MUSIK TRADISIONAL
SMP NEGERI 5 SALATIGA
Definisi Musik Tradisional
• Menurut Sedyawati (1992 : 23) musik tradisional adalah musik
yang digunakan sebagai perwujudan dan nilai budaya yang
sesuai dengan tradisi.
• Musik tradisional menurut Tumbijo (1977 : 13) adalah seni
budaya yang sejak lama turun temurun telah hidup dan
berkembang pada daerah tertentu.
• Musik tradisional merupakan musik yang dilahirkan dan
dikembangkan di daerah tertentu serta terus ada karena
dilestarikan oleh masyarakat setempat yang mendapatkan
warisan musik tersebut.
Ciri-Ciri Musik Tradisional
• Musik tradisional ini diwariskan secara langsung.
• Bahasa yang dipakai dalam musik dengan vokal adalah bahasa daerah setempat.
• Melodi maupun irama musik ini menunjukkan kekhasan dari daerah tempat musik
tradisional berasal.
• Alat musik yang dipakai juga alat musik khas dari daerah tersebut.
• Tidak ada notasi yang digunakan.
• Lebih bersifat informal,beberapa musik tradisional dianggap sangat sakral hanya dipakai
ketika pelaksanaan upacara adat atau ritual keagamaan.
• Musik diolah dengan cita rasa masyarakat dan penduduk, yang disesuaikan dengan nilai
kehidupan tradisi, pandangan hidup masyarakat, falsafah hidup yang dianut, rasa etis dan
estetika, juga ungkapan budaya lingkungan yang diterima secara baik sebagai warisan
dari generasi ke generasi.
Fungsi Musik Tradisional
• sebagai pengiring upacara adat atau ritual budaya,
• Sebagai pengiring tarian khas daerah,
• Musik menjadi pengiring dari aktivitas fisik masyarakat, seperti
instrumen tarian adat, senam, dansa, dan sebagainya.
• Sebagai persembahan simbolis, yang berarti bahwa musik menjadi
simbol dari keberadaan kelompok masyarakat.
• Sebagai sarana hiburan, sarana komunikasi, sarana ekonomi, dan
sarana pengekspresian diri.
Contoh Musik Tradisional
1. Musik Krumpyung
Musik tradisional pertama ini berasal dari
Yogyakarta. Bahan yang dipakai untuk alat
musiknya berasal dari bambu, sama seperti
angklung yang nada bunyinya seperti
gambang atau gong bumbung tiup. Alat
musik Krumpyung ini biasa dimainkan
bersama alat musik lain, seperti gejog
lesung. Gejog lesung adalah suara
penumbuk padi dengan irama, yang biasa
dipakai untuk mengiringi nyanyian vokal
seperti tembang-tembang.
Contoh Musik Tradisional
2. Keroncong
Musik tradisional kedua adalah
keroncong dari Jakarta. Sebenarnya,
bisa dibilang bahwa musik ini turun
temurun dari Jakarta yang diawali oleh
keberadaan Portugis di nusantara.
Namun telah diperbarui dengan
dimasukkannya unsur-unsur alat musik
tradisional Indonesia lainnya, seperti
gamelan, yang kemudian menjadi
langgam jawa.
Contoh Musik Tradisional
3. Gong Luang
• Musik Gong Luang adalah musik khas asli dari Bali.
Musik ini awalnya adalah peninggalan dari Kerajaan
Majapahit di Jawa yang kemudian dibawa ke Bali.
• Musik Gong Luang hanya memakai 25-30 alat musik
diantaranya Gangsa, Jublag, Jegog, Saron, Trompong,
Kendang, Suling, dan Riyong.
• Keunikan dari musik Gong Luang ini adalah memiliki 7
tangga nada yaitu ndang, ndaing, nding, ndong, ndeng,
ndeung, ndung. Untuk laras terdiri dari laras pelog,
laras selendro, dan laras keselendroan.
• Musik Gong Luang ini biasanya untuk di Bali digunakan
sebagai pengiring upacara adat, selain itu juga
digunakan untuk pengiring tari-tarian contohnya Tari
Topeng, Tari Baris Poleng, Tari Pendet, Tari Rejang dan
lain sebagainya.
Contoh Musik Tradisional
4. Krombi
Musik tradisional Papua ini
menggunakan bambu berlubang
yang diberi tali sayatan rotan. Hal
unik dari alat musik Krombi ini
adalah pada arti nama sebenarnya,
yaitu alat musik petik. Namun
nyatanya, alat musik ini tidak
dimainkan dengan cara dipetik,
melainkan dengan cara ditepuk.
Contoh Musik Tradisional
5. Huda
Musik tradisional dari Minangkabau,
yaitu Huda. Musik tradisional ini
memiliki nuansa islami unik, karena
dipadukan dengan budaya
setempat. Selain itu juga karena
musik dimainkan dengan tiga jenis
musik yang serupa namun tak
sama. Termasuk Salaulaik Dulang,
alat musik asli dari Tanah Minang.
Contoh Musik Tradisional
6. Cilokak
Musik tradisional Cilokak dari
Lombok. Musik tradisional Cilokak
dimainkan memakai beberapa jenis
alat musik lain, seperti gambus,
drum, seruling, biola, gong, dan lain-
lain.
Contoh Musik Tradisional
7. Karang Dodou
Musik tradisional dari Kalimantan
Timur ini biasa dipakai untuk
mengiringi upacara adat saat ada
kelahiran. Biasanya dipakai
mengiringi pembacaan mantra-
mantra saat pemberian nama pada
bayi.
Contoh Musik Tradisional
8. Talo Balak
• Musik Talo balak adalah musik
tradisional khas di Lampung. Talo
balak sendiri merupakan sebuah
ansambel yang terdiri dari instrument;
kulittang, pepetuk. gelitak, tawa-tawa,
bende, kendang dok-dok, gujih,
canang, dan talo.
• Talo Balak selalu dipakai sebagai alat
musik pokok dan pengiring dalam
prosesi upacara adat seperti Begawi
Mepadun Munggahi Bumi, dan
lainnya.
Contoh Musik Tradisional
9. Angklung Buhun
Contoh musik tradisional terakhir
yaitu Angklung Buhun dari Jawa
Barat. Musik angklung ini biasa
digunakan untuk mengiringi tarian
musik tanam di daerah Baduy.
Alat Musik Tradisional
• Alat musik tradisional adalah • Jenis alat musik ini dapat
alat yang dimainkan untuk dibagi menjadi beberapa
musik tradisional, di mana kelompok, seperti alat musik
buhyinya berasal dari getaran tiup, pukul, gesek, tepuk,
alat itu sendiri, bukan melalui petik, dan goyang.
rekayasa elektronik.
Alat Musik Tradisional
1. Alat musik tradisional petik
• Alat musik petik terdiri dari dua unsur,
yakni tali yang dipetik dan resonansi
untuk menggaungkan bunyi petiknya.
• Bahan yang dipakai disesuaikan oleh
masing-masing daerah.
• Alat musik tradisional petik diantaranya
yaitu, sasando dari Rote, kecapi dari
Sulawesi Selatan, japen dari Kalimantan
Tengah, siter dari Jawa Timur, sampe dari
Kalimantan Timur, guoto dari Papua, dan
lain-lain.
Alat Musik Tradisional
2. Alat musik tradisional gesek
• Kedua ada alat musik tradisional yang
digesek.
• Hampir sama dengan petik, terdapat dua
unsur pokok pada alat musik gesek, yaitu
tali yang digesek dan ruang resonansi
untuk bunyi gesekan.
• Contoh alat musik tradisional gesek yakni
keso dan geso-geso dari Sulawesi
Selatan, lalu tutuba dari Sulawesi Tengah,
serta alat musik Betawi, yaitu Tehyang.
Termasuk pula rebab dari Jawa Tengah.
Alat Musik Tradisional
3. Alat musik tradisional pukul
• Pada dasarnya ini adalah alat musik berbagai bentuk yang apabila
dipukul menghasilkan bunyi dan apabila dikombinasikan
menghasilkan suara musikal tertentu.
• Berdasarkan jenis bahan alatnya, alat musik pukul dibedakan menjadi
3 yaitu:
1. berbahan dasar dari alam tanpa tambahan apapun, seperti bambu
atau kayu yang bergaung. Contoh : kentongan dan lesung
penumbuk padi.
2. Berbahan dasar dari kayu yang mempunyai titinada, seperti lado-
lado dan kolintang dari Sulawesi, serta gambang dari Jawa.
3. ada yang ditambah dengan bahan penolong berupa kulit, seperti
tambur dan bedug, doll dari Bengkulu, gordang dari Sumatera
Utara, dan tambua dari Sumatera Barat. Lalu ada alat musik
berbahan logam, seperti bande dari Lampung, talempong dari
Minangkabau, dan juga perangkat gamelan dari Jawa dan Bali,
seperti saron, kempul, bonang, gong, gender, dan lain sebagainya.
Alat Musik Tradisional
4. Alat musik tradisional tiup
• Keempat adalah alat musik tradisional yang ditiup.
Alat musik tiup ini akan mempunyai lubang tiup dan
ruang resonansi untuk membunyikan tiupan. Bahan
alat musik ini bisa dari bambu atau bahan dari alam.
• Adapun contoh alat musik berbahan dari alam
seperti aneka macam seruling, yaitu saluang dari
Sumatera Barat, serangko dari Jambi, triton kerang
dari Papua, lalove dari Sulawesi Tengah, seruling
dari Jawa, atau tahuri dari Maluku.
• Lalu ada alat musik tiup berbahan dasar alam
seperti terompet dari kayu dan juga bahan
penolong, di antaranya adalah serunai dari
Sumatera Barat, terompet dari Jawa Barat, dan
serune kalee dari Aceh..
Alat Musik Tradisional
5. Alat musik tradisional tepuk
• Contoh alat musik tradisional berikutnya
adalah yang dimainkan dengan cara ditepuk.
• Umumnya alat musik ini memakai unsur kulit
sebagai lapisan luar alat musik. Kulit ini
sebagai sumber getar dan dilengkapi ruang
resonansi bunyinya.
• Contoh alat musik tradisional yang ditepuk
adalah gendang dan tifa. Lalu ada pula alat
musik dari Jawa Barat, yaitu kerinding, yang
mengesankan seperti alat musik tiup namun
sebenarnya alat musik tepuk.
Alat Musik Tradisional
6. Alat musik tradisional goyang
• Terakhir ada alat musik tradisional yang
dimainkan dengan cara digoyang.
• Contoh dari alat musik yang digoyang
adalah angklung dari Jawa Barat dan
marakas.
Fungsi Alat Musik Tradisional
• Alat-alat musik tradisional di atas tentu saja memiliki fungsi tersendiri. Ada tiga fungsi alat
musik tradisional yaitu:
1. Ada fungsi melodis yang bertugas memperdengarkan nada-nada sebuah lagu.
Contohnya adalah gambang dan gender dari gamelan Jawa.
2. Ada fungsi ritme, yang bertugas sebagai penanggung jawab kecepatan melodi, seperti
pada alat musik gamelan dari Jawa, Bali, dan juga Sunda.
3. Ada fungsi harmoni yang bertugas untuk menyelaraskan bunyi dalam satu kepaduan.
Contohnya adalah bonang, jeglong, dan gong pada musik Degung.
Video Musik Tradisional
• Gambang Kromong Betawi : https://youtu.be/CNwgLT1I2gQ
• Keroncong Jawa : https://youtu.be/-J4yNa2w_I0
• Huda Minangkabau : https://youtu.be/pdA7_qO6fYo
• Sape Dayak Kalimantan : https://youtu.be/D8FLI4btgvI
• Paganrang atau Ganrang Sulawesi Selatan : https://youtu.be/dQQhmzNDADc
• Gamelan Bali : https://youtu.be/PpAF0i3Oqn8
• Ranu Som Sien Papua Barat : https://youtu.be/5SHKI8X8pHw