MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMA Kelas X Gbr Yesus dan anak-anak https://catatanseorangofs.wordpress.com/tag/anak-anak-kecil/
CATATAN PENDAHULUAN 1. Modul Ajar (Perangkat Ajar) ini disusun sebagai salah satu model terbuka untuk dikembangkan lebih lanjut dan atau disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. 2. Modul Ajar (Perangkat Ajar) ini disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti pada Fase E dan Alur Tujuan Pembelajaran Kelas 10, khususnya Alur Tujuan Pembelajaran 10.4 hingga 10.6. Pemilihan Alur Pembelajaran ini didasarkan pada Tujuan Pembelaajaran tersebut dianggap esensial. Oleh karena itu, isi Modul Ajar ini tidak bisa dipakai untuk mengukur ketercapaian seluruh Capaian Pembelajaran maupun Alur Tujuan Pembelajaran. 3. Adapun Capaian Pembelajaran pada Fase E, adalah sebagai berikut: Pada akhir Fase E, peserta didik memahami kemampuan dan keterbatasannya sehingga memahami pribadi Yesus Kristus yang mewartakan dan memperjuangkan kerajaan Allah bahkan sampai menderita sengsara dan wafat di salib, yang kemudian bangkit dan naik ke surga. Lebih dari itu diharapkan bersedia menanggapi dan mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan dan diperjuangkan oleh Yesus dalam kehidupan seharihari seturut teladan Yesus Kristus. 4. Alur Tujuan Pembelajaran Fase E di Kelas 10 pada semester 2 ini, adalah sebagai berikut: Peserta didik kelas 10 mampu memahami makna kerajaan Allah yang diwartakan yesus melalui sabda, perbuatan-Nya dan seluruh pribadi-Nya, sengsara dan wafat-Nya, hingga pada kebangkitan dan kenaikannya ke surga. Peserta didik bersedia mengikuti dan meneladani Yesus, untuk berkorban demi memperjuangkan kebahagian sesamannya dengan mewujudkan nilai-nilai kerajaan Allah serta mewartakan kebangkitan Kristus sebagai sumber keselamatan seluruh umat manusia. Memahami Allah Tri Tunggal Maha kudus dan peran Roh Kudus bagi Gereja yang menjaga kesucian-Nya serta terdorong untuk mewujudkan persekutuan cinta dalam keluarga dan masyarakat. Pada akhirnya peserta didik mampu meneladani pribadi Yesus dalam hidupnya sehari-hari sebagai perwujudan imannya. 5. Modul Ajar 1, disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Fase E, Alur Tujuan Pembelajaran Kelas 10, Tujuan Pembelajaran 10.4; sedangkan Modul Ajar 2, disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran Fase E, Alur Tujuan Pembelajaran Kelas 10, Tujuan Pembelajaran 10.6. Tujuan Pembelajaran tersebut diuraikan lebih lanjut dalam Tujuan Pembelajaran Topik. 6. Pada setiap topik, tidak semua nilai ataupun karakter dari Profil Pelajar Pancasila harus tercapai, melainkan dipilih sesuai dengan keluasan dari materi/topik itu sendiri. Tetapi diharapkan semua nilai karakter dari profil Pelajar Pancasila tersebut dapat tercapai. Nilai karakter tersebut hendaknya ditumbuhkan melalui pembiasaan, baik selama kegiatan pembelajaran berlangsung maupun dalam aktivitas keseharian peserta didik di lingkungan sekolah dan bermasyarakat. 7. Semoga bermanfaat.
1 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti 2 Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 Kelas X (Sepuluh) 4 Topik Yesus Mewartakan dan Memperjuangkan Kerajaan Allah 5 Sub-topik a. Yesus Mewartakan Kerajaan Allah b. Sengsara dan Wafat Yesus c. Kebangkitan dan Kenaikan Yesus ke Surga 6 Target Peserta didik Siswa Reguler 7 Jumlah Peserta didik Maksimal 36 siswa 8 Model Pembelajaran Tatap muka 9 Alokasi waktu 10 JP (450 menit) 10 Sarana dan Prasarana Buku Panduan Guru Alkitab Laptop/komputer Internet 11 Penyusun Ernesto Yohanes Natylo S.S 12 Sekolah/ Instansi SMA N 3 JAYAPURA - Buper 13 Tahun 2023 TUJUAN PEMBELAJARAN FASE E 10.4 Peserta didik mampu memahami pribadi Yesus Kristus yang mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah bahkan sampai menderita sengsara dan wafat di kayu salib, yang kemudian bangkit dan naik ke surga, sehinggabersedia menanggapi dan mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan dan diperjuangkan oleh Yesus dalam kehidupan sehari-hari seturut teladan Yesus. Identitas Modul MODUL KAT.E.DBK.10.4
1. Tujuan Pembelajaran Topik 1: Peserta didik mampu memahami makna Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus Kristus, baik melalui sabda, perbuatan dan seluruh pribadi-Nya, sehingga terdorong mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupansehari-hari. 2. Profil Pelajar Pancasila : Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia – Kreatif – Gotong Royong – Bernalar kritis 3. Indikator Ketercapaian Tujuan: a. Menjelaskan Kekhasan pahamYesus tentang Kerajaan Allah b. Merumuskan Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui sabda-Nya c. Membuat refleksi tentang Yesus mewujudkan Kerajaan Allah melalui perbuatan- Nya 4. Media Pembelajaran/Sarana: Alkitab, Buku Panduan Guru, Laptop, Proyektor. 5. Pendekatan: Pendekatan Kateketis. Melalui pendekatan yang diawali dengan pengalaman sehari-hari yang dialami oleh peserta didik baik secara langsung maupun melalui pengamatan, pengalaman, cerita kehidupan orang lain maupun dari media social lainnya. Selanjutnya pengalaman tersebut direfleksikan dalam terang Kitab Suci atau ajaran Gereja, sehingga peserta didik dapat mengaplikasikan dalam hidup sehari-hari terhadap nilai-nilai yang diperoleh dari pendalaman yang dilakukan. 6. Metode: Dialog partisipatif, Sharing pengalaman, Diskusi kelompok. Refleksi dan aksi. 7. Sumber Belajar: a. Refleksi b. Buku siswa c. Teks Kitab Suci (Luk 4:16-21) d. Rangkuman materi pembelajaran. 8. Persiapan Guru: a. Membuat kolom lembar kerja untuk membantu peserta didik mengidentifikasi daftar Perumpamaan dan daftar mukjizat dalam Injil b. Guru membuat ringkasan materi pembelajaran. c. Lembar refleksi masing-masing siswa dan observasi diskusi kelompok. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. YESUS MEWARTAKAN DAN MEMPERJUANGKAN KERAJAAN ALLAH
9. Alur Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN PENDAHULUAN : 15 Menit 1. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam, doa pembuka dan mengecek kesiapan siswa. 2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 3. Guru menjelaskan proses kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan KEGIATAN INTI : 100 menit 1 Menggali Pemahaman tentang KerajaanAllah Bertitik Tolak dari Doa Bapa Kami a. peserta didik untuk bernyanyi bersama lagu Bapa Kami, misalnya Lagu Bapa Kami versi Putut yang dinyanyikan oleh Maria Magdalena dalam: https:// www.youtube.com/watch?v=hcn0qtZDPY0 b. Peserta didik membahas lagu yang sudah dinyanyikan,dengan terlebih dahulu memberi pengantar, misalnya: “Hampir setiap hari Umat Katolik mendaraskan doa Bapa Kami. Salah satu permohonan yang ada dalam doa tersebut adalah “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga” c. Peserta didik menjawab pertanyaan dalam kelompok di bawah ini, yakni: 1. Mengapa setiap kali kita berdoa Bapa Kami, kita memohon agar Kerajaan Allah serta kehendak-Nya terjadi di bumi seperti di dalam surga? 2. Apakah Kerajaan Allah itu belum datang dan kehendak-Nyabelum terjadi? 3. Apa yang kalian pahami tentang Kerajaan Allah? d. Setiap perwakilan kelompok memplenokan hasil diskusi dan kelompok yang lain boleh mengajukan pertanyaan yang bersifat informatif. e. Guru memberikan peneguhan tentang doa Bapa Kami. 2 Memahami Paham Kerajaan Allah dalam Masyarakat Yahudi pada zaman Yesus a. Peserta didik mendalami teks Kitab Suci Luk 1:67-80 yang berbicara tentang pujian. b. Peserta didik membaca dan merenungkan teks sekali lagi dalam hati untuk menemukan nubuat apa yang disampaikan Tuhan kepada Zakharia c. Guru memberi kesempatan tiap pasangan untuk menjawab pertanyaanpertanyaan berikut: Siapa Zakharia itu? Nubuat apa yang disampaikannya? Apa saja yang menjadi ciri-ciri Mesias yang ada dalam nubuatnya? Siapakah orang yang dimaksudkan oleh Zakharia dalam ayat 76? Apa tugas anak tersebut? Siapa tokoh yang dipersiapkan oleh anak tersebut? d. Guru memberikan peneguhan terkait dengan Kerajaan Allah menurut pesan
kitab suci. 3 Refleksi dan Aksi: a. Refleksi 1) Guru meminta peserta didik untuk duduk dengan tenang dan rileks, serta menyuruh peserta didik membaca dan meresapkan dalam hati teks Kitab Suci “Luk 4:16-21. 2) Guru menyimpulkan seluruh proses pembelajaran dengan menyampaikan hal berikut: Kita sudah belajar bersama tentang Yesus Memperjuangkan dan mewartakan Kerajaan Allah dalam Pewartaan, Perbuatan dan keseluruhan Pribadi-Nya. Kita sadar bahwa sumber sejati Kerajaan Allah dalam diri Yesus Kristus melalui pewartaan,keseluruhan hidupnya, sengsara dan wafat-Nya, hingga pada kebangkitan dan kenaikan-Nya Kesurga. , situasi demikian terus berproses dalam bimbingan Roh Kudus. Dan kepenuhannya hingga pada saat kedatangan Mesias untuk kedua kalinya ke dunia. Singkatnya Kerajaan Allah itu merupakan suatu proyek Keselamatan dari Allah kepada Manusia, untuk itu manusia juga dituntut untuk menanggapi karya penyelamatan Allah tersebut dengan iman. b. Aksi: 1) Guru meminta peserta didik untuk membuat refleksi tentang peristiwa yang dialaami yang menghadirkan ataupun mewartakan kerajaan Allah bagi sesama. 2) Guru memberi penugasan peserta didik untuk membuat rencana program jangka pendek dan jangka panjang yang dapat kamu lakukan sebagai upaya untuk mengembangkan nilai-nilai kerajaan Allah dalam terang Injil dan kesucian Gereja. Kegiatan Penutup: 20 Menit 7. a. Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran b. Guru mengajak peserta didik untuk merefleksikan tentang manfaat tema pelajaran. c. Guru bersama peserta didik menutup pertemuan dengan doa penutup dan menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya. 10. Refleksi Guru: Apakah kegiatan belajar berhasil? Apa yang menurut Guru berhasil? Kesulitan apa yang dialami dalam proses pembelajaran? Langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar? Apakah seluruh siswa mengikuti pelajaran dengan baik?
11. Refleksi Peserta didik: Bagian mana yang menurut peserta didik paling sulit dari pelajaran ini? Apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki hasil belajar? Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini? 12. Rubrik Penilaian: a. Pengetahuan No Soal Jawaban Jelaskan paham Kerajaan Allah, yang dihayati oleh kelompok orang Yahudi zaman Yesus! a) Paham kerajaan Allah bersifat Nasionalistis Kerajaan Allah akan terwujud bila bangsa Israel bias terbebas dari penidasan/penjajahan bangsa asing. b) Paham kerajaan Allah bersifat Apokaliptik Kerajaan Allah akan dinyatakan pada akhir zaman, pada saat itulah Mesias akan datang untuk mengadili manusia. c) Paham kerajaan Allah bersifat Legalistik Menjalankan kembali hukum taurat dengan setia. Jelaskan gambaran Kerajaan Allah pada zaman Yesus! Gambaran kerajaan Allah yang diwartakan Yesus adalah situasi dimana Allah meraja dalam hati manusia, sehingga manusia digerakan oleh Allah, sehingga lahirlah keselamatan. Indikasinya Kerajaan Allah ialah terwujudnya perdamaian, keadilan, kebahagian,kesejahteraan, persaudaraan, kesetiaan dan kelestarian lingkungan hidup. Sebut dan jelaskan tiga pelanggaran serius yang dilakukan Yesus menurut pemimpin agama Yahudi! a. Pelanggaran Hukum Taurat Yesus mempersalahkan mereka yang terlalu mengutamakan adat istiadat, tetapi melalaikan kehendak Allah (bdk. Mrk 7:8) b. Ancapan terhadap bait Allah Yesus mengusir pedagang dalam bait Allah (Yoh 2:19) c. Tindakan Yesus yang makan bersama para pemungut cukai dan orang berdosa Pemahaman mereka siapa yang bergaul bersama pemungut cukai dan orang berdosa sama halnya dengan menajiskan diri. No Soal Jawaban Apa makna peristiwa dari wafat Yesus? Makna dari peristiwa wafat Yesus ialah: a. Wafat Yesus merupakan bukti ketaatan Yesus kepada Bapa, tindakan penyerahan diri secara total kepada Allah. b. Wafat Yesus dilihat sebagai solidaritas Allah kepada umat manusia, Allah sendiri mengalami apa yang dialami oleh manusia (penghinaan,pengucilan sperti yang dialami manusia berdosa)
Mengapa Kristus turun ketempat Penantian ? Kristus turun ketempat penantiana supaya dapat mengambil seluruh dosa, menjumpai orang-orang yang sudah meninggal sebelum Kristus yang masih menantikan kedatangan Mesias,mengalahkan kekuasaan iblis secara total dan tempat penantian bukanlah neraka melainkan situasi semua orang yang benar maupun jahat yang mati sebelum Kristus. Jelaskan 3 unsur pokok dalam penampakan Yesus! Tiga unsur pokok dalam penampakan yesus ialah: a. Unsur prakarsa Insiatif datang dari Yesus sendiri yang memperkarsai penmpakan. b. Unsur pengakuan Yesus dikenal dan diakui sebagai Kristus dan Tuhan. c. Unsur kesaksian Para rasul menerima tugas dari Tuhan untuk memaklumkan ke Tuhanan-Nya. Mengapa kristus harus bangkit? St. Thomas Aquinas menjelaskan bahwa ada lima alasan Kristus harus bangkit yaitu: a. Untuk menyatakan keadilan Allah b. Untuk memperkuat iman kita c. Untuk memperkuat pengharapan d. Agar kita dapat hidup aik e. Untuk menuntaskan karya keselamatan Allah Lembar pengamatan diskusi Melaksanakan tugas kelompok Menjawab pertanyaan Menghargai pendapat teman Berpartisipasi aktif dalam kelompok Merespon penjelasan guru No Nama Siswa 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Jumlah Score 1 2 3 4 b. Sikap 1. Sikap Spiritual: Nama : ............................................... Kelas/Semester : ..................../.......................... Petunjuk:
a) Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda ( √) pada kolom yang sesuai dengan keadaan dirimu yang sebenarnya. b) Serahkan kembali format yang sudah kamu isi kepada bapak/ibu guru. No Butir Instrumen Penilaian selalu sering Jarang Tidak pernah 1 . Saya selalu mendekatkan diri kepada Allah melalui hidup doa 2 . Saya mendapatkan Allah sebagai sumber keselamatan 3 . Saya mengimani Allah yang wafat dan bangkit 4 . Saya mengimani Allah yang hidup 5 . Saya selalu bersyukur atas segala karunia yang Allah berikan 6 . Saya percaya sengsara dan wafat Yesus adalah untuk menebus dosa-dosa manusia 7 . Saya percaya bahwa kebangkitan Kristus adalah dasar iman saya sebagai seorang katolik 2. Sikap Sosial: Penilaian diri: Nama : ............................................... Kelas/Semester : ..................../.......................... Petunjuk: a) Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda ( √) pada kolom yang sesuai dengan keadaan dirimu yang sebenarnya. b) Serahkan kembali format yang sudah kamu isi kepada bapak/ibu guru. No Butir Instrumen selalu sering jarang Tidak pernah 1 Berusaha mewujudkan nilai perdamaian 2 Saya bersikap adil terhadap sesame 3 Saya menjunjung tinggi nilai persaudaraan jumlah nilai Skor = ------------------- X 100% Skor maksimal
4 setia pada nilai kejujuran 5 Saya bersedia untuk memperjuangkan nilainilai kerajaan Allah (kejujuran,keadilan,keutuhan ciptaan) 6 Saya menghargai para pewarta (guru agama, pastor paroki dll,) 7 Saya rela berkorban untuk kebaikan bersama 8 Saya selalu bangkit setiap kali saya jatuh Skor =jumlah nilai X 100% 3. Penilaian Keterampilan; Guru meminta peseta didik untuk membuat refleksi tentang keunikan dirinya sebagai ciptaan Allah Pedoman penilaian untuk refleksi jumlah nilai Skor = ------------------- X 100% Skor maksimal Kriteria A (4) B (3) C (2) D (1) Struktur Refleksi Menggunakan struktur yang sangat sistematis (Pembukaan – Isi – Penutup) Menggunakan struktur yang cukup sistematis (Dari 3 bagian, terpenuhi 2). Menggunakan struktur yang kurangsistemati s (Dari 3 bagian, terpenuhi 1). Menggunakan struktur yang tidak sistematis (Dari struktur tidak terpenuhi sama sekali). Isi Refleksi (Mengungkapka n tema yang dibahas) Mengungkapka n syukur kepada Allah dan menggunakan refrensi Kitab Suci. Mengungkapkan syukur kepada Allah, tapi tidak menggunakan refrensi Kitab Suci secara signifikan. Kurang mengungkapka n syukur kepada Allah, tidak ada refrensi Kitab Suci. Tidak mengungkapka n syukur kepada Alllah. Bahasa yang digunakan dalam refleksi Menggunakan Bahasa yang jelas dan sesuai dengan Pedoman Umum MenggunakanBah asa yang jelas namun ada beberapa kesalahan Pedoman Umum Menggunakan Bahasa yang kurang jelas dan banyak kesalahan Pedoman Menggunakan Bahasa yang tidak jelas dan tidak sesuai dengan Pedoman
13. Bahan Bacaan untuk Siswa: Buku Teks Pelajaran: a. Buku Teks Pelajaran. b. Teks Kitab Suci 14. Bahan Bacaan untuk Guru a. Buku Teks Pelajaran (Buku panduan guru). b. Teks kitab suci (Perjanjian Lama dan Baru) c. Dokumen konsili Vatikan II d. Katekismus Gereja Katolik 15. Materi Pengayaan Peserta didik mencari dari berbagai sumber informasi (mass media cetak maupun elektronik, tokoh agama, tokoh masyarakat, teman sebaya, orang tua, dan sebagainya) berkaitan dengan misteri Yesus mewartakan dan mewujudkan kerajaan Allah. Alternative 2: Guru meminta peserta didik membuat video wawancara tentang tokoh dalam gereja atau masyarakat yang hidupnya menggambarkan sebagai pribadi yang berpola pada hidup Yesus Kristus. 16. Materi Untuk Siswa yang Kesulitan Belajar. Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum dapat mencapai ketuntasan belajar minimal, dengan kegiatan sebagai berikut: a) Guru bertanya kepada peserta didik tentang materi yang belum mereka pahami. b) Berdasarkan materi yang belum mereka pahami tersebut, guru mengadakan pembelajaran ulang (remidial teaching) baik dilakukan oleh guru secara langsung atau dengan bantuan teman sebaya. c) Guru mengadakan kegiatan remedial dengan memberikan pertanyaan atau soal yang kalimatnya dirumuskan dengan lebih sederhana (remidial test). 17. Daftar Pustaka - Komkat KWI, Perutusan Murid-Murid Yesus Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/K Kelas X. Yogyakarta:Kanisius, 2008. - Kristianto. Yoseph, dkk. Menjadi Murid Yesus, Buku Teks Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/K Kelas X. Yogyakarta: Kanisius, 2010 - Maman Sutarman dan Sulis Bayu Setyawan, Pendidikan Agama katolik dan Budi Pekerti untuk SMA Kelas X, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017. - Katekismus Gereja Katolik, Nusa Indah, Flores, 1995. Penggunaan Bahasa Indonesia. Penggunaan Bahasa Indonesia. Umum Penggunaan Bahasa Indonesia . Umum Penggunaan Bahasa Indonesia .
Komisi Liturgi Konferensi Wali Gereja Indonesia, Puji Syukur, Penerbit Obor, Jakarta, 1992. 18. Materi/ Peneguhan Guru: 1. Menggali pemahaman peserta didik tentang kerajaan Allah bertitik tolak dari doa Bapa Kami. Kita memohon kerajaan Allah artinya kita menghendaki Allah merajai hidup kita, pikiran, akal budi dan kehendak kita supaya hanya kehendak Allahlah yang terjadi dalam keseluruhan hidup kita. Kerajaan Allah itu sudah datang dan dipenuhi dalam diri Yesus Kristus, bahkan sebelum Yesus datang ke dunia , bangsa Israel sudah merindukan kerajaan Allah itu hadir ke dunia. 2. Memahami paham kerajaan Allah dalam Masyaraat Yahudi dan zaman Yesus,pada bagian ini dibahas situasi masyarakat yahudi pada zaman Yesus, dimana mereka masih pada pemikiran bahwa kerajaan Allah itu terwujud ketika hadirnya Mesias yang mampu membawa mereka keluar dari penidasan orang asing, Mesias yang hadir kedunia, datang untuk mengadili manusia yang berperilaku tidak sesuai dengan adat/istiadat yahudi (hukum Taurat) 3. Memahami kerajaan Allah dlam pewartaan, sabda, perbuatan dan keseluruhan hidup Yesus. Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus melalui perumpamaan dan mukjizat yang dilakukan dengan tujuan agar manusia lebih memahami. Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus membebaskan dan menyelamatkan umat manusia secara menyeluruh dan utuh, dapat terlihat dari keseluruhan hidup-Nya. 4. Sengsara dan wafat Yesus, peserta didik diajak untuk menggali penyebab sengsara dan wafat yesus, hingga mampu memahami kisah sengsara Yesus. Hingga pada kepenuhannya dalam wafat dan kebangkitan-Nya. Allah yang benar-benar hadir kedunia dalam pribadi yesus, ikut ambil bagaian sejak dari awal dan akan terus berkelanjutan dalam proyek Keselamatan Allah. Memperdamaikan kembali hubungan yang rusak antara manusia dan Allah, maka dibutuhkan sikap hati yang terbuaka untuk menanggapinya (Iman). Bahwa hanya kehendak Allah-lah yang terjadi dalam setiap eristiwa yang dialami oleh umat manusia, setia kepada kehendak Allah, taat bahkan sampai mati. 19. Format Remedial dan Pengayaan Program Remedial dan Pengayaan Sekolah : …………………………….. Mata Pelajaran : ………………………………. Kelas : ……………………………… Semester : …………………………….. Tahun : ……………………………… Rencana Program Hasil No Materi Nama Peserta Didik Pengayaan Remedial Tanggal Pelaksanaan Sebelum Sesudah Simpulan 1 2 3
4 5 6 7 KEGIATAN PEMBELAJARAN 2. PERAN ROH KUDUS dan ALLAH TRITUNGGAL 1. Tujuan Pembelajaran Topik 2: Peserta didik semakin memahami peranan Allah Roh Kudus dalam kehidupan Gereja dan semakin mengimani Allah Tritunggal mahakudus sebagai pokokutama iman Kristen yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang Katolik. 2. Profil Pelajar Pancasila Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia – Kreatif – Gotong Royong 3. Indikator Ketercapaian Tujuan a. Pengelaman akan kehadiran Roh Kudus dan Allah Tritunggal b. Peran Roh Kudus dalam Kitap Suci PL dan PB, serta berbagai tanggapan terhadap ajaran Tritunggal c. Peran Roh Kudus dalam Gereja serta ajaran Tritunggal menurut Kitab Suci d. Lambang Roh Kudus, Tujuh Karunia Roh serta mewujudkan iman akan Tritunggal dalam kehidupan sehari -hari 4. Media Pembelajaran/Sarana: Alkitab , Buku Guru dan siswa, Laptop, Proyektor 5. Pendekatan: Pendekatan Kateketis Melalui pendekatan yang diawali dengan pengalaman sehari-hari yang dialami oleh peserta didik baik secara langsung maupun melalui pengamatan, pengalaman, cerita kehidupan orang lain. Selanjutnya pengalaman tersebut direfleksikan dalam terang Kitab Suci atau ajaran Gereja, sehingga peserta didik dapat mengaplikasikan dalam hidup sehari-hari terhadap nilai-nilai yang diperoleh dari pendalaman yang dilakukan. 6. Metode: Dialog partisipatif, Sharing pengalaman, Diskusi kelompok, Refleksi dan aksi. 7. Sumber Belajar: a. Teks Kitab Suci Kitab Suci. b. Rangkuman materi pembelajaran c. Dokumen gereja (magisterium Gereja)
8. Persiapan Guru: a. Lagu datanglah Roh Maha Kudus (MB. 448) b. Menyiapkan teks Kitab suci yang berkaitan dengan Roh Kudus (kej 1:1-2; Yes. 63:10-14; Yoh.4:24) c. Guru membuat ringkasan materi pembelajaran d. Lembar observasi diskusi kelompok 9. Alur Kegiatan Pembelajaran: KEGIATAN PENDAHULUAN : 15 Menit 1. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam, doa pembuka dan mengecek kesiapan siswa. 2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 3. Guru menjelaskan proses kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan KEGIATAN INTI : 100 menit 4 Memahami sebutan untuk Roh Kudus dan Perannya serta Pengelaman merasakan Kehadiran Roh Kudus a. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk merumuskan apa saja sebutan lain dari Roh Kudus dari lagu yang dinyanyikan (MB.448),apa peran Roh Kudus dalam lagu diatas? b. Pernahkah kaian merasakan kehadiran Roh kudus dalam hidupmu. 5 Memahami makna Pentakosta dan Karya Roh Kudus dalam Gereja serta memahami iman akan Allah Tritunggal a. Peserta didik membaaca kisah Pentakosta . b. Peserta didik diminta menganalisa cerita, kemudian merumuskan pesan berdasarkan analisa mereka, dengan bantuan pertanyaan sebagai berikut: 1) Bagaiman Roh Kudus turun atas Para Rasul dikisahkan? 2) Apa yang dialami oleh para rasul setelah Roh Kudus turun atas mereka 3) Bagaiaman reaksi/tanggapan orang-orang yang menyaksikan peristiwa tersebutapa damapak pentakosta terhadap perkembangan orang yang percaya kepada Yesus Kristus? c. Memahami lambang kehadiran Roh Kudus d. Memahami Tujuh Karunia Roh Kudus e. Pengelaman mengungkapkan iman akan Tritunggal f. Memahami ajaran Kitab Suci dan penghayatan gereja tentangAllah Tritunggal 6 Refleksi dan Aksi: a. Refleksi 1) Peserta didik untuk merenungkan teks kitab suci dari Gal 5:16,19-23, dan merefleksikan unsur hidup dalam daging dan dalam roh. Serta merenungkan teks kitab suci, Mat 28:19-20. 2) Menyusn niat untuk melakukan kebaikan dalam satu hari selama satu minggu sebagai wujud hudup yang dibimbing oleh Roh Kudus. 3) Apa yang akan kalian lakukan agar kasih Allah semakin meresap dalam
kehidupan bersama ditengah masyarakat. b. Aksi 1) Mewujudkan niat yang sudah diungkapkan, lalu mencatat pelaksanaan dalam jurnal atau buku catatan. 2) Peserta didik mencari informasi dari berbagai sumber dan menguraikannya secara tertulis tentang Lambing Roh kudus dan Tujuh Karunia Roh Kudus. Kegiatan Penutup: 20 Menit 7. a. Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran b. Peeserta didik merefleksikan tentang manfaat tema pelajaran. c. Guru bersama peserta didik menutup pertemuan dengan doa penutup dari Syahadat Nicea-Konstantinopel (Aku percaya). 10. Refleksi Guru: Apakah kegiatan belajar berhasil? Apa yang menurut ibu/bapak berhasil? Kesulitan apa yang dialami? Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar? Apakah seluruh siswa mengikuti pelajaran dengan baik? 11. Refleksi siswa: Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini? Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu? Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini? 12. Rubrik Penilaian: a. Pengetahuan No Soal Jawaban 1 Apa arti dari pentakosta? a. Arti dari pentakosta berarti “hari kelima puluh”, yaitu hari ke 50 sesudah perayaan paskah. Hari kelima puluh hari setelah kebangkita-Nya Yesus memenuhi janjinya untuk mencurahkan Roh Kudus kepada para rasul, sebagaimana ia janjikan sebelum naik ke surge ( Kis. 1:8;2:1-13) 2 Apa saja peran Roh kudus dalam gereja katolik? a. Kehadiran Roh Kudus Memberi kekuatan dan keberanian untuk memberi kesaksian akan iman tentang karya keselamatan Allah Bapa yang dinyatakan secara penuh dalam dan melalui Yesus Kristus. Berkat Roh Kudus, Petrus dan Yohanes mewartakan Injil dengan beranisekalipun mendapat ancaman (Kis. 4). Stefanus dipenuhi Roh Kudus, sehingga dapat bersaksi sampai akhir hidupnya (Kis. 6,7) hal yang
sama juga dialami Paulus dan Bernabas (lih. Kis 13:2). b. Roh Kudus mengerakan mereka melakukan mukjizat dan tanda-tanda yang membuat orang percaya, dan juga mengerakan mereka melakukan karya-karya kreatif yang menghadirkan keselamatan, seperti Nampak dalam keinginan mereka melayani dan memperhatikan orang-orang miskin diluar komunitas mereka (Kis. 6). c. Roh Kudus membimbing para Rasul (gereja) pada saat mereka harus mengambil keputusan berkaitsn dengan ajaran atau sikap terhadap suatu masalah yang dihadpi. Misalnya perbedaan pendapat tentang boleh tidaknya membaptis kornelius (defacto seorang tentara romawi yang diangap kafir). Petrus dengan bimbingan Roh Kudus meyakinkan para rasul yang lain bahwa siapapun bias diterima sebagai murid Kristus (Kis. 10:44-48). d. Roh Kudus telah terbukti sebagai pelindung dari serangan bidaah yang berusaha menyerang ajaran Gereja dan mengajarkan ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Yesus Sendiri. Roh Kudus bekerja melalui para rasul dan santo-santa untuk mempertahankan ajaran yang benar. 3 Jelaskan 3 lambang Roh Kudus! Tiga lambang Roh Kudus: a) Air Dalam upacara pembaptisan, Air adalah lambing tindakan Roh Kudus sesudah menyerukan Roh Kudus, air menjadi tanda sacramental yang berdaya guna bagi kelahiran kembali dalam pembaptisan itu. b) Urapan Urapan dengan minyak suci dalam inisiasi Kristen melambangkan Roh Kudus. Dalam inisiasi ( Krisma) dengan urapan seseorang dikuatkan oleh Roh Kudus. c) Api Api merupakan lambing daya transformasi Roh Kudus. Roh Kudus turun atas para rasul pada hari pentakosta dan memenuhi mereka (bdk, Kis. 2:3-4) dalam rupa lidah-lidah api. Roh kudus dalam lambing api mengubah para rasul penakut menjadi pemberani dan bersemangat untuk mulai menjadi saksi Kristus sampai keujung bumi. 4 Sebutkan Beberapa contoh doa yang mengungkapkan iman Gereja akan Allah Tritunggal! a. Tanda Salib b. Doa Kemulian (Gloria) c. Syahadat (Credo) d. Doksologi (Doa Pujian) 5 Apa arti 3 pribadi dalam satu Allah? Arti dari Tiga Pribadi dalam Satu Allah a. Allah Tritunggal adalah satu dan tiga pribadi sekaligus (Bapa,Putra dan Roh Kudus). Dalam bahasa sehari-hari kata “PRIBADI” dikenakan untuk manusia. Hanya manusialah makluk berpribadi dan berelasi, artinya hanya manusia yang dapat menyapa, mengkomunikasikan diri, bergaul solider dan
sebagainya b. Allah adalah dia yang berelasi, menyapa, merangkul, menghadirkan diri dan mengkomunikasikan diri. Relasi Allah adalah relasi kesatuan, kesempurnaan, ketunggalan dan keutuhan dalam keilahian-Nya. Keilahian yang tidak kekurangan sedikitpun yang ditunjukan melalui KASIH, tiga pribadi Allah yang rasional adalah Allah yang mengasihi. Lembar pengamatan diskusi Melaksanaka n tugas kelompok Menjawab pertanyaa n Mengharga i pendapat teman Berpartisipas i aktif dalam kelompok Merespon penjelasan guru N o Nama Siswa 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Jumlah Score 1 2 3 4 b. Penilaian Sikap 1) Sikap Spiritual: Nama : ............................................... Kelas/Semester : ..................../.......................... Petunjuk: a) Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda pada kolom yang sesuai dengan keadaan dirimu yang sebenarnya. b) Serahkan kembali format yang sudah kamu isi kepada bapak/ibu guru. No Butir Instrumen Penilaian selalu sering Jarang Tidak pernah 1 Saya berdoa sebelum melakukan aktifitas 2 Saya berani membuat tanda salib didepan umum 3 Saya bersiakp hormat dan khidmat pada saat doa kemulian. 4 Saya bersykur danhormat pada karya roh kudus dalam diri dan gereja 5 Saya mengandalkan peran roh kudus dala setiap langkahku jumlah nilai Skor = ------------------- X 100% Skor maksimal
2) Sikap Sosial: Nama : ............................................... Kelas/Semester : ..................../.......................... Petunjuk: a) Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda pada kolom yang sesuai dengan keadaan dirimu yang sebenarnya. b) Serahkan kembali format yang sudah kamu isi kepada bapak/ibu guru. No Butir Instrumen selalu sering jarang Tidak pernah 1 a. Saya berusaha memberikan penghiburan kepada teman yang berduka b. Saya berusaha menolong orang dalam kesusahan c. Saya berani membela dan memperjuangkan keadilan dalam masyarakat d. Saya berusaha menghadirkan sukacita ditengah kelompok e. Saya berusaha memberikan dorongan/motivasi kepada teman ketika dibutuhkan Skor =jumlah nilai X 100% C. Penilaian Keterampilan; 1. Gambarlah lambing roh kudus, bias dari yang sudah ada atau menurut pengahayatan kalian sendiri dan beri penjelasan tentang makna dari lambing tersebut 2. Buatlah doa syukur atas kehadiran Allah tritunggal dalam kehidupan No Indikator Penilaian Skor Total 1 Struktur doa memuat: Pujian,Syulur dan permohonan 20 2 Doa sesuai dengan tema 20 3 Isi mengungkapkan rasa syukur atas dirinya yang unik 50 jumlah nilai Skor = ------------------- X 100% Skor maksimal
4 Bahasa,penempatan kata, jelas dan bias dipahami 10 Skor Total 100 21-40 Kurang 41-60 Cukup 61-80 Baik 81-100 Sangat baik 13. Bahan Bacaan untuk Siswa: 1. Buku Teks Pelajaran (Buku Siswa 2. Kitab Suci 3. Internet 14. Bahan Bacaan untuk Guru: Buku Guru dan Buku Siswa dan buku penunjang yang lain. a. Buku Teks Pelajaran (Buku Guru) b. Kitab suci (Kisah Para rasul) c. Kisah santo/santa 15. Materi Pengayaan Peserta didik mencari dari berbagai sumber (mass media cetak maupun elektronik, tokoh agama, tokoh masyarakat, teman sebaya, orang tua, dan sebagainya) untuk memperoleh informasi, atau pengalaman atau paham/ pandangan, yang berkaitan dengan tema: “peran Roh Kudus dan Allah Tritunggal” 16. Materi Untuk Siswa yang Kesulitan Belajar (Format Terlampir). Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum dapat mencapai ketuntasan belajar minimal, dengan kegiatan sebagai berikut: a) Guru bertanya kepada peserta didik tentang materi yang belum mereka pahami. b) Berdasarkan materi yang belum mereka pahami tersebut, guru mengadakan pembelajaran ulang (remidial teaching) baik dilakukan oleh guru secara langsung atau dengan tutor teman sebaya. c) Guru mengadakan kegiatan remedial dengan memberikan pertanyaan atau soal yang kalimatnya dirumuskan dengan lebih sederhana (remidial test). 17. Daftar Pustaka - Komkat KWI, Perutusan Murid-Murid Yesus Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/K Kelas X. Yogyakarta:Kanisius, 2008. - Kristianto. Yoseph, dkk. 2010. Menjadi Murid Yesus, Buku Teks Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/K Kelas X. Yogyakarta: Kanisius - Maman Sutarman dan Sulis Bayu Setyawan, Buku Panduan GPendidikan Agama katolik dan Budi Pekerti untukSMA Kelas X, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2021. - Katekismus Gereja Katolik, Nusa Indah, Flores, 1995.
18. Format Remedial dan Pengayaan Program Remedial dan Pengayaan Sekolah : …………………………….. Mata Pelajaran : ………………………………. Kelas : ……………………………… Semester : …………………………….. Tahun : ……………………………… Rencana Program Hasil No Materi Nama Peserta Didik Pengayaan Remedial Tanggal Pelaksanaan Sebelum Sesudah Simpulan 1 2 3 4 5 6 7
KEGIATAN PEMBELAJARAN TOPIK 3. MENELADAN YESUS 1. Tujuan Pembelajaran Topik 3: Peserta didik mampu mengimani Yesus sebagai Putra Allah dan Juru Selamat, berusaha menjadikan Dia sebagai sahabat dan tokoh idola serta pola hidup beriman Kristiani dalam hidup pribadi maupun komunitas. 2. Profil Pelajar Pancasila : Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia – Kreatif – Gotong Royong. 3. Indikator Ketercapaian Tujuan a. Yesus Putra Allah dan Juru Selamat b. Yesus Kristus sahabat sejati dan Tokoh Idola c. Membangun hidup berpolakan pribadi Yesus 4. Media Pembelajaran/Sarana: Alkitab, Buku Siswa, Laptop, Proyektor. 5. Pendekatan: Pendekatan Kateketis Melalui pendekatan yang diawali dengan pengalaman sehari-hari yang dialami oleh peserta didik baik secara langsung maupun melalui pengamatan, pengalaman, cerita kehidupan orang lain. Selanjutnya pengalaman tersebut didalami dalam terang Kitab Suci atau ajaran Gereja, sehingga peserta didik dapat mengaplikasikan dalam hidup sehari-hari terhadap nilai-nilai yang diperoleh dari pendalaman yang dilakukan. 6. Metode: Dialog partisipatif, kerja mandiri, Sharing pengalaman, Diskusi kelompok, Refleksi dan aksi. 7. Sumber Belajar: b. Pengalama hidup peserta didik c. Dokumen Gereja d. Alkitab e. Rabuku siswa 8. Persiapan Guru: a. Guru membuat ringkasan materi pembelajaran b. Lembar observasi diskusi kelompok 9. Alur Kegiatan Pembelajaran: KEGIATAN PENDAHULUAN : 15 Menit
1. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam, doa pembuka dan mengecek kesiapan siswa. 2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 3. Guru menjelaskan proses kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan KEGIATAN INTI : 100 menit 4 Menggali pengalaman hidup tentang pentingnya identitas a. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya jawab tentang materi yang sudah dipelajari b. Guru memberikan pengantar singkat tentang identitas dan pentingnya identitas seseorang c. Guru mengajak peserta didik untuk memahami pentingnya identitas dengan melakukan game sederhana, kemudian mendalami makna dari game tersebut. d. Guru menyimpulkan makna permainan/game tersebut Memahami Gelar Yesus Sebagai Tuhan a. Peserta didik mendalami teks Kitab Suci Mat. 8:23-27, kemudian peserta didik menjawab pertanyaan tentang kutipan teks tersebut. b. Guru merangkum jawaban peserta didik dan dilanjutkan dengan peneguhan. Memahami Gelar Yesus Sebagai Putra Allah a. Peserta didik mendalami teks Kitab Suci Mat. 16:13-20, kemudian peserta didik menjawab pertanyaan tentang kutipan teks tersebut. b. Guru merangkum jawaban peserta didik dan dilanjutkan dengan peneguhan. Memahami Gelar Yesus Sebagai Juru Selamat a. Peserta didik mendalami teks Kitab Suci Kis. 4:8-14, kemudian peserta didik menjawab pertanyaan tentang kutipan teks tersebut. b. Guru merangkum jawaban peserta didik dan dilanjutkan dengan peneguhan. Menghayati Iman akan Yesus sebagai Tuhan, Putra Allah dan Juruselamat a. Peserta didik diajak untuk berdiskusi merumuskan konsekuensi bagi orang yang mengimani Yesus Kristusdengan gelar-gelar diatas b. Guru merangkum serta merumuskan konsekuensi atas iman akan Yesus sebagai Tuhan, Putra Allah dan Juruselamat 5 Mengali pengelaman memiliki idola dan pengaruh idola a. Guru memberikan pengantar singkat tentang idola dan pengaruh idola dalam kehidupan, kemudian guru meminta peserta didik untuk menentukan idolanya masing-masing dan seberapa pengaruh idola itu dalam hidup mereka. b. Dari jawaban peserta didik, guru kemudian merangkum dan memberi penegasan.
Mendalami Yesus sebagai sahabat sejati dan tokoh idola . a. Peserta didik terbagi dalam kelompok untuk berdiskusi seberapa berarti Yesus dalam hidupmu, apakah Yesus merupakan sahabat sejati dan patut dijadikan idola. b. guru menyimpulkan dan memberi penegasan atas hasil diskusi peserta didik. Mendalami cara membangun kedekatan dengan Yesus Sang Sahabat dan tokoh idola a. Peserta didik mendapatkan pengantar singkat dari guru dan menjawab beberapa pertanyaan. b. Guru memberikan peneguhan atas jawaban peserta didik berdasarkan teks kitab suci (Yoh. 15:15) untuk direnungkan. Membangun Hidup Berpolakan Pribadi Yesus a. Memahami pengertian dan manfaat pola atau model dalam kehidupan seharihari b. Memahami bahwa iman akan Yesus Kristus perlu dinyatakan melalui Perbuatan c. memahami ajakan untuk hidup berpola pada Yesus Kristus 6 Refleksi dan Aksi: a. Refleksi Peserta didik membaca Artikel “ Jangan Bilang Kamu Mencintai Tuhan tapi melupakan Sesama. Pun sebaliknya” Sumber:https://katolikpedia.id/ajaran-yesus-tentang-mencintai-tuhan-dansesama/ b. Aksi 1) Peserta didik diminta mebuat sebuah refleksi dari artikel diatas. 2) Peserta didik menuliskan tindakan konkret yang akan mereka lakukan berdasarkan buah-buah refleksi dengan menjalin persahabatan dengan Yesus. Kegiatan Penutup: 20 Menit 7. a. Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran b. Guru mengajak peserta didik untuk merefleksikan tentang manfaat tema pelajaran. c. Guru bersama peserta didik menutup pertemuan dengan doa penutup dengan lagu “Ku Mau S’perti Yesus” Sumber: https://WWW, youtube,com/watch?v=yxyLXgvIXd4
10. Refleksi Guru: Apakah kegiatan belajar berhasil? Apa yang menurut guru berhasil? Kesulitan apa yang dialami? Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar? Apakah seluruh siswa mengikuti pelajaran dengan baik? 11. Refleksi Siswa Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini? Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu? Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini? 12. Rubrik Penilaian: Pengetahuan No Soal Jawaban 1 Jelaskan makna dari gelar Yesus sebagai Tuhan, Putra Allah dn Juru selamat! Kata Tuhan (yunani Kyrios) berarti dia yang mengatur seseorang atau sesuatu. Yesus di sebut Tuhan maka Yesus yang memiliki kuasa untuk mengatur atau memimpin. Gelar Tuhan menunjukan kedudukan dan peranan Yesus sebagai tokoh yang diurapi Allah (bdk. Luk, 2:11) yang memiliki wibawa mulia untuk menyelamatkan dan juga memiliki kuasa untuk mengadili/menghakimi. 2 Berilah beberapa alasan mengapa Yesus dapat dijadikan sebagai sahabat sejati! Yesus pantas dijadikan sahabat sejati karena: Yesus dapat diandalkan sebagai sahabat sejati. Yesus tidak hanya menyebut para murid-Nya sebagai sahabat, tapi Dia menawarkan diri untuk menjadi sahabat semua orang (Yoh.15:15) Untuk memupuk persahabatannya dengan para rasul, Yeus menuntut dari mereka kepercayaan (mat.8:26, Yoh. 14:11). Ia sendiri sanagt mempercayai para rasul walaupun sulit dimengerti. Yesus sunguh mempercayai sahabat-sahabat-Nya Yesus sangat menghormati kawan-kawan-Nyawalapun merka dating dari kalangan bawah, Yesus menerima mereka seperti adanya 3 Berilah beberapa alasan mengapa yesus pantas dijadikan idola! Yesus pantas dijadikan idola sejati karena: Yesus adalah tokoh yang dapat dijadikan panutan bagi kaum remaja. Kepribadian-Nya, ajaran-Nya dan tindakan-Nya dapat dijadikan panutan dalam kehidupan. Ciri-ciri kepribadian Yesus: 1. Dekat dengan sesama 2. Yesus sangat terbuka terhadap siapa saja yang dating kepadanya. 3. Yesus sangat berani membela kebenaran dan keadilan
secara konsekuen. 4 Hidup yang berpolakan hidup Yesus berarti kita meniru atau menjadi serupa dengan Yesus. Apa konsekuensinya bagi hidup kita? Iman akan Yesus bukan sekedar mengenal, memahami siapa Yesus, melainkan dan terutama meniru, meneladani mengenakan/serupa dengan Kristus. Tetapi terlebih melakukan seperti yang dilakukan Yesus sendiri, dalam cara piker, tindakan dan seluruh pribadi Yesus. 13. Lembar pengamatan diskusi Melaksanaka n tugas kelompok Menjawab pertanyaan Mengharga i pendapat teman Berpartisipas i aktif dalam kelompok Merespon penjelasan guru N o Nam a Sisw a 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Jumla h Score 1 2 3 4 b. Penilaian Sikap 1) Sikap Spiritual: Nama : ............................................... Kelas/Semester : ..................../.......................... Petunjuk: a. Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda pada kolom yang sesuai dengan keadaan dirimu yang sebenarnya. b. Serahkan kembali format yang sudah kamu isi kepada bapak/ibu guru. No Butir Instrumen Penilaian selalu sering Jarang Tidak pernah 1 Saya menghormati dan syukur pada Yesus Kristus dalam hidup sehari-hari 2 Saya menempatkan Yesus sebagai satusatunya Juru Selamat dalam Hidupku. 3 Saya menjadikan Yesus sebagai Idolaku 4 Saya menghadirkan Allah dalam setiap peristiwa hidupku.
2) Sikap Sosial: Penilaian diri: Nama : ............................................... Kelas/Semester : ..................../.......................... Petunjuk: a) Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda pada kolom yang sesuai dengan keadaan dirimu yang sebenarnya. b) Serahkan kembali format yang sudah kamu isi kepada bapak/ibu guru. No Butir Instrumen selalu sering jarang Tidak pernah 1 Saya bergaul dengan semua teman tanpa bertindak diskriminatif. 2 Saya menjunjung tinggi nilai persahabatan 3 Saya menjalin relasi persahabatan dengan orang lain tanpa melihat latar belakangnya 4 Saya berperilaku baik terhadap semua orang 5 Saya berusaha memberikan dukungan kepada teman saat dibutuhkan Skor =jumlah nilai X 100% 3) Penilaian Keterampilan; Guru meminta peseta didik untuk membuat sebuah doa syukur kepada Allah yang hadir sebagai Juru selamat seluruh umat manusia. Buatlah sebuah refleksi dengan judul :”Yesus Sahabat atau Yesus Toko Idolaku”. Peserta didik diminta untuk mendermakan/ membuat aksi nyata dengan patokan pada kehidupan keluarga, pelajar, pemimpin masyarakat jemaat jumlah nilai Skor = ------------------- X 100% Skor maksimal 5 Saya hormat dan syukur pada Yesus dalam hidup sehari-hari jumlah nilai Skor = ------------------- X 100% Skor maksimal
kristiani yang berpolakan pada hidup Yesus. 13. Bahan Bacaan untuk Siswa: a. Buku Teks Pelajaran (Buku Siswa). b. Dokpen KWI. 1993. Dokumen Konsili Vatikan II. Yogyakarta:Kanisius 14. Bahan Bacaan untuk Guru: Buku Guru dan Buku Siswa dan buku penunjang yang lain. a. Buku Teks Pelajaran (Buku Siswa). b. Buku Panduan Guru c. Kitab suci dan Magisterium Gereja 15. Materi Pengayaan a. Peserta didik memenonton film tentang Yesus kemudian membuat resensi atas film tersebut. b. Meminta peserta didik membat sebuah video dengan melakukan wawancara terhadap tokoh dalam gereja atau masyarakat yang hidupnya menggambarkan sebagai pribadi yang berpola pada hidup zyesus Kristus. 16. Materi Untuk Siswa yang Kesulitan Belajar Kriteria A (4) B (3) C (2) D (1) Struktur Refleksi Menggunakan struktur yang sangat sistematis (Pembukaan – Isi – Penutup) Menggunakan struktur yang cukup sistematis (Dari 3 bagian, terpenuhi 2). Menggunakan struktur yang kurangsistemat is (Dari 3 bagian, terpenuhi 1). Menggunakan struktur yang tidak sistematis (Dari struktur tidak terpenuhi sama sekali). Isi Refleksi (Mengungkapk an tema yang dibahas) Mengungkapk an syukur kepada Allah dan menggunakan refrensi Kitab Suci. Mengungkapkan syukur kepada Allah, tapi tidak menggunakan refrensi Kitab Suci secara signifikan. Kurang mengungkapk an syukur kepada Allah, tidak ada refrensi Kitab Suci. Tidak mengungkapk an syukur kepada Alllah. Bahasa yang digunakan dalam Refleksi Menggunaka n Bahasa yang jelas dan sesuai dengan Pedoman Umum Penggunaan Bahasa Indonesia. MenggunakanBaha sa yang jelas namun ada beberapa kesalahan Pedoman Umum Penggunaan Bahasa Indonesia. Menggunakan Bahasa yang kurang jelas dan banyak kesalahan Pedoman Umum Penggunaan Bahasa Indonesia . Menggunakan Bahasa yang tidak jelas dan tidak sesuai dengan Pedoman Umum Penggunaan Bahasa Indonesia .
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum dapat mencapai ketuntasan belajar minimal, dengan kegiatan sebagai berikut: a) Guru bertanya kepada peserta didik tentang materi yang belum mereka pahami. b) Berdasarkan materi yang belum mereka pahami tersebut, guru mengadakan pembelajaran ulang (remidial teaching) baik dilakukan oleh guru secara langsung atau dengan tutor teman sebaya. c) Guru mengadakan kegiatan remedial dengan memberikan pertanyaan atau soal yang kalimatnya dirumuskan dengan lebih sederhana (remidial test). d) Guru dapat memberikan penilaian lisan atau tertulis. 17. Daftar Pustaka - Komkat KWI, Perutusan Murid-Murid Yesus Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/K Kelas X. Yogyakarta:Kanisius, 2008. - Kristianto. Yoseph, dkk. 2010. Menjadi Murid Yesus, Buku Teks Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/K Kelas X. Yogyakarta: Kanisius. - Maman Sutarman dan Sulis Bayu Setyawan, Pendidikan Agama katolik dan Budi Pekerti untuk SMA Kelas X, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017 - Katekismus Gereja Katolik, Nusa Indah, Flores, 1995. I. Format Remedial dan Pengayaan Program Remedial dan Pengayaan Sekolah : …………………………….. Mata Pelajaran : ………………………………. Kelas : ……………………………… Semester : …………………………….. Tahun : ……………………………… Rencana Program Hasil No Materi Nama Peserta Didik Pengayaan Remedial Tanggal Pelaksanaan Sebelum Sesudah Simpulan 1 2 3 4 5 6 7