BARELANGBULETIN ANALISIS REKAPAN EPIDEMIOLOGIDAN LAPORAN ANGKABULETIN ANALISIS REKAPAN EPIDEMIOLOGIDAN LAPORAN ANGKAEdisi 1 - 2026BALAI LABORATORIUM KESEHATAN MASYARAKAT BATAMDIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN PRIMER DAN KOMUNITASKEMENTERIAN KESEHATAN RIBALAI LABORATORIUM KESEHATAN MASYARAKAT BATAMDIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN PRIMER DAN KOMUNITASKEMENTERIAN KESEHATAN RIILI-SARITB - TCMSISTEM KEWASPADAAN DINIDAN RESPONS (SKDR)SISTEM KEWASPADAAN DINIDAN RESPONS (SKDR)SURVEILANS FAKTOR RISIKOLINGKUNGANSURVEILANS FAKTOR RISIKOLINGKUNGAN
Assalamu’alaikum Wr. Wb.Salam sejahtera bagi kita semua,Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatdan karunia-Nya, sehingga Buletin “Barelang” (Buletin Analisis RekapanEpidemilogi dan Laporan Angka) Balai Laboratorium Kesehatan MasyarakatBatam dapat diterbitkan.Buletin Edisi 1 Tahun 2026 ini disusun sebagai media informasi untukmenyampaikan hasil pemantauan serta analisis data. Kami menyadari bahwabuletin ini masih memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, kami sangatmengharapkan masukan dan saran yang konstruktif dari berbagai pihak gunaperbaikan di masa yang akan datang.Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telahberkontribusi dalam proses pengumpulan, pengolahan, hingga penyusunandata dalam buletin ini. Semoga informasi yang disajikan dapat memberikanmanfaat bagi para pembaca.Wassalamu’alaikum Wr. Wb.Kata PengantarKepala Balai Labkesmas BatamIsmail, S.T., M.Sc
Tim RedaksiPengarahIsmail, S.T., M.Sc.Penanggung JawabFirdaus Yustisia Sembiring, S.K.M., M.Kes.KoordinatorTriana Wardhani, S.K.M., M.P.H.SekretariatSuryeni, S.K.M.Indra, S.K.M.KontributorRencana, S.Si., M.Kes.Anita Sofia, S.Kes., M.Sc.Nurmasytah, S.K.M.Mirawati, S.K.M.Sri Wahyuni, S.K.M.Editordr. Canti Permata PradiptaAlma Mauldika Kahar, S.Tr.Kes.Ova RozianaDesainPhisa Isyah UlfiaFatrio JodistaPenerbitBalai Laboratorium Kesehatan Masyarakat BatamKel. Sungai Binti, Kec. Sagulung, Batam, Kepulauan RiauWebsite : labkesmasbatam.idInstagram : labkesmas.batamTelepon : +62 778 8075096
BARELANGEdisi 1 - 2026BARELANG0Edisi 1 - 20261A. ILI SARISpesimen ILISARI Minggu ke-1 Hingga ke-16Jumlah spesimen ILI lebih tinggi dibandingkan SARI selama minggu ke-1 hingga ke-16.Puncak spesimen ILI terjadi pada minggu ke-5 sebanyak 18 spesimen dan minggu ke-7sebanyak 17 spesimen. Sementara itu, spesimen SARI tertinggi terjadi pada minggu ke-13sebanyak 10 spesimen.ILI SARI0 5 10 15 20M1M2M3M4M5M6M7M8M9M10M11M12M13M14M15M1622414124183621771221411151013414846Spesimen ILISARI Berdasarkan Site Sentinel0 20 40 60 80PKM RumbaiPKM Lubuk BuayaBBKK BatamPKM Batu AjiRSUP dr M Djamil PadangRSUD Embung FatimahRSUD Arifin Achmad27136105035PKM Lubuk Buaya menjadi fasilitas dengan jumlah spesimen tertinggi sebanyak 71 spesimen,diikuti RSUP M. Djamil sebanyak 50 spesimen dan BBKK Batam sebanyak 36 spesimen.
BARELANGEdisi 1 - 2026BARELANGEdisi 1 - 202602Grafik hasil pemeriksaan ILISARI menunjukkan bahwa sebagian besar spesimen memberikanhasil negatif pada seluruh parameter pemeriksaan. Dari total pemeriksaan, ditemukan 17spesimen positif COVID-19, sedangkan Influenza A (H1) PDM09 dan H3 serta Influenza Bsmasing-masing ditemukan sebanyak 5 spesimen positif.HASIL PEMERIKSAAN ILISARIPositif NegatifCovid Influenza A (H1) PDM09 dan H3 Influenza B0501001502001716051725172Spesimen ILISARI Berdasarkan Jenis KelaminDari 177 spesimen yang diperiksa, 46% berjenis kelamin laki-laki dan 54% berjenis kelaminperempuan.Laki-laki PerempuanLaki-laki54%Perempuan46%
BARELANGEdisi 1 - 2026BARELANG 03 Edisi 1 - 2026Grafik spesimen dahak tuberkulosis (TB) metode tes cepat molekuler (TCM) menunjukkanfluktuasi jumlah dalam periode 17 minggu. Puncaknya terjadi pada minggu ke-8, kemudianmenurun hingga tidak ditemukan spesimen pada minggu ke-11 dan ke-12. Setelah itu, terjadipeningkatan kembali pada minggu ke-13 sebelum akhirnya kembali menurun hinggaminggu ke-17.Hasil Pemeriksaan Spesimen TB metode TCM di Balai Labkesmas BatamB. TB-TCM0 100 200 300 400 500RIF SENRIF SESNEGINVALIDERROR24342011Berdasarkan pemeriksaan TB metode TCM, sebagian besar spesimen menunjukkan hasil negatif(NEG) sebanyak 420 spesimen (93,5%). Hasil Rifampisin Sensitif (RIF SEN) ditemukan pada 24spesimen, sedangkan Rifampisin Resisten (RIF RES) ditemukan pada 3 spesimen. Selain itu,masing-masing ditemukan 1 spesimen invalid dan 1 spesimen error.M2 M3 M4 M5 M6 M7 M8 M9 M10 M11 M12 M13 M14 M15 M16 M17020406080100120140
BARELANGEdisi 1 - 2026BARELANGEdisi 1 - 202604C. SISTEM KEWASPADAAN DINI DAN RESPONS (SKDR)Provinsi RiauBerdasarkan data SKDR Provinsi Riau periode minggu ke-1 hingga minggu ke-17, penyakit yangpaling banyak dilaporkan adalah ISPA dan diare. Jumlah kasus ISPA terlihat mendominasi setiapminggunya dibandingkan dengan penyakit lainnya, dengan tren kasus yang cukup tinggi padaawal periode pengamatan. Sementara itu, kasus diare juga menunjukkan angka laporan yangcukup signifikan dan konsisten sepanjang periode tersebut. Selain ISPA dan diare, laporan SKDRjuga mencatat adanya kasus suspek dengue, pneumonia, diare berdarah/disentri, malariakonfirmasi, serta suspek demam tifoid dengan jumlah yang relatif lebih rendah.0 50 100 150 200 250Klinik AuliaKlinik ThamrinKlinik Utama Dunia MCPKM Batu AjiPKM BulangPKM Sei LangkaiPKM Sei LekopPKM Tanjung Uncang112101017113214Total spesimen yang diterima berasal dari delapan fasilitas kesehatan dengan jumlahkeseluruhan sebanyak 449 spesimen. Berdasarkan sumber spesimen pemeriksaan TBmetode TCM, sebagian besar spesimen berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkatpertama. Puskesmas Tanjung Uncang menjadi penyumbang spesimen terbanyak sebanyak214 spesimen, diikuti PKM Sei Lekop sebanyak 113 spesimen dan PKM Bulang sebanyak 101spesimen.
BARELANGEdisi 1 - 2026BARELANG 05 Edisi 1 - 2026Provinsi Kepulauan RiauBerdasarkan data SKDR Provinsi Kepulauan Riau periode minggu ke-1 hingga minggu ke-17,penyakit yang paling banyak dilaporkan adalah ISPA dan diare akut. Kasus ISPA mendominasilaporan mingguan dengan jumlah yang relatif tinggi dan stabil selama periode pengamatan.Sementara itu, kasus diare akut juga menjadi salah satu penyakit dengan jumlah laporanterbanyak setelah ISPA. Selain kedua penyakit tersebut, SKDR juga mencatat adanya laporankasus suspek dengue, pneumonia, diare berdarah/disentri, malaria konfirmasi, suspek demamtifoid, dan sindrom jaundice akut dengan jumlah yang lebih rendah.Provinsi Sumatera BaratBerdasarkan data SKDR Provinsi Sumatera Barat periode minggu ke-1 hingga mingguke-17, penyakit yang paling banyak dilaporkan adalah ISPA dengan jumlah kasustertinggi mendekati 11.000 kasus pada beberapa minggu pelaporan. Selain ISPA, diareakut juga dilaporkan dalam jumlah yang cukup tinggi dan relatif konsisten setiapminggu. Sementara itu, kasus pneumonia, suspek DBD, dan malaria tercatat dalamjumlah yang lebih rendah.
BARELANGEdisi 1 - 2026BARELANGEdisi 1 - 202606Balai Labkesmas Batammembuka layananlaboratorium yang berfokuspada pemeriksaan klinis,pengawasan kualitaslingkungan, keamananpangan, kalibrasi alat, sertakegiatan pengendalianvektor penyakitAspek mikrobiologi merupakan indikatorpaling kritis dalam menentukan kelayakan airminum secara instan. Grafik berikutmenunjukkan fluktuasi kehadiran bakteriindikator polusi dalam sampel yang diuji.Keberadaan mikroorganisme ini sering kaliberkaitan erat dengan integritas sistemdistribusi dan sanitasi di sekitar sumber air.Melalui grafik ini, dapat melihat sejauh manatingkat kepatuhan sampel terhadap ambangbatas aman yang ditetapkan oleh PeraturanMenteri Kesehatan.A I R M I N U MJika mikrobiologi berbicara tentang risikojangka pendek, pengujian kimia memberikangambaran mengenai keamanan konsumsidalam jangka panjang. Grafik ini merangkumhasil pemantauan Labkesmas Batam untukmemastikan bahwa air yang dikonsumsimasyarakat bebas dari risiko toksisitas kimiawiyang dapat berakumulasi di dalam tubuhD. SURVEILANS FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN
BARELANGEdisi 1 - 2026BARELANG 07 Edisi 1 - 2026Aspek mikrobiologi adalah indikatorkesehatan yang bersifat segera (acute).Fokus utama pengujian labkesmasbatam adalah mendeteksi keberadaanbakteri indikator sanitasi, seperti TotalColiform dan E. coli. Grafik inimenunjukkan jumlah sampel yangberhasil melewati ambang bataskeamanan (MS) dibandingkan denganyang memerlukan perbaikan (TMS).A I R H Y G I E N E S A N I T A S ISampel yang dinyatakan MemenuhiSyarat (MS) menandakan bahwasumber air terlindungi dengan baikdari kontaminasi feses atau limbahorganik. Sebaliknya, angka TidakMemenuhi Syarat (TMS) sering kalimenjadi alarm adanya masalah padasistem drainase atau sanitasi di sekitarsumber air. Jika mikrobiologiberkaitan dengan risiko penyakitinfeksi, parameter kimia lebihmenitikberatkan pada estetika dandampak kesehatan jangka panjang. .Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar sampel memenuhi syarat kualitas air bersih.Temuan sampel Tidak Memenuhi Syarat (TMS) menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan sanitasidan pengawasan kualitas lingkungan.M A K A N A NPemeriksaan sampel makanan dilakukan untuk memastikan keamanan pangan dari aspekmikrobiologi dan kimia. Hasil pengujian menunjukkan sebagian besar sampel makananmemenuhi syarat kualitas kesehatan selama periode Januari hingga April 2026.Pada pemeriksaan mikrobiologi makanan masih ditemukan beberapa sampel Tidak MemenuhiSyarat (TMS), dengan jumlah tertinggi pada Januari sebanyak 15 sampel. Sementara itu, seluruhsampel kimia makanan menunjukkan hasil Memenuhi Syarat (MS) selama periode pengamatan.
BARELANGEdisi 1 - 2026BARELANGEdisi 1 - 202608V E K T O R B I N A T A N GP E M B A W A P E N Y A K I TV E K T O R B I N A T A N GP E M B A W A P E N Y A K I TPenyakit seperti Demam Berdarah (DBD), Malaria, hingga Leptospirosis tidak munculbegitu saja, mereka memiliki inang dan perantara yang hidup berdampingan dengankita. Labkesmas Batam memegang peranan krusial dalam memutus rantai penularanini melalui Surveilans dan Pemeriksaan Sampel Binatang Pembawa Penyakit.Sampel Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit yang diperiksa di LaboratoriumEntomologi Labkesmas Batam dari Bulan Januari sampai bulan April sebanyak total 3sampel, dimana sampel pada bulan Februari di peroleh 2 sampel dengan success trap nyamelebihi ambang mutu diatas 1 yaitu 3,33. Sedangkan pada bulan maret sampel yangdiperoleh sebanyak 1 sampel dibawah ambang mutu. Identifikasi yang dilakukan semuasampel yang diperoleh adalah Ratus tanazumi.
labkesmasbatam.id labkesmas.batam Balai LabkesmasBatamBalai Laboratorium Kesehatan Masyarakat BatamKel. Sungai Binti, Kec. SagulungKota Batam, Prov. Kepulauan Riau 29434Telepon : +62 778 8075096Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat BatamKel. Sungai Binti, Kec. SagulungKota Batam, Prov. Kepulauan Riau 29434Telepon : +62 778 8075096HUBUNGI KAMI