The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by theresa.cantum, 2021-12-17 05:39:39

E MODUL

E MODUL

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
2017

EDISI REVISI 2017

SEJARAH | KELAS X SMA/MA/SMK/MAK

SEJARAH Kelas

Untuk Kelas X SMA/MA/SMK/MAK

SEJARAH

Untuk Kelas X SMA/MA/SMK/MAK

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
2017

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmatNYA, sehingga pembuatan modul bahan ajar dengan materi “Manusia Purba di Indonesia
dan Dunia” ini dapat penulis selesaikan tepat pada waktunya.

Adapun modul ini dibuat berdasarkan beberapa buku dan literatur yang ada sebagai
penunjang tugas dalam mata kuliah “Pengembangan Bahan Ajar”. Penulis menyadari
sepenuhnya. Bahwa modul ini masih jauh dari sempurna. Penulis yakin masih banyak
kekurangan-kekurangan ataupun kesalahan-kesalahan yang tidak penulis sengaja. Oleh karena
itu dengan segala kerendahan hati penulis, agar semua pihak berkenan memberikan saran dan
kritik yang sifatnya membangun yang dapat penulis gunakan sebgai pedoman dalam pembuatan
modul selanjudnya, sehingga nanti penulis dapat membuat modul yang lebih baik.

Akhir kata saya berharap semoga modul ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua.

Singaraja, Desember 2021

Penulis

iii

DAFTAR ISI

COVER……………………………………………………………………………………………………..i
HALAMAN SAMPUL……………………………………………………………………………………ii
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………iii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………...iv
PETA KEDUDUKAN MODUL………………………………………………………………………….v
GLOSARIUM…………………………………………………………………………………………….vi
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………………….1

A. Deskripsi Judul………………………………………………………………………………………..1
B. Prasyarat………………………………………………………………………………………………2
C. Petunjuk Penggunaan…………………………………………………………………………………2
D. Tujuan Akhir………………………………………………………………………………………….2
E. Kompetensi Yang Diharapkan………………………………………………………………………...3
F. Cek Kemampuan………………………………………………………………………………………3
BAB II PEMBELAJARAN……………………………………………………………………………….5
A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran……………………………………………………………………….5
B. Uraian Materi…………………………………………………………………………………………5
C. Rangkuman…………………………………………………………………………………………..20
D. Tugas Siswa…………………………………………………………………………………………21
E. Tes Formatif…………………………………………………………………………………………22
F. Kunci Jawaban……………………………………………………………………………………….25
G. Lembar Kerja Siswa…………………………………………………………………………………27
BAB III EVALUASI……………………………………………………………………………………..29
A. Soal Evaluasi………………………………………………………………………………………..29
B. Kunci Jawaban………………………………………………………………………………………29
C. Kriteria Penilaian……………………………………………………………………………………31
BAB IV DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………..34

iv

PETA KEDUDUKAN MODUL

Standar Kompetensi (SK)
Menganalisa Peradaban Indonesia dan

Dunia

Kompetensi Dasar (KD)
Menganalisis persamaan dan perbedaan
antara manusia purba Indonesia dan Dunia
dengan manusia modern dalam aspek dan

non fisik

v

GLOSARIUM

Bangsa Primitif : Suatu kebudayaan masyarakat atau individu tertentu
Deutero Melayu yang belum mengenal dunia luar atau jauh dari
Homo Sapiens keramaian teknologi. Primitif mempunyai arti tidak
Megantropus Paleojavanicus mengenal teknologi modern.

Pithecanthropus Erectus : Ras Melayu yang datang sebagai gelombang kedua ke
. wilayah nusantara sekitar tahun 400 SM. Mereka
diangap memilik kebudayaan yang relatif lebih maju
dari Proto Melayu.

: manusia sempurna baik dari segi fisik, volume otak
maupun postur badannya yg secara umum tidak jauh
berbeda dengan manusia modern

: Berasal dari dua kata yaitu megas yang berarti besar
dan antropus, yang berarti manusia. Sedangkan, kata
palaejavanicus berasal dari kata palaeo yang berarti tua
dan javanicus yang berarti jawa (Manusia dengan tubuh
besar, yang tertua atau paling tua di pulau Jawa)

: Pithecos yang bermakna kera, Anthropus yang
memiliki arti manusia dan Erectus yang bermakna
tegak (Manusia kera yang berdiri tegak)

vi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Deskripsi Judul

Sebelum kita beranjak pada manusia purba di Indonesia dan Dunia, hendaknya
kita mengetahui terlebih dahulu apa itu manusia purba? Manusia purba disebut juga
dengan “Prehistoric People” atau manusia prasejarah yang kita kenal sekarang dengan
nama manusia praaksara yaitu jenis manusia purba yang hidup pada zaman belum
mengenal tulisan. Manusia purba tertua di dunia diperkirakan berumur lebih dari
4.000.000 tahun yang lalu, manusia purba banyak ditemukan diberbagai belahan dunia
akan tetapi lebih banyak ditemukan di Indonesia. Banyak bukti-bukti otentik yang
menguatkan keberadaan manusia purba khususnya di Indonesia, mulai dari fosil, ukiran,
alat-alat rumah tangga, dan sebagainya. Telah banyak kita lihat para peneliti yang
berhasil menemukan fosil-fosil manusia purba di dataran Indonesia terutama di pulau
Jawa.

Organisme seperti manusia, hewan, dan tumbuhan yang telah lama mati kemudian
tertimbun tanah dan menjadi batu disebut sebagai fosil. Sedangkan kebudayaan ataupun
alat-alat pendukung kehidupan masa lampau yang terbuat dari barang sederhana seperti
tulang, kulit, batu, gigi disebut sebagai artefak. Sedangkan asalusul nenek moyang
bangsa Indonesia. Para sejarawan saling mengeluarkan argumen dan bukti dari argumen
nya tersebut. Akan tetapi ada satu pendapat yang memiliki bukti yang paling kuat,yaitu
seorang sejarawan yang berasal dari Belanda yang memiliki nama Van Heine Geldern.
Untuk lebih mendalami materi tentang manusia purba dan asal-usul nenek moyang
bangsa Indonesia bacalah dengan teliti modul berikutnya.

1

B. Prasyarat

Agar Siswa lebih mudah dan berhasil dalam mempelajari modul ini maka ada
beberapa kemampuan dasar yang harus dimiliki sebelumnya. Siswa harus memiliki
kemampuan untuk mengamati jenis-jenis manusia purba di Indonesia dan Dunia.Selain
itu Siswa harus memiliki pengetahuan yang cukup mendalam tentang manusia purba.

C.Petunjuk Penggunaan

Agar kamu berhasil menguasai dan memahami materi dalam modul ini dengan
baik, maka bacalah dengan cermat dan ikutilah petunjuk berikut ini:
1. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti.
2. Kerjakan soal-soal dalam cek kemampuan untuk mengukur sampai sejauh mana

pengetahuan yang telah Kamu miliki.
3. Perhatikan langkah kerja dengan benar untuk mempermudah dalam memahami suatu

proses pekerjaan.
4. Pahami setiap materi dasar serta membaca secara teliti. Kemudian kerjakan soal-soal

evaluasi sebagai sarana latihan.
5. Untuk menjawab tes formatif usahakan memberi jawaban yang singkat, jelas dan

kerjakan sesuai kemampuan kamu.
6. Bila terdapat penugasan, kerjakan tugas tersebut dengan baik.
7. Baca dan pahami juga rubrik penilaiannya agar kamu bisa mengetahui nilai yang

kamu dapatkan.

D. Tujuan Akhir

Tujuan yang diharapkan setelah kamu mempelajari modulini adalah sebagai berikut:
1. Melalui membaca, kamu dapat menjelaskan pengertian peristiwa alam dengan benar.
2. Melalui praktek, kamu dapat menjelaskan berbagai peristiwa alam yang sering terjadi

dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial dengan benar.

2

3. Melalui membaca dan praktek, kamu dapat menyebutkan berbagai peristiwa alam
terjadi akibat aktivitas tenaga alam serta peristiwa alam yang terjadi akibat pola
perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab dengan tepat dan benar.

E. Kompetensi yang Diharapkan

Kamu diharapkan mampu menganalisis persamaan dan perbedaan antara manusia
purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern dalam aspek fisik dan non fisik

F. Cek Kemampuan

I. Petunjuk
1. Cermatilah soal dengan baik!
2. Kerjakan soal dibawah ini dengan baik dan benar!
3. Tuliskan jawaban pada kolom yang disediakan!

II. Jawablah Pertanyaan Berikut Ini!
1. Apa yang kamu ketahui tentang manusia purba?
Jawab :
……………………………………………………………..
……………………………………………………………..
……………………………………………………………..
……………………………………………………………..
2. Sebutkan manusia purba yang ada di Provinsi kamu!
Jawab :
……………………………………………………………..
……………………………………………………………..
……………………………………………………………..
……………………………………………………………..
3. Sebutkan peninggalan manusia purba yang ada di Provinsi kamu!
Jawab :
……………………………………………………………...
...................................................................................

3

………………………………………………………………
………………………………………………………………
4. Sebutkan fosil apa saja yang ditemukan di Provinsi kamu!
………………………………………………………………
………………………………………………………………
………………………………………………………………
………………………………………………………………
5. Sebutkan cara hidup manusia purba di Provinsi kamu!
………………………………………………………………
………………………………………………………………
………………………………………………………………
………………………………………………………………

III.Praktik Sederhana
Siapkanlah alat-alat dibawah ini!
1. Buku catatan
2. Pensil
3. Penghapus

Lakukan praktik dengan cara berikut ini :

1. Siapkan alat tulis diatas
2. Pilih salah satu fosil manusia purba yang pernah ditemukan di Provinsi kamu atau

yang kamu ketahui
3. Gambarlah fosil tersebut!
4. Tulislah keterangan dibawah gambar kapan ditemukannya fosil tersebut!

Jawablah pertanyaan berikut ini dengan memperhatikan pengalaman praktik
yang telah kamu lakukan!

1. Apa yang kamu ketahui tentang fosil yang telah kamu gambar?Jelaskan
alasanmu!

4

BAB II
PEMBELAJARAN

A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran

Setelah mempelajari modul ini, kamu memperoleh pengetahuan tentang jenis-jenis manusia
purba di Indonesia dan Dunia,ciri fisik manusia purba di Indonesia dan Dunia,ciri non-fisik
manusia purba di Indonesia dan Dunia, dan asal usul manusia nenek moyang bangsa Indonesia.

B. Uraian Materi

A. Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia dan Dunia

1) Jenis manusia purba di Indonesia
Bagaimana cara mengetahui kehidupan manusia yang hidup pada masa awal? Ada dua cara

yaitu melalui sisa-sisa manusia, tumbuhan dan inatang yang telah membatu atau biasa disebut
dengan fosil dan melalui benda-benda peninggalan sebagai hasil budaya manusia, alat-alat rumah
tangga, bangunan, artefak, perhiasan, senjata, atau fosil manusia purba yang diketemukan.

Kehidupan manusia purba di Indonesia diketahui melalui peninggalan fosil tulang belulang
mereka. Fosil-fosil tersebut meliputi tengkorak, badan dan kaki. Fosil tengkorak dengan ukuran
kapasitas tempurung kepalanya dapat mengungkapkan sejauh mana kemampuan berpikir mereka
dibandingkan dengan kapasitas manusia modern sekarang. Demikian juga dengan bentuk tulang
rahang, lengan, dan kaki dapat dibandingkan dengan bentuk tulang yang sama dengan tulang
manusia modern sekarang atau dengan jenis kera. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan
bahwa mereka berbeda dengan manusia modern sekarang, namun memiliki tingkat kecerdasan
tertentu yang lebih tinggi dibandingkan dengan kera. Mereka telah memiliki kemampuan untuk
mengembangkan kehidupan, seperti halnya dengan manusia sekarang walaupun dengan tingkat
yang sangat teratas. Mereka lazim disebut manusia purba atau manusia yang hidupdi zaman pra
aksara.

5

Berikut akan diuraikan fosil jenis manusia purba yang ditemukan di wilayah Indonesia di
antaranya yaitu:
a. Meganthropus Paleojavanicus (mega = besar, anthropus = manusia, palaeo = tua, javanicus

=Jawa). Jenis manusia ini dianggap sebagai manusia tertua yang hidup di Jawa kira-kira 2 juta
sampai 1 juta tahun silam. Manusia jenis ini memiliki ciri-ciri biologis berbadan besar, kening
menonjol, dan tulang pipi menebal. Makanan utamanya adalah tumbuh-tumbuhan. Fosil
meganthropus paleojavanicus ini ditemukan oleh Ralp Von Koeningswald pada tahun 1941
didekat desa Sangiran, lembah sungai Bengawan Solo. Adapun fosil yang ditemukan berupa
tulang rahang bawah.

(Gambar 1 Meganthropus Paleojavanicus)

b. Pithecanthopus Mojokertensis (pithe = kera). Manusia ini dianggap generasi lebih mudah
dibandingkan dengan jenis manusia pertama. Jenis manusia purba ini masih mirip kera
sehingga disebut pithe. Jenis manusia ini juga ditemukan oleh Ralph Von Koeningswald di
Lembah Sungai Brantas pada tahun 1936.

(Gambar 2 Pithecanthropus Mojokertensis)

6

c. Pithecanthropus Erectus (erectus = tegak). Berdasarkan temuan tengkoraknya, jenis manusia
ini bertubuh agak kecil dan memiliki kemampuan pikir yang masih rendah. Volume otaknya
masih 900 cc, sedangkan volume otak manusia modern adalah lebih dari 1000 cc dan jenis
kera tertinggi 600 cc. Diperkirakan jenis manusia ini hidup kira-kira 1 juta hingga 600.000
tahun silam. Jenis manusia ini diemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890-1892 di desa
Trinil, dekat Ngawi, Madiun Jawa Timur.

(Gambar 3 Pithecanthropus Erectus)

d. Homo Soloensis. Manusia jenis ini ditemukan pada tahun 1931-1934. Homo soloensis
ditemukan di sepanjang Bengawan Solo khususnya Ngandong, Sabungmacan, dan Sangiran
oleh C. Ter Haar dan W. F. F. Oppenoorth. Bentuk tubuhnya tegak dan keningnya sudah tidak
menonjol serta volume otaknya pun sudah mencapai 1300 cc. Mereka hidup dari 900.000
sampai 200.000 tahun yang lalu. Jenis ini juga disebut sebagai homo sapiens kecerdasanya
hampir menyamai manusia modern sekarang.

(Gambar 4 Homo Soloensis)

7

e. Homo Wajakensis. Manusia jenis ini ditemukan oleh Von Rietschoten di Desa Wajak pada
tahun 1888 dan Eugene Dubois pada tahun 1889. Diperkirakan manusia jenis ini hidup dari
60.000 sampai 25.000 tahun yang lalu. Volume otaknya pun sama dengan volume otak homo
soloensis yaitu 1300 cc. Jenis manusia ini diperkirakan merupakan nenek moyang bangsa asli
Australia yaitu bangsa Aborigin.

(Gambar 5 Homo Wajakensis)

f. Homo Mojokertensis
Manusia jenis ini ditemukan oleh Ralph Von Koenigswald pada tahun 1936 di Mojokerto.
Fosil yang ditemukan adalah sebuah tengkorak anak-anak yang diperkirakan belum melewati
umur lima tahun. Ralph Von Koeningswald memperkirakan fosil homo Mojokertensis ini
adalah fosil yang berasal dari anak-anak pithecanthropus.

g. Homo Florensis
Pengumuman tentang penemuan manusia Homo Florensis tahun 2004 menggemparkan dunia
ilmu pengetahuan. Sisa-sisa manusia ditemukan di sebuah gua yaitu Liang Bua yang terletak
di kabupaten Manggarai, Flores oleh tim peneliti gabungan Indonesia dan Australia. Liang
Bua bila diartikan secara harafiah merupakan sebuah gua yang dingin. Liang Bua merupakan
sebuah temuan manusia modern awal dari akhir masa pleistosen di Indonesia yang
menakjubkan yang diharapkan dapat menyibak asal usul manusia di kepulauan Indonesia.
Manusia Liang Bua ditemukan oleh Peter Brown dan Mike J. Morwood pada bulan
September 2003 lalu. Manusia Liang Bua mempunyai ciri tengkorak yang panjang dan rendah
berukuran kecil, dengan volume otak 380 cc.

8

(Gambar 6 Homo Floriensis)

2) Jenis manusia purba di Dunia
Fosil manusia purba selain ditemukan di Indonesia, juga ditemukan di tempat-tempat lain di
dunia yaitu Cina, Afrika, dan Eropa. Berikut paparan mengenai jenis manusia purba yang
ditemukan diantaranya sebagai berikut:

1) Manusia purba di Cina
Manusia yang ditemukan di Cina di sebut Homo Pekinensis, yang berarti manusia dari Peking
(sekarang Beijing). Homo Pekinensis ditemukan di gua Choukoutien sekitar 40 km dari
Peking. Fosil ini ditemukan oleh seorang sarjana dari Kanada bernama Devidson Black dan
Franz Weidenreich. Berdasarkan penyelidikan, kerangka jenis manusia purba ini menyerupai
kerangka pitheanthropus erectus. Oleh karena itu para ahli menyebutnya juga dengan dengan
nama pitheanthropus pekinensis yang berarti manusia kera dari peking. Jenis manusia ini
memiliki kapasitas otak sekitar kurang lebih 900 1200 cc.

(Gambar 7 Homo Pekinensis)

9

2) Manusia purba di Afrika
Manusia purba yang ditemukan di Afrika disebut Homo Africanus yang berarti manusia dari
Afrika. Fosilnya ditemukan oleh Reymond Dart. Fosil ini ditemukan didekat sebuah
pertambangan Taung Bostwana, tahun 1942. Setelah direkonstruksi ternyata membentuk
kerangka seorang anak yang berusia 5 sampai 6 tahun. Fosil ini diberi nama Australopithecus
Africanus, karena hampir mirip dengan penduduk asli Australia. Selanjutnya Robert Broom
menemukan fosil serupa yang berupa tengkorak orang dewasa di tempat yang sama.
Australopithecus Africanus ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh
Raymond Dart tahun 1924. Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja.

(Gambar 8 Homo Africanus)

3) Manusia purba di Eropa
Manusia purba yang ditemukan di Eropa disebut Homo Neandherthalensis. Nama itu
mengandung arti manusia Neanderthal. Manusia jenis ini ditemukan oleh Rudolf Virchow di
lembah Neander, Dusseldorf, Jerman Barat tahu 1856. Selain di Jerman juga ditemukan di
Gua Spy Belgia. Di Perancis ditemukan manusia Paranthropus Robustus dan Paranthropus
Transvaalensis.

(Gambar 9 Homo Neandherthalensis)

10

B. Ciri Fisik Manusia purba di Indonesia dan Dunia

1) Ciri fisik manusia purba di Indonesia
1. Megantropus Paleojavanicus
Ciri fisik dari Megantropus Paleojavanicus adalah sebagai berikut :
- Memiliki rahang bawah yang tebal dan kuat.
- Tubuhnya sangat tegap.
- Kening pada Meganthropus Paleojavanicus juga tebal dan menonjol.
- Tulang pipi tebal dan menonjol tampak sangat dominan.
- Punya otot yang sangat kuat.
- Tidak terlihat memiliki dagu, tetapi bagian mulutnya menonjol.
- Tulang pada ubun-ubun tampak pendek.
- Bentuk hidungnya melebar.
- Gigi dan rahang sangat besar sehingga otot kunyahnya sangat kuat.
- Bentuk geraham menyerupai manusia.
- Volume otaknya sebesar 900 cc.
- Tingginya sekitar 2,5 meter.
- Cara berjalannya mirip orang utan, yiatu agak membungkuk dengan tangan yang
menyangga tubuh.
2. Pithecanthropus Mojokertensis
Menurut Hasnawati dalam buku Modul Sejarah Kelas X (2020: 08), jenis
Pithecanthropus mojokertensis masih termasuk kategori Homo erectus.Keduanya
memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama.
Adapun ciri-ciri fisik Pithecanthropus mojokertensis, yaitu:
- Memiliki badan yang hampir tegak dengan tinggi sekitar 165-180 cm
- Punya alat kunyah (gigi) berupa geraham dan rahang yang kuat
- Bagian kening terlihat menonjol
- Hidung pada wajah berukuran lebar dan tidak punya dagu
- Tulang kepala belakang terlihat menonjol
- Kapasitas volume otak kurang sempurna, yakni 750 hingga 1.300 cc

11

3. Pithecanthropus Erectus
Sebutan Pithecanthropus erectus menunjukkan ciri khusus manusia purba ini yaitu:
- Berbadan tegap dengan alat pengunyah yang kuat
- Berjalan tegak
- Tinggi badan berkisar antara 165-170 cm dengan berat badan kurang dari 100 kg
- Volume otaknya sekitar 900 cc

4. Homo Soloensis
Ciri fisik dari Homo Soloensis adalah sebagai berikut :
- Rangka tengkorak berbentuk lonjong, tebal, dan masif
- Hidungnya lebar Memiliki rongga mata yang sangat panjang
- Gigi geraham besar dengan rahang yang kuat
- Tonjolan yang ada di kening tebal serta melintang sepanjang pelipis
- Volume otak berkisar 1000-1300 cc
- Tubuh tegap Tinggi badan mulai 165 sampai 180 cm.

5. Homo Wajakensis
Manusia Wajak mempunyai ciri-ciri baik Mongoloid maupun Austromelanesoid. Diduga
dari Homo wajakensis inilah sub-ras Melayu Indonesia dan turut pula berevolusi menjadi
ras Austromelanesoid sekarang.
Berikut ciri-ciri fisik Homo wajakensis :
- Ukuran tengkoraknya sedang dan agak lonjong
- Muka datar dan lebar
- Akar hidungnya lebar dan bagian mulutnya menonjol sedikit
- Dahinya sediki miring dan di atas matanya ada busur kening nyata
- Volume otak sekitar 1.630 cc Tingginya sekitar 173 cm

12

6. Homo Floriensis
Ciri fisik dari Homo Floriensis adalah sebagai berikut :
- Tengkorak berukuran kecil dan memanjang
- Bagian dahi tidak menonjol dan sempit
- Volume otak 380 cc
- Tinggi badan sekitar 100 cm
- Beratnya sekiar 30 kg
- Berjalan tegak dan tidak memiliki dagu

2) Ciri fisik manusia purba di Dunia
1. Homo Pekinensis
Manusia Peking dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri
tubuh yang mirip serta hidup di zaman yang bersamaan. Satu hal yang membedakan
adalah kapasitas tengkorak Manusia Peking, yang lebih besar dari manusia purba jenis
pithecanthropus. Berikut ini ciri-ciri Manusia Peking :
- Volume otak sekitar 900-1.200 cc
- Tulang organ tubuh tidak banyak berbeda dari manusia modern
- Tulang tengkorak sangat tebal
- Memiliki dahi kecil dan jembatan alis yang keras
- Langit-langit mulut besar
- Rahang kokoh dan tidak berdagu
2. Homo Africanus
Ciri yang dapat terlihat adalah ciri fisik dari manusia purba Australopithecus africanus.
Ciri-Ciri Australopithecus Africanus diantaranya adalah:
- Memiliki volume otak 480 cm3. Volume otak ini relatif lebih besar saat dibandingkan
dengan otak simpanse modern.
- Memiliki ukuran tubuh: perempuan memiliki tinggi badan sekitar 110 cm sedangkan
pada prianya sedikit lebih tinggi yakni 135 cm
- Australopithecus africanus jantan lebih besar dalam ukuran tubuh, yakni 20 – 40
persen lebih tinggi 30 – 40 persen lebih berat dari perempuan
- Memiliki bentuk tubuh yang mirip kera dengan tulang rusuk berbentuk kerucut dan
lengan yang relatif panjang
- Tengkorak Australopithecus africanus menunjukkan beberapa ciri yang sedikit lebih
mirip manusia. Misalnya punggungan alis yang lebih kecil dan area dahi yang yang
sedikit melengkung (tidak rata)
- Memiliki tengkorak yang relatif tipis
- Memiliki muka lebih besar dibandingkan ruang tengkorak

13

3. Homo Neandherthalensis.
Neanderthal merupakan jenis manusia purba pertama yang mempunyai susunan tulang
kerangka manusia modern. Dari beberapa temuan tulang kerangka dan tengkoraknya,
dapat diketahui mengenai gambaran tentang postur tubuh mereka. Berikut ini ciri-ciri
fisik manusia Neanderthal :
- Tinggi berukuran sedang (sekitar 1,6 meter)
- Mampu berdiri tegak dan memiliki otot-otot yang kuat
- Memiliki morfologi wajah yang berbeda dengan manusia modern
- Dahinya rendah, hampir menyerupai tonjolan tulang di atas lekukan mata
- Gerahamnya kokoh dan tidak adanya dagu membuat wajahnya menonjol Hidungnya
pesek Kapasitas otaknya antara 1.300 cc sampai 1.600 cc

C. Ciri Non-Fisik Manusia purba di Indonesia dan Dunia

1) Ciri non-fisik manusia purba di Indonesia
1. Meganthropus Paleojavanicus
Ciri non fisik dari Meganthropus Paleojavanicus adalah sebagai berikut :
- Meganthropus paleojavanicus hidup dengan hanya mengandalkan hasil alam,
sehingga kehidupannya tergantung pada alam.
- Cara hidup meganthropus paleojavanicus adalah nomaden atau selalu berpindah
tempat karena bertahan hidup dengan mengumpulkan makanan. Ketika sumber
makanan di suatu tempat sudah habis, maka mereka akan berpindah mencari lokasi
lainnya.
- Menggunakan peralatan memasak yang masih sangat kasar, karena dibuat dengan
cara yang sangat sederhana yaitu dengan membenturkan batu dengan yang lain.
Pecahan dari benturan batu akan menyerupai kapak. Alat inilah yang kemudian
digunakan untuk mengumpulkan makanan dan memasak.
2. Pithecanthropus Mojokertensis
Pithecanthropus mojokertensis hidup dengan cara berpindah-pindah tempat atau
nomaden, menyesuaikan dengan ketersediaan makanan mereka. Mereka sangat
menggantungkan diri pada kondisi alam dan biasanya hidup berkelompok. Namun,
kelompok mereka hanya dalam skala kecil karena mereka juga mempertimbangkan jumlah
makanan yang akan didapatkan. Makanan utama mereka adalah daging yang didapatkan
dari berburu. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka dibantu dengan alat-alat
yang masih sederhana dan sebagian besar terbuat dari batu. Alat-alat tersebut terdiri dari
kapak perimbas, alat serpih, kapak penetak, dan peralatan dari tulang. Peralatan tersebut
mereka gunakan untuk memotong hasil buruan dan sebagai penggaruk bahan makanan
seperti umbi-umbian dari dalam tanah.

14

3. Pithecanthropus Erectus
Sebagai salah satu manusia purba yang masih awal, Pithecanthropus Erectus

menjalani kehidupan secara nomaden atau bisa dikatakan berpindah-pindah dan tidak
menetap di satu wilayah dalam kurun waktu yang lama. Selain itu, mereka juga sering
menetap lama di daerah-daerah yang dekat dengan sumber air. Selain karena semua
manusia membutuhkan air, ternyata hewan-hewan buruan mereka juga banyak ditemukan
di dekat sumber air.Berburu hewan dan mengambil makanan dari alam adalah cara utama
untuk bertahan hidup. Oleh karena itulah banyak ditemukan peninggalan berupa kapak
gengam, alat penetak, batu penggiling, hingga kapak perimbas.Kehidupan pada zaman
tersebut belum mengenal tulisan dan kesenian sederhana. Manusia hanya mengenal
mengolah makanan dan mencari tempat berteduh.Oleh karena itu, periode hidup dari
manusia purba ini kerap disebut sebagai zaman pra aksara, atau zaman sebelum sejarah.
Seiring dengan berjalannya waktu, manusia purba ini mulai hidup menetap di suatu tempat
dan mulai mengenal cocok tanam serta peternakan sederhana.Kemajuan pesat ini
disebabkan oleh kapasitas otak Pithecanthropus Erectus yang cukup besar, sehingga daya
kreasinya juga tinggi.
4. Homo Soloensis
Ciri non fisik dari Homo Soloensis adalah sebagai berikut :
- Semasa hidupnya mengonsumsi hewan dan tumbuhan (omnivora)
- Hidup di hutan terbuka Sudah bisa menciptakan alat-alat penunjang hidup sederhana

dari bahan tulang dan batu
- Bertahan hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan
- Diduga sebagai manusia purba pertama yang memasak menggunakan api
- Tempat tinggalnya berpindah-pindah (nomaden) karena mengikuti buruan
- Sudah menggunakan bahasa ketika berkomunikasi.
5. Homo Wajakensis

Berdasarkan hasil temuan, Homo wajakensis diperkirakan hidup sekitar 40.000
tahun lalu di Indonesia. Meski ditemukan di Jawa Timur, manusia jenis ini tidak hanya
mendiami Indonesia bagian barat saja, tetapi juga di sebagian wilayah nusantara bagian
timur. Manusia jenis ini telah mampu membuat alat-alat dari batu maupun tulang. Mereka
juga mengenal cara memasak makanan, meskipun masih dengan teknik yang sangat
sederhana.

15

6. Homo Floriensis
Homo floresiensis telah hidup menetap dan mencari makan dengan berburu, beternak,

serta bercocok tanam. Mereka menggunakan alat-alat dari batu, tulang, dan kayu yang
telah dilancipkan untuk membantu dalam berburu. Manusia Homo floresiensis juga
memiliki keterampilan dalam membuat gerabah dan membuat pakaian dari kulit hewan.

2) Ciri non-fisik manusia purba di Dunia
1. Homo Pekinensis
Manusia Peking adalah kelompok pemburu yang membuat perkakas dan senjata
yang terbuat dari batu dengan bentuk masih sangat sederhana. Selain itu, mereka juga
menggunakan alat-alat yang terbuat dari tulang dan tanduk rusa. Manusia Peking diduga
hidup secara semi-permanen di gua-gua dan telah pandai membuat api. Hal ini dibuktikan
dengan penemuan bekas api pada tulang di dalam gua di Chou Kou Tien.
2. Homo Africanus
Ciri non fisik Homo Africanus adalah sebagai berikut :
- Bertempat tinggal di tempat terbuka seperti padang rumput dan berada pada
lingkungan semak-semak di hutan kayu. Manusia purba jenis Australopithecus
africanus yang ditemukan berada di berbagai lokasi di Afrika Selatan. Hampir lebih
dari dua setengah juta tahun yang lalu, Australopithecus africanus menempati wilayah
Afrika Selatan
- Pemakan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan seperti buah, kacang, biji, dan umbi
akar. Berdasarkan analisis dari pola pemakaian gigi, jenis manusia purba ini
memakan buah-buahan dan dedaunan.
- Pada perkembangannya mulai memakan daging, sehingga dapat disimpulkan bahwa
Australopithecus africanus merupakan spesises pertama yang melakukan perburuan
binatang besar. Analisis kimia pada gigi menunjukkan bahwa mereka mencampurkan
daging ke dalam makanan yang dikonsumsi, tetapi dalam jumlah yang tidak terlalu
banyak. Australopithecus africanus diduga mengumpulkan daging hewan daripada
memburu hewan.
- Spesies ini diperkirakan menggunakan peralatan sederhana seperti tongkat yang
ditemukan di sekitar fosil dan tulang belulang binatang. Batu-batuan mungkin juga
telah digunakan sebagai alat untuk kehidupan sehari-hari. Namun, tidak ada bukti
yang menyatakan bahwa batu-batu ini telah dirubah bentuknya atau dimodifikasi.

16

3. Homo Neandherthalensis
Manusia Neanderthal dapat membuat peralatan yang bervariasi dari batu dan tulang,

seperti alat-alat rumah tangga, kapak untuk berburu, dan senjata berupa gada.
Kemungkinan besar, mereka berteduh di gua-gua karena masih hidup nomaden dan belum
mengenal cara bercocok tanam. Di gua-gua tesebut, Neanderthal telah mampu membuat
api dan menata lingkungan sekitar demi kenyamanannya. Untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari, mereka sangat terampil dalam berburu dan menangkap ikan. Selain itu,
Neanderthal diduga sebagai manusia pertama yang menguburkan mayat mereka dengan
menaati ritus-ritus yang cukup rumit.

17

D. Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Menurut teori H. Kern dan Von Heine Gelden, nenek moyang bangsa Indonesia berasal
dari rumpun bangsa Austronesia yang masuk ke Indonesia sekitar 2000 SM secara bergelombang
dan menyebar ke wilayah Indonesia. mereka berasal dari daerah Yunan (Tonkin), yaitu sekitar
lembah hulu sungai Mekhong, Vietnam sekarang. Perpindahan bangsa Austronesia tersebut
disebabkan oleh berbagai faktor. Pertama terjadinya bencana alam, seperti banjir, gempa bumi,
kemarau panjang dan lainya. Kedua adanya serangan bangsa-bangsa pengembara dari Cina Utara
(bangsa barbar) sekitar tahun 2000 SM, dan serangan dari bangsa Tibet sekitar 1000 SM. Faktor
tersebut telah mendorong bangsa Austronesia meninggalkan tempat kelahiranya untuk mencari
tempat hidup baru yang lebih aman. Mereka datang ke Indonesia ada yang melalui jalur darat
dan ada juga yang melalui jalur laut. Penyebaran mereka ke Indonesia terbagi dalam dua
gelombang yaitu sebagai berikut:
a. Gelombang pertama (2000 SM)

Nenek moyang bangsa Indonesia yang datang kali pertama diperkirakan terjadi pada 2000
SM. Arus perpindahan bangsa Austronesia ini membawa kebudayaan Neolithikum, dan dikenal
dengan sebutan Proto Melayu (Melayu Tua). Mereka datang dari Yunan ke Indonesia melalui
jalur Barat dan Timur.
 Jalur Barat, dari Semenanjung Malaya, Sumatera, ada yang menuju ke Jawa, ada yang menuju

Kalimantan, dan berakhir di Nusa Tenggara. Peninggalan kebudayaan yang dibawa melalui jalur barat
ini adalah kapak persegi.
 Jalur Timur, dari Teluk Tonkin di Yunan menyusuri Pantai Asia Timur menuju Taiwan, Filipina,
Sulawesi, Maluku, Papua sampai Australia.
Dari sekian banyak suku bangsa Indonesia yang tersebar di seluruh kepulauan Nusantara, kita
masih dapat melihat suku bangsa yang tergolong Proto Melayu ini, yaitu suku Batak pedalaman,
suku Dayak, suku Toraja, dan suku Papua.

18

b. Gelombang kedua (500 SM)
Gelombang kedua terjadi sekitar 500 SM. Gelombang kedua ini juga termasuk dalam

rumpun bangsa Austronesia yang disebut Deutro Melayu (Melayu Muda). Kebudayaan yang di
bawa ras Deutro Melayu ini relatif lebih maju karena mereka sudah mengenal benda-benda dari
perunggu seperti kapak corong, nekara, dan perhiasan perunggu (kebudayaan dongson). Bangsa
Austronesia dari ras Deutro Melayu ini akirnya dapat mendesak ras Proto Melayu yang sudah
lebih dahulu datang. Sifat ras Deutro Melayu ini lebih terbuka terhadap pengaruh keudayaan luar
dibandingkan dengan ras Proto Melayu. Kedatangan nenek moyang ke wilayah kepulauan kita
memilih daerah pantai, muara, dan sungai dengan pertimbangan, antara lain letaknya strategis,
mudah mendapatkan air, subur, tersedia bahan makanan, dan alur lalu lintas yang mudah dilalui.
Melalui perjalanan waktu yang sangat panjang, ras Deutro Melayu ini akhirnya menjadi nenek
moyang sebagian besar bangsa Indonesia. kelahiranya melahirkan kebdayaan baru dan kemudian
menjadi kebudayaan bangsa Indonesia sekarang ini.

19

C. Rangkuman

Kehidupan manusia purba di Indonesia diketahui melalui peninggalan fosil tulang
belulang mereka. Fosil-fosil tersebut meliputi tengkorak, badan dan kaki. Fosil tengkorak dengan
ukuran kapasitas tempurung kepalanya dapat mengungkapkan sejauh mana kemampuan berpikir
mereka dibandingkan dengan kapasitas manusia modern sekarang. Demikian juga dengan bentuk
tulang rahang, lengan, dan kaki dapat dibandingkan dengan bentuk tulang yang sama dengan
tulang manusia modern sekarang atau dengan jenis kera.

Di Indonesia terdapat 7 Jenis manusia purba, yaitu Meganthropus Paleojavanicus,
Pithecanthropus Mojokertensis, Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis, Homo Mojokertensis,
Homo Wajakensis, dan Homo Floriensis.Sedangkan di dunia terdapat 3 jenis manusia purba,
yaitu Homo Pekinensis, Homo Africanus, dan Homo Neandherthalensis.Jenis manusia purba di
Indonesia dan Dunia masing-masing memiliki ciri fisik dan non fisik yang berbeda-beda.

Menurut teori H. Kern dan Von Heine Gelden, nenek moyang bangsa Indonesia
berasal dari rumpun bangsa Austronesia yang masuk ke Indonesia sekitar 2000 SM secara
bergelombang dan menyebar ke wilayah Indonesia. mereka berasal dari daerah Yunan (Tonkin),
yaitu sekitar lembah hulu sungai Mekhong, Vietnam sekarang. Perpindahan bangsa Austronesia
tersebut disebabkan oleh berbagai faktor. Pertama terjadinya bencana alam, seperti banjir, gempa
bumi, kemarau panjang dan lainya. Kedua adanya serangan bangsa-bangsa pengembara dari
Cina Utara (bangsa barbar) sekitar tahun 2000 SM, dan serangan dari bangsa Tibet sekitar 1000
SM.Penyebaran mereka ke Indonesia terbagi dalam dua gelombang yaitu Gelombang pertama pada
tahun 2000 SM melalui jalur barat dan jalur timur, dan Gelombang kedua pada tahu 500 SM.

20

D. Tugas Siswa

I. Tugas Kelompok

Carilah di internet,Manusia Purba apa saja yang ada di
Indonesia dan Dunia,Kemudian tulis ke dalam tabel
berikut

No Nama Manusia Purba Ciri Fisik Ciri non-fisik

II. Tugas Individu
Ayo!Kerjakan di buku tugas kamu.
1. Kehidupan manusia purba di Indonesia diketahui melalui…
2. Fosil meganthropus paleojavanicus ditemukan oleh…
3. Pithecanthropus Erectus diperkirakan hidup selama…
4. Menurut teori H. Kern dan Von Heine Gelden, nenek moyang bangsa Indonesia

berasal dari…

5. Nenek moyang bangsa Indonesia yang datang kali pertama diperkirakan terjadi

pada tahun…

21

E. Tes Formatif

A. Berilah tanda silang (X) huruf a,b,c,d atau e pada jawaban yang benar!
1. Pitecantropus erectus ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890 di daerah:
a. Kedungbrubus, Trinil, Ngawi
b. Ngandong, Lembah Bengawan Solo
c. Lembah Sungai Brantas, Tulungagung
d. Sangiran, Solo, Jawa Tengah
e. Mojokerto, Jawa Timur

2. Perhatikan data berikut!
1. Tinggi badan antara sekitar 168 – 180 cm
2. Bentuk kening yang menonjol sangat tebal
3. Makanan berupa tumbuhan dan daging
4. Tidak memiliki dagu
5. Volume otaknya sekitar 550 cc – 850 cc

Data yang merupakan ciri-ciri dari jenis manusia purba Pitecantropus erectus adalah:

a. 1, 2, 3
b. 1, 2, 4
c. 1, 3, 4
d. 2, 3, 4
e. 3, 4, 5
3. Alat yang tidak digunakan oleh manusia purba pada masa berburu dan
mengumpulkan makanan tingkat sederhana adalah:
a. Kapak persegi
b. Alat serpih
c. Kapak genggam
d. Chopper
e. Arca

22

4. Menurut von Koenigswald Meganthropus Paleojavanicus ditemukan pada lapisan:
a. Pleistosen awal
b. Holosen
c. Glasial
d. Pleistosen tengah
e. Pleistosen bawah

5. Setiap manusia purba memiliki ciri tersendiri yang didasarkan atas
namanya.Manusia purba yang mendapat julukan manusia cerdas, adalah Homo …
a. Erectus
b. Florensis
c. Sapiens
d. Africanensis
e. mojokertensis

6. Para ahli pada umumnya menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia
berasal dari daerah:
a. Vietnam
b. Peking
c. Yunan
d. Champa
e. Tonkin

7. Jalur masuknya bangsa Proto Melayu ke Indonesia melalui dua jalan, yaitu jalan
a. utara dan selatan
b. darat dan laut
c. timur dan tenggara
d. timur dan sutera
e. barat dan timur

23

8. Nenek moyang bangsa Indonesia melakukan migrasi dari Yunan ke Indonesia
karena:
a. Mulai menipisnya bahan makanan di daerah Yunan
b. Situasi semakin tidak aman akibat serangan binatang buas
c. Di daerah Yunan sering terjadi peperangan antarsuku
d. Keadaan alam yang berat dan seringnya terjadi bencana alam
e. Kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia masih berpindah-pindah

9. Bangsa Indonesia yang termasuk keturunan bangsa Deutero Melayu adalah suku …
a. Suku Toraja dan Minang
b. Batak dan Jawa
c. Jawa dan Bugis
d. Toraja dan Batak
e. Dayak dan Bata

10. Sebelum bangsa Melayu Austronesia masuk ke Indonesia, di wilayah Indonesia
sudah ada suku:
a. Wedoid dan Negroid
b. Melanosoide dan Negrito
c. Negroid dan Melanosoide
d. Toraja dan Minang
e. Melanosoide dan Wedoid

B. Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Ciri biologis dari Meganthropus Paleojavanicus yaitu…

2. Manusia purba yang memiliki kemampuan pikir yang masih rendah yaitu…
3. Homo soloensis ditemukan di…
4. Homo Wajakensis diperkirakan merupakan nenek moyang bangsa asli dari…
5. Manusia Liang Bua ditemukan oleh…

24

C. Kerjakan soal-soal dibawah ini di buku tugasmu!
1. Bagaimana cara mengetahui kehidupan manusia yang hidup pada masa awal?
2. Bagaimana cara Meganthropus Paleojavanicus untuk bertahan hidup?
3. Sebutkan ciri non fisik dari Pithecanthropus Mojokertensis!
4. Sebutkan ciri non fisik dari Homo Pekinensis!
5. Sebutkan ciri fisik dari Homo Africanus!

F. Kunci Jawaban Tes Formatif

A. Berilah tanda silang (X) huruf a,b,c,d atau e pada jawaban yang benar!

Kunci Jawaban

1. A 6. C

2. B 7. E

3. D 8. D
4. A 9. C

5. C 10.A

B. Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang benar!

1. Meganthropus Paleojavanicus memiliki ciri-ciri biologis berbadan besar, kening
menonjol, dan tulang pipi menebal.

2. Pithecanthropus Erectus
3. Homo soloensis ditemukan di sepanjang Bengawan Solo khususnya Ngandong,

Sabungmacan, dan Sangiran.
4. Nenek moyang bangsa asli Australia yaitu bangsa Aborigin.
5. Peter Brown dan Mike J. Morwood.

25

C. Kerjakanlah soal-soal dibawah ini dibuku tugasmu!
1. Ada dua cara yaitu melalui sisa-sisa manusia, tumbuhan dan inatang yang telah
membatu atau biasa disebut dengan fosil dan melalui benda-benda peninggalan
sebagai hasil budaya manusia, alat-alat rumah tangga, bangunan, artefak, perhiasan,
senjata, atau fosil manusia purba yang diketemukan.
2. Cara hidup meganthropus paleojavanicus adalah nomaden atau selalu berpindah
tempat karena bertahan hidup dengan mengumpulkan makanan. Ketika sumber
makanan di suatu tempat sudah habis, maka mereka akan berpindah mencari lokasi
lainnya.
3. Pithecanthropus mojokertensis hidup dengan cara berpindah-pindah tempat atau
nomaden, menyesuaikan dengan ketersediaan makanan mereka. Mereka sangat
menggantungkan diri pada kondisi alam dan biasanya hidup berkelompok. Namun,
kelompok mereka hanya dalam skala kecil karena mereka juga mempertimbangkan
jumlah makanan yang akan didapatkan. Makanan utama mereka adalah daging yang
didapatkan dari berburu. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka dibantu
dengan alat-alat yang masih sederhana dan sebagian besar terbuat dari batu. Alat-alat
tersebut terdiri dari kapak perimbas, alat serpih, kapak penetak, dan peralatan dari
tulang. Peralatan tersebut mereka gunakan untuk memotong hasil buruan dan sebagai
penggaruk bahan makanan seperti umbi-umbian dari dalam tanah.
4. Manusia Peking adalah kelompok pemburu yang membuat perkakas dan senjata yang
terbuat dari batu dengan bentuk masih sangat sederhana. Selain itu, mereka juga
menggunakan alat-alat yang terbuat dari tulang dan tanduk rusa. Manusia Peking
diduga hidup secara semi-permanen di gua-gua dan telah pandai membuat api. Hal ini
dibuktikan dengan penemuan bekas api pada tulang di dalam gua di Chou Kou Tien.

26

5. Ciri non fisik Homo Africanus adalah sebagai berikut :
- Bertempat tinggal di tempat terbuka seperti padang rumput dan berada pada
lingkungan semak-semak di hutan kayu. Manusia purba jenis Australopithecus
africanus yang ditemukan berada di berbagai lokasi di Afrika Selatan. Hampir
lebih dari dua setengah juta tahun yang lalu, Australopithecus africanus
menempati wilayah Afrika Selatan
- Pemakan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan seperti buah, kacang, biji, dan
umbi akar. Berdasarkan analisis dari pola pemakaian gigi, jenis manusia purba
ini memakan buah-buahan dan dedaunan.
- Pada perkembangannya mulai memakan daging, sehingga dapat disimpulkan
bahwa Australopithecus africanus merupakan spesises pertama yang melakukan
perburuan binatang besar. Analisis kimia pada gigi menunjukkan bahwa mereka
mencampurkan daging ke dalam makanan yang dikonsumsi, tetapi dalam jumlah
yang tidak terlalu banyak. Australopithecus africanus diduga mengumpulkan
daging hewan daripada memburu hewan.
- Spesies ini diperkirakan menggunakan peralatan sederhana seperti tongkat yang
ditemukan di sekitar fosil dan tulang belulang binatang. Batu-batuan mungkin
juga telah digunakan sebagai alat untuk kehidupan sehari-hari. Namun, tidak ada
bukti yang menyatakan bahwa batu-batu ini telah dirubah bentuknya atau
dimodifikasi.

27

G. Lembar Kerja Siswa

Lembar Kerja Siswa

I. Identitas

1. Kelas/Semester : X (Sepuluh)/1

2. Mata Pelajaran : Sejarah

3. Materi Pokok : Manusia Purba Indonesia dan Dunia

II. Petunjuk Belajar

1. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti.

2. Perhatikan langkah kerja dengan benar untuk mempermudah dalam

memahami suatu proses pekerjaan.

3. Jawablah pertanyaan setelah praktik.

III. Kompetensi

A. Standar Kompetensi

Menganalisa peradaban Indonesia dan Dunia

B. Kompetensi Dasar

Menganalisis persamaan dan perbedaan antara manusia purba Indonesia dan

Dunia dengan manusia modern dalam aspek dan non fisik

C. Indikator

Melaksanakan kunjungan wisata

D. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat melaksanakan kunjungan wisata di daerah setempatnya

setelah mempelajari manusia purba.

28

IV. Tugas Praktik
A. Alat dan Bahan
1. Buku catatan
2. Pulpen,pensil, dan lain sebagainya.
B. Cara kerja
1. Lakukan kunjungan wisata bersama guru dan teman-teman!
2. Sebelum itu, siapkan alat catatan untuk membuat laporan kunjungan
wisatamu
3. Setelah sampai ditempat wisata catatlah, sebagai berikut.
a. Hari dan tanggal pelaksanaan kunjungan wisata.
b. Objek wisata yang dikunjungi.
c. Kendaraan atau alat transportasi yang digunakan.
d. Keadaan dan suasana di objek wisata.
e. Kegiatan yang dilakukan di tempat objek wisata.
f. Catatan-catatan penting selama kunjungan
g. Lampiran-lampiran laporan kunjungan wisata, yaitu :
- Daftar nama peserta kunjungan wisata dan
- Susunan panitia penyelenggara, nama guru pembimbing dan
pemandu wisata.
4. Setelah hal-hal pada nomor 3 sudah lengkap, lalu ceritakanlah
pengalamanmu bersama guru dan teman-teman.
C. Pertanyaan
Isilah langkah-langkah pembuatan laporan kunjungan wisata berikut :
Kunjungan Wisata
………………………………………………………………………………...

………………………………………………………………………………...

………………………………………………………………………………...

…………………………………………………………………………….......

………………………………………………………………………………...

29

BAB III
EVALUASI

A. Soal Evaluasi

1. Apa yang kamu ketahui tentang Pithecanthropus Erectus?
2. Jelaskan mengenai ditemukannya Homo Soloensis!
3. Sebut dan jelaskan jenis homo yang ditemukan di Indonesia!
4. Sebutkan siapa penemu manusia purba Neaderthalensis dan dimana ditemukannya

manusia purba Neaderthalensis?
5. Sebutkan manusia purba yang ditemukan di Afrika!

B. Kunci Jawaban

1. Berdasarkan temuan tengkoraknya, jenis manusia ini bertubuh agak kecil dan memiliki
kemampuan pikir yang masih rendah. Volume otaknya masih 900 cc, sedangkan volume
otak manusia modern adalah lebih dari 1000 cc dan jenis kera tertinggi 600 cc.
Diperkirakan jenis manusia ini hidup kira-kira 1 juta hingga 600.000 tahun silam. Jenis
manusia ini diemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890-1892 di desa Trinil, dekat
Ngawi, Madiun Jawa Timur.

2. Manusia jenis ini ditemukan pada tahun 1931-1934. Homo soloensis ditemukan di
sepanjang Bengawan Solo khususnya Ngandong, Sabungmacan, dan Sangiran oleh C.
Ter Haar dan W. F. F. Oppenoorth. Bentuk tubuhnya tegak dan keningnya sudah tidak
menonjol serta volume otaknya pun sudah mencapai 1300 cc. Mereka hidup dari 900.000
sampai 200.000 tahun yang lalu. Jenis ini juga disebut sebagai homo sapiens
kecerdasanya hampir menyamai manusia modern sekarang.

30

3. Jenis homo yang ditemukan di Indonesia adalah :
- Homo Soloensis.
Manusia jenis ini ditemukan pada tahun 1931-1934. Homo soloensis ditemukan di
sepanjang Bengawan Solo khususnya Ngandong, Sabungmacan, dan Sangiran oleh C.
Ter Haar dan W. F. F. Oppenoorth. Bentuk tubuhnya tegak dan keningnya sudah
tidak menonjol serta volume otaknya pun sudah mencapai 1300 cc. Mereka hidup
dari 900.000 sampai 200.000 tahun yang lalu. Jenis ini juga disebut sebagai homo
sapiens kecerdasanya hampir menyamai manusia modern sekarang.
- Homo Wajakensis.
Manusia jenis ini ditemukan oleh Von Rietschoten di Desa Wajak pada tahun 1888
dan Eugene Dubois pada tahun 1889. Diperkirakan manusia jenis ini hidup dari
60.000 sampai 25.000 tahun yang lalu. Volume otaknya pun sama dengan volume
otak homo soloensis yaitu 1300 cc. Jenis manusia ini diperkirakan merupakan nenek
moyang bangsa asli Australia yaitu bangsa Aborigin.
- Homo Mojokertensis
Manusia jenis ini ditemukan oleh Ralph Von Koenigswald pada tahun 1936 di
Mojokerto. Fosil yang ditemukan adalah sebuah tengkorak anak-anak yang
diperkirakan belum melewati umur lima tahun. Ralph Von Koeningswald
memperkirakan fosil homo Mojokertensis ini adalah fosil yang berasal dari anak-anak
pithecanthropus.
- Homo Floriensis
Pengumuman tentang penemuan manusia Homo Florensis tahun 2004
menggemparkan dunia ilmu pengetahuan. Sisa-sisa manusia ditemukan di sebuah gua
yaitu Liang Bua yang terletak di kabupaten Manggarai, Flores oleh tim peneliti
gabungan Indonesia dan Australia. Liang Bua bila diartikan secara harafiah
merupakan sebuah gua yang dingin. Liang Bua merupakan sebuah temuan manusia
modern awal dari akhir masa pleistosen di Indonesia yang menakjubkan yang
diharapkan dapat menyibak asal usul manusia di kepulauan Indonesia. Manusia Liang
Bua ditemukan oleh Peter Brown dan Mike J. Morwood pada bulan September 2003
lalu. Manusia Liang Bua mempunyai ciri tengkorak yang panjang dan rendah
berukuran kecil, dengan volume otak 380 cc.

4. Manusia purba yang ditemukan di Eropa disebut Homo Neandherthalensis. Nama itu
mengandung arti manusia Neanderthal. Manusia jenis ini ditemukan oleh Rudolf
Virchow di lembah Neander, Dusseldorf, Jerman Barat tahu 1856. Selain di Jerman juga
ditemukan di Gua Spy Belgia. Di Perancis ditemukan manusia Paranthropus Robustus
dan Paranthropus Transvaalensis.

5. Homo Africanus

31

C. Kriteria Penilian

I. Skor untuk nilai tugas

No Soal Skor Keterangan
Apabila dijawab dengan benar dan tepat
1 2,00

2 2,00

3 2,00

4 2,00

5 2,00

Skor Maksimal 10,00

Skor total : nilai akhir =

II. Skor untuk nilai formatif

No. Deskripsi Nilai
1. Siswa menjawab pertanyaan sebanyak 10 dan benar 10
2. Siswa menjawab pertanyaan sebanyak 9 dan benar 9
8
3. Siswa menjawab pertanyaan sebanyak 8 dan benar 7
4. Siswa menjawab pertanyaan sebanyak 7 dan benar 6
5. Siswa menjawab pertanyaan sebanyak 6 dan benar 5
6. Siswa menjawab pertanyaan sebanyak 5 dan benar 4
7. Siswa menjawab pertanyaan sebanyak 4 dan benar 3
8. Siswa menjawab pertanyaan sebanyak 3 dan benar 3
2
9. Siswa menjawab pertanyaan sebanyak 2 dan benar 0
10. Siswa menjawab pertanyaan sebanyak 1 dan benar
11. Siswa tidak menjawab
Skor total = nilai akhir = nilai siswa x 10

32

III. Skor untuk evaluasi Keterangan
Soal Skor Dapat menjelaskan Pithecanthropus Erectus dengan
lengkap dan jelas
14 Dapat menjelaskan Pithecanthropus Erectus dengan jelas
3 Dapat menjelaskan Pithecanthropus Erectus dengan singkat
2 Dapat menjelaskan Pithecanthropus Erectus dengan
1 penjelasan sedikit keliru
Dapat menjelaskan ditemukannya Homo Soloensis dengan
24 lengkap dan jelas
3 Dapat menjelaskan ditemukannya Homo Soloensis dengan
2 jelas
1 Dapat menjelaskan ditemukannya Homo Soloensis dengan
singkat
34 Dapat menjelaskan ditemukannya Homo Soloensis dengan
3 penjelasan sedikit keliru
2 Dapat menyebutkan dan menjelaskan 4 jenis homo yang
1 ditemukan di Indonesia
Dapat menyebutkan dan menjelaskan 3 jenis homo yang
44 ditemukan di Indonesia
3 Dapat menyebutkan dan menjelaskan 2 jenis homo yang
2 ditemukan di Indonesia
1 Dapat menyebutkan dan menjelaskan 1 jenis homo yang
ditemukan di Indonesia
54 Dapat menyebutkan penemu mmanusia Neaderthalensis
3 dan tempat penemuannya dengan lengkap dan jelas
2 Dapat menyebutkan penemu mmanusia Neaderthalensis
1 dan tempat penemuannya dengan jelas
Dapat menyebutkan penemu mmanusia Neaderthalensis
dan tempat penemuannya dengan singkat
Dapat menyebutkan penemu mmanusia Neaderthalensis
dan tempat penemuannya dengan penjelasan sedikit keliru
Dapat menyebutkan manusia purba yang ditemukan di
Afrika dengan lengkap dan jelas
Dapat menyebutkan manusia purba yang ditemukan di
Afrika dengan jelas
Dapat menyebutkan manusia purba yang ditemukan di
Afrika dengan singkat
Dapat menyebutkan manusia purba yang ditemukan di
Afrika dengan penjelasan sedikit keliru

33

IV. Skor yang diperoleh dengan penilaian acuan patokan (PAP) berikut

Tingkat pencapaian % Kualifkasi Keterangan
90-100 Sangat baik Lulus
75-89 Lulus
65-74 Baik Lulus
55-64 Cukup
0-54 Kurang Tidak lulus
Sangat kurang Tidaklulus

34

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Pane, Sanusi. 1965. Sejarah Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Koentjaraningrat. 1997. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Penerbit

Djambatan.
Munandar, Agus Aris (ed). 2007. Sejarah Kebudayaan Indonesia. Religi dan

Falsafah, Direktorat Geografi Sejarah. Jakarta: Departemen Budaya dan
Pariwisata.
Kochhar, S.K. 2008. Pembelajaran Sejarah. Jakarta: Grasindo

35

SEJARAH | KELAS X SMA/MA/SMK/MAK

THERESA AFRIANI CANTUM PEL

MAHASISWA TEKNOLOGI PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

36


Click to View FlipBook Version