The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mausul.aldien, 2022-10-17 00:08:21

KB 2 H 2

KB 2 H 2

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

MAKNA SYUKUR BERDASARKAN KAJIAN TEMATIK DIGITAL AL-QURAN
DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN AKHLAK DI SEKOLAH DASAR

Tatang Hidayat1, Munawar Rahmat2, Udin Supriadi3
1,2,3Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Pascasarjana UPI

[email protected], [email protected]
[email protected]

ABSTRACT

Undeniably, the study focusing on akhlaq education is important to conduct, and one
of the moral educations is gratitude. The purpose of this present study is to find out
the meaning of gratitude based on the Qur'anic digital thematic study and its
implications on akhlaq education in elementary school. This study employed a
qualitative approach and digital Qur`anic thematic methods. Based on the results of
the study, the terms gratitude were revealed in 43 verses of the Quran (Arabic) and
68 verses of the Quran (Indonesian Translation). The meaning of gratitude based on
the Qur`anic digital thematic study of the Quran is considered as the value of the core
character. Gratitude is commanded for humans who have been given the favor of
faith and Islam, have been following the Messenger of Allah Salla Allah ‘Alaihi Wa
Sallam, have been granted good sustenance, have been obliged to carry out various
types of worship, and they will be granted forgiveness of their sins if they repent.
However, most people in fact denied the various favors granted to them. In the bottom
line, as an implication, it is obvious that gratitude is highly important to be learned,
understood, trained and put into practice from the early age. Inevitably, it can be
realized through the existence of formal education institutions, especially primary
school level.

Keywords: Gratitude, Digital Qur`anic Thematic, Akhlaq Education

ABSTRAK

Pentingnya untuk diadakan sebuah pengkajian berkaitan dengan pendidikan akhlak,
salah satunya syukur. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui makna syukur
berdasarkan kajian tematik digital Alquran dan implikasinya dalam pendidikan akhlak
di sekolah dasar. Pembahasan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode
tematik digital Alquran. Berdasarkan hasil pembahasan, term syukur diungkap dalam
43 ayat Alquran (Bahasa Arab) dan 68 ayat Alquran (Bahasa Indonesia). Makna
syukur berdasarkan kajian tematik digital Alquran merupakan nilai karakter inti.
Syukur diperintahkan bagi manusia yang telah diberikan nikmat iman dan Islam, bagi
manusia yang sudah dimaukan mengikuti Rasul Allah Salla Allah ‘Alaihi Wa Sallam,
telah diberi rezeki yang baik, telah diwajibkannya melaksanakan berbagai ibadah,
dan akan diampuninya dosa bagi yang bertaubat. Namun kebanyakan manusia
mengingkari berbagai nikmat yang didapatkannya. Implikasinya, syukur ini sangat

94

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019
penting untuk dipelajari, dipahami, dan dilatih pengamalannya sejak dini, salah
satunya melalui lembaga pendidikan formal khususnya jenjang sekolah dasar.

Kata Kunci : Syukur, Tematik Digital Alquran, Pendidikan Akhlak

A. Pendahuluan yang tercantum dalam UU No 20 tahun
Ilmu akhlak merupakan salah 2003 yakni dalam membina keimanan,
ketakwaan dan akhlak mulia.
satu ilmu yang ada dalam ajaran Islam,
yang mana di dalam ilmu ini dipelajari Namun, realita kehidupan
berbagai macam sifat mulia seperti kalangan pelajar saat ini ternyata tidak
sidiq, amanah, tawaḍu, jujur, syukur, mengalami keselarasan dengan tujuan
mahabbah, qanā’ah, sabar, tawakal, pendidikan nasional yang dirumuskan.
wara’ dan masih banyak yang lainnya. Nyatanya pelajar Indonesia yang
Khaled (2012: 3-16) mencatat bahwa mayoritas beragama Islam ini tengah
tujuan mempelajari akhlak terdiri dari mengalami krisis akhlak dalam
empat poin. Pertama, tujuan diutusnya berbagai sendi kehidupan. Yusra
Nabi Ṣalla Allah ‘Alaihi Wa Sallam. (2016) mencatat anak-anak usia
Kedua, melenyapkan kesenjangan sekolah saat ini kurang memperhatikan
antara akhlak dan ibadah. Ketiga, agar nilai akhlak yang tercermin dari
kita termasuk orang-orang yang perilaku tidak menghormati nilai-nilai
mengamalkan. Keempat, agar kita kemanusiaan seperti terjadi tawuran
tidak menjadi sebab yang pelajar, kurang menghormati orang tua
menyesatkan manusia. dan guru, kurang menta’ati norma-
norma keluarga, hidup tidak disiplin,
Para pelajar yang sedang belajar meningkatnya ketidakjujuran, seperti
di lembaga pendidikan formal pasti suka bolos, nyontek, dan mencuri.
pernah mempelajari ilmu akhlak,
karena ilmu tersebut termuat dalam Bahkan Hidayat, Rizal, &
mata pelajaran Pendidikan Agama Fahrudin (2018) melaporkan ternyata
Islam (PAI). Sementara itu, adanya berbagai problematika
terwujudnya akhlak yang baik pada kalangan pelajar seolah menjadi
peserta didik sebenarnya merupakan rahasia umum di tengah-tengah
salah satu tujuan pendidikan nasional masyarakat. Majid & Andayani (2012:4)

95

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

melaporkan dalam konteks sadis, tayangan porno, tersebarnya

keindonesiaan, pemandangan pengangguran di tengah-tengah
masyarakat, keteladanan orang tua
problematika di kalangan pelajar

menegaskan adanya kegagalan terhadap pendidikan anak, dan
pencapaian tujuan pendidikan di negeri bencana keyatiman.

ini. Sementara itu, dalam konteks
Tentunya problematika di atas implementasi pendidikan di Indonesia,

merupakan salah satu problematika ternyata masih terfokus pada aspek-
dari sekian banyaknya problematika aspek kognitif atau akademik, adapun

yang ada di negeri ini, terutama yang aspek soft skills atau non-akademik
sedang melanda pelajar di zaman yang merupakan unsur utama

generasi milineal. Jika problematika pendidikan karakter selama ini masih
pelajar ini tidak kita selesaikan, maka kurang mendapat perhatian (Judiani,

akan menjadi problem dan akan 2010).
berimbas kepada pembangunan negeri Dari sekian banyak faktor yang

ini di masa depan. Apa jadinya jika menyebabkan problematika di
suatu saat negeri ini dipimpin oleh kalangan pelajar, ternyata salah

orang-orang yang tidak memiliki satunya terletak dalam implementasi
karakter akhlak mulia. pendidikan di Indonesia yang masih

Ulwan (2002:xiii) mencatat bahwa terfokus pada aspek kognitif, adapun
sebab-sebab kenakalan yang terjadi aspek afektif yang merupakan unsur

pada kalangan pelajar tentunya utama pendidikan karakter kurang
disebabkan oleh beberapa faktor, mendapat perhatian. Oleh karena itu,

diantaranya : kemiskinan yang perlu ada upaya dalam menyelesaikan

menerpa keluarga, disharmoni yang problematika tersebut. Karena aspek
menerpa keluarga, perceraian dan afektif kurang mendapat perhatian

kemiskinan sebagai akibatnya, waktu dalam pelaksanaan pendidikan di
senggang yang menyita masa anak Indonesia, maka perlu kiranya

dan remaja, pergaulan negatif dan menanamkan pendidikan yang
teman yang jahat, buruknya perlakuan sasarannya mencakup ranah afektif,
orang tua terhadap anak, film-film kognitif dan psikomotorik. Oleh karena

95

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

itu, perlu kiranya menanamkan pemula yang baru belajar Islam dan

pendidikan karakter salah satunya siswa sekolah dasar. Untuk
karakter syukur. Zahruddin & Sinaga membuktikan asumsi penulis, maka

(2004: 159) menyimpulkan bahwa perlu diadakan sebuah penelitian.
syukur termasuk ke dalam sifat akhlak.

Perbuatan syukur termasuk yang B. Landasan Teori
sedikit dilakukan oleh manusia. 1. Pengertian Metode Tematik

Berangkat dari hal ini, perlu Digital Quran
kiranya syukur ini dipahami oleh Metode tematik digital Alquran

kalangan pelajar terutama yang adalah metode memahami term-term
sedang belajar di jenjang sekolah keagamaan ataupun suatu term dalam

dasar. Namun yang menjadi Alquran dengan cara menganalisis
pertanyaan, bagaimana caranya untuk seluruh ayat Alquran tentang term yang

memahami makna syukur dengan sama (Rahmat, 2014).

mudah, terutama bagi kalangan 2. Manfaat Metode Tematik Digital
Alquran
pemula yang belajar Islam ? Untuk Dengan hadirnya Alquran dan

menjawab pertanyaan tersebut, perlu terjemahnya secara digital, maka
upaya memahami ajaran dasar Islam
diadakan sebuah penelitian. dengan referensi langsung dari Alquran
lebih memungkinkan, yakni dengan
Tujuan penelitian ini untuk pendekatan tematik digital Alquran. Di
sisi lain, metode tematik digital Alquran
mengetahui makna syukur ini merupakan metode paling tepat
diajarkan karena dalam memahami
berdasarkan kajian tematik digital substansi inti ajaran Islam bagi para
pemula (Rahmat, Fahrudin, & Supriadi,
Alquran dan implikasinya dalam 2017:42).

pendidikan akhlak di sekolah dasar.

Penulis berasumsi dengan

menggunakan metode tematik digital

Alquran akan mempermudah kalangan

pemula yang ingin memahami berbagai

konsep inti dari ajaran Islam

berdasarkan Alquran, sehingga

penelitian ini akan dirasakan

manfaatnya, terutama bagi kalangan

96

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

3. Urgensi Metode Tematik Digital Ketik di cari Ind/Eng term jihad dalam

Alquran bahasa Indonesia, maka nantinya akan

Ulama dan Cendekiawan Muslim muncul di layar beberapa ayat yang

menekankan perlunya umat Islam menjelaskan tentang jihad. Jika

memahami secara langsung persoalan menggunakan bahasa arab, maka ketik

keagamaan dari dua sumber utama di cari (Arab) term jihad dengan

ajaran Islam, yakni Alquran dan Hadis. menggunakan bahasa arab, maka
Para Imam Mażhab dalam berbagai nanti akan muncul di layar beberapa

kitabnya menegaskan tentang perlunya ayat yang menjelaskan tentang jihad.

merujuk langsung kepada Alquran dan Dalam pencarian term yang paling

Sunnah. Dengan metode tematik digital tepat adalah dengan menggunakan

Alquran, maka apa yang diharapkan bahasa arab.
oleh para Imam Mażhab dan para Setelah menemukan term-term

Ulama abad XX relatiif akan lebih keagamaan yang diinginkan, maka

mudah untuk diimplementasikan lakukan analisis per ayat, kemudian

(Rahmat et al., 2017: 42-44). dianalisis terjemahnya sehingga akan

4. Cara Menggunakan Metode menghasilkan pesan ayat. Ketika
Tematik Digital Alquran semua ayat sudah dianalisis, maka kita
Untuk menggunakan metode akan menemukan sebuah kesimpulan
dari ayat-ayat yang kita analisis. Jika
tematik digital Alquran sangat mudah. dipahami dengan baik, metode tematik
Pertama, terlebih dahulu kita harus digital Alquran ini bisa digunakan oleh
memiliki program digital Alquran, bagi semua kalangan, sehingga akan
yang belum memilikinya bisa memudahkan umat untuk memahami
mendownload atau meminta kepada inti ajaran Islam dengan merujuk
temannya. Kedua, setelah memiliki kepada sumber aslinya yakni Alquran
program tersebut, maka buka program (Rahmat, 2015).
tersebut dengan mengklik simbol love

berwarna hijau. Ketiga, cari term-term 5. Pengertian Akhlak

yang diinginkan. Misalnya, kita ingin Nurdin dkk. (1993:205) mencatat

mencari makna jihad dalam Alquran. bahwa akhlak berasal dari kata

97

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

khalaqa dengan akar kata khuluqan, kebaikan atau keburukan. Akhlak ada
yang berarti perangai, tabi’at, dan adat. yang berhubungan dengan manusia
Atau dari kata khalqun yang berarti dan alam.

kejadian, buatan, atau ciptaan. Jadi 6. Ciri dan Ruang Lingkup Akhlak
secara etimologis akhlak berarti Ada lima ciri yang terdapat dalam
perangai, adat, tabi’at atau sistem
perilaku yang dibuat. Al-Hufy (1978: perbuatan akhlak, antara lain :
13) mengamati bahwa akhlak itu ialah Pertama, perbuatan akhlak adalah
kemauan yang kuat tentang sesuatu perbuatan yang telah tertanam kuat
yang dilakukan berulang-ulang dalam jiwa seseorang, sehingga telah
sehingga menjadi kebiasaan yang menjadi kepribadiannya. Kedua,
mengarah kepada kebaikan atau perbuatan akhlak adalah perbuatan
keburukan. Akhlak itu terlahir dari sikap yang dilakukan dengan mudah dan
seseorang dalam kehidupan sehari- tanpa pemikiran. Ketiga, perbuatan
hari. akhlak adalah perbuatan yang timbul
dari dalam diri orang yang
Akhlak yang dianjurkan Islam mengerjakannya, tanpa ada tekanan
dibagi menjadi dua. Pertama, akhlak dan paksaan dari luar. Keempat,
yang berhubungan dengan manusia. perbuatan akhlak adalah perbuatan
Kedua, akhlak yang berhubungan yang dilakukan dengan sesungguhnya,
dengan alam (Atang Abd Hakim & bukan main-main atau karena
Mubarok, 1999: 202). Berdasarkan bersandiwara. Kelima, perbuatan
penjelasan tersebut, akhlak tidak akhlak dilakukan karena ikhlas semata-
berlaku untuk manusia saja, bahkan mata karena Allah, bukan karena ingin
terhadap alam pun kita mesti dipuji (Nata, 2003: 4-6). Berdasarkan
berakhlak. uraian di atas, sangat jelas bahwa
seseorang yang memiliki akhlak mulia
Berdasarkan penjelasan di atas, itu memerlukan proses latihan dan
dapat disimpulkan akhlak adalah pembiasaan.
perangai, adat, tabi’at atau sistem
perilaku yang terlahir dari proses yang Adapun ruang lingkup akhlak
berulang-ulang sehingga menjadi terdiri dari 5 cakupan. Pertama, akhlak
kebiasaan yang mengarah kepada

98

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

terhadap diri sendiri. Kedua, akhlak fundamental (rukun Islam dan rukun

dalam keluarga. Ketiga, akhlak dalam iman), juga tentu dapat digunakan
masyarakat. Keempat, akhlak dalam untuk memahami term term

bernegara. Kelima, akhlak terhadap keagamaan yang lebih rinci. Metode
agama (Mukni’ah, 2011: 112-113). tematik digital Alquran ini digunakan

7. Prinsip-Prinsip Akhlak untuk memudahkan orang-orang yang
Muhaimin, Mujib, & Mudzakir
baru belajar Islam, sehingga dengan
(2007:273-275) mencatat bahwa dalam
akhlak ada prinsip-prinsip yang mesti adanya metode tematik digital Alquran
digunakan, diantaranya : Pertama,
akhlak yang baik berdasarkan Alquran diharapkan bisa membantu mereka-
dan Sunnah. Kedua, adanya
keseimbangan antara akhlak kepada mereka yang baru belajar Islam untuk
Allah dan sesama manusia. Ketiga,
pengamalan akhlak harus sesuai memahami berbagai makna inti ajaran
dengan aqidah dan syariah. Keempat,
akhlak diamalkan semata-mata karena agama Islam.
Allah. Kelima, akhlak diamalkan sesuai
proporsinya, misalnya seorang anak Teknik pengambilan data yakni
harus homat kepada kedua orang
tuanya dan orang lain. dengan mencari referensi utama

C. Metodologi Penelitian menggunakan metode tematik digital
Penelitian ini menggunakan
Alquran Versi 3.2 serta referensi
pendekatan kualitatif dan metode
tematik digital Alquran. Rahmat (2013) tambahan dari buku, jurnal, forum
melaporkan bahwa metode tematik
digital Alquran ini sangat diperlukan seminar dan diskusi dengan para ahli
untuk pemahaman awal dan dasar
tentang term term agama yang yang relevan dengan permasalahan

yang ditemukan. Data-data yang sudah

diperoleh kemudian dianalisis secara

mendalam dengan metode analisis

deskriptif, kemudian peneliti

memberikan kesimpulan.

D. Hasil dan Pembahasan
Sumber utama dalam memahami

agama Islam adalah Alquran dan
Hadis. Namun bagi kalangan pemula
yang ingin merujuk langsung kepada
Alquran dan Hadis tentunya akan

99

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

mengalami kesulitan jika tidak digital Alquran. Setelah kita berhasil

memahami ilmunya, apalagi kitab suci menginstalnya, kemudian kita klik logo
Alquran menggunakan bahasa arab aplikasi tersebut yang berbentuk hati

dan sangat tebal. Begitupun dengan berwarna hijau. Selanjutnya tinggal
Hadis Bukhari dan Muslim sebagai masukan term syukur dalam pencarian

kitab hadis rujukan setelah Alquran pun bahasa arab, kemudian klik OK di
terdiri dari beberapa jilid. Oleh karena sebelah kanannya, maka kita akan

itu, untuk memudahkan bagi kalangan mendapatkan beberapa ayat yang
pemula untuk memahami berbagai menjelaskan tentang syukur. Sebagai

makna inti ajaran agama Islam pembanding, maka kita masukan juga
berdasarkan Alquran diperlukan suatu term syukur dalam pencarian bahasa

metode belajar untuk Indonesia. Supaya didapatkan makna
yang lebih baik, kita ambil term syukur
memudahkannya. Oleh sebab itu,

disinilah hadir metode tematik digital hasil pencarian bahasa Arab
Alquran sebagai upaya untuk sebagaimana bahasa aslinya. Namun

memudahkan kalangan pemula yang boleh juga menambahkan dengan hasil
ingin memahami berbagai makna yang pencarian bahasa Indonesia sebagai

ada dalam ajaran agama Islam pembanding saja.
berdasarkan Alquran. Berdasarkan hasil pencarian,

Salah satu ajaran inti yang ada term syukur diungkap dalam 43 ayat
dalam agama Islam adalah syukur. Alquran (Bahasa Arab) dan 68 ayat

Untuk memahami makna syukur Alquran (Bahasa Indonesia).
sebagaimana yang ada di dalam
Selanjutnya tugas kita adalah

Alquran, maka ada baiknya kita menganalisis untuk menemukan pesan

mencoba menggunakan metode ayat dari setiap ayat yang menjelaskan
tematik digital Alquran. Bagaimana tentang term syukur. Disini kita akan

makna syukur berdasarkan kajian tampilkan contoh beberapa ayat yang
tematik digital Alquran ? dianalisis.

Untuk mengimplementasikan
metode tersebut, terlebih dahulu kita
harus menginstal program atau aplikasi

100

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

Tabel 1 Pesan Ayat dari Term – Term Syukur

No QS. Terjemah Ayat Pesan Ayat Kesimpulan
Ayat. Sementara
Umat Nabi Musa AS Dosa sebesar
1 Qs. 51. Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji melakukan dosa terbesar apapun akan
Al- kepada Musa (memberikan Taurat, menyembah patung anak diampuni Allah
Baqa sesudah) empat puluh malam, lalu kamu sapi lalu mereka bertaubat agar orang
raħ : menjadikan anak lembu (sembahanmu) dan Allah menerima yang bertaubat
51- sepeninggalnya dan kamu adalah orang- taubatnya agar mereka itu bersyukur
52 orang yang dzalim. bersyukur
52. Kemudian sesudah itu Kami maafkan Bersyukur
kesalahanmu, agar kamu bersyukur. Imannya sudah mati karena Allah
kemudian menghidupkan
2 Qs. Setelah itu Kami bangkitkan kamu kembali dihidupkan kembali iman
Al- sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur yang sudah
Baqa bersyukur. agar kamu mati
raħ : Perintah
56 Perintah bersyukur dan bersyukur atas
nikmat yang
3 Qs. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku larangan mengingkari diberikan
Al- niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan
Baqa bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah nikmat-Nya. Bersyukur
raħ : kamu mengingkari (nikmat) -Ku. karena
152 Bersyukur karena diperintahkan
untuk
4 Qs. Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah diperintahkan untuk beribadah haji
Al- sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barang ke Baitullah
Baqa siapa yang beribadah haji ke Baitullah beribadah haji ke Baitullah
raħ : atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa
158 baginya mengerjakan sa'i antara Bersyukur kepada Allah Bersyukur
keduanya. Dan barang siapa yang karena telah diberi rezeki karena telah
mengerjakan suatu kebajikan dengan yang baik(halal, banyak dan diberi rezeki
kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah suci). yang baik
Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha
Mengetahui. Bersyukur karena Bersyukur

5 Qs. Hai orang-orang yang beriman, makanlah dimampukan menjadi orang karena
Al- di antara rezeki yang baik-baik yang Kami
Baqa berikan kepadamu dan bersyukurlah yang bertaqwa dimampukan
raħ : kepada Allah, jika benar-benar hanya
172 kepada-Nya kamu menyembah. menjadi orang

6 Qs. Sungguh Allah telah menolong kamu yang bertaqwa
Ali- dalam peperangan Badar, padahal kamu
‘Imrā adalah (ketika itu) orang-orang yang Allah akan menyiksa orang Allah akan
n : lemah. Karena itu bertakwalah kepada yang tidak beriman dan tidak
123 Allah, kamu mensyukuri supaya -Nya. bersyukur menyiksa

7 Qs. Mengapa Allah akan menyiksamu, jika orang yang
An- kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah
Nisā’ adalah Maha Mensyukuri lagi Maha tidak beriman
: 147 Mengetahui.
dan tidak
Dan Seterusnya
bersyukur

101

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

Setelah melakukan analisis, kepada mereka, baik dalam bentuk

maka kita akan menemukan makna materi maupun nonmateri.

syukur berdasarkan kajian tematik Berdasarkan kajian tematik

digital Alquran. digital Alquran, syukur merupakan

1. Pengertian Syukur bentuk sikap penerimaan dan pujian
Syarbini (2012: 83) mencatat total terhadap Allah atas segala
nikmat yang didapatkan dengan
secara bahasa, syukur berasal dari melaksanakan berbagai keta’atan
bahasa Arab “syakara, yasykuru, kepada-Nya. Sehingga syukur
syukran” yang berarti pujian atas merupakan salah satu karakter inti
sesuatu dan penuhnya sesuatu. dalam ajaran Islam.
Secara istilah, mayoritas ulama

mendefinisikan syukur dengan 2. Perintah Syukur Dalam Alquran
“memuji, berterimakasih, dan Dalam beberapa ayat yang

berutang budi kepada Allah atas telah kita analisis bersama, syukur

karunia-Nya, bahagia atas karunia merupakan perintah yang ada di

tersebut dan mencintai-Nya dengan dalam Alquran. Diantaranya perintah

melaksanakan ketaatan kepada- bersyukur terhadap Allah dan jangan
Nya.”. mengingkari nikmat-Nya (QS. Al-A’rāf

Adapun Nurdin dkk. (1993: 244) : 144). Syukur diperintahkan karena

melaporkan bahwa syukur adalah bagian dari perbuatan baik yang ada

sikap dan prilaku yang menunjukkan dalam Alquran. Ahmad (2008: 201)

penerimaan terhadap suatu anugerah mencatat Jika kita teliti isi Alquran,

dalam bentuk pemanfaatan dan maka akan kita jumpai ajaran-ajaran

penggunaan yang sesuai kehendak yang menyuruh berbuat baik dan

pemberinya. Sedangkan Harahap mencegah perbuatan jelek.

(2009:591) menyimpulkan syukur Oleh karena itu, konsep syukur

menurut istilah adalah salah satu nilai merupakan bagian dari ajaran Islam.

ajaran yang sangat penting dalam Allah memerintahkan kita untuk

ajaran islam yang senantiasa relevan mengingat-Nya dan diperintahkan

dengan kehidupan manusia, untuk bersyukur kepada-Nya dengan

mengingat demikian banyaknya segala nikmat yang telah diberikan,

anugerah Allah yang diberikan baik itu nikmat iman, nikmat Islam,

102

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

dan nikmat dimudahkan dalam dari bencana (QS. Al-An’ām: 63).
melaksanakan berbagai keta’atan Syukur terhadap tanda-tanda
ibadah serta dijauhkan dari berbagai kebesaran Allah (QS. Al-A’rāf: 58).

bentuk kemaksiatan. Syukur terhadap disediakan karunia,

3. Alasan Syukur Kepada Allah diperintahkan mencari karunia
supaya beruntung dan diberikan
Banyak alasan mengapa kita nikmat (QS. Al-A’rāf : 144), (QS. An-
Nahl : 14), (QS. An-Naml : 19), (QS.
harus bersyukur kepada Allah Al-Jātsiyaħ : 12). Syukur karena
diberi anak (QS. Al-A’rāf : 189).
diantaranya : Syukur diperintahkan Syukur diberi pendengaran,
penglihatan dan hati (QS. An-Nahl:
bagi orang yang bertaubat dan 78). Syukur terhadap diberikan
pertolongan (QS. Al-Anfāl : 26).
diampuni dosanya oleh Allah (QS. Al-
Baqaraħ : 51-52). Syukur karena Kenikmatan adalah ujian bagi
orang yang bersyukur (QS. An-Naml :
Allah menghidupkan kembali iman 40) sehingga kebanyakan manusia
yang sudah mati (QS. Al-Baqaraħ : tidak mensyukuri nikmat berupa
karunia Allah (QS. An-Naml : 73),
56). Syukur karena telah diberi (QS. Yūnus : 60), (QS. Yūsuf : 38),
(QS. Al-Mu’minūn : 78). Sementara
nikmat yang baik salah satunya itu, dedikit juga yang bersyukur
terhadap sumber kehidupan yang
dimaukan mengikuti Rasul (QS. Al- telah Allah berikan di bumi. Oleh
Baqaraħ : 152). Syukur karena telah karena itu, Allah akan menyiksa
orang yang tidak beriman dan tidak
diperintahkan ibadah ke Baitullah bersyukur (QS. An-Nisā’ : 147).
(QS. Al-Baqaraħ : 158). Syukur Syukur terhadap nikmat bisa
mendirikan ṣalat dan rezeki yang
karena telah diberi rezeki yang baik diberikan (QS. Ibrāhīm : 37). Syukur
(QS. Al-Baqaraħ : 172). Syukur dipilihkan dan ditunjukkan kepada
jalan yang lurus (QS. An-Nahl : 121),
karena telah diwajibkannya berpuasa (QS. Al-Insān : 3).
(QS. Al-Baqaraħ : 182).

Sementara itu kita juga harus

bersyukur karena dimampukan

menjadi orang yang bertaqwa (QS.
Ali-‘Imrān: 123). Syukur karena

diwajibkan bersuci sebelum

menjalankan ṣalat (QS. Al-Māidaħ:

6). Syukur terhadap hukum-hukum-

Nya yang telah diterangkan (QS. Al-
Māidaħ : 89). Syukur diselamatkan

103

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

Syukur terhadap fenomena berbagai keta’atan dalam ibadah dan

kekuasaan Allah, salah satunya Allah dijauhkan dari kemaksiatan.

menjadikan malam dan siang, dan itu 4. Manfaat Syukur Dalam Alquran
Dalam beberapa ayat yang
merupakan suatu nikmat yang besar
telah dianalisis, begitu banyak
untuk keberlangsungan kehidupan manfaat bersyukur dalam Alquran,
manusia (QS. Al-Furqān : 62), (QS. diantaranya : Takwa sebagai tanda
Al-Qaṣaṣ : 73). Oleh karena itu, syukur (QS. Ali-‘Imrān : 123). Syukur
adalah tanda hanya menyembah
manusia bisa beristirahat dan kepada-Nya (QS. An-Nahl : 144).
Syukur adalah sumber kecukupan
mencari sebahagiaan dari karunia- (QS. Ali-‘Imrān :144). Orang yang
bersyukur akan mengetahui tanda-
Nya. Melaksanakan ibadah pada tanda kekuasaan Allah (QS. Ibrāhīm :
5). Syukur terhadap nikmat yang
sebagian malam merupakan suatu diberikan maka nikmat tersebut akan
bertambah (QS. Ibrāhīm:7), (QS. Al-
kenikmatan, karena kenikmatan Qamar : 35). Allah akan memberikan
balasan dan pahala akhirat bagi
bangun dan beribadah disebagian orang yang bersyukur (QS. Ali-‘Imrān
: 144-145). Allah meriḍoi orang yang
malam tidak diberikan Allah kepada bersyukur (QS. Az-Zumar : 7). Allah
tidak akan menyiksa orang yang
semua orang. bersyukur (QS. An-Nisā’ :147).

Syukur karena diberi rezeki dan Berdasarkan uraian di atas
dapat disimpulkan bahwa manfaat
dimudahkan dalam menyembah Allah syukur sangat banyak, terutama akan
(QS. Al-‘Ankabūt : 17), (QS. Az- semakin bertambahnya nikmat, Allah
akan memberikan pahala di akhirat,
Zumar : 66). Syukur atas kebaikan Allah meriḍoi dan Allah tidak akan
kedua orang tua (QS. Luqmān : 14). menyiksa orang yang bersyukur.
Oleh karena itu, orang yang
Syukur karena bisa mencari karunia-
Nya di laut (QS. Fāṭir : 12), (QS. Al-
Ghāfir : 61). Syukur karena
dihilangkan duka cita (QS. Fāṭir : 34).

Berdasarkan uraian di atas

dapat disimpulkan, alasan

diperintahkannya bersyukur rata-rata

karena sudah diberikan nikmat,

terutama nikmat iman dan Islam.

Kemudian syukur diperintahkan juga

terhadap berbagai kewajiban yang

diperintahkan serta diberikan

kemudahan dalam melaksanakan

104

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

bersyukur sangat beruntung. Hadhiri Allah (HR. Bukhari dalam Aplikasi
(2015: 59) mengamati bahwa Gawami Al-Kalem Versi 4.5).

keadaan orang beriman sungguh Di sisi lain, menjalankan puasa

menakjubkan, jika mendapat musibah pun sebagai bentuk rasa syukur.

ia bersabar dan jika mendapat nikmat ‫َحدَّثَنَا َع ِلي ْبن َع ْب ِد اللَّ ِه َحدَّثَنَا س ْف َيان َحدَّثَ َنا‬
ia bersyukur. Bahkan yang lebih ‫أَيوب ال َّس ْخ ِتيَا ِني َع ْن ا ْب ِن َس ِعي ِد ْب ِن جبَ ْير‬
menakjubkan lagi, orang yang ‫َع ْن أَ ِبي ِه َع ْن ا ْب ِن َعبَّاس َر ِض َي اللَّه‬
bersyukur atas ujian Allah, maka ‫َع ْنه َماأَ َّن النَّبِ َّي َصلَّى اللَّه َع َل ْي ِه َو َسلَّ َم لَ َّما‬
Allah akan memberinya pahala atas ‫قَ ِد َم ا ْل َم ِدينَةَ َو َجدَه ْم يَصومو َن يَ ْو ًما َي ْع ِني‬
amalan yang biasa dilakukannya ‫َعاشو َرا َء َف َقالوا َهذَا َي ْوم َع ِظيم َوه َو َي ْوم‬
ketika ia belum mendapat ujian. ‫َن َّجى اللَّه فِي ِه مو َسى َوأَ ْغ َر َق آ َل فِ ْر َع ْو َن‬
‫فَ َصا َم مو َسى ش ْك ًرا ِللَّ ِه َفقَا َل أَ َنا أَ ْو َلى‬
5. Cara Bersyukur Dalam Alquran
dan Hadis ‫ِبمو َسى ِم ْنه ْم َف َصا َمه َوأَ َم َر بِ ِصيَا ِم ِه‬
Begitu banyak ayat dalam

Alquran yang menunjukkan Telah bercerita kepada kami 'Ali ibn
'Abd Allah, telah bercerita kepada
bagaimana caranya untuk bersyukur, kami Sufyan, telah bercerita kepada
kami Ayyub as-Sakhtiyaniy dari Ibnū
diantaranya dengan mengucapkan Sa'id ibn Jubair dari bapaknya dari
tahmid (QS. Luqmān :25) dan Ibnū 'Abbas raḍiallāhu 'anhuma
bahwa Nabi Ṣalla Allah 'Alaihi Wa
mensyukuri nikmat bisa berbuat amal Sallam ketika tiba di Madinah, Beliau
yang ṣaleh dan diriḍai (QS. Al-Ahqāf : mendapatkan mereka (orang Yahudi)
malaksanakan ṣaum hari 'Asyura (10
15). Adapun dalam hadis, dijelaskan Muharam) dan mereka berkata; "Ini
adalah hari raya, yaitu hari ketika
juga bagaimana cara bersyukur. Allah menyelamatkan Musa dan
Diantaranya ṣalat merupakan salah menenggelamkan Fir'aun. Lalu Nabi
Musa 'Alaihissalam mempuasainya
satu tanda bersyukur. sebagai wujud syukur kepada Allah".
Maka Beliau bersabda: "Akulah yang
ْْ‫َعنْْأَْبيْبَك َرْةَْ َع ْنْالنَّبيْْ َصلَّىْاللَّهْْ َعلَيه‬ lebih utama (dekat) terhadap Musa
ْ‫َو َسلَّ َْم ْأَنَّ ْه ْ َكا َْن ْإذَا ْ َجا َءْه ْأَم ْر ْسرورْ ْأَ ْو‬ dibanding mereka". Maka Beliau
berpuasa pada hari itu dan
‫بش َْرْب ْهْ َخ َّرْْ َساج ًداْ َشاك ًراْللَّ ْه‬ memerintahkan umat Beliau untuk
mempuasainya (HR. Bukhari dalam
Artinya : Dari Abu Bakarah, dari Nabi Aplikasi Gawami Al-Kalem Versi 4.5).
Ṣalla Allah 'Alaihi Wa Sallam,
sesungguhnya Rasulullah Ṣalla Allah Penjelasan di atas selaras

'Alaihi Wa Sallam jika diberikan dengan Nurdin dkk. (1993: 244-245)

sesuatu yang menggembirakannya,

atau digembirakan, maka beliau

bersujud sebagai rasa syukur kepada

105

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

bahwa cara mengungkapkan syukur ada tiga macam yaitu syukur hati,

kepada Allah ada dua cara. Pertama, lidah dan anggota tubuh. Adapun

ucapan, yaitu memuji Allah dengan caranya, syukur hati dengan

kalimat-kalimat pujian, yakni merenungkan anugerah, syukur lisan

mengucapkan tahmid. Kedua, dengan mengucapkan tahmid dan

tindakan, yaitu bentuk-bentuk syukur anggota tubuh dengan
perbuatan manusia yang dikaitkan melakukan berbagai keta’atan
antara nikmat yang diterimanya kepada Allah seperti ṣalat, puasa,
dengan perbuatan yang seyogyanya ṣadaqah dan menjauhi kemaksiatan.

dilakukan menurut tuntunan Allah. 6. Kebanyakan Manusia Tidak

Al-Khomeini (2009: 415) mencatat Bersyukur

bahwa syukur ada tiga macam: Di dalam Alquran dijelaskan

Pertama, syukur hati dengan bagaimana sebenarnya kebanyakan

merenungkan anugerah. Kedua, manusia tidak bersyukur (QS. An-

syukur lidah dengan memuji Sang Naml : 73). Diantaranya sedikit yang

Pemberi dan Ketiga, syukur anggota bersyukur terhadap sumber

tubuh dengan memperhatikan nikmat kehidupan yang telah Allah berikan di
bumi (QS. Al-A’rāf : 10). Sedikit
sebagaimana nikmat itu patut

diperhatikan. sekali yang bersyukur terhadap

Sementara itu, Haddad (1997: nikmat pendengaran, penglihatan dan

253-260) mencatat dalam beberapa hati (QS. Al-Mulk : 23). Sehingga iblis

tempat Alquran, Allah telah berjanji akan menyesatkan manusia

memerintahkan hamba-Nya untuk dari jalan yang lurus. Oleh karena itu,

bersyukur. Ketahuilah, bahwa orang yang tidak bersyukur

menampakkan kegembiraan merupakan tanda orang yang telah

terhadap nikmat-nikmat Allah adalah menyimpang dari jalan yang lurus.

bagian dari memperbanyak puji- Adapun penyebab orang yang

pujian kepada-Nya. Mensyukuri tidak bersyukur Ghazali (2013: 732)

nikmat Allah, betapa pun kecilnya, menegaskan ada tiga hal. Pertama,

merupakan pengagungan terhadap- salah melakukan ukuran menilai.

Nya. Maksudnya manusia selalu mengukur

Berdasarkan uraian di atas suatu nikmat dari Allah itu dari ukuran

dapat dipahami bahwa bentuk syukur

106

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

keinginannnya. Jika keinginannya terutama melalui lembaga pendidikan

dipenuhi ia akan mudah bersyukur, formal, salah satunya jenjang sekolah

dan sebaliknya. Kedua, selalu melihat dasar. Mengapa dikatakan demikian,

kepada orang lain yang diberikan karena untuk memiliki akhlak mulia

lebih banyak nikmat. Ketiga perlu adanya proses pembiasaan dan

menganggap semua apa yang latihan dari kecil. Julaiha (2014)

didapati adalah hasil keringatnya mencatat bahwa pendidikan akhlak

ataupun usahanya. Perilaku ini bukan sekedar mengajarkan mana

menumbuhkan sifat kikir dan lupa yang benar dan salah, lebih dari itu,

kepada Allah. pendidikan akhlak menanamkan

7. Ancaman Bagi Yang Tidak kebiasaan tentang hal yang baik
Bersyukur sehingga peserta didik menjadi
Allah lebih mengetahui orang- faham tentang yang benar dan salah,
mampu merasakan nilai yang baik
orang yang bersyukur ketika diuji dan biasa melakukannya. Dengan
kekayaan dan kemiskinan (QS. Al- kata lain, pendidikan akhlak yang
An’ām : 53). Oleh karena itu, orang- baik harus melibatkan aspek
orang yang tidak beriman dan tidak pengetahuan yang baik, merasakan
bersyukur kepada Allah akan yang baik, perilaku yang baik.
mendapat azab yang sangat pedih Pendidikan akhlak menekankan pada
(QS. An-Nisā’ : 147). kebiasaan yang terus menerus

Di sisi lain, Allah sangat tidak dipraktikan dan dilakukan.

menyukai orang-orang yang Untuk menanamkan nila-nilai

berkhianat dan mengingkari nikmat. pendidikan akhlak di sekolah dasar

Namun Allah akan membela orang- kuncinya ada pada guru. Oleh karena

orang yang beriman. Ini merupakan itu, guru mesti memberikan

ancaman yang begitu keras dari Allah keteladanan dihadapan muridnya di

bagi orang-orang yang mengingkari sekolah. Selain itu, guru mesti

nikmat. mengoptimalkan peranannya di

8. Implikasi Dalam Pendidikan sekolah sebagai sosok teladan dalam
Akhlak di Sekolah Dasar menanamkan nilai-nilai akhlak. Afifah,
Pendidikan akhlak perlu (2016) melaporkan bahwa guru mesti
memiliki strategi khusus dengan cara
ditanamkan kepada anak sejak dini,

107

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

mengaplikasikan peranannya sebagai Berdasarkan uraian di atas,

pendidik, pengajar, pengembang peran guru dan kebijakan sekolah

kurikulum, pembaharu, model dan sangat sentral dalam menanamkan

teladan dalam mengintegrasikan pendidikan akhlak di sekolah.

nilai-nilai akhlak ke seluruh mata Terutama dalam menanamkan nilai-

pelajaran, ke dalam kehidupan nilai syukur kepada peserta didik

sehari-hari, ke dalam program yang perlu adanya proses

sekolah, dan membangun kerjasama pembiasaan dan latihan sejak dini.

antar sekolah dengan orang tua Guru mesti memberikan contoh

siswa. Pada proses internalisasi dalam mengamalkan karakter syukur

penanaman nilai-nilai akhlak siswa tersebut. Salah satunya dengan cara

dengan cara mengembangkan aspek mengucapkan tahmid jika diberikan

kognitif, afektif dan psikomotorik berbagai kenikmatan, ataupun
siswa. dengan ṣalat, puasa, ṣadaqah dan
berbagai keta’atan yang lainnya.
Sementara itu sekolah juga

mesti menciptakan suasana yang Jika guru sudah memberikan

lebih baik dalam memberikan teladan yang baik, maka murid pun

pembinaan karakter peserta didik. akan menaruh hormat dan

Sekolah perlu menciptakan hubungan mengidolakan guru tersebut. Karena

dengan peserta didik dengan guru memiliki peran yang sangat

memperlakukannya lemah lembut sentral sebagai sosok figur di sekolah

tetapi tetap dalam kondisi disiplin. yang akan diteladani oleh muridnya.

Sekolah memberikan dorongan anak Oleh karena itu, disamping syukur ini

untuk tetap berkreasi tanpa ada diajarkan kepada murid, namun

tekanan dan memberikan syukur ini mesti juga untuk dilatih,

penghargaan bagi peserta didik yang dibiasakan, dan diamalkan sejak kecil

berprestasi. Sebaliknya bagi peserta terutama melalui lembaga pendidikan

didik yang melanggar tata tertib formal di jenjang sekolah dasar.

sekolah perlu dikenakan sanksi yang

dapat memberikan pembelajaran E. Kesimpulan

supaya peserta didik mengerti bahwa Berdasarkan hasil pembahasan,

apa yang dilakukan tidak benar dapat disimpulkan bahwa syukur

(Raharjo, 2010). merupakan karakter nilai inti dalam

108

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

ajaran agama Islam. Begitu banyak DAFTAR PUSTAKA

ayat-ayat Alquran yang Afifah. (2016). Strategi Guru
Pendidikan Agama Islam (PAI)
memerintahkan untuk bersyukur Dalam Menanaman Nilai-Nilai
Karakter Pada Siswa (Studi Multi
terutama terhadap nikmat yang Kasus di SDI Raudlatul Jannah
Sidoarjo dan SDIT Ghilmani
diberikan yakni nikmat Iman, Islam, Surabaya) (Tesis). Malang:
keta’atan dan dijauhkan dari Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrāhīm (Tidak
kemaksiatan. Syukur merupakan dipublikasikan).

bukti keimanan dan ketakwaan. Di

sisi lain, bersyukur adalah sumber Ahmad, M. A. Q. (2008). Metodologi
Pengajaran Agama Islam.
kehidupan, dan akan Jakarta: Rineka Cipta.

melipatgandakan nikmat. Al-Hufy, A. M. (1978). Akhlak Nabi
Muhammad SAW (Keluhuran
Bentuk syukur ada tiga macam dan Kemuliaannya). Jakarta:
Bulan Bintang.
yaitu syukur hati, lidah dan anggota
Al-Khomeini, A. M. (2009). 40 Hadis:
tubuh. Adapun caranya, syukur hati Telaah Hadis-Hadis Mistis dan
Akhlak. Jakarta: Mizan Media
dengan merenungkan anugerah, Utama.

syukur lisan dengan mengucapkan Aplikasi Gawami Al-Kalem Versi 4.5.
(n.d.).
tahmid dan syukur anggota tubuh
Atang Abd Hakim, & Mubarok, J.
dengan melakukan berbagai (1999). Metodologi Studi Islam.
keta’atan kepada Allah seperti ṣalat, Bandung: Remaja Rosdakarya.
puasa, ṣadaqah dan menjauhi
Digital Quran Versi 3.2. (n.d.).
kemaksiatan. Allah tidak akan
Ghazali, I. (2013). Ihya ’Ulumuddin.
menyiksa orang yang bersyukur. Jakarta: Republika.

Namun kenyataannya, Haddad, A. (1997). Thariqah Menuju
Kebahagiaan. Bandung: Mizan.
kebanyakan manusia tidak

mensyukuri berbagai kenikmatan

dalam bentuk karunia yang telah

diberikan. Implikasinya, syukur ini Hadhiri, C. (2015). Akhlak dan Adab
Islami Menuju Pribadi Muslim
sangat penting untuk dipelajari, Ideal. Jakarta: Qibla.

dipahami, dihayati dan dilatih Hidayat, T., Rizal, A. S., & Fahrudin.
(2018). Pola Pendidikan Islam di
pengamalannya sejak dini oleh Pondok Pesantren Mahasiswa
Miftahul Khoir Bandung Dalam
peserta didik, salah satunya melalui Membentuk Kepribadian Islami.
Ta’dib : Jurnal Pendidikan Islam,
lembaga pendidikan formal

khususnya jenjang sekolah dasar.

109

Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,
ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950

Volume IV Nomor 01, Bulan Tahun 2019

VII(1), 9–19. Karakter Manusia Dengan
Metode Tematik Alquran.
Judiani, S. (2010). Implementasi Bandung.
Pendidikan Karakter di Sekolah
Dasar Melalui Penguatan Rahmat, M. (2014). Implementasi
Pelaksanaan Kurikulum. Jurnal Metode Tematik Alquran Dalam
Pendidikan Dan Kebudayaan, Memahami Makna Dan Fungsi
16(III), 280–289. Khalifah Fil Ardhi, Keutamaan
Malaikat dan Kesesatan Iblis.
Julaiha, S. (2014). Implementasi Bandung.
Pendidikan Karakter Dalam
Pembelajaran. Dinamika Ilmu, Rahmat, M. (2015). Implementasi
14(2), 226–239. MetodeTematik Al-Quran untuk
Memahami Makna Beriman
Khaled, A. (2012). Buku Pintar Akhlak kepada Malaikat-malaikatNya
Memandu Anda Berkepribadian Allah. Taklim - Jurnal Pendidikan
Muslim dengan Lebih Asyik, Agama Islam, Volume 13(No.1
Lebih Otentik. Jakarta: Zaman. Maret 2015), 79–92.

Majid, A., & Andayani, D. (2012). Rahmat, M., Fahrudin, & Supriadi, U.
Pendidikan Karakter Perspektif (2017). Memahami Agama Islam
Islam. Bandung: Remaja Melalui Metode / Pendekatan
Rosdakarya. Tematik Digital Quran. Bandung:
Maulana Media Grafika.
Muhaimin, Mujib, A., & Mudzakir, J.
(2007). Kawasan dan Wawasan Syarbini, A. (2012). Ibadah Super
Studi Islam. Jakarta: Prenada Ajaib. Jakarta: As@-Prima
Media. Pustaka.

Mukni’ah. (2011). Materi Pendidikan Ulwan, A. N. (2002). Pendidikan Anak
Agama Islam Untuk Perguruan Dalam Islam. Jakarta: Pustaka
Tinggi Umum. Yogyakarta: Ar- Amani.
Ruzz Media.
Yusra, N. (2016). Implementasi
Nata, A. (2003). Akhlak Tasawuf. Pendidikan Akhlak di Sekolah
Jakarta: Raja Grafindo Persada. Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-
Badr Kecematan Bangkinang
Nurdin, M., Abdulhak, I., Alma, B., Kabupaten Kampar. Potensia :
Rahmat, M., Syahidin, Suryana, Jurnal Kependidikan Islam, 2(1),
T., & Abdussalam, A. (1993). 45–70.
Moral dan Kognisi Islam (Buku
Teks Agama Islam untuk Zahruddin, & Sinaga, H. (2004).
Perguruan Tinggi Umum). Pengantar Studi Akhlak. Jakarta:
Bandung: Alfabeta. Raja Grafindo Persada.

Raharjo, S. B. (2010). Pendidikan

Karakter Sebagai Upaya

Menciptakan Akhlak Mulia.

Jurnal Pendidikan Dan
Kebudayaan, 16(3), 229–238.

Rahmat, M. (2013). Memahami

110


Click to View FlipBook Version