Nama: Kelas: KERAJAAN DEMAK Andini Eka Ardianti XII MIPA 3 SMAN 1 WARU TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Daftar Isi............................................................i Latar Belakang...............................................ii Peta Konsep......................................................1 Pembahasan 1.1 Biografi.....................................................2 1.2 Sejarah.....................................................3 1.3 Kehidupan...............................................4 1.4 Raja-raja..................................................5 1.5 Masa Kejayaan.......................................6 1.6 Peninggalan............................................7 1.7 Keruntuhan.............................................8 Refleksi.............................................................9 Biografi Penyusun.......................................10 Daftar Pustaka...............................................11 DAFTAR ISI i
LATAR BELAKANG Demak adalah kesultanan atau kerajaan islam pertama di pulau jawa. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah (1478-1518) pada tahun 1478, Raden Patah adalah bangsawan kerajaan Majapahit yang menjabat sebagai adipati kadipaten Bintara, Demak. Pamor kesultanan ini didapatkan dari Walisanga, yang terdi atas sembilan orang ulama besar, pendakwah islam paling awal di pulau jawa. Hal itu didasarkan pada saat jatuhnya Majapahit yang diperintah oleh Prabu Kertabumi. Para wali kemudian sepakat untuk menobatkan Raden Patah menjadi Sultan Demak Bintoro yang pertama. Atas bantuan daerah-daerah lain yang sudah lebih dahulu menganut Islam seperti Jepara, Tuban dan Gresik, Raden patah sebagai adipati Islam di Demak memutuskan ikatan dengan Majapahit saat itu, Majapahit memang tengah berada dalam kondisi yang sangat lemah. Dengan proklamasi itu, Raden Patah menyatakan kemandirian Demak dan mengambil gelar Sultan Syah Alam Akbar. Letak kerjaan Demak berada di tepi pantai utara Pulau Jawa. Kerajaan ini sering dikunjungi pedagang-pedagang Islam dan pedagang asing untuk membeli beras, madu,lilin dan lain-lain. Sampai abad ke 15, Demak di bawah kekuasaan Majapahit. Akan tetapi setelah Majapahit mundur, Demak berkembang pesat sebagai tempat penyebaran agama Islam dan tempat perdagangan yang ramai. Sebagai penguasa pertama adalah Raden Patah. Selain menjadi penguasa (bupati), Raden Patah juga sebagai penyiar agama Islam. Raden Patah memisahkan disi dari Majapahit sekitar tahun 1500. Dengan bantuan para wali, Raden Fatah mendirikan kerajaan Islam yang pertama di Pulau Jawa yaitu kerajaan Demak. ii
PETA KONSEP 1
• Pendiri : Raden Patah (Sultan Alam Akbar al-Fatah) • Tahun Berdiri : 1475 • Lokasi : Demak, Jawa Tengah • Tahun Runtuh : 1568 PEMBAHASAN 1.1 Biografi 2
Kerajaan Demak berkuasa di pulau Jawa pada abad ke-16 atau tahun 1500 M sampai 1554 M. kesultanan itu didirikan oleh Raden Patah yang merupakan putra kandung dari Raja Kerajaan Majapahit dengan seorang wanita beragama Islam asal Cina. Setelah Kerajaan Majapahit runtuh, Raden Patah mendapat dukungan penuh dari para bupati yang berkuasa di sekitar Demak untuk membangun kerajaan. Usai berhasil didirikan, kerajaan tersebut menjadi pusat penyebaran Islam oleh Wali Songo. Sultan Trenggono dikisahkan berhasil memperluas wilayah kekuasaannya sampai bagian timur dan barat pulau Jawa. Selain itu, sang sultan juga mampu menarik mundur Bangsa Portugis dari Jakarta yang hendak menjajah tanah air. Raden Patah yang mendapat dukungan dari wali sanga kemudian diangkat sebagai bupati Demak oleh Prabu Brawijaya. Setelah merasa kuat, para wali menyarankan agar Raden Patah menjadikan Demak sebagai kerajaan Islam dan sepenuhnya memisahkan diri. Akhirnya Raden Patah mengumpulkan para pengikutnya untuk melawan Kerajaan Majapahit, dan Kerajaan Demak pun berdiri. Ada beberapa yang mengatakan Kerajaan Demak didirikan pada 1475 M, ada pula yang mengatakan 1478 M. 1.2 Sejarah 3
• Kehidupan Sosial Kerajaan Demak menganut aturan dan norma yang sesuai dengan nilai-nilai dan ajaran agama Islam. Karenanya, terdapat perbedaan mencolok dalam kehidupan sosial masa Kerajaan Demak dengan kerajaan Hindu. Perbedaan tersebut adalah tidak ada kasta dalam kehidupan bermasyarakat masa Kesultanan Demak. Seluruh lapisan masyarakat dapat melakukan beragam aktivitas tanpa dibeda-bedakan berdasarkan status sosial. • Kehidupan Ekonomi Perlu diketahui bahwa pusat pemerintahan Kerajaaan Demak berlokasi di pesisir utara Pulau Jawa. Oleh sebab itu, perekonomiannya bergantung pada perdagangan laut. Selama masa kejayaannya, Kerajaan Demak mampu menguasai sebagian besar pelabuhan di Jawa. Beberapa di antaranya adalah pelabuhan di Jakarta, Cirebon, Semarang, Jepara, Tuban, Surabaya, hingga Madura. • Kehidupan Politik Kerajaan ini dipimpin oleh keturunan Raden Patah. Kemudian di beberapa daerah kekuasaannya, Kerajaan Demak akan mengutus seorang adipati untuk memimpin wilayah bawahannya tersebut. 1.3 Kehidupan 4
1. Raden Patah, berkuasa sejak 1500 sampai 1518 M merupakan raja pertama&pendiri Kerajaan Demak serta putra Raja Majapahit dari istri seorang perempuan asal Cina, yang telah masuk Islam. 2. Adipati Unus, berkuasa sejak 1518 sampai 1521 M. Setelah Raden Patah wafat pada 1518, takhta Demak dilanjutkan oleh putranya, Adipati Unus. Sebelumnya menjadi sultan, terkenal dengan keberaniannya sebagai panglima perang hingga diberi julukan Pangeran Sabrang Lor. 3. Sultan Trenggono, berkuasa sejak 1521 sampai 1546 M. Membawa Kesultanan Demak mencapai periode kejayaannya. Wilayah kekuasaan Demak meluas hingga ke Jawa bagian timur dan barat. 4. Sunan Prawoto, berkuasa sejak 1546 sampai 1549 M Putra dari Sultan Trenggono. 5. Arya Penangsang, berkuasa sejak 1549 sampai 1554 M. Menduduki tahta Demak setelah membunuh Sunan Prawata. 1.4 Raja-Raja 5
1.5 Masa Kejayaan Masa kejayaan Kerajaan Demak berlangsung saat dipimpin Sultan Trenggana. Ia naik takhta setelah Pati Unus. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Trenggono, yaitu pada pemerintahan tahun 1521-1546. Sultan Trenggono dikenal Sebagai raja yang sangat bijaksana dan gagah berani. Pada masa pemerintahan Sultan Trenggono, Kerajaan Demak berhasil memperluas kekuasaannya hingga ke Sunda Kelapa, Tuban, Surabaya, Pasuruan, Malang, dan Blambangan. Dengan adanya kekuasaan yang dimilikinya, akhirnya Kerajaan juga berhasil menyebarkan agama Islam secara luas. Dapat dikatakan pada saat itu Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam terkuat di Jawa. Pada 1527, pasukan Islam yang dipimpin Fatahillah atas perintah Sultan Trenggana berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa. Nama Sunda Kelapa lalu diganti menjadi Jayakarta yang berarti kemenangan yang sempurna. Jayakarta kelak berganti nama jadi Jakarta. Sultan Trenggana juga diketahui menguasai Tubah, Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan. Tapi, di balik kekuasaan Sultan Trenggono yang membawa Kerajaannya ke masa kejayaan, ada peristiwa yang cukup mengejutkan. Peristiwa tersebut juga memicu kemunduran atau runtuhnya Kerajaan Demak. 6
Berikut ini adalah beberapa peninggalan bersejarah Kerajaan Demak yangmasih utuh hingga saat ini: 1.Masjid Agung Demak Masjid ini terletak di Desa Kauman, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak Kota, Jawa Tengah.Masjid yang didirikan tahun 1479M, tetapimasih berdiri dengan kokoh sebab sudah dilakukan renovasi sebanyak beberapa kali. 2.MakamSunan Kalijaga Sunan Kalijagawafat tahun 1520, lalu dimakamkan di Desa Kadilangu berdekatan dengan kota Demak. 3. Pintu Bledek yang dibuat oleh Ki Agung Selo pada 1466 dan diyakinimampu menahan petir. 4. Dampar Kencana yang dulunya merupakan singgasana Raja Demak. 5. Piring Campa yangmerupakan hadiah dari ibunda -Raden Patah asal Cina. 6. Bedug dan kentongan Filosofi tentang kentongan yang berbentuk tapal kuda adalah sebagai pengingatwarga untuk dapat pergi kemasjid secepat naik kuda. Bedug dan Kentongan digunakan sebagai penanda akan dilakukannya ibadah shalat di setiapwaktunya. 1.6 Peninggalan Bersejarah 7
Sultan Trenggana diketahui pernah menyerang Panarukan, Situbondo yang saat itu dikuasai Kerajaan Blambangan (Banyuwangi) pada 1546. Sayangnya, saat kejadian itu terjadi insiden yang membuat Sultan Trenggana akhirnya terbunuh. Wafatnya Sultan Trenggana ini membuat tampuk kepemimpinan Kerajaan Demak diperebutkan. Pangeran Surowiyoto atau Pangeran Sekar berupaya untuk menduduki kekuasaan mengalahkan Sunan Prawata, putra Sultan Trenggana. Mengetahui hal itu, Sunan Prawata kemudian membunuh Surowiyoto hingga kemudian menduduki kekuasaan. Kejadian itu menyebabkan surutnya dukungan terhadap Sunan Prawata. Ia lalu memindahkan pusat kekuasaan Demak ke wilayah Pati, Jawa Tengah. Ia hanya berkuasa selama satu tahun karena dibunuh Arya Penangsang, putra Surowiyoto pada tahun 1547. Keruntuhan Kerajaan Demak disebabkan oleh pemberontakan Adipati Hadiwijaya, penguasa Pajang pada 1556. Pemberontakan Hadiwijaya disebabkan oleh Arya Penangsang yang membunuh Sunan Prawata dan Pangeran Kalinyamat. Pemberontakan Hadiwijaya disebabkan oleh Arya Penangsang yang membunuh Sunan Prawata dan Pangeran Kalinyamat. Pemberontakan Adipati Hadiwijaya menyebabkan runtuhnya Kerajaan Demak menjadi wilayah kekuasaan Kesultanan Pajang. 1.7 Keruntuhan 8
REFLEKSI • Dalam pengembangan agama Islam, Demak berperan penting. aspek yang di ambil dari keteladanan Raden Patah adalah sikap kerukunan,sikap toleransi dan sikap patuh kepada orangtua dan guru. • Bangunan-bangunan yang dibangun pada masa Kesultanan Demak, seperti Masjid Agung Demak, merupakan hasil akulturasi antara Hindu-Buddha dan Islam. Toleransi yang tinggi pada masa itu ternyata dapat mewujudkan suatu bangunan yang indah. Dapat disimpulkan bahwa toleransi tinggi sangat diperlukan bagi keberlangsungan hidup yang damai. • Menambah wawasan tentang sejarah kerajaan Islam serta perkembangannya di Indonesia. • Mengetahui alasan mengapa islam mudah diterima oleh pribumi dan cepat berkembang daripada agamaagama lain seperti Hindhu dan Buddha dikarennakan beberapa hal, diantaranya: Islam tidak mengenal kasta sehingga masyarakat hidup dengan tenang tanpa perbedaan yang membatasi, kedua Syarat memeluk islam sangat mudah, cukup dengan mengucapkan kalimat syahadat, ketiga tata cara peribadahan Islam sederhana dan alasan-alasan lainnya. • Mengetahui saluran penyebaran ajaran islam seperti saluran perdagangan, saluran perkawinan, saluran pendidikan, saluran ajaran tassawuf, saluran dakwah melalui wali songo, dan saluran kesenian. 9
BIOGRAFI PENYUSUN Perkenalkan Saya Andini Eka Ardianti Lahir di Surabaya pada tanggal 24 Februari 2005. Saya anak pertama dari 5 bersaudara. Saya menempuh pendidikan di SD Negeri Jimbaran Wetan Wonoayu kemudian melanjutkan SMP ke SMP Negeri 1 Sedati. Saat ini menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Waru Kelas XII Jurusan MIPA. Saya memiliki hobi mendengarkan musik juga sangat tertarik dalam bersosialisasi dengan orang banyak sehingga saya memiliki cita-cita menjadi seorang perawat. Belajar dan berdoa memang tak pernah luput dari aktivitas sehari-hari saya sebagai Hamba Allah SWT. Tugas ini merupakan pencapaian yang saya raih di kelas Xll ini. Disamping memenuhi tugas PAI ini diharapkan dapat menginformasikan masyarakat, menambah wawasan dan pengetahuan serta memberikan hikmah kepada semua orang. Saya berharap dengan mempelajari tugas ini, pembaca dapat lebih mengerti mengenai "Kerajaan Demak". 10
DAFTAR PUSTAKA •https://www.detik.com/jateng/budaya/d6084921/kerajaan-demak-sejarah-rajaraja-masa-kejayaan-dan-keruntuhannya •https://bobo.grid.id/amp/083570455/sej arah-kerajaan-demak-sebagai-tunassupremasi-kejayaan-nusantara-materiips?page=3 •https://man3jkt.sch.id/biografi-radenpatah/ •https://www.studocu.com/id/document/ss ekolah-menengah-atas-negeri-10-fajarharapan/audit/kerajaan-demak/36106383 •https://2.bp.blogspot.com/- M2BRG7sdhLE/WxcubUmQgHI/AAAAAAAAF Po/SfbVt4AgQg0drVmNr79shXGc5T69oW qmgCLcBGAs/s1600/Kerajaan%2Bdemak.j pg?hl=in_MM 11