KUMPULAN
CERITA FANTASI
Kelas VII
SMP ACITYA Sidoarjo
2021/2022
KATA PENGANTAR
Buku ini merupakan kumpulan cerita fantasi yang
ditulis oleh para pelajar kelas 7 angkatan
2021/2022, SMP Kristen Petra Acitya. Pada mulanya
tulisan para pelajar ini hanyalah sebagai tuntutan
tugas nilai keterampilan materi cerita fantasi,
namun beberapa karya peserta didik sangatlah
bagus dan menarik dari segi ide, khayalan serta tata
bahasanya sehingga sayang bila tidak
didokumentasikan dan dibaca khususnya oleh
seluruh warga sekolah. Kami berharap tulisan ini
dapat menginspirasi dan memotivasi para pelajar
untuk lebih semangat dalam menulis dan
menghasilkan karya-karya yang lain.
Selamat Membaca dan Tuhan Memberkati.
Salam..........
DENGAN PERKATAAKU
AKU BERKELILING DUNIA
Di sebuah desa tinggallah sebuah keluarga kecil, di sebuah rumah kecil yang
sederhana Budi dan keluargannya tinggal. Walaupun Budi dan keluarganya hidupnya
sederhana tetapi mereka hidup bahagia. Budi adalah anak yang pintar, ia selalu
berprestasi. Orang tua Budi sangat bangga karena memiliki anak seperti Budi. Tetapi
satu hal yang tidak disukai oleh orang tua Budi yaitu Budi tidak mau membantu orang
tuanya. Jika orang tuanya meminta Budi untuk membantunya, Budi selalu
menolaknya dengan berbagai alasan.
Pada siang hari setelah pulang sekolah, Budi pergi ke sawah untuk melihat ayahnya
berkerja. Waktu Budi duduk di gubuk di tengah - tengah sawah sambil melamun, tiba
- tiba Edo datang sambil mengejutkan Budi. “Hei Budi, sedang apa kamu?”, tanya
Edo kepada Budi. Budi pun menjawab, “Kau mengejutkanku Edo, aku sedang
berpikir jika aku ingin berpergian ke suatu tempat tanpa mengendarai kendaraan
apapun juga, itu pasti sangat menyenangkan.” Edo pun bertanya kepada Budi,
“Bagaimana bisa kamu pergi ke luar negeri tanpa mengendarai kendaraan apapun
juga? Budi pun menjawab,“ Tentu saja aku bisa.”
Edo berpikir sejenak, “Bagaimana caranya kamu melakukannya?”, tanya Edo kepada
Budi. Budi pun berkata, “Aku akan pergi ke suatu tempat dengan cara menyebutkan
nama negaranya.” “Maksudmu?”, tanya Edo kepada Budi. “Jika aku ingin pergi ke
Roma, aku cukup mengatakan sekarang aku di Roma, maka saat itu juga aku sudah
di Roma. Bukankah itu sangat menyenangkan?” Jawab Budi. Aku tidak perlu
mengeluarkan uang untuk biaya perjalanan, aku tidak akan mengalami kemacetan
dan tidak akan membuang waktu. Aku bisa berkeliling dunia dan menikmati
keindahannya. Edo berkata, “Wah, itu sangat menyenangkan.
1
“Aku juga" Karena lelah maka Budi dan Edo ketiduran, akhirnya mereka bermimpi.
Dalam mimpi itu Budi mengajak Edo ke Amerika. “Edo, sekarang kita berada di
Amerika,” kata Budi. Saat itu juga mereka berada di Amerika. Di sana Edo dan Budi
sangat senang karena Edo dan Budi sedang bersenang-senang melihat mobil balap.
Setelah Edo bosan, Edo mengajak Budi ke tempat lain. “Budi, aku sudah bosan di
tempat ini, ayo sekarang kita pergi ke Singapura,” kata Edo. Tetapi Budi masih ingin
melihat-lihat mobil balap. Akhirnya mereka bertengkar karena Budi masih ingin di
Amerika sedangkan Edo ingin ke Singapura. “Baiklah Budi, sekarang kita berpisah
saja, aku akan pergi sendiri tanpa kamu,” kata Edo. “Baiklah jika itu maumu.” kata
Budi. Akhirnya mereka pun berpisah.
Di saat Budi dan Edo sedang ketiduran, tiba - tiba ayah Budi datang mendekati Budi
dan Edo. “Budi, Edo ayo bangun, hari sudah sore ayo kita pulang!” kata ayah kepada
Budi dan Edo. “Aduh ayah, mengapa ayah membangunkanku? Aku sedang bermimpi
pergi ke luar negeri hanya dengan perkataanku saja,” kata Budi kepada ayah. “Benar
Paman aku juga bermimpi seperti Budi,” kata Edo kepada ayah Budi.Ayah bertanya
kepada Edo dan Budi, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”
“Tadi sebelum aku dan Edo ketiduran kami sedang bercerita jika aku bisa ke luar
negeri hanya dengan menyebutkan aku di Roma maka aku sudah ada di Roma.
Setelah itu aku dan Edo ketiduran dan ternyata kami bermimpi hal yang sama.” Kata
Budi kepada ayah. “Bagaimana bisa kamu melakukan semua itu Budi? Itu hanya
imajinasimu saja.” Ayah berkata kepada Budi dan Edo, “Kalian adalah anak yang
pintar, belajarlah dengan giat dan rajin, jangan lupa bantulah orang tua kalian
juga,maka kalian nanti bisa mencapai cita - cita, dan dapat berkeliling dunia. Setelah
Budi mendengar perkataan ayahnya, Budi sadar jika dia selama ini sudah bersalah
karena tidak mau membantu orang tuanya. “Ayah, maafkan aku karena selama ini aku
tidak mau membantu ayah, Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” kata Budi
kepada ayahnya. Ayah berkata kepada Budi, “Budi, ayah memaafkan kamu, ayah
sayang kepada kamu.” Sejak saat itu Budi selalu membantu orang tuanya.
TAMAT
Pesan moral dari cerita ini adalah :
Walaupun kita memiliki kepintaran, kita juga harus mau peduli dan membantu orang
tua dan sesama.
-Ayat Alkitab dari cerita ini adalah Matius 5:16, berbunyi :
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat
perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.
oleh : MATTHEW 7.3
2
dunia lukisan
Ada seorang anak perempuan yang suka menggambar. Gambarnya sangat indah, tapi
sayang hobinya membuatnya lupa waktu. Tugas dan pelajarannya terbengkalai, di sekolah
pun dia tidak mendengarkan gurunya dan malah menggambar diam-diam. Dia sudah
beberapa kali ditegur orang tua dan gurunya, tetapi nasihat mereka tidak pernah ia hiraukan.
Tentunya tingkah anak ini membuat mereka resah dan sedih.
Suatu hari, saat dia menggambar sebuah dunia indah dalam khayalannya, dia ditarik tiba-tiba
oleh sesuatu dan kemudian di sekelilingnya tak ada lagi rumahnya, tapi ada sebuah dunia
yang indah. Dia sangat heran dan cemas. Dia mulai terisak-isak.
“Mama… Mama di mana? Aku ada di mana? Tadi kan, aku menggambar di rumah!”
“Bukannya ini gambarmu?” Tiba-tiba ada suara yang mengejutkannya dari belakang. Saat
anak itu menoleh, ada seorang peri mungil.
“Hah, kamu siapa?” tanya anak itu kaget.
Peri itu malah tertawa. “Lho, kenapa kamu bingung sendiri, ini dunia dalam gambarmu, dan
aku peri yang tinggal di lukisan ini!”
Sekarang anak itu ingat. Tadi dia sedang menggambar sebuah dunia peri, tapi kemudian ia
merasa dihisap oleh sesuatu yang sangat kuat.
Kemudian dia sadar kalau dia masih memegang kuasnya. Tapi kuasnya terlihat agak
berbeda…
Di ujung kuasnya sekarang ada sebuah permata yang indah. Gagang kuasnya bewarna
putih, dihiasi ukiran-ukiran cantik dan bagian pegangannya terbuat dari emas. Bulu-bulu
kuasnya bewarna pelangi dan berkilau.
Lalu anak itu berpikir, “Ini kan dunia lukisan yang aku buat, jadi apa mungkin yang kugambar
disini bisa jadi nyata?”
Karena penasaran, anak itu mencoba menggambar kupu-kupu di udara dan kemudian kupu-
kupu itu benar-benar menjadi nyata dan terbang! Anak itu terkejut, senang dan terkagum-
kagum. Dia mulai mencoba melukis berbagai benda di situ, termasuk sayap untuk dirinya.
4
Dia merasa betah tinggal di dunia ini. Ia tidur dengan para peri, memetik banyak bunga dan
bersenang-senang. Tak ada PR, tak ada sekolah, tak disuruh membantu Mama, tak perlu
bangun pagi. Ia merasa sangat bebas disini. Namun tentunya masih ada pekerjaan sehari-hari
yang para peri kerjakan, seperti memasak, mengambil air, mencuci, merawat alam tempat
mereka tinggal, memintal, menjahit dan yang lain. Tapi toh, ini dunia lukisan anak itu. Ia mulai
membuat para peri tak perlu mengerjakan apapun, termasuk pekerjaan sehari-hari.
Apa yang terjadi kemudian? Ternyata akibat dari perbuatannya tersebut mendatangkan akibat
yang sangat buruk di dunia itu. Tanaman mulai layu, hewan-hewan dan peri kelaparan dan
kehausan, pakaian mereka compang-camping dan tak ada yang membuat pakaian baru. Dunia
yang sebelumnya indah ini jadi kacau, gelap, suram dan mengerikan! Kehidupan di dunia ini
mulai memudar dan mati. Anak ini panik. 4
Dia berteriak, “TIDAKK!!!”, lalu terbangun di atas meja. Mamanya bertanya, “Sayang, kamu
kenapa?” Anak itu kemudian mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Semalam ia
melukis diatas meja sampai tengah malam, lalu ia tertidur tanpa disadari. Untunglah, kejadian
tadi hanya mimpi. “Eehh… mimpi, Ma.” Mamanya tersenyum, lalu bertanya, “Mimpi apa kamu
nak, kok sampai teriak-teriak?” “Engh, aku mimpi…” Lalu Mamanya melihat lukisannya.
“Wah… bagus sekali lukisanmu, nak…” “Hehe, makasih Ma.” Anak itu lega saat melihat
lukisannya masih utuh dan indah. “Iya, sama-sama nak, sekarang ayo cepat mandi, nak, nanti
kamu terlambat ke sekolah, lho.” “Oke, siap Bu!” Anak itu lalu bergegas menuju sekolah dan
belajar dengan serius. Saat pulang ke rumah ia membantu Mamanya dan belajar. Malamnya,
saat tugasnya sudah selesai, ia baru melukis, lalu tidur tepat waktu. Mamanya heran, tapi
senang anaknya sudah berubah. Seminggu kemudian, saat ujian, nilainya sangat baik. Saat
pulang sekolah ia memandang lukisannya dan melihat para peri seolah tersenyum padanya.
Tamat
Ayat Alkitab: 2 Tesalonika 3:10-12
“Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu:
jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Kami katakan ini karena kami dengar,
bahwa ada orang uang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal
yang tidak berguna. Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan
Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian
makan makanannya sendiri.”
Pesan moral: Kamu boleh saja mengerjakan hobimu, mengembangkan bakat dari Tuhan itu
memang bagus, tapi jangan membuatmu lupa waktu hingga kewajibanmu terbengkalai. Kamu
harus bisa mengatur waktu.
oleh : NADYA EVA 7.4
4