The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sitinurlatifah71, 2023-06-09 21:41:39

AKSI NYATA MODUL MERDEKA BELAJAR

merdeka belajar

AKSI NYATA MODUL MERDEKA BELAJAR OLEH : SITI NURLATIFAH, S.Pd.


Anak anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri , Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu Peran kita sebagai guru adalah sebagai among yang menuntun tumbuh kembangnya kodrat anak, karena anak terlahir dengan memiliki kekuatan kodrat yang berbeda sehingga sebagai among kita harus menuntun tumbuh kembangnya kodrat itu agar mereka mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan MODUL 1 Mengenali dan Memahami Diri Sebagai Pendidik 1.Mengenali dan Memahami Diri Sebagai Pendidik 2.Apa Peran Saya Sebagai Guru 3.ingin menjadi Guru seperti apa saya


Modul 2 Mendidik dan Mengajar 1. Mendidik Menyeluruh Pengajaran adalah suatu cara menyampaikan ilmu atau manfaat bagi kehidupan anak anak secara lahir maupun bathin Pendidikan adalah tempat menaburkan benih benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat sekaligus sebagai instrumen tumbuhnya unsur peradaban Pendidik hanya mampu menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang dimiliki anak dengan segala upaya dan kekuatan untuk memajukan perkembangan budi pekerti , pikiran, jasmani murid agar mampu memperbaiki perilakunya bukan dasar hidup dan tumbuhnya itu , sehingga sebagai pendidik bukan hanya melakukan pengajaran namun harus mampu memberikan pendidikan untuk mendidik ketrampilan berpikir , mengembangkan kecerdasan bathin dan pada akhirnya murid mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan


2. Pendidikan Selama Satu Abad 3.Menjadi Manusia Secara Utuh


Modul 3 Mendampingi Murid dengan Utuh dan Menyeluruh Asas Trikon 1. Kontinyu. Artinya pengembangan yang dilakukan harus berkesinambungan, dilakukan secara terus-menerus dengan perencanaan yang baik 2. Konvergen. Artinya pengembangan yang dilakukan dapat mengambil dari berbagai sumber di luar, bahkan dari praktik pendidikan di luar negeri. 3. Konsentris. Artinya pengembangan pendidikan yang dilakukan harus tetap berdasarkan kepribadian kita sendiri. Tujuan utama pendidikan adalah menuntun tumbuh kembang anak secara maksimal sesuai dengan karakter kebudayaannya sendiri. Oleh karena itu meskipun Ki Hadjar menganjurkan kita untuk mempelajari kemajuan bangsa lain, namun tetap semua itu ditempatkan secara konsentris dengan karakter budaya kita sebagai pusatnya. Kodrat Anak Dalam menghadapi abad 21 pendidikan bergerak dinamis sesuai dengan kodrat alam dan zamannya. Sumber belajar bukan hanya guru. Peran teknologi sebagai sumber belajar sangat berpengaruh signifikan. Oleh sebab itu peran guru sebagai pendidik harus mampu menuntun dan sebagai penghubung. Hal tersebut sangat dibutuhkan murid untuk membantu mereka menguatkan kekuatan-kekuatan kodratnya sehingga seorang pendidik mampu mendampingi muridnya secara utuh dan menyeluruh.


Modul 4 Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti 1. Budi Pekerti Ki Hadjar Dewantara beranggapan bahwa budi pekerti adalah kemampuan kodrat manusia atau individu yang berkaitan dengan bagian biologis dan berperan menentukan karakter seseorang. Budi pekerti juga dapat dimaknai sebagai perpaduab antara cipta dan rasa yang menghasilkan karsa. Pendidik dan masyarakat harus berkolaborasi untuk mmembantu murid menemukan kecerdasannya. 2. Konvergensi dan Pengaruh Pendidikan Teori Konvergensi didasarkan pada dua teori yaitu teori tabularasa dan teori negatif. Teori tabularasa beranggapan bahwa anak-anak ibarat kertas kosong yang bisa diisi. Sedangkan teori negatif beranggapan bahwa kodrat anak ibarat kertas yang sudah terisi penuh dengan berbagai macam tulisan dan coretan. Ki Hadjar Dewantara mengintegrasikan dua pandangan teori itu menjadi Teori Konvergensi yang memuat bahwa anak adalah ibarat kertas yang sudah terisi tulisan yang samar dan belum jelas maksudnya. Maka tugas pendidik adalah membantu anak-anak untuk menebalkan dan memperjelas arti dan maksud tulisan samar tersebut.


Modul 5 Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan Ki Hajar Dewantara (KHD) berpendapat bahwa Pendidikan memberi tuntunan (menuntun) terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Guru sebagai Pendidikan diharapkan mampu sebagai penuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak sehingga mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan sesuai dengan kodratnya. KHD mengibaratkan peran pendidik seperti seorang petani atau tukang kebun. Petani jagung hanya dapat menuntun tumbuhnya jagung. Ia dapat memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman jagung, memberi pupuk dan air, membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu hidup tanaman jagungnya. Tetapi petani tidak dapat memaksa agar jagung tumbuh menjadi padi. Begitu pun dengan pendidik. Pendidik hanya bisa menuntun dan merawat tumbuh kembangnya anak sesuai dengan kodratnya untuk mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan


Click to View FlipBook Version