The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tinnarustiana20, 2022-10-10 08:45:25

MODUL EKONOMI SMA XII TINNA

MODUL EKONOMI SMA XII TINNA

LEMBAR PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : La Djumali, M. Pd.

NIP : 19700731 1999031 008

Pangkat/Gol. : Pembina Tk.I, IV/b

Jabatan : SMA Negeri 1 Fakfak

Menyatakan bahwa guru di bawah ini :

Nama : Tinna Rustiana, S. Pd.

NIP : -

Jabatan : Guru Mata Pelajaran

Telah menyelesaikan modul pembelajaran mata pelajaran ekonomi kelas XII semester I
2020/2021. Semoga modul pembelajaran yang disusun oleh yang bersangkutan dapat
dijadikan bahan belajar dalam pelaksanaan pembelajaran.
Demikian dan terima kasih.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat-Nya kami dapat
menyelesaikan modul mata pelajaran Ekonomi untuk siswa kelas XII semester I. Modul ini disusun
berdasarkan Kurikulum 2013 yang lebih menempatkan siswa sebagai pusat kegiatan belajar (sudent
center). Modul ini juga dilengkapi dengan latihan soal untuk menguji pemahaman siswa terkait
dengan materi yang terdapat pada modul. Dalam modul mata pelajaran ekonomi akan di bahas
tentang Akuntansi sebagai sistem informasi dan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa.

Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini. Oleh karena itu,
kami sangat mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan kesempurnaan modul ini.
Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu proses penyelesaian
modul ini. Semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya para peserta didik kelas
XII.

Fakfak, Juli 2020
Penulis,

Tinna Rustiana, S. Pd.

KD 3.1 dan 4.1
AKUNTANSI SEBAGAI SISTEM INFORMASI

EKONOMI KELAS XII

PETA KONSEP :

AKUNTANSI SEBAGAI SISTEM
INFORMASI

Sejarah Akuntansi

Pengertian dan Manfaat Akuntansi
Pemakai Informasi Akuntansi
Kualitas Informasi Akuntansi
Prinsip Dasar Akuntansi
Bidang Akuntansi
Profesi Akuntan
Etika Profesi Akuntansi

PENDAHULUAN

A. Identitas Modul

Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XII/Ganjil
Alokasi Waktu : 1 x 4 jam pertemuan
Judul Modul : Akuntansi Sebagai Sistem Informasi

B. Kompetensi Dasar

3.1. Mendeskripsikan akuntansi sebagai sistem informasi.
4.1. Menyajikan akuntansi sebagai sistem informasi.

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa mampu
mendeskripsikan dan menyajikan akuntansi sebagai sistem informasi
dalam kehidupan sehari-hari secara jujur dan penuh tanggung jawab.

D. Materi Pembelajaran

Modul ini terbagi menjadi kegiatan pembelajaran dan di dalamnya
terdapat uraian materi, contoh soal, dan soal latihan.
1. Sejarah Akuntansi

a. Sejarah Akuntansi di Dunia
Pada tahun 1949, Luca Pacioli menerbitkan buku yang berisi cara
pembukuan menurut catatan berpasangan.
Catatan berpasangan adalah sistem pencatatan transaksi dalam dua
bagian yaitu debit dan kredit. Dari pembukuan ini dapat terlihat laba
rugi, kekayaan, dan hak pemilik perusahaan. Kemajuan akuntansi
makin nyata pada Tahun 1673, Perancis mengharuskan pengusaha di
negaranya untuk membuat neraca perdagangan. Pada abad ke 18,
revolusi industri Eropa tercipta akuntansi biaya karena dampak
akuntansi adalah kebutuhan biaya produksi.

b. Sejarah Akuntansi di Indonesia
Sejarah akuntansi di Indonesia tidak terlepas dari penjajahan Belanda
pada abad ke 18 yang diperkenalkan oleh Luca Pacioli. Indonesia

mulai beralih ke sistem akuntansi Anglo Saxon sejak tahun 1980an.
Wadah organisasi profesi akuntan Indonesia adalah Ikatan Akuntansi
Indonesia (IAI) yang dibentuk tanggal 23 Desember 1957. IAI
menyusun prinsip akuntansi yang dikenal nama Standar Akuntansi
Keuangan (SAK). Standar Akuntansi Keuangan direvisi terus
menerus. Revisi Standar Akuntansi Keuangan terakhir terjadi pada
tahun 2016 dan efektif berlaku per 1 Januari 2017.
Perkembangan akuntansi di Indonesia dapat digambarkan sebagai
berikut:
1) Di Indonesia, akuntansi berkembang sekitar 1642, tepatnya pada

zaman VOC.
2) Masa pendudukan Jepang selama 1942 s.d. 1945, sistem

akuntansi tetap menggunakan pola Belanda.
3) Tahun 1957, proses pengembangan akuntansi di Indonesia

semakin pesat dengan dibentuk Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
4) Pada 1973, IAI merumuskan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI).
5) Tanggal 1 Oktober 1994, IAI merevisi PAI dan mengubah menjadi

SAK (Standar Akuntansi Keuangan).
6) Tanggal 1 September 2007, SAK direvisi, berisi 59 PSAK

(Pernyataan SAK), akuntansi syariah, dan 7 ISAK (Interpretasi SAK).
2. Pengertian dan Manfaat Akuntansi

a. Pengertian Akuntansi
Akuntansi sering disebut juga bahasa bisnis karena akuntansi dapat
memberikan informasi tentang keadaan suatu perusahaan yang digunakan
untuk menilai sejauh mana keberhasilan perusahaan tersebut kepada
pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi.

 Menurut proses kegiatannya sebagai proses pencatatan,
penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data
keuangan suatu entitas.

 Menurut Soemarsono S.R. (2004) akuntansi adalah proses
mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi
untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan
tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

 Menurut Asosiasi Akuntansi Amerika atau American Accounting

Association (AAA) akuntansi adalah proses mengidentifikasi,
mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi yang memungkinkan
pengambilan keputusan dan penilaian yang jelas serta tidak
membingungkan oleh penggunanya.
 Jadi dapat kita simpulkan akuntansi adalah suatu proses
pengidentifikasian, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi,
untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan
tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. Laporan
tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam pengambilan
keputusan bisnis oleh pemakai informasi tersebut.
b. Manfaat Akuntansi
1) Memberikan informasi keuangan untuk manajemen
2) Sebagai alat pengendali keuangan
3) Sebagai bahan evaluasi perusahaan
4) Memberikan informasi atau laoran kepada pihak eksternal
3. PEMAKAI INFORMASI AKUNTANSI
a. Pihak internal adalah pihak yang berhubungan langsung dengan
operasi/kegiatan perusahaan.
Misanya pimpinan perusahaan, kepala bagian akuntansi, dan kepala
bagian lainnya yang mnenggunakan informasi akuntansi.
b. Pihak eksternal adalah pihak yang tidak terlibat secara langsung
dalam kegiatan operasional perusahaan. Pihak eksternal sebagai
berikut :
1) Investor:
untuk menentukan keputusan dalam membeli, menahan, atau menjual
investasi mereka dalam saham perusahaan.
2) Kreditor:
untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjaman
dan bunganya pada saat jatuh tempo.
3) Instansi Pemerintah:
untuk mengatur aktivitas pemerintah/negara, menetapkan besarnya
pajak yang harus dibayar oleh suatu organisasi, kebijakan ekonomi
makro dan mikro serta dasar penyusun statistik pendapatan nasional.
4) Masyarakat

Merupakan orang atau keluarga yang berkepentingan dengan
perusahaan seperti pelanggan, tenaga kerja, dan masyarakat sekitar
perusahaan.

4. Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi
a. Dapat Dipahami (Understandability)
Yaitu laporan yang dibuat harus disesuaikan dengan pemahaman
penggunanya.
b. Relevan (Relevance)
Pembuat laporan harus memilih data, metode pengukuran, dan
metode pelaporan yang dapat membantu para pengguna dalam
mengambil keputusan.
c. Dapat dipercaya
d. Dapat Diperbandingkan (Compability)
Informasi keuangan harus dapat dibandingkan agar pengguna
informasi akuntansi lebih mudah mengetahui persamaan dan
perbedaan antara perusahaan sejenis.
e. Perbandingan antara manfaat dan biaya
Yaitu biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan laoran akuntansi
harus lebih besar dari manfaat informasi akuntansi.

5. Prinsip Akuntansi
a. Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)
Pencatatan informasi akuntansi pada prinsip ini didasarkan pada
catatan biaya sesungguhnya yang dikeluarkan suatu perusahaan
untuk memperoleh barang atau jasa
b. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
Pendapatan merupakan aliran dana atau aset yang masuk (aktiva).
Dalam prinsip ini setiap pendapatan harus dicatat sebagai pendapatan
umumnya ketika terjadi aktivitas usaha misalnya penjualan barang
atau jasa tertentu.
c. Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)
prinsip ini mempertemukan antara biaya yang diterima perusahaan
dan biaya yang dikeluarkan. Tujuan prinsip ini yaitu memperoleh
besar nominal keuntungan bersih yang diperoleh pada suatu periode.

d. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Prinsip ini tidak melarang adanya perubahan metode. Akan tetapi, jika
terdapat penggantian metode, selisih terhadap laba perusahaan harus
dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perilaku
terhadap perubahan metode atau prinsip tersebut.

e. Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle)
Lewat prinsip akuntansi ini, penyajian informasi keuangan dilaporkan
dengan lengkap dan penuh. Tujuannya tak lain untuk mengetahui
kondisi suatu perusahaan dalam mengambil keputusan. Apabila
informasi yang disajikan tidak lengkap, laporan keuangan tersebut
dapat mengakibatkan kerugian bagi para pemakainya.

f. Prinsip Entitas Ekonomi (Economic Entity Principle)
Setiap perusahaan merupakan kesatuan usaha yang berdiri sendiri
dari entitas ekonomi. Maka prinsip dasar ini menunjukkan perlunya
pemisahan aset perusahaan dan aset pribadi. Selain itu, setiap
transaksi yang dilakukan perusahaan harus dipisah dengan laporan
akuntansi pribadi.

6. Bidang Akuntansi
a. Akuntansi Keuangan (general accounting),

yaitu cabang akuntansi yang secara khusus memusatkan perhatian pada
pencatatan transaksi perusahaan dan secara periodik menyajikannya
dalam laporan keuangan.

b. Akuntansi Biaya (Cost accounting),
yaitu bidang akuntansi yang menitikberatkan kegiatannya pada
pencatatan dan penyajian informasi biaya.

c. Akuntansi Pajak (Tax accounting),
yaitu Akuntansi yang dipakai untuk maksud perhitungan, pembayaran
dan pencatatan pajak.

d. Akuntansi Anggaran (Budgetary accounting),
yaitu Bidang akuntansi yang ditujukan untuk penggunaan data
akuntansi sebagai bahan penyusunan rencana keuangan untuk periode
yang akan datang
e. Akuntansi Pemerintahan (Govermental Accounting),

yaitu Akuntansi yang dipakai oleh lembaga pemerintahan (negara,
propinsi, kabupaten dan sebagainya)

f. Akuntansi Manajemen,
yaitu cabang dari akuntansi yang secara khusus mengolah dan
menyajikan informasi bagi para manajer dalam menjalankan fungsi-fungsi
manajemen.

g. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing),
yaitu Bidang akuntansi yang meliputi pemeriksaan hasil pekerjaan
akuntansi (Laporan keuangan) pada periode tertentu untuk meneliti
kecermatan dan kewajaran laporan keuangan.

h. Sistem Akuntansi (Accounting System),
yaitu Penetapan pola/alur laporan akuntansi serta pengembangan
prosedur dalam pengumpulan, pencatatan dan penggunaan data-data
akuntansi.
7. Profesi Akuntansi

a. Akuntan Perusahaan
Yaitu akuntan yang dipekerjakan oleh perusahaan (sebagai karyawan
perusahaan) untuk menjalankan fungsi akuntansi pada perusahaan
yang bersangkutan.

b. Akuntan publik
akuntan yang bekerja secara independen untuk menjalankan fungsi
pemeriksaan terhadap kebenaran laporan keuangan dan proses
akuntansi yang dijalankan perusahaan.

c. akuntan Pemerintah adalah akuntan yag bekerja pada lembaga
pemerintahan.

d. Akuntan pendidik
Yaitu akuntan yang menyebarluaskan ilmu akuntansi kepada
masyarakat melalui jalur pendidikan.

8. Etika Profesi Akuntan
Adapun 8 kode etik akuntan yaitu:
a. Tanggung jawab profesi.
Menggunakan pertimbangkan moral, melakukan peningkatan jasa,
menjaga kepercayaan klien, dan mengembangkan ilmunya.
b. Kepentingan publik.

Mendahulukan kepentingan pihak pemakai informasi akuntansi dan
menjaga kepercayaannya.
c. Integritas.
Menyelesaikan seluruh tugasnya dengan bertanggung jawab dan
profesional.
b. Objektivitas.
Menjaga objektivitasnya dengan bersikap independen dan netral,
bebas dari benturan kepentingan.
c. Kompetensi dan kehati-hatian professional.
Mengamati standar teknis dan etika profesi, meningkatkan
kompetensi dan mutu pelayanan.
d. Kerahasiaan.
Menjaga kerahasiaan informasi yang diperolehnya, tidak
mengungkapkan informasi tanpa persetujuan dari pihak pemilik
informasi.
e. Perilaku profesional.
f. Standar teknis.

E. LATIHAN SOAL

1. Akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan
informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan
keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan
informasi tersebut, merupakan pendapat .…
A. American Accounting Association
B. Carls Warren
C. Ikatan Akuntan Indonesia
D. Soemarsono S.R
E. Luca Pacioli

2. Bagi seorang kreditor, informasi akuntansi sangat berguna untuk hal-hal
berikut ....

A. sebagai bahan untuk menyusun perencanaan kegiatan perusahaan
B. sebagai bahan untuk pengendalian perusahaan
C. sebagai bahan laporan pertanggungjawaban hasil pengelolaan

perusahaan

D. sebagai dasar untuk pengambilan keputusan
E. sebagai dasar pemberian pinjaman di masa yang akan datang
3. Berikut ini yang termasuk pihak-pihak intern yang memerlukan
informasi akuntansi adalah…
A. Kreditur
B. Manajer
C. PemiliK
D. Investor
E. Pemerintah
4. Bagi pemerintah informasi akuntansi suatu perusahaan sangat penting
untuk diketahui, hal ini untuk keperluan… .
A. Naik turunnya pembayaran dividen
B. Penetapan jumlah pajak
C. Jumlah karyawan dan peningkatan gaji
D. Kemampuan perusahaan mengembalikan pinjaman
E. Pembayaran bahan baku yang dipasok
5. Akuntan yang bekerja memeriksa pembukuan dan jasa konsultasi
manajemen serta bekerja secara independen disebut … .
A. Akuntan publik
B. Akuntan perusahaan
C. Akuntan internal
D. Akuntan pemerintah
E. Akuntan pendidik
6. Dosen yang mencetak akuntan termasuk dalam kategori akuntan ….
A. manajemen
B. pemasaran
C. publik
D. pendidik
E. pemerintah
7. Bidang akuntansi yang membahas masalah pencatatan transaksi
perusahaan, seperti pengukuran dan pengakuan transaksi keuangan,
pengungkapan dan pelaporan data keuangan adalah … .
A. Akuntansi biaya
B. Akuntansi anggaran

C. Akuntansi keuangan
D. Akuntansi manajemen
E. Auditing
8. Norma yang mengatur perilaku akuntan dalam memeriksa martabat
profesi akuntan disebut ... .
A. KUHD
B. Undang-undang
C. Peraturan daerah
D. Etika akuntan
E. Standar akuntansi keuangan
9. Konsep dasar akuntansi yang menyatakan bahwa harta pemilik harus
terpisah dengan harta perusahaan disebut konsep ....
A. kesinambungan
B. harga perolehan
C. pengukuran dalam unit uang
D. periode akuntansi
E. kesatuan usaha
10.Berikut ini adalah prinsip dasar etika
1. Menghindari pelanggaran etika yang terlihat remeh
2. Memusatkan perhatian pada reputasi jangka panjang
3. Memfokuskan pada pelanggaran yang bernilai besar
4. Bersiap menghadapi konsekuensi yang kurang baik bila berpegang

pada perilaku etis
5. Memusatkan perhatian pada reputasi akuntan dan perusahaan
Tiga prinsip dasar perilaku etis bagi akuntan adalah… .
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 2, dan 4
C. 1, 3, dan 5
D.2, 3, dan 4
E. 2, 4, dan 5

KD 3.2 dan 4.2
PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

EKONOMI KELAS XII

PETA KONSEP :

Persamaan Dasar Akuntansi

Konsep Persamaan Dasar
Akuntansi

Analisis Transaksi
Pencatatan dalam tabel PDA

PENDAHULUAN

A. Identitas Modul

Mata Pelajaran : Ekonomi

Kelas/Semester : XII/Ganjil

Alokasi Waktu : 3 x 4 jam pertemuan

Judul Modul : P e r s a m a a n D a s a r Akuntansi

B. Kompetensi Dasar

3.2. Mendeskripsikan konsep persamaan dasar akuntansi

4.2. Menyajikan persamaan dasar akuntansi

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa menjelaskan,

menganalisis dan melakukan pencatatan persamaan dasar akuntansi dengan

jujur, teliti, benar dan bertanggung jawab.

D. Materi Pembelajaran

Modul ini terbagi menjadi kegiatan pembelajaran dan di dalamnya

terdapat uraian materi, contoh soal, dan soal latihan.

E. Uraian Materi

1. Konsep persamaan dasar akuntansi

Setiap transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan dicatat dengan

menggunakan sistem berpasangan dan prinsip keseimbangan antara aktiva

dengan pasiva artinya jumlah kekayaan harus sesuai dengan hak atas

kekayaan perusahaan tersebut. Persamaan dasar akuntansinya dapat

ditulis sebagai berikut : AKTIVA = PASIVA.

Pasiva dibagi menjadi dua, yaitu hak dari para kreditur (liabilitas) dan

hak dari pemilik perusahaan (ekuitas), artinya aset bisa berasal dari pemilik

perusahaan yang disebut ekuitas atau modal dan bisa juga berupa

pinjaman (dari luar perusahaan) yang disebut utang atau liabilitas. Jadi,

persamaan dasar akuntansinya berubah menjadi seperti berikut :

HARTA = HUTANG + MODAL

Harta = Utang + Modal + (Pendapatan – Beban)

a. Pengelompokan Akun
akun adalah catatan tranksaksi tentang semua perubahan yang terjadi
pada harta, utang, dan modal.
1) Asset/Aktiva/Harta

“adalah seluruh kekayaan yang bernilai yang dimiliki oleh perusahaan”
a. Aktiva/Harta Lancar (current asset), “Harta yang jika digunakan terus
menerus kurang dari 1 tahun sudah habis,
Contoh: Kas (Uang), Surat berharga, Piutang, Persediaan barang
dagang, Pendapatan yang masih harus diterima (piutang pendapatan),
Beban yang dibayar dimuka, Perlengkapan (alat tulis, tinta print).
b. Aktiva/Harta Tetap (Non current asset), “Harta yang mempunyai
umur kegunaan relatif permanen (jangka panjang) yaitu lebih dari
satu tahun / jika digunakan terus menerus bisa bertahan lebih dari 1
tahun
contoh: tanah, gedung, mesin, peralatan/inventaris (meja, kursi,
printer, ac, tv, kulkas, komputer, laptop dsb), kendaraan dsb.
2) Hutang / Kewajiban/ Liability

Adalah harta/kekayaan perusahaan yang berasal dari orang lain .
a. Hutang Lancar / jangka pendek (current liabilities), “hutang yang

pembayarannya kurang dari satu tahun”.
contoh: utang dagang, utang wesel, pendapatan diterima dimuka, beban
yang belum dibayar.
b. Hutang tak lancar / jangka Panjang (long term debt), “hutang yang

harus dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun”. Contoh: utang
obligasi, utang bank .
3) Modal / Ekuitas
Adalah Harta kekayaan yang dimiliki perusahaan yang berasal dari
pemilik perusahaan”. Kelompok modal yaitu Prive.

Prive adalah pengambilan uang oleh pemilik perusahaan untuk
kepentingan pribadi.
4) Pendapatan / Penghasilan
Pendapatan (Revenue) adalah bertambahnya harta/uang yang berasal dari
hasil penjualan barang /jasa dari usahanya .
Contoh: Pendapatan jasa, pendapatan sewa, pendapatan bunga.
5) Beban / Biaya/ Expenses

Beban (expenses) adalah pengorbanan atau pengeluaran yang terjadi
untuk membantu kelancaran kegiatan di perusahaan .
Contoh, : beban gaji, beban sewa, beban iklan, beban listrik, air, dan
telpon, beban bunga, beban transportasi, dan sebagainya
2. Analisa Transaksi dan Pencatatan dalam Tabel Persamaan Dasar
Akuntansi

Setiap terjadi transaksi usaha minimal akan mempengaruhi dua jenis
akun, bahkan bisa tiga atau lebih akun. Beberapa kemungkinan analisis
transaksi tersebut diantaranya sebagai berikut :

a. Suatu transaksi dapat memengaruhi harta saja, harta dan utang, harta
dan modal, utang dan modal, serta besarnya harta,utang,dan modal.

b. Penambahan atau pengurangan aktiva akan selalu timbul diimbangi
dengan penambahan atau pengurangan terhadap pasiva (utang dan
modal).

c. Pendapatan akan selalu menambah modal, sedangkan beban akan
selalu mengurangi modal.
Sedangkan hal-hal yang dapat mempengaruhi besarnya ekuitas

suatu perusahaan dalam pencatatan persamaan akuntansi, antara lain :
a. Adanya laba atau rugi perusahaan
b. Adanya pendapatan yang diterima perusahaan
c. Adanya beban yang dikeluarkan perusahaan
d. Adanya pengambilan untuk keperluan pribadi (Prive)
e. Adanya investasi tambahan dari pemilik atau dari sumbangan
(donasi)

N O TRANSAKSI ASET PENCATATAN
LIABILITAY EKUITAS

1 Adanya investasi awal Bertambah - Bertamba h
pemilik perusahaan Bertambah/Berkuran g - -
Bertambah -
2 Pembelian aset secara Bertambah
tunai - Bertamba h
Bertambah - Berkurang
3 Pembelian aset secara Berkurang - Berkurang
kredit Berkurang Berkurang
Berkurang -
4 Penerimaan pendapatan
tunai/kredit.

5 Pembayaran biayaatau
beban

6 Pengambilan uang tunai
untuk pribadi

7 Pembayaran/pelunasan
utang

Contoh Soal:

Transaksi pada Rental Pengetikan dan fotocopy “Expres” bulan Mei 2022:

Mei 1: Disetorkan modal sebesar Rp 7.000.000.

2: Membeli Mesin Rp 3.000.000, baru dibayar Rp 2.000.000.

3: Menyelesaikan jilid dan fotokopi senilai Rp 100.000.

4: Menyelesaikan rental pengetikan dan print laporan Rp 300.000, baru

dibayar Rp 250.000.

5: Membayar biaya listrik Rp 50.000 dan

6: Membayar gaji karyawan Rp 50.000.

Catatlah ke dalam tabel persamaan dasar akuntansi dan buatlah laporan

keuangannya!

Jawab:

Rental “Expres”

Persamaan Dasar Akuntansi
Per 31 Mei 2022

HARTA

Tgl Kas Peralatan Piutang HUTANG MODAL Keterangan
Usaha Modal awal
1 7.000.000 7.000.000
2 (2.000.000) - -- - Pendapatan
Saldo 5.000.000 Pendapatan
3 3.000.000 - 1.000.000 7.000.000 Biaya
Saldo 100.000 100.000 Listrik
4 5.100.000 3.000.000 - 1.000.000 7.100.000 Biaya Gaji
Saldo 300.000
5 250.000 - -- 7.400.000
5.350.000
(50.000) 3.000.000 - 1.000.000 (50.000)

- 50.000 -

3.000.000 50.000 1.000.000

Saldo 5.300.000 3.000.000 50.000 1.000.000 7.350.000
3.000.000 50.000
6 (50.000) (50.000)
Saldo 5.250.000 1.000.000 7.300.000

Total HARTA : Rp 8.300.000 UTANG+MODAL :
Rp 8.300.000

3. LAPORAN KEUANGAN
A. Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan
pada satu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan
kinerja perusahaan tersebut.
B. Jenis Laporan Keuangan
Jenis laporan keuangan terdiri dari :
1) Laporan Laba Rugi yaitu laporan yang menggambarkan jumlah

pendapatan dan beban suatu perusahaan selama suatu periode.
2) Laporan Perubahan Modal, yaitu laporan yang berisi tentang perubahan

ekuitas/modal yang menunjukkan penambahan atau pengurangan
kekayaan selama periode tertentu.
3) Laporan Posisi Keuangan (Neraca), yaitu laporan yang menggambarkan
posisi keuangan, baik Harta, Hutang, dan Modal suatu perusahaan
selama periode tertentu.

Rental “Expres”

Persamaan Dasar Akuntansi

Per 31 Mei 2022

HARTA

Tgl Kas Peralatan Piutang HUTANG MODAL Keterangan
Usaha Modal awal

1 7.000.000 - - - 7.000.000 Pendapatan
Pendapatan
2 (2.000.000) 3.000.000 - 1.000.000 - Biaya
Listrik
Saldo 5.000.000 3.000.000 - 1.000.000 7.000.000 Biaya Gaji

3 100.000 - - - 100.000

Saldo 5.100.000 3.000.000 - 1.000.000 7.100.000

4 250.000 - 50.000 - 300.000

Saldo 5.350.000 3.000.000 50.000 1.000.000 7.400.000

5 (50.000)

(50.000)

Saldo 5.300.000 3.000.000 50.000 1.000.000 7.350.000

6 (50.000)

(50.000)

Saldo 5.250.000 3.000.000 50.000 1.000.000 7.300.000

Total HARTA : Rp 8.300.000 UTANG+MODAL :
Rp 8.300.000

LAPORAN KEUANGAN :

RENTAL “EXPRES”

LAPORAN LABA/RUGI

PER 31 MEI 2022

Pendapatan Jasa Rp 400.000

Beban: Rp 100.000 –
Beban Listrik Rp 50.000 Rp 300.000
Beban Gaji Rp 50.000 +
Total Beban

LABA

RENTAL “EXPRES”
LAPORAN PERUBAHAN MODAL

PER 31 MEI 2022

MODAL AWAL C. Rp 7.000.000
Rp 300.000 +
LABA RpD30. 0.000 Rp 7.300.000
PRIVE Rp -------- -

MODAL AKHIR

RENTAL “EXPRES”
NERACA

PER 31 MEI 2022

AKTIVA / HARTA : PASIVA:

KAS Rp 5.250.000 HUTANG Rp 1.000.000
MODAL Rp 7.300.000
MESIN Rp 3.000.000

PIUTANG USAHA Rp 50.000

TOTAL HARTA : Rp 8.300.000 TOTAL PASIVA : Rp 8.300.000

F. LATIHAN SOAL

Berilah tanda silang (X) pada salah satu huruf a,b,c,d, atau e di depan

jawaban yang anda anggap benar !

1. Persamaan dasar akuntansi secara umum dirumuskan ….

A. Modal = Harta - Kewajiban

B. Kewajiban = Modal + Harta

C. Harta = Kewajiban + Modal

D. Modal = Harta + Kewajiban

E. Kewajiban = Modal – Harta

2. Jika dalam periode yang sama total aktiva meningkat Rp32.000.000,00

dan total kewajiban meningkat Rp12.000.000,00, jumlah ekuitas pemilik

dalam periode tersebut ....

A. Naik Rp32 000.000,00

B. Naik Rp8 000.000,00

C. Turun Rp8 000.000,00

D. Naik Rp20 000.000,00

E. Naik Rp12 000.000,00

3. Toko batik NIKEN tanggal 1 Maret 2020 membayar utang kepada bank atas

pinjaman bulan yang lalu sebesar Rp20.000.000,00, dan bunganya Rp.

500.000,00, pengaruh transaksi ini dalam persamaan akuntansi adalah….

A. Kas(-) Rp20.000.000,00, Utang (-) Rp20.000.000,00, Modal(+)

Rp500.000,00

B. Kas (-) Rp20.500.000,00, Utang (-)

Rp20.500.000,00, Modal (+) Rp500.000,00

C. Kas (-) Rp20.000.000,00, Utang (-) Rp20.500.000,00, Modal (-)

Rp500.000,00

D. Kas (-) Rp20.500.000,00, Utang (-) Rp20.000.000,00, Modal (-)

Rp500.000,00

E. Kas (-) Rp20.500.000,00, Modal (-) Rp20.500.000,00, Utang (-)

Rp500.000,00

4. Perhatikan transaksi keuangan berikut ini:

- Tanggal 5 Juli 2020 dibeli perlengkapan toko seharga Rp2.500.000,00

baru dibayar Rp1.000.000,00 sisanya akan dibayar kemudian.

- Tanggal 7 Juli 2020 diterima pembayaran dari seorang pelanggan atas

kendaraannya yang baru selesai diperbaiki sebesar Rp4.000.000,00 dari

yang seharusnya sebesar Rp5.500.000,00 sisanya akan diterima

kemudian.

- Tanggal 9 Juli 2020 dibayar gaji 2 orang karyawan masing-masing

sebesar Rp500.000,00.

Pencatatan transaksi di atas ke dalam persamaan akuntansi yang benar

adalah ... .

A. Harta Utang Modal Keterangan
Tgl Perlengkapa
n 1.500.000
Kas Piutang -
- 2.500.000 -
5 Juli (1.000.000) 1.500.000 - -
7 Juli 4.000.000 - 5.500.000 Pendapatan
-
9 Juli (1.000.000) Piutang jasa
- (1.000.000) Gaji
1.500.000
- Karyawan

B. Piutang Harta Utang Modal Keterangan
Tgl - Perlengkapa
1.500.000 n 1.000.000 - Pendapatan
Kas - - 5.500.000 jasa
2.500.000 Gaji
5 Juli (1.500.000) -
7 Juli 4.000.000 Karyawan.

9 Juli (1.000.000) - - 1.000.000

C. Harta Utang Modal Keterangan
Tgl Perlengkapa
n 1.500.000 - Pendapatan
Kas - 4.000.000 jasa
2.500.000 Gaji
5 Juli (1.000.000) -
7 Juli 5.500.000 Karyawan.

9 Juli (1.000.000) - - 1.000.000

D. Harta Utang Modal Keterangan
Tgl Perlengkapa
n 1.500.000 - Pendapatan
Kas Piutang - 5.500.000 jasa
2.500.000 Gaji
5 Juli (1.000.000) - -
7 Juli 4.000.000 1.500.000 Karyawan.

9 Juli (500.000) -- - 500.000

E. Harta Utang Modal Keterangan
Tgl Perlengkapa
n 1.500.000 - Pendapatan
Kas Piutang - 4.000.000 jasa
1.000.000 Gaji
5 Juli (2.500.000) - -
7 Juli 5.500.000 1.500.000 Karyawan.

9 Juli (500.000) -- - 500.000

5. Pada tanggal 5 Januari 2020 perusahaan salon kecantikan MAWAR
membeli perlengkapan dengan tunai seharga Rp750.000,00. Transaksi ini
dalam persamaan akuntansi mempengaruhi .....
A. harta bertambah berupa perlengkapan, utang bertambah berupa Utang
usaha
B. harta bertambah berupa perlengkapan, modal bertambah berupa Kas
C. harta bertambah berupa perlengkapan, harta berkurang berupa Kas
D. harta bertambah berupa kas, harta berkurang berupa perlengkapan
E. harta berkurang berupa kas, modal berkurang berupa uang

6. Pembelian perlengkapan kantor seharga Rp300.000,00 dibayar tunai
Rp150.000,00 dan sisanya dengan kredit, dari transaksi di atas dalam
persamaan akuntansinya adalah ….
A. Perlengkapan kantor (+) Rp300.000,00; Kas (-) Rp150.000,00; Utang (-)
Rp150.000,00
B. Perlengkapan kantor (+) Rp300.000,00; Kas (-) Rp150.000,00; Utang
(+) Rp150.000,00
C. Perlengkapan kantor (+) Rp300.000,00; Kas (-) Rp300.000,00
D. Perlengkapan kantor (+) Rp300.000,00; Kas (+) Rp150.000,00; Utang
(+) Rp150.000,00
E. Perlengkapan kantor (-) Rp300.000,00; Utang (+) Rp150.000,00; Kas (-)
Rp150.000,00

7. Tn. Danang menyetorkan uang tunai sebesar Rp105.200.000,00 sebagai
modal awal mengelola usaha pengiriman barang dan logistik “AMANAH” di
Bogor. Oleh karena modal kurang, Tn . danang meminjam uang KE BANK
sebesar Rp25.000.000,00. Aset yang dimiliki Tn. Danang untuk adalah ....
A. Rp105 175.000,00
B. Rp125 500.000,00
C. Rp130 200.000,00
D. Rp105 250.000,00
E. Rp105 225.000,00

8. Perusahaan membeli kendaraan sebesar Rp. 120.000.000,00, baru dibayar
50% sisanya dibayar kemudian. Pengaruh transaksi tersebut terhadap
persamaan akuntansi adalah.....
A. Kas (-) Rp120.000000,00, kendaraan (+) Rp120 000.000,000
B. Kas (-) Rp120.000.000,00, utang (+) Rp120 000.000,00
C. Kas (-) Rp50.000.000,00, kendaraan (-) Rp120.000.000,00, dan utang (-)
Rp70 000.000,00
D.Kas (+) Rp60.000.000,00, kendaraan (+) Rp120.000.000,00, dan utang
(+) Rp60 000.000,00
E. Kas (-) Rp. 60.000000,00, kendaraan (+) Rp. 120.000.000,00, dan utang
(+) Rp. 60 000.000,00

9. Perhatikan sebahagian transaksi berikut ini:
01 / 8 / 2021: Andy menginvestasikan ke dalam perusahaannya (Bengkel
Metropolis) uang tunai Rp 70.000.000,00, Perlengkapan Rp
15.000.000,00 dan Peralatan Rp350.000.000,00
08/ 8 / 2021: Diselesaikan jasa service Rp 3.500.000,00 yang baru diterima
Rp 1.000.000,00 sisanya dibayar kemudian
11 / 8 / 2021: Dibayar biaya iklan sebesar Rp 500.000,00
13 / 8 / 2021: Dikirim nota penagihan kepada Bapak Bimo Rp 5.500.000,00
15/ 8 / 2021: Dibeli peralatan secara kredit dari PT. Sentosa Rp
25.000.000,00

Transaksi di atas, pencatatan dalam persamaan akuntansi sebagai berikut:

No Tgl Kas Harta Peralatan Utang Modal
1 1/8/21 70,000 Piutang Perlengkapan 350,000 435,000

15,000

2 8/8/21 1,000 2,500 3,500
3 11/8/21 (500)
(500)

4 13/8/21 5,500 5,500
5 15/8/21
25,000 (25,000)

Berdasarkan data keuangan di atas, transaksi yang benar adalah tanggal ....

a. 01/8/2021, 11/8/2021 dan 15/8/2021

b. 08/8/2021, 13/8/2021 dan 15/8/2021

c. 01/8/2021, 08/8/2012 dan 13/8/2021

d. 01/8/2021, 11/8/2021 dan 15/8/2021

e. 11/8/2021, 13/8/2021 dan 15/8/2021

10. Diketahui data Bengkel “ Angguna”:

 Modal 1 Jan 2020 Rp 12.500.000

 Pendapatan usaha Rp 3.250.000

 Pendapatan lain-lain Rp 250.000

 Beban usaha Rp 2.100.000

 Pengambilan pribadi/prive Rp 500.000

Maka modal 31 Desember Bengkel “ Angguna” adalah….

A. Rp. 16.000.000

B. Rp. 15.000.000

C. Rp. 13.850.000

D. Rp. 13.150.000

E. Rp. 13.400.000

SOAL ESSAY:

Penugasan Mandiri

Isilah titik-titik di bawah ini sehingga menunjukkan persamaan

akuntansi !

ASET LIABILITAS + EKUITAS

NO KAS PERLENGKAP KENDARAA UTANG UTANG MODAL

AN N BANK DAGANG

a 300.00 - - - ...(2)...
0 500.00 - -
- 0
b ...(1)... -
800.00 - - ...(3)... - 300.000
0 100.000 700.000 - -
...(7)... ...(5)... 500.000 -
c - - 100.000 ...(6)...
...(4)... 100.000 - 100.000 -
- 700.000 500.000 ...(8)...
100.000 - 50.000 300.000
100.000 - - -
d- 700.000 ...(10)...
100.00 - 300.000
0 - ...(11)...

e ...(12)... 500.000 ...(13)... 1.100.000
(50.000)
...(9)...

f 800.00
0

850.000

PANDUAN PENILAIAN :

NILAI = Jumlah jawaban benar x 100 13

Dari transaksi berikut ini, catatlah dalam tabel persamaan dasar akuntansi dan
laporan keuangannya !!
Indah membuka usaha salon dengan nama “Cantika Salon” pada bulan Januari
2021. Berikut transaksinya :
Januari 1: Indah menyetorkan modal untuk salonnya berupa uang tunai Rp

10.000.000 dan peralatan Rp 7.000.000
2: Membeli perlengkapan salon Rp 5.000.000
5: Menyelesaikan pekerjaan perawatan rambut senilai Rp 800.000
8: Meminjam uang pada Bank BRI senilai Rp 5.000.000
10: Menyelesaikan rias pengantin dan dekorasi sebesar Rp

25.000.000, baru dibayar Rp 20.000.000
12: Membayar rekening listrik dan air Rp 500.000
13: Membayar gaji karyawan Rp 2.000.000
15: Membeli peralatan Rp 4.000.000 secara kredit
18: Menerima sisa pembayaran rias dan dekorasi tgl 10 sebesar

Rp5.000.000
20 : Membayar utang sebesar Rp 3.000.000

KD 3.3 dan 4.3
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

EKONOMI KELAS XII

PETA KONSEP :

PENDAHULUAN

A. Identitas Modul

Mata Pelajaran : Ekonomi

Kelas/Semester : XII/Ganjil

Alokasi Waktu : 12 x 4 jam pertemuan

Judul Modul : Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

B. Kompetensi Dasar

3.3 Menganalisis penyusunan siklus akuntansi pada perusahaan jasa.

4.3 Membuat laporan keuangan pada perusahaan jasa.

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan anak-anak dapat menjelaskan

dan melakukan proses pencatatan pada perusahaan jasa dengan tekun,

teliti, benar, dan rapi.

D. Materi Pembelajaran

Modul ini terbagi menjadi 4 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya

terdapat uraian materi, contoh soal, tugas mandiri, soal latihan dan soal

evaluasi.

Pertama : Karakteristik perusahaan jasa
Bukti transaksi

Penggolongan akun

Tahap Pencatatan
1. Jurnal Umum
2. Mekanisme Debit dan Kredit
3. Buku Besar

Kedua : Tahap Pengikhtisaran
1. Neraca Saldo
2. Jurnal Penyesuaian

Ketiga : Kertas Kerja (Worksheet)
1. Kertas Kerja (Worksheet)

Keempat : Tahap Pelaporan
2. Laporan Keuangan

E.Uraian Materi
1.Karakteristik Perusahaan Jasa

Gambar 1.1 Contoh perusahaan jasa

Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatan utamanya

melayani masyarakat di bidang jasa dengan memproduksi sesuatu

yang tidak berwujud (jasa). Meskipun produk akhir perusahaan jasa

tidak berwujud atau berupa layanan, perusahaan jasa tetap

membutuhkn produk berwujud untuk mendukung kegiatan

operasionalnya.

Berikut karakteristik perusahaan jasa:

a. Tidak berwujud, artinya tidak memiliki bentuk fisik yang nyata,

tidak dapat dilihat atau diraba, hanya dapat dirasakan manfaatnya.

b. Berubah-ubah, maksudnya setiap jasa yang diperdagangkan tidak

memiliki standarisasi. Semuanya tergantung pada selera konsumen.

c. Tidak dapat dipisahkan.

d. Tidak dapat disimpan.

2. Bukti Transaksi

Dokumen sumber yang merupakan bukti pencatatan dapat dibedakan

menjadi dua , sebagai berikut :

a. Bukti pencatatan intern atau transaksi internal adalah bukti

pencatatan yang dibuat perusahaan untuk kepentingan

perusahaan sendiri dan tidak berhubungan

dengan pihak luar perusahaan , dan biasanya berbentuk memo.

Misalnya :
 Penyusutan aset tetap
 Pemakaian bahan baku
 Pemakaian perlengkapan

b. Bukti pencatatan ekstern atau transaksi eksternal adalah bukti
pencatatan yang terjadi antara perusahaan dengan pihak di luar
perusahaan.
Misalnya :
 Faktur
 Nota
 Kuitansi
Untuk lebih jelasnya, di bawah ini diuraikan tentang macam-macam

bukti transaksi yang sering digunakan dalam proses pencatatan akuntansi.
1) Kwitansi
Adalah tanda bukti pembayaran yang dibuat dan ditanda tangani oleh
pihak penerima uang. Pada jumlah tertentu kuitansi harus dilampiri
materai sesuai dengan peraturan yang berlaku. Contoh kwitansi

2) Nota
Nota atau nota kontan adalah bukti penjualan atau pembelian tunai.
Contoh nota

3) Cek
(Cheque)
Adalah perintah yang diterima dari pihak lain sebagai alat untuk
melakukan pembayaran melalui bank. Contoh Cek

4) Faktur

Adalah bukti transaksi untuk pembelian dan penjualan kredit yang
dibuat pihak penjual kepada pihak pembeli. Pembeli akan menerima
faktur asli sebagai bukti pencatatannya, sedangkan penjual akan
menerima faktur tembusan sebagai bukti pencatatannya. Contoh
Faktur
5) Nota Debit
Adalah nota yang yang berisikan dokumen transaksi sebagai permintaan
pengurangan harga kepada pihak penjual atau bukti yang berisi
informasi yang menyatakan tentang pengiriman kembali barang yang
tidak sesuai dengan pesanan (rusak). Contoh Nota Debit

6) Nota Kredit
Adalah bukti transaksi penerimaan barang yang telah dijual atau
pengambilan barang. Nota kredit yang dikeluarkan oleh penjual ini
berfungsi sebagai alat persetujuan dari penjual atas permohonan
pengurangan harga yang diminta oleh pembeli karena barang yang
diterima mengalami kerusakan atau tidak sesuai dengan apa yang
dipesan oleh pembeli. Contoh Nota Kredit

7) Memo/Memorial
Adalah bukti yang dibuat toleh pimpinan perusahaan atau pihak
yang diberi wewenang untuk bagian akuntansi atau urusan akuntansi.

4. Pengertian Akun/Rekening
Akun atau rekening adalah suatu alat yang digunakan untuk mencatat

transaksi- transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aset, kewajiban,
ekuitas, pendapatan, dan beban. Akun atau rekening memberikan informasi
tentang operasional perusahaan setiap hari, sehingga dapat diketahui
besarnya perubahan aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban.

Jumlah akun yang perlu diadakan dalam pembukuan suatu
perusahaan tergantung pada kebutuhan , kumpulan akun yang digunakan
suatu perusahaan disebut buku besar atau ledger.
5. Klasifikasi Akun/Rekening

Pada dasarnya akun atau rekening diklasifikasikan menjadi dua, yaitu
akun riil (posisi keuangan) dan akun nominal (laba-rugi).
a.Akun Riil ( Posisi Keuangan) adalah akun yang pada akhir periode

dilaporkan dalam laporan posisi keuangan. Akun ini meliputi akun aset,
liabilitas, dan ekuitas (modal).
1) Rekening Aset (Harta)

Harta perusahaan yang terdapat dalam akun meliputi aset lancar atau
harta lancar, investasi jangka panjang, aset tetap atau harta tetap, dan
aktiva/harta tidak berwujud.

a). Aset Lancar ( Current Asset) yaitu aset yang mudah dicairkan dan
habis dipakai dalam satu periode akuntansi.
Contoh : kas, piutang usaha,piutang wesel, surat berharga,
perlengkapan, asuransi dibayar di muka, sewa dibayar di muka,
dan lain-lain.

b) Investasi jangka panjang (Long Terms Investment) adalah investasi
yang dilakukan perusahaan dalam jangka waktu lebih dari satu
tahun.
Contoh : investasi saham dan investasi obligasi

c) Aset tetap (fixed asset) adalah aset berwujud yang digunakan untuk
operasi perusahaan dan mempunyai masa manfaat satu tahun atau
lebih.
Contoh : Tanah atau hak atas tanah, bangunan, mesin, peralatan ,
kendaraan.

d) Aset tidak berwujud (intangible asset) adalah aset yang berupa hak-
hak istimewa yang dapat menguntungkan perusahaan.
Contoh : Goodwill, hak paten, hak cipta, dsb.

2) Rekening Liabilitas (utang)
Dikelompokan menjadi utang lancar dan utang jangka panjang.
a) Liabilitas lancar (current liability) adalah liabilitas yang harus
dilunasi dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun.
Contoh : utang usaha, utang wesel, utang gaji, pendapatan dterima
di muka, beban yang terutang.
b) Liabilitas jangka panjang (long term liability) adalah liabilitas
kepada pihak lain ayau kreditur yang harus dilunasi dalam jangka
waktu lebih dari 1 tahun. Contoh : utang obligasi, utang hipotik,
utang bank, KIK, KMKP.

3) Rekening Ekuitas (modal ) adalah bagian hak pemilik terhadap
kekyaan perusahaan,
yaitu selisih antara aset dikurangi dengan liabilitas.

b. Akun Nominal (Laba-Rugi) Adalah akun yang pada akhir perode
dilaporkan dalam laporan laba-rugi. Meliputi akun :
1. Pendapatan atau penghasilan adalah hasil bruto yang diterima

perusahaan dalam melakukan operasionalnya.

a) Pendapatan usaha : pendapatan jasa, penjualan barang dagangan.

b) Penapatan di luar usaha : pendapatan bunga, pendapatan dari laba

penjualan aset tetap.

2. Beban adalah biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan dan yang

harus diakui selama usaha untuk memperoleh pendapatan.

a) Beban usaha : beban gaji, beban sewa, beban listrik, dll

b) Beban di luar usaha : beban bunga, rugi penjualan aset, dsb

6. Kode Akun adalah daftar semua kode akun yang sudah disusun secara
sistematis dan teratur sehingga dapat disajikan dengan angka, huruf, atau
paduan angka dan huruf

a. Disusun Menurut Angka Berurutan:
Contoh:
100-103 Harta Lancar
101 Kas
102 Piutang usaha
103 Perlengkapan
104-107 Harta Tetap
105 Peralatan
106 Akumulasi Penyusutan Peralatan
107 Gedung

b. Disusun menurut kelompok akun (group)
Setiap kode akun terdiri atas beberapa angka yang menunjukkan nama akun,

kelompok, subkelompok, dan nomor urut akun.
Contoh:
Nama akun : Kas (1)
Kelompok : Harta (1)
Sub kelompok : Harta lancar (0)
Nomor urut akun : (1)
*** Kode akun Kas : 1101

c. Disusun menurut Blok (Blok code)

Contoh: Kode Akun
Blok Akun

Harta 100-199

Utang 200-299
Modal 300-399

Pendapatan 400-499

Beban 500-599

7. SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA
Siklus Akuntansi adalah suatu proses pengolahan data yang terdiri dari
urutan transaksi yang berdasarkan dari bukti transaksi, sehingga dapat
menghasilkan laporan keuangan.

A. TAHAP PENCATATAN

1. JURNAL UMUM
Yaitu pembukuan yang mencatat akun/perkiraan dari transaksi

keuangan perusahaan secara kronologis(berurutan).

a. Fungsi Jurnal

1) Fungsi Mencatat, jurnal merupakan tempat mencatat setiap

terjadi transaksi keuangan, baik yang bersifat internal maupun

transaksi eksternal.

2) Fungsi Historis, jurnal mencatat transaksi perusahaan secara

kronologis, berdasarkan urutan tanggal terjadinya transaksi.

3) Fungsi Informasi, jurnal memberikan informasi tentang
peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan.

4) Fungsi Analisis, jurnal berfungsi sebagai sarana untuk

menganalisis transaksi mana yang dicatat di sisi debit dan di sisi

kredit. jurnal bersifat memerinta
5) Fungsi Instruksi,

untuk melakukan pencatatan akuntansi berikutnya

atau posting ke buku besar.

Sebelum menjurnal, terlebih dahulu dilakukan analisis transaksi yang

bertujuan untuk:

1) mengetahui akun apa yang dipengaruhi oleh sebuah transaksi,
2) mengetahui pengaruh transaksi apakah menyebabkan

penambahan atau pengurangan.

b. MEKANISME DEBIT, KREDIT, DAN SALDO NORMAL

Saldo Normal adalah selisih positif antara sisi debit dan sisi kredit

sebuah akun dalam keadaan normal.
Aturan Debit, Kredit, dan Saldo Normal

NAMA AKUN Bertambah (+) Berkurang (-) Saldo Normal

Harta DKD

Hutang KDK

Modal : K DK
Prive DKD

Pendapatan K D K

Beban DKD

c. Bentuk Jurnal Umum

Tanggal No Nama Perusahaan Debit Kredit
Bukti Jurnal Umum 6) 7)

1) 2) 3) Nama Akun dan Ref
Keterangan

4) 5)

Gambar 1.2 Format jurnal umum

Keterangan:
1) Tahun dan bulan transaksi.
2) Tanggal transaksi.
3) Diisi nomor bukti transaksi. Adakalanya kolom ini ditiadakan.
4) Diisi akun di debit merapat ke kiri, akun di kredit menjorok ke kanan.
5) Nomor akun diisi saat pemindahbukuan (posting) ke buku besar.
6) Jumlah di debit
7) Jumlah di kredit

Contoh Soal transaksi pencatatan ke dalam jurnal umum :
Berikut adalah transaksi yang terjadi pada “Astuti Tailor” selama bulan Maret
2022 :
Maret 1: Astuti menyetorkan Rp 15.000.000 sebagai modal awal ke rekening
“Astuti Tailor”.
2: Membeli perlengkapan sebesar Rp 1.300.000 secara tunai.
3: Membeli Mesin jahit senilai Rp 7.000,000, baru dibayar Rp 5.000.000.
4: Menyelesaikan pembuatan baju pernikahan senilai Rp 8.000.000.
5: Membayar biaya listrik sebesar Rp 500.000.
Jawab : Langkah I , Analisa transaksi dan tentukan posisi debit kreditnya :

Tgl 1 : Modal + (Kredit ) Rp 15.000.000
Kas + (Debit) Rp 15.000.000

Tgl 2 : Perlengkapan + (Debit) Rp 1.300.000
Kas - (Kredit) Rp 1.300.000

Tgl 3 : Peralatan + (Debit) Rp 7.000.000
Kas - (Kredit) Rp 5.000.000
Utang + (Kredit) Rp 2.000.000

Tgl 4: Pendapatan + (Kredit) Rp 8.000.000
Kas + (Debit) Rp 8.000.000

Tgl 5 : Beban Listrik + (Debit) Rp 500.000
Kas - (Kredit) Rp 500.000.

Langkah II : Pencatatan ke dalam kolom jurnal umum :

ASTUTI TAYLOR
JURNAL UMUM
PER 31 MARET 2022

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Rp 15.000.000
Maret 1 Kas Rp 15.000.000

Modal Astuti Taylor

(Penyetoran Modal)

2 Perlengkapan Rp 1.300.000

Kas Rp 1.300.000
(Membeli perlengkapan)
3 Peralatan Rp 7.000.000

Kas Rp 5.000.000
Hutang Usaha Rp 2.000.000
(Membeli mesin jahit)
4 Kas Rp 8.000.000
Pendapatan Jasa
(menerima pendapatan) Rp 8.000.000
5 Beban Listrik
Kas Rp 500.000
(Membayar listrik)
Rp 500.000
Total
2. BUKU BESAR Rp 31.800.000 Rp 31.800.000

a. Pengertian Buku Besar

adalah kumpulan dari akun-akun sejenis yang satu sama lain saling

berhubungan secara sistematis. Akun buku besar merupakan formulis

tempat mencatat perubahan aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan

beban akibat transaksi yang terjadi di dalam perusahaan.

b. Bentuk-Bentuk Buku Besar

1) Bentuk T

Merupakan format buku besar yang paling sederhana. Sesuai namanya

Bentuk T terdiri atas empat bagian yaitu nama akun, nomor akun,

debit (sisi kiri), dan kredit (sisi kanan). Berikut contoh buku besar

bentuk T:

Nama Akun: ..... No Akun: .....
Debit Kredit

2) Bentuk 2 Kolom (Skontro)

Dalam bentuk 2 kolom ini, antara debit dan kredit dipisah, baik
keterangan mapun jumlah angkanya. Formatnya sebagai berikut:

Nama Akun: ..... No. Akun: .....

Tanggal Keterangan Re Debit Tanggal Keterang Ref Kredit

f an

3) Bentuk 3 Kolom (Berkolom saldo tunggal)

Pada bentuk 3 kolom, terdiri atas tanggal, keterangan, ref, kolom debit,

kolom kredit, dan saldo. Formatnya sebagai berikut:
Nama Akun: ..... No. Akun: .....

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo

4) Bentuk 4 Kolom (Berkolom saldo ganda)
Pada bentuk 4 kolom, terdiri atas tanggal, keterangan, kolom debit, kredit,

dan saldo debit dan saldo kredit. Formatnya sebagai berikut:

Nama akun: ..... No. Akun: .....

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo

Debit Kredit

Gambar 1.6 Format buku besar bentuk 4 kolom

Penjelasan mengenai bentuk buku besar di atas adalah:
a) Nama akun diisi dengan nama akun, misalnya akun kas, modal, dan yang

lainnya.
b) Nomor akun diisi dengan nomor kode yang telah ditetapkan untuk akun

tersebut, misalnya akun kas dengan kode 111, akun modal dengan 311.
c) Kolom tanggal diisi dengan tanggal terjadinya transaksi. Tanggal transaksi ini

sudah dicatat di dalam jurnal, maka mengisinya harus sesuai dengan
tanggal jurnal.
d) Kolom keterangan diisi dengan keterangan singkat mengenai transaksi
tersebut dan penjelasan singkat ini sudah dibuat dalam jurnal.
e) Kolom Ref (referensi) diisi dengan halaman jurnal dari mana transaksi
tersebut dipindahkan.
f) Kolom debit dan kredit diisi dengan jumlah transaksi tersebut yang terdapat
dalam jurnal.

c. Langkah – Langkah Memposting Buku Besar
Setelah pencatatan transaksi pertama dalam jurnal, langkah

selanjutnya melakukan pencatatan ke dalam buku besar dengan jalan
memindahkan kolom debit jurnal ke buku besar sebelah debit dan kolom
kredit jurnal ke buku besar sebelah kredit.

Proses memindahkan catatan dari jurnal yang telah dibuat ke dalam
buku besar disebut dengan posting. Sebelum melakukan posting dari
jurnal, terlebih dahulu jika terdapat saldo awal sebelum memulai kegiatan
akuntansi, dilakukan pencatatan saldo-saldo akun buku besar pada awal
periode ke akun buku besar yang sesuai.

Proses pemindahan dari jurnal ke buku besar (posting) dilakukan
dengan cara sebagai berikut:
1) Tanggal jurnal dipindahkan pada kolom tanggal buku besar.
2) Halaman jurnal dipindahkan pada kolom Ref buku besar dengan
menuliskan JU. Misalnya JU 1 berarti posting buku besar berasal dari
jurnal umum halaman 1.
3) Jumlah pada jurnal dipindahkan ke buku besar sesuai dengan akun yang

bersangkutan. Jumlah debit jurnal ditempatkan pada debit buku besar
dan jumlah kredit jurnal ditempatkan pada kredit buku besar.
4) Kolom Ref jurnal diisi dengan nomor kode akun buku besar yang
digunakan.

Cara menghitung pada kolom Saldo :
 Jika Debit bertemu dengan Debit, hitungnya + (ditambah), dan hasilnya

juga ditempatkan diposisi Debit.
 Jika Kredit bertemu dengan Kredit, hitungnya + (ditambah), dan hasilnya

juga ditempatkan diposisi Kredit.
 Jika Debit bertemu dengan Kredit, hitungnya - (di kurang), dan hasilnya

tempatkan pada posisi jumlah yang lebih besar.
 Jika Kredit bertemu dengan Debit, hitungnya - (di kurang), dan hasilnya

tempatkan pada posisi jumlah yang lebih besar.

CONTOH SOAL :

BENGKEL CEPAT
JURNAL UMUM
PER 31 JANUARI 2022

TGL KETERANGAN REF DEBIT KREDIT
100 Rp 30.000.000 Rp 30.000.000
1 KAS
300
MODAL USAHA

(Setoran modal)

2 PERALATAN BENGKEL 101 Rp 2.000.000
100
KAS Rp 2.000.000

(membeli peralatan)

3 PERALATAN BENGKEL 101 Rp 15.000.000
200
HUTANG USAHA 100 Rp 10.000.000
Rp 5.000.000
KAS

(membeli peralatan)

4 HUTANG USAHA 200 Rp 7.000.000
100
KAS Rp 7.000.000

(membayar hutang)

TOTAL Rp 54.000.000 Rp 54.000.000

1. DARI JURNAL DIATAS POSTINGLAH KE DALAM BUKU BESAR BENTUK T !
JAWAB:

BENGKEL CEPAT
BUKU BESAR

PER 31 JANUARI 2022

KAS Kode Akun: 100
Debit
1) Rp 30.000.000 Kredit

2) Rp 2.000.000

3) Rp 5.000.000

4) Rp 7.000.000

Total : Rp 30.000.000 Rp 14.000.000
Saldo Rp 16.000.000

PERALATAN BENGKEL Kode Akun: 101
Kredit
Debit

2) Rp 2.000.000

3) Rp 15.000.000

Saldo Rp 17.000.000

4) Rp HUTANG USAHA 3) Kode Akun: 200
Debit Saldo Kredit
7.000.000
Rp 10.000.000
Rp 3.000.000

MODAL USAHA Kode Akun: 300
Debit Kredit

1) Rp 30.000.000
Saldo Rp 30.000.000

BENGKEL CEPAT
BUKU BESAR 4 KOLOM
PER 31 JANUARI 2022

NAMA AKUN : KAS NO. AKUN : 100

Tgl Keterangan Ref DEBIT KREDIT SALDO

DEBIT KREDIT

Jan 1 Modal awal JU.1 Rp 30.000.000 Rp
30.000.000

2022 2 Pembelian JU.1 Rp 2.000.000 Rp
peralatan 28.000.000

3 Pembelian JU.1 Rp Rp
peralatan 5.000.000 23.000.000

4 Pembayaran JU.1 Rp Rp
hutang 7.000.000 16.000.000

TUGAS MANDIRI : DARI CONTOH SOAL DI ATAS , LANJUTKAN AKUN YANG

BELUM DIPOSTING KE DALAM BUKU BESAR 4 KOLOM !

F. LATIHAN SOAL

1. Kolom referensi (Ref) pada buku jurnal dan buku besar ketika dilakukan

posting diisi dengan....

A. Nomor halaman jurnal dan nomor bukti pencatatan

B. Nomor akun buku besar yang bersangkutan dan nomor halaman buku

jurnal

C. Nomor bukti pencatatan dan nomor akun buku besar yang bersangkutan

D. Nomor urut transaksi dan nomor bukti pencatatan

E. Nomor akun buku besar yang bersangkutan dan nomor urut transaksi

2. Sumber data pencatatan buku besar adalah ....

A. Dokumen transaksi

B. Faktur pembelian

C. Neraca saldo

D. Buku harian jurnal

E. Laporan keuangan

3. Jurnal adalah buku untuk mencatat ....

A. Perubahan kekayaan

B. Semua peristiwa dalam perusahaan

C. Setiap transaksi keuangan dalam perusahaan

D. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan perusahaan

E. Semua harta, utang, dan modal

4. Ny. Elva menyetor uangnya untuk mendirikan perusahaan jasa Salon

CANTIK sebesar Rp50.000.000,00. Jurnal dari transaksi tersebut adalah ....

A. Kas Rp50.000.000

Modal Elva Rp50.000.000

B. Modal Elva Rp50.000.000

Kas Rp50.000.000

C. Prive Elva Rp50.000.000

Kas Rp50.000.000

D. Investasi Rp50.000.000

Kas Rp50.000.000

E. Kas Rp50.000.000

Prive Elva Rp50.000.000

5. Dibayar beban listrik sebesar Rp500.000,00. Jurnal yang harus dibuat ialah ....

A. Kas Rp500.000
Beban listrik Rp500.000

B. Utang usaha Rp500.000
Beban listrik Rp500.000

C. Beban listrik Rp500.000
Utang usaha Rp500.000

D. Beban listrik Rp500.000
Modal Rp500.000

E. Beban listrik Rp500.000
Kas Rp500.000

TAHAP PENGIKHTISARAN

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah Kegiatan Pembelajaran 2 ini diharapkan anak-anak dapat
menyusun neraca saldo dan membuat jurnal penyesuaian dengan tekun,
teliti, benar, dan rapi.
1. Neraca Saldo

a. Pengertian Neraca Saldo
Neraca saldo merupakan daftar terperinci yang berisi saldo-saldo

pada buku besar yang disusun di akhir periode akuntansi. Fungsinya
untuk memastikan setiap transaksi berada pada nilai dan posisi yang
benar. Sumber penyusunan neraca saldo adalah buku besar. Berikut
bentuk kolom neraca saldo:

Nama Perusahaan Neraca Saldo
Per ………………………..

No. Nama Akun Debit Kredit
Akun (4)
(2) (3)
(1) Gambar 2.1 Format neraca saldo

Keterangan:
(1) Kolom nomor akun diisi dengan nomor kode akun.
(2) Kolom nama akun diisi dengan nama akun sesuai dengan urutan

nomor akun.
(3) Kolom debit diisi dengan jumlah saldo akun yang bersaldo debit.
(4) Kolom kredit diisi dengan jumlah saldo akun yang bersaldo kredit.
b. Langkah-Langkah Menyusun Neraca Saldo

Penyusunan neraca saldo didasarkan pada saldo akun yang
terdapat pada buku besar sehingga penyusunan neraca saldo harus
memperhatikan bentuk buku besarnya. Penyusunan neraca saldo sebagai
berikut:
1) Menghitung saldo tiap-tiap akun buku besar.
2) Menyusun saldo tiap-tiap akun buku besar dalam neraca saldo sesuai

nomor kode akun dan tingkat likuiditas.

BENGKEL CEPAT
NERACA SALDO

PER 31 JANUARI 2022

NO NAMA AKUN DEBIT KREDIT
100 KAS
Rp 16.000.000

101 PERALATAN BENGKEL Rp 17.000.000

200 HUTANG USAHA Rp 3.000.000

300 MODAL USAHA Rp 30.000.000

TOTAL Rp 33.000.000 Rp 33.000.000
2. Jurnal Penyesuaian

Penyusunan neraca saldo biasanya dilakukan setiap akhir bulan atau

pada akhir periode akuntansi. Saldo akun pada neraca saldo merupakan

ringkasan dari pencatatan akuntansi dalam periode akuntansi. Apakah data

pada neraca saldo dapat digunakan untuk menyusun laporan keuangan? Pada

akhir periode belum semua akun dalam neraca saldo menunjukkan akun

sebenarnya. Misalnya akun pendapatan dan beban belum menunjukkan

jumlah pendapatan dan beban yang sebenarnya selama periode bersangkutan.

Mungkin selama berjalannya waktu dalam satu periode akuntansi telah

terjadi perubahan-perubahan yang belum dicatat. Oleh karena itu,

perusahaan perlu menyesuaikan perubahan akun yang berada pada neraca

saldo ini dengan membuat jurnal penyesuaian agar menunjukkan kondisi

sebenarnya.

a. Pengertian Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang tidak didasarkan pada aktivitas

transaksi, tetapi didasarkan pada perhitungan atau keterangan tertentu

seperti beban penyusutan gedung, beban sewa gedung, dan utang gaji.

b. Tujuan Jurnal penyesuaian

1. Membuat setiap akun riil (akun aset, liabilitas, dan ekuitas) menunjukkan

jumlah sebenarnya pada akhir periode akuntansi.

2. Membuat setiap akun nominal (pendapatan dan beban) menunjukkan

jumlah pendapatan dan beban yang betul terjadi pada akhir periode

akuntansi.

c. Pencatatan Jurnal Penyesuaian
1. Perlengkapan
Perlengkapan yang digunakan (terpakai) yaitu sebagian dari harga beli
perlengkapan yang sudah digunakan selama satu periode. Perlengkapan
yang digunakan menjadi beban perlengkapan.

Keterangan Debit Kredit

Beban Perlengkapan…. Rp xx -

- Rp xx

Perlengkapan….
Perhatikan contoh berikut!

Pada tanggal 4 Mei 2019 Clean n Fresh Laundry membeli perlengkapan

sebesar Rp900.000,00 secara tunai. Pada tanggal 31 Desember 2019

perlengkapan yang tersisa sebesar Rp100.000,00. Artinya, perlengkapan

yang habis dipakai dalam satu periode akuntansi sebesar Rp900.000,00 –

Rp100.000,00 = Rp800.000,00. Jurnal penyesuaian pada tanggal 31

Desember 2019 sebagai berikut.

Beban perlengkapan Rp800.000,00

Perlengkapan Rp800.000,00

2. Penyusutan (depresiasi) Harta Tetap
yaitu penggunaan harta tetap berwujud yang harus dibebankan pada
suatu periode akuntansi. Semua jenis kelompok harta tetap, kecuali
tanah. Jurnal penyesuaiannya :

Keterangan Debit Kredit

Beban Penyusutan…. Rp xx -

Akumulasi Penyusutan…. - Rp xx

3. Beban dibayar dimuka (persekot)

yaitu beban yang sudah dibayar tetapi sebagian beban sebenarnya harus

dibebankan pada periode yang akan datang. Pencatatan bisa diakui

sebagai beban dan juga bisa diakui sebagai harta.

Jurnal penyesuaiannya :

A. Metode Harta Keterangan Debit Kredit
- Pada Neraca Saldo terdapat Beban …. Rp xx -
akun ….. Dibayar Dimuka - Rp xx
- Beban yang sudah dipakai atau ….. Dibayar Dimuka
waktunya telah terlewati.

B. Metode Beban Keterangan Debit Kredit
-Pada Neraca Saldo terdapat akun ….. Dibayar Dimuka Rp xx -
Beban …… - Rp xx
Beban …..
- Beban yang belum dipakai atau
waktunya belum terlewati.

4. Pendapatan diterima dimuka (utang pendapatan)
yaitu pendapatan yang sudah diterima tetapi sebenarnya sebagian pendapatan itu
untuk periode berikutnya.

A. Metode Utang Keterangan Debit Kredit
- Yang dihitung pendapatan ……Diterima Dimuka Rp xx -
yang telah diterima / - Rp xx
Pendapatan …
waktunya yang telah terlewati
- Pada Neraca Saldo terdapat
akun ….. Diterima Dimuka

Contoh: Keterangan Debit Kredit
Pada neraca saldo akun Sewa diterima dimuka
Sewa diterima dimuka Rp 300.000 -
sebesar Rp1.200.000 Pendapatan Sewa
Tgl 31 Des 2013: Sewa - Rp 300.000
diterima 1 Oktober 2013
untuk masa 1 tahun.
= 3/12 x 1.200.000

= 300.000

5. Beban yang masih harus dibayar (utang beban)
yaitu beban yang sudah menjadi kewajiban tetapi perusahaan belum mencatat. Jurnal
penyesuaiannya :

Keterangan Debit Kredit

Beban …. Rp xx -
Utang …. - Rp xx

6. Pendapatan yang masih harus diterima (Piutang pendapatan)
yaitu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum dicatat.

Keterangan Debit Kredit

Piutang ….. Rp xx -
Pendapatan …. - Rp xx

F. LATIHAN SOAL

PILIHAN GANDA :

1. Jurnal penyesuaian untuk menyesuaikan beban gaji yang belum dibayar

sebesar Rp2.700.000,00 pada akhir periode adalah ....
A. Utang gaji Rp2 700.000,00

Beban gaji Rp2 700.000,00

B. Beban gaji Rp2 700.000,00

Iktisar laba rugi Rp2 700.000,00

C. Modal Rp2 700.000,00
Beban gaji Rp2 700.000,00

D. Beban gaji Rp2 700.000,00

Kas Rp2 700.000,00

E. Beban gaji Rp2 700.000,00

Utang gaji Rp2 700.000,00
2. Saldo akun iklan dibayar di muka sebesar Rp900.000, jumlah sebesar itu
dibayarkan kepada stasiun radio swasta untuk 10 kali siaran. Sampai akhir

periode baru disiarkan 6 kali, maka jurnal penyesuaiannya adalah ....

A. Iklan dibayar di muka Rp360.000,00

Beban iklan Rp360.000,00

B. Iklan dibayar di muka Rp540.000,00
Beban iklan Rp540.000,00

C. Beban iklan Rp540.000,00

Iklan dibayar di muka Rp540.000,00

D. Beban iklan Rp360.000,00

Iklan dibayar di muka Rp360.000,00
E. Iklan dibayar di muka Rp900.000,00

Beban iklan Rp900.000,00

3. Pada tanggal 1 Juni 2019 persewaan mobil CEPAT menerima pendapatan jasa

untuk masa satu tahun sebesar Rp30.000.000,00. Jurnal penyesuaian yang

dibuat pada tanggal 31 Desember 2019 apabila dicatat sebagai pendapatan

adalah ....
A. Pendapatan sewa Rp17 500.000,00

Sewa diterima di muka Rp17 500.000,00

B. Sewa diterima di muka Rp17 500.000,00

Pendapatan sewa Rp17 500.000,00

C. Pendapatan sewa Rp12 500.000,00
Sewa diterima di muka Rp12 500.000,00

D. Sewa diterima di muka Rp12 500.000,00

Pendapatan sewa Rp12 500.000,00

E. Pendapatan sewa Rp30 000.000,00

Sewa diterima di muka Rp30 000.000,00

ESSAY : Debit Kredit
No Nama Akun Rp 600.000 -
1. Perlengkapan Kantor

2. Kendaraan Rp 5.000.000 -
3. Perlengkapan Toko Rp 700,000 -
4 Asuransi Dibayar Dimuka Rp 3.600.000

5 Beban Iklan Rp 2.400.000

Berikut Data Penyesuaian “Salon Ayu” per 31 Desember 2020 :

1. Perlengkapan kantor yang tersisa Rp 150.000.
2. Perlengkapan Toko yang terpakai Rp 500,000
3. Kendaraan mengalami penyusutan sebesar 8%
4. Asuransi dibayar pada tanggal 1 September 2020 untuk 1 tahun
5. Iklan dibayar untuk 6 kali, sampai 31 Desember 2020 baru dipasang 2

kali
Dari data diatas, buatlah jurnal penyesuaiannya !!

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
KERTAS KERJA (WORKSHEET)
Tujuan Pembelajaran
Setelah Kegiatan Pembelajaran 3 ini diharapkan anak-anak dapat menyusun
kertas kerja dengan teliti dan benar.

A. KERTAS KERJA

1. Pengertian Kertas Kerja
Kertas kerja atau neraca lajur adalah selembar kertas berkolom-kolom
yang dipergunakan untuk membantu menggabungkan seluruh data
akuntansi pada akhir periode akuntansi. Kertas kerja berfungsi sebagai
alat bantu dalam menyusun laporan keuangan.

2. Tujuan penyusunan kertas kerja yaitu:
a. Memudahkan penyusunan laporan keuangan.
b. Menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldod an data
penyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum menyusun
laporan keuangan yang formal.
c. Mempermudah menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan
dalam membuat jurnal penyesuaian.

3. Prosedur penyusunan kertas kerja sebagai berikut:
a. Memasukkan saldo-saldo yang terdapat dalam neraca saldo ke kolom
Neraca Saldo.
b. Memasukkan jurnal-jurnal penyesuaian ke dalam kolom
Penyesuaian.
c. Mengisi kolom Neraca Saldo Disesuaikan dengan cara
menjumlahkan atau mencari selisih antara kolom Neraca Saldo
dengan kolom Penyesuaian. Jika sejenis (misal, debit bertemu debit
atau kredit bertemu kredit) maka dijumlahkan dan ditulis di kolom
yang sejenis. Sedang jika berbeda jenis (misal, debit bertemu kredit
atau kredit bertemu debit) maka dikurangkan dan hasilnya ditulis di
kolom yang angkanya lebih besar.
d. Memindahkan jumlah-jumlah yang ada dalam kolom Neraca Saldo
Disesuaikan ke dalam kolom Laba Rugi dan kolom Laporan Posisi
Keuangan/Neraca.
1) Untuk akun Nominal atau Laba Rugi yakni akun pendapatan dan
beban harus dipindahkan ke dalam kolom Laba Rugi.
2) Untuk akun Riil yakni aset, liabilitas, dan ekuitas harus
dipindahkan ke dalam kolom Laporan Posisi Keuangan /Neraca.
e. Menjumlahkan kolom Laba Rugi dan Posisi Keuangan/Neraca.
1) Jika dalam kolom Laba Rugi lebih besar sebelah kredit, maka
selisih akan ditulis di kolom debit sehingga hasil akhir angka akan
balance/seimbang. Kondisi ini berarti Laba. Dan pada kolom Posisi
Keuangan selisih akan ditulis pada kolom kredit dengan angka
yang sama.
2) Jika dalam kolom Laba Rugi lebih besar sebelah debit, maka
selisih akan ditulis dikolom kredit sehingga hasil akhir akan
balance/seimbang. Kondisi ini berarti Rugi. Dan pada kolom Posisi
Keuangan selisihnya akan ditulis di kolom debit dengan angka
yang sama.


Click to View FlipBook Version