terutama para pelajar serta rombongan sekolah untuk
mempelajari lebih lanjut mengenai sejarah KAA.
Keliling naik kereta mini
hingga malam. Jika anda mengunjungi tempat wisata ini
jangan lupa untuk mencobanya ya. Salah satu fasilitas yang
ada di Kiara Artha Park Bandung ini yang sering digunakan oleh
para pengunjung yaitu adalah fasilitas trem dengan nuansa
vintage. Fasilitas ini serupa dengan Bus Bandros Kota Bandung.
Bus atau trem ini bisa anda naiki dengan memutari area taman
asia afrika. Tentunya anda akan mendapatkan moment yang
tidak akan terlupakan.
Jika anda ingin menaikinya langsung saja menuju ke Taman Asia
Afrika. Bus atau Trem sejauh ini di Kiara Artha Park baru terdapat
2 buah yang berwarna hijau dan merah. Kedua angkutan ini
beroperasi secara bergantian dari pagi
51
Stars’us
Joging dan Bersepeda di Kiara
Artha Park
Jika Anda suka berolahraga seperti joging jalan-jalan santai
hingga bersepeda. Kiara Artha Park ini sangat cocok sekali
digunakan untuk kegiatan tersebut karena areanya yang luas.
Banyak sekali warga sekitar yang joging maupun bersepeda di
tempat wisata baru ini.
Anda bisa melakukan kegiatan ini di pagi dan sore hari dengan
mengelilingi area taman kiara artha park ini dengan bersepeda
maupun joging. Meskipun demikian, tentunya Anda harus tetap
berhati-hati dengan lalu-lalang kendaraan yang keluar masuk
tempat wisata ini.
52
Stars’us
Sepeda ontel penyewaan
Sekuter Rp5.000,00 : 30 menit
Sepeda listrik Rp25.000,00 : 30 menit
Mobil listrik Rp25.000,00 : 30 menit
Rp50.000,00 : 30 menit
Stars’us
53
Untuk lebih Jelas nya, Kiara Artha Park Bandung memiliki fasilitas :
• Tempat parkir kendaraan yang sangat memadai
• Pusat/sumber informasi
• Toilet umum
• Mushola
• Resto & Cafe
• Jogging track
• Kereta keliling
• Area terbuka hijau
• Taman lampion
• Area bermain untuk anak
• Kampoeng korea
• Taman asia afrika
• Pesona air mancur warna-warni
• Spot foto kekinian
54
Stars’us
Saung
Angklung
Udjo
55
Stars’us
Saung Udjo adalah nama yang identik dengan angklung. Saung
yang sejatinya etalase masyarakat Sunda ini merupakan
banteng kokoh yang setia merawat tradisi leluhurnya.
56 tahun sudah, landaskan untuk melestarikan budaya dan
kesenian tradisional Sunda yang digagas Udjo Ngalagena
bersama istri Uum Sumiati, menancap erat. Berawal dari
kegusaran dan modal nekat, Udjo merintis sebuah sanggar
sederhana di pekarangan rumahnya di Kawasan Padasuka 118,
Kota Bandung, Jawa Barat. Meski waktu itu, idenya kurang
dianggap dan disebut sia-sia.
“Awalnya, sulit mengenalkan kebudayaan lokal di Kota Bandung
yang agak kebarat-baratan” kata Marketing Communication
56
Stars’us
Saung Angklung Udjo Aulia Rusman, kepada Mongabay
Indonesia, baru-baru ini.
Aulia mengungkapkan, Udjo adalah guru yang juga seniman.
Sebagai seniman, Udjo paham akan budaya yang memiliki nilai
sosial dan dinamis. Seni akan beradaptasi dengan kemajuan
zaman sekaligus kondisi masyarakat di setiap masanya.
“Dengan pertunjukan yang sederhana, suatu waktu angklung
akan mendunia” ucapnya, merirukan ucapan Udjo saat merintis
pentas angklung.
Udjo kecil, putra asli Jawa Barat kelahiran 5 Maret 1929,
memang menyukai alat musik tradisional, terutama angklung.
Pada masanya itu, angklung dimainkan untuk merayakan panen
padi, khitanan, dan acara lain yang merupakan kebiasaan
masyarakat sunda.
57
Stars’us
Berdasarkan laman resmi Saung Angklung Udjo, tidak ada
keterangan pasti kapan angklung mulai ada dan dimainkan
masyarakat Indonesia. Adapun penjelasan tertua mengenai
angklung terdapat di kitab Nagara Kartagama yang menceritakan
angklung sebagai alat bunyi bunyin yang digunakan dalam
upacara penyambutan raja.
Angklung adalah alat musik terbuat dari pipa-pipa bamboo, yang
dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu
organ. Diikat bersama dalam suatu bingkai, lalu digetarkan untuk
menghasilkan bunyi. Secara tradisional, ada yang dinamakan
Angklung Baduy, Angklung Buncis, Angklung Gubrag, dan
Angklung Bungko.
58
Stars’us
Keterangan lain, angklung digunakan sebagai musik penggugah
semangat dalam kancah peperangan di masa kerajaan Sunda.
Fungsi angklung untuk memompa semangat rakyat untuk
melawan penjajahan. Sebuah alas an mengapa pemerintah
Hindia ssat itu, melarang masyarakat menggunakan angklung,
yang menyebabkan popularitasnya menurun. Hanya dimainkan
anak-anak saja.
Dalam perkembangannya, angklung dimodifikasi, lebih modern.
Udjo yang konsisten mengembangkan kesenian angklung
meyakini nilai-nilai luhur bersemayam dalam alat musik
tradisional ini. Ada semangat gotong royong, dispilin, cermat,
tangkas dan tanggung jawab.
“Inilah titik awal mang Udjo membuat pertunjukan angklung.
Didirikan 1996, muncul nama Saung Angklung Udjo” ujar Aulia.
Udjo mengawali pentasnya di lahan seluas 100 meter persegi,
yang kini berkembang menjadi 3.500 meter persegi.
59
Stars’us
Udjo Ngalagena sangat terinspirasi gurunya Daeng Soetigna,
pencipta angklung diatonic bernama Angklung Padaeng pada
1938. Sebelumnya, angklung hanya bernada pentatonic. Guru
asal Garut ini memiliki filosofi 5M yaitu, Murah, Mudah, Mendidik,
Menarik, dan Massal. Udjo menyempurnakannya, menambah
satu nilai, Meriah.
Prinsip-prinsip inilah yang dikembangkan menjadi pentas ideal,
dikenal dengan nama Kaulinan Urang Lembur. Pertunjukan yang
memadukan unsur kesenian Sunda atraktif dan mendidik.
Esensi angklung di Saung Angklung Udjo adalah alunan rumpun
bambu. Artinya, alunan yang dinamis, menenangkan dan enerjik
dalam mengembangkan budaya Indonesia, khususnya budaya
60
Stars’us
Sunda. Misinya, melestarikan budaya Sunda berbasis gotong
royong antar warga.
“The power of angklung bisa menghilangkan ego. Karena setiap
angklung memiliki satu tangga nada sehingga perlu bersama
memainkannya agar tercipta harmoni. Nature and Culture in
Harmony, filosofinya” jelas Aulia.
Angklung sejatinya dimainkan kembali pada perhelatan
Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015. “Angklung juga pernah
ditampilkan saat KAA 1955 oleh Presiden Soekarno dan kepala
negara lain yang hadir” kata Direktur Saung Angklung Udjo
Taufik Hidayat Udjo.
61
Stars’us
Diplomasi angklung dikategorikan sebagai soft power diplomacy
Indonesia. Menurut Joseph Nye Jr, ahli hubungan internasional
dari Universitas Harvard. Soft power diartikan sebagai
kemampuan suatu negara mengajak kerja sama dengan negara
lain tanpa menggunakan hard power yaitu senjata maupun
materi.
Di kancah Internasional, alat musik angklung mulai dikenalkan
lewat pementasan di berbagai negara. “Saung Angklung Udjo
telah menggelar pertunjukan di hamper semua benua,
mengenalkan angklung sebagai alat musik khas Indonesia. Dan
salah satu misi kami yang terealisasi, angklung mendunia” papar
Aulia.
62
Stars’us
Saung Udjo juga mendistribusikan angklung ke berbagai wilayah,
dalam dan luar negeri. Untuk memenuhi hal itu, ada 10 kemitraan
dilibatkan. “Sekarang yang menjadi kendala adalah minimnya
bahan baku bambu. Dari banyaknya permintaan, hanya 30%
terpenuhi” tambahnya.
Menurut Aulia, angklung dibuat dsri bambu pilihan, kualitas
tinggi. Ada 3 jenis yang digunakan yaitu bambu hitam, bambu
apus, dan bambu gombong. Bambu hitam diambil di wilayah
dekat pantai, dari Yogyakarta hingga Parangtritis lalu Sukabumi,
Ujung Genteng, Garut dan Tasikmalaya. Kenapa harus dekat
pantai? “Tanah disekitar pantai mengandung kapur cukup tinggi
sehingga menghasilkan bambu tipis namun padat, yang cock
dijadikan angklung”
63
Stars’us
Sementara bambu apus dan bambu gombong, bisa diambil dari
mana saja. Namun begitu, kualitas bambu tetap menjadi
perhatian utama. Usia bambu ideal adalah 4-5 tahun. Bila belum
cukup umur, bambu akan mudah mengkerut sedangkan lewat
batas, cepat retak.
Untuk menebang bambu, tidak bisa sembarang. Harus waktu
tertentu, mulai jam 9 pagi hingga 3 sore. Bahkan, bambu yang
ditebang, harus didiamkan satu tahun. Tidak boleh asal potong.
“Saung Angklung Udjo merupakan penghasil angklung terbesar
di dunia. Tidak hanya di Indonesia, ribuan angklung telah dikirim
ke Asia, Eropa, dan Amerika. Bahkan di Belanda, permainan
angklung telah dijadikan program ekstra kulikuler di sekolahan”
ujar Aulia.
Udjo Ngalagena memang telah tiada. Wafat, 3 Mei 2001 silam.
Namun, semangat dan kecintaannya pada budaya Sunda tetap
berkibar, dilanjutkan keluarganya. UNESCO pun, pada 16
September 2010, telah menetapkan angklung sebagai
Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity,
atau warisan budaya tak benda Indonesia.
Cita-cita Udjo, menduniakan angklung terwujud. Let’s bring the
world into peace through angklung, sungguh nyata.
Disamping pertunjukan rutin setiap sore, Saung Angklung Udjo
telah berkali-kali mengadakan pertunjukan khusus yang
64
Stars’us
dilakukan pada pagi atau siang hari. Pertunjukkan tersebut tidak
terbatas diadakan di lokasi Saung Angklung Udjo saja, tetapi
berbagai undangan tampil di berbagai tempat baik di dalam
maupun di luar negeri, pada bulan Agustus tahun 2000 di Sasana
Budaya Ganesha ITB, Bandung, Saung Angklung Udjo
mengadakan konser kolaborasi dengan penyanyi cilik yang
dijuluki Shirley Temple-nya Indonesia, yaitu Sherina.
Saung Angklung Udjo tidak terbatas pada hanya menjual seni
pertunjukan saja, berbagai produk alat musik bambu tradisional
(angklung, arumba, calung dan lainnya) dibuat dan dijual kepada
para pembeli.
Saung Angklung Udjo tidak terbatas, hanya menjual seni
pertunjukan saja, berbagai alat music tradisional (angklung,
arumba, calung, dan lainnya) dibuat dan dijual kepada pembeli.
Jam pertunjukan Saung Angklung Mang Udjo:
• Senin 08.00-17.00
• Selasa 08.00-17.00
• Kamis 08.00-17.00
• Jumat 08.00-17.00
• Sabtu 08.00-17.00
65
Stars’us
Tak hanya sekedar menyaksikan pertunjukan, wisatawan juga
bisa melihat dan belajar secara langsung mengenai proses
pembuatan Angklung. Aktivitas ini selain menghibur, juga
memberikan wawasan yang luas untuk anak-anak dan
wisatawan dewasa.
66
Stars’us
Saung Angklung Udjo memadukan suasana tradisional dan
kondisi alam yang masih hijau. Tempat pertunjukanpun dibangun
dengan memadukan dua konsep tersebut. Panggung setengah
terbuka tanpa dinding di beberapa bagian menciptakan kesan
alami. Suasana tradisional makin kental dengan alunan musik
dan kesenian khas sunda. Wisatawan dapat berkeliling di sekitar
Kawasan tersebut atau sekedar menikmati suasana asri.
67
Stars’us
Toko souvenir di Saung Angklung Udjo terbilang cukup lengkap.
Wisatawan dapat menjumpai berbagai pernak-pernik, mulai dari
angklung ukuran besar, gambang, kujang, kendang, hingga
gantungan kunci. Suvenir tersebut dijual mulai dari Rp.7.000
sampai Rp.400.000, tergantung barang yang dibeli.
Saung Angklung Udjo dapat dikunjungi dengan melakukan
reservasi sebelumnya. Wisatawan juga harus sudah
mendapatkan vaksinasi untuk dapat menikmati pertunjukan dan
berbagai fasilitas
68
Stars’us
Bandung Shopping Cibaduyut
Cibaduyut merupakan tempat wisata di Bandung yang
terkenal di Indonesia, karena memiliki sentra kerajinan tangan
dan juga produksi sepatunya yang super kompetitif dengan
kualitas tingkat dunia.
Cibaduyut berasal darin kata CI atau cai yang berarti air,
sedangkan baduyut atau yang dikenal juga sebagai areuy
baduyut merupakan sejenis tumbuhan air yang merambat.
Cibaduyut terletak di Jln.Cibaduyut Raya No.7 Kb. Lega,
Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Jam buka pasar ini mulai pukul
08.00 sampai 22.00 WIB.
Pasar Cibaduyut menjual aneka jenis sepatu terbaik dan
berkualitas. Banyak sepatu dengan merk-merk internasional
disana. Harganya pun cukup murah, yaitu mulai 100 ribuan.
69
Stars’us
Sentra produksi dari kerajinan sepatu Cibaduyut hinga saat ini
jadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke
Bandung Selatan ini selain dari wisata Factory Outlet yang
semakin memadati tempat wisata di sini. Musim liburan atau
akhir pekan dapat dipastikan sepanjang jalan disini akan padat
oleh kendaraan pengunjung yang dari luar kota contohnya
Jakarta.
Wisatawan yang mengunjungi tempat wisata Bandung
Selatan ini akan mudah sekali memilih dan juga mencari jenis
dan tipe sepatu di banyak toko yang berdiri di sepanjang jalan
Raya Cibaduyut. Bahkan jalanan yang terdapat toko-toko
sepatu di kawasan ini disebut sebagai pusat penjualan sepatu
paling panjang di dunia.
70
Stars’us
Bab III
Penutup
KESIMPULAN
Wisata merupakan sarana yang mampu untuk mengobati
segala jenis kepenatan hidup, apalagi objek wisatanya
mengacu pada pendidikan yang mampu menambah
wawasan dan pengetahuan dengan cara yang menarik. Hal
inilah yang diterapkan pada setiap kegiatan Studi Lapangan
Komprehensif SMP N 1 Godean, dimana objek wisata yang
dikunjungi mendominasi pada peningkatan kemampuan
berfikir yang memiliki berbagai unsur. Diantaranya :
1. Museum geologi adalah museum yang digunakan untuk
mendokumentasikan hasil-hasil penyelidikan geologi di
Indonesia. Seperti fosil-fosil bersejarah, batu-batu purba,
serta miniatur-miniatur jaman dahulu, dan masih banyak
lagi.
2. Dunia Fantasi (Dufan) adalah wisata yang menawarkan
wahana-wahana yang sangat menarik seperti komedi
putar, kora-kora, tornado dan masih banyak lagi. Wahana-
wahana yang disediakan Dufan ini tidak hanya
menyenangkan, tetapi juga menambah wawasan bagi para
71
Stars’us
pengunjung. Dufan adalah tempat wisata di Jakarta yang
sangat luas.
3. Gelanggang Samudra Ancol merupakan sebuah
oseanarium atau oceanarium. Oseanarium merupakan
taman mamalia laut dan makhluk laut lainnya.
4. Kiara Artha Park adalah sebuah kawasan terpadu yang
memadukan konsep hunian, bisnis, komersial, dan wisata
yang ikonik di Kota Bandung.
5. Saung Angklung Ujdo sendiri merupakan tempat
pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan
workshop instrumen musik dari bambu. Selain itu, SAU
mempunyai tujuan sebagai laboratorium kependidikan dan
pusat belajar untuk memelihara kebudayaan Sunda dan
khususnya angklung.
6. Cibaduyut adalah pusat pemasaran industri di kota
Bandung. Cibaduyut adalah tempat berbelanja oleh-oleh
khas bandung, seperti sepatu, tas, baju, boneka,
gantungan kunci, jaket dll. Di tempat ini kita dapat di
manjakan dengan berbagai toko-toko yang menawarkan
berbagai barang dengan harga yang relatif murah.
72
Stars’us
SARAN
Kami berharap perjalanan ini bisa dilakukan secara rutin
setiap tahun dengan tujuan yang berbeda-beda. Sehingga
kesan yang kami terima semakin beragam untuk
menambah pengalaman.
KESAN
Kesan kesan yang kami dapatkan selama kami
mengikuti study wisata banyak sekali. Kami merasa
senang karena kami bisa mengikuti study wisata
Bersama teman-teman dan guru. Selain itu kami
juga mendapatkan banyak sekali ilmu baru kami
juga mendapatkan pengalaman baru yang tidak
pernah kami lupakan.
73
Stars’us
PENUTUP
Setelah melakukan perjalanan Jakarta-Bandung maka
Kami merasa bahwa perjalanan ini sangat mengesankan.
Berkesempatan untuk melihat beragam budaya dan
sejarah yang masih tersimpan di Jakarta-Bandung ini.
Dengan demikian semakin bertambah kekaguman Kami
karena tinggal di Indonesia.
Dan untuk itu bila ada kesalahan dalam menyusun laporan
kami selaku penyusun meminta maaf yang sebesar
besarnya kepada para pembaca. Terima kasih kepada
semua yang telah membaca dan semoga laporan yang
kami buat ini dapat memotivasi dan bermanfaat bagi kita
semua.
74
Stars’us
DAFTAR PENILAIAN
Menurut pendapat kami sekelompok, kami memperoleh nilai setiap
anggota sebagai berikut :
Adella Carissa :A
Bilqiis Noviyanti :A
Galang Yupranto :B
Linda Allya Syifa Ambarsari : A
M. Shiddiqy Al Nugraha : A
75
Stars’us
DAFTAR PUSTAKA
https://www.ancol.com/unit-rekreasi/dunia-fantasi--2
https://www..com/kiara-artha-park/
https://arthagraha.net/en/project/kiara-artha-park/
https://www.holidify.com/places/jakarta/dunia-fantasi-
sightseeing-123562.html
https://www.idntimes.com/travel/destination/fida-nabila-
noor-hasanah/kiara-artha-park-bandung-c1c2
76
Stars’us
We Are Stars’us
Bintang Yang Bersama
Dan Selalu Bersama
STARS US NUMBER ONE!
77
Stars’us