1 MENCIPTA BEST PRACTICE MODEL PEMBELAJARAN DAN GAME EDUKASI SEBAGAI UPAYAOBATSUPERVISI GURU Budi Riyanto, S.Pd.SD. UPT SD Negeri 246 Gresik [email protected] Penulis lahir di Magetan pada 10 Juni 1972. Alumnus D2 IKIP Surabaya (UNESA) dan S1 Universitas Terbuka jurusanPGSD. Pernah mengajar di daerah terpencil Pulau Bawean Kabupaten Gresik selama 10 tahun. Mengajar di SDN Bedilan 10 tahun. Mengajardi UPT SD Negeri 12 Gresik 6 tahun. Melalui SK Bupati Gresik nomor 821.2/7/437.73/Kep/2022, Pemerintah KabupatenGresikmemberikan penghargaan kepada saya untuk menjadi Kepala Sekolah di UPT SD Negeri 246 Kecamatan Bungah. Jarak rumah ke sekolahbaru sekitar 20 km dengan waktu tempuh 45 menit saya jalani dengan penuh tanggung jawab. Selama menjadi guru, penulis aktif menjadi guru pemandu dan nara sumber di KKG. Prestasi yang pernah diraih adalahjuara1Guru Prestasi Tingkat Kecamatan dan juara 3 Guru Prestasi Tingkat Kabupaten Gresik. Penulis menjadi Trainer di Microsoft Innovative
2 Educator (Microsoft Office 365). Menjadi Trainer Google Master Trainer akun belajar.id (kemdikbud) dan sudah melakukan pelatihanke12 KKG Gugus di Kabupaten Gresik. Penulis mendapat penghargaan Sertifikat Penulis pada tanggal 30 April 2021. Memiliki berbagai tulisan diantaranya : BeberapaPTK, artikel Ilmiah yang di muat di Jurnal Pendidikan Namira Gresik, buku “Senang Matematika bersama Strategi Circle Exercise”diterbitkan oleh Pustaka Media Guru, artikel “Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Strategi Circle Exercise” yang diterbitkanoleh beritadisdik.com, artikel Best Practices dan PTK di Jurnal Ilmiah Pendidikan, dan buku “Tips & Trik Mengatasi Kejenuhan Mengajar”. A. Diagnosis Terhadap Pembelajaran Sebelum PTMT Sejak pemerintah menerapkan social distancing untuk mengantisipasi penyebaran wabah COVID-19 maka kegiatanyangmenimbulkan berkumpulnya banyak orang dibatasi. Hal ini mengakibatkan kegiatan pembelajaran yang selama ini secara tatapmukadi sekolah diganti menjadi pendidikan jarak jauh dalam jaringan (daring) dengan sistem online. Namun dalam pelaksanaannya proses pembelajaran jarak jauh tidaklah semudah yang kita bayangkan. Meski pada awalnyaterkesan berlangsung relatif lancar, sebenarnya banyak juga masalah yang timbul dalam proses pembelajaran tersebut. Namunkarenahal ini sudah merupakan keputusan pemerintah maka semua guru maupun siswa harus bisa mengikuti dan menyesuaikan diri. Penggunaan kuota internet dan listrik meningkat sehingga menambah beban ekonomi. Demikian juga dengan problempsikologisanak-anak peserta didik yang terbiasa belajar bertatap muka langsung dengan guru-guru mereka. Proses ini berjalan pada skalayangbelum pernah terukur dan teruji sebab belum pernah terjadi sebelumnya. Akibatnya serba kebingungan, sebab infrastruktur informasi teknologi sangat terbatas. Penggunaan berbagai teknologi dan aplikasi akan menjadikan pembelajaran menjadi sangat menarik. Namun, karena Belajar Dari Rumah (BDR) dilaksanakan dalam rentang waktu yang realtif lama dan di tempat yang sama, yaitu rumah, maka efek yang muncul adalah rasa jenuh. Oleh karena itu, keluhan yang sering terdengar dari aktivitas BDR adalah kejenuhan karena tugas menumpuk. Bisa
3 jadi seperti itu apabila kegiatan BDR kurang memacu adrenalin. Peserta didik hanya mengerjakan atau melakukan hal-hal yangsudahbiasa. Berbagai macam keluhan, kejenuhan, dan keraguan atas prestasi anak di masa pandemi akhirnya tersiramangin segar dengandatangnya SK 4 menteri. Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, diputuskanuntukmendorong satuan pendidikan melakukan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) dengan tetap menerapkanprotokol kesehatan. Pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan mengambil peran yang lebih dari sekedar mengajar dan mengelola pendidikan, tetapi juga mengubah pola belajar anak ke arah Merdeka Belajar dan internalisasi nilai-nilai Pelajar Pancasila. Pendidik dantenagakependidikan harus mampu menerapkan strategi pembelajaran yang komunikatif, kolaboratif, kreatif, dan kritis. Melalui strategi pembelajaran yang diselenggarakan baik dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) melalui PTMT akan lebih menarikdanmenyenangkan peserta didik dan dapat mengatasi terjadinya learning loss. Alhamdulillah, akan menjadi hal yang sangat positif dan memotivasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan denganadanyaprogram dari Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik untuk memberikan apresiasi kepada guru dankepalasekolah inspiratif jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP) pada masa pandemi yang akan diberikan dalam acara peringatanHUTKemerdekaan RI yang bertema ”Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan di Kabupaten Gresik”. Pembelajaran Tatap Muka Terbatas adalah proses pembelajaran di satuan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah dandi luarsekolah dengan dua fase yaitu masa transisi dan masa kebiasaan baru (new normal). Apresiasi merupakan penghargaanterhadapkinerja atau karya guru dan kepala sekolah pendidikan dasar, yang telah mengembangkan profesi kependidikannya dan berperanaktif dalam implementasi PTMT dalam mengatasi learning loss. Inspiratif adalah kinerja atau karya guru dan kepala sekolah Pendidikan
4 dasar, dalam implementasi PTMT dalam mengatasi learning loss yang mampu menggugah inspirasi dan semangat teman sejawat untukmelakukan hal serupa. Learning loss adalah hilangnya kesempatan belajar secara efektif bagi peserta didik di sekolah yang berakibatpada penurunan penguasaan kompetensi peserta didik yang dikarenakan kondisi pandemi Covid 19. Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM) dimulai pada tahun ajaran baru Juli 2021. Ada banyak hal lain yang harus disiapkanoleh sekolah agar PTM Terbatas berlangsung aman dan nyaman bagi warga sekolah. PTM Terbatas ini tidak sama seperti sekolahtatapmuka biasa. Sekolah pun diharuskan memenuhi ketentuan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 sesuai SKBEmpatMenteri dan juga Instruksi Mendagri Nomor 14 Tahun 2021 dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta kesehatandankeselamatan warga sekolah. B. Perencanaan PTMT Untuk Mengatasi Learning Loss Kepala Sekolah Pendidikan Dasar adalah guru yang diberi tugas untuk memimpin dan mengelola satuan pendidikanDasar(SDdan SMP) dengan tugas melaksanakan manajerial, supervisi, dan kewirausahaan. Sedangkan Guru Pendidikan Dasar adalahpendidikprofesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi pesertadidikpada pendidikan dasar (SD dan SMP). Sebagai kepala satuan pendidikan, kepala sekolah dalam menyelenggarakan PTM Terbatas bertanggungjawab untuk : 1) Mengisi daftar periksa kesiapan PTM Terbatas di sekolah, 2) Membentuk satuan tugas penanganan COVID-19 di sekolah, 3) Membuat RencanaKegiatan dan Anggaran Satuan Pendidikan (RKAS), dan 4) Melakukan tindak lanjut jika terjadi temuas kasus COVID-19 di sekolah. Terjadinya perubahan model pembelajaran menuntut kepala sekolah untuk berinovasi dalam menjalankan fungsi supervisi. Menurut Ngalim Purwanto (2006, 198:103) supervisi adalah suatu aktifitas pembinaan yang direncanakan untuk membantuparagurudan pegawai sekolah lainya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Kepala sekolah sebagai supervisor bertugas membina
5 sekolah agar dapat mencapai tujuan pendidikan. Kepala sekolah dapat melakukan supervisi dengan cara pengawasan dan pengendalianuntuk meningkatkan kinerja guru. Supervisor diharapkan dapat menjadi motivator bagi guru-guru untuk bisa bekerja dengan baik dan bersemangat untukmempersiapkan dalam menghadapi kehidupan di masa depan. Jika guru-guru temotivasi besar harapannya guru dapat bekerja dengantenang dan lebih tekun serta tugas dan tanggung jawabnya dihadapi dengan senang hati. Dalam proses supervisi, kepala sekolah memberikan arahan kepada guru dan memastikan dalam pelaksanaan pembelajaransecara PTM Terbatas agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Memastikan pembelajaran dilakukan sesuai dengan tujuan. 2. Merancang pembelajaran yang beragam agar pembelajaran menarik bagi peserta didik. 3. Guru tidak hanya memberi tugas, tetapi juga memberikan umpan balik hasil belajar. 4. Memastikan pembelajaran bukan hanya berjalan, tetapi juga bermakna disesuaikan dengan kemampuan guru dan peserta didik. 5. Memastikan guru dapat membangun hubungan sosial yang baik dengan peserta didik, guru membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran. Supervisi akademik merupakan kegiatan yang dapat membantu guru mengembangkan kemampuan untuk mengelolaprosespembelajaran demi tercapinya tujuan pembelajaran. Penilaian kinerja guru dalam supervisi akademik adalah melihat kondisi kinerjaguru untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, misalnya apa yang dilakukan guru di dalam kelas, apa kelebihan dan kekurangangurudalam melaksanakan proses pembelajaran dan sebagainya. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut maka akandiperolehinformasi mengenai kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Teknik supervisi yang digunakan yaitu teknik individual dan teknik kelompok. Teknik supervisi individual diberikan kepadagurutertentu yang mempunyai masalah khusus dan bersifat perseorangan. Teknik supervisi kelompok ditujukan pada dua orang ataulebihyang mempunyai permasalahan yang sama.
6 Kegiatan supervisi akademik yang sudah dilakukan penulis (kepala sekolah) kepada guru-guru di UPT SD Negeri 246 KabupatenGresik adalah sebagai berikut : 1. Kepala sekolah membuat program supervisi guru (administrasi kelas, perencanaan program pembelajaran dan pelaksanaanprosespembelajaran) 2. Pelaksannaan supervisi guru/kelas pada setiap Tahun Pelajaran minimal sebanyak 4 kali (2 kali pada semester 1 dan 2 kali pada semester 2)3. Pelaksanaan supervisi guru/kelas pada semester 2 dilakukan pada minggu ke 1 dan 2 bulan Mei 2022. 4. Sasaran supervisi adalah semua guru kelas dan semua guru mata pelajaran, baik guru PNS maupun guru Non PNS yang terdiri dari 5guruPNS dan 6 guru Non PNS 5. Ruang lingkup supervisi meliputi: pengembangan silabus; penyusunan RPP; pengembangan materi pembelajaran; penggunaanmediapembelajaran; penggunaan metode pembelajaran; penguasaan model-model pembelajaran; teknik penilaian yang bervariasi; pelaksanaanpembelajaran yang berkualitas; pemanfaatan belajar di luar kelas; tindak lanjut hasil pelaksanaan pembelajaran. 6. Instrumen supervisi meliputi penilaian : RPP; pelaksanaan KBM; administrasi KBM; administrasi hasil belajar; kumpulan administrasi kelas; Penilaian Kinerja Guru (PKG). Hasil supervisi menunjukkan masih banyak ditemukan kelemahan-kelamahan terutama pada, pengembangansilabus, penggunaan media pembelajaran, penentuan KKM dengan mempertimbangkan aspek kompleksitas, daya dukung, dan intakesiswa, penggunaan model-model pembelajaran, teknik penilaian yang bervariasi, pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas, pemanfaatanbelajar di luar kelas, penataan kelas yang kondusif, dan administrasi hubungan dengan ortu/wali siswa masyarakat lainnya. Mencermati hasil analisis program supervisi akademik pada guru UPT SD Negeri 246 Gresik secara umumditemukanbanyakkelemahan yang perlu diperbaiki bagi peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus peningkatan profesionalisme guru, seperti: pengembangan indikator dan materi pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran yang belum variatif, dan lemahnya penguasaanguru dalam model-model pembelajaran aktif, kreatif, menyenangkan untuk menuju pencapaian Students Wellbeing.
7 Perencanaan PTM Terbatas yang penulis lakukan untuk mengatasi Learning Loss berdasarkan hasil analisis programsupervisi akademik adalah: 1. Sudah sangat perlu dan penting seorang guru memiliki best practice mengajar yang interaktif yang berdampak pada proses pembelajaranyang asyik menyenangkan menuju pencapaian Students Wellbeing. 2. Upaya pemberian solusi atau obat untuk menyelesaikan masalah dengan memberikan pelatihan kepada guru-guru dalampenggunaanmodel-model pembelajaran dan game edukasi yang interaktif menyenangkan. 3. Solusi obatnya melalui pelatihan berjudul “Mencipta Best Practice Model Pembelajaran Dan Game Edukasi Wordwall Sebagai Upaya Obat Supervisi Guru”. Diharapkan melalui pelatihan ini guru-guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, asyik dan menyenangkanmenuju pencapaian Students Wellbeing. C. Pelaksanaan PTMT Untuk Mengatasi Learning Loss Pelatihan mencipta Best Practice akan mengantarkan seorang guru mendapatkan model pembelajaran yang tepat dalammenjalani pekerjaannya. Guru akan dapat menerapkan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik siswa. Masing-masing model, terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan dan metode untuk menciptakan lingkungan belajar yang menentukanpelibatan kegiatan siswa dan guru dalam pembelajaran serta keterampilan yang merupakan perilaku pembelajaran yang paling spesifik. Pembelajaran adalah proses interaksi antarpeserta didik, antara peserta didik dan pendidik, dan antara peserta dansumberbelajar lainnya pada suatu lingkungan belajar yang berlangsung secara edukatif, agar peserta didik dapat membangunsikap, pengetahuan dan keterampilannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaranyangdisusun secara sistematis untuk mencapai tujuan belajar yang menyangkut sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistempendukung
8 (Joice&Wells). Sedangkan menurut Arends dalam Trianto, mengatakan “model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatupolayang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Kurikulum 2013 menggunakan 3 model pembelajaran utama (Permendikbud No. 103 Tahun 2014) yang diharapkandapatmembentuk perilaku saintifik, perilaku sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Ketiga model tersebut adalah: model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning), danmodel Pembelajaran Melalui Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Tidak semua model pembelajaran tepat digunakan untuk semua KD/materi pembelajaran. Model pembelajaran tertentuhanyatepat digunakan untuk materi pembelajaran tertentu. Sebaliknya materi pembelajaran tertentu akan dapat berhasil maksimal jikamenggunakan model pembelajaran tertentu. Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru untuk mengimplementasikan rencana pembelajaran yang telahdisusundalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam bukun yang berjudul “Strategi Belajar Mengajar”, Luluk Suryani dan Leo Agung membedakan strategi pembelajaran dan metode pembelajaran. Strategi pembelajaran masihbersifatkonseptual dan untuk mengimplementasikannya ke dalam kelas membutuhkan berbagai metode pembelajaran. Dapat dikatakanstrategi merupakan a plan of operation achieving something sedangkan metode adalah a way in achieving it. Dalam Kurikulum 2013 dituliskan bahwa ada banyak sekali metode pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas. Pemilihanmetode mengajar itu tergantung pada penguasaan teknik dan materi yang akan disampaikan. Metode yang dapat digunakan antaralain: examples non examples, picture an picture, membered heads together, STAD, JIGSAW, mind mapping, make-a match, thing pair andshare, role playing, dan snowball throwing.
9 Beberapa metode dan langkah-langkah pembelajarannya dapat dilihat pada gambar berikut: Game edukasi merupakan permainan yang dikemas untuk merangsang daya pikir termasuk meningkatkan konsentrasi danmemecahkan masalah. Teknik pembelajaran interaktif yang efektif bagi anak usia dini adalah dengan menggunakan Game edukasi, hal ini dikarenakan sebagian besar anak di usia dini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap semua yang berada di lingkungansekitarnya (Eva, 2009). Beberapa game edukasi itu adalah game Thinglink, Oodlu, Netboard, Idea Board, Powtoon, Educandy, danWordwall. Berikut link-link contoh game edukasi yang pernah saya buat dan digunakan dalam proses pembelajaran 1. https://www.thinglink.com/scene/1418654856876392451 2. https://oodlu.org/share-game/f2720018-4346-4969-90c6-46a0ad428fb0 3. https://oodlu.org/share-game/78e9177f-a488-4615-a5a6-a437a779a8a5 4. https://ideaboardz.com/for/Budi%20Riyanto/3704682 5. https://ideaboardz.com/for/Budi%20Riyanto/3704791 6. https://ideaboardz.com/for/Budi%20Riyanto/3704816 7. https://budi.netboard.me/macammacamgaya/?link=PMyLDkzR-CaERhs7e-ziPltoAb
10 Wordwall merupakan salah satu aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai tipe permainan interaktif yangdapatdiakses secara online maupun langsung dicetak pada media kertas. Aplikasi berbasis website ini dapat digunakan untuk membuatmedia pembelajaran seperti kuis, menjodohkan, memasangkan pasangan, anagram, acak kata, pencarian kata, mengelompokkan, dll. Aplikasi ini menyediakan 18 template yang dapat diakses secara gratis, yaitu : 1. Match up, drag and drop pada teks yang sesuai. 2. Quiz, Pilih jawaban yang tepat untuk melanjutkan ke pertanyaan berikutnya. 3. Random wheels, putar roda yang ada untuk melihat item yang muncul berikutnya. 4. Open the box, tekan setiap kotak untuk membuka dan melihat isi di dalamnya. 5. Group sort, drag and drop item sesuai kelompok yang benar. 6. Find the match, pasangkan dengan jawaban yang tepat. Ulang hingga semua soal hilang. 7. Random cards, pilih kartu dari tumpukan yang telah diacak. 8. Matching pairs, pilih kartu sesuai pasangannya sebelum waktu habis. 9. Missing words, pemain dapat melakukan drag and drop teks pada ruang yang kosong. 10. Unjumble, rag and drop kata untuk mengurutkan menjadi sebuah kalimat yang tepat. 11. Anagram, seret huruf pada posisi yang benar dari kata atau frase yang telah diacak. 12. Labelled diagram, drag and drop pada titik yang benar pada gambar. 13. Gameshow quiz, kuis pilihan ganda dengan waktu yang ketat serta ronde bonus. 14. Whack-a-mole, tikus akan muncul pada saat tertentu. Pukul pada jawaban yang tepat untuk memenangkan permainan. 15. Wordsearch, temukan kata yang ada di kotak huruf secepat mungkin. 16. Maze chase, pergi ke zona jawaban yang benar dengan menghindari musuh yang ada. 17. Crossword, gunakan petunjuk yang ada untuk menyelesaikan teka-teki silang. 18. Flip tiles, jelajahi kumpulan dua sisi kartu dengan menyentuh kartu untuk memperbesar dan geser untuk membalik kartu.
11
12 Berikut beberapa contoh template permainan game edukasi wordwall:
13 Untuk bisa membuat dan memanfaatkan aplikasi ini, berikut tutorial yang dapat dilakukan: 1. Mendaftarkan akun di https://wordwall.net/. Klik Sign Up lalu isikan nama, alamat email, kata sandi dan lokasi Anda. 2. Pilih Create Activity lalu pilih salah satu template aktivitas yang disediakan. 3. Tuliskan judul dan deskripsi permainan. 4. Ketikkan konten Anda sesuai dengan tipe permainannya. Pada beberapa tipe, Anda diperkenankan mengunggah gambar. 5. Klik Done jika telah selesai. Agar lebih jelasnya, berikut gambar urutan pembuatan aplikasi game online wordwall:
14 Kegiatan pelaksanaan pelatihan “Mencipta Best Practice Model Pembelajaran Dan Game Edukasi Wordwall Sebagai UpayaObatSupervisi Guru” dilakukan di ruang computer UPT SD Negeri 246. Ruang computer dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC), dankipasangina, sehingga ruangan terasa sejuk dan nyaman sebagai tempat belajar. Ruangan juga dilengkapi WIFI internet dengan kapasitas50mpbs yang mampu memperlancar kegiatan proses praktik pembuatan game wordwall. Proses pelaksanaan pelatihan berjalan dengan lancer dan sukses. Para peserta begitu antusias dalam mengikuti penjelasannarasumber. Beberapa pertanyaan dimunculkan oleh para peserta, hal ini menunjukkan mereka benar-benar pengin tahu dan penginbiasmembuat game wordwall. Antusias dan semangat peserta dalam mengikuti pelatihan juga dibuktikan dengan membawa sendiri laptopnya walaupun di dalam ruangan komputer sudah tersedia 20 perangkat komputer.
15 D. Evaluasi Implementasi PTMT Kebijakan PTMT yang mayoritas diberlakukan pada pertengahan semester ganjil ini sekaligus sebagai jawaban atas kekhawatiranterjadinya learning loss (hilangnya pengetahuan dan keterampilan, atau terjadinya kemunduran proses akademik). Kekhawatiranini akibat tidak adanya interaksi langsung guru dan siswa dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Dari hasil survei di sekolah, maka ditemukan beberapa kendala dalam implementasi PTMT di sekolah, yaitu: 1. Kendala jaringan internet yang unstable (tidak stabil), meskipun di sekolah memiliki jaringan internet yang cukup, tapi faktanya masihtetap jaringan tiba-tiba terputus. 2. Peralatan pembelajaran yang masih bongkar pasang, terutama sound, dan LCD proyektor. Sehingga waktu pembelajaran terkurangi, dampaknya, pembelajaran kurang efisien. 3. Guru lebih konsentrasi melayani siswa di sekolah daripada yang online dari rumah. Maka, solusinya guru perlu latihan pembelajaransecara hybrid learning dan menyeimbangkan pelayanan kepada siswa of line di sekolah serta melayani siswa yang online di rumah. 4. Kurang efektifnya pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah. Ditemukan beberapa guru, dan siswa kurang istiqomah melaksanakanprotokol kesehatan. Alhamdulillah dengan dilaksanakannya pelatihan berjudul “Mencipta Best Practice Model Pembelajaran Dan GameEdukasiWordwall Sebagai Upaya Obat Supervisi Guru”, guru-guru dapat menciptakan perencanaan dan proses pembelajaran yangaktif, kreatif, asyik dan menyenangkan menuju pencapaian Students Wellbeing. Guru-guru UPT SD Negeri 246 Gresik peserta pelatihan berhasil mampu menyusun RPP dan menciptakan praktikprosespembelajaran yang aktif, kreatif, asyik dan menyenangkan menuju pencapaian Students Wellbeing.
16 Berikut dapat di tunjukkan hasil-hasil pelatihan berjudul “Mencipta Best Practice Model Pembelajaran Dan GameEdukasiWordwall Sebagai Upaya Obat Supervisi Guru”: 1. Link game edukasi wordwall : a. Quis / Ulangan : https://wordwall.net/resource/32744740 b. Game Show Quis : https://wordwall.net/resource/20165961 c. Sortir Group : https://wordwall.net/resource/13491404 d. Anagram : https://wordwall.net/resource/32745978 e. Open The Box : https://wordwall.net/resource/32746032 f. Maze Chase / Mengejar labirin : https://wordwall.net/resource/32746109 g. https://wordwall.net/resource/32908484 h. https://wordwall.net/play/32957/488/504 i. https://wordwall.net/play/32941/278/964 2. Link youtube penulis tentang Tutorial Membuat Game Edukasi Interaktif Wordwall : https://www.youtube.com/watch?v=NhyusALe1743. RPP hasil pelatihan pembuatan game edukasi : a. https://docs.google.com/document/d/1FX8opparW7xnoa6vE4ynYaNk_LQintjNO0rLBukfJl4/edit?usp=sharing b. https://drive.google.com/drive/folders/16y6oTS8sa1sx8Jb-0JmIB4K74BjF7ZWz?usp=sharing c. https://drive.google.com/drive/folders/1Tt0CQWCJSx7VcvR93SUIRJ9uTUPcJRY7?usp=sharing d. https://drive.google.com/drive/folders/1LQnYBPpL46kapOJ6su3V2tKcnmkQ2RK8?usp=sharing
17 E. Tindak Lanjut PTMT Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah keberlanjutan inovasi dalam pengembangan model-model pembelajarandanpengembangan media game edukasi interaktif. Beberapa RPP dan proses pembelajaran lainnya juga perlu dievaluasi kembali untukproses pengembangan pembelajaran yang menarik interaktif. Selain itu, evaluasi secara berkala dalam bentuk supervisi akademikperludilakukan untuk tolak ukur kesesuaian RPP dengan proses pembelajaran serta kemampuan dan kondisi dari guru itu sendiri. Hendaknya program ini dapat terus berlanjut sehingga lebih banyak lagi guru atau sekolah yang dapat merasakan manfaatnya. Para guru peserta pelatihan diharapkan dapat ikut aktif berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajarannya di sekolahdanmenularkan ilmu yang diperoleh kepada guru-guru yang lain. Evaluasi terhadap hasil kegiatan pelatihan didiskusikan dengan pihak-pihak terkait, misalnya peserta didik, orang tua, guru, dankepala sekolah. Evaluasi digunakan untuk mereview kegiatan yang perlu disempurnakan. Hasil yang diperoleh didokumentasikanuntukselanjutnya disampaikan kepada pihak-pihak yang terkait. Misalnya angket pesera didik, rekaman kegiatan, hasil kegiatanpelatihan, hasil kegiatan siswa disampaikan kepada peserta didik, orangtua peserta didik, teman sejawat, dan kepala sekolah. Dalam menghadapi pembelajaran daring yang berlangsung saat ini dengan segala kelemahan yang ada, maka diharapkanadanyasinergi yang baik dan saling mendukung antara pihak sekolah dengan orang tua di rumah. Pembelajaran daring diharapkandapatmenyadarkan orang tua bahwa orang tua bukanlah sosok yang hanya memenuhi kebutuhan anak secara materi. Lebihdari itu, pendampingan yang intensif dari orang tua akan menghasilkan pendidikan yang bermakna bagi si anak dalamhidup bermasyarakatnantinya. Begitulah salah satu kunci keberhasilan anak menjadi manusia unggul masa depan.