kepulan hitam kisi kristal
CO2 + H2S + O2 + H2O --- tanah dan sedimen laut
---> CH2O + H2SO4 (kerogen)
(chemosynthesis)
kesetimbangan n status setimbang
kepulan hitam n kepulan yang antara reaksi maju dan
terbentuk dari keluaran balik
hidrotermal bersuhu tinggi (equilibrium)
(black smoker)
kesetimbangan geokimiawi n
kepulan putih n kepulan yang keseimbangan antara
terbentuk dari keluaran masukan (sungai, udara)
hidrotermal bersuhu dan luaran (sedimen)
rendah unsur di lingkungan laut
(white smoker) (geochemical balance)
kerak besi-mangan n material ketakproporsionalan n kondisi
besi-mangan yang saat molekul bereaksi
terbentuk pada gunung api dengan dirinya sendiri
dan dataran tinggi laut di (disproportionation)
kedalaman lebih dari
1.000 m dan membentuk ketaksetimbangan n kondisi tak-
singkapan bawah laut setimbang termodinamis
(ferromanganese sehingga dapat bereaksi
encrustation (crust)) serta-merta
(disequilibrium)
kerak daratan n bagian tebal
kerak daratan, sebagian ketersediaan hayati n
besar berupa batuan granit ketersediaan unsur yang
(continental crust) siap diasimilasi atau
dikonsumsi oleh
kerak samudra n massa material organisme
basalt dengan tebal 5−7 (bioavailability)
km di cekungan samudra
(oceanic crust) kilauan n mikrolapis
(slick)
kerogen n campuran kompleks
senyawa organik padat kisi kristal n rangka teratur dan
yang terbentuk dari berulang yang terbentuk
diagenesis dan katagenesis dari atom, ion, dan
molekul
37
klorinitas kompensasi karbonat
pembetuk padatan kristal udara, besaran bergantung
(crystal lattice) pada suhu dan salinitas
(Bunsen solubility
klorinitas n berat halida yang coefficient (α))
ditunjukkan melalui berat
klorida di 1.000 g air laut koefisien pembagian lautan-
(chlorinity) batuan n pembagian
unsur yang ada di batuan
klorit n mineral lempung kaya dan air laut
magnesium hasil (ocean-rock partition
pelapukan daratan, coefficient)
dilambangkan dengan (Mg,
Fe)6(AlSi3)O10(OH)8) kokolit n lempeng kalsium yang
(chlorite) diendapkan oleh plankton
kokolitoforid
klorofil n pigmen utama dalam (coccolith)
tanaman yang digunakan
dalam fotosintesis untuk kokolitoforid n fitoplankton
menangkap foton cahaya penghasil kalsium
(chlorophyll) (coccolithophorid)
klorofluorokarbon n senyawa koloid n bahan organik dengan
kisaran panjang antara
karbon yang digunakan 0,001−10 µm
(colloid)
sebagai pengembang busa
kolom sedimen n kolom dengan
dan pendingin tebal tutupan sedimen
(chlorofluorocarbon) antara 0–500 m di kaki
tanjakan benua
koefisien aktivitas n koefisien (sedimentary column)
yang menandai jumlah
perilaku takideal zat kompensasi karbonat n respons
terlarut dalam larutan lautan terhadap gangguan
(activity coefficient) tekanan parsial CO2
melalui perubahan laju
koefisien daya larut Bunsen n pengendapan kalsium
koefisien berupa fraksi karbonat
yang menentukan (carbonate compensation)
hubungan konsentrasi gas
di perairan laut dengan
tekanan parsial gas di
38
kompleks ion konservatif
kompleks ion n molekul yang volume zat terlarut dalam
terdiri atas kation (logam) larutan
dan ligan yang terikat (partial molal
dengan ikatan kovalen compressibility)
(ion complex)
kondensasi n perubahan fase saat
kompleks koordinasi n molekul gas diubah menjadi cairan
yang terdiri atas satu atau (condensation)
lebih atom logam yang
masing-masing terikat konduksi n perpindahan kalor
kovalen dengan lebih dari melalui proses molekuler
satu ligan atau (conduction)
penyumbang elektron
(coordination complex) konduktivitas n pengukuran
kandungan garam
kompleksasi n ikatan kovalen berdasarkan keberadaan
antara kation dan ligan ion sebagai penghantar
(complexation) listrik
(conductivity)
komponen minor n komponen
kimiawi air laut dengan kongener n variasi atau pola
konsentrasi 0,05‒50 μM struktur kimiawi senyawa
(minor component) (congener)
komponen utama n zat terlarut konsentrasi kesetimbangan
utama di air laut dengan atmosferis normal;
konsentrasi 0,05 hingga KKAN n konsentrasi gas
750 μM dalam massa air saat
(major component) mencapai kesetimbangan
dengan udara
kompresibilitas n tingkat (normal atmospheric
penurunan volume tertentu equilibrium concentration;
air akibat peningkatan NAEC)
tekanan
(compressibility) konservatif a berperilaku kimiawi
yang dikendalikan oleh
kompresibilitas molal parsial n proses fisik perairan
pengaruh tekanan pada (seperti proses transpor
atau pengenceran),
dimiliki oleh
39
kontaminan kurang jenuh
unsur-unsur utama air laut menyerap sinar hingga
(conservative) tampak dan menghasilkan
warna
kontaminan n senyawa alamiah (chromophore)
yang mengalami
peningkatan konsentrasi di kuarsa n silika hasil pelapukan
atas normal akibat batuan beku
kegiatan manusia (quartz)
(contaminant)
kuartsit n batuan pasir dengan
konveksi n transpor kalor akibat komponen utama kuarsa
pergerakan fisik magma (quartzite)
(convection)
kuosien fotosintesis; KF n rasio
kopresipitat v mengendap molekul oksigen yang
bersama karena kesamaan dilepas terhadap karbon
sifat kimiawi dioksida yang diasimiliasi
(coprecipitate) (photosynthetic quotient;
PQ)
kosmogenus a terbentuk di
angkasa dan mencapai kuosien respirasi; KR n rasio
permukaan bumi melalui molekul karbon dioksida
udara (tentang materi) terhadap molekul oksigen
(cosmogenous) yang diasimilasi
(respiration quotient; RQ)
kromatofor n sel yang
mengandung pigmen kurang jenuh n konsentrasi gas
fotosintesis terlarut kurang dari
(chromatophore) konsentrasi kesetimbangan
udara normal
kromofor n bagian molekul (undersaturation)
organik atau logam
organik yang mampu
40
L-l
labil a reaktif penurunan konsentrasi
(labile) partikel
(clear-water minimum
lagunal a berkaitan dengan laguna layer)
(lagoonal)
lapisan nefeloid n lapisan perairan
laju hujan n laju pengendapan dalam dan dasar dengan
bahan partikel ke dasar tingkat konsentrasi
laut sedimen resuspensi sangat
(rain rate) tinggi
(nepheloid layer)
lanau n partikel berukuran 1/256
hingga 1/32 mm lapisan nefeloid n perairan dasar
(silt) dan dalam yang
mengandung konsentrasi
lapis batas n lapisan yang sedimen teresuspensi
kedalamannya ditentukan sangat tinggi
oleh proses termodinamika (nepheloid layer)
(boundary layer)
lapis dikotermal n lapisan di lapisan oksigen minimum n
lautan lintang tinggi lapisan lautan dengan
tempat air dingin diapit konsentrasi oksigen lebih
oleh dua lapisan yang rendah daripada lapisan
lebih hangat bagian atas dan bawahnya
(dicothermal layer) (oxygen minimum layer)
lapisan bergradien n tipe strata lapisan suboksik n lapisan
sedimen dengan tiap strata kedalaman dengan oksigen
menunjukkan gradasi rendah di wilayah
ukuran butir dari kasar di Samudra Pasifik dan
bawah dan halus di atas Hindia
(graded bedding) (suboxic layer)
lapisan minimum air jernih n lapisan suhu submaksimum n
wilayah pertengahan kedalaman perubahan
kedalaman dengan suhu dari 9 hingga 14 m
(submaximum temperature
layer)
41
lapisan tercampur lingkungan anoksik diagenetik
lapisan tercampur n perairan ledakan alga berbahaya n
dekat permukaan sampai proliferasi fitoplankton
piknoklin dengan salinitas berefek racun
dan suhu yang sama akibat (harmful algal bloom)
percampuran angin
(mixed layer) lempung laut dalam n sedimen
laut dalam pelagik
lapisan tipis n lapisan permukaan anorganik
laut dengan ketebalan (deep-sea clay)
kurang dari 100 µm
(thin film) lempung pelagik n sedimen laut
dalam pelagik anorganik
larutan tekanan n pelarutan (pelagic clay)
padatan terkubur di
sedimen laut karena lewat jenuh n konsentrasi gas
peningkatan kelarutan terlarut melebihi
mineral seiring dengan konsentrasi kesetimbangan
peningkatan tekanan udara normal
(pressure solution) (supersaturation)
laut baltik n laut dengan estuari ligan n penyumbang elektron
positif terstratifikasi yang (ligand)
ditunjukkan melalui
gradien salinitas dan suhu lignin n makromolekul polimer
yang besar yang disintesis oleh
(baltic sea) tanaman berkayu
(lignin)
laut lepas n bagian samudra lepas
di perbatasan benua limpasan sungai n transpor air,
(open ocean) zat terlarut, dan partikel
dari daratan ke laut akibat
laut tepian n perairan semi- masukan sungai
tertutup yang terhubung (river runoff)
dengan permukaan
samudra, tetapi terbatas lingkungan anoksik diagenetik n
pada kedalaman parit laut lingkungan dengan air
dalam interstisial tidak
(marginal sea) mengandung oksigen
terlarut dan diagenesis
42
lingkungan metanik nonsulfidik litosfer
yang berlangsung melalui mereduksi sulfat terlarut
metabolisme anaerobik dan menghasilkan sulfida
dengan memanfaatkan (sulfidic environment)
oksidan sekunder
(diagenetic anoxic- lipid n kelas senyawa organik
environment) yang terdiri atas karbon,
hidrogen, dan oksigen
lingkungan metanik nonsulfidik (lipid)
n lingkungan anoksik
tempat dekomposisi bahan lipid kompleks n lipid yang saat
organik menghasilkan dihidrolisis menghasilkan
metana terlarut biomolekul, seperti asam
(non-sulfidic methanic lemak, gula sederhana, dan
environment) gliserol
(complex lipid)
lingkungan oksik diagenetik n
lingkungan dengan air lipid sederhana n lipid hasil
interstisial mengandung hidrolisis
oksigen terlarut dan (simple lipid)
diagenesis yang
berlangsung melalui lisis n pemecahan dinding sel
metabolisme aerobik (lysis)
(diagenetic oxic-
environment) lisoklin n kedalaman tempat
pelarutan cangkang mulai
lingkungan pascaoksik berpengaruh pada
nonsulfidik n lingkungan kandungan kalsium
anoksik dengan air karbonat sedimen
interstisial yang tidak permukaan
mengandung sulfida (lysocline)
terlarut atau tidak terjadi
reduksi sulfat, kecuali litogenus a berkenaan dengan
nitrat, mangan oksida, dan kerak daratan atau
besi oksida samudra
(non-sulfidic post-oxic (lithogenous)
environment)
litosfer n bagian padat terluar
lingkungan sulfidik n lingkungan bumi termasuk kerak dan
anoksik tempat bakteri mantel atas
(lithosphere)
43
logam berat lumpur
logam berat n logam dengan berat lubang ozon n lubang stratosfer
jenis lebih dari 20 amu ozon udara di atas
(5gr/cm3) Antartika
(heavy metal) (ozone hole)
lokasi buang n lokasi lumpur n endapan sedimen
pembuangan limbah cair dengan 70% atau lebih
ke sungai atau laut lanau
(outfall) (mud)
44
M-m
magma n bahan batuan lebur dari masukan sumber taktentu n
dalam bumi masukan pencemar ke
(magma) lautan dari berbagai
sumber
maksimum kekeruhan estuari; (nonpoint source input)
MKE n zona akumulasi
partikel halus tertinggi masukan sumber tentu n
(estuarine turbidity masukan pencemar ke
maximum; ETM) lautan dari sumber tertentu
atau terlihat
maksimum nitrit primer n (point-source input)
maksimum konsentrasi
nitrit yang disebabkan oleh masukan udara n pemasukan
amonifikasi atau nitrifikasi unsur dari udara ke lautan
di dasar zona eufotik (atmospheric input)
(primary nitrite maximum)
mesofil n mikroba yang tumbuh
maksimum nitrit sekunder n baik pada suhu sedang
maksimum konsentrasi (15–40°C)
nitrit pada lapisan oksigen (mesophile)
minimum hasil
denitrifikasi mesokosme n ekosistem buatan
(secondary nitrite dengan volume air
maximum) berkisar antara 1–10.000
m3
mantel n lapisan antara kerak dan (mesocosm)
inti bumi
(mantle) mesopos n antarmuka termosfer
dan mesosfer
masalah keberlanjutan rumah (mesopause)
kaca n keberlanjutan
pemanasan udara di bumi mesosfer n lapis udara di bawah
karena pembentukan panas termosfer antara 50–100
secara terus-menerus dari km
gas yang dikeluarkan saat (mesosphere)
aktivitas antropogenik
(runaway greenhouse mesotropik a berkenaan dengan
problem) laut yang memiliki
45
metabolisme aerobik diagenetik mikrometeorit
produktivitas biologis melakukan metanogenesis
tingkat menengah (antara (methanogen)
eutropik dan oligotropik)
(mesotrophic) metanogenesis n reaksi
geokimiawi yang terjadi
metabolisme aerobik diagenetik dalam sedimen setelah
n dekomposisi aerobik penimbunan dalam waktu
bahan organik yang lebih dari satu juta tahun
menggunakan oksigen dan suhu di atas 150°C
terlarut dari perairan di (methanogenesis)
atasnya atau air interstisial
(diagenetic aerobic metanotrof n mikroba pengguna
metabolism) metana sebagai donor
elektron
metabolisme anaerobik (methanotroph)
diagenetik n dekomposisi
bahan organik di sedimen metilotrof n mikroba pengguna
yang menggunakan senyawa karbon tunggal
kandungan oksigen sangat (metanol dan format)
rendah sebagai donor elektron
(diagenetic anaerobic (methylotroph)
metabolism)
migrasi n pergerakan petroleum
metabolit n senyawa yang melalui sedimen laut dan
dibutuhkan atau dihasilkan batuan sedimen akibat
oleh reaksi yang terjadi tekanan lapisan atas
dalam sel (migration)
(metabolite)
mikrolapis n lapisan sangat tipis
metagenesis n reaksi kimiawi di permukaan laut yang
abiotik yang berlangsung mengandung konsentrasi
di sedimen dalam pada zat terlarut dan partikel
suhu lebih dari 200°C yang tinggi; kilauan
(metagenesis) (microlayer)
metaliferus a bersifat kaya logam mikrometeorit n partikel luar
(metalliferous) angkasa yang dapat
mencapai permukaan laut
metanogen n bakteri arken yang tanpa meleleh setelah
46
mikronutrien monomer
menembus atmosfer; debu simbol kotak untuk waduk
kosmik atau cekungan dan simbol
(micrometeorite) panah untuk transpor
(box model)
mikronutrien n unsur-unsur
logam yang dibutuhkan model pemasangan ion n model
oleh organisme dalam yang mempertimbangkan
jumlah lebih kecil perubahan aktivitas ion
daripada nitrogen dan dalam larutan dengan
fosfor mengasumsikan
(micronutrient) pembentukan pasangan
atau kompleks ion
mikrotektit n tektit kecil yang (ion-pairing model)
terbentuk dari pengaruh
meteorit di permukaan model struktur air campur n
bumi model yang
(microtektite) mengasumsikan
keberadaan dua spesies air
mikrozona n volume kecil air atau yang berbeda
padatan tempat lingkungan (mixture water structure
redoks berbeda dari model)
sedimen dan air laut
sekitarnya model udara-lautan-kerak n
(microzone) gambaran konsep aliran
materi antara kerak, lautan,
mineral n senyawa anorganik udara, dan mantel atas
alami di bumi dengan sifat (crustal-ocean-atmosphere
fisik khusus factory)
(mineral)
monmorilonit n mineral lempung
model interaksi spesifik n model kaya besi dengan kapasitas
yang mempertimbangkan pertukaran kation sangat
perubahan aktivitas ion tinggi
dalam larutan dengan (montmorillonite)
asumsi interaksi hanya
terjadi antarion tertentu monomer n molekul sederhana air
(specific interaction model) yang tidak berinteraksi
dengan molekul lain
model kotak n model siklus (monomer)
biogeokimiawi dengan
47
mononukleotida muara
mononukleotida n blok struktur dihubungkan dengan basa
polinukleotida yang purina atau pirimidina
tersusun atas grup fosfat (mononucleotide)
yang terhubung dengan
gula berkarbon lima muara n bagian estuari yang
(pentosa) yang paling dekat dengan laut
(mouth)
48
N-n
naftena n rangkaian alkana siklik nitrogen organik terlarut; NOT
dengan rumus umum n senyawa nitrogen yang
C2H2n larut dalam air, ditandai
(naphthene) dengan ukuran yang lebih
kecil dari 0,45 µm
neritik a berkenaan dengan sehingga bisa melewati
bagian luar pesisir tapis
samudra (dissolved organic
(neritic) nitrogen; DON)
nitrifikasi n oksidasi mikrobiologi nitrogen reaktif n bentuk kimiawi
amonium menjadi nitrit nitrogen selain gas N2
dan berlanjut menjadi (reactive nitrogen (Nr))
nitrat; oksidasi amonium
(nitrification) nodul n endapan mineral berupa
benjolan membulat
nitrogen anorganik terlarut; (nodule)
NAT n komponen
senyawa nitrogen nodul besi-mangan n batuan besi-
anorganik dapat larut mangan yang terkumpul
(dissolved inorganic antara air-sedimen di
nitrogen; DIN) kedalaman lebih dari 4000
m dan terbentuk membulat
nitrogen dioksida (NO2) n dengan laju sedimentasi
komponen udara yang rendah
dihasilkan dari oksidasi (feromanganese nodule)
NO atau fiksasi nitrogen
(nitrogen dioxide (NO2)) nonkonservatif a bersifat dapat
dikendalikan oleh reaksi
nitrogen organik partikulat; biogeokimiawi (tentang
NOP n fraksi nitrogen perilaku kimiawi)
organik yang tidak larut (nonconservative)
dalam air laut atau
berbentuk partikel nonpelagis a berkenaan dengan
(particulate organic sedimen yang
nitrogen; PON) terakumulasi pada laju
49
nukleus nutriklin
lebih dari 1 cm/1.000 nutrien n zat terlarut anorganik
tahun atau organik yang
(nonpelagic) diperlukan sebagai nutrisi
dalam pemeliharaan dan
nukleus n bagian tengah atom pertumbuhan produsen
bermuatan positif yang utama laut
terdiri atas proton dan (nutrient)
neutron
(nucleus) nutriklin n kedalaman laut tempat
perubahan maksimum
nuklida n spesies atom yang konsentrasi nutrien terjadi
ditentukan oleh jumlah (nutricline)
proton dan neutron dalam
nukleus
(nuclide)
50
O-o
ofiolit n bagian kerak samudra yang terbentuk dalam air
yang terdorong ke daratan laut
akibat pengangkatan (oxyhydroxide)
geologis
(ophiolite) oksik a berkandungan oksigen
terlarut setimbang dengan
oksida besi-mangan n endapan udara (tentang perairan)
hidrogenik yang terdiri (oxic)
atas oksida besi dan
mangan oksiklin n kedalaman laut tempat
(iron-manganese oxide) penurunan konsentrasi
oksigen terjadi secara
oksidasi amonium n nitrifikasi cepat
(ammonium oxidation) (oxycline)
oksidasi sulfur n oksidasi H2S oligotrofik a sangat rendah
dengan oksigen yang produktivitas biologis
menghasilkan produk (tentang perairan)
polisulfida, SO42-, SO32- (oligotrophic)
dan S2O32-
(sulfur oxidation) olit n endapan hidrogenus
sedimen karbonat tropis
oksigen triplet n oksigen (oolite)
molekuler dengan dua
elektron yang tidak olit kalsitik n hamparan butir
terpasangkan dengan kalsitis yang terbentuk dari
putaran datar presipitasi kalsium
(triplet oxygen) karbonat di antara butir
kalsitik
oksigen tunggal n oksigen (calcitic oolite)
molekuler tempat semua
elektron terpasangkan organologam a mengandung
(singlet oxygen) struktur organik dan logam
(tentang senyawa)
oksihidroksida n endapan amorf (organometallic)
oksida dan hidroksida
51
oseanik osmolit
oseanik a berkenaan dengan osmolit n zat terlarut netral yang
perairan atau sedimen di bereaksi minimal dengan
luar batas benua kandungan sel
(oceanic) (osmolyte)
52
P-p
padatan ionik n padatan yang partikel siliklastis n partikel yang
dibentuk dari ikatan ionik dihasilkan dari pelapukan
antara ion-ion kerak kaya silikon; silikat
monoatomik atau ion-ion detrital
kompleks (siliclastic particle)
(ionic solid)
pasangan ion n ketertarikan
paleoseanografi n kajian samudra elektrostatis lemah
purba untuk rekonstruksi antarzat terlarut dalam
kondisi lingkungan masa larutan berkonsentrasi
lalu berdasarkan rekaman tinggi
fosil dan kimiawi inti (ion pair)
sedimen atau es
(paleoceanography) pasangan ion kontak n keadaan
ketika ion dalam pasangan
parafin n hidrokarbon alifatik ion bertemu dan terhubung
dengan lima sampai secara elektrostatis
sepuluh rantai karbon (contact ion pair)
(paraffin)
pasangan ion terikat kovalen n
partikel alfa (α) n partikel hasil keadaan ketika ion dari
peluruhan inti atom pasangan ion yang
radioaktif primordial melakukan kontak berbagi
(alpha (α) particle) elektron secara bersamaan
(covalent-bonded ion pair)
partikel eksopolimer transparan
n bahan organik partikel pasangan ion terpisahkan
detritus yang dihasilkan pelarut n ion dari
dari sekresi atau eksudasi pasangan ion yang
organisme laut dipisahkan oleh lebih dari
(transparent exopolymer satu molekul air
particles; TEPs) (solvent-separated ion
pair)
partikel perai n partikel bebas
dan taktersementasi pasangan ion tersamakan
(unconsolidated particle) pelarut n ion
53
pascadeposisional pelekukan
dari pasangan ion yang pelapukan batuan n pemutusan
dipisahkan oleh molekul struktur batuan yang
air tunggal disebabkan oleh hujan,
(solvent-shared ion pair) perubahan suhu, angin,
dan reaksi kimiawi pada
pascadeposisional a berkenaan atau dekat permukaan
dengan perubahan yang bumi
terjadi dalam sedimen (weathering of rock)
setelah menumpuk di
dasar laut pelapukan biologis n fragmentasi
(postdepositional) batuan yang disebabkan
oleh akar tanaman yang
pasir n partikel berukuran 1/16 tumbuh memanjang dan
sampai 1 mm merambah ke dalam
(sand) retakan
(biological weathering)
pasut merah n perubahan warna
merah atau cokelat pada pelapukan darat n proses
permukaan perairan fisikawi dan kimiawi yang
karena konsentrasi mengubah batuan beku
mikroorganisme tertentu menjadi mineral
yang tinggi (terrestrial weathering)
(red tide)
pelarut universal n pelarut yang
pE n logaritma negatif mampu melarutkan semua
aktivitas elektron bahan walaupun hanya
(pE) dalam jumlah sedikit
(universal solvent)
pelagis a berkaitan dengan hidup
atau muncul di laut lepas pelarutan tekan n peningkatan
(pelagic) kelarutan mineral di
sedimen dalam akibat
pelapukan balik n reaksi mineral peningkatan tekanan
lempung dengan air laut (pressure solution)
yang membentuk mineral
lempung sekunder pelekukan n indentasi pada garis
(reverse weathering) pantai
(embayment)
54
pelet fekal pemuaian suhu
pelet fekal n kotoran padat udara dari foton dengan
organik yang dihasilkan panjang gelombang
oleh invertebrata laut kurang dari 240 nm yang
(fecal pellet) diabsorpsi oleh molekul
O2 dan N2 di udara hingga
peluruhan radioaktif n peluruhan membentuk O3
spontan inti atom dengan (ozone formation)
pelepasan energi radiasi
menjadi partikel atau pemberatan partikel n
gelombang; radioaktivitas pemindahan bahan terlarut
(radioactive decay) (logam kelumit) dari air
laut ke partikel yang
pemadatan n pemadatan sedimen mengendap
laut akibat tekanan yang (particle ballasting)
diikuti dengan penurunan
porositas sedimen pembilasan n pemuatan partikel
(compaction) agar cepat tenggelam dan
tahan terhadap gangguan
pemasangan ion n proses tarik- bakteri
menarik elektrostatis (scavenging)
antara ion yang bermuatan
berlawanan pemerangkapan n
(ion pairing) pemerangkapan cadangan
minyak atau gas ke lapisan
pembawa elektron n biomolekul yang lebih dalam akibat
yang mengangkut energi pergerakan geologis
dalam sel dengan (entrapment)
memungkinkan terjadinya
transfer elektron pemompaan Eddy n perpindahan
(electron carrier) air secara vertikal yang
disebabkan oleh
pembekuan n perubahan fase saat gelombang internal
cairan diubah menjadi (Eddy pumping)
padat
(freezing) pemuaian suhu n perubahan
volume akibat perubahan
pembentukan ozon n suhu
pembentukan lapisan (thermal expansion)
55
penanda geokimia pengendapan
penanda geokimia n materi, pengaruh nonspesifik n interaksi
senyawa, atau unsur yang zat terlarut dengan zat
memiliki struktur dan terlarut atau zat terlarut
variasi struktur dasar dengan pelarut dalam
relatif stabil terhadap lautan tanpa memutus
proses-proses geokimiawi ikatan kimia; interaksi
(geochemical marker) nonspesifik
(nonspecific effect)
pencemar laut n bahan yang
dimasukkan ke lautan oleh pengaruh spesifik n perilaku
manusia yang mengubah larutan akibat reaksi
karakter alami lingkungan kimiawi
laut (specific effect)
(marine pollutant)
pengawagasan n pelepasan gas
pencemar organik awet; POA n terlarut dari laut ke udara
pencemar organik yang (degassing)
lambat terurai
(persistent organic pengawagasan salinitas n
pollutants; POPs) penurunan kelarutan gas
atau zat terlarut dengan
pencemaran udara n meningkatnya kekuatan
penambahan gas beracun ion di larutan
atau gas yang tidak (salting out)
diinginkan ke udara karena
pembakaran bahan bakar pengayaan permukaan n
fosil peningkatan unsur
(air pollution) kimiawi berjumlah besar
pada permukaan
pendauran nutrien n pola (surface enrichment)
transfer nutrien
antarkomponen jaringan pengenceran taktentu n kondisi
makanan ideal zat terlarut yang
(nutrient cycling) dikelilingi oleh banyak air
(infnite dilution)
pengangkutan es n pengangkutan
material tanah oleh pengendapan n pembentukan
gunung es padatan dari bentuk
(ice rafting)
56
pengendapan CaCO3 perangkap stratografik
terlarut melalui proses laut yang dihasilkan oleh
fisikawi dan kimiawi; bahan partikel
presipitasi (scattering)
(precipitation)
pengikatan hidrogen n daya tarik
pengendapan CaCO3 n area elektrostatis antara kutub
pengendapan CaCO3 di negatif satu molekul air
laut dengan kutub positif
(whitings of CaCO3) molekul air lainnya
(hydrogen bonding)
pengendapan basah n
pengendapan material pengolaman n pemerosotan
udara bersamaan dengan sedimen abisal di lerengan
proses hujan turun ke dasar laut samudra
permukaan laut (ponding)
(wet deposition)
penjerapan partikel n
pengendapan kering n penghilangan unsur
pengendapan material kelumit di laut dengan
kering dari udara ke menenggelamkan partikel
permukaan laut, tidak ke dasar laut
termasuk fase terlarut (particle scavenging)
(dry deposisiton)
penyangga TRIS n larutan
penggasan n pelarutan gas dari penyangga untuk kalibrasi
udara ke air laut elektrode pH
(ingassing) (TRIS buffer)
penggunaan oksigen nyata; PON perangkap stratografik n dasar
n perbedaan antara laut dengan gradien
konsentrasi oksigen di porositas tajam yang
permukaan dengan memperlambat migrasi
konsentrasi oksigen petroleum sehingga
perairan dalam membentuk kolam besar
(apparent oxygen untuk akumulasi minyak
utilization; AOU) dan gas
(stratographic trap)
penghamburan n difusi cahaya di
57
perangkap struktur persamaan status air laut
perangkap struktur n struktur perilaku konservatif n perilaku
geologis yang materi yang tidak
memperlambat migrasi dipengaruhi oleh proses
petroleum melalui reaksi biologis dan
sedimen laut dan batuan kimiawi
sedimen (conservative behaviour)
(structural trap)
persamaan Debye-Hückel n
percampuran interhemisferik n persamaan yang
waktu yang diperlukan menunjukkan perilaku
spesies untuk tercampur elektrolit dalam larutan
dalam udara antarhemisfer encer
(interhemispheric mixing) (Debye-Hückel equation)
percampuran intrahemisferik n persamaan gas ideal n tekanan (P)
waktu yang dibutuhkan dikali volume (V) mol gas
spesies untuk tercampur ideal sama dengan tetapan
dalam udara hemisfer gas (R) dikali suhu mutlak
(intrahemispheric mixing) (T)
(ideal gas equation)
peremajaan nutrien n perubahan
kembali nutrien ke bentuk persamaan kesetimbangan
anorganik melalui massa n persamaan yang
respirasi anaerob mengukur jumlah total
(nutrient regeneration) material di suatu sistem
(mass balance equation)
perhumusan n pembentukan zat
humus melalui reaksi persamaan Nernst n hubungan
biokimiawi dan abiotik, antara gaya elektromotif,
termasuk kondensasi dan suhu, dan energi bebas
polimerisasi standar di reaksi elektrode
(humification) (Nernst equation)
peridotit n batuan plutonik beku persamaan status air laut n
yang mengandung persamaan semiempiris
magnesium dan besi yang menghubungkan
oksida tinggi densitas air laut dengan
(peridotite)
58
pertukaran gas pompa jaringan lunak
salinitas, suhu, dan dengan bahan penyusun
tekanan berupa nukleotida
(equation of state of (mononukleotida); asam
seawater) nukleat
(polynucleotide)
pertukaran gas n perubahan gas
menjadi air laut atau air polinuklir a berkaitan dengan
laut menjadi udara atau molekul organologam
gelembung gas yang yang mengandung lebih
terhambat dari satu logam
(gas exchange) (polynuclear)
pertukaran kalor diferensial n poliprotik a berkaitan dengan
pertukaran kalor yang asam yang memiliki satu
terjadi lebih cepat daripada donor proton
pertukaran gas (polyprotic)
(differential heat exchange)
polisakarida n biopolimer yang
pertukaran kation n pergantian terdiri atas dua atau lebih
kation pada permukaan gula sederhana
padatan bermuatan negatif, (polysaccharide)
seperti mineral lempung
(cation exchange) polutogen n agen infektif yang
masuk ke laut
pH n logaritma negatif (pollutogen)
aktivitas ion hidrogen
(pH) pompa biologis n pengangkutan
karbon dan unsur lain dari
piknoklin n wilayah perubahan permukaan laut ke
densitas cepat secara sedimen
vertikal dengan kisaran (biological pump)
kedalaman yang pendek
(pycnocline) pompa jaringan lunak n
komponen pompa biologis
polilogam a banyak logam hasil pengangkutan atau
(polymetallic) pengendapan karbon
organik partikel
polinukleotida n biopolimer (soft tissue pump)
59
pompa karbon anorganik presipitasi
pompa karbon anorganik n pengaruh pemanasan di
pengangkutan karbon ke udara
perairan dalam akibat (global warming potential)
pengendapan kalsium
(inorganic carbon pump) potensial redoks n tingkat
perpindahan elektron
pompa karbonat n komponen dalam reaksi reduksi dan
pompa biologis hasil oksidasi dari senyawa
pengangkutan atau pelepas elektron ke
pengendapan kalsium senyawa penangkap
(carbonate pump) elektron
(redox potential)
pompa kelarutan n transpor
karbon ke perairan dalam prabentuk a berkaitan dengan
melalui proses fisikawi fraksi zat terlarut yang
dengan larutan gas dan bukan merupakan hasil
sirkulasi air remineralisasi dalam
(solubility pump) massa air
(preformed)
pompa paparan benua n
pengangkutan pasokan pradominansi ganjil atas genap
karbon dari pantai ke laut n seri hidrokarbon dengan
terbuka komponen karbon ganjil
(continental shelf pump) jauh lebih tinggi daripada
karbon genap
porositas n ukuran ruang (odd over even
antarbutir di endapan predominance)
sedimen
(porosity) prakiraan ekologis n penggunaan
model untuk memprediksi
positron n partikel elektron pengaruh pertubasi dalam
bermuatan positif bentuk akibat pada tingkat
(positron) ekosistem
(ecological forecasting)
potensi pemanasan global n
keadaan saat gas rumah presipitasi n pembentukan
kaca dapat menekan padatan dari materi terlarut
(precipitation)
60
presipitasi profil tipe minimum
tengah kedalaman
presipitasi n pengendapan
(precipitation) anorganik per satuan
volume atau luasan air
primer a juvenil (primary production)
(primary)
produktivitas primer n laju
prinsip Marcet n prinsip yang bahan organik yang
menyatakan komposisi dibentuk oleh organisme
relatif air laut sama di dari bahan anorganik per
semua perairan samudra satuan volume atau luasan
(Marcet's principle) air laut
(primary productivity)
produk alami n metabolit
sekunder yang digunakan profil n plot sifat fisikawi atau
oleh organisme untuk kimiawi sebagai fungsi
mengendalikan hubungan kedalaman
ekologis (profile)
(natural product)
profil tipe konservatif n
produk ekstrasel n metabolit konsentrasi yang
yang terbentuk di luar sel menunjukkan sedikit atau
(extracellular product) tidak ada perubahan
dengan kedalaman karena
produk kelarutan n tetapan sifat reaktif yang rendah
kesetimbangan saat (conservative type profile)
padatan melarut
(solubility product (Ksp)) profil tipe maksimum tengah
kedalaman n nilai
produk solubilitas n tetapan konsentrasi tinggi perairan
kesetimbangan yang dalam akibat masukan
ditentukan untuk hidrotermal dari sistem
pembentukan endapan dari pematang tengah samudra
komponen-komponennya (middepth maximum type
(solubility product) profile)
produksi primer n jumlah bahan profil tipe minimum tengah
organik yang disintesis kedalaman n konsentrasi
organisme dari bahan permukaan yang tinggi
akibat masukan udara atau
61
profil tipe nutrien purata berbobot volume; PBV
sungai, ketinggian perairan bumi, dibutuhkan terutama
disebabkan oleh regenerasi di wilayah yang tidak
di atau dekat dasar laut bervegetasi
(middepth minimum type (aeolian process)
profile)
proses anamoks n reaksi nitrit
profil tipe nutrien n profil amonia yang membentuk
konsentrasi unsur yang nitrogen
menyerupai nutrien (anammox process)
(rendah di permukaan air
dan kaya di dalam air) proses fotokimiawi n proses dari
karena regenerasi dari hasil penyerapan cahaya
aktivitas bakteri (photochemical process)
(nutrient type profile)
proton n partikel inti yang
profil tipe pengayaan dan mengandung muatan
pengurangan elektrik positif
permukaan n nilai tinggi (proton)
di permukaan karena
masukan daratan atau pteropoda n gastropoda yang
udara dan nilai rendah di berenang bebas dengan
perairan dalam karena kaki bersirip
penghilangan cepat akibat (pteropod)
adsorpsi dan presipitasi
(surface enrichment and purata berbobot volume; PBV n
depletion type profile) konsentrasi material udara
berbasis ketinggian curah
proses aeolian n mekanisme erosi, hujan
pengangkutan, dan (volume weighted mean;
pengendapan materi oleh VWM
gerak angin di permukaan
62
R-r
racun bioakumulatif awet; RBA radioaktivitas n peluruhan
n pencemar yang lambat radioaktif
terurai dan cepat (radioactivity)
terakumulasi
(persistent radioisotop n radionuklida
bioaccumulative toxics; (radioisotope)
PBTs)
radiokarbon n isotop karbon
radiasi halangan hitam n radioaktif
penyerapan energi (radiocarbon)
matahari oleh bumi dan
diubah menjadi radionuklida n atom yang secara
gelombang panjang lalu spontan kehilangan materi
dipancarkan kembali ke nuklir untuk mencapai
udara stabilitas; isotop radioaktif;
(blackbody radiation) radioisotop
(radionuclide)
radikal bebas oksigen n atom
atau molekul oksigen yang radionuklida buatan n
kelebihan elektron radionuklida yang
(oxygen free radical) dihasilkan oleh bom atom
dan reaktor nuklir
radikal hidroperoksil (HO2) n (artificial radionuclide)
senyawa yang terbentuk
dari reaksi fotokimiawi radionuklida primordial n
radikal H dengan O2 radioaktif berumur
(hydroperoxyl radical panjang di formasi bumi
(HO2)) (primordial radionuclide)
radikal superoksida n bentuk rasio konduktivitas n rasio
pertengahan hidrogen konduktivitas spesifik
peroksida sampel air laut
(superoxide radical (O2-)) dibandingkan dengan air
laut standar
(conductivity ratio)
63
rasio Redfield-Richards reaksi redoks
rasio Redfield-Richards n rasio reaksi gelap n reaksi yang terjadi
unsur rata-rata molar dalam kondisi tanpa
karbon, nitrogen, dan cahaya
fosfor (106:16:1) di (dark reaction)
plankton laut
(Redfield-Richards ratio) reaksi kompetitif n reaksi saat
dua atau lebih reaksi
rawa n lahan basah dengan terjadi bersamaan
ketinggian lebih dari 50 (competitive reaction)
kaki, terbentuk dari
akumulasi gambut asam reaksi pelarutan serupa n reaksi
yang berasal dari tanaman pelapukan yang
mati, seperti lumut menghasilkan bentuk
(bog) terlarut
(congruent dissolution
rawa asin n hamparan pantai reaction)
tempat sedimen halus
mengendap dan tanaman reaksi pelarutan takserupa n
toleran garam tumbuh reaksi pelapukan yang
(saltmarsh) menghasilkan campuran
padatan dan bentuk
reaksi fiksasi karbon n reaksi terlarut
biokimiawi yang (incongruent dissolution
dilakukan tanaman dan reaction)
bakteri dengan mengikat
karbon anorganik ke reaksi pemecahan n reaksi
dalam molekul organik kimiawi selama
(carbon fixation reaction) katagenesis dan
metanogenesis di sedimen
reaksi fotokimiawi primer n laut dan batuan sedimen
reaksi kromofor langsung (cracking reaction)
dengan cahaya
(primary photochemical reaksi redoks n reaksi kimiawi
reaction) yang melibatkan
perubahan nilai oksidasi di
reaksi fotokimiawi sekunder n antara spesies yang
reaksi dari pembentukan bereaksi
radikal (redox reaction)
(secondary photochemical
reaction)
64
reduksi besi rosot
reduksi besi n pembentukan besi bahan organik partikel;
(II) dari reduksi besi (III) resolubilisasi
dengan reaksi fotokimiawi (remineralization)
atau bakteri
(iron reduction) remobilisasi diagenetis n
pelarutan material dari
reduksi mangan n pembentukan partikel sedimen setelah
mangan (II) dari reduksi terakumulasi di dasar laut
mangan (IV) oleh bakteri (diagenetic remobilization)
(manganese reduction)
represipitasi n pembentukan
reduksi nitrat asimilasi n reduksi padatan dari zat terlarut
nitrat menjadi senyawa yang masuk ke air laut
nitrogen organik yang akibat pelarutan atau
membangun jaringan remineralisasi
organisme laut (reprecipitation)
(assimilatory nitrate
reduction) resolubilisasi n remineralisasi
(resolubilization)
reduksi nitrat disimilatori n
denitrifikasi respirasi aerob n oksidasi bahan
(dissimilatory nitrate karbon organik menjadi
reduction) karbon dioksida yang
menghasilkan energi
reduksi sulfat n pembentukan seluler, dilakukan oleh
sulfida dari pengurangan hewan dan bakteri dalam
sulfat oleh bakteri di keadaan cukup oksigen
perairan tanpa oksigen (aerobic respiration)
(sulfate reduction)
riolit n granit plutonik yang
refraktori a takreaktif mengandung silika tinggi
(refractory) (rhyolite)
remineralisasi n pelarutan bagian rosot n cadangan penerima
keras pada degradasi transpor material
(sink)
65
66
S-s
salinitas n ukuran kandungan komponen utama,
garam berukuran lebih tinggi
(salinity) (sekitar 0,0165 g/kg) dari
salinitas praktis air laut
salinitas densitas n salinitas yang rerata
ditentukan dari (absolute salinity (ST))
pengukuran densitas
(density salinity (SDENS)) salinometer n alat ukur salinitas
berdasarkan konduktivitas
salinitas evaporasi n salinitas elektrik
yang ditentukan dengan (salinometer)
penguapan air laut sampai
kering sapropel n kerogen yang berasal
(evaporation salinity, dari laut
(SEVAP)) (sapropel)
salinitas konduktivitas n salinitas satuan Dobson n satuan
air laut yang ditentukan pengukuran ozon
dari pengukuran stratosferik
konduktivitas relatif (Dobson unit)
terhadap konduktivitas
standar saturasi aragonit n kejenuhan air
(conductivity salinity laut terhadap CaCO3
(SCOND)) (aragonite saturation)
salinitas kritis n salinitas yang sedimen n partikel organik atau
menunjukkan batas anorganik yang
minimum kekayaan biota mengumpul
di sistem estuari (sediment)
(critical salinity)
sedimen besi logam n sedimen
salinitas mutlak n salinitas yang kaya logam hasil endapan
merepresentasikan jumlah partikel dari aktivitas
garam air laut secara tepat, hidrotermal
ditentukan melalui (metalliferous sediment)
pengukuran individu
67
sedimen biogenus sedimen relik
sedimen biogenus n sedimen yang sedimen laut dalam pelagik n
tersusun atas bagian- sedimen yang diendapkan
bagian keras atau lunak pada arus tenang di
organisme laut, seperti wilayah laut terbuka dan
cangkang atau jaringan dalam
(biogenous sediment) (pelagic deep-sea
sediment)
sedimen dangkal n sedimen yang
diendapkan di wilayah sedimen laut dalam pelagik
paparan dengan berbagai anorganik n sedimen laut
kondisi wilayah yang dalam yang mengandung
sangat dipengaruhi oleh lebih dari 30% sisa rangka
daratan biogenik dan sebagian
(nearshore sediment) besar (di atas 60%) materi
nonbiogenik berukuran di
sedimen hemipelagis n sedimen atas ukuran lempung;
yang terletak pada lempung laut dalam;
kedalaman antara 200 lempung pelagik
sampai 3.000 m (inorganic pelagic deep
(pertemuan antara ngarai sea sediment)
dan bagian atas tanjakan
benua) sedimen laut dalam pelagik
(hemipelagic sediment) biogenik n sedimen laut
dalam yang mengandung
sedimen laut dalam n sedimen lebih dari 30% sisa rangka
yang diendapkan di biogenik
kedalaman lebih dari 500 (biogenic pelagic deep sea
m sediment)
(deep sea sediment)
sedimen metaliferus n sedimen
sedimen laut dalam hemipelagik besi logam
n sedimen di wilayah (metalliferous sediment)
pinggiran benua yang
disebabkan oleh proses- sedimen relik n sedimen yang
proses di dasar laut tidak lagi terbentuk karena
(hemi-pelagic deep-sea tererosi di laut dalam
sediment) (relict sediment)
68
sedimen tersortir baik selut foram
sedimen tersortir baik n sedimen karena interaksi siklus
dengan satu kelas ukuran biogeokimiawi bahan
butiran organik dan sirkulasi
(well-sorted sediment) pembalikan meridional
(horizontal segregation)
sedimen tersortir buruk n
sedimen dengan berbagai segregasi menegak n perubahan
ukuran butir partikel mendatar bahan biogenis
(poorly sorted sediment) akibat siklus
biogeokimiawi bahan
sediment taktersortir n sedimen organik dan stratifikasi
yang mengandung butiran salinitas kolom air dan
takrekat karena variasi kekuatan angin
ukuran (vertical segregation)
(unsorted sediment)
sekunder a berkenaan dengan
sedimentasi n akumulasi sedimen material hasil daur ulang
di dasar laut sedimen
(sedimentation) (secondary)
sedimentasi pelagis n sedimentasi selut n sedimen yang
pada laut lepas (hamparan mengandung lebih dari 30%
abisal dan parit tengah zat biogenik keras
samudra) dengan laju 1 (ooze)
cm/1.000 tahun
(pelagic sedimentation) selut biogenus n sedimen yang
mengandung bahan dari
segregasi mendatar n perubahan sintesis organisme laut
mendatar bahan biogenis lebih dari 30%
akibat siklus (biogenous ooze)
biogeokimiawi dan
sirkulasi massa air laut selut diatom n sedimen yang
(horizontal segregation) tersusun atas sedikitnya 30%
sisa rangka diatom
segregasi mendatar n gradien (fitoplankton)
mendatar material (diatomaceous ooze)
biogenik (seperti nutrien
dan O2) yang muncul selut foram n sedimen biogenik
69
selut globigerina sifat koligatif
laut dalam yang senyawa n atom atau kelompok
mengandung lebih dari atom yang melekat pada
30% sisa rangka foram; rangka molekul
selut globigerina (substituent)
(foraminiferal ooze)
senyawa humus n senyawa
selut globigerina n selut foram organik berberat molekul
(globigerina ooze) tinggi dengan berbagai
komposisi yang
selut kalsium n sedimen merupakan komponen
biogenik laut dalam yang organik utama air laut,
mengandung lebih dari berstruktur kompleks dan
30% sisa rangka kalsium relatif lembam
(calcareous ooze) (humic substance)
selut kokolit n selut nanofosil senyawa organik volatil n
(coccolith ooze) senyawa organik
bermolekul rendah dan
selut nanofosil n sedimen bertekanan uap tinggi
biogenik laut dalam yang (volatile organic
mengandung lebih dari compound)
30% sisa rangka kokolit;
selut kokolit sferul n bulatan kecil
(nanofossil ooze) (spherule)
selut pteropoda n sedimen sferul kosmik n mikrometeorit
biogenik laut dalam yang yang meleleh saat
mengandung lebih dari melewati atmosfer bumi
30% sisa rangka lalu memadat menjadi
pteropoda bulatan
(pteropod ooze) (cosmic spherule)
selut silika n sedimen biogenik sifat koligatif n sifat cairan yang
laut dalam yang hanya bergantung pada
mengandung lebih dari banyaknya partikel zat
30% sisa silika terlarut
(siliceous ooze) (colligative property)
70
sifat molal nyata sinyal naik
sifat molal nyata n perubahan silika n silikon oksida dalam
sifat fisikawi-kimiawi bentuk kristal
larutan elektrolit (silica)
tercampur saat
penambahan garam ke air silika amorf n silika dalam bentuk
(apparent molal property) terhidrasi
(amorphous silica)
sifat nonkonservatif n sifat yang
nilainya berubah karena silika biogenik n silika yang
serangkaian proses diproduksi oleh plankton,
tertentu, seperti proses seperti silikoflagelata dan
kimiawi dan biologis radiolarian; silika opalina
(nonconservative property) (biogenic silica (Bsi))
siklus biogeokimiawi n siklus silika opalina n silika biogenik
transpor material yang (opaline silica)
disebabkan oleh proses
biologis, kimiawi, dan silika terlarut n silika yang dapat
geologis larut dalam air laut
(biogeochemical cycle) (silika terlarut)
siklus hidrologis n siklus air silikat detrital n partikel
global yang melibatkan siliklastis
pergerakan materi antara (detrital silicate)
media udara, air, dan tanah
(hydrological cycle) sinyal lateral n peningkatan bahan
nonbiogenik partikel di
siklus karbon dalam n siklus kedalaman pertengahan
karbon dengan satuan lautan karena transpor
waktu jutaan tahun lateral dari batas benua
(deep carbon cycle) (lateral signal)
sil n bagian dangkal laut yang sinyal naik n peningkatan bahan
membatasi sebagian aliran nonbiogenik partikel
air tersuspensi di perairan
(sil) dasar
(upward signal)
71
sinyal turun status tereksitasi
sinyal turun n penurunan bagian skala pH total n skala pH yang
komponen partikel karena ditentukan dari pHT = –
dekomposisi bakteri atau log[H+]T ketika [H+]T
pelarutan material merupakan konsentrasi
cangkang proton total
(downward signal) (total pH scale (pHT))
sirkulasi pembalikan meridional; skala salinitas praktis n salinitas
SPM n sirkulasi air laut ditentukan oleh rasio
dalam yang dikendalikan konduktivitas air laut
oleh proses termohalin, terhadap berat KCl
pasang surut, dan angin (practical salinity scale)
(meridional overturning
circulation; MOC) spektrometer massa n alat yang
digunakan untuk
sirkulasi termohalin n sirkulasi mengidentifikasi senyawa
air dalam yang disebabkan organik
oleh perbedaan densitas di (mass spectrometer)
perairan permukaan
wilayah kutub spesiasi n bentuk kimiawi
(thermohaline circulation) senyawa
(speciation)
skala pH NBS n skala pH praktis
yang dikembangkan di status laut n kondisi permukaan
Biro Standar Nasional laut yang disebabkan oleh
berdasarkan definisi pengaruh angin dan
koefisien aktivitas dan gelombang
larutan encer (sea state)
(NBS pH scale (pHNBS))
status saturasi n status
skala pH bebas n skala pH kesetimbangan larutan
ditentukan sebagai pHF = terhadap kelarutan padatan
–log[H+]F dengan [H+]F tertentu
merupakan konsentrasi (saturation state)
proton bebas
(free pH scale (pHF)) status tereksitasi n kondisi saat
energi cahaya yang diserap
72
status tetap subtidal
oleh atom atau molekul dan di atas troposfer
meningkatkan elektron ke (antara 10–50 km) pada
status energi rotasional lokasi lapisan ozon
atau vibrasi yang lebih (stratosphere)
tinggi
(excited state) stromatolit n konkresi domal
yang dibentuk di dasar laut
status tetap n ketiadaan oleh mikroorganisme
perubahan pada jumlah (stromatolite)
bahan kimiawi dalam
waktu tertentu karena laju struktur air n model struktur
kesetimbangan produksi untuk menjelaskan sifat
dan penguraian unik air
(steady state) (water structure)
sterol n biomolekul hidrokarbon subberair a berada di bawah
alifatik dengan rangka antarmuka udara dan laut
dasar tiga cincin (subaqueous)
beranggotakan enam
karbon dan satu cincin suboksik a sangat rendah
beranggotakan lima konsentrasi oksigen (di
karbon bawah kondisi normal laut)
(sterol) (suboxic)
stratifikasi densitas n gradien substitusi isomorfik n
densitas air laut yang penggantian posisi
disebabkan oleh aluminium dan silika pada
keberadaan perbedaan mineral aluminosilikat
massa air oleh kation dengan muatan
(density stratification) ionik dan radius yang
sama
stratopos n antarmuka antara (isomorphic substitution)
mesosfer dan stratosfer di
ketinggian 50 km subtidal a berada di bawah
(stratopause) jangkauan surut terendah
(subtidal)
stratosfer n lapisan udara yang
terletak di bawah mesosfer
73
suhu dan tekanan standar; STS syale
suhu dan tekanan standar; STS berbagai logam dan sulfida
n gas pada suhu 273,15°K alami di sedimen
dan tekanan 1 atm (polymetallic sulfide)
(standard temperature and
pressure; STP) sumbangan elektrostatis n
pengukuran ketertarikan
suhu insitu n suhu terukur pada unsur pada mineral
kedalaman tertentu berbasis oksida
(in situ temperature) (electrostatic contribution)
suhu potensial n suhu air laut supratidal a berada di atas
yang berkurang akibat jangkauan pasang tertinggi,
pengaruh tekanan tersentuh air saat badai
(potential temperature) atau karena pengaruh
angin
suhu titik didih n suhu pada saat (supratidal)
tekanan uap cair sama
dengan tekanan udara atau surfaktan n bahan kimiawi yang
tekanan eksternal lainnya memiliki sifat seperti
(boiling point temperature) sabun
(surfactant)
sulfida logam n sulfida
hidrogenik berupa susutan titik beku n penurunan
endapan logam (seperti suhu titik beku cairan
FeS2 dan CuS2) yang karena keberadaan zat
terbentuk dari reaksi terlarut
logam sedimen dengan ion (freezing point depression)
sulfida
(metal sulfide) syale n batuan sedimen yang
terlapis-lapis partikel,
sulfida polimetal n sulfida logam seperti lempung halus
hasil kopresipitasi (shale)
74
T-t
takideal a tidak sesuai dengan dalam cairan atau larutan
termodinamika ideal bergas
(tentang perilaku (partial pressure)
fisikokimiawi)
(nonideal) tekanan parsial CO2 n tekanan
parsial yang diberikan CO2
takjenuh a kurang (tentang dalam gas murni; partial
konsentrasi zat dalam air (pressure of CO2)
yang dibutuhkan untuk
mencapai kesetimbangan) tektit n batuan mengilap hasil
(undersaturated) perubahan batuan kerak
akibat energi meteorit
tanaman tegak n biomassa (tektite)
(standing crop)
tektonika lempeng n teori yang
tegangan permukaan n gaya menyatakan pergerakan
yang berada di antara lempeng disebabkan oleh
molekul air pada pelebaran dan subduksi
antarmuka cairan dan dasar laut
udara (plate tectonics)
(surface tension)
tektonisme n gempa, pergerakan
tekanan insitu n tekanan terukur gunung api, atau
pada kedalaman tertentu pergerakan kerak bumi
(in situ pressure) yang berasosiasi dengan
proses tektonik lempeng
tekanan osmotik n tekanan yang (tectonism)
digunakan untuk melintasi
membran semipermeabel teori partikel skala n teori yang
yang memisahkan dua digunakan untuk
larutan dengan konsentrasi menghitung tingkat
berbeda salinitas gas di larutan
(osmotic pressure) (scale particle theory)
tekanan parsial n tekanan yang terigenus a berkaitan dengan
diberikan gas tertentu daratan
(terrigenous)
75
termoklin transien redoks
termoklin n kisaran kedalaman pembentukan ion
dengan penurunan suhu kompleks
yang cepat (formation constant)
(thermocline)
tetapan peluruhan n tetapan yang
termosfer n lapisan atas atmosfer menggambarkan laju
dengan ketinggian 100– peluruhan radioisotop
1.000 km (decay constant)
(thermosphere)
tetapan stabilitas n tetapan
terpena n senyawa organik yang kesetimbangan reaksi
mengandung satuan (stability constant)
isoprena
(terpene) tilit n sisa sedimen laut glasial
tak tersortir yang sudah
terpenoid n terpena yang mengeras
mengandung oksigen (tillite)
(terpenoid)
titik melebur n suhu saat fase
tes n cangkang mikroplankton bahan padat dan cair
laut muncul bersamaan pada
(test) tekanan udara
(melting point)
tetapan asosiasi n tetapan
termodinamika untuk toksisitas n kemampuan senyawa
pembentukan pasangan atau unsur kimiawi
atau kompleks ion tertentu untuk menjadi
(association constant) racun bagi organisme
(toxicity)
tetapan disosiasi n tetapan
termodinamika untuk transien redoks n fase atom atau
disosiasi pasangan ion, molekul yang diubah
kompleks ion, atau asam sementara dari fase
(dissociation constant) awalnya
(redox transient)
tetapan formasi n tetapan
kesetimbangan pada reaksi
76
transpor Ekman turunan
transpor Ekman n adveksi air pada ketinggian 10 km
dalam lapisan tercampur (tropopause)
yang disebabkan oleh
angin dan efek Coriolis troposfer n lapisan udara dari
(Ekman transport) permukaan sampai dengan
ketinggian 10 km
transpor aeolian n angkut aeolian (troposphere)
(aeolian transport)
turbidit n endapan sedimen yang
transpor turun-kolom n transpor terbentuk dari arus
vertikal turbiditas
(down-column transport) (turbidite)
transpor vertikal n proses turbiditas n kekeruhan air laut
transpor material dari akibat partikel tersuspensi
permukaan lautan ke dasar (turbidity)
laut; transpor turun-kolom
(vertical transport) turunan n radionuklida yang
dihasilkan dari peluruhan
tropopos n antarmuka antara radionuklida primordial
troposfer dan stratosfer (daughter)
77
78
U-u
ujung n bagian atas estuari keberadaannya bukan dari
tempat air sungai masuk kerak bumi
(head) (anomalously enriched
element; AEE)
unsur bioantara n unsur-unsur
yang penyebarannya unsur hidrogenus n unsur yang
dikendalikan oleh proses berasal dari unsur dasar
fisik dan biogeokimiawi yang terlarut di air laut
(biointermediate element) (hidrogenous element)
unsur bio-pembatas n unsur- unsur hidrotermal n unsur yang
unsur yang penyebarannya berasal dari perluasan
dikendalikan oleh proses aliran cairan hidrotermal
biogeokimiawi, ditandai di puncak parit samudra
dengan konsentrasi rendah (hydrothermal element)
di permukaan air dan
cenderung membatasi unsur kelumit n unsur kimiawi
pertumbuhan fitoplankton dengan konsentrasi 5–0,05
(biolimiting element) µmol/kg
(trace element)
unsur bio-takterbatas n unsur-
unsur yang penyebarannya unsur litogenus n unsur detrital
dikendalikan oleh proses- (lithogenous element)
proses fisik dan tidak
dikendalikan oleh unsur nondetrital n unsur yang
fenomena biogeokimiawi bukan bagian dari matriks
(biounlimited element) mineral; unsur
nonlitogenus; unsur
unsur detrital n unsur bagian dari nonrefraktori
matriks kristal; unsur (non-detrital element)
litogenus; unsur refraktori
(detrital element) unsur nonlitogenus n unsur
nondetrital
unsur diperkaya secara anomali; (non-lithogenous element)
UDSA n unsur yang
79
unsur nonrefraktori unsur tak-diperkaya
unsur nonrefraktori n unsur unsur tak-diperkaya n unsur
nondetrital yang keberadaannya
(non-refractory element) sebanding dengan kerak
bumi
unsur refraktori n unsur detrital (non-enriched element;
(refractory element) NEE)
80
V-v
volatil berlebih n senyawa di volume molal parsial n volume
lingkungan perairan atau zat terlarut dalam larutan
sedimen yang berasal dari (partial molal volume)
geiser atau sumber
hidrotermal dan bukan dari vulkanisme n letusan vulkanik
proses pelapukan batuan selama magma keluar dari
beku atau sedimen mantel ke kerak bumi
(excess volatile) (volcanism)
81
82
W-w
waktu balik n waktu yang fisikawi dan kimiawi
dibutuhkan untuk untuk mengurangi
menghilangkan semua setengah jumlah awal zat
bahan cadangan; waktu (half-life)
mukim fraksional
(turnover time) waktu pembilasan n waktu yang
dibutuhkan untuk
waktu mukim n waktu rata-rata memindahkan keseluruhan
yang dibutuhkan spesies zat terlarut dari air laut
kimiawi berada di laut melalui pembilasan
atau sedimen dengan (scavenging turnover time)
asumsi keadaan tetap
(residence time) waktu percampuran n waktu
yang diperlukan spesies
waktu mukim fraksional n waktu untuk tercampur dalam
balik lautan atau udara
(fractional residence time) (mixing time)
waktu paruh n waktu yang waktu tinggal n waktu mukim
dibutuhkan oleh proses (residence time)
83
84
Z-z
zeolit n mineral bersilika hasil zona fotosintesis n wilayah kolom
reaksi air laut dengan air yang memiliki cukup
materi vulkanis penetrasi cahaya untuk
(zeolite) fotosintesis
(photosynthetic zone)
zona air dalam n wilayah kolom
air dari bagian bawah zona konvergensi intertropikal;
batas termoklin atau ZKIT n zona dekat
piknoklin permanen ekuator tempat angin timur
sampai dasar lautan laut dan tenggara bertiup
(deep zone) secara bersamaan
(intertropical convergence
zona aktif biogenik n zona dalam zone; ITCZ)
pada sedimen yang
digunakan secara aktif zona minim oksigen; ZMO n
oleh organisme bentik zona di termoklin dengan
(biogenically reworked kadar oksigen terlarut
zone) rendah
(oxygen minimum zone;
OMZ)
85
86