RUMAHSAKITUMUM HAJI
MEDANPROVSU
BUKUSAKU
PENATALAKSANAANORAL
HYGIENE
PEDOMANBAGITENAGAKESEHATAN
i
Nurulazizah,Amd.Kep
BUKUSAKU
PENATALAKSANAAN
ORALHYGIENE
PEDOMANBAGI
TENAGAKESEHATAN
RumahSakitUmum HajiMedan
Pemprovsu
PENATALAKSANAANORALHYGIENE
1.PengertianOralHygiene
Oral hygiene adalah tindakan untuk
membersihkandanmenyegarkanmulut,gigidangusi.
DanmenurutTaylor,etal(dalam Shocker,2008),oral
hygiene adalah tindakan yang ditujukan untuk
menjagakontinuitasbibir,lidahdanmukosamulut,
mencegahinfeksidanmelembabkanmembranmulut
dan bibir.Sedangkan menurutHidayatdan Uliyah
(2005), oral hygiene merupakan tindakan
keperawatan yang dilakukan pada pasien yang
dihospitalisasi.Tindakan inidapatdilakukan oleh
pasien yang sadar secara mandiriatau dengan
bantuan perawat.Untukpasien yang tidakmampu
mempertahankankebersihanmulutdangigisecara
mandiriharusdipantausepenuhnyaolehperawat.
Oral hygiene merupakan suatu bentuk
intervensi keperawatan yang dilakukan untuk
mempertahankan kebersihan mulut.Pada tatanan
keperawatan kritis,pasien-pasien yang terpasang
EndotrachealTube (ETT) dan Ventilator apabila
kondisioralhygiene-nyaburukbisaberdampakpada
peningkatan akumulasiplaque gigi,kolonibakteri
orofaring,angka kejadian infeksinosokomialyang
tinggisertameningkatnyaangkakejadianVentilator
AssociatedPneumonia(VAP).Padakeadaannormal
organismedidalam ronggamulutdanorofaringdi
dominasioleh streptococcus viridans,haemophilus
speciesdanorganismeanaerob.Adanyaairliuryang
mengandung immunoglobulin dan fibronectin
menjaga keseimbangan organisme rongga mulut,
sehinggajarangdidapatkanbasilgram negatifaerob.
Namun pada pasien-pasien kritis keseimbangan
tersebutberubahorganismeyangdominandidalam
ronggamulutadalahbasilgram negatifaerobdan
Staphylococcusaureus.
MenurutMunro,CL(2009)dikemukakanbahwa
bakteriyang ditemukan dirongga mulut dapat
memicu terjadinya pneumonia. Sebagian besar
pasien kritis mengalamipeningkatan bakteripada
mulut yang menyebabkan resiko terjadinya
pneumonia, sehingga oral hygiene sangat
berpengaruh terhadap kolonisasibakteripenyebab
pneumonia.Halyangsamajugadikemukakanoleh
Hunter, JD (2006) yaitu apabila pemasangan
ventilatortidak ditunjang dengan perawatan yang
tepat,makaterjadikolonisasimikroorganismepada
orofaringolehflorayangberpotensipatogenseperti
Staphylococcusauereus,Streptococcuspneumoniae,
atau bakterigram-negatifbentukbatang.Keadaan
tersebut sangat beresiko terjadinya pneumonia
terkaitventilator/VentilatorAssociated Pneumonia
(VAP). Bakteri patogen ini biasanya muncul
menggantikan flora normalorofaring dalam waktu
kurang lebih 48 jam dan berkolonisasidisaluran
napas.
Semua pasien dengan ETT memerlukan
perawatan mulut dengan teliti. Reposisi dan
manipulasitabungendotrakealharusmungkinharus
dilakukan oleh lebih dari satu orang perawat
profesional,berpengalamanatauterapispernafasan
untuk mencegah perpindahan disengaja tabung
endotrakeal.Pasienyangtidaksadardanterpasang
alatsepertiOropharingealAirway(OPA),Endotracheal
tube (ETT),Tracheostomy tube,serta ventilator
memerlukantehnikkhususdidalam melakukanoral
hygiene-nya(Smeltzer,S2005).
Oralhygiene dengan penggunaan antibiotik
ataupun antiseptik diharapkan dapatmenurunkan
pertumbuhanbakteridiorofaring,sehinggainsiden
terjadinyaVAP menurun.Tetapidekontaminasioral
dengan penggunaan antiseptik lebih dianjurkan
daripadapenggunaanantibiotik.Halinidisebabkan
karenapenggunaanantibiotikyangberlebihandapat
meningkatkan resiko terjadinya resistensibakteri
penyebabVAP(Chan,Ruest,andMeade,2007).
Salah satu komponen yang penting untuk
diketahuidalam pelaksanaan oralhygiene pada
pasienyangterpasangETTadalahlangkah-langkah
yang dilakukan perawat dalam melakukannya.
CentersofDesesaseControlsandPrevention(CDC)
tahun2003merekomendasikanlangkahoralhygiene
untuk mencegah VAP diantaranya yaitu mencuci
tangan dan memakaisarung tangan,meninggikan
kepalatempattidur30o-45o,menggosokgigidengan
clorhexidin0,2%(CHX)ataupovidoneiodine1%,dan
melakukanpenghisapansekretsubglottis.Sementara
the American Association ofCritical-Care Nurses
(AACN)tahun2005merekomendasikanpraktikoral
hygiene pada pasien kritis yaitu melakukan
pengkajian rongga mulut,menggosok gigidengan
clorhexidin0,2%(CHX)ataupovidoneiodine1%dua
kalisehari,ataumelakukanpengusapan(swabbing)
tiap2-4jam sekali,melakukanpenghisapanrongga
mulutdanmemberikanpelembabbibir.
Faktorresiko terjadinya masalah kesehatan
mulut diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan
pasien tentang perawatan oral hygiene,
ketidakmampuan melakukan perawatan mulut,dan
perubahanintegritasgigidanmukosaakibatpenyakit
ataupengobatan.MenurutRosdahl&Kowalski(2014)
usiayangberhubungandenganperubahandidalam
rongga mulut,dikombinasidengan penyakitkronis,
ketidakmampuanfisik,danmedikasiyangdiresepkan
memilikiefek samping pada mulut,menyebabkan
perawatanmulutyangburuk.
Efekpadaketidakcukupanperawatanmeliputi
karies(gigiberlubang),dankehilangangigi(lepas);
penyakitperiodontalsepertiradang gusidan gusi
berdarah;permulaaninfeksisistemik;danefekjangka
panjangpadahargadiri,kemampuanuntukmakan,
dan pemeliharaan hubungan.Masalah kesehatan
mulut lainnya yaitu stomatitis/peradangan pada
mulut yang disebabkan oleh kontak dengan
pengiritasi,infeksivirus,bakteridan jamuratau
penggunaan obat-obatan kemoterapi.
Glositis/peradanganlidahterjadikarenainfeksiatau
cedera.Halositosis(baunafas)terjadiakibathygiene
mulutyang buruk,pemasukkan makanan tertentu
atau proses infeksidaripenyakittertentu seperti
diabetes dan liver.Sedangkan keilosis (retak bibir)
bisadiakibatanolehdefisiensiriboflavin,nafasmulut
dan hipersalivasi.Beberapa penyakitperiondontal
bisa menyebabkan kolonisasioropharingealuntuk
mempercepat terjadinya VAP misalnya
Xerostomia/mulut kering yang disebabkan
berkurangnyasekresisalivabisaterjadipadapasien
kritisyangmengalamicederapadamukosamulut.
Selainituplakgigidapatterkolonisasiolehbakteri
patogen pernafasan dan resisten terhadap
staphilococcusaureusdanpseudomonasaeruginosa.
Pedoman Keperawatan untuk Pencegahan
PneumoniapadaPasienyangMenggunakanVentilasi
MekanikmenurutCentersforDeseaseControland
Prevention(CDC)tahun2003.Mencucitangandan
memakaialatpelindungdiri.Padatahapiniperawat
hendaknya memperhatikan tindakan pencegahan
standar dan isolasi untuk menghindari resiko
terkontaminasisekresioraldenganmencucitangan
danmenggunakanalatpelindungdirisepertisarung
tangan,gaun,danpelindungwajah.
MenurutPerry&Potter(2005)mencucitangan
merupakanteknikdasaryangpalingpentingdalam
pencegahan dan pengontrolan infeksi.Infeksiini
berhubungan dengan prosedur tindakan baik
diagnostik maupun terapeutik dan termasuk
memanjangnyawaktutinggaldirumahsakit.Kondisi
seperti ini dapat memicu terjadinya infeksi
nosokomial yang dikenal dengan Healthcare
Associated Infections (HAIs) yang dapat terjadi
melaluipenularandaripasienkepadapetugas,dari
pasienkepasienlain,daripasienkepadapengunjung
ataukeluargamaupundaripetugaskepadapasien
(KemenkesRI,2011).
WHO merekomendasikan tehnik melakukan
cucitangandilakukansecaraperlahandanhati-hati
selama20-30detikdenganmenggunakanhandrub
sampaitanganmengeringataudenganairmengalir
dan sabun antiseptik 40-60 detik. Kemudian
menggunakansarungtangansekalipakai.Kepatuhan
untuk melakukan tindakan cuci tangan dapat
mencegah terjadinya VAP.Selain itu cucitangan
merupakantindakanyangpalingmudahdanmurah.7
langkahmencucitangandenganhandrubmenurut
WHOadalah:
1) Tuangkanlarutanantiseptiksecukupnya,
2) Ratakandengankeduatelapaktangan,
3) Gosok punggung dan sela-sela jaritangan kiri
serta tangan kanan hingga merata dan
sebaliknya,
4) Gosokkedua telapaktangan dan sela-sela jari
secaramerata,
5) Gosokpunggungjemaridengantelapaktangan
dalam posisisalingmengunci,
6)Gosokibujarikiriberputardalam genggaman
tangankanandanlakukansebaliknya,
7)Gosok ujung jari-jaritangan kanan ditelapak
tangankiridenganmemutarkearahibujaridan
sebaliknya.
Gambar1.Tujuh(7)LangkahHygieneTangan
Sedangkan teknik mencuci tangan dengan
sabun dan airdilakukan dengan langkah-langkah
sebagaiberikut:
1) Basuhtangandenganair,
2) Tuangkansabunsecukupnya,
3) Ratakandengankeduatelapaktangan,
4) Gosok punggung dan sela-sela jaritangan kiri
dengantangankanandansebaliknya,
5) Gosokkeduatelapaktangandansela-selajari,
6)Jari-jari dalam dari kedua tangan saling
mengunci,
7)Gosokibujarikiriberputardalam genggaman
tangankanandanlakukansebalikna,
8)Gosok dengan memutarjari-jaritangan kanan
ditelapaktangankiridansebaliknya,
9) Bilaskeduatangandenganairlakukanseperti16
langkah1sampaidenganlangkah6,
10)Keringkan dengan tissue sekalipakaihingga
benar-benarkering,
11)Gunakantissuetersebutuntukmenutupkran.
Lima waktu yang direkomendasikan untuk
melakukancucitanganadalah:
1)Sebelum kontakdenganpasien,
2)Sebelum tindakanasepsis,
3) Sesudahkontakdenganpasien,
4) Sesudahterkenacairantubuhpasien,
5)Sesudah kontak dengan lingkungan sekitar
pasien.
Dalam halpenggunaan sarung tangan,CDC
(2003)merekomendasikan agarmenggantisarung
tangansebelum kontakdenganpasienyangberbeda,
setelahmenanganisekresipernapasanataubenda
yangterkontaminasidengansekresidarisatupasien
dan sebelum kontak dengan pasien lain,objek,
lingkungan,dan antara kontak dengan situs yang
terkontaminasitubuhdansaluranpernapasan,atau
perangkat pernapasan pada pasien yang sama.
Rasionalisasidaritindakan mencucidan memakai
alat pelindung diri dilakukan untuk mencegah
transmisi mikroorganisme dan pertumbuhan
mikroorganismeyangberadapadakuku,tangandan
lengan.
2.PenggunaanCairanAntiseptik
Menurut Khezri,et.al.,(2014) dikemukakan
beberapa cairan antiseptik yang digunakan oral
hygiene diruangan ICU yaitu hidrogen peroksida,
sodium bikarbonat,normalsaline,water,povidine
iodine,danclorhexidin.Sementarapenggunaanobat
kumurantiseptik yang mengandung tinggialkohol
sebaiknya dihindari selain karena menyebabkan
sensasiterbakar,mulutakankering,baumulut,juga
pemakaianjangkapanjangdapatmerusakfloramulut
dan keganasan/kanker. Hidrogen peroksida
memberikan efek membersihkan dan antimikroba
walaupunbanyakmemberikanreaksinegatifseperti
efek peradangan mukosa sehingga pemakaiannya
tidakdirekomendasikankembali.Sodium bikarbonat
digunakan sebagaiagen pembersih yang memiliki
kemampuanuntukmenghilangkankotorandimulut
tapidapatmenyebabkanefeklukabakarjikatidak
diencerkan secara benar. Selain itu mampu
mengubahpHyangmengganggufloramulutnormal.
Normalsalinedipercayamampumenyembuhkanlesi
mukosa mulut bahkan dalam sebuah studi
mengungkap bahwa dibandingkan tantum,normal
saline mampu mengurangiangka kejadian VAP
meskipun tidak signifikan terhadap penurunan
lamanya perawatan pasien.Karena kecenderungan
menyebabkan kekeringan, normal saline yang
digunakan sebagaiobatkumurmenjaditerbatas
dalam perawatanpasienkritis.Meskipun,tidakada
data investigasi yang cukup tersedia untuk
memberikanbuktiefekairsterilsebagaiagencuci
mulut,tetapitampakbahwa penggunaan airsteril
sarana yang aman dan efektif biaya dengan
memberikan kelembaban pada rongga mulut.
Mengingat tidak adanya efek samping, mudah
didapatkan serta ekonomis,menjadikan airsteril
direkomendasikan dalam perawatan mulutpasien
ICU.Perludicatatbahwaairkranmeskipuntersedia
danbebas,dapatmenjadisumberinfeksidirumah
sakit,terutamayangdikaitkandenganPseudomonas
aeruginosa.Olehkarenaitupenggunaanairkrandi
rumah sakit air tidak direkomendasikan untuk
perawatanmulutpadapasiensakitkritis.Povidone
iodine atau dikenalistilah bethadine telah lama
dikenalpemakaiannya untuk perawatan luka sejak
dulu. Efek bakterisidal dapat menurunkan
mikroorganismehidupdalam saliva.Povidoneiodine
tersebut juga dapat menurunkan jumlah bakteri
orofaringpadapenderitadenganventilatormekanik.
Efeksampingyangdapattimbulsetelahpemberian
povidone iodine antara lain berupa sensitivitas,
eritema lokal,nyeridan erosimukosa.Beberapa
temuan tentang efek samping povidone iodine
dilaporkan,namun tidak ada bahaya serius yang
terjadi. Clorhexidine glukonat (CHX) adalah
bakterisida spektrum luas terhadap bakterigram
positif,gram negatif dan antifungalyang cukup
efektif.CHX telah digunakan untuk menghambat
perkembangan plak dan mengobati penyakit
periodontaldaninfeksimulutlainnya.Banyakstudi
menegaskan bahwa perawatan mulut dengan
klorheksidinmengurangikejadianVAP.
3.TujuanPenatalaksanaanOralHygiene
TujuanMenurutClark(dalam Shocker,2008),
tujuan daritindakan oralhygiene adalah sebagai
berikut:
a. Mencegahpenyakitgigidanmulut
b.Mencegah penyakityang penularannyamelalui
mulut.
c. Mempertinggidayatahantubuh
d. Memperbaikifungsimulutuntukmeningkatkan
nafsumakan.
SedangkanmenurutHidayatdanUliyah(2005),
tujuandaritindakanoralhygiene,adalah:
a. Mencegahinfeksigusidangigi.
b. Mempertahankankenyamananronggamulut.
4.BahayaTidakDilakukanOralHygiene
Tujuan utama darikesehatan rongga mulut
adalah untuk mencegah penumpukan plak dan
mencegah lengketnya bakteriyang terbentukpada
gigi.Akumulasiplakbakteripadagigikarenahygiene
mulut yang buruk adalah faktor penyebab dari
masalah utama kesehatan rongga mulut,terutama
gigi.Kebersihan mulutyang buruk memungkinkan
akumulasibakteripenghasilasam padapermukaan
gigi.Asam demineralizes emailgigimenyebabkan
kerusakangigi(gigiberlubang).
Plak gigi juga dapat menyerang dan
menginfeksigusimenyebabkan penyakitgusidan
periodontitis. Banyak masalah kesehatan mulut,
sepertisariawan,mulutluka,baumulutdanlain-lain
dianggapsebagaiefekdarikesehatanronggamulut
yangburuk.Sebagianbesarmasalahgigidanmulut
dapatdihindarihanya dengan menjaga kebersihan
mulutyangbaik(Forthnet,2010).
5.CaraMenjagaOralHygiene
MenurutDenstisty(2010),cara-carayangdapat
dilakukan sendiridan efektifdalam menjaga oral
hygiene,adalahsebagaiberikut:
a.Sikatgigi
Pengenalan teknik sikat gigi yang tepat,
memotivasiuntuk sikatgigisecara teraturdan
pemilihanpastagigidengantepat.Tekniksikatgigi
yangsecarahorisontaladalahumum dilakukandan
itumerupakansuatukesalahankarenadengancara
demikian lambatlaun dapatmenimbulkan resesi
gingivaldan abrasigigi.Pada pasien yang tidak
sadar,sikatgigidigantidengankainpembungkus
handukataukasapadaujungbatangjari.Pastagigi
membantutetapitidakperlu.
b.Kumur-kumurantiseptik
Terdapat berbagaibahan aktif yang sering
digunakan sebagai kumur-kumur,sepertimetal
salisilat,chlorhexidine0,20% danH2O21,5% atau
3,0%.Kumur-kumuryang lebih murah dan cukup
efektifadalahdenganairgaram hangat.
c. Dentalflosataubenanggigi
Carainimulaibanyakdiperkenalkandancukup
ampuhuntukmembersihkandiselaselagigi.
d. Pembersihlidah
Tumpukan debris di dorsum lidah penuh
dengankuman-kumanoportunissertacandidayang
bermukim sebagaifloranormalmaupuntransient.
6.CaraPerawatanOralHygienePadaPasienDengan
PenurunanTingkatKesadaran
MenurutPerry(2005),adapunperawatanoral
hygiene pada pasien dengan penurunan tingkat
kesadaran,sebagaiberikut:
a.Peralatan
1) Airsegar
2) Spatellidahdenganbantalanatauspons
3) Handukwajah,handukkertas
4)Kom kecil
5) Bengkok
6) Gelasdenganairdingin
7) Spuitber-bulbkecil
8) Kateterpengisapdihubungkandenganalat
pengisap
9) Sarungtangansekalipakai
10)Pinset
11)Depper
b.Prosedurtindakan
1)Pastikanprogram dokterbiladiperlukan
hal-halkhusus
2)Pastikanidentitaspasien
3)Jika memungkinkan jelaskan prosedur
dan alasan dilakukan tindakan kepada
keluargapasien
4)Dekatkanalat-alat
5)Cucitangandangunakansarungtangan
6)Uji adanya reflex muntah dengan
menempatkan spatellidah diatas bagian
belakang lidah (pasien dengan gangguan
reflex menelan memerlukan perawatan
khusus)
7)Inspeksironggamulut
8)Posisikankliendekatkesisitempattidur,
balikkepalapasienkearahmatras,bilaperlu
nyalahkanmesinpengisapdansambungkan
slangkekateterpengisap.
9)Tempatkanhandukdibawahwajahpasien
danbengkokdibawahdagu.
10)Secarahati-hatiregangkangigiatasdan
bawah pasien dengan spatellidah dengan
memasukkantongspatelsecaracepattetapi
lembut,diantaramolarbelakang.Masukkan
bilapasienrelaks.(Janganmemaksa).
11)Bersihkan mulut pasien menggunakan
spatellidahyangdibasahidenganairsegar.
Isapsesuaikebutuhanselamapembersihan.
Bersihkan permukaan penguyah dan
permukaandalam pertama.Bersihkanatap
mulutdanbagiandalam pipidanbibir.Gosok
lidah tetapi hindari menyebabkan reflex
muntah bila ada.Basahiaplikatorbersih
denganairdangosokmulutuntukmencuci.
Ulangisesuaikebutuhan.
12)Isapsekresibilaterakumulasi.
13)Jelaskan kepada keluarga bahwa
tindakantelahselesai.
14)Lepaskansarungtangan.
15)Kembalikan pasien pada posisi yang
nyaman.
16)Bersihkanperalatandankembalikanpada
tempatnya.
17)Dokumentasikan prosedurdan keadaan
pasien
18)Periksakembalibiladiperlukan.
7.CaraPerawatanOralHygienePadaPasienDengan
Ventilator
Adapun perawatan oralhygiene pada pasien
dengan penurunan tingkat kesadaran, sebagai
berikut:
a. Peralatan
1.Handuk/pengalas
2.Oralhygieneset
3.Sikatgigilembut/depper
4.Cairan pembersih mulut (chlorhexidine
gluconate0,2%ataupovidoneiodine1%)
5.SuctioncatheterNo.12
6.Syringe20cc
7.Spatellidah/laryngoscope
8.APD(sarungtanganbersih)menggunakan
9.APD Level3 pada pasien terduga atau
terkonfirmasicovid
b.Prosedurtindakan
1.Kajikebutuhanpasienakanperawatanmulut:
kondisiETT,bibir,sudutmulut,lidah,langit–
langitdansekretyangberlebihan
2.Kajifaktor-faktoryang dapatmengakibatkan
komplikasi(perubahanposisiETT,traumatube
ataucuff)
3.Jelaskan prosedur tindakan yang akan
dilakukan termasuk tujuan dan manfaat
tindakanyangakandilakukan
4. Cucitangansesuaiproseduredangunakan
APD (pada ruangan isolasicovid-19 wajib
menggunakanAPDLevel3)
5. Aturposisipasiensesuaikebutuhan
6. Pasangpengalas
7. Suction,jika ada indikasi,dan tandaibatas
tubepadabibir.Bilapasiensadaranjurkan
membukamulut,bilatidakgunakan spatel
mulutataularyngoscope.
8.Bersihkan mulut dengan menggunakan
depper/sikatgigilembutyangtelahdibasahi
dengan cairan clorhexidine gluconate 0,2%
ataupovidoneiodine1%,mulaidarigigi,lidah,
langit-langit dan terakhir bibir. Sambil
melakukanpembersihanpadamulut,lakukan
penghisapancairanyangadadidalam mulut
denganmenggunakansuctioncatheter.
9.Selama melakukan perawatan mulut
perhatikan agarbatas ETT dibibirtidak
berubah
10.Rapihkan alat-alatdan aturkembaliposisi
tidurklien
11.LepaskanAPDLevel3sesuaiproseduragar
tidak terpapar virus covid-19 diruangan
isolasicovid-19,untukruanganICU Reguler
lepaskansarungtangandancucitangan
12.Lakukanauskultasiuntukmeyakinkanbahwa
ETTtepatpadaposisinya
13.Dokumentasikan tindakan di lembar
observasidanimplemetasiharianICU
8.Bahaya OralHygiene Buruk Terhadap Penyakit
Sistemik
MenurutWikipedia(2010),beberapastudiklinis
terbaru menunjukkan hubungan langsung antara
kebersihan mulutyang buruk (bakteridan infeksi
ronggamulut)danpenyakitsistemik,yaitu:
a. Penyakitkardiovaskuler(seranganjantungdan
stroke)
b. Bakteripnemonia
c. Bayilahirberatbadanrendah
d. Komplikasidiabetes
e. Osteoporosis
DAFTARPUSTAKA
Hidayat,A.A.A.danUliyah,M.2005.KebutuhanDasar
Manusia,BukuSakuPraktikum.Jakarta:EGC.
Perry,dkk.2005.BukuSakuKeterampilan& Prosedur
Dasar,Edisi5.Jakarta:EGC.
Potter,P.A.danPerry,A.G.2006.BukuAjarFundamental
Keperawatan:Konsep,Proses,danPraktik,Edisi4.
Jakarta:EGC.
Smeltzer, S.C. dan Bare, B.G. 2001. Buku Ajar
KeperawatanMedikal-Bedah:Brunner&Suddarth,
Edisi8,Vol3.Jakarta:EGC.