94
Amerika Serikat dan Tiongkok, yang direpresentasikan melalui empat variabel
indeks. Skenario yang dibangun dinamakan; (i) Grand Etente, (ii) China Teapot,
dan (iii) Back to the Past. Skenario Grand entente menggambarkan multipolaritas
kerja sama multilateral pimpinan G2, di mana hubungan Amerika Serikat dan
Tiongkok akan berbentuk bangunan koalisi sementara (ad hoc). Skenario ini
mengambil premis ekonomi utama komitmen bersama baik Amerika Serikat dan
Tiongkok untuk memajukan proses globalisasi. Skenario China Teapot
membayangkan multipolaritas yang kompetitif, di mana hubungan Amerika Serikat
dan Tiongkok akan berbentuk persaingan. Skenario ini mengambil premis ekonomi
sebagai pengembalian ke regionalism. Dalam skenario ini, Tiongkok, sebagai
penantang senior, akan menyesuaikan diri dengan Rusia, sebagai penantang junior,
untuk menantang Amerika Serikat, yang akan sejalan dengan Uni Eropa. Pada
skenario Back to the Past, mengambil premis ekonomi fakta bahwa dolar AS tetap
menjadi mata uang internasional utama. Namun, mata uang lain, seperti Renminbi,
juga akan berperan dalam sistem moneter internasional sebagai mata uang
cadangan ataupun mata uang anchor (Pop & Grigoras, 2021).
Meskipun tidak melengkapi dengan implikasi atas rumusan kebijakan yang
dibutuhkan dalam rangka menghadapi ketiga skenario masa depan tersebut, hasil
penelitian Pop & Grigoras (2021) telah berkontribusi dalam memberikan
pemahaman bahwa dalam perspektif Uni Eropa terdapat masa depan yang
bercabang (bifurcated future) dari hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Keempat penelitian terdahulu yang memanfaatakan pendekatan atau model
TIA sebagai perangkat future studies untuk membangun atau mengeksplorasi
95
skenario masa depan dianggap dapat mewakili penelitian-penelitian lain yang
sejenis dan memanfaatkan model atau pendekatan yang sama. Penelitian yang
berkaitan atau memanfaatkan TIA sendiri merupakan penelitian yang relatif langka.
Dengan mengacu kepada hal tersebut, maka penelitian ini, yang berupaya untuk
memanfaatkan TIA sebagai alat eksplorasi masa depan daya saing ekspor
komoditas alas kaki Indonesia , dianggap akan memiliki novelty tersendiri.
2.5. Kerangka Teoritis Penelitian
Penelitian ini akan mengungkapkan secara empiris posisi daya saing ekspor
komoditas alas kaki Indonesia dan negara-negara lain di kawasan Asia beserta
evolusinya hingga saat ini. Posisi daya saing ekspor yang dimaksud dalam
penelitian ini akan dibatasi pada tiga aspek utama, yaitu:
i. Ukuran daya saing perdagangan internasional (revealed comparative
advantage: RCA (Balassa, 1965), RSCA (Dalum et al., 1998; Laursen,
1998), NRCA (Yu et al., 2009) dan indeks spesialisasi perdagangan);
ii. Posisi daya saing industri alas kaki pada model catching-up product
cycle (Hiratsuka, 2003).
iii. Posisi daya saing industri alas kaki pada model product mapping
(Widodo, 2009) beserta evolusinya; dan
Melanjutkan analisis atas dinamika daya saing industri alas kaki Indonesia
dan negara-negara pembandingnya di kawasan Asia, maka akan dilakukan studi
mengenai gambaran masa depan daya saing industri, dengan menggunakan
pendekatan pembangunan skenario kuantitatif (quantitative scenario building)
96
melalui model trend impact analysis (TIA) (Gordon, 2009). Model TIA yang akan
dibangun akan melibatkan ekstrapolasi tren data historis ukuran daya saing yang
telah didapatkan dari analisis empiris sebelumnya. Kemudian untuk keperluan
pembangunan skenario masa depan, akan dimasukkan pula berbagai probabilitas
dan besaran dampak dari peristiwa atau kejadian yang mungkin dapat terjadi di
masa depan dan berdampak pada daya saing industri alas kaki Indonesia.
Identifikasi atas peristiwa atau kejadian tersebut, berikut data probabilitas dan
dampaknya akan didapatkan dari data primer berupa hasil jajak pendapat (pooling)
dari para narasumber pakar dengan menggunakan kuesioner.
Ilustrasi kerangka teoritis penelitian disajikan dalam gambar di bawah.
Gambar 2.9. Parameter Dampak dari Peristiwa yang Khas dalam TIA
Sumber: (Gordon, 2009)
Perdagangan internasional Dinamika daya saing: Developed Arah kebijakan
komoditas alas kaki scenario
(HS-64, SITC: 851) Catching-up Skenario 1 Kebijakan 1
1996-2020 product cycle Kebijakan 2
(Hiratsuka, 2003) Skenario 2 Kebijakan 3
Evolusi dan tren daya saing:
• RCA (Balassa, 1965) Products mapping Skenario 3
• RSCA (Dalum & Laursen, 1998) (Widodo, 2009)
• NRCA (Yu et al., 2009)
Skenario masa depan
daya saing:
Scenario building;
Trend impact analysis
(Gordon, 1994)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian yang sebagian besar dilakukan dengan
menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dan akan dibagi menjadi tiga tahapan
penelitian. Lingkungan penelitian adalah daya saing industri tingkat negara, dari
Indonesia dan negara-negara Asia terpilih lainnya, dengan periode observasi antara
tahun 1996-2020.
3.1.1. Penelitian Tahap Pertama
Pada penelitian pertama, yang akan dilakukan dengan metode kuantitatif
deskriptif, akan dilakukan eksplorasi atas dinamika perdagangan internasional
(ekspor dan impor) komoditas alas kaki di Indonesia dan negara-negara lain di
kawasan Asia yang dipilih sebagai obyek penelitian yaitu; Bangladesh, Filipina,
Hong Kong, India, Kamboja, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Myanmar, Pakistan,
Sri Lanka, Thailand, Tiongkok dan Vietnam. Pada tahapan ini akan dieksplorasi
evolusi dan tren pekembangan atas;
1. Volume perdagangan (ekspor dan ekspor bersih)
2. Daya saing, yang direpresentasikan dengan ukuran; RCA (Balassa, 1965),
RSCA (Dalum et al., 1998; Laursen, 1998), NRCA (Yu et al., 2009), dan trade
specialization index (TSI).
97
98
Analisis kedua variabel tersebut akan dilakukan dengan statistic deskriptif
sederhana, dengan memanfaatkan perangkat lunak Stata ver. 15 sebagai perangkat
bantunya. Hasil eksplorasi evolusi dan tren pekembangan atas variabel-variabel
tersebut kemudian akan dilanjutkan dengan analisis atas peta daya saing komoditas
secara cross-country analysis, dengan memanfaatkan pendekatan catching-up
product cycle (Hiratsuka, 2003) dan products mapping (Widodo, 2009). Selain hal
tersebut akan dilakukan pula observasi atas korelasi antara nilai ekspor dan daya
saing (RCA, RSCA, NRCA dan TSI) secara relatif antara Indonesia dengan
masing-masing negara pembanding. Korelasi akan dilakukan melalui uji korelasi
Pearson. Uji korelasi ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran; apakah nilai
ekspor alas kaki Indonesia memiliki korelasi, baik positif maupun negatif, dengan
negara-negara pembandingnya.
3.1.2. Penelitian Tahap Kedua
Penelitian tahap kedua merupakan penelitian yang dilakukan dalam rangka
mendapatkan alternatif skenario gambaran masa depan daya saing komoditas alas
kaki Indonesia hingga tahun 2035. Penelitian tahap kedua ini akan menggunakan
model trend impact analysis (TIA) (Gordon, 2009), dengan langkah-langkah secara
rinci sebagai berikut:
1. Penentuan tren daya saing, yang direpresentasikan oleh salah satu RCA, RSCA,
NRCA, ataupun TSI, berdasarkan data historis 1996-2020 yang telah
didapatkan sebagai hasil dari penelitian tahap pertama. Dalam langkah ini akan
99
diuji pula pola tren data historis yang paling sesuai (linier, logaritmik,
eksponenesial, S shaped) dengan uji koefisien determinasi r2.
2. Ekstrapolasi tren daya saing hingga tahun 2035 dengan mengikuti pola tren data
historis yang telah ditetapkan pada langkah 1 sebelumnya. Tren daya saing hasil
ekstrapolasi ini akan ditetapkan sebagai baseline trend atau surprised free
scenario dalam model TIA.
3. Identifikasi peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian masa depan yang
mungkin terjadi dan berdampak secara signifikan terhadap daya saing industri.
Data dan informasi mengenai peristiwa atau kejadian yang mungkin tersebut
akan didapatkan melalui:
• Studi literatur lanjutan
• Opini atau pendapat para pakar, yang dikumpulkan melalui kuesioner
Data dan informasi yang didapatkan tersebut selanjutnya akan diolah dengan
menggunakan perangkat lunak NVivo 12 sebagai perangkat bantu.
4. Kalkulasi probabilitas dan dampak dari peristiwa atau kejadian masa depan
yang telah teridentifikasi pada langkah 3 sebelumnya.
5. Pemodelan dua skenario ekstrapolasi tren berdasarkan probabilitas dan dampak
peristiwa atau kejadian masa depan yang telah diidentifikasi. Dua skenario
ekstrapolasi ini akan melengkapi surprised free scenario, sehingga pada
tahapan penelitian selanjutnya akan dilakukan eksplorasi atas kebijakan yang
paling mungkin sesuai untuk masing-masing skenario yang telah dibangun.
100
3.1.3. Penelitian Tahap Ketiga
Penelitian tahap ketiga diawali dengan eksplorasi berbagai alternatif
kebijakan yang tepat atau sesuai untuk diaplikasikan ke masing-masing skenario
yang telah dibangun. Data dan informasi atas alternatif kebijakan tersebut akan
didapatkan melalui:
• Studi literatur lanjutan
• Opini atau pendapat para pakar, yang dikumpulkan melalui kuesioner
3.2. Metode Pengumpulan Data
Penelitian tahap pertama yang berupa penelitian dengan metode kuantitiatif
deskriptif akan melibatkan data sekunder. Data-data untuk keperluan analisis
merupakan yaitu nilai ekspor dan nilai impor untuk periode tahun 1996-2020 akan
bersumber database UN Comtrade.
Selain data sekunder, akan digunakan pula data primer berupa opini atau
pendapat para narasumber pakar, khususnya untuk penelitian tahap kedua dan
ketiga. Informasi primer yang dibutuhkan adalah opini para narasumber pakar
mengenai identifikasi peristiwa atau kejadian yang mungkin dapat terjadi di masa
depan beserta probabilitas dan dampaknya bagi masa depan daya saing industri alas
kaki Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Abdulkadir, A., Afriana, W., & Azis, H. A. (2020). Footwear Export
Competitiveness of Indonesia and Vietnam. Signifikan: Jurnal Ilmu
Ekonomi, 9(2), 269–284.
Akhtar, N., Zakir, N., & Ghani, E. (2008). Changing Revealed Comparative
Advantage: A case study of footwear industry of Pakistan. Pakistan
Development Review. https://doi.org/10.30541/v47i4iipp.695-709
Amer, M., Daim, T. U., & Jetter, A. (2013). A review of scenario planning.
Futures. https://doi.org/10.1016/j.futures.2012.10.003
Appleyard, D. R., & Field, Alfred J., J. (2014). International Economics (8th ed.).
McGraw-Hill/Irwin.
Balassa, B. (1965). Trade Liberalisation and “Revealed” Comparative Advantage.
The Manchester School. https://doi.org/10.1111/j.1467-9957.1965.tb00050.x
Birkland, T. A. (2011). An introduction to The Policy Process : Theories,
Concepts, and Models of Public Policy Making (3rd ed.). Routledge.
Bishop, P., Hines, A., & Collins, T. (2007). The current state of scenario
development: An overview of techniques. In foresight.
https://doi.org/10.1108/14636680710727516
Bradfield, R., Wright, G., Burt, G., Cairns, G., & Van Der Heijden, K. (2005).
The origins and evolution of scenario techniques in long range business
planning. Futures. https://doi.org/10.1016/j.futures.2005.01.003
Chermack, T. J. (2003). A theory of scenario planning [University of Minnesota].
https://search.proquest.com/docview/305319696?accountid=130508
Chermack, T. J. (2018). An analysis and categorization of scenario planning
scholarship from 1995-2016. Journal of Futures Studies.
https://doi.org/10.6531/JFS.201806.22(4).0004
Chermack, T., Lynham, S., & Ruona, W. (2001). A review of scenario planning
literature. Futures Research Quarterly.
Cho, D.-S., & Moon, H.-C. (2000). From Adam Smith to Michael Porter:
Evolution to Competitiveness Theory (R. Brislin & L. Kelley (Eds.)). World
Scientific.
Dalum, B., Laursen, K., & Villumsen, G. (1998). Structural change in OECD
export specialisation patterns: de-specialisation and “stickiness.”
International Review of Applied Economics.
https://doi.org/10.1080/02692179800000017
Digital Competitiveness Index 2020. (2020).
Dorobăț, C. E. (2015). A Brief History of International Trade Thought: From Pre-
Doctrinal Contributions to 21st Century Heterodox Economics. The Journal
101
102
of Philosophical Economics, VIII(2), 106–137.
http://www.jpe.ro/pdf.php?id=7117
Dye, T. R. (2017). Understanding Public Policy (15th ed.). Pearson Education
Limited.
Ethier, W. (1974). Some of the theorems of international trade with many goods
and factors. Journal of International Economics.
https://doi.org/10.1016/0022-1996(74)90062-2
Evangelista, R., Guerrieri, P., & Meliciani, V. (2014). The economic impact of
digital technologies in Europe. Economics of Innovation and New
Technology. https://doi.org/10.1080/10438599.2014.918438
Frau, I. I. (2019). Foresight in Public Policymaking: An Exploration of Process
Practices. University of Cambridge.
Fuady, A. H. (2018). Teknologi Digital dan Ketimpangan Ekonomi di Indonesia.
Masyarakat Indonesia Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia.
Futures thinking in Asia and the Pacific: Why Foresight Matters for Policy
Makers. (2020). Asian Development Bank.
https://doi.org/http://dx.doi.org/10.22617/TCS200126-2
Gerber, J. (2018). International Economics (7th ed.). Pearson Education Limited.
Giaoutzi, M., & Sapio, B. (2013). In Search of Foresight Methodologies: Riddle
or Necessity. In M. Giaoutzi & B. Sapio (Eds.), Recent Developments in
Foresight Methodologies (pp. 3–9). Springer.
Gordon, T. (2009). Trend impact analysis. In Futures Research Methodology -
V3.0. The Millenium Project.
Heinemann, T. (2018). Digitalisation in the textile, apparel and footwear industry
– a threat to industrialising and developing market economies? KfW
Reseaech - Focus on Economics, 214.
Hennen, W. H. G. ., & Benninga, J. (2009). Application of Trend Impact Analysis
for predicting future fruit consumption. The Journal of Horticultural Science
and Biotechnology, 84(6), 18–21.
https://doi.org/10.1080/14620316.2009.11512589
Hiratsuka, D. (2003). Competitiveness of ASEAN, China, and Japan. ASEAN-
Japan Competitive Strategy, 23, 276–312.
http://hdl.handle.net/2344/00009877
Horton, A. (1999). A simple guide to successful foresight. In Foresight.
https://doi.org/10.1108/14636689910802052
Ikhsan, O. M. F., Islam, R., Khamis, K. A., & Sunjay, A. (2020). Impact of digital
economic liberalization and capitalization in the era of industrial revolution
4.0: Case study in Indonesia. Problems and Perspectives in Management.
https://doi.org/10.21511/ppm.18(2).2020.24
Ilavska, A., & Chovancik, M. (2020). Formalized Scenario Building Adaptation
103
for Conflict Prevention. In D. C. Plescan, I. Puricel, D. Ghiba, L. D.
Popescu, I. Enache, & T. Lehaci (Eds.), INTERNATIONAL SCIENTIFIC
CONFERENCE STRATEGIES XXI “Carol I” National Defence University
(pp. 9–22). Carol I National Defence University.
Inayatullah, S. (2008). Six pillars: Futures thinking for transforming. Foresight.
https://doi.org/10.1108/14636680810855991
Inayatullah, S. (2013). Futures Studies: Theories and Methods. In There’s a
Future: Visions for a Better World (pp. 37–65). T.F. Editores, S.L.C.
Jambor, A., & Babu, S. (2016). Competitiveness of Global Agriculture: Policy
Lessons for Food Security. Springer International Publishing Switzerland.
Kosow, H., & Gaßner, R. (2008). Methods of future and scenario analysis:
Overview, assessment, and selection criteria.
Kraft, M. E., & Furlong, S. R. (2018). Public Policy: Politics, Analysis, and
Alternatives (6th ed.). CQ Press.
Krugman, P. R., Obstfeld, M., & Melitz, M. J. (2018). International Trade:
Theory & Policy (11th ed.). Pearson Education Limited.
Kuosa, T. (2011). Practising Strategic Fresight in Government: The Cases of
Finland, Singapore and The European Union. S. Rajaratnam School of
International Studies - Nanyang Technological University.
Laursen, K. (1998). Revealed Comparative Advantage and the Alternatives as
Measures of International Specialisation (No. 98-30).
Lim, J. D. (1994). Restructuring of the footwear industry and the industrial
adjustment of the Pusan economy. Environment & Planning A.
https://doi.org/10.1068/a260567
Martelli, A. (2014a). Models of Scenario Building and Planning: Facing
Uncertainty and Complexity. Palgrave Macmillan.
Martelli, A. (2014b). Models of Scenario Building and Planning: Facing
Uncertainty and Complexity. Palgrave Macmillan.
https://doi.org/10.1007/978-1-137-29350-3
Martínez-Mora, C., & Merino, F. (2014). Offshoring in the Spanish footwear
industry: A return journey? Journal of Purchasing and Supply Management.
https://doi.org/10.1016/j.pursup.2014.07.001
Oliveira, A. S., de Barros, M. D., de Carvalho Pereira, F., Gomes, C. F. S., & da
Costa, H. G. (2018). Prospective scenarios: A literature review on the Scopus
database. In Futures. https://doi.org/10.1016/j.futures.2018.03.005
Pop, A., & Grigoras, R. ̆zvan. (2021). Towards a bifurcated future in the US-
China relationship: What is in it for the EU? Futures, 125.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.futures.2020.102634
Popper, R. (2008). How are foresight methods selected? Foresight.
https://doi.org/10.1108/14636680810918586
104
Porter, M. E. (1990). The Competitive Advantage of Nations. In The Competitive
Advantage of Nations. https://doi.org/10.1007/978-1-349-11336-1
Ray, M., Rai, A., Singh, K. ., Ramasubramanian, V., & Kumar, A. (2017).
Technology forecasting using time series intervention based trend impact
analysis for wheat yield scenario in India. Technological Forecasting &
Social Change, 118, 118–123.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.techfore.2017.02.012
Ruffin, R. J. (2013). The Development of International Trade Theory. In D.
Bernhofen, R. Falvey, D. Greenaway, & U. Kreickemeie (Eds.), Palgrave
Handbook of International Trade (pp. 15–38). Palgrave Macmillan.
https://doi.org/https://doi.org/10.1007/978-0-230-30531-1_2
Salvatore, D. (2013). International Economics (11th ed.). John Wiley & Sons,
Inc.
Stiglitz, J. E., & Rosengard, J. K. (2015). Economics of The Public Sector (4th
ed.). W. W. Norton & Company, Inc.
Stolper, W. F., & Samuelson, P. A. (1941). Protection and real wages. Review of
Economic Studies. https://doi.org/10.2307/2967638
Tambunan, T. (2000). Perdagangan Internasional dan Neraca Pembayaran:
Teori dan Temuan Empiris. LP3ES.
Tambunan, T. (2004). Globalisasi dan Perdagangan Internasional. Ghalia
Indonesia.
Verico, K. (2017). Indonesia towards 2030 and beyond: A Long-Run
International Trade Foresight. https://mpra.ub.uni-muenchen.de/79665/
Vollrath, T. L. (1991). A theoretical evaluation of alternative trade intensity
measures of revealed comparative advantage. Weltwirtschaftliches Archiv.
https://doi.org/10.1007/BF02707986
Voros, J. (2003). A generic foresight process framework. In Foresight.
https://doi.org/10.1108/14636680310698379
Wicaksono, P., Hardini, N., & Bakhtiar, T. (2019). Economic and social
development in global production networks: Lessons from the indonesian
footwear industry. International Journal of Business and Society.
Widodo, T. (2009). Comparative advantage: theory, empirical measures and case
studies. Review of Economic and Business Studies (REBS), 4, 57–82.
Yu, R., Cai, J., & Leung, P. S. (2009). The normalized revealed comparative
advantage index. Annals of Regional Science.
https://doi.org/10.1007/s00168-008-0213-3
105