BAHAN AJARAGENDA II NILAI – NILAI DASAR ASN PELATIHAN DASAR CPNSDisusun oleh :Marsye Fera Kalahatu, SE. M.Si Widyaiswara Ahli MudaBADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI MALUKU2026
PENDAHULUANa. Deskripsi SingkatAgenda Nilai – Nilai dasar PNS ini memfasilitasi pembentukan nilai Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif sehingga akan terwujud ASN yang berkarter, professional, memiliki nilai integritas serta mampu menjalankan fungsi dan perannya dengan mengaktualisasikan nilai – nilai dasar PNS.Agenda nilai-nilai dasar PNS BerAKHLAK bertujuan untuk membangun kompetensi yang mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Ini adalah nilai-nilai yang menjadi pedoman perilaku PNS dalam menjalankan tugasnya, dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahanb. Tujuan Pembelajaran Agenda Nilai – Nilai dasar PNSSetelah mengikuti pembelajaran agenda ini, peserta diharapkan dapat mengaktualisasikan nilai – nilai dasar PNS yang meliputi Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif dalam pelaksanaan tugas jabatannya.c. Indikator Hasil Belajar1) Menjelaskan secara konseptual Nilai – Nilai dasar PNS yang meliputi; Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif;2) Menjelaskan panduan Perilaku dari Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.3) Menganalisis contoh penerapan nilai – nilai berakhlak (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) secara tepat.
d. Materi Pokok1) Berorintasi Pelayanan2) Akuntabel3) Kompeten4) Harmonis5) Loyal6) Adaptif7) Kolaboratif.
A. Latar BelakangPeluncuran Core Values BerAKHLAK oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Juli 2021 bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah langkah strategis untuk membenahi birokrasi Indonesia. Ada beberapa faktor utama yang melatarbelakanginya:1. Fragmentasi Budaya Kerja (Ego Sektoral). Sebelum adanya BerAKHLAK, setiap instansi pemerintah (baik pusat maupun daerah) cenderung memiliki slogan dan nilai-nilai organisasi yang berbeda-beda. Hal ini sering kali menciptakan sekat-sekat birokrasi dan ego sektoral yang menghambat kolaborasi lintas instansi.2. Transformasi Birokrasi di Era Disrupsi. Dunia berubah sangat cepat akibat teknologi digital dan ketidakpastian global. Presiden Jokowi menyadari bahwa ASN (Aparatur Sipil Negara) tidak bisa lagi bekerja dengan gaya lama yang kaku dan lambat. Diperlukan standar nilai yang adaptif dan responsif agar pelayanan publik tetap relevan.3. Penyeragaman Standar Pelayanan. Presiden ingin agar siapa pun ASN-nya, di mana pun mereka bertugas (dari Sabang sampai Merauke), memiliki profil dan standar perilaku yang sama. Employer Branding: Diluncurkan juga semboyan \"Bangga Melayani Bangsa\" untuk mengubah mindset ASN agar tidak lagi minta dilayani, melainkan benar-benar melayani masyarakat.4. Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045. Untuk menjadi negara maju, Indonesia membutuhkan mesin birokrasi yang bersih, kompeten, dan harmonis. BerAKHLAK dirancang sebagai kompas moral dan profesional agar ASN terhindar dari praktik korupsi dan inefisiensi.5. Penguatan Budaya Kerja: Dengan adanya nilai-nilai dasar yang jelas, diharapkan dapat tercipta budaya kerja yang profesional, berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.BerAKHLAK adalah akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Ini adalah nilai-nilai dasar yang menjadi pedoman bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, serta menjadi landasan dalam membangun budaya kerja yang profesional dan berkelas dunia. Nilai-nilai ini bertujuan untuk membangun budaya kerja yang positif dan profesional di kalangan ASN, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
B. Nilai – Nilai Dasar ASN (BerAKHLAK)1) Berorientasi PelayananBerorientasi Pelayanan sebagai nilai dan menjadi dasar pembentukanbudaya pelayanan tentu tidak akan dengan mudah dapat dilaksanakan tanpa dilandasi oleh perubahan pola pikir ASN, didukung dengan semangat penyederhanaan birokrasi yang bermakna penyederhanaan sistem, penyederhanaan proses bisnis dan juga transformasi menuju pelayanan berbasis digital. Sikap pelayanan bagi pegawai ASN berarti pengabdian yang tulus terhadap bidang kerja dan yang paling utama adalah kebanggaan atas pekerjaan. Sikap Saudara dapat menggambarkan instansi/organisasi Saudara, karena sikap pelayanan tersebut mewakili citra organisasi Saudara secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, budaya pelayanan dalam birokrasi pemerintahan akan sangat ditentukan oleh sikap pelayanan yang ditunjukkan oleh pegawai ASN.Pelayanan yang diberikan aparatur harus merujuk pada standar yang ditetapkan pemerintah. Standar mutu layanan pada institusi pemerintah dapat dibedakan dalam dua paradigma, yaitu: (1) standar berbasis peraturan perundang-undangan (producer view), dan (2) standar berbasis kebutuhan dan kepuasan masyarakat sebagai pelanggan (consumer view or public view). Alasan lain yang mendasari pentingnya nilai Berorientasi Pelayanan bagi seorang ASN adalah untuk menghasilkan suatu paradigma berpikir bahwa ASN harus seoptimal mungkin memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Sehingga diharapkan ada perubahan mindset yang mempengaruhi ASN dalam bersikap, dan menghasilkan output/outcome atas perubahan mindset atau paradigma dan perubahan sikap tersebut.ASN harus memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat, serta memberikan pelayanan yang ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan. Dalam pelaksanaan Tugas ASN Harus memberikan informasi yang jelas dan akurat, merespon keluhan masyarakat dengan baik, dan memberikan solusi yang tepat.2) AkuntabelAkuntabilitas dan Integritas banyak dinyatakan oleh banyak ahli administrasi negara sebagai dua aspek yang sangat mendasar harus dimiliki dari seorang pelayan publik. Namun, integritas memiliki
keutamaan sebagai dasar seorang pelayan publik untuk dapat berpikir secara akuntabel. Kejujuran adalah nilai paling dasar dalam membangun kepercayaan publik terhadap amanah yang diembankan kepada setiap pegawai atau pejabat negara.Hal-hal yang penting diperhatikan dalam membangun lingkungan kerja yang akuntabel adalah:1) kepemimpinan, 2) Transparansi, 3) Tanggung Jawab (Responsibilitas)4) Integritas,5) Keadilan,6) Kepercayaan, 7) Keseimbangan,8) Kejelasan, dan9) Konsistensi.ASN bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan kewenangannya, menggunakan sumber daya negara secara efektif dan efisien, serta menjunjung tinggi integritas. Melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan, menggunakan anggaran negara dengan cermat, dan mempertanggungjawabkan setiap tindakan.3) KompetenASN terus belajar dan mengembangkan diri untuk meningkatkan kompetensi, membantu orang lain belajar, dan memberikan kinerja terbaik. Mengikuti pelatihan dan pengembangan diri, berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan rekan kerja, serta melaksanakan tugas dengan hasil yang berkualitas.Perilaku kompeten sebagaimana, diharapkan menjadi bagian ekosistem pembangunan budaya instansi pemerintah sebagai instansi pembelajar (organizational learning). Pada ujungnya, wujudnya pemerintahan yang unggul dan kompetitif, yang diperlukan dalam era global yang amat dinamis dan kompetitif, sejalan perubahan lingkungan strategis dan teknologi yang berubah cepat
4) HarmonisASN menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, menghargai perbedaan, dan saling peduli serta menghormati satu sama lain. Menghargai perbedaan pendapat, menciptakan suasana kerja yang nyaman, dan membantu rekan kerja yang membutuhkan.5) LoyalASN setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menjaga nama baik instansi dan negara. Menjaga kerahasiaan negara, melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi, dan menjaga nama baik instansi6) AdaptifASN mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, terus berinovasi, dan proaktif dalam menghadapi tantangan. Menerima perubahan dengan lapang dada, mengembangkan ide-ide baru, dan berani mencoba hal-hal baru.7) KolaboratifASN membangun kerja sama yang sinergis dengan berbagai pihak,terbuka dalam bekerja sama, dan mencari solusi bersama. Berbagi informasi dan pengetahuan, bekerja sama dalam tim, dan mencari solusi bersama untuk mencapai tujuan bersama.C. Pentingnya Nilai BerAKHLAKa) Membangun budaya kerja yang positif dan produktif di lingkungan ASN.b) Meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.c) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).d) Mendukung pencapaian tujuan nasional.e) Memperkuat citra ASN sebagai pelayan publik yang profesional dan berintegritas.D. Urgensi Nilai BerAKHLAK1. Membangun Budaya Kerja yang Positif:Nilai-nilai BerAKHLAK membantu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, saling menghargai, dan penuh tanggung jawab, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan kinerja organisasi.
2. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik: Dengan berorientasi pada pelayanan, ASN diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, responsif terhadap kebutuhan mereka, dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi.3. Memperkuat Integritas dan Akuntabilitas: Nilai-nilai Akuntabel dan Kompeten mendorong ASN untuk melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan, sehingga dapat meminimalisir praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.4. Menciptakan Birokrasi yang Efisien dan Efektif: Nilai-nilai Adaptif dan Kolaboratif mendorong ASN untuk mampu beradaptasi dengan perubahan, berinovasi, dan bekerja sama dalam tim untuk mencapai tujuan organisasi, sehingga birokrasi dapat berjalan lebih efisien dan efektif.5. Mendukung Terwujudnya Good Governance: Nilai-nilai BerAKHLAK menjadi landasan penting dalam mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance), yang ditandai dengan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.6. Mencegah Perilaku Negatif: Penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dapat mencegah ASN dari tindakan yang tidak etis, seperti penyalahgunaan wewenang, korupsi, dan praktik-praktik buruk lainnya.7. Meningkatkan Kepercayaan Publik: Dengan ASN yang berakhlak, masyarakat akan lebih percaya pada pemerintah dan lembaga publik, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.8. Menjadi Teladan: ASN yang menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK dapat menjadi contoh bagi masyarakat, terutama generasi muda, dalam berperilaku dan menjalankan kehidupan sehari-hari.E. Contoh Penerapannya1) Berorientasi Pelayanana. Seorang petugas pelayanan publik menyambut masyarakat dengan senyum dan memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami.
b. ASN segera menanggapi keluhan masyarakat dan mencari solusi terbaik untuk masalah yang dihadapi.c. ASN terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengikuti pelatihan dan mencari ide-ide inovatif.2) Akuntabela. Seorang bendahara negara mempertanggungjawabkan setiap penggunaan anggaran dengan transparan dan akurat.b. Seorang pejabat tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.c. ASN disiplin dalam menjalankan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku.3) Kompetena. Seorang ASN mengikuti pelatihan dan seminar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.b. Seorang ASN berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan rekan kerja yang membutuhkan.c. ASN berusaha menyelesaikan setiap tugas dengan hasil yang terbaik, tidak hanya sekedar memenuhi target.4) Harmonisa. Seorang ASN tidak membeda-bedakan suku, agama, ras, dan golongan dalam berinteraksi dengan rekan kerja dan masyarakat.b. ASN saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan dan memberikan dukungan moral.c. ASN menciptakan suasana kerja yang nyaman dan menyenangkan.5) Loyala. Seorang ASN selalu menjaga nama baik negara, instansi, dan pimpinan, serta menjaga rahasia jabatan dan negara.b. ASN bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia dan selalu mengutamakan kepentingan negara.
6) Adaptifa. ASN cepat beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebijakan yang baru.b. ASN tidak menunda-nunda pekerjaan dan segera menyelesaikan tugas yang diberikan.7) Kolaboratifa. ASN membuka diri terhadap masukan dan ide dari pihak lain serta tidak menutup diri untuk saling bekerja sama baik antar organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.b. ASN Mau bebagi dan bertukar informasi dan sumber daya untuk meningkatakan kinerja organisasi.F. Mengapa CPNS perlu memahami Nilai BerakhlakMenjadi CPNS itu seperti memasuki ekosistem baru dengan bahasa dan aturan mainnya sendiri. Mungkin awalnya terasa kaku, tapi di sinilah nilai BerAKHLAKberperan sebagai \"kompas\" agar kamu tidak tersesat.Sejak diluncurkan oleh Presiden, BerAKHLAK bukan sekadar jargon, melainkan strategi transformasi budaya kerja ASN agar lebih lincah dan modern. Berikut adalah alasan mengapa nilai-nilai ini sangat krusial bagi CPNS yang baru memasuki dunia birokrasi.Mengapa BerAKHLAK Penting bagi CPNS? Menghapus Citra \"Birokrasi Lamban\" : Dulu, birokrasi identik dengan pelayanan yang berbelit-belit. Dengan nilai Berorientasi Pelayanan, kamu diingatkan bahwa tugas utama kita adalah melayani masyarakat, bukan dilayani. Bagi CPNS, ini adalah cara untuk membangun mindset yang solutif sejak hari pertama.
Membangun Integritas di Tengah Godaan. Sebagai \"orang baru\", kamu akan melihat banyak hal. Nilai Akuntabel memastikan kamu tetap tegak lurus pada aturan, jujur, dan bertanggung jawab atas setiap tugas maupun fasilitas negara yang kamu gunakan. Ini adalah benteng pertahanan kariermu. Adaptasi dengan Kecepatan Perubahan. Dunia berubah cepat, dan birokrasi tidak boleh ketinggalan. Lewat nilai Kompeten dan Adaptif, kamu didorong untuk terus belajar (continuous learning) dan tidak alergi terhadap inovasi teknologi. CPNS biasanya membawa semangat baru, dan nilai inilah wadahnya. Menjaga Keharmonisan Tim. Kantor pemerintah diisi oleh lintas generasi (dari yang senior hingga milenial/Gen Z). Nilai Harmonis dan Loyalmembantu kamu menghargai perbedaan dan menjaga nama baik instansi serta negara, sehingga kolaborasi tetap berjalan meski ada perbedaan pendapat.G. Peluang dan tantangan yang dihadapi CPNS dalam mengaktualisasikan Nila BerakhlakMenjadi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) adalah fase \"bulan madu\" sekaligus pembuktian. Mengaktualisasikan nilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) bukan sekadar hafalan untuk ujian, melainkan fondasi profesionalisme di instansi masingmasing.Peluang dan tantangan yang akan CPNS hadapi di lapangan:Peluang: Mengapa CPNS Bisa Jadi Agen Perubahan? Sebagai \"darah baru\" di birokrasi, Anda memiliki modal yang tidak dimiliki senior untuk menghidupkan nilai BerAKHLAK: Adaptabilitas Teknologi (Adaptif): CPNS umumnya digital native. Anda punya peluang besar untuk mendigitalisasi layanan yang dulunya manual, menjadikannya lebih cepat dan efisien.
Semangat Idealisme yang Tinggi (Akuntabel): Anda datang dengan integritas yang masih segar. Ini adalah waktu terbaik untuk membangun reputasi sebagai pegawai yang jujur dan disiplin sebelum terpengaruh budaya kerja yang mungkin kurang sehat. Networking & Kolaborasi Luas (Kolaboratif): Melalui Latsar (Pelatihan Dasar), Anda punya jaringan lintas instansi. Ini memudahkan koordinasi antar-lembaga yang seringkali menjadi hambatan di birokrasi lama. Penerimaan Terhadap Hal Baru (Kompeten): Anda cenderung lebih terbuka untuk belajar skill baru atau mengikuti pelatihan mandiri untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.1. Tantangan:Kerikil dalam Aktualisasi. Niat baik saja kadang tidak cukup. Ada beberapa tantangan nyata yang perlu diantisipasi: Resistensi terhadap Perubahan (Culture Shock): Saat Anda mencoba inovatif (Adaptif), Anda mungkin menemui senior atau rekan kerja yang nyaman dengan status quo (\"Dari dulu juga begini caranya\"). Senioritas yang Kaku (Harmonis): Menjaga harmoni di lingkungan yang sangat memegang teguh senioritas bisa menjadi dilema saat Anda melihat adanya ketidakefisienan namun merasa sungkan untuk menegur. Keterbatasan Fasilitas (Berorientasi Pelayanan): Anda ingin memberikan pelayanan prima, namun terkadang anggaran atau sarana prasarana di tempat tugas (terutama di daerah terpencil) tidak mendukung. Tekanan Lingkungan (Loyal): Terkadang loyalitas disalahartikan sebagai \"setia kepada atasan secara buta\" bukan \"setia kepada Pancasila dan NKRI\". Membedakan keduanya membutuhkan keteguhan prinsip.
2. Strategi Navigasi.Untuk menjembatani peluang dan tantangan tersebut, Anda bisa menggunakan pendekatan \"Low Profile, High Action\":No Nilai Langkah Kongkrit1 Berorientasi pelayanan Mulailah dari hal kecil: tersenyum dan solutif saat melayani, meski rekan lain tidak melakukan hal yang sama2 Kompeten Jadilah \"go-to person\" untuk hal-hal teknis atau teknologi di kantor agar keberadaan Anda dirasakan manfaatnya.3 Harmonis Dekati senior secara personal. Mintalah bimbingan mereka agar mereka merasa dihargai sebelum Anda menawarkan perubahan.H. Fungsi dan Peran Nilai BerAKLAH dalam dunia BirokrasiNilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten,Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) memiliki peran penting dalam birokrasi. BerAKHLAK menjadi dasar penguatan budaya kerja di instansi pemerintah,mendukung pencapaian kinerja individu dan tujuan organisasi. Nilai-nilai ini juga berperan dalam menciptakan birokrasi yang lebih adaptif, lincah, dan mampumemberikan pelayanan prima kepada masyarakat.Fungsi dan peran nilai-nilai BerAKHLAK dalam dunia birokrasi : Berorientasi Pelayanan: ASN diharapkan memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat, memberikan pelayanan yang ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan, serta melakukan perbaikan berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Akuntabel: ASN harus melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan berintegritas. Mereka juga dituntut untuk menggunakan sumber daya negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien, serta tidak menyalahgunakan kewenangan. Kompeten: ASN dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi diri, membantu orang lain belajar, dan melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik. Hal ini penting untuk menghadapi tantangan yang selalu berubah dalam birokrasi.
Harmonis; ASN harus menghargai setiap orang tanpa memandang latar belakang, suka menolong orang lain, dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Loyal: ASN harus setia kepada Pancasila dan UUD 1945, menjaga nama baik instansi dan negara, serta menjaga rahasia jabatan. Adaptif: ASN harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, terus berinovasi, dan bertindak proaktif. Kolaboratif: ASN harus membuka diri terhadap berbagai pihak, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal.Dengan menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK, birokrasi diharapkan dapat menjadi lebih profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Nilai-nilai ini juga menjadi dasar untuk membangun budaya kerja yang positif dan produktif di lingkungan ASN.