SDN 1 damarjati Disusun oleh : Miftahatus Saidiyah, S.Pd.I, Gr kiki Si Kelinci Baik Hati
Di sebuah hutan yang rimbun, hiduplah berbagai jenis binatang dengan damai. Ada kelinci yang gesit, beruang yang kuat, burung yang berkicau merdu, dan masih banyak lagi. Mereka semua hidup rukun dan saling membantu, tanpa memandang perbedaan jenis, warna kulit, bentuk tubuh, dan sebagainya.
Di antara semua binatang, ada seekor kelinci kecil bernama Kiki yang hanya mau berteman dengan kelinci lain. Ia merasa lebih nyaman dan aman dengan teman-teman yang sama dengannya. Kiki tidak mau bergaul dengan binatang lain, seperti beruang, burung, atau bahkan ular.
Suatu hari, Kiki sedang bermain di hutan ketika ia melihat seekor anak burung yang terjatuh dari sarangnya. Anak burung itu ketakutan dan sendirian. Kiki merasa kasihan, tetapi ia ragu untuk menolongnya. Ia teringat bahwa anak burung itu bukan kelinci.
Akhirnya, Kiki memberanikan diri untuk menolong anak burung itu. Ia memanjat pohon dan mengembalikan anak burung itu ke sarangnya. Ibu burung sangat senang dan berterima kasih kepada Kiki. Kiki pun merasa senang karena ia telah membantu binatang lain. Terima kasih Kiki... Sama-sama
Sejak saat itu, Kiki mulai membuka diri untuk berteman dengan binatang lain. Ia belajar bahwa persahabatan tidak harus dengan sejenis saja. Kiki pun menjalin persahabatan dengan beruang, burung, ular, dan semua binatang di hutan.
Kiki dan teman-temannya sering bermain bersama di hutan. Mereka saling membantu dan menjaga satu sama lain. Kiki pun merasa lebih bahagia dan aman karena memiliki banyak teman.
Suatu hari, terjadilah kebakaran di hutan. Kiki dan temantemannya panik dan berusaha untuk melarikan diri. Kiki melihat seekor ular yang terjebak di dalam api. Kiki tidak tega melihat ular itu terbakar, ia pun berusaha untuk menyelamatkannya. Ayo cepat lari ! Kebakaran !!! Oh Tidak... Ular terjebak api
Kiki berhasil menyelamatkan ular itu dari api. Ular itu sangat berterima kasih kepada Kiki. Kiki pun merasa senang karena ia telah membantu ular itu, meskipun ular itu berbeda jenis dengannya.
Pesan Moral: Persahabatan tidak harus dengan sejenis saja. Kita harus berteman dengan siapa saja, tanpa memandang perbedaan suku, agama, jenis, warna kulit, dan sebagainya. Persahabatan yang tulus akan membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi semua.