acara besar seperti peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
Sedangkan pada zaman dahulu, tari Saman dijadikan ajang 6
berdakwah bagi para ulama.
Tari Baluse
(Sumatra Utara)
Tari Baluse adalah tarian daerah di Indonesia yang berasal dari
Sumatera Utara. Tarian ini bisa Kamu lihat pada era tahun
90an di mata uang Rp. 1000. Hingga saat ini, tari ini masih
sangat populer dimainkan di berbagai acara adat di Sumatera 7
Utara.
Tari Tanggai
(Sumatera Selatan)
Tari ini dipentaskan pada acara-acara besar yang ada di
Sumatera Selatan. Misalnya saja saat tahun baru, nikahan, atau
adanya tamu yang datang ke Sumatera Selatan. Daerah yang
masih teguh menggunakan tarian ini adalah Palembang. 8
Tari Piring
(Sumatera Barat)
Tari ini berasal dari Sumatera Barat khususnya daerah
Minangkabau. Di Minangkabau tari ini dipentaskan pada saat
hari panen telah tiba. Tari ini sebagai bentuk syukur kepada
Dewi adi yang telah memberikan hasil panen yang melimpah 9
ruah.
Tari Makan Sirih
(Riau)
Sesuai dengan namanya, tari ini dimainkan sambil memakan
daun sirih. Biasanya tari ini akan dipentaskan ketika gubernur
atau Presiden datang ke Riau.
10
Tari Zapin
(Kepulauan Riau)
Zaman dahulu tari ini dimainkan untuk menanamkan ajaran
Islam dan digunakan sebagai sarana untuk berdakwah. Dalam
hal ini, Tari Zapin mengajarkan bagaimana cara bersosialisasi di
tengah masyarakat Kepulauan Riau. 11
Tari Campak
(Bangka Belitung)
Meskipun merupakan tarian hiburan, namun tarian ini
mengandung banyak cerita untuk menghibur para bujangan
yang sedih karena masih sendiri. Tari ini juga sering dipentaskan
sebagai rasa syukur pada saat panen telah tiba. 12
Tari Adun
(Bengkulu)
Dalam tari Adun menceritakan bagaimana proses menanam
padi. Dari tari ini juga dijadikan sebagai cara meminta doa
agar panen yang akan datang berlimpah. Biasanya tari ini
dijadikan sebagai tarian penghibur masyarakat Bengkulu 13
Tari Melinting
(Lampung)
Zaman dahulu tari Melinting hanya dipentaskan oleh keluarga
kerajaan saja. Namun, saat ini Tari melinting dipentaskan oleh
siapa saja. Bahkan di Lampung juga sering diadakan lomba tari
melinting untuk seluruh masyarakat Lampung. 14
Tari Topeng Betawi
(DKI Jakarta)
Tari Topeng adalah tarian daerah di Indonesia yang berasal dari
DKI Jakarta. Secara umum tari topeng mempunyai banyak
ragam sesuai dengan daerahnya. Zaman dahulu tari ini
dijadikan sebagai salah satu cara untuk menolak balak. 15
Tari Rampak Bedug
(Banten)
Dalam tarian ini mengisahkan masyarakat Banten untuk
menggunakan waktu hidup di dunia ini sebaik mungkin.
Bahkan tarian ini juga memiliki makna untuk menjalankan
ibadah dengan taat tepat pada waktunya. 16
Tari Serimpi
(Surakarta & Yogyakarta)
Yogyakarta Surakarta
Surakarta
Zaman dahulu Tari Serimpi dijadikan sebagai pertunjukan di
keraton-keraton. Tari ini merupakan tari klasik dari keraton
Yogyakarta dan Surakarta. Namun, seiring berkembangnya
zaman, tari ini mulai dimainkan di dimana saja dan bisa 17
dinikmati oleh para wisatawan dengan mudah.
Tari Jaipong
(Jawa Barat)
Nama tari Jaipong tentunya sudah sangat familiar di telinga, ya,
tari ini dijadikan sebagai sarana hiburan. Tari ini juga sering
dimainkan untuk menyambut tamu besar atau tamu lokal
seperti bule. 18
Tari Bedhaya
(Surakarta & Yogyakarta)
Surakarta Yogyakarta
Yogyakarta
Jenis tarian ini lahir di Surakarta dan biasanya digunakan untuk
hiburan raja Keraton Surakarta. Terdapat juga tari bedhaya
yang berasal dari Yogyakarta. Namun, saat ini tari ini sudah
ditonton untuk publik dan biasanya dipentaskan ketika hari 19
raya pejabat tiba.
Tari Remo
(Jawa Timur)
Tari Remo adalah tarian yang berasal dari Jawa Timur. Tari ini
dipentaskan untuk menyambut tamu pejabat negara maupun
tamu yang memiliki peranan penting bagi negara. Tari ini juga
selalu menjadi tari pentas di berbagai acara festival tahunan. 20
Tari Kecak
(Bali)
Tarian ini dipertunjukkan oleh puluhan lebih penari laki-laki.
Dengan duduk secara berbaris membentuk pola lingkaran dan
diiringi seruan irama berbunyi “cak, cak, cak” seraya
mengangkat kedua tangan. Menggambarkan kisah Ramayana. 21
Tari Sere
(NTB)
Zaman dahulu tari Sere hanya dipentaskan di Sumbawa saja.
namun saat ini jenis tari ini sudah dipentaskan di berbagai
festival tahunan di NTB.
22
Tari Gareng Lemeng
(NTT)
Jenis tari ini minimal dipentaskan oleh dua pria yang
menggunakan senjata tangan dan menggunakan tameng.
Biasanya tari ini akan dipentaskan di acara khitanan.
23
Tari Monong/Manang
(Kalimantan Barat)
Tari ini biasanya akan dipentaskan sebagai ritual daerah.
Konon katanya tari ini bisa menangkal atau menyembuhkan
penyakit. 24
Tari Tambun
(Kalimantan tengah)
Tari ini biasanya menjadi tari ritual adat tahunan di Kalimantan
tengah. Sering kali tari ini dimainkan pada masa musim
kemarau dengan tujuan untuk memanggil hujan dan mengusir
hama tanaman. 25
Tari Baksa Kembang
(Kalimantan Selatan)
Tari ini biasanya akan dimainkan untuk menyambut tamu
kehormatan yang datang ke kalimantan Selatan.
26
Tari Gong
(Kalimantan Timur)
Sesuai dengan namanya, tari nini akan dipentaskan dengan
dpenari di atas Gong. Biasanya tari ini akan dipentaskan pada
acara khas atau saat lomba tari.
27
Tari Radab Rahayu
(Kalimantan Utara)
Tari Radab Rahayu di Kalimantan Utara akan dimainkan pada
acara pernikahan atau acara kematian.
28
Tari Maengket
(Sulawesi Utara)
Bagi masyarakat Sulawesi Utara tarian ini memiliki arti sebagai
doa agar panen yang akan datang melimpah.
29
Tari Pattudu
(Sulawesi Barat)
Tari ini hanya ditarikan di Istana saja, sedangkan untuk
masyarakat hanya bisa menyaksikannya di lantai utama
Istana.
30
Tari Madero
(Sulawesi Tengah)
Tari madero juga dipentaskan oleh masyarakat Sulawesi tengah
saat panen akan tiba. Adapun ritual adat ini bisa Kamu
temukan di berbagai acara di Poso.
31
Tari Lulo Alu
(Sulawesi tenggara)
Tarian ini dilaksanakan sebagai salah satu ritual adat Tokotua
atas rasa syukur dan terima kasih kepada sang pencipta atas
melimpahnya rezki dari hasil panen beras pada masa lalu.
32
Tari Pakarena
(Sulawesi Selatan)
Tari Pakarena adalah tarian tradisional asli suku Makassar dari
Sulawesi Selatan yang diiringi oleh 2 (dua) kepala drum
(gandrang) dan sepasang instrument alat semacam suling
(puik-puik). 33
Tari Dana Dana
(Gorontalo)
Tari Dana Dana merupakan salah satu tarian tradisional yang
cukup terkenal di Gorontalo dan sering ditampilkan dalam
berbagai acara seperti penyambutan, perayaan hari besar, dan
lain-lain. 34
Tari Lenso
(Maluku)
Tari Lenso adalah salah satu tarian tradisional dari daerah
Maluku. Tarian ini merupakan tarian yang dibawakan oleh
para penari wanita dengan menggunakan sapu tangan atau
selendang sebagai ciri khas dan atribut menarinya. 35
Tari Cakalele
(Maluku Utara)
Cakalele adalah tarian perang tradisional Maluku yang
digunakan sebagai tarian perang. Biasanya, tarian ini
dibawakan oleh penari laki-laki.
36
Tari Perang Papua
(Papua Barat)
Tarian ini seringkali dibawakan oleh para penari pria dengan
menggunakan pakaian adat Papua dan panah sebagai
lambang senjatanya untuk menggambarkan jiwa
kepahlawanan serta kegagahan masyarakat Papua. 37
Tari Nanini
(Papua)
Tarian ini biasanya dibawakan oleh penari pria dan wanita
untuk menyambut tamu kehormatan atau tamu penting yang
berkunjung ke sana.
38
Biografi
Penulis
Nama : Dicky Eka Zulfikar
NIM : 1401417101
Alamat : Jalan Gatotkaca No. 16, Gentan Kidul,
Boja, Kendal
Hobi : Kuliner
Email : [email protected]
39
Daftar Pustaka
Arsyad, Azhar. 2017. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pres.
Anggari, dkk. 2017. Buku Guru SD/MI Kelas IV Kurikulum 2013 Tema 1 Indahnya
Kebersamaan. Pusat Kurikulum & Perbukuan Balitbang Kemendikbud.
Anggari, dkk. 2017. Buku Siswa SD/MI Kelas IV Kurikulum 2013 Tema 1 Indahnya
Kebersamaan. Pusat Kurikulum & Perbukuan Balitbang Kemendikbud.
Freepik.com
Google.com
Wikipedia.com
40
E-Modul yang berjudul “E-modul Tarian Indonesia” merupakan salah satu
inovasi pengembangan bahan ajar sebagai media dalam pembelajaran
SBdP. Media ini dikembangankan sesuai dengan kriteria pembuatan media
menurut Azhar Arzsyad (2014).
E-Modul ini diharapkan dapat membantu mempermudah guru dalam
menyampaikan materi pembelajaran serta menghindarkan siswa terhadap
rasa jenuh. E-modul Tarian Indonesia ini mengajak siswa belajar dengan
cara menyenangkan mengeksplor pengetahuan baru dengan
memanfaatkan teknologi modern dalam bentuk buku digital
Nama : Dicky Eka Zulfikar
Email : [email protected]
WA : 081260689130