Teori dan Prinsip Pengembangan Media
TEORI BELAJAR
Teori belajar banyak dikemukakan oleh para ahli khususnya psikologi, teori
belajar menjelaskan bagaimana seseorang memproses informasi dan pengetahuan yang
dipelajari. Dari sejumlah teori belajar yang ada, terdapat tiga teori belajar yang sering
dipakai untuk menjelaskan bagaimana proses belajar berlangsung dalam diri seseorang.
Ketiga teori tersebut yaitu: (1) teori belajar behavioristik; (2) teori belajar kognivivstik;
(3) teori belajar konstruktivistik.
1. Teori Belajar Behavioristik
Teori belajar behavioristik menekankan pada peran faktor-faktor eksternal dalam
memodifikasi perilaku seseorang. Teori ini menggunakan konsep pengkondisian yang
dapat mendorong untuk mencapai hasil belajar yang seperti yang diinginkan . Pavlov,
Watson dan Skinner merupakan tokoh-tokoh yang menonjol dalam teori belajar
behaviorisme. Konsep-konsep penting yang terdapat dalam teori belajar ini yaitu
reward, punishment dan reinforcement.
2. Teori Belajar Kognitif
Teori belajar lain yang kerap digunakan untuk menjelaskan bagaimana seseorang
mempelajari informasi dan pengetahuan yang diperlukan yaitu teori belajar kognitif.
Teori belajar kognitif menekankan pada proses berfikir pada saat seseorang melakukan
proses belajar.
1
Teori dan Prinsip Pengembangan Media
Salah satu pandangan penting dari teori belajar kognitif adalah teori pemrosesan
informasi atau information processing theory. Perhatikan ilustrasi berikut.
Analogi dari teori belajar ini adalah cara kerja yang dilakukan oleh perangkat
sistem komputer. Perangkat ini melakukan proses input berupa data mentah menjadi
informasi yang merupakan output dari sistem komputer.
3. Teori Belajar Konstruktivistik
Teori belajar konstruktivistik perlu dipahami untuk mendeskripsikan bagaimana
seseorang membangun pengetahuan. Teori belajar konstruktivistik berpandangan
bahwa manusia pada dasarnya merupakan pembangun atau konstuktor pengetahuan.
Proses membangun pengetahuan dilakukan dengan melakukan interaksi dengan orang
lain atau dengan fenomena yang ada di lingkungan sekitar. Proses konstruksi
pengetahuan terjadi apabila seseorang mengaitkan pengetahuan yang telah dimiliki
dengan pengetahuan yang tengah dipelajari sehingga menjadi pengetahuan baru. Hal
ini dapat dilihat dalam diagram berikut.
2
Teori dan Prinsip Pengembangan Media
TEORI KOMUNIKASI
Komunikasi pada dasarnya adalah proses penyampaian pesan yang disampaikan
oleh komunikator kepada komunikan. Aktivitas pembelajaran pada dasarnya dapat
dipandang sebagai proses komunikasi. Proses pembelajaran merupakan aktivitas
penyampaian informasi dna pengetahuan dari narasumber kepada peserta didik.
Tujuan dari proses komunikasi adalah terdapatnya kesamaan pemahaman atau
common understanding di antara orang yang terlibat dalam proses komunikasi.
Sedangkan aktivitas pembelajaran bertujuan agar peserta didik dapat memiliki
pengetahuan dan keterampilan yang disampaikan narasumber.
Proses berlangsungya komunikasi akan dapat dijelaskan dengan mudah melalui
model komunikasi. Model komunikasi yang akan dibahas untuk menjelaskan proses
komunikasi adalah model komunikasi klasik Wilbur Schramm dan model komunikasi
yang dikemukakan oleh David K. Berlo (dalam Narda, Uma, 2006).
1. Model Komunikasi Wilbur Schramm
Menurut Wilbur Schramm komunikasi pada hakekatnya merupakan proses
penyampaian pesan berupa informasi dan pengetahuan dari pengirim yang disebut
sender, kepada penerima atau receiver. Sebelum mengirim pesan, pengirim terlebih
dahulu melakukan proses yang dinamakan encoding yaitu aktivitas merancang pesan
yang akan disampaikan kepada penerima.
Aktivitas encoding dilakukan oleh pengirim dengan tujuan adar dapat menjamin
bahwa penerima dapat memahami pesan yang disampaikannya. Setelah menerima pesan
yang dikirimkan oleh pengirim, maka penerima akan melakukan aktivitas decoding
terhadap pesan yang disampaikan.
Aktivitas encoding dilakukan oleh pengirim dengan tujuan agar dapat menjamin
bahwa penerima dapat memahami pesan yang disampaikannya. Setelah menerima pesan
yang dikirimkan oleh pengirim, maka penerima akan melakukan aktivitas decoding
terhadap pesan yang disampaikan.
Aktivitas decoding dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan oleh penerima
untuk menginterpretasikan atau menafsirkan pesan yang disampaikan oleh pengirim.
Menurut model komunikasi yang dikeumukan oleh Schramm, pengirim dan penerima
dapat melakukan pertukaran pesan selama proses komunikasi berlangsung. Pengirim
akan berperan sebagai penerima pesan dan penerima akan berubah peran menjadi
3
Teori dan Prinsip Pengembangan Media
pengirim pesan. Penjelasan tentang proses komunikasi menurut model yang
dikemukakan oleh Schramm dapat dilihat pada ilustrasi gambar berikut.
Pemahaman tentang teori dan model komunikasi sangat penting diketahui oleh
perancang dan produser media agar dapat menciptkan dan menggunakan media
pembelajaran yang efektif dan efisien. Melalui teori dan model komunikasi perancang
dan produser media dapat memahami bagaimana pesan-informasi dan pengetahuan
dirancang dan disampaikan agar dapat dipahami dengan mudah oleh pemirsa.
Pemahaman tentang teori dan model komunikasi juga akan membantu perancang
dan produser media pembelajaran memahami dan memilih saluran atau ragam media
yang akan menyampaikan pesan kepada penerima. Media yang dipilih dan akan
digunakan harus selaras dengan tujuan penyampaian pesan atau tujuan komunikasi.
Ragam media sebagai saluran komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan
pesan kepada penerima atau khalayak meliputi media cetak, media pameran, media audio,
media video, komputer multimedia dan jaringan komputer.
2. Model Komunikasi David K. Berlo
Model komunikasi lainnya yang juga menjelaskan tentang berlangsung proses
komunikasi adalah model komunikasi S-M-C-R yang dikemukakan oleh David K. Berlo
(1960). S-M-C-R merupakan singkatan dari Source Message, Channel dan Receiver.
Proses komunikasi berlangsung dari sumber yang menyampaikan pesan dengan
menggunakan saluran atau media tertentu kepada pemirsa. Menurut Berlo, komunikasi
akan berlangsung efektif apabila sumber memiliki persyaratan sebagai berikut: memiliki
keterampilan berkomunikasi atau communication skills, selain itu sumber juga harus
memiliki pengetahuan, sikap, sistem sosial dan budaya yang baik.
4
Teori dan Prinsip Pengembangan Media
Agar pesan yang disampaikan oleh sumber dapat diterima dengan baik oleh
penerima, maka pesan tersebut perlu dikemas dengan mempertimbangkan beberapa
faktor yaitu konteks berlangsungnya proses komunikasi. Selain itu, pengirim pesan atau
sumber juga harus memperhatikan unsur pesan, struktur pesan dan simbol-simbol yang
digunakan dalam merancang pesan.
Penyampaian pesan dengan menggunakan saluran dan media yang digunakan oleh
penerima pesan harus memperhatikan indera yang akan digunakan oleh penerima pesan
dalam menerima pesan. Pesan yang disampaikan melalui media pembelajaran akan
diterima lewat indera penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba dan perasa.
Pemilihan saluran komunikasi atau media uantuk menyampaikan pesan perlu
disesuaikan dengan jenis indera yang akan digunakan dalam menerima pesan.
Sama dengan sumber komunikasi, penerima pesan juga harus memiliki
keterampilan komunikasi, pengetahuan, sikap, sistem sosial dan budaya yang baik.
Perhatikan faktor-faktor yang di atas – pengirim, pesan, saluran atau media dan
penerima. Deskripsi model komunikasi Berlo dapat dikihat dalam ilustrasi berikut.
5
Teori dan Prinsip Pengembangan Media
PRINSIP DESAIN PESAN
Prinsip desain pesan berisi aturan-aturan yang dianjurkan untuk merancang pesan
dan informasi agar dapat dengan mudah dimengerti oleh sasaran atau audince. Prinsip-
prinsip desain pesan dapat diterapkan oleh pendidik dan instruktur untuk menjamin
bahwa pesan-informasi dan pengetahuan yang akan disampaikan kepada khalayak dapat
dimengerti.
Prinsip desain pesan dapat diaplikasikan pada beragam jenis media teks, visual,
audio dan video. Penerapan prinsip desain pesan dengan benar akan menghasilkan
program dan media pembelajaran yang mampu memfasilitasi proses belajar peserta
didik.
Fleming dalam Fahy (2015) mengemukakan prinsip-prinsip yang harus
diperhatikan dalam mendesain dan mengembangkan program dan media pembelajaran
yaitu:
1. Prinsip Attention
Attention atau upaya untuk menarik minat belajar peserta didik merupakan
prinsip penting dalam memanfaatkan dan mengembangkan media untuk pembelajaran.
Pemanfaatan dan pengembangan media pembelajaran harus mampu membuat peserta
didik merasa tertarik dengan isi atau materi pelajaran yang dikomunikasikan.
Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Fleming dalam Fahy (2015) yaitu: “…
attention to appropriate instructional stimuli is fundamental to learning. To be effective,
instructional media must attract and hold learner’s attention”.
Dalam aktivitas pembelajaran, atensi atau upaya untuk meningkatkan minat
belajar pada dasarnya bersifat individual, selektif, senantiasa berubah, dan berfokus pada
kebaruan. Aktivitas belajar akan berlangsung efektif apabila media pembelajaran yang
digunakan mampu membuat peserta didik memberikan fokus perhatian pada materi
yang sedang dipelajari.
Atensi pada dasarnya bersifat individual, artinya kapasitas atensi yang diberikan
oleh seseorang terhadap suatu objek pada dasarnya bersifat variatif. Atensi dipengaruhi
juga oleh faktor latar belakang, pengalaman, kondisi fisik dan minat. Kondisi fisik yang
lelah biasanya akan menggangu perhatian dan minat belajar peserta didik.
Atensi pada diri seseorang pada umumnya bersifat tidak konstan artinya selalu
berubah-ubah. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan atensi atau
6
Teori dan Prinsip Pengembangan Media
minat pada saat seseorang dalam melakukan proses belajar. Faktor-faktor tersebut dapat
berupa faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal misalnya kondisi fisik dan emosi orang yang belajar pada waktu
melakukan proses belajar. Sedangkan faktor eksternal berkaitan dengan kondisi media
dan bahan pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar.
Perhatian terhadap objek yang dipelajari berkaitan dengan hal-hal yang bersifat
baru dan sesuatu yang bersifat tidak kompleks. Perhatian seseorang terhadap isi, materi
dan keterampilan yang dipelajari akan tinggi apabila hal tersebut merupakan sesuatu
yang baru bagi orang belajar.
Tidak hanya itu, pada umumnya seseorang akan menaruh minat atau perhatian
yang tinggi terhadap objek yang mudah untuk dipelajari. Semakin kompleks suatu objek
untuk dipelajari, maka akan semakin berkurang minat seseorang untuk mempelajarinya.
Oleh karena itu perancang dan pengembang media pembelajaran harus mampu
membuat isi atau materi pelajaran yang kompleks menjadi sederhana sehingga mudah
untuk dipelajari oleh peserta didik.
2. Prinsip Perception and recall
Pengorganisasian atau penyusunan konsep dan informasi berupa peristiwa,
gagasan dan kata-kata sangat diperlukan agar dapat dikomunikasikan secara efektif
kepada peserta didik. Konsep dan informasi berupa peristiwa, gagasan dan kata-kata
tersebut akan sukar untuk dimengerti oleh peserta didik apabila tidak tersusun dengan
baik. Penulis dan pengembang media pembelajaran harus memiliki kemampuan untuk
membuat media pembelajaran yang berisi materi pelajaran yang sistematik dan
menyeluruh.
Prinsip perception dan recall terhadap konsep dan pengetahuan yang perlu
dipelajari sangat penting dalam desain dan pengembangan media pembelajaran. Siswa
dapat melakukan proses persepsi terhadap isi atau materi pelajaran dengan cara
mengaitkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya dengan pengetahuan yang
sedang dipelajari. Dengan cara ini peserta didik akan melakukan proses konstruksi
terhadap pengetahuan yang dipelajari.
Penyajian konsep-konsep dan pengetahuan akan lebih mudah untuk diingat
apabila peserta didik melihat adanya perbedaan dan kontras yang terdapat pada konsep-
konsep dan pengetahuan yang dipelajari. Hal ini dikenal dengan prinsip recall atau
mengingat bahan atau materi yang dipelajari.
7
Teori dan Prinsip Pengembangan Media
3. Prinsip Organization and sequencing
Menyusun dan mengorganisasikan informasi dan pengetahuan yang akan
dikomunikasikan kepada peserta didik sangat diperlukan dalam merencanakan dan
mengembangkan program dan media pembelajaran. Urutan isi pesan atau informasi
yang akan dikomunikasikan lazimnya terdiri atas beberapa bagian yaitu: bagian
pendahuluan, bagian isi atau inti, dan bagian penutup.
Bagian awal, isi dan akhir dalam menyusun sebuah presentasi atau komunikasi
pesan dan informasi merupakan hal yang sangat penting. Semakin peserta didik terlibat
secara aktif dalam mempelajari konsep dan pengetahuan yang disampaikan maka
tercipta proses belajar yang efektif.
Bagian awal biasanya berisi pendahuluan yang mengantarkan atau memberi
informasi kepada peserta didik tentang isi atau materi yang akan dipelajari dari sebuah
program atau media pembelajaran. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peserta didik
yang mengetahui kemampuan yang akan dimiliki setelah menempuh proses
pembelajaran biasanya akan memiliki motivasi belajar yang kuat. Pengetahuan tentang
kegunaan hasil belajar yang akan dimiliki oleh peserta didik oleh karenya perlu
dicantumkan dalam bagian pendahuluan pada program dan media pembelajaran.
Bagian isi atau inti harus disusun secara sistematik dengan disertai contoh-contoh
dari konsep-konsep yang perlu dipelajari oleh peserta didik. Uraian materi pada bagian
isi sebuah program atau media pembelajaran harus relevan dan mendukung kemampuan
yang akan dimiliki oleh peserta didik setelah mempelajari program atau media
pembelajaran.
Bagian akhir atau penutup biasanya berisi rangkuman dari materi yang telah
dipelajari pada bagian isi. Pada bagian ini peserta didik, selain itu bagian penutup juga
berisi anjuran tentang langkah-langkah dan aktivitas belajar selanjutnya yang perlu
dilakukan oleh peserta didik untuk memperkuat pengetahuan yang telah dipelajari.
Proses aktif peserta didik dalam mempelajari konsep dan pengetahuan akan
menciptakan keterlibatan intelektual atau intellectual enggagement yang sangat
diperlukan dalam proses belajar. Selain itu proses belajar aktif, pemberian repetisi dan
latihan akan membuat proses belajar peserta didik menjadi lebih efektif.
8
Teori dan Prinsip Pengembangan Media
Pengulangan atau repetisi dapat digunakan sebagai sarana untuk memperjelas
pemahaman peserta didik terhadap isi atau materi yang sedang dipelajari. Sedangkan
pemberian latihan dalam proses belajar akan dapat mempercepat penguasaan
keterampilan yang perlu dimiliki oleh peserta didik.
4. Prinsip Instruction and feedback
Pemberian umpan balik sangat diperlukan dalam aktivitas pembelajaran. Umpan
balik dalam proses belajar diperlukan melalui umpan balik peserta didik akan
mengetahui dan memperoleh informasi tentang hasil belajar yang telah dicapai.
Peserta didik berusia matang menyukai umpan balik yang bersifat informatif,
disampaikan dengan ungkapan sederhana dibandingkan dengan pujian yang berlebihan.
Pemberian umpan balik dalam proses belajar akan dapat meningkatkan motivasi belajar
peserta didik dan membantu peserta didik dalam menguasai isi atau materi yang
disampaikan.
Pada awalnya umpan balik harus kerap diberikan agar dapat membantu peserta
didik dalam memperoleh informasi tentang hasil belajar yang telah dicapai. Pemberian
umpan balik dapat dikurangi pada saat peserta didik telah memiliki keterampilan dan
pengalaman dalam menempuh proses belajar.
5. Prinsip Learner participation
Belajar merupakan proses yang memerlukan adanya ketelibatan peserta didik
dalam memahami isi atau materi pelajaran. Peserta didik yang terlibat aktif proses
belajar belajar menunjukkan keinginan yang kuat untuk menggali isi materi
pengetahuan yang dipelajari. Peserta didik yang terlibat aktif dalam proses belajar
terlihat memiliki motivasi belajar yang kuar untuk menguasai kemampuan tertentu
yang merupakan hasil dari proses belajar.
Kegiatan yang terdapat dalam program pembelajaran perlu didesain agar dapat
mampu melibatkan peserta didik dengan isi atau materi pelajaran. Keterlibatan peserta
didik secara intensif dengan isi atau materi pelajaran pada hakekatnya akan
memudahkan proses belajar peserta didik.
Dalam hal ini Fahy (2015) mengemukakan bahwa “ …. Learning requires
engagement with the subject matter, and engagement often implies some kind of
performance” aktivitas belajar memerlukan adanya keterlibatan peserta didik secara
intensif dengan isi atau materi pelajaran. Keterlibatan dalam menempuh proses belajar
akan dapat membantu peserta didik menguasai isi atau materi pelajaran.
9
Teori dan Prinsip Pengembangan Media
Prinsip lain tentang keterlibatan peserta didik dengan isi atau materi pelajaran
yaitu: “ … proses pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik dalam aktivitas belajar
akan lebih efektif jika dibandingkan aktivitas belajar yang dilakukan dengan cara
melakukan hafalan”. Peserta didik yang aktif menggali isu atau materi pelajaran pada
umumnya memiliki motivasi instrinsik yang tinggi untuk menguasai kemampuan yang
diperlukan. Keterlibatan seseorang secara aktif dalam menempuh proses belajar oleh
karenanya dapat menjamin keberhasilannya dalam menampuh proses belajar.
6. Prinsip Higher order thinking and concept formation
Proses belajar pada dasarnya berlangsung secara bertahap atau berdasarkan
hirarki yang dimulai dari pembelajaran tentang konsep-konsep yang mudah ke konsep
yang sukar. Gagne mengemukakan tahapan yang perlu diperhatikan dalam mendesain
dan mengembangkan program pembelajaran yaitu:
Signal learning adalah aktivitas belajar yang bersifat otomatis seperti halnya
seseorang yang menghindari bahaya panas dengan cara menarik tangan dari api. Cara
belajar seperti ini biasanya dilakukan untuk menghindari hal-hal yang membahayakan
atau inisiatif untuk melakukan suatu tindakan dalam menghadapi suatu situasi.
1. Stimulus response learning
Stimulus response learning: proses belajar yang dilakukan dengan cara memilih
untuk memberi respon tertentu dalam melakukan suatu tindakan. Hampir sama seperti
signal learning belajar berbasis stimulus respon juga bersifat otomatis.
2. Motor chain learning
Motor chain learning: proses belajar dikaitkan dengan cara mengaitkan gerakan-
grakan fisik secara berkeseinambungan seperti halnya pada aktivitas menari. Dalam
aktivitas menari gerakan-gerakan yang diperlihatkan oleh seorang penari saling terkait
satu sama lain.
3. Verbal association
Verbal association merupakan aktivitas belajar yang dilakukan dengan cara
merangkai kembali konsep-konsep verbal yang telah dipelajari sebelumnya. Contoh dari
kegiatan ini adalah menerjemahkan bahasa yang satu ke bahasa yang lain. Contoh lain
menulis lirik lagu.
4. Multiple discrimination
Multiple discriminatiion adalah aktivitas belajar dalam memberikan respon yang
berbeda terhadap stimulus yang sama. Contohnya adalah kegiatan memperlihatkan
10
Teori dan Prinsip Pengembangan Media
adanya perbedaan, sekaligus mengidentifikasi unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah
sistem.
5. Concept learning
Concept learning yaitu belajar memberikan arti atau makna terhadap objek dan
peristiwa yang dipelajari. Pemberian arti atau makna terhadap objek dan peristiwa
tersebut didasarkan pada karakteristik dari objek dan peristiwa yang diamati. Misalnya
membedakan konsep sayuran dan non sayuran.
6. Principles learning
Princples learning adalah proses belajar yang mengaitkan dua atau lebih konsep
dengan menggunakan aturan-aturan yang relevan. Belajar prinsip merupakan bentuk
aktivitas pembelajaran yang memerlukan kemampuan kognitif tingkat tinggi.
7. Problem solving
Problem solving merupakan hirarki belajar tertinggi yang menggunakan
kombinasi prinsip dan aturan untuk memecahkan suatu permasalahan. Seseorang harus
menguasai prinsip dan aturan untuk dapat menguasai kemampuan dalam memecahkan
masalah.
Dalam buku klasik berjudul “Instructional Message Design” Levie dan Frasser
juga mengemukakan beberapa prinsip yang diperlukan dalam mendesain pesan
diantaranya:
1. Semakin jelas seseorang melihat sebuah objek, orang, peristiwa dan saling
keterhubungan, semakin baik objek, orang dan peristiwa diingat. Dalam
mendesain dan mengembangkan media pembelajaran buatlah pesan-informasi dan
pengetahuan yang terdapat didalamnya terlihat rapih dan teratur agar mudah
dipelajari oleh peserta didik.
2. Seseorang memilih atau bersifat selektif terhadap sesuatu yang ingin diliohat dan
dipelajari. Dalam mendesain dan mengembangkan media pembelajaran kurangi
stimulus yang tidak relevan, beri penekanan pada hal-hal yang perlu dilihat dan
hindari hal-hal yang dapat merusak perhatian.
3. Jangan memuat terlalu banyak pesan dan informasi dalam sebuah media. Hal yang
perlu diperhatikan dalam mendesain dan mengembangkan media pembelajaran
yaitu masukanlah hanya informasi dan pengetahuan yang relevan ke dalam media
pembelajaran yang akan digunakan.
11
Teori dan Prinsip Pengembangan Media
4. Kecepatan dan akurasi persepsi seseorang dipengaruhi oleh struktur pesan atau
informasi yang disampaikan. Oleh karena itu, dalam mendesain dan
mengembangkan media pembelajaran susunlah pesan dan informasi yang akan
dikomunikasikan secara sistematik agar dapat memudahkan audience untuk
memahaminya.
5. Pada hakekatnya kita melihat apa yang kita harapakan, oleh karena itu biarkan
peserta didik mengamati objek yang diminati untuk dipelajari. Pembelajaran yang
didasarkan pada minat pada umumnya dapat memfasilitasi proses belajar peserta
didik.
6. Kita memiliki mekanisme perceptual defensive yang merupakan kemampuan
untuk menghindari sesuatu yang mengancam dan sesuatu yang tidak kita sukai.
Oleh karena itu, dalam mendesain dan mengembangkan media pembelajaran
hindarilah hal-hal yang dapat membahayakan dan tidak disukai oleh audience.
7. Warna dan bayangan dapat digunakan untuk menarik perhatian. Oleh karena itu,
dalam mendesain dan mengembangkan media pembelajaran pilihlah warna yang
sesuai. Bayangan atau shadow merupakan elemen yang dapat digunakan untuk
membedakan suatu objek dengan objek lainnya.
8. Kompleksitas juga dapat digunakan untuk menarik perhatian audience terhadap
objek yang dipelajari. Dalam mendesain dan mengembangkan media pembelajaran
sesuatu yang sederhana biasanya dapat dijadikan sebagai latar belakang.
9. Kita biasanya mengingat objek dan gambar lebih baik daripada mengingat nama-
nama dari objek tersebut.
10. Peserta didik pada hakekatnya akan belajar lebih baik melalui perubahan sifat dari
bentuk konkret ke abstrak
11. Gambar dengan garis-garis yang sederhana pada umumnya akan lebih mudah
untuk dipahami oleh para pemula daripada gambar berupa poto.
12. Pembelajaran yang paling efektif adalah pembelajaran yang dilakukan dengan cara
mengkombinasikan unsur gambar dan suara didalamnnya. Hal ini dikenal dengan
istilah audio-visual.
13. Kita dapat melihat tujuh jenis objek sekaligus dan luma diantaranya adalah hal
yang kita pelajari dengan baik. Implementasi dalam mendesain dan
mengembangkan media pembelajaran adalah jangan menjejalkan terlalu banyak
pesan dalam sebuah media pembelajaran
12
Teori dan Prinsip Pengembangan Media
14. Penggunaan caption yang berupa keterangan tertulis pada gambar sebuah media
dapat digunakan untuk menarik perhatian, memudahkan aktivitas penafsiran atau
interpretasi dan meningkatkan daya ingat ayau retensi terhadap isi atau materi
yang dipelajari.
15. Pada dasarnya kita dapat melihat objek lebih jelas jika objek tersebut dalam
keadaan kontras atau berbeda dengan objek-objek lainnya.
16. Kita pada umumnya melihat, mengingat dan belajar lebih baik melalui kalimat-
kalimat aktif daripada kalimat-kalimat pasif.
17. Kita biasanya mengingat lebih baik bagian pertama dan bagian akhir sebuah pesan
daripada bagian tengahnya.
13
Teori dan Prinsip Pengembangan Media
Sumber Rujukan:
Berlo, David K. (dalam Narula, Uma) 2006: Communication Models. New Delhi.
Atlantic.
Dale. “Cones of Experience” in Molenda. et. al. 2005. Media for Instruction and
Learning. Colombus, Ohio: Pearson.
Heinich, R., Molenda, M., Russle, J. D. 1999. Instructional Media and The New
Technologies of Instruction. McMillan Publishing.
Smith, P. L., Ragan, T. L. 2003. Instructional Design. New Jersey: Merril Prentice Hall,
Inc.
14