P( rAapktlikikausmi PFEihsfEiekaTk FCootloorliasdtroik)
Maria Goreti T.H. 12 IPS 1 / 18
Tujuan Menyelediki terjadinya efek
fotolistrik
Alat & Bahan yang
Digunakan Aplikasi PhET Colorado
Cara Kerja Diatur pada Intensitas dan Panjang
Gelombang sehingga memunculkan foton-
foton yang keluar
Percobaan
Sasaran : Natrium
Intensitas : 83%
Panjang Gelombang : 116 nm
( nanometer)
Tegangan : 0 V
Arus : 0.847 A
Percobaan
Sasaran : Natrium
Intensitas : 34%
Panjang Gelombang : 116 nm
( nanometer)
Tegangan : 0 V
Arus : 0.352 A
Pada saat intensitas 83% diubah
menjadi 34%, maka Arus akan
berubah menjadi 0.352 A, dan
elektron terlepas dengan cepat,
namun jarang yang terlepas keluar
Percobaan
Sasaran Logam : Natrium
Pilihan : tunjukkan Foton-Foton
Intensitas: 100%
Panjang Gelombang : 455 nm
( nanometer)
Arus : 0,045
Voltase : 1.80 V
Pada panjang gelombang sebesar
455nm dengan intensitas 100% , Pada
percobaan ini banyak foton yang keluar,
terlihat pada gambar.
1. Kapan dikatakan terjadi efek
foto listrik ?
Dapat dikatakan terjadinya Efek
Fotolistrik saat Energi radiasi foton (Ef)
lebih besar dari energi ambang
keping katoda (Wo), Panjang
gelombang radiasi foton ( λf) lebih
kecil dari panjang gelombang
ambang(λfo), Frekuensi radiasi foton (f)
lebih besar dari frekuensi ambang (fo).
2. Apa pengaruh frekuensi sumber cahaya ?
Jadi frekuensi cahaya itu yang berpengaruh sama
perpindahan elektron, bukan intensitasnya. Semakin tinggi
frekuensi foton, semakin banyak elektron yang bisa
melepaskan diri dari permukaan logam. Ketika frekuensi
cahaya yang diberikan masih rendah, maka walaupun
intensitas cahaya yang diberikan maksimum, foton tidak
memiliki cukup energi untuk melepaskan electron dari
ikatannya. Tapi ketika frekuensi cahaya yang diberikan lebih
tinggi, maka walaupun terdapat hanya 1 foton saja
(intensitas rendah) dengan energi yang cukup, foton tersebut
mampu untuk melepaskan 1 elektron dari ikatannya.
3. Apa pengaruh intensitas
foton ?
Menurut teori gelombang, energi kinetik
elektron foto harus bertambah besar jika
intensitas foton diperbesar. Akan tetapi
kenyataan menunjukkan bahwa energi
kinetik elektron foto tidak tergantung pada
intensitas foton yang dijatuhkan.
Menurut teori kuantum bahwa foton memiliki
energi yang sama, yaitu sebesar hf, sehingga
menaikkan intensitas foton berarti hanya
menambah banyaknya foton, tidak
menambah energi foton selama frekuensi
foton tetap.
4. Apa pengaruh baterai positif negatif ?
Di dalam baterai ada beberapa sel listrik, dan sel listrik ini menjadi tempat menyimpan energi listrik dalam bentuk energi
kimia. Elektroda-elektroda yang tersimpan di dalam baterai ada yang negatif ada pula yang positif. Elektroda negatif
disebut katoda, yang memiliki fungsi sebagai pemberi elektron. Sedang elektroda positif, disebut anoda yang berfungsi
sebagai penerima elektron.
Ada arus arus listrik yang mengalir dari kutub positif (anoda) ke kutub negatif (katoda). Sedangkan elektron akan
mengalir dari kutub negatif menuju kutub positif.
Di dalam baterai sendiri, terjadi sebuah reaksi kimia yang menghasilkan elektron. Kecepatan dari proses ini (elektron,
sebagai hasil dari elektrokimia) kontrol suara banyak elektron dapat mengalir dari kedua kutub. Untuk melakukan operasi
yang baik.
> Untuk logam dan radiasi tertentu, 5. Pengaruh
jumlah fotoelektro yang dikeluarkan jenis logam
berbanding lurus dengan intensitas
cahaya yg digunakan. sasaran
> Untuk logam tertentu, terdapat
frekuensi minimum radiasi. di bawah
frekuensi ini fotoelektron tidak bisa
dipancarkan.
“ Pengeluaran elektron dari suatu permukaan
(biasanya logam) ketika permukaan itu dikenai dan
menyerap radiasi elektromagnetik (seperti cahaya
tampak dan radiasi ultraungu) yang berada di atas
frekuensi ambang tergantung pada jenis permukaan”
Pengertian Efek Fotolistrik
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Efek Fotolistrik
Faktor yang mempengaruhi terjadi atau tidaknya Intensitas foton tidak selalu mempengaruhi
fotolistrik adalah: jumlah elektron foto. Intensitas foton
(1) frekuensi foton;
(2) frekuensi ambang atom logam; mempengaruhi jumlah elektron yang terlepas
(3) energi foton; hanya jika:
(4) fungsi kerja atom logam;
(5) panjang gelombang foton; frekuensi foton > frekuensi ambang;
(6) panjang gelombang ambang atom logam. atau energi foton > fungsi kerja atom logam;
atau panjang gelombang foton < panjang
gelombang ambang. Pada keadaan tersebut,
peningkatan intensitas akan menambah
jumlah elektron foto.
Kesimpulan :
Intensitas cahaya , Voltase, Arus dan Panjang Gelombang mempenagruhi
sedikit banyaknya foton yang keluar
TKearsimiha