184
bagian masing-masing ahli waris intl (-,uknan Datuk Bandaro Alam, Lgn. No-
4244, Mangapoh, Lubuk Badung, Sumatera Barat).
Jawab: I(arena jumlah uang Rp. 4.600.000,00 itu merupakan sisa murni
milik si suami yang telah meninggal dunia, rr;raka harta itu seluruhnya tinggal
dibagi saja sesuai dengan ketentuan hukum faraidl atau hukum waris. Maka
ahli waris yang berdiri di seorang isteri, seorang anak PeremPuan' ibu dan
bapak, bagian masing-masing ialah:
1. Isteri mend^p^tbagi^n 1/8 (seperdelapan) berdasarkan pada
fuman Allah dalam surat An Nisa ayat 12:
&, 6;:l&'j; "rK b\1'b9" 3l;';4'&'j i'r;*V gr
'Hlg
Artinla:Dan bagi i$ei-irtei sperempat dai apa (ltartQ yng kama tingalkan,
jika kanu tidak neningalkan anak. Tetapi jika kanu tingalkan anak maka istii'
i*ri kanu nendapat seperdelapan dai apa yng kanu tingalkan.
Dalam kasus Anda ajukan yang suami meninggalkan anak perempuan,
fadi bagian isteri adalah 1/8 x Rp. 4.600.000,00 = Rp. 575.000,00
2. Seorang anak perempuan mendapatbagSa:n 7/2 (sepatuh) datt
harta warisan berdasarkan ayat 1'1-. surat An Nisa:
,4",-il\ v11$1a J :;f-t
Artinla: Dan jika (anak perenpaan itu hanla) relrang diri (satu-satunla anak),
maka ia mendapat bagian_seperuh.
Jadi seorang anak perempuan dalam kasus itu mendapat bagqan: 7/2 x
Rp. 4.600.000,00 = Rp. 2.300.000,00
3. Ibu dan Bapak, masing-masing mendapat bagtan sePerenam
berdasarkan pada ayat 11 surat An Nisa iuga yang berbunyi:
"if;'^ti,ra>\:dlE&33tCiiy)iHlri');
Artinla: dan bagi kedua orang tuarya (bu dan Bapak) tiap seorang dai
nereka mendapat repereilam dai apa ltang ditingalkan (oleh anakrya lang neningal
itu), jika ia (yang meningal ita) nenparyai anak lang naih hidup.
Berdasarkan ayat tni, ibu mendapat 7/6 x Rp. 4.600.000,00 = Rp'
766.666,50. Demikian pula bapak mendapat 1/6 x Rp. 4.600.000,00 = + RP.
766.666,50. Kalau dijumlah perolehan ahli-ahli waris tersebut akan beriumlah
Rp. 4.408.333,00 sedang jumlah harta warisan adalah Rp. 4.600.000,00 sehingga
akan terdapat sisa Rp. 4.600.000,00 - Rp. 4.408.333,00 = RP. 191.667,00.
185
Sisa itu disebut 'ashabah, berdasarkan ilmu faraidl menjadi milik ahli waris
yang mempunyai hak 'ashabah itu dalam hal ini iatah ayah. Ketentuan 'ashabah
bagi ayah itu didasarkan pada Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dan lainnya,
yang berbunyi:
ctlc:rD:qw,.w\i;tFrJ!t;$*g6u:e#t6r
Artinla: Serahkanlah bagian waisan itu kepadalang berhak, naka kelebihannla
meniadi bagian (ahli wais) laki-laki yng lebih dekat lsubangan dengan si nati.
Berdasarkan utaian terakhfu, maka dapat ditegaskan bahwa bag1an ayzh
yang meninggal dunia adalzh 7 / 6 drtambah sisa, atau sebenarnya bagian Bapak
(ayah dari si mayat) adalah sisa dari harta yang telah dibagi-bagikan kepada
dzawul furudl (ahli waris yang mempunyai ketentuan bagian). Kalau mau
dirincikan, maka: Bagian istei =7 / 6= Rp. 575.000,00. Bagian anak perempuan
(seorang) = Rp. 2.300.000,00. Bagizn ibu = Rp. 766.666,500. Jumlah Rp.
3.641.666,50. Bag1an ayah (sisa) = Rp. 958.333,50. Jumlah Rp. 4.600.000,00
5. Pengembalian Kelebihan Hlrtta Watisan (Radd)
Tanya: Seorang suami meninggal dunia meninggalkan harta warisan
bersih (artinya telah dikeluarkan untuk melunasi hutang,diambil bagian harta
bersama isteri, telah diambil untuk kepeduan janazah dan memenuhi wasiatnya)
sejumlah Rp. 5.000.000,00 (hma juta rupiah). Ahli waris yang ditinggalkan
adalah isteri dan seorang anak perempuan. Berapakah bagian masing-masing
ahli waris tersebut? (btknan Dr. I-,abrek Banng, Sumatera Barat).
Jawab: Berdasarkan ketentuan dalam Al-Quran surat An Nisa' ayat
I dan anak
1 1 dan (712/2, )m. aUkantiusktepriemmebnadgaipan^titu1 / perempuan mendapat separuh
bagian ditentukan angka yang dapat dibagi 8 dan
dua, yakni delapan, sehingga isted mendap^t7/8 x 8 = 1, dan seorang anak
perempuan mendapat 1/2 x 8 = 4 bag1an. Melihat hasil pembagian itu, masih
tersisa 3 bagian. Terhadap sisa bagian int ada petbedaan pendapat di kalangan
ahli hukum Islam, bahkan sejak masa sahabat Nabi, karena memang tidak
ada nash yang tegas mengenai hal ini. Diberikan siapa sisa bagian itu?
Masalah ini, dalam ilmu mawadst disebut RADQ yakni pengembalian
(sisa bagian kepada pa:ra ahJd waris), kebalikan dari masalah 'AUL, yakni
pengurangan dad ketentuan bagian tiap-tiap ahli waris karena kurangnya
ketentuan bagian.
Mengenai masalah pengembalian kelebihan bagian warisan dati
ketentuan yang adz atau tegasnya masalah R \DD ini, sejak masa sahabat
terdapat perbedaan pendapat.
186
a. Ada pendap^t y^l'tg menolak adanya RADD 'trl.. Zaid bin Tsabit
dan sebagian sahabat menolak adanya radd. Pendapat ini diikuti pula oleh
para Imam Madzhab antara lain Asy Syaf iy dan Malik juga Ibnu Hazm dai
Madzhab Dzahin. Harta kelebihan dari ketentuan bagian dibedkan pada Bainil
Maal (Kas Perbendaharaan Negara). Alasannya talah ayat ketentuan yangpada
pada ay* 11 dan 12 surat An Nisa' adalah bagian yang ditentukan oleh Allah,
melebihi dari itu tidak boleh. Juga Hadis riwayat At Tirmidzy yang ar:dLnyu
"Sesungguhnya Allah Ta'ala telah memberikan haknya kepada pemegang hak."
Adanya kenyataan bahwa tidak sepanjang masa Baitul MaaI itu ada
dan berfungsi, maka sebagian ulama Syafr'iyyah seperti Ibnu Shadaqah, al
Qadli Hussain dan Al Mutawalli menfatwakan lain. Kalau Baitul Maal tidak
berfungsi lagi, maka kelebihan bagian dapat dikembalikan kepada ahli waris
ash-habul furudl yarrg ada, sesuai dengan besar kecilnya ketentuan bagian
masing-masing.
b. Pendapat lain menyetujrx ad*nya radd ini, yakin sebagian besdr
sahabat, tabi'in dan diikuti sebagian imam madzhab seperti Hanafr, Ahmad
bin Hambal dan mutaakhkhitin dari ulama Syaf,iyyah dan Malikiyya.h. Hrnya
saia ada bebetapa pendapat terhadap pengembalian ini. Utsman bin Affan
setuju pengembalian itu kepada semua ahli waris ash-hubul furudl yzng ada,
termasuk suami-isteri. Sebagian besar sahabat setuju kelebihan bagian warisan
dikembalikan kepada ahli waris, kecuali suami-isteri. Alasan jumhur sahabat
mengembalikan sisa kepada ahli waris ialah bahwa zyat 7t dan 72 surat An
Nisa' adalah imbangan bagian ahli waris yang berhak. Sedangkan warisan adalah
hak ahli wads. Hal ini sesuai dengan Hadis riwayat Al Bukhari: 'qWAMAN
TARAKA MAALAN FALI\TARATSATIHI" yzng atirnya: "Dan batangsiapa
yang meninggalkan harta, rnaka bagi ahli warisnya." Dalam hal ini tidak
terkecuali isteri, apalagi kalau dalam masalah 'aul, bagian suami isteri turut
dikurangi.
Dalam pada itu pemahaman terhadap i.wayat Bukhari dan MusLim
dan juga diriwayatkan pula oleh Ahmad, An Nasaiy dan Ibnu Majah dari Abu
Hurairah, tidak disebutkan pengecualian suami-isteri sebagai ahli waris dad
alrli waris yang lain yang akan menerima warisan.
Hadis itu berbunyi sebagai berikut:
{s6Wrtt;Xji'J;iP*;st1:#'6rtb:#lr,Jfr 6
c,srw,,v>g{r"I2sut;6u
Artinla: Say lebih berhak terhadap orang Muknin dai dii mereka sendii.
Maka barangsiapa meningal salah seorang dari orang Muknin dan meninga/kan
187
hutang maka nenjadi kewajiban untak menlaurnla. Dat barangsiapalang meningalkar
harta maka barta itu hak para ahli waisnla. ftIk Ahnad, Bttkbar| Muslim, An
Nasaj dn lbnu Majah, dai Abu Huairah). Menurut As Suitutbi ternask Hadis
sahih.
Ada dua hal yang dapat difahami dari Hadis di atas, yakni bahwa harta
peninggalan itu hak par.a ahli watis dan yang kedua, bahwa tidak ada
pengecualian antara aLii wads yang berhak untuk mendapatkan warisan itu
termasuk kalau ada kelebihan, sebagaimana kalau ada kekurangan juga
dikurangi sesuai dengan kesinambungan bagian yang disebutkan dalam ayat
11 dan 12 AN Nisa'.
Dengan demikian dapat dijawab pertanyaan tentang cara pembagian
harta di muka yang berjumlah Rp. 5.000.000,00 Qima juta rupiah) dengan ahli
waris seorang isteri dan seotang anak perempuan. Seorang anak petempuan
mendapat separuh bagian yakri 4, sedang isteri mendapat baglan 1/8, yakn
1. Sisa bagian dibagi sesuai dengan imbangan 4:1. Untuk mudahnya maka
uang Rp. 5.000.000,00 tadi dibagi 5 = Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah).
Seorang anak petempuan mendapat bagian Rp. 1.000.000,00 x 4 =" RP.
4.000.000,00 (empat juta rupiah) dan isteri mendapat 1 x Rp. 1.000.000,00 =
Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah).
188
MASAI-AH KELUARGA
1. Opetasi Plastik
Tanya: Operasi plastik bermotivasi kenikmatan itu diharamktn, hzl
itu tidak relevan. Apalagi kalau niatnya untuk kenikmatan dan kebaikan. Jadi
bukan operasi plastiknya yang hatarn, tetapi kelakuan orangnya. Mohon
penjelasan. (A. Barnawi).
Jawab: Yang diharamkan memang bukan operasinya, tetapi operasi
yang bermotivasi kenikmatafl semata dan operasi yang mengandung unsur
ketidakjujuran. Hal ini jangan disamakan dengan kemaslahatan. Kemaslahatan
bukan hanya merupakan tujuan penetaPan aruran dalam Islam, kenikmatan
semata. Allah melihat perbuatan dan hati. Hati yang bermotivasi kemaslahatan
dalam arti pengabdian pada Allah, dalam rangka ibadah memenuhi ketentuan
Allah dan Rasul-Nya, sesuai dengan isi ayat 56 surat Adz Dzzriat.
Melakukan operasi dan transplantasi bibir yang sumbing dengan
motivasi dapat membaca AI-Quran dengan fasih, termasuk juga agar seoradg
anak tidak menjadi minder, termasuk yang dibolehkan. Itu kemaslahatan,
bukan semat a-nat^ kenikmatan.
Nabi pernah melarang wanita membuat tahi lalat dipiptnya karena akan
membawa sikap membanggakan diri karena kecantikannya. Allah tidak
memandang kecantilan seseoraflg tetapi bagaimana ha:j:nya. Sekalipun tidak
menggunakan tahi lalat dan kelihatan tidak begrtu cantik sebagairnana kalau
memakai tahi lalat, tetapi hatinya tetap baik itulah yang dinilai dan dipandang
oleh Allah. Pernah Nabi melarang seorang ibu yang akan menyambung rambut
gadisnya yang akan nikah, padahal rambut anak itu pendek. lvfotivasi
penyambungan itu agar tidak diketahui bahwa rambut gadis itu pendek oleh
calon suaminya. Hal itu dilarang karena tidak ada kemaslahatan. Opetasi selaput
m t^ y^ng akan membawr manfaat dan kemslahatary dapat melihat kemudian
dan dapat beramal lebih banyak, termasuk dapat membaca Al-Quran dengan
rn tanya, operasi adegmarikdiaanpadtampaet ldihibaetnmarekmanbeollaelhak^gdarrla,am. Terzt:anpgikoapkeeransiikmplaastaunk
tn^t^ y^tg sipit
isneimbaetar,b^egdar orarrg lain selain suami mengagumi, tidak dibenatkan agatnz. Hal
kalau wanita yang wajahnya kurang menyenangkan suaminya
sehingga suaminya tertarik dengan wanita lain, maka wanita itu minta dioperasi
plastik agar suaminya tetap menyayanginya, maka operasi itu bukan semata
kenikmatan tetapi untuk kemaslahatan rumah t^ngg^rry^, yatg dapat
dibenarkan.
189
2. Baiu Batik yang ada Kalimah Syahadah
Tanya: Di baju batik Aisyiyah dan baju batik Muhammadiyah ada
lambang matahari bersinar, bertuliskan kalimah syahadah di dalamnya. Bolehkah
baju tetsebut dibawa masuk jamban untuk buang air besar maupun kecil?
Mohon penjelasan. (L[isran M, Penlanwan l{ec. Kampar Kab. Kanpar Nau).
Jawab: Berdasarkan tiwayat segolongan ahh Hadis kecuali Bukhati
dan Ibnu 'Urrrat, Nabi tidak mau menjawab salam seseorang yang sedang lalu,
sedang Nabi buang air kecil.
1i::Frt'A1l;i'rJ-,;:;5%13r,'J1t6'isro;,7C&
Q3-r;t vpoh'b, > )#:i;";6 -tA
^#Artirya: Dai Ibnu 'Unar dikatakan bahaa rereurang berlala, ndangRnulullah
lagi baang air kecil, orang itu membei salam kepada Rasal, tetapi Ravl tidak
menjawabnla. (IIP- Al Jana'ah kecuali Bukhari dan lbna Unar).
Dari Hadis ini dapat difahami bahwa Nabi tidak menyukai menyebut
asma Allah dikala sedang berada di jamban melepaskan haiad tetmasuk buang
ait kecil. Di kalangan iumhur ulama dinyatakan ketidakbolehan membawa
masuk ke jamban, barang-barang yang memuat tulisan Nama Allah. Ketentuatl
itu didasatkan pada Hadis Nabi riwayat Abu Dawud, An Nasaiy, At Tirmidzy
dan Ibnu Majah, dati Anas bin Malik. Dalam Hadis itu disebutkan bahwa
Nabi mencabut cincinnya ketika berwudhu.
Hadis seperti itu iuga diriwayatlan oleh Al Hakim dan Ibnu Hibban iuga
dari Anas yang dinilai sabih oleh As Suyrthi, sedang Hadis sebelumnya dinilar
oleh Abu Dawud dan Ibnul Qaypm tidak mahfudz. Karenanya sebagian Ulama
memandang bukan larang^nyaLng battah atau pasti, tetapi bersifat karahah atau
keutamaan unnrk ditinggalkan. Pendapat ini didasarkan pada iv'tayat Ibnu Majah
dan Daruquthny dari Abu Rafi' bahua Nabi apabila berwudhu memutat cincinnya.
Oleh Ikrimah dan Ishaq difahami, cukup memutar cincin itu dengan
memasukkan yang adz kalimah Allah itu dalam telapak tangan.
Atas dasar keterangan di muka, maka seyogyanya tidak memba'ura
masuk baju yang ada hrlisan kalimah syahadah ke dalam jamban. Sebagaimana
kita ketahui betdasarkan ahli seiatah bahwa cincin Nabi itu sebagai setempel
bertuliskan kata "MUHAMMAD RASULULI-AH".
3. Perancang Busana
Tanya: Kalau otang betkarya sebagai perancang mode tentu membuat
pakaian yang tidak menutup aurat, bagaimana hukumnya? (fuIuhajir, Perumnat
Condong Catur, Yogyakarta).
190
Jawab: Hal itu tergantung dari pakaian dan pemakainya, di samping
pembuat mode sendiri. Kalau membuat pakaian dalam, tentu maksud
penggunaannya untuk pakaian dalam yang akan tertutup. Lain halnya kalau
oleh pemakainya digunakan tidak sesuai dengan maksudnya, tentu pemakai
yang salah. Juga kalau alrli petancang busana membuat pakaian yang kurang
memenuhi dyarat etika Muslim tentu kurang baik, karenanya iustru hendaknya
ada perancang mode Muslim yang dapat membuat ibadah. Semoga hal ini
menjadikan perhatian ahli-ahli Perancang llfuslim kita.
4. Humot yang Satu
Tanya: Ada seorang guru dalam memberikan selingan pelaiaran agar
tidak tegang, suka menggunakan humor saru, padahal sekolalr kami adalah
sekolah Islam. Btgztmanz humot saru menurut Pandangan Islam? (J.
Muhamnad Wdla, Jubelan Sumowono, Kab. Senarang).
Jawab: Humor itu ada baiknya, dan dibolehkan katena Nabi pun pernah
melakukannya, tetapt dengan kata yang waiar, bukan dengan kata-kata yang
tidak baik atau tidak benar. Nabi menganiurkan kita agar kita selalu berusaha
berkata yang baik, kalau toh tidak dapat hendaknya diam, seperti disebutkan
dalam Hadis riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, An Nasaiy dan Ibnu Maiah
dari Abi Syrraikh dan Abu Hurairah.
?yn4'u(qf):,,tt,u,),<45WWr824Yr^\fr.ig:j
Artinla: ...Barangsiapa Jang percaJa kepada Allah dan hai kenudian,
berkatalah lang baik ataq diam nja. ft{P- Ahmad, Bukhari, Muslim, An Nasatl,
dan lbna Majab).
Kalau Nabi menerangkan hal-hal yang bertalian dengan masalah seksual
yang perlu dijelaskan, maka dengan kata-kata yang naiaz. Sehingga tidaklah
tepat seorang guru yang segalanya disorot oleh murid-murid, manggunakan
selingan humor yang sanr.
5. IkutKB
Tanya: Kenapa banyak otang Muhammadiyah yang ikut KB? Pada
hal keputusan Muktamat Sidoarjo kelihatannya tidak menyetuiui (Pewta
penataran Al Is/an). Bolehkah kami mengikuti KB dengan minum pil atau
cur -c r yang lah yang dibenatkan oleh Islam? (Iludalat dz Tutiek).
Jawab: Agat memahami keputusan Muktamar di Sidoario, mamahami
pula penjelasan dad keputusan tersebut, khususnya No. 4 dan 5 sebagai berikut:
4. Pencegahan kehamilan yang bedawanan dengan aia:tanlslam ialah sikap
dan tindakan dalam perkawin^i y^ g diiiwai oleh niat segan mempunyai
791
keturunan atau dengafl c^r^ merusak/merubah organisme yang
bersangkutan sepeni memotong, mengikat dan sebagainya.
5. Penjarakan kehamilan dapat dibenarkan sebagai kondisi darurat atas dasar
kesehatan dan pendidikan dengan persetuiuan suami isteri dengan
petimbangan dokter ahli dan akii zgalrn.
6. Mengenai kriteria darutat ialah:
^. Mengkhawatirkan jiwa atau kesehatan ibu karena mengandung atau
melahirkan, berdasar pengalaman atau keterangan doktet yang dapat
dipercaya.
b. kMeehnidgkuhpaawna, tsirekpaenrtikeaskealanmte^tr^ste).re^tg ma akibat faktot-faktor kesempitan
menedma hal-hal ya.ng haram atau
melanggar larangrn karena dorongan oleh kepentingan anak-anak.
Dalam praktik kalau ada watga Muhammadiyah melakukan KB
seharusnya mendasatkan pada prinsip-prinsip keputusan di atas.
6. Ilmu Batin atau Ilmu Gaib
Tanya: Baru-baru ini saya kedatangan seorang yang bersedia mengajar
ilmu batin dan ilmu gaib. Gunanya dikatakan kalau ada orang yang bermaksud
ndak baik, misalnya memukul dad balakang, maka orang itu yang akan roboh.
Ilmu itu dapat dipelajari dengan biaya tinggi. Saya menolak, saya takut kalau
aqidah saya rusak. Bagumana sesungguhnya ilmu yang demikian itu? Mohon
penjelasan. (Abd.ul lYahab MI, Guru Agama SD Kitaa, Kecamatan Muaradua,
OKU Sunu/).
Jawab: Allah Maha Kuasa, Allah Maha Tahu, Allah mempunyai ilmu
yang ^n t luas, tidak terbatas. Maha mengetahui yang gaib dan y^flg ny^t^.
;;iA9 yAfi A fri
4,&-., ffJrtglri g'^;ilV
Artinjta: Dia-lah Allah yng tiada Tuhan melainkan Dia. Yang Mengetabai
lang gaib dan jtang n1ata. Dialah Yang Maha Pemurab kgi Maha Peryayng (Surat
A/ Hayr ayt 22).
Allah-lah yang mengajar manusia dengan per ntata kalam (maksudnya
dengan perantata tulis baca). Mengajarkan ^4p-5^. y^rrg tidak diketahui oleh
manusia. Demikian dalam sutat Al Alaq ayat
-,i&iJv#>,'*.Fr*Ui't
Artinla: (Iuhannulah) yng telah mengajar manuia dengan perantaraan kalam.
Dia mengajar mawsia apa yng tidak diketahuinla.
192
Dengan ilmu yang diajarktn Allah itulah manusia menjadi pandai. Dan
di atas orang yang pandai @etpengetahuan) itu ada.Yang Maha Mengetahui
(Yusuf ,Ly^t 76).
Berbagai ilmu yang diterima oleh manusia sejak dahulu sampai sekarang.
Dalam surat Yusuf ay* 68 disebutkan, Allah memberi ilmu kepada Nabi
Ya'qub yang tidak banyak diketahui otang lain. Dalam Surat Al Kahft ayzt 5
disebutkan, bahwa Allah memberi kepada seseorang hambanya sesuatu ilmu,
yang berdasar ayat berikutnya ilmu itu merupakan ilmu yang ftansparan terhadap
masalah yang akan terjadi.
Ayat 65 Surat Al Kahfi itu ialah:
,t+v'ipt*|vs;-'g ,j3r'ng\Er&!|'r&t'r?.i
Artinlta: I-"alu keduanlta (Nabi Musa dengan naridnla) menemakan sa/ah
reorang banba dai hamba-bamba Kani lang telah Kani beikan kepadarya Rahnat
dai si:i Kani dan lang telah Kani ajarkan kepadarya itnu d.ai sisi Kani.
Dai aya:. di atas, Allah telah memberi rahmat dan ilmu kepada seseorang
dari sisi-Nya. Dan dari ayat lainpun Allah telah banyak memberikan kepada
hamba-hamb^ y^ng lain separti Nabi Dawud diberi ilmu untuk melunakkan
besi dan ilmu untuk dapat berbicara dengzn hewan (Surat Saba' ayat70 dtn
surat An Naml ayat 16). Demikian pula Nabi Sulaiman diberi ilmu yang pemah
diberikan pada Nabi Dawud dan mendapat ilmu-ilmu yarg latn dari Allah,
seperti kemampuan untuk menguasai angin dan menguasai jin dan sebagainya
Qihat surat Saba' ayat 12 dan 13).
Ilmu-ilmu seperti itu ada yang kemudian dtpat dipelajari dengan suatu
sistem dan menjadilah ilmu pengetahuan kealaman, seperti bagailnrrana can
menjadikan besi itu menjadi lunak untuk dibuat m^c m-rnacam alat, dar.
sebagainya. Tetapi masih banyak pula yang belum dapat ditemukan sebagai
ilmu yang dapat dipelajari dengan suatu sistem, seperti baga:tmana cata untuk
dapat berkomunikasi dengan jin umpamanya.
Mengenai ilmu kekebalan seperti yang Anda ta.nyakan, sampai sekarang
belum dapat dibuktikan dengan suatu sistem, sehingga belum dapat disebut
sebagai ilmu pengetahuan. Nabi juga tidak membertkzn ajatan seperti itu,
katenanyz sulit dikatakan itu boleh dipelajari atau tidak.
Nabi pernah mendapat kesulitan karena dihalang-halangi di ialan
sewaktu dakwah. Bahkan pemah gigi Nabi Muhammad patahkatena mendapat
Iemparan batu. Kalau ilmu kekebalan seperti Anda tanyakan tentu orang yang
menghalang-halangi atau melempar batu itu tedempar sendiri, dan Nabi pun
iuga tidak mengajarkan kepada kita hal itu. Memang Nabi pemah mendapat
perlindungan dari serangan seseorang dan selamat karena orang yang
t93
menyerang meniadi gentar, seperti tersebut dalam kitab Tafsir sebagai sebab
turunnya ayat 17 surat Al Maidah. Hal itu bukan karena Nabi memiliki suatu
ilmu sebagaimana yang Anda. taryakan.Jadi keselamatan Nabi karena mendapat
pedindungan Allah. Sedangkan pedindungan Allah d.a;pat saja dimohon kepada
Allah sebagaimana diajarkan oleh Al-Quran dan As Sunnah. Tetapi mempelajari
ilmu seperti yang Anda tanyzkrn selain Nabi tidak memberikan tuntunan
yang tegas dan secara ilmiah belum dapat dtjabtrkan secara nyata, lebih baik
tidak usah dilakukan. Apalagi dengan membayar mahal, dengan cara membaca
bacrar-bacaan yang tidak jelas dituntunkan oleh Rasulullzh. Jangan-iangan
menimbulkan syirik kahfi, yakni beranggapan bukan Allah yang memberi
kekuatan, tetapi bacaannya iru.
Tegasnya, apa,kzh itu termasuk umutuddin? Rasulullah tidak
mengajarkannya sebagai tuntunan yang dzpat kita ikuti. Aphkah itu urusan
dunia? Juga belum dapat dibuktikan secata ilmiah. Tidak mempelajari ilmu
tersebut lebih selamat dalam pengamalan ag ma \<ttz- pada masa sekarang.
7. Nadzar vang Pelaksanaannya Lain
Tanya: Sewaktu saya sakit, salah seotang arv.k szya bernadzat akan
mengirimkan saya dan isteri saya ke kota B. apabila saya sembuh. Alhamdulilah,
saya menjadi sembuh. Namun saya dan isteri tidak ingin pergi ke kota B.
melainkan ingin ke kota P atau M saja. Kalau saya diberi biaya ana'k saya
untuk pergi ke kota P atau M. apakah na.dzt anak saya dahulu, yaitu mengtim
ke kota B. masih harus membayar denda kifarat dahulu atau tidak? (Hk Dj.
Rahardjo, Sumbersai, Malang, Lgn. No. 7508).
Jawab: Untuk qrembedakan sesuatu itu termasuk perbuatan biasa atau
nadzat, baiklah diketahui pengertian nadzar dahulu. Nadzar menurut pengertian
istilah, ialah mewajibkan diri untuk melakukan sesuatu perbuatan yang
dibolehkan d^iugcampk,adnenoglaenh maksud mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seperti
kata yang seseorang yang menempuh ujian misalnya sebagai
berikut "Sekfuanya saya lulus ujian, nanti saya akan puasa tiga had' a:tzw saya
akan pergi ke kota anu dan shalat di masjid yang ada di kota itu."
Perbuatan nadzar seperti itu yang disebut dalam Al-Quran Surat
Maryam ayat 26:
.uy,A'ErivY;f;ax;{,g
Artinya: ...maka katakanlah: "Sesunguhnla aku bernadVzr untuk berpaasa
karena Allah Yang Maha Pemurah, dan aku tidak akan berbicara dengan seseorang
pan pada hari ini."
194
Demikian pula disebutkan dalam Surat AIi llmtan ayat 35:
g1iyeW{5ffi#ayl{a'i+F,'';+5$r46tl
iM,'e3l
Artinla: (ngatkh) ketika istei Imran berkata: 'Ya, Tuhanku, nsungubnla
aku nadyarkan kepada Engkau, anaklang dalam kandunganku menjadi hanbalang
salih dan berhidmat (di Baitul Maqdis), karena ita teimalab (nadryr) itil daiku.
Senngubnla Engkaulah yng Maha Mendengar lagi Maha Mengetabui'"
Nadzar seperti tersebut dilakukan oleh umat sebelum Muhammad saw
yang kemudian perbuatar' nadzar itu juga disyati'atkan kepada ummat
Ivluhammad saw dengan dasar AI-Quran dan Sunnah.
Dalam Al-Quran disebutkan dalam Surat Al Baqanh ayat 270 dan
Sutat Al H$ ayat 29. Sedang Hadis Nabi saw tentang nadzar ini diriwayatkan
oleh Bukhari dan Muslim dari Aisyah.
>6',^;.;4iv'i3t;3:,a,fi1'lSg4-trSS',;;,tg'riF']$&:AriE,
CzvJV *(.-,-e gtl' ow) 4.jI1
Artinla: Bercabda Nabi saw.: 'Barangtiapa telah bernadqar untuk taat kepada
Allah SIYT., maka taatlah kepada-N1a. Dan barangtiapa lang bernadqar antuk
maksiat kepada Allab, naka jangan dilaksanakan ntaksiat itu."
Dat ryzt dan Hadis tersebut di atas, menunaikan nadzar yang baik
adalah wajib hukumnya', sedang kalaw nadzat yang tidak baik, waiib untuk
tidak dilaksanakan. \7aiib tidak dilaksanakan nadzar yang tidak baik itu, sesuai
dengan n.wayat Hadis Muslim dari Imtan bin Husain.
I r 3+ti$e*5;W'erL!;Vu$,t$r #'ArJ; ivr'ti:, JE
(y'U'>
Artinla: Bersabda Rasalallah saw.: 'Tidak boleh dilaksanakan nadTar untuk
melakukan perbuatan maksiat dan tidak bohh dilaksanakan nadqar lang diluar
kekuavan orattg." (I{k Mailin dari Imran bin Hurain).
Timbul persoalan bagi orang yang tidak menetapi nadzar apabtla ia
bernadzar, padahal tadzat bersifat maksiat, apakah yang bersangkutan wajib
membayar denda/kifarat atau tidak. Dalam hal pelanggaran tetsebut, nadzar
195
memang ada ketentuannya, yakni sama dengan pelanggaran terhadap sumpah.
Sesuai dengan Hadis Nabi savz i-wayat Muslim:
'u')dpj:zr6LoAl7rK,'{t#}ttl;Atll;SJu
Artinlta: Bersabda Rnulallah saw.: 'Kafarah nadTar adalah rcperti kafarab
sumpah." (Hk Muslin).
Terhadap yang bernadzat maksiat, karena maksiat itu dikualifikasikan
padz nrdzar (nadzar adalah dalam melaksanakan taat), maka orang yang
melanggarnya art:rnyz tidak melaksanakzn tadzat itu, tidak pedu membayar
denda atau kifarat.
Demikian pendapat umumnya para ulama. Lain haLnya menurut ulama
Hznaftah, otang yang bernadzzr melakukan maksiat, wajib melanggar nzdzx
itu dan wajib membtyat dendz/l<tfant.
Kalau kita kembalikan pada Hadis yang menyatakan bahwa kifant
oadzat sama dengan kifant bagi otang yang tidak melaksanakan nadzat tta,
bz:il< nadzat yang dibenarkan maupun yang tidak dibenatkan oleh agama, Hal
ini didasarkan pada sabda Nabi saw: tentang kifant sumpah.
@wv>a,6;$!6;Q;r\+uQ,WW:*v#$"c:is;rsv
Artinlta: 'Apabila engkau mengucapkan vata sumpah, kemudian engkaa nelihat
yang kbih baik dairyta, maka hendaklab dilakukan dengan hbih baik itu dan bayrlab
kfarat dai pelangaran sumpah itil." (Hk Bukbai dan Muslin}
796
MASALAH KESENIAN DAN ADAT
7. Muhammadiyah Tidak Melatang Kesenian
Tanya: Apakah dalam Muhammadiyah dilatang mengembangkan
kesenian, karena tetny^t^ bahwa N{uhammadiyah kering dalam kesenian ini?
(Seorang peserta penataran Al Is/an).
Jawab: Muhammadiyah tidak melarang kesenian yang sesuai dengan
prinsip-prinsip Islam, katena Muhammadiyah adalah gerakan Dakwah Islam
Amar Makruf Nahi Munkar. Hanya saja Muhammadiyah sangat berhati-hati
dalam hal ini. Tidak memberikan tuntunan yang praktis.dan terinci mengenai
kesenian yangbaga:tnznay^ngboleh dan tidak boleh, tetapi dalam keputusannya
memberikan pokok-pokok saja, seperti dalam menetapkan soal seni rupa dan
seni suara.
^G.ambDaarlainmi seni rupa ini pernah Muktamar Tarjih memutuskan: ada
hukumnya berkisar kepada illatrrya (sehabnya), ialah
tiga macam: 1. Untuk disembah, hukumnya haram berdasarkafl nash;2. Untuk
pengaiaran hukumnya mubah; 3. Untuk perhiasan ada dua'.3.1. Tidak khawatir
mendatangkan fitnah hukumnya mubah, 3.2. Mendatangkan frtnah ada dua
m^c^ni 3.2.t. Jtka fitnah itu pada maksiat hukumnya makruh, 3.2.b. Jrka
fitnah itu kepada musyrik hukumnya haram.
b. Seni suata, khususnya suata alat bunyi-bunyian. Alat bunyi-bunyian
hukumnya berkisar pada lJlatnya dan hal itu ada t:rga rnacam, 1. Menarik
kepada keutamaan hukumnya swat,2. Hanyz sekedar untuk main-main belaka
(tak mendatangkan apa-apa) hukumnya maktuh. Tetapi kalau mengandung
unsur negatif tentu }'arzlrr,3. Menarik kepada maksiat hukumnya hatam.
Dalam pelaksanaannya memedukan pertimbang n yaflg seksama dan
memedukan kearifan.
c. Seni bela diri, sekalipun tidak dirumuskan dalam suatu keputusan
hukumnya, namun dalam pelaksataanTay^ telah berdiri bahkan menjadi ortom,
yakni Tapak Suci. Majlis Tarjih membolehkan hal itu sepanjang dalam
pelaksanaannya dapat dijaga tidak menyimpang dari ajaran Islam, seperti dalam
hal pakaiannya, dan hubungan pda dan wtnitanya.
Mengenai kekeringan seni dalam Muhammadiyah, karena seni dalam
kaitannya dengan dakwah bil hal oleh Muhammadiyah ada pemikiran bahwa
setiap keputusan hendaknya dapat berjalan dengan baik dan memberikan
contoh pelaksanaan di tengah rnasyankat, dan selama ini dalam bidang seni
ini belum banyak berkiptah.
197
2. Seni yang Dipetbolehkan Islam
Tanya: Bagz:tmanrkah seni budaya Islam dan bagaimana batas-batasan?
Bolehkah seorang wanita bekas juara lomba seni baca Al-Quran sebagai penyanyi
rock? Bagaimana halnya seorang penyanyi yang melagukan lagu-lagu yang
memuja Tuhan? (Ahnad Thaharaddin, Malang).
Jawab: Membaca Al-Quran dengan suara baik, dilakukan dengan ikhlas
termasuk anjuran agarr,\ sebagai disebutkan dalam Hadis:
($t)v>tr,2'esi.W)'ig-VU,{;:tg;
Artinla: Hiailah Al-Quran dengan ruara-rltarann (7k Abu Dawud, Ahnad
dan An Nasatl).
,;r,>(:1J1#t'4;i:bAt,t"$t:bv74-G\:i\;5\w
Artinla: Hiai/ah Al-Quran dengan suara-rllaranl'l' tewngahnla Mara Jang
baik dapat menambah kebaikan ALQuran. (I{P- Al Hakin).
Menurut penilaian As Suyuthi, kedua Hadis di atas SHAHIH. Tantu
saja membaca AI-Quran dengan suara yang baik akan lebih baik kalau dilakukan
ketentuan-ketentuan yang benar, seperti tajwrd dan adabut-tilawahnya, serta
tidak menimbulkan htnah baik pendengar maupun pembacanya.
Mengenai pembaca Al-Quran wanita (yang terkenal dengan kata qanah)
kemudian menjadi penyanyi rock (yang terkenal sebagai rocker) y^flg gay^
dan ulah tingkahnya lenggak-lenggok membedkan kesan menonjolkan getak-
gerak badanny^ rasarryl kurang pantas. Akan lebih kurang pantas lagi kalau
dengan gerak-gerikny4 yang kurang serasi dengan pzkaian yang kurang serasi
pula, memuja dan memuji Asma Allah. Padahal memuja dan memuji Asma
Allah hendaklah dilakukan dengan hidmad penuh kekhusyukan dan
ketawadluan.
Berdasarkan riwayat Ahmad dan Muslim, dua macam orang yang
termasuk akan mendapat sanksi hukuman di akherat, ialah kalau laki-laki'
laki-laki yang angkuh sikapnya, dengan senjztanya di tangan suka menyakiti
orang banyak dan kalau wanita, wanita yang pakaiannya minim suka membuka-
buka auratnya, lenggak-lenggok geraknya menonjolkan dan menimbulkan
gaitah syahwat. Seni budaya Islam ialah seni yang diselaraskan dengan perintah
Allah dan Rasul-Nya.
3. Seruling tidak Haram
Tany* Sebagai orang awam sayabefianya apakah benar mendengarkan
seruling itu dosa? Mohon penjelasan. (Slamsul Imam, Pen, Muh. Cab. Sukaramai
Medan).
198
Jawab: H. Ahmad Dahlan pernah menulis dalam "SM" tahun 1915
bahwa membunyikan seruling itu dilatang tetmasuk "Maksiat tuiuh anggota
badan". Apa yang ditulis itu adalahbetdasar fatwa pada masa itu dan didasarkan
pada pemahaman kitab yang dipelajad masa itu iuga, serta keiadian pada saat
itu.
Seperti kita ketahui bahwa di masa itu pemahaman kita terhadap ag tn
masih belum luas, masih terfokus pada ibadah mahdlah belum diluaskan pada
pemahaman ibadah'AAMfd-\H dan IJTIMA 'f!-YAH. Belum dibedakan antara
alat dan tuiuan, karenanya dalam memahami alat seruling yang dahulu
dibunyikan dalam rangka untuk betsenang-senang belaka dihukumi harart.
Haram pula mendengafkannya, karena dapat melalaikan diri kita pada Allah.
Setelah berrtiri Mailis Tarjih, dilakukan Pemahaman terhadap masalah-
masalah yang perlu dipikirkan kembali pemahamannya, tetoiasuk masalah
yang disebut ALATULMAI-AHIY, yang kesimpulannya bahwa alatulmalahiy,
yakni alat bunyi-bunyian (termasuk seruling dan kendang) hukumnya berkisar
padr illatnyz (sebabnya). Kalau menadk kepada keutamaan, hukumnya sunat.
Kalau sekedat main-main belaka hukumnya makruh (tentu kalau tidak
menimbulkan kerusakan). Sedang kalau bunyi-bunyian itu dapat membawa
pada maksiat hukumnya haram.
4. Tingkepan dan Aiatan Islam
Tanya: Adakah ajannlslarn tentang tingkepan, yakni ucapan selamatan
setelah seotang 7 bulan? Bagaimanakah kalau hal itu saya lakukan, apakah
melanggat ketentuan agar,ira? (Deti l-.at{a, J/- Thanrin, 212 Ajun' Jenber).
Jawab: Tidak ada dasar tuntunan untuk melakukan tingkepan, yakni
mengadakan selamatan dengan uPacata yang beraneka, kecuali itu merupakan
adat kebiasaan suatu suku bangsa ttatt daenh. Di dalam Islam ada tu{rtunan
untuk bersyukur, artinya mensyrkuri nikrnat Allah yang berupa kesenangan
yang diberikan kepada hamba-Nya. Nikmat itu betmacam-macam, seperti
kalau sebuah keluarga mendapatkan ta:rrbahan keluarga, kelahiran anak, maka
dianjurkan keluarga itu untuk mengadakan akikah (kalau pirnya) sebagai rasa
sy'ukur yang dituntunkan oleh Nabi. Bersyukut yang bersifat umum sePerti
memberi makanan ba.gp otang yang memedukan atau kepada tetangga dikala
mendapat reieki yang lebih bailq juga dapat diartikan bersyrkut secara umum'
jadi bukan ada tuntunan khusus seba$aimana pada akikah tadi.
Mengenai tuntunan bersyukru dengan mengadakan vPacara tingkepan
jelas tidak ada dalam Islam. Tetapi kalau mengadakan syukuran yang
memeilukan karena telah diberi kenikmatan bayi yang dikandung (karena
memang telah lama menginginkan seotang anak) tidak ada lanngannya-
199
Sebagai cat^tan niadah bersyukur karena Allah atas kenikmatan tadi,
tidak usah dihubung-hubungkan dengan tingkepan dan tidak perlu dengan
:upaca:ta yang kadang-kadang menjurus kepada kemusydkan yang tentu bagi
Muslirnin dan Muslimah kurang berartj. Bukankah Nabi pernah bersabda:
Jy*sv,tba4po,Jc*1qv,tt):)gyij,flJ6j,#\yfL;L+*r"e
.eve.#,cp
Artinla: Termaruk kebaikan klam seseorang ialah meningalkan hal-bal lang
tidak berarti (Hk At Tirmidry dan lbna Majah dari Abu Hurairah, Ahmad dan
Ath Thabaran), dai Al Husain bin A/i),
5. Svukuran dengan Selamatan
Tanya: Bolehkah mengadakan selamatan dengan maksud mensy'ukuri
nikmat Allah, seperti mendapat rejeki hasil Danen atau lulus ujian, diterima
masuk perguruan tirgg, naik pangkat dan sebaga;nya? (--asniran, J/. Mayid
2/ 2 Balen, Bojonegoro, Jatin).
Jawab: Kata-kata selamatan mengandung atti yang berbeda-beda. Ada
yang dengan mengadakan peralltar' dan membuat makanan-makanan yang
beraneka warna yang kadang-kadang tidak ada maknanya. Tetapi ada juga
yang hanva sederhana dengan membuat makanan yang biasa disuguhkan kepada
tetamu atau tetangga dekat dengan tidak mengada-adakan. Yang kedua ini
dilakukan dalam tangka tztdz sy'ukur memberitahukan nikmat Allah kepada
teman sejawat dan tetangga. Kesyukur^fl y^ng demikian, artinya cata y^ig
kedua, tasaflya tidaL ada jeleknya dan masih ada relevansinya dengan
kesyrrkuran yang diperintahkan oleh ayat "FAAMAA BINI'MATI RABBIKA
FAKHDDITS", aftinya "Maka beritahukanlah ftepada teman sejawat) nikmat
Allah (yang diterima)." Kalau mendapat reieki tentu pemberitahuan dengan
sedikit meluaskan rejeki itu pada teman sejawat tadi dan tetangga, sebagai
cata selamat^fl y^ng kedua tadi. Sebenarnya ada tuntunan bersyukur yakni
dengan mengucapkan la,fal'1\LHAMDULILLAH" sebagai diriwayatkan Al
Hakim:
{v,"v>A$At:e*,&4 il;5,J,E::fifiri6tit5a
.(+5v*
Artinla: Nabi apabila mendapatkan rewatil Jang menlenangkan, bertabda:
"Semua puji bagi Allah yng dengan nikmat-N1a nmpurnalab kebajikan itu. (Hk
Al Hakin dan Aigtah).
200
Selaniutnya kesyukutan yang munasabah arttnya yang sesuai dengan
makna syrkur ialah selain dalam hati memuia dan memuji keagungan Allah
yang telah memberi nikmat, juga menggunakan nikmat diterimanya itu sesuai
dengan fungsi untuk beribadah kepada Allah. Kalau nikmat berupa harta,
d.igunakan untu beribadzh, dizzkatt kalau sudah sampai nisab, disadakahkan
sebagian dan dibelanjakan dalam ialan yang baik. Kalau berupa ilmu dan
pangkat, digunakan ilmu itu unruk beramal yarrg baik dan diaiarkan kepada
orang lain. Pangkat digunakan mengarahkan kemampuannya kepad^ y^t\g
maslahah. Jangan sampai bersyukur hanya sampai di lidah zpalagl dengan
cara hura-hura, tentu kurang sesuai dengan aniuran Lgarna, karena itu
mementingkan kulit dari isi yang sekarang ini nampaknya ada kecendenrngan
demikian.
207
MASAI-AH EKONOMI PERDAGANGAN
1. Syarat Jual-Beli
Tanya: Otang tua saya membeli sepetak tanah empat tahun yang lalu.
Sawah tersebut menjadi milik orang ru^ s^y^ secara pefluh dengan tanda
sertifftat tanah. Orang tua saya mempunyai maksud dengan pembelian tanah
itu untuk mendirikan rumah tempat tinggal dan hal itu telah diketahui oleh
penjual, tetapi belakangan irri peniual mensyatatkan bahwa penjualan itu dengan
syarat trntuk pendirian rumah sekolah atau musholla. Padahal pada waktu
transaksi persyaratan itu tidak ada. Sahkah jual-bel-i 4 (empat) tahun yang
lalu? Dan baga:trnanakzh kedudukan sy^r^t y^ng datang kemudian? (St. Ranlah
G. Linbang Goa Su/-Se/).
Jawab: Syarat yang diberikan pada akad jual-beli itu boleh saia, asal
syarat itu baik, dapat diterima terlarang. Kalau syarat itu
^Agl^-Qmu^r,atniddaakn As Sunnah, maka syarat iru
bertentangan dengan syara', yakni
tidak berlaku, sesuai dengan Hadis riwayat Abu Dawud dan Al Hakim.'
g*($\,:r,tbu)EtfrU'rKjb,yf.;OAt.grAV;,ffiit,
Artinla: Barangsiapa ;yang memberi pertlaratan lang tidak sesuai dengan
ketentaan Kitabullah maka perslaratan itu batal, rckalipun ieratus rJarat. ft7k Abu
Dawud dan Al Hakin).
Selanjutnya dapat diterangkan bahwa iual-beJi yang dilakukan dengan
akad yang di dalamnya disebutkan syarat yang baik tidak bertentangan dengan
syara' maka bedakulah (sah) iual-beli itu dan masing-masing yang melakukan
syarat harus menghormati persyaratan yang telah disepakati itu, sesuai dengan
Hadis riwayat Abu Dawud dan Al Hakim pula:
{ gl}: {tv :ot,ai "t) '$-jlL,P i;;g{t
Artinla: Orang-orang Islam itu (wajib nenenahi) atas sJarat-tJarat mereka.
(I{k Abu Dawad dan Al Hakin).
Hubungannya dengan jual-beli, kalau jual beli tanah itu untuk penditian
rumah sekolah misalnya penjual harus melepaskan tanahnya dan si pembeli
membayar ho.rgznya, selanjutnya pembeli wajib melaksanakan syarat yang
tersebut pada akad tersebut, yakni menggun kan t^fl h itu untuk mendidkan
rumah sekolah.
Kalau dalam jual-beli tidak disebutkan syatat pada waktu melangsungkan
akad jual-beli atau transaksi maka bedakulah iual beli itu tanpa syarat. Jual-
202
beli sah. Pembeli berhak atas tanah itu dan peniual tidak berhak lagi atas
tanah tersebut termasuk menyusulkan syarat'
2. -Jual-beli Kulit Ulat dan Flarimau sekarang banyak drjual-belikan,
Kulit dan kulit harimau
Trrry., ular
padahal hewan itu termasuk yang ha:,:Lrrr di makan dagingnya karena buas'
bohhkah menjualbelikan kulit ular dan kulit harimau? (Abdul Wahab Ml. Cara
Agama SD Kisau Kec- Maaradua OKU Sunsel)'
dapati kebolehan menggunakan kulit bangkai
Jawab: Dalam Hadis kita kulit binatang yang haram dimakan' kulitnya
setelah disamak. Demikian iuga
menjadi suci dengan .r.a di,"-'k' Dikalangan Fuqaha' mengecualikan
keboleha.tmensamakkulitbangkaiataukulithewanyangnaiis'yaknikulit
babi. Ada yang mengecuaiikan pula kuLit aniing'
jadi, kJt hun*ru atau kulit ular dapat dijadikan suci yang selaniutnya
dup"t iip".gonakan dan iugz dzpat dijual-belikan, karenz sesudah disamak'
menjadi barang yang hukumnya suci' Hadis yang mel3ranSkln kebolehan
iafah: l. Riwayat An Nasaiy, "\t
*"rrr^*"k t otii U"ngt M"t aajtaahu hewan yang naiis fuwayat Ad Daraquthny dari
dan
Tirimidzy, Ibnu dari Ibnu 'Abas,
Ibnu'Umar, berbunyi: "AYYUMAA IHAABIN DUBIGHA FAQAD
THAHURA" Artinya: "M zrra saia kulit yng disamak, maka menjadi suci"'
MenurutlafadlMuslimberbunyi:*IDZADUBIGHALIHAABUFAQAD
THAHURA" afiinya:'Apabila kulit itu disamak' maka meniadi suci"'
Hadis lain diriwayatkao oleh Abu Dawud dan An Nasaiy dan juga Ibnu
Hibban dalam sahihnya. Demikian pula Ahmad dalam musnadnya serta
diriwayatkan pula oleh At Titmidzy sebuah Hadis yang oleh mereka ada perawi
y"ng iipr.td*g lemah yakni Al Jaun Ibnu Qatadah' Hanya saja kelemahannya
maiin"tra^.mrginlruom. aHn "uini.tuiktumdeirseakbadadakanndNiiaawbaibkeadtiakaaipedraalnagmTteambupakt, ketika
.iaJt air itu
Nabi
TdaHrUi HkuUlUitRbUanHgAk,a' i,Amrtiankyaa:N.a.Mbai kbaersseasbudnagg: u"hFnAyaINdNeAngaDnIBdAisGamHaUknHyAa,
menjadikan ftulit itu) suci."
3. Uang Jasa
Tanya: Seotang famiJi saya mempunyai uang sebanyak Rp' 400'000'00
dengan
(empat tatus ribu tuplah). Datanglah temannya meminiam uang 1latuma uang
memberi keuntungan Rp. 50.000,00 per minggu' Setelah berjalan
irauspaia/khe).uSntauhttkgih^nhrruyk^umsundyaahmbeenrieurmimlaahkeRupn'tu8n0g0a'0n00i.o,0?0 (Y(daelllaapSaunlernaatun'sPrRibMu
Sei Manan' Nau).
203
Jawab: Kalau teman farnili Anda itu sebagai teman keriasatna dalarn
arti menggunakan modal itu dan menghasilkan keuntungan yang cukup.
Kemudian sesuai dengan perjanjian bahwa famili Anda akan mendapatkan
sebag'ian dari keuntungan itu, dinamakan mudlarabah yang boleh saia dilakukan,
dengan c t^tan kalau nanti peminjam tidak dapat untung ya tidak membed.
Tetapi kalau uang jasa itu ditentukan secara pasti, apalag1 oleh pemilik uang,
baik peminjam itu untung atau tidak, bukan termasuk mudlarabah yang
dibolehkan.
4. Kopetasi Simpan Pinjam
Tanya: Apakah Koperasi Simpan Pinjam (I$P) yang diputuskan pada
Muktamar Tarjih di ir{alang, KSP Negeri atau KSP swasta, dan tambahan
pembayaran ftunga) yang bagaim^n y^ng dibolehkan iru? Karena kenyata'an
banyak yang memungut tambahan yang cukup besar. Mohon penjelasan. (Anang
Mashadi, MHS. UNMUH, FAI Malang).
Jawab: Yang di.putuskan dalam Muktamar Tarjih di Malang adalah
KSP umum, karena koperasi tidak ada neged dan tidak ada swasta. Mungkin
anggotanya ada katya'wan swasta dan ada pegawai negeri, tetapi koperasinya
ialah koperasi yang berbadan hukum yang memang diatur dengan aturan-
U^tnutru^knityuanbgaikreksimrainyyaanmg amsaelnajhamhainsiltekrespeuletunsgagn^rM^tutyk^takmopaer rtaesnitadnegngKaSnPbaitiuk.,
disampaikan pokok-pokoknya sebagi betikut:
I. Pengettian
Kopetasi Indonesia adaLah organisasi takyat yang betwatak sosial,
mbeerraunpgagkoantaksaunatuorta4tnag-sours^unngan^et^ktor nboamdianse-bbaadgaainushauhkaubmerskaompaeraatsaisyaasnags
kekeluargaan pU No. 12/7967). Koperasi simpan pinjam adalah koperasi
yang bergerak dibidang simpan pinjam.
il. Landasan Hukum
Pengertian koperasi simpan pirj* tersebut di atas mengandung unsur-
unsur sebagai berikut: 1. Kerjasama, 2. Tolong-menolong, 3. Meningkatkan
kesejahteraan bersama.
Berdasarkan pada firman Allah surat Maidah 2, sabda Nabi i'wayat
Abu Dawud dari Abu Hurairah tentang orang ya^nyg^tmemberi kelonggaran
orang lain akan mendapatkan kelonggaran di hari kiamat. Hadis riwayat
Muslim bahvza Muslim dengan Muslim itu bersaudara, Hadis iutayatAl Hakim
dan AI Brzzu, bahwa yarghatan: adalah yang diharamkan Allah dalam kitab-
Nya dan yang halal pun demikian, sedang yang didiamkan adalah sesuatu
yang dibolehkan.
204
III. Masalah Apakah Tambahan Pembayatan pada Kopetasi Simpan
Piniam Tetmasuk Riba
1. Riba. Riba secara etimologis berarti "ZfYADAH" (tambahan). Sedang
menufut Syara' adalah tambahan atau kelebihan tmrpa imbalan ias^ at^w barang
yang diharuskan bagi salah satu dari dua orar,g yar'g mengadakan akad (Al
Jurjan| At-Ta'ifat, art. Ar-Riba).
Adapun hukum riba adalah haram, berdasarkan Al-Quran Surat Ali
Irrnrzn ayat 130, Al Bzqataln ayzt 795 dan ayat 275 sampai dengan 279, At-
Rum ayat 39.
2. Tambzhan pembayaran pada koperasi simpan pinjam adalah suatu
tambahan yang dibedkan oleh si peminjam kepada koperasi dengan dasar
kesepakatan dan keikhlasan. Hal ini sejiwa dengan Hadis yang diriwayatkan
oleh Bukhari
fV. Analisis
Setelah memperhatikan pengertian riba dan tambahan pembayaran
pada koperasi simpan piniam serta memperhatikan dahl-dalil Al-Quran dan
As Sunnah maka disimpulkan bahwa unsur-unsur riba dan tambahan
pembayaran pada koperasi simpan pinjam sangat berbeda.
Untuk memperoleh gambaran tentang perbedaan aflt^rz keduanya,
marilah kita lihat unsut-unsur tersebut sebagai berikut:
1. Unsur-unsur riba: a. Dilakukan atrt^r peror ngan yang menentukan
syarat keuntuogalt secara sepiha\ b. Bersifat penghisapan yang menimbulkan
kesengsataan baik bagi perorangan maupun rnasyankat.
2. Unsur-unsur tambahan pembayaran pada koperasi simpan piniam.
a. Dilakukan aflt^t lembaga atau al;rta:ra lembaga dengan anggotarry^ yalrg
bersifat tolong-menolong, b. Tambahan itu ditujukan untuk kesejahtetaan
bersama dan masyarakat sesuai ketentuan musyawarah anggota.
V. Hukum Kopetasi Simpan Piniam
1. Menyadair :
a. Bahwa koperasi simpan pinjam bermanfaat bagi perekonomian pada
masa sekarang.
b. Bahwa koperasi simpan piniam memedukan biaya untuk operasionalnya.
c. Bahwa ummat islam diwajibkan beke{a sama dan tolong menolong.
2. Menimbang :
a. Bahwa Koperasi simpan pinjam pernah te{adi pada masa Rasulullah.
b. Bahwa tambahan pembayaran pada koperasi simpan piniam akhirnya
kembali kepada keseiahtetaan anggota.
205
3. Mengingat :
^. Bahwa nash-nash Al-Quran dan As Sunnah dengan tegas
mengharamkan iba.
b. Bahwa nash-nash Al-Quran dan As Sunnah tentang hatamnya riba
memberi kesan adanya penghisapan oleh yang kuat pada yang lemah.
c. Bahwa mu'amalah yang tidak diatur dalam Al-Qutan dan As Sunnah
pedu ditentukan dengan Ijtihad.
4. Memutuskan :
^. Koperasi simpan pinjam hukumnya adalah MUBAH, karena tambahan
pembayaran pada koperasi simpan pinjam bukan termasuk RIBA.
VI. Satan-satan
1. Hendaknya koperasi simpan pinjam ditekankan kepada "ta'awuil"
sesuai dengan Ajatan Islam.
2. Hendaknya koperasi simpan pinjam tidak memberikan pinjaman
kepada selain anggot^ flatr.a
t3am. bBaahgaln^tprgegmobtaayya^atr^ansng memi^nnjagmgotk^a. rcna terkena musibah, dibebaskan
dati bahkan sedapat mungkin diberi bantuan.
4. Ptnjaman yang dilakukan oleh dengan tujuan produktif
dilakukan dengan perjanjian mudlarabah @^nagggr ohtaasil).
5. Riba
Tanya:, Apakah yang dimaksud RIBA dan apakah boleh pinjam-
meminjam uang dengan bungz 24-48oh per tahun? Bolehkah bekerja di tempat
bznkf peronngan yaqg mengadakan pinjam-meminjam dengan bunga seperti
tetsebut di atas? (ITxndayt dy Tutiek sekeharga, Bekasi).
Jawab: Arti bahasa dari RIBA ialah ZIYADAH (tambahan). Menurut
istilah syara' RIBA ialah tambahan atau kelebih^n t^npa- imbalan iasa atau
banng yang diharuskan bagi salah satu dari dua orang yang mengadakan
akad. Adapun pinjam meminjam uang dengan bunga 24-487o per tahun yang
ditetapkan oleh pemili.k uang, ielas termasuk bunga tambahan yang haram
hukumnya. Hal ini didasarkan kesepakatan ahli-ahli hukum Islam Internasional
dalam pertemuannya tahun 1986. Untuk lebih jelasnya baiklah disebutkan di
sini pokok-pokok keputusan pertemuan iru yang bertalian dengan bank atau
pinjam-meminjam uang sebagai berikut:
a. Boleh mengambil upah untuk pengurusan hutang-piutang uaog (seperti
bank menggaji pegawainya).
b. Pengambilan upah (yang dibebankan pada peminjam) dalam batas
riil yang dipergunakan untuk itu. Q)i negara Islam Kuwait misalnya * 4 pe.sen
per tahun).
206
c. Setiap tambahan dari jumlah itu hukumnya haram karena sudah
termasuk riba yang hukumnya hatam.
Ketentuan itu diambil dalam suasana keadaan uang itu tetap artinya
tidak mengalami inflasi. Kalau kita lihat kenyataan di Indonesia uang rupiah
kita belum stabil, inflasi t 9 persen per tahunnya. Sehingga kalau hutang
dengan 4 persen tambahan menjadi 13 petsen pettahun, masih dalam batas
wajar artinya pemiJik uang tidak dirugikan juga peminiam tidak merugikan
orang lain. Tetapi kalau sudah 24-48 persen setahun sebagai tambahan yang
harus diberikan oleh peminjam uang kepada pemilik uang sudah cukup
memberatkan. Itulah kat enany a hukumnya hatam.
Selanjutnya apakah boleh bekeria pada bank yang menentukan bunga
sebesar itu, dapat dijawab bahwa gait karytwan bank yang diambilkan dari
hasil bunga bank yang 24-48 per.sen setahunnya, yang hukumnyz hatarn, maka
hatam pula menerimanya.
6. Undian
Tanya: Bolehkah kita mengikuti undian yang diadakah di toko-toko
ztau rnajaldn ataupun surat kabat, seperti mengisi TTS, undian dengan kupon
yang diberikan ketika belanja di toko? (tludayt dan Tutiek sekeluarga)'
Jawab: Undian untuk mendapatkan pemenang sebagaimana penedma
hadiah diberikan kepada pembeli di toko-toko ata;rt pada sebuah sulat kabar
atau majalah bukanlah termasuk undian yang dilarang atau tegasflya
diberikan oleh ^pge^mmiJ^ik toko kepada
bukanlah haram hukumnya. Undian itu
pembeli untuk mend^p^tke:n hadiah yang jumlahnya terbatas, sedangkan
pembeli berjumlah banyak, lebih banyak dari jumlah hadrah yang disediakan.
Demikian pula undian sering diberikan kepada pembaca surat kabar atau
mzialah yar,g dapat mengisi fiS (yang disediakan di surat kabar atau maialah
tersebut) untuk mendapatkan hadiah yang disediakan oleh pemilik surat kabar
atau majalah. Jumlah hadiahnya sedikit, tetapi jumlah pengisi TTS-nya banyak.
Untuk mendapatkan hadiah tetsebut dengan jalan diundi. Undian demikian
bukanlah termasuk kategori perjudian.
1. Adakah Riba yang Dihalalkan?
Tanya: Menurut tjaran Agama Islam, adakah riba yang dihalalkan
dan dba yang diharamkan? Mohon penjelasan. ftTadayt dan Tutiek, Bekati).
Jawab: Menurut bahasa RIBA berarti ZIYADAH (tambahan)' Sedang
mbaernaunfgutyapnegflgdeihttaiarnusSkyaanrab':atagmi sbaalhaahnsaattauudkaerliedbuihaafol tt^nnPgayi^mngbamlaennig^asda^kta^tnr
akad. ({ep. Muktamar Tarjih di Malang tahun 1989). Selaniutnya dalam analisa,
disebutkan bahwa unsur-unsur riba itu ialah:
207
a. dilakukan antlr petor^ngafl yang menentukan syarat keuntungan
secara sepihak.
b. Betsifat penghisapan yang menimbulkan kesengsataan baik bagi
perorangan maupun masyatakat.
Adapun tentang hukumnya, riba itu: FIARAI\{. Dalil yang menunjukkan
hukum riba itu ha:alll ialah ayat Al-Quran dan Sunnah Rasul. Ayat Al-Quran
275 sampu 279 sttat Al Baqarah dan ayat 130 surat Ali Imran sefia ayat 39
surat Ar Ruum.
Ayat 275 surat Al Baqanh:
"tl,;r'gr:,5iriilJJr:5:r5
Artinla: ... padahal Allah telah nenghalalkan jual beli dan mengharamkan
riba.
Daiayat tersebut jelas dapat difahami bahwa hukum riba adalah haram.
Hadis antara lain riwayat Bukhari-Muslim yang aritnya: Jauhilah ruiuh
hal yang merusak; rr.aka ada yang menanyakan hal itu: "Ya Rasulullah, apa
yang dirnaksud dengan 7 perusak itu?" Nabi menjawab: "Memusyrikkan Allah,
melakukan sihir, membunuh yang diharamkan Allah, makan riba, makan harta
anak yatim, lari dari pertempuran di hari penyerbuan dan menuduh zina wanitt
Mukmin yang baik-baik." (HR. Bukhari dan N{uslim, Abu Dawud dan An
Nasaiy dari Abu Hurairah).
Dai ayat dan Hadis di atas, diketahui bahwa riba itu hukumnya haram.
Ada dua macam riba yang kita dapati dalam keputusan Islam, yakni
RIBA NASII-AH dan RIBA FADLAL. Riba nasii-ah ialah tambahan
pembayaran hutang y)ng dibedkan oleh pihak yang berhutang karena adarrya
permintaan penangguhan oleh pihak yang berpiutang tiap kali yang berhutang
meminta penangguhan pembayaran hutangnya. fuba fadlal ialah menjual barang
yang sejenis dengan barang yang sama, dengan ketentuan yang satu memberikan
tambahan sebagai imbalan bagi yang baik mutunya. Riba nasii-ah ini terkenal
di kalangan orang Arab masa jahiliyyah, riba ini hukumnya hararn. Tentang
riba fadlal, yang larangznnya didasarkan pada Hadis Nabi:
46W\pCI(#V"#\1{rrb*1n:;xu;q11
#.,$ rs ;V;,; ;S *,t* yeqU{U
Artinla: 'Jangan kanu jua/ emas dengan emas, perak dengan perak, gandam
dengan gandum, s1a'ir dengan s1a'ir, tamar dengan tamar, garam dengan garam kecuali
una jenit dan kadarnla dan sama-sana tunai. Barangsiapa lang menanbah atau
meminla tambahan, maka sewngultnla ia te/ah me/akukan riba."
208
Menurut keterangan yang kami dapati dalam Al-Qutan dan Tafsitnya
yang diterbitkan oleh Yayasa.n Penyelenggaraan Penterjemah/Penafsit A1-
Quran Juz I halaman 505, riba fadlal ini diharamkan juga, hanya dosanya
tidak sama dengan riba nasii-ah.
Kesimpulannya, tidak ada iba yang halal. Semua rlba hanm, seperti
ditegaskan oleh Allah dalam ayz-t 275 surat Al Baqatah di atas, Allah
menghalalkan jual beli dan menghatamkan riba.
8. Alamat Piutang Tak Diketahui
Tanya: Saya mempunyai hutang pada Pulan. Sewaktu sayz akan
mengembalikan hutang saya tersebut si Pulan telah pindah zlamat yang saya
tidak tahu. Keluarganya pun saya tidak tahu. Padahal hutang akan dituntut
sampai di akhirat. Bagaimana cat^ s^y^ melunasi hutang tersebut? (ILumas,
Lgn. No. 6347).
Jawab: Untuk mencad alamat Pulan Sdr. Dapat dengan menggunakan
mass media surat kabar atau najalah melalui surat pembaca. Kalau tidak
didapat, maka ada jalan keluar, dixttaranya saudara simpan uang iru sebagai
am nat untuk diberikan sewaktu-waktu Pulan didap*i alarnatrrya diberikan
kepadanya. Agar uang yang Anda hutang itu tidak habis nilainya karena inflasi
dan hal itu merupakan an flat, belikanlah barang yangharganya stabil, seperti
emas. Akan lebih baik lagi kalau uang itu dikembangkan sepetti digunakan
modal atau dibelikan ternak yang dapat menjadi banyak, nantinya diberikan
kepada yang bersangkutan apabila telah kedapataa alamatnya.
Dalam suatu Hadis muttafaq alaih diriwayatkan bahwa zda otang yang
belum sempat memberik4n upah kepada buruhnya, kemudian upah itu dibelikan
ternak dan setelah menjadi banyak, buruh itu meminta upah itu tetapi telah
menjadi temak yang banyak sekali jumlah^y^y^ng kemudian diserahlan kepada
buruh itu oleh maiikannya, dan tnajlkan itu dinilai sebagai orang yang ikhlas
dan pemegangam n t yang telpercaya. Jalan keluar yang lain ialah kalau di
tempat Anda ada badan yang mengelola harta ummat Islam yang dimasa dulu
bernama BAITUL N,IAAL LILMUSLIMIEN, dapat dititipkan kepada badan
tersebut. Atau kalau memang telah lama tidak didapati alamatnya Anda yakni
tidak akan ditagih lagi, setahkan saja prda lembaga sosial Islam untuk dapat
dimanfaatkan dengan niat Anda telah mengembalikan hutang Anda kepada
Pulan tersebut.
209
MASALAH HUBUNGAN DENGAN NON MUSLIM
1. Mengucapkan Selamat Hari Natal
Tanyaz Saya pernah mendapat keterangan seotang muballigh, bahwa
mengucap SEI-AMAT HAzu NATAL itu haram hukumnya. Tetapi salah satu
dari Perguruan Tinggi N{uhammadiyah pernah mengucapkan seperti itu. Saya
menjadi bingung. Bagaimana sebenarnya? (Akbnad Thaharaddin, Malang).
Jawab: Untuk memberi ja'rvaban terhadap Pertaty^ tr Anda, baiklah di
bawah ini disampaikan Fzlwa Majlis Ulama Indonesia tentang perayaan Natal
bersama, dengan beberapa pertimbangan.
7. Bahwa ummat Islam dipetbolehkan untuk kerja sama dan bergaul dengan
ummat -^g m lain, dan masalah-masalahyang berhubungan dengin
masalah^gkaerdr'uniaan. Hal ini didasarkan pada surat Al Hujurat ayat 1,3,
2. Bsuarhawt aLuukmmmafal t^yIs^lta1m5, surat Al Mumtahanah ayat 8. s^ugrattnA^l dengan
Kafirun
tidak boleh mencampuradukkafl
aaqyiadta7h-6da, nsupreartibAadl aBtaanqa^rgahrna^ylaatin4.2H. al irri didasatkan pada
3. Bahwa ummat Islam harus mengakui ke-Nabian dan ke-Rasulan Isa Al
Masih bin Maryam sebagaimana pengakuan meteka kepada Nabi dan
Rasul yang lain. Hal ini didasarkan pada surat Maryam ayzt 30-32, stxat
Al Maidah 75 dan surat Al Baqarah zyat 285.
4. Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih dari satu, Tuhan
itu mempunyai anak dan Isa Al Masih itu anaknya, maka orang itu (menurut
Al-Quran) kafir dan musyrik. Hal ini didasarkan pada surat Al Maidah
ayat 72 dan 73, serta sutat At Taubah ayat 30.
5. Islam mengajarkan bahwa Allah S!7T. itu hanya SATU, betdasarkan surat
Al Ikhlash ayat 7-4.
6. Islam mengajatkan kepada ummatnya untuk meniauhkan diri dari hal-hal
yang syubhat dan dari larangan Allah S!7T setta untuk mendahulukan
menolak kerusakan daipada menarik kemaslahatan. Hal ini didasarkan
ada Hadis tiurayat Muslim tentang yang halal itu jelas dan yang hara:rn
pun ielas, dan di antara keduanya adalah masalah yang syubhat yang tidak
diketahui oleh kebanyakan orang. Dasat lain ialah qaidah fiqhiyyah:
"Menolak kerusakan itu didahulukan datipada menadk kemaslahatan".
Atas dasar pettimbangan di atas, maka Majelis Ulama Indonesia
menfatwakan:
^. Perayaat Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan
mengormati Nabi Isa as., akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari
soal-soal yang diterangkan di atas.
210
b. Mengikuti uplcatz- Natal bersama bagti ummat Islam hukumnya haram.
c. Agar urnmat Islam tidak terierumus kepada syubhat dan larangan Allah
SWT, dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegqatan penyaan Natal.
Dari fatwa itu khususnya point "b", mengikuti petayaan Natal haram
hukumnya. Sedang mengucapkan "Selamat Hari Natal", dapat digolongkan
padr fadva point "c", sesuatu yang dianjurkan untuk tidak dilakukan.
2. Bantuan Non Muslim
Tanya: Dalam mengelola amal-usaha Muharnmadiyah, terutama bagian
PKU, kami pernah menerima bantuan dari orang non Muslim, berupa uang,
pakaian dan obat-obatan. Yang ananda' tanyakan,bagaimana hukum dan status
barang-barang tersebut? Bolehkah kita matfaatkan untuk ol-ang lslzlrr? (Asri
Suherti, J/. S. Parnan, Teluk Karang, Sumatera Baral).
Jawab: Bantuan yang berupa kemanusiaan dati orang-orang non
Muslim hukumnya mubah diterima kalau diberikan secara murni tidak
meng'ikat, serta barang yang dibedkan barang yang memang halal. Barar:g
tersebut dapat dirnanfaatkan untuk kepeduan PKU atau dapat diberikan kepada
pasien yang memerlukan baik yang betagama Islam maupun bukan, karena
yang ditedma sebagai pasien PKU juga orang-orang yang beragama Islam
maupun bukan. Dalam sejarah, pemah Nabi membedkan sesuatu untuk non
lv{uslim, juga Nabi pernah mendapat sesuatu pemberian dari non Muslim.
3. Menyantuni Yatim Non Muslim
Tanya: Bolehkah membantu anak yatim non Muslim yang
memedukan, apa tidak tetmasuk menolong orang kafu? (fuIah. Mu'i fl. Saaahan
No. 17 Sohkuro, Paciran, l-amonan, Jawa Tinar).
Jawab: Dalam ayat klta dapati kata yang umum tidak dibatasi harryz-
orang Islam saja yang dapat dibantu, seperti surat Al Ma'un ayat 7 sampai
dengan 3 demikian pula dalam ayat 60 surat At Taubat tentang orang muallaf
adalah orang non Muslim yang drpat mendapatkan pemberian zakat. Ma'kl-
anak yatim yang memedukan pertolongan tentu dari segi kemanusiaan tidak
ada halrngan untuk ditolong, barangkali akan menjadi orang y^ttg mendapat
petunjuk Allah, sekwang-kurangnya akan mengenal kebaikan Islam. Latangan
membantu kalau bantuan itu jelas akan merugikan dakwah Islam.
4. Melayat Janazah Non Muslim
Tanya: Bagaimana hukumnya melayat ianazah non Muslim sampai ke
kuburnya? (Penanla Pembaca "SM').
217
Jawab: Tidak ada latangan bagi orang Muslim melayad jatazah non
Muslim. Yang ada la:r::ngarnya ialah menshalatkan dan mendoakan ianazah
itu dikubur. Lara'ngan menshalatkan disebutkan dalam Surat At Taubah ayat
48, sedang kebolehan melayat ke kubur bukan mendoakan, didasarkan pada
Hadis riwayat Ahmad, Abu Dawud dan An Nasaiy.
t3\rt \ afib tQi t# &\fc, Jtt4r {*
'$6+-5,J6:6',5&W:"5^"'j#tt;'!VL6;^'tl,3^'6.d,36(;Y':$;
cifuv$w'to',2usi'DJ-Y:i;313L6'iiUqt
Artinla: Dari vhabat Ali ra. ia berkata: 'Aku nengatakan pada Nabi bahaa
pamannu (t{abi) yng sadah taa dan sesat itu telah meningal dunia. 'Maka Nabi
sap. bersabda: '?ergilah engkat menguburkan bapaknu dan jangan berbuat ap4-apa
(yang vfatrya ibadah) nmpai engkau datangpadaku /agi." Maka Ali berkata: 'Akupun
pergi mengaburkannlta, kemudian akz datang kenbali kepada Ranlallah saw, lang
menlaruh aku mandi dan akl didoakannla."
212
MASALAH KE-TARJIHAN
l. Muhammadiyah Bermadzhab Mailis Tatiih?
Tany* Ada yang bertanya bahwa Muhammadiyah a'dalzh organisasi
yang bermadzhab kepada Majlis Tarjih. Bagaimana penjelasaannya? (Peserta
Penataran Al Islan dai Sarabalta).
Jawab: Pedu dijelaskan dulu utibennadzhab dan pedu diketahui pula
organisasi" berorganisasi serta Majlis Tarjih.
a. Madzhab berasal dati kata keria' DZALIABA yang artinyt ia telah
berjalan atztt ia telah petgi, bahkan dalam penggunaan dapat berarti pula ia
telah berlalu dan ia talah mati. Banyak dipakai dalam kalimat y^ng atdtnya: it
telah pergi atau ia telah berjalan
Dari segi bentuk kata menurut bahasa Arab, MADZHAB itu bentuk
atau mashdar da;lj' kata kela DZAHABA. Penjabat nrrrya ialah DZAHABA
YADZHABU-DZAHAABAN dAN DZUHUUBAN dAN MADZHABAN.
Artinya MADZHAB ialah tempat yang dilalui yang berarti ialan- Kata mzdzhab
dalam suatu Hadis sesuai dengan kontek dan maksud pembicaraan yang telah
ada bukan berarti jalan dimaksud, sepettii menutut riwayat keempat
ashhabussuntn dari Mughirah sebagai berikut:
,b.> #Et lt: J'6'ds 77'{it G;ti 'F"*vA\J;iu;t:J;r,ts
('arrlte*'2,-3,
Artinla: Dahulu iasu/atlah raw. apabila hend.ak ke madlhab, menjauh-
Mr/ghiral) berkata: 'Artinla ia (Rasa/) pergi berhajat." (Hk Enpat ahli Hadis, dai
Mughirah). di situ ialah tempat buang air. Artinya 'ti a.da iuga
Maksud madzhab
hubungannya dengan kata tempat pergi, yakni makna m;a)u dai tempat perg'i
untuk sesuatu hajad, sebagaimana biasa kita gunakan kata belakang untuk arti
buang arr, seperti ungkapan: "Mau perg'i ke belakang."
Kita tinggalkan pengertian madzhab dari segi bahasa dan kita kaji arti
rnadztab menurut istilah ahli frqih, ialah sesuatu alfrzn atauiolanyang ditempuh
dalam pengamalan hukum yang dipercayinya. Dapat dicontohkan seperti
kata-kata Imam Asy Syaf iy:
.a;r:;;et"ysr'5'rlY
Artinla; Apabila (kita dapati) telah sah Hadh, maka itulah nadlbabku'
213
Madzhab di situ berarti dasar pendirian yang kemudian diikutinya
sebagaimana juga katz Imam Ahmad bin Hambal:
.r5uJ'i'6a$,i*tgti6t+:{r;y
Artinla: Apabila telah shahih Hadh ada padanu; maka katakanlah kepadaka,
agar aku dapat pergi menuju (nengikuti) kepadanla.
b. Muhammadiyah adalah organisasi gerakan Islam, Gerakan Dakwah
Islam Amar Makruf Nahi Munkat beraqidah Islam bersumberkan Al-Quran
dan As Sunnah. Dalam bidang penelitian hukum Islam, pemberian bahwa
pertimbangan kepada pimpinan persyarikatan guna menentukan kebijaksanaan
dan pelaksanaan hukum Islam kepada anggota, serta mendampingr pimpinan
persyarikatan dalam memimpin anggota dalam melaksanakan Ajaran Islam
oleh Persyarikatan diserahkan kepada Majlis Tarjih. Majlis Tallh dalam
melaksanakan tugas di atas melangsungkan muktamar di samping mengadakan
pertemuan lajnah tarjth atau pimpinan MajJis.
Kesemuanya ditempuh dengan pokok-pokok antatz lain: dalam
membicarakan masalah hukum Majlis Tarjih menempuh jalan iitihad
jarrra'iy. N{embicarakan masalah ^dgeanmga4n sistem musyawarah oleh sekelompok
ahli mencari dalil-dalil yang dipandang kuat untuk dijadikan dasar dalam
memutuskan hukum sesuatu masalah. Sesuatu yang menjadi keputusan tidak
begitu saja dilaksanakan tetapi ditanfidzkan dulu, setelah pertimbangan masak-
masak oleh Persyarikatan. Nfaksud dari pentanfidzzn adalah untuk
keseragaman dan menuju ada kesatuan pengamalan, menghindad perselisihan.
Sebenarnya sebelum ditanfidzkan, dalam mengambil keputusan. Mailis Tariih
mulai dari merundingkan sampai kepada penetapan tidak ada sifat pedawanan,
yakni menentang segala yang ndak dipilih oleh Tarjth.
Majlis/Lainzh Tarjih dalam memutuskan berdasat pada dalil yang
dianggap paling kuat yang didapati dikala memutuskan. Untuk pelaksanaannya
dilakukan tanfrdz, yang kemudian menjadi keputusan bersama. Kalau ada
anggota Muhammadiyah atau manegnggoatamMalakjalisnnTyaarjtihen^ttu^tb^enrgagrtoi ts^eLsauinaiadheTnagraitnh
sesudah
ditanfidzkan tidak
keputusannya sendid. Dua hal yang itu tentu juga tidak sesuai dengan Firman
Allah dalam surat Shaf ayat 2.
,,(jj)3;15Y'i;Jfr i6<;"iitis
Artinlta: lVahai orang lang berinan, ,ileilgapa engkau mengatakan apa Jang
tidak engkau perbuat?
214
Lain halnya kalau ia mendapat dalil yang lebih kuat setelah diteliti,
maka tidak ada salahnya secara perotangan mengamalkan yang didapati itu
dengan cat^tan segera mengajukan usul untuk peninjauan kembali keputusan
itu yang tentu akan diadakan penelitian selanjutnya untuk dijadikan salah satu
pembicaraan dalam Muktamat Tarjth, yang kemungkinan diterima ztaw luga
kemungkinan ditolak karena terny^t^ dalil yang didapati tidak benar-benar
lebih kuat, atau tidak sesuai dengan qaidah-qaidah yang telah ditetapkan oleh
Muktamat Tarjih sebelumnya.
Sebagai kesimpulannya, Majlis Tarjih tidak menjadikah HPT-nya sebagai
tnadzhzb, tetapi menjadikan HPT-nya sebagai bahan ruiukan untuk ditelaah
dalam pengamalan agarna sesuai dengan dalilnya. Muhammadiyah, termasuk
Mailis Tarlihnya, tidak bermadzhab dan tidak membenarkan warganya untuk
bertaqlid. Setiap orang hendaknya dalam pengamalan agarnanya mengikuti
dalil yang berasal dari Al-Quran dan As Sunnah, dengan kata lain ITTIB,{.
Ittiba' ykaenpgadm^ e^npg^aym^anlgkadnipeAriln-QtauhrkaanndAanllaAhsdSaunnRnaahsuyl-aNnyga.SJhaadhiihtaidhak(ddailhaamlahnagli
orang
ini yang maqbullah yang dzpat diterima) yang tidak atau belum dimuat dalam
HPT.
2. Beda HPT dengan Fatwa dalam uSuata Muhammadiyah'
Tanya: Tanya Ja'wab dan Fatwa Agama dalam "Suara Muhammadiyah"
adilah produk Tim Mailis Tatlth. Sedangkan keputusan-kePutusan Mailis Tarjih
dibukukan dalam HPT. Apakah sama keputusan Mailis Tariih dalam HPT
dengan yang ada dalam "Suara Muhammadiyah"? (lulujannil, I-znpungTengah)
Jawab: HPT yang kepanjangannya Himpunan Puftrsan Tariih, betujud
buku yang memuat Keputusan-keputusafl Muktamar Tarjih dari Muktamat
pertama sampai muktamar selanjutnya yang telah ditanfidzkan <lleh PP
Muhammadiyah, berlahu sebagai keputusan yang merupakan tuntunan
pengamalan dalam kalangan Muhammadiyah. Yang adt dalam HPT
merupakan ha^sgial tkret^simpulan yang dilakukan oleh anggota LaioahTarjih seluruh
Indonesia dalam Muktamar-muktam ar Ta\lh.
Muktamar Tarjih berdasarkan ketentuan y^rtg ada mestinya bedangsung
setiap (3) tiga tahun sekali, tetapi dalam pelaks^n tidak dapat demikian.
Muktamar Tarjih di Klaten berlangsung pada ta^hrrurroy^1400 H/I980 M dan
Muktamar berikutnya yakni di Malang baru bedangsung pada tahun 1409
H/1989 M, berarti bukan (3) tahun sekali tetapi 9 tahun. Sekalipun hal ini
terjadi betdasarkan beberapa alasan tertentu, tetapi dirasa sangat lamban
langkah Majlis Tarjih, padahal dalam menatap masa mendatang, Mailis ini
diharapkan lebih berperan. Karenanya' dalam Muktamat Muhammadiyah di
215
Sala tahun 1405/1985 M, diusulkan terbitnya rr'ajalah yang memuat khusus
majalzh ketarjihan.
Sebelum tetlaksananyz rerrcafla tetsebut, untuk sementtn masalah-
masalah tersebut dimuat dalam "Suara Muhammadiyah" dalam rubrik Tanya
Jawab dan Fatwa Agama. Rubrik ini diasuh oleh TIM, yang bekerja sesuai
dengan manhaj atau metoda pemahamari y^ng pokok-pokoknya telah
ditetapkan dalam Muktamar Tarjih, yakni melakukan TAJDID dalam
pemahaman dan bersumberkan pada AL-QURAN dan AS SUNNAH dalam
beristidlal.
Mengenai materi yang disampaikan dalam SoalJawab serta Fatwa Agama
diambilkan dari ketetapar' y^ng ada dalarn HPT, tetapi dimana belum
disebutkan dalam HPT dilakukan penelitian pada Sumber Al-Quran dan As
Sunnah serta dilakukan ijtihad di mana pedu oleh Tim yang dituniuk oleh
Majlis Tarjih. Dengan kata lain dapat dikatakan pbeanhgwuala^npgaany^knegmtbearslieabpuat
dalam Soal Jawab dan Fatwa Agarna merupakan
yang ada pada HPI bagi orang yang belum dapat memahami langsung dari
buku acuan HPT. Soal Jawab "SM" juga sebagai penjelasan terhadap masalah
yang belum jelas dalam HPT dan sebagai pengisi kesenjangan yang dipedukan
terhadap hal-hal yang belum termuat dalam HPT, padahal sangat dihajatkan
masyarakat.
Sama halnya dengan HPI kalau dalam fat'wa terdapat kesalahan atau
kurang tepat dalilnya, dapzt diajukan usul peninjauan kembali dengan disertai
dalil-dalil yang lebih tepat.
3. Taklid pada Himpunan Putusan Tariih
pada Tanya: Dyaanlagmteprseenbguatmdaalalanm^Hg PmT.,AoptaankgahMhuahladmemmaikdiaiynahbebrearrdtiasbaarhkwana
tuntunan
orang Muhammadiyah itu taklid pada HPT? Dan apakah tidak berarti bahwa
orang Muhammadiyah itu hanya betmadzhab satu saja yakni HPT? Kalau
demikian berarti lebih sempit dari yang bermadzhab enam? Mohon penielasan.
(B adaruddin, Jawa Tengah).
menysJlauwllsa.bt:eDntaanlagmagHa'mPaTd,atnersmumabseurkhmukausma.laDhallaimmakitya^bflmga^snatlaahr^i^imyaa
iNtuabainMtaruhlaaimn mdiatedrasnagwk.anialbaahhwapaa^yganmg Islam yakni tn y^ng dibawa oleh
ditutunkan A^llgah di dalam Al-Quran
dan yang tersebut dalam Sunnah yang sahih. Selanjutnya di dalam
membicarakan masalah tersebut, disebutkan pula dasar mutlak untuk
berhukum dalatn agama Islam adalah Quran dan Hadis.
216
Dibentuknya Majlis Tarjih yang kemudian hasil-hasilnya dibukukan
dalam HPI sebenarnya merupakan wahana untuk menyatukan pemahaman
agama berdasarkan sumber aslinya yakni Al-Quran dan As Sunnah. Jadi bukan
HPT yang menjadi sumbet rujukan di Muhammadiyah, tetapi Al-Quran
dan As Sunnah, yang menurut istilah^gdarisnze-but ITTIBIf, bukan TAQLID. Ittiba'
aritnya mengamalkan m sesuai yang ditentukan oleh dalil yakni Al-Quran
dan As Sunnah meme^gnuhi perintah dalam Al-Quran, seperti tersebut dalam
Surat Al -Xnf ayat 3 dan surat Al Art'am ayat 106.
r:#fti11i|W+;tUt4{;&j6'r1y';i:rEfir,
Artinlta: Ikutilah apa Jang diturunkan kepadana dari Tulsannu dan janganlah
kamu mengikuti peninpin-peninpin rclain-N1a. Anat rcdikitlah kanu mengambil
.
pelajaran (daipadarya). (A/ A'raf : 3).
'<:SFv*9igSfitlr'gb:"16;t7&Y
Artinla: Ikrtilah apa Jang telah diwafutukan kepadamu dai Tuhannu, tidak
ada Tuhan selain Dia. Dan berpalinglah dai orang-orangJang nayik (A/ An'an :
t 06).
Mengikuti kepada wahJ'u Allah berarti juga mengikua apa yang datang
dari Nabi sebagai diperintahkan oleh Allah dalam akhit ayat 7 swnt Al Hasyr,
kita fahami makna umumnya.
.1=rlt'ri=Ci't5i:atSf,66^i;F-tW;ji$*'$p17,
Artinla: Apa.yan! diberikan Rasul kepadama (terntasuk tuntunannla) maka
teinalah dia. Dan apaJang maka tingalkanlah. Dan bertaqwalah kepada
Allah. Sesanggubrya Allalt vngat keru hukunnla. (Al Hasltr : 7).
Jadi mengikuti Al-Quran dan As Sunnah bukanlah taklid. Karena taklid,
ialah "QABUULU QAULIN BiLAA HUJJATIN" attinya "Mengikuti pendapat
tanpa hujjah atau dalil", sedangkan As Sunnah termasuk hujjah atau dalil (Al
mankhul, oleh Al GhazabbleJ : 472). Muhammadiyah tidak bermadzhab, tetapi
mendasarkan atna.lnya pada apa yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah.
Sumber ajaran Islc;rr' adalah Al-Qutan dan As Sunnah. HPT memuat
yang telah disepakati oleh ulama-ulama Muhammadiyah. Dalam pemahaman
dan pengamalannya kita hatus bersikap kritis, sesuai dengan khittah
Muhammadiyah sebagai "Gerakan Da'wah Islam" dan "Gerakan Taidid" yang
tidak pernah berhenti dalam pemikitan pemahaman dan pengamalan.
217
4. Iitihad larna'iy
Tanya: Apakah yang dimaksud ijtihad jarnr'iy dan apakah ljrJhad jama'ty
hanya dilakukan oleh ulama-ulama Muhammadiyah saja? Mohon penjelasan.
(Percrta Guru-gura Muhammadltah pada Penataran Al Is/an).
Jawab: Untuk menjelaskan maksud ijtihad ajarnz'iy, pedu diketahui
bahwa di kalangan ahli ushul mutaakhitin, kita dapati dua istilah yakni ijtihad
fardiy dan ijtihad jama'iy.
dalam^m. emIjetihcaahdkfaandrymiaaslaahlathjnhhaudkyuamng dilakukan oleh perorangan muitahid
Islam, bukan oleh sekelompok
mujtahiddin.
b. Ijtihad jarna'iy ialah ijtihad yang dilakukan secata kolektif, yaitu
sekelompok ahli dalam hukum Islam yang berusaha untuk mendapatkan hukum
sesuatu atau beberapa masalah hukum Islam. Ijtihad semacam ini telah
dilakukan sejzk zarr,an sahabat seperti musyawarah penetapan Abu Bakar
sebagai Khalifah, pengumpulan Al-Quran di masa Khalifah Abu Bakar,
penulisan Al-Quran di masa khalifah Usman Bin hffan. Katena merupakan
kesepakatan seluruh ummat mujtahiddin disebut IJMA'. Usaha mencari
ketetapan hukumnya disebut ijtihad. Karena dilakukan oleh sekelompok maka
dinamakan ijtihad iama'iy. Di kalangan Muhammadiyah dalam usaha mencari
penentuan hukum sesuatu masalah hukum yang akan diamalkan, dilakukan
dengan cata ljtlhad jarrra'iy ini, yang dilaksanakan oleh lajnah tarjih, dalam
suatu muktam^ry^ng dihadiri aflggota Lajnah Ta{ih selutuh Indonesia. Yang
hadit dalam muktamar tidak hanya ulama Muhammadiyah saja, tetapi juga
mengundang ulama di luar Muhammadiyah.
5. Dalil Keputusan Mailis Tatjih
Tanya: Dalam tingkat apakah Majlis Tatjih itu dapat diadakan dan
berapakah iumlah dalil yang dapat digunakan dalam bertarjih ita? (h4. Sarbini,
peserta gura Muhannadltah pada penataran Al Islan).
Jawab: Dalam qaidah tarjih Muhammadiyah disebutkan bahwa Lajnah
Tarjih dibentuk di tingkat pusat, Tingkat Wilayah dan Tingkat Daerah. Lainah
Tarjih mengadakan Muktamar yang dihadiri anggota Lajnah Tarjih seluruh
wilayah di Indonesia yang keputusannya bedaku untuk seluruh wilayah. Sedang
tingkat wilayah mengadakan musyawarah, yang keputusannya bedaku untuk
wilayah setempat, sedang Majlis Tarjih Daerah mengadakan musyawarah Tarjih
yang dihadiri oleh Lajnah Tarjih Daerah yang keputusannya bedaku untuk
daerah setempat. Keputusan-keputusan itu berlaku setelah ditanfrdzkan oleh
Muhammadiyzh pada masing-masing tingkat. Maksudnya keputusan
N{uktamar Tarjih ditanfidzkan oleh PP Muhammadiyah, keputusan
218
Musyawarah Tarjih \Tilayah ditanfidzkan oleh Pimpinan Muhammadiyah
!7ilayah sedang keputusan Musyawarah Tar1lh Daerah ditanfidzkan oleh
Pimpinan Muhammadiyah Daerah.
Mengenai ketentuan dalil yang digunakan, berdasarkan ketentuan atau
qatar tarfh yang ditetapkan dalam muktamar, bahwa dalil yang dipergunakan
dalam istidlal adalzh Al-Quran dan As Sunnah shahihah, maksudnya sunnah
maqbulah (yang dapat diterima sebagai dasar hukum). Dalam keadaan yang
sangat diperlukan dapat digunakan qiyas. Adapun jumlah dalil tidak dibatasi
jumlahnya, tetapi yang terpenting dapat untuk istidlal dan dapat diterima sebagai
dalil yang sesuai dengan (munasabah) dengan persoalan yang dibahas.
Pemahaman terhadap dalil yang mempunyai makna yang belum jelas atau
tidak tegas dilakukan bersama, itr:lah antara lain prinsip Muhammadiyah dalam
melakukan ijithad, dilakukan dengan iitihad kotektif yang disebut rithad iarna'ty.
Penyorotan masalah dilakukan dari berbagai aspek, bukan saia oleh ahli hukum
Islam tetapi juga oleh ahli-atrli larnyangbertalian dengan masalah yang dibahas.
6. Qa'idah Fiqih dan Ushul Fiqih
Tanya: Dalam keria sama antara Muhammadiyah dan NU ada kendala
bahwa NU menggunakan referensi AQIDAH FIQIH sementara
Muhammadiyah menggunakan USHUL FIQIH. Demikian dimuat dalam Jawa
Pos tanggal 24-7!-1989. Apakah AQIDAH FIQIH int? (tuIoh. Sjamrcnn,lYajib,
Balong, Ponorogo).
kata Jawab: Tedepas dari pernyataan itu, barangkali Anda salah pengamatan
AQIDAH FIQIH. Barangkali yang ditulis adalah QAIDAH FIQIH'
QAiDAH FIQIH ialah dasar-dasar hukum frqih yang bersifat umtrm yang
disusun dalam bentuk teks-teks perundang-undangan yang dngkas yang
mengandung ketentuan hukum-ketentuan hukum yang umum yang dapat
mencakup satuan-satuan hukum yang termasuk di dalamnya'
Sebagai contoh qaidah y^ng berbunyi: AL UMUURU
BIMAQAASHIDIFIA, y^ftg Semua ufusan itu tergantung maksudnya.
Artinya hukum sesuatu itu ^d:riitlneynatju. kan oleh niat pelakunya. Satuan-satuan
hukum fiqih banyak yang dapat diambilkan atas dasar qaidah ini, seperti ibadah
sah tidaknya ditentukan oleh niat. Dalam inayah atau pidaoa, suatu
perbuatan dik^urrat^lilfriakIa^s:nikan atas dasat niat pelakunya, sepefti orang melempar
tatu dengan sengaja untuk membunuh orang lain dan mengenainya sefta
mematikan, maka perbuatan itu adalah pefbuatan pembunuhan. Lm halnya
kalau melempar batu itu untuk mengusir binatang tetapi mengenai orang yang
menyebabkan kematiannyl. K^:ren pelempafan batu itu tidak diniati untuk
nembunuh orang lain, maka tidak dimasukkan pada pembunuhan tetaPi
perbuatan loJaiyang menyebabkan orang meninggal, dan sebagainya'
219
Qaidah lain dapat dicontohkan seperti qaidah yang berbunyi
ADLDLARARU YUZAALU, yang artinya: Semua yang mendatangkan
madlarat harus dihilangkan. Ini mengandung makna bahwa semua perbuatan
yang mengandung akibat kerusakan hukL -nya hatam, atau sebalikny^ ot ng
diwajibkan untuk menciptakan kemaslahatan dan menghindari kerusakan.
USHUL FIQIH ialah ilmu atau berupa qaidah-qaidah yang
menggambark^n cata bagaimana dengan qaidah hukum itu dapat dikeluarkan
hukum dari dalilnya yakni Al-Quran maupun As Sunnah. Seperti qaidah analogi
yang dalam ushul fiqih disebut QIYAS, dengan qiyas sesuatu masalah yang
belum ada ketentuan hukumnya dapat ditentukan hukumnya, seperti keharaman
minum keras diqiyaskan dengan keharaman khamr.
Sebenarnya kalau kita ikuti pendapat Al Qarafi dalam kitabny^ yang
terkenal Al Furuuq, baik Qaidah Fiqhilyah maupun Ushul Fiqih, keduanya
termasuk ushulusy syad'ah, dasar-dasar untuk mendapatkan hukum syara'
dari dalilnya, dan ternyata bahwa kitab-kitab ushul fiqih yang baru telah
memasukkan keduanya yakoi qaidah {iqih maupun ushul Frqih.