The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pengertian, Bentuk dan Saluran Mobilitas Sosial

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by pratiwikyki, 2022-12-11 22:24:11

Mobilitas Sosial

Pengertian, Bentuk dan Saluran Mobilitas Sosial

BAHAN AJAR
Pengertian, Bentuk, dan Saluran Mobilitas Sosial

Sekolah : SMP Negeri 1 Kelay

Mata Pelajaran/ Tema : IPS / Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Kehidupan
Sosial Dan Kebangsaan

Sub Tema : Mobilitas Sosial (Pengertian, Bentuk dan Saluran Mobilitas
Kelas/ Semester Sosial)
: VIII/1

A. Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui pengamatan tayangan slide ppt, peserta didik dapat memahami
pengertian mobilitas sosial dengan tepat
2. Melalui kegiatan pembelajaran model problem based learning, peserta didik
dapat menganalisis bentuk bentuk mobilitas sosial dengan tepat
3. Melalui kegiatan pembelajaran model problem based learning, peserta didik
dapat menelaah saluran – saluran mobilitas sosial dengan tepat
4. Melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat menyajikan laporan hasil diskusi
tentang pengertian, bentuk dan saluran – saluran mobilitas sosial dengan tepat

B. URAIAN MATERI
1. Pengertian Mobilitas Sosial
Sebelum masuk ke dalam materi maka saudara dapat melihat video yang
berkiatan dengan materi mobilitas sosial pada link berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=kocNrLxNVQI. Mobilitas sosial dapat juga
diartikan sebagai gerak sosial. Mobilitas sosial adalah gerak perpindahan seseorang
ataupun sekelompok warga dari status sosial yang satu ke status sosialyang lain.
Dalam sosiologi, mobilitas diartikan sebagai perubahan status sosial atau posisi
sosial individu, keluarga atau kelompok dalam hierarki masyarakat (Pattinasarany,
2016). Giddens (2001, 300) mendefinisikan mobilitas sosial sebagai pergerakan
individu-individu dan kelompok-kelompok diantara kelompok sosial ekonomi yang
berbeda.
Mobilitas sosial juga mencakup struktur sosial yang bersifat hubungan
antarindividu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.
Setiap gerak cenderung menimbulkan perubahan, baik itu berupa perubahan fungsi
maupun perubahan posisi. Contoh yang terjadi pada individu adalah adanya alih
profesi yang semula pegawai negeri berpindah menjadi wiraswasta. Sedangkan,
dalam lingkup kelompok misalnya golongan minoritas suatu wilayah masyarakatnya
berasimilasi dengan golongan mayoritas.
Ahli sosiologi mengartikan mobilitas menurut pendapat mereka masing- masing:

• Horton dan Hunt mengartikan mobilitas sosial sebagai gerak
perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya. Perpindahan
kelas sosial ini dapat diartikan sebagai peningkatan maupun penurunan.

• Kimball Young mendefinisikan mobilitas sosial cenderung kepada
tujuannya. Menurutnya, tujuan mobilitas sosial adalah memperoleh
keterangan tentang kepantasan struktur sosial suatu masyarakat
tertentu. Misalnya, mendapatkan status pegawai negeri sipil.

Mobilitas sosial dapat terjadi pada setiap sistem pelapisan sosial baik yang
terbuka maupun tertutup. Pada masyarakat pelapisan sosial terbuka akan terjadi
mobilitas yang tinggi. Artinya, prestasi menentukan status sosial seseorang
sehingga memberi peluang yang selebar-lebarnya untuk berpindah sta-tus sosial
yang lebih tinggi/baik. Sebaliknya, masyarakat yang menganut pelapisan sosial
tertutup, akan cenderung berpindah ke status sosial yang sama.

2. Bentuk – Bentuk Mobilitas Sosial

Pada dasarnya jenis mobilitas sosial dibedakan menjadi beberapa jenis,
diantaranya:

a) Mobilitas Sosial Horizontal

Mobilitas sosial horizontal diartikan sebagai suatu peralihan individu atau
objek-objek sosial lain dari kelompok sosial satu ke kelompok sosial lain yang
masih sederajat. Adanya gerak sosial horizontal, tidak menyebabkan
terjadinya perubahan dalam derajat kedudukan seseorang ataupun suatu
objek sosial. Misalnya, seseorang yang beralih kewarganegaraan, beralih
pekerjaan yang sifatnya sederajat (dari tukang kayu menjadi tukang batu
atau dari pengusaha tekstil menjadi pengusaha batik), melakukan
transmigrasi, dan lain-lain. Dengan gejala sosial seperti itu, meskipun
berpindah tempat atau beralih pekerjaan,
kedudukan seseorang tetap setara dengan
kedudukan sebelumnya. Contoh mobilitas
horizontal antara lain, perpindahan
penduduk karena bencana alam direlokasi
ke daerah transmigrasi, atau migrasi yang
dilakukan penduduk desa ke kota untuk
mencari pekerjaan karena di desa sudah
tidak ada pekerjaan lagi.

Gambar 6. Sebanyak 309 orang warga transmigrasi asal Jatim dibawa ke
lokasitransmigrasi Satuan Pemukiman 3 dan 4 Tanjung Buka, Kabupaten

Bulungan, Kalimantan Utara(Sumber: Radar Sampit)

b) Mobilitas Sosial Vertikal
Berbeda dengan mobilitas sosial horizontal, mobilitas sosial vertikal
merupakan perpindahan individu atau objek sosial dari satu kedudukan ke
kedudukan lain yang sifatnya tidak sederajat. Dalam sosiologi dikenal dua

bentuk mobilitas sosial berdasarkan arahnya, yaitu social climbing dan social
sinking.

1) Social Climbing (Mobilitas Sosial Vertikal Naik)
Mobilitas ini berlangsung manakala terjadi peningkatan kedudukan
sosial seseorang dalam masyarakat. Contoh hampir dua puluh tahun
Pak Arsyad bekerja di sebuah perusahaan sepatu. Oleh karena
prestasi dan hasil kerja yang bagus, Pak Arsyad diangkat menjadi
kepala bagian. Mobilitas vertikal naik mempunyai dua bentuk utama,
yaitu:
a) Masuknya orang-orang berstatus sosial rendah ke dalam lapisan
sosialyang lebih tinggi. Misalnya, seorang pegawai biasa dinaikkan
kedudukannya untuk mengisi jabatan manajer yang kosong.
b) Terbentuknya suatu lapisan sosial baru yang lebih tinggi. Misalnya,
sejumlah tukang becak sepakat membentuk suatu perkumpulan dan
mereka menunjuk salah satu rekan mereka untuk menjadi ketua.
Sebagai contoh lain, saudara dapat menyaksikan video mengenai
mobilitasvertikal naik yang dialami oleh Presiden Joko Widodo pada
link berikut ini : https://www.youtube.com/watch?v=RNqYSNv8zy4

2) Social Sinking (Mobilitas Sosial Vertikal Menurun)
Berbeda dean gerak sosial vertikal naik, gerak sosial vertikal menurun
ini berlangsung manakala terjadi perpindahan kedudukan sosial
seseorang atau kelompok masyarakat dari lapisan sosial tinggi ke
lapisan sosial yang lebih rendah. Contoh, Pak Heru adalah seorang
kepala sekolah di salah satu sekolah menengah umum di daerahnya.
Oleh karena melakukan kesalahan, maka jabatan Pak Heru diturunkan
menjadi guru biasa. Mobilitas vertikal menurun mempunyai dua bentuk
utama, yaitu:
a) Turunnya kedudukan individu ke kedudukan yang derajatnya lebih
rendah, misalnya seorang juragan tekstil mendadak menjadi
pengangguran karena pabrik tekstil yang telah dimilikinya
bertahun-tahun hangus terbakar.
b) Tidak dihargainya lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial atas.
Misalnya, perkembangan yang semakin maju menjadikan gelar
bangsawan seseorang tidak dipergunakan sebagai salah satu
kriteria dalam strata sosial.
Sistem mobilitas sosial vertikal yang bersifat terbuka, memungkinkan
seseorang untuk mencapai kedudukan sosial tertentu dalam
masyarakat. Hal ini tergantung pada usaha dan kemampuan individu
yang bersangkutan. Memang benar apabila ada anggapan bahwa anak
seorang pengusaha memiliki peluang yang lebih baik dan lebih besar
daripada anak seorang karyawan biasa. Akan tetapi, kebudayaan
dalam masyarakat tidak menutup kemungkinan bagi anak karyawan
tersebut untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi daripada
kedudukan semula. Bahkan, sifat terbuka dalam lapisan sosial dapat

mendorong dirinya untuk mencapai kedudukan yang lebih tinggi dan
lebih terang dalam masyarakat.

Gambar 7. Contoh mobilitas sosial turun dari pengusaha menjadi pengangguran.
(Sumber: afnews.com)

c) Mobilitas Sosial Antargenerasi
Mobilitas sosial antar generasi merupakan peningkatan taraf hidup
seseorang dalam suatu garis keturunan. Mobilitas seperti ini bukan
menunjukpada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan kenaikan
kedudukan (status sosial) dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dengan kata lain, mobilitas sosial antargenerasi yaitu perpindahan
kedudukan seseorang atau anggota masyarakat yang terjadi antara dua
generasi atau lebih. Contoh: generasi orang tua(ayah ibu) dengan generasi
anak.
Mobilitas antargenerasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu
mobilitas sosial intergenerasi dan mobilitas intragenerasi.
1) Mobilitas Sosial Intergenerasi
Mobilitas sosial intergenerasi adalah perpindahan kedudukan sosial
yang terjadi di antara beberapa generasi dalam satu garis
keturunan. Mobilitas inidibedakan menjadi dua, yaitu mobilitas sosial
intergenerasi naik dan mobilitas sosial intergenerasi turun.
Perhatikan skema di bawah ini!

Gambar 8. Skema mobilitas Gambar 9. Skema mobilitas
sosialintergenerasi naik. sosialintergenerasi turun.

2) Mobilitas Sosial Intragenerasi
Mobilitas sosial intragenerasi adalah perpindahan kedudukan sosial
seseorang atau anggota masyarakat yang terjadi dalam satu generasi
yang sama. Mobilitas intragenerasi terbagi menjadi dua bentuk umum,
yaitu mobilitas intragenerasi naik dan intragenerasi turun.

Mobilitas intragenerasi naik terjadi manakala dalam satu generasi
yang sama terjadi kenaikan status sosial. Misalnya, seorang petani
memiliki tiga orang anak yang memiliki pekerjaan sebagai berikut.
Anak ke-1 bekerja sebagai petani, anak ke-2 bekerja sebagai
pedagang, sedangkan anak ke-3 bekerja sebagai wirausahawan yang
sukses. Karena tingkat ekonominya lebih baik, maka anak ke- 3
tersebut mampu memberi modal kepada kedua kakaknya untuk
membuka usaha tertentu. Mereka berdua akhirnya mampu
meningkatkan taraf kehidupan masing- masing. Untuk lebih jelasnya,
perhatikan skema di bawah ini!

Mobilitas intragenerasi turun, apabila dalam satu generasi yang sama
terjadi penurunan status sosial. Contoh, seorang dokter memiliki dua
orang anak. Anak pertama bekerja sebagai seorang kontraktor yang
berhasil di kota besar, sedangkan adiknya hanyalah seorang pedagang
kain di pasar tradisional. Pada suatu hari kios adiknya mengalami
kebakaran, hasil dagangannya ludes terbakar. Saat itu sang adik
benar-benar terpuruk. Kakaknya berusaha membantu memulihkan
keadaan ekonomi adiknya dengan menggunakan uang perusahaan.
Alhasil, usaha sang kakak menjadi bangkrut dan dililit utang. Lantas,
kedua bersaudara itu bersepakat membuka usaha dagang dari awal.
Berdasarkan peristiwa ini, terlihat adanya penurunan status atau
kedudukan dalam satu generasi.

d) Mobilitas Geografi
Gerak sosial ini adalah perpindahan individu atau kelompok dari satudaerah
ke daerah lain seperti transmigrasi, urbanisasi, dan migrasi. Mobilitas
geografis terjadi akibat keadaan daerah tempat tinggal suatu masyarakat
tidak kondusif untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Masyarakat
yang merasa termarginalkan akhirnya melakukan gerak sosial untuk mencari
yang memberikan suasana pemenuhan hidup secara memuaskan. Tetapi,
bentuk mobilitas demikian akan menimbulkan masalah-masalah sosial di
daerah yang dituju. Diantara masalah tersebut adalah kependudukan,
kriminalitas, serta tempat tinggal.

3. Saluran Mobilitas Sosial
Menurut Pitirim A. Sorokin, mobilitas sosial vertikal mempunyai saluran-
saluran dalam masyarakat. Proses mobilitas sosial vertikal melalui saluran-
salurantersebut disebut sebagai social circulation. Saluran-saluran mobilitas
vertikal, antara lain angkatan bersenjata, lembaga negara, sekolah, organisasi
politik,ekonomi, dan keahlian.
a) Angkatan Bersenjata
Angkatan bersenjata berperan dalam masyarakat dengan sistem
militerisme. Misalnya, dalam keadaan
perang. Suatu negara akan
mengharap kemenangan dari suatu
peperangan.
Jasa seorang prajurit akan dihargai
tinggi oleh masyarakat. Karena
jasanya pula ia akan meningkat ke
kedudukan yang lebih tinggi.

Gambar 13. Angkatan bersenjata berperan dalam mobilitas sosial
vertikal terutama dalam keadaan perang
(Sumber: portalsatu.com)

b) Lembaga Keagamaan
Dalam lembaga keagamaan setiap agama mengajarkan bahwa manusia
mempunyai kedudukan sederajat. Misalnya, dalam sejarah Paus Gregorius
VII yang jasanya sangat besar dalam pengembangan agama Katolik, dulunya
hanya anak seorang tukang kayu. Dari contoh tersebut dapat dikatakan
bahwa pemuka-pemuka agama bekerja keras untuk menaikkan kedudukan
orang-orang ini dari lapisan rendah dalam masyarakat.

c) Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan merupakan saluran nyata dalam mobilitas sosial
vertikal. Sekolah juga dapat dikatakan sebagai sosial elevator bergerak
dari yang paling rendah ke paling
tinggi. Kadang-kadang dijumpai
keadaan disuatu sekolah hanya dapat
menerima siswa dari suatu kelas
tertentu. Sekolah- sekolah memikirkan
jika dimasuki oleh lapisan yang rendah
akan menjadi saluran mobilitas sosial
yang vertikal.

Gambar 14. Lembaga sekolah
meropakan saluran mobilitas sosial
ke atas(Sumber: WordPress.com)

d) Organisasi Politik

Organisasi politik dapat memberi peluang besar bagi para anggotanya.Pada

masyarakat yang demokratis, lembaga pemilihan umum memegang peranan

penting dalam pembentukan kepemimpinan.

Organisasi-organisasi politik mempunyai peranan

yang sama walaupun dalam bentuk yang lain.

Supaya seseorang terpilih sebagai pemimpin,

terlebih dahulu harus mampu membuktikan

dirinya sebagai orang yang berkepribadian baik

dan juga mempunyai wujud aspirasi-

aspirasi yang baik. Gambar 15. Organisasi politik memberi peluang
besar bagi anggotanya untukmeningkatkan
status sosialny (Sumber: tirto.id.com)

e) Organisasi Ekonomi
Ekonomi dalam wujud organisasi memegang peranan yang sangatpenting
sebagai saluran mobilitas sosial vertikal. Misalnya, perusahaan assembling
mobil, perusahaan ekspor-impor. Orang kaya selalu menduduki lapisan
tinggi dalam ukuran masyarakat. Gejala ini juga dapat dilihat pada
masyarakat tradisional. Dalam masyarakat tradisional sering melakukan
upacara-upacara adat. Upacara-upacara adat pastilah memerlukan biaya
yang tidak sedikit. Orang-orang yang mampu melaksanakan upacara
tersebut adalah orang-orang yang secara material mampu.

f) Organisasi-Organisasi Keahlian
Organisasi-organisasi keahlian merupakan suatu wadah yang dapat
menampung individu-individu dengan masing-masing keahliannya untuk
diperkenalkan dalam masyarakat. Contoh organisasi keahlian adalah
himpunan sarjana ilmu pengetahuan, persatuan sastrawan, dan organisasi
pelukis.

g) Perkawinan
Sebuah perkawinan dapat menaikkan status seseorang. Seorang yang
menikah dengan orang yang memiliki status tlebih tinggi akan dihormati
karena pengaruh pasangannya.

h) Organisasi Keolahragaan
Melalui organisasi ini seseorang dapat meningkatkan statusnya kestrata
yang lebih tinggi.

C. Latihan dan Kunci Jawaban/Rubrik
1. Mobilitas sosial sebagai gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas
sosial lainnya. Perpindahan kelas sosial ini dapat diartikan sebagai peningkatan
maupun penurunan. Merupakan pengertian mobilitas social menurut…
a. Koentjaraningrat
b. Horton dan Hunt
c. Kimball Young
d. Auguste Comte
e. Selo sumarjan

2. Pak Subandi yang sehari-hari bekerja sebagai petani dengan luas lahan kurang
dari 0,5 ha, menyekolahkan anaknya yang baru lulus Madrasah Aliyah ke salah
satu Pondok Pesantren Modern di Ponorogo, Jawa Timur. Pak Subandi
membanting tulang untuk membiaya pendidikan anaknya di pondok tersebut.
Pak Subandi sangat bangga dengan anaknya karena telah menyelesaikan
pendidikan di pondok itu. Apalagi masyarakat menganggap anaknya juga dikenal
memiliki pengetahuan agama yang cukup baik. Anak Pak Subandi menjadi
seorang ustad yang terkenal. Kesimpulan dari pernyataan di atas adalah anak
Pak Subandi mengalami ….
A. Mobilitas sosial horizontal melalui lembaga pendidikan
B. Mobilitas sosial horizontal melalui lembaga agama
C. Mobilitas social vertikal naik antar generasi melalui lembaga sosial
D. Mobilitas sosial vertikal naik antar generasi melalui lembaga pendidikan
E. Mobilitas sosial vertikal naik intragenerasi melalui lembaga ekonomi

3. Perhatikan gambar berikut ini!

Sumber: presidenri.go.id
Aktivitas yang tampak pada gambar di atas menunjukkan
proses mobiitassosial vertikal naik karena...
A. Mendapatkan kehormatan menghadiri pelantikan pejabat
B. Memiliki kesempatan bertemu dengan presiden

C. Mengalami kenaikan jabatan menjadi pejabat
D. Mengalami penurunan jabatan yang diemban

4. Perhatikan tabel berikut ini! R
No Q Merupakan perpindahan dari satu
1) Merupakan perpindahan status
wilayah ke wilayah lain.
dan kedudukan seseorang. Perubahan yang tidak menyebabkan
2) Perubahan kedeukan dari status kedudukan seseorang menjadi naik
ataupun
lama ke status baru relatif Turun
sederajat Merupakan perpindahan status
sosial yang dialami oleh dua generasi
3) Perpindahan status dan atau lebih
kedudukan terjadi dalam satu
generasi yang sama.

Berdasarkan tabel di atas konsep mobilitas sosial horizontal

ditunjukkan oleh kombinasi.....
a. Q1), Q2), dan R3)
b. QI), Q2), dan R2)
c. Q2), RI), dan R2)
d. R1), Q1), dan Q2)

5. Yang termasuk contoh saluran mobilitas sosial pada bidang ekonomi berikut
ini adalah ...

a. Koperasi sekolah, OSIS, PGRI
b. Keperasi nelayan, BUMN, dan PT
c. Partai, IDI, HIPMI
d. Sekolah, BLK, dan Universitas

Kunci Jawaban:
1. A.
2. D
3. C
4. B
5. B

E. Daftar Pustaka

- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Siswa Mata Pelajaran IPS
VIII Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

- Putra, Erick Dkk. 2017. Buku PR Ilmu Pengetahuan Sosial VIII. Klaten: Intan
Pariwara. Hal. 64-68


Click to View FlipBook Version