The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mutawafi, 2022-07-21 20:54:25

ATP DASAR TEKNOLOGI FARMASI FASE E

ATP DASAR TEKNOLOGI FARMASI FASE E

Keywords: ATP,Farmasi

YAYASAN MUTIARA MULYA 5758

SMK MULYA HUSADA PURWOKERTO

Program: Teknik Elektronika Industri, Keperawatan dan Farmasi
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
Telp.: (0281) 6445210 Email: [email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

MATA PELAJARAN TEKNOLOGI FARMASI

Tahun Pelajaran 2022/2023

A. BAGIAN AWAL

1. IDENTITAS

Nama Sekolah : SMK MULYA HUSADA

Nama Guru : Uhti Mutawafi, S.Farm
Materi : Perkembangan Teknologi Dan Isu – Isu Global Di Dunia

Industry Farmasi Dan Obat - Obatan

Fase :E

Kelas/Program Keahlian : X/Dasar-Dasar Teknologi Farmasi

Alokasi Waktu : 58 JP

2. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE E

Domain/Elemen : Perkembangan teknologi dan isu – isu global di dunia

industry farmasi dan obat – obatan.

Capaian Pembelajaran :

Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami tentang perkembangan teknologi dan proses

produksi pada industry farmasi, mulai dari teknologi konvensional sampai dengan teknologi
modern; industry 4.0, teknologi digital di industry farmasi, Product Life Cycle, isu – isu global
tentang farmasi dan obat – obatan, Waste Control, dan aspek – aspek ketenagakerjaan.

Alur Tujuan Pembelajaran :

Tujuan Pembelajaran Elemen Perkembangan

Materi Teknologi Dan Isu – Isu Global Di Dunia Modul JP
10
Industry Farmasi Dan Obat - Obatan

Perkembangan 1. Peserta didik mampu menganalisis 2

teknologi dan proses perkembangan teknologi konvensional dan

produksi industri modern di bidang produksi pada industry
farmasi
farmasi serta Isu – isu

global tentang farmasi 2. Peserta didik mampu menganalisis
dan obat – obatan perkembangan penggunaan sediaan farmasi

di Indonesia

3. Peserta didik mampu mengkritik
perkembangan penggunaan obat – obatan

serta kebijakan pemerintah terkait dengan

kefarmasian

YAYASAN MUTIARA MULYA 5758

SMK MULYA HUSADA PURWOKERTO

Program: Teknik Elektronika Industri, Keperawatan dan Farmasi
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
Telp.: (0281) 6445210 Email: [email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

Industry 4.0, teknologi 1. Peserta didik mampu menganalisis 2 12

digital di industry perkembangan industry 4.0 di Indonesia

farmasi 2. Peserta didik mampu menganalisis

kebutuhan penggunaan digital marketing di

industry farmasi

3. Peserta didik mampu menggunakan

teknologi digital dalam keperluan marketing

di bidang industry farmasi

Product Life Cycle 1. Peserta didik mampu menganalisis 2 12

kebutuhan Product Life Cycle di industry

farmasi

2. Peserrta didik mampu menyimpulkan

tahapan Product Life Cycle di industry

farmasi

3. Peserta didik mampu mendesain strategi dan

managemen Product Life Cycle di industry

farmasi

Waste Control 1. Peserta didik mampu menyimpulkan limbah 2 12

farmasetik di fasilitas Kesehatan maupun

industry farmasi

2. Peserta didik mampu menegaskan prosedur

yang dibutuhkan untuk mengolah limbah

farmasi di fasilitas Kesehatan maupun

industry farmasi 2 12
Aspek – aspek 1. Budaya kerja di industry farmasis

ketenagakerjaan

Jumlah 58

3. CAPAIAN BERDASARKAN ELEMEN

Elemen Capaian

Perkembangan Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami tentang perkembangan

teknologi dan isu - teknologi dan proses produksi pada industry farmasi, mulai dari teknologi

isu global di dunia konvensional sampai dengan teknologi modern; industry 4.0, teknologi
industry farmasi dan digital di industry farmasi, Product Life Cycle, isu – isu global tentang
obat - obatan farmasi dan obat – obatan, Waste Control, dan aspek – aspek

ketenagakerjaan.

YAYASAN MU

SMK MULYA HUS

Program: Teknik Elektronika
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 K
Telp.: (0281) 6445210 Email: smkmulyahus

B. BAGIAN ISI/KOMPONEN

ELEMEN : Perkembangan teknologi dan isu – isu global di dunia industry fa

Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu 1. Peserta didik mampu menganalisis 1
2
menganalisis perkembangan perkembangan teknologi
3
teknologi dan proses produksi konvensional dan modern di
industri farmasi serta Isu – isu 1
global tentang farmasi dan obat – bidang produksi pada industry 2

farmasi

obatan 2. Peserta didik mampu menganalisis

perkembangan penggunaan

sediaan farmasi di Indonesia

3. Peserta didik mampu mengkritik
perkembangan penggunaan obat –

obatan serta kebijakan pemerintah

terkait dengan kefarmasian

Peserta didik mampu 1. Peserta didik mampu menganalisis

menganalisis industry 4.0, perkembangan industry 4.0 di

teknologi digital di industry Indonesia

farmasi 2. Peserta didik mampu menganalisis

kebutuhan penggunaan digital

marketing di industry farmasi

3. Peserta didik mampu

UTIARA MULYA 5758

SADA PURWOKERTO

Industri, Keperawatan dan Farmasi
Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
[email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

armasi dan obat – obatan. Modul Ajar Alokasi
Ruang Lingkup Materi Waktu

1. Produksi obat skala 1. Afkarina, N.W., Anwar., dan 10

industry dan non H.Hermawan. 2019. “Analisis 12

industry PLC (Product Life cycle) Pada

2. Alat produksi obat Home Made Industry Tas Pada
dan peracikannya Riin Bag Kecamatan Rambipuji
secara konvensional Jember”. Jawa timur: Fakultas
dan modern ekonomi Universitas
Muhammadiyah Jember.
3. Penggunaan obat 2. Hamdan. 2018. “Industri 4.0:
Pengaruh Revolusi Industri Pada
resep dan non resep

1. Perkembangan revolusi Kewirausahaan Demi
industry Kemandirian ekonomi”. Nusamba,
1, 3, hlm. 1-8.
2. Tantangan dan peluang
industry 4.0 di bidang 3. Kristyawan, A.P.S.P.,Resmi. M.,
farmasi dan Lusius. A.W. 2022. ”Review
Artikel : Pengaplikasian Internet
Of Things (Iot) Dalam Manufaktur

Industri Farmasi Di Era Industri

YAYASAN MU

SMK MULYA HUS

Program: Teknik Elektronika
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 K
Telp.: (0281) 6445210 Email: smkmulyahus

menggunakan teknologi digital 3
dalam keperluan marketing di

bidang industry farmasi 4

Peserta didik mampu 1. Peserta didik mampu menganalisis 1
2
menganalisis Product Life Cycle kebutuhan Product Life Cycle di
1
industry farmasi 2

2. Peserrta didik mampu

menyimpulkan tahapan Product

Life Cycle di industry farmasi

3. Peserta didik mampu mendesain

strategi dan managemen Product

Life Cycle di industry farmasi

Peserta didik mampu 1. Peserta didik mampu

menganalisis Waste Control menyimpulkan limbah farmasetik

di fasilitas Kesehatan maupun

industry farmasi

2. Peserta didik mampu menegaskan

prosedur yang dibutuhkan untuk

mengolah limbah farmasi di

UTIARA MULYA 5758

SADA PURWOKERTO

Industri, Keperawatan dan Farmasi
Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
[email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

3. Prinsip desain industry 4.0”. Farmaka. 1, 20, hlm. 105 –

4.0 di bidang farmasi 112.

4. Penerapan revolusi 4. Kurniawan. A.H, dan Y. Setiawan.
industry 4.0 dalam 2018. Pemasaran Farmasi. Jakarta:
manufaktur industry Kementrian Kesehatan republic
farmasi Indonesia.

5. Suharman, dan H.W.Murti. 2019.

1. Strategi pemasaran “Kajian Industri 4.0 Untuk 12
produk 12
Penerapannya di Indonesia”.

2. Keterkaitan siklus Manajemen Industri dan logistic,

hidup produk dengan 1, 3, hlm. 1-13.

strategi pemasaran 6. Widodo, S. 2018. “Strategi

Pemasaran Dalam Meningkatkan

Siklus Hidup Produk (Product Life
Cycle)”. Kajian ekonomi dan

1. Jenis – jenis limbah Kebijakan Publik, 1, 4, hlm. 84-
farmasetik industry 90.

farmasi

2. Pengolahan limbah

industry farmasi yang

baik dan benar

YAYASAN MU

SMK MULYA HUS

Program: Teknik Elektronika
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 K
Telp.: (0281) 6445210 Email: smkmulyahus

fasilitas Kesehatan maupun

industry farmasi

Aspek – aspek ketenagakerjaan 1. Peserta didik mampu menerapkan 1
budaya kerja dunia industry
dalam kehidupan sehari – hari

UTIARA MULYA 5758

SADA PURWOKERTO

Industri, Keperawatan dan Farmasi
Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
[email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

1. Budaya kerja di 12
industry farmasis

YAYASAN MU

SMK MULYA HUS

Program: Teknik Elektronika
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 K
Telp.: (0281) 6445210 Email: smkmulyahus

Total Alokasi

UTIARA MULYA 5758 58 JP

SADA PURWOKERTO

Industri, Keperawatan dan Farmasi
Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
[email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

Waktu

YAYASAN MUTIARA MULYA 5758

SMK MULYA HUSADA PURWOKERTO

Program: Teknik Elektronika Industri, Keperawatan dan Farmasi
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
Telp.: (0281) 6445210 Email: [email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

MATA PELAJARAN TEKNOLOGI FARMASI

Tahun Pelajaran 2022/2023

A. BAGIAN AWAL

1. IDENTITAS

Nama Sekolah : SMK MULYA HUSADA

Nama Guru : Uhti Mutawafi, S.Farm

Materi : Teknologi Dasar Kefarmasian

Fase : E

Kelas/Program Keahlian : X/Dasar-Dasar Teknologi Farmasi

Alokasi Waktu : 138 JP

2. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE E

Domain/Elemen : Teknologi Dasar Kefarmasian

Capaian Pembelajaran :

Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami melalui praktik dasar tentang proses

pembuatan obat, mencakup praktik laboratorium yang baik, praktik dasar pemilihan obat,

klasifikasi obat, dan jenis-jenis bentuk sediaan obat.

Alur Tujuan Pembelajaran :

Materi Tujuan Pembelajaran Elemen Teknologi Dasar Modul JP
Kefarmasian

Proses Pembuatan 1. Peserta didik mampu membuat sediaan obat 4 66
Obat pulveres sesuai dengan aturan pembuatan
pulveres yang baik dan benar

2. Peserta didik mampu membuat sediaan obat
pulveres sesuai dengan aturan pembuatan pulvis
yang baik dan benar

3. Peserta didik mampu membuat sediaan obat
pulveres sesuai dengan aturan pembuatan kapsul
yang baik dan benar

4. Peserta didik mampu membuat sediaan obat
pulveres sesuai dengan aturan pembuatan salep
yang baik dan benar

YAYASAN MUTIARA MULYA 5758

SMK MULYA HUSADA PURWOKERTO

Program: Teknik Elektronika Industri, Keperawatan dan Farmasi
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
Telp.: (0281) 6445210 Email: [email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

Praktik 1. Peserta didik mampu menggunakan buku standar 4 18

Laboratorium kefarmasian yang terdapat di laboratorium

Yang Baik farmasi
2. Peserta didik mampu menentukan alat – alat

laboratorium yang dibutuhkan selama praktikum

sesuai dengan fungsi dan kegunaannya
3. Peserta didik mampu menggunakan alat – alat

praktikum untuk mebuat sediaan farmasi sesuai

fungsi dan kegunaannya

Praktik Dasar 1. Peserta didik mampu menentukan obat yang 4 18

Pemilihan Obat digunakan dalam peracikan berdasarkan

kekuatan sediaan obat yang tersedia

Klasifikasi Obat 1. Peserta didik mampu menyimpulkan obat 4 18

antibiotik dan virustatika

2. Peserta didik mampu mengoreksi jenis obat yang

digunakan untuk penyakit simptomatis dan

kausal

Jenis-Jenis Bentuk 1. Peserta didik mampu menganalisis obat 4

Sediaan Obat. berdasarkan bentuk sediaan obat padat

2. Peserta didik mampu menganalisis obat

berdasarkan bentuk sediaan obat semi padat

2. Peserta didik mampu menganalisis obat 138
berdasarkan bentuk sediaan obat cair
Jumlah

3. CAPAIAN BERDASARKAN ELEMEN

ELEMEN CAPAIAN
Teknologi Dasar Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami melalui praktik
Kefarmasian dasar tentang proses pembuatan obat, mencakup praktik laboratorium
yang baik, praktik dasar pemilihan obat, klasifikasi obat, dan jenis-jenis
bentuk sediaan obat.

YAYASAN MU

SMK MULYA HUS

Program: Teknik Elektronika
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 K
Telp.: (0281) 6445210 Email: smkmulyahus

B. BAGIAN ISI/KOMPONEN

ELEMEN : Teknologi Dasar Kefarmasian

Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran

Peserta Didik Mampu 1. Peserta didik mampu membuat 1
Menganalisis Proses Pembuatan sediaan obat bentuk sediaan padat 2
Obat sesuai dengan aturan pembuatan 3
obat yang baik dan benar

2. Peserta didik mampu membuat
sediaan obat bentuk sediaan
setengah padat sesuai dengan
aturan pembuatan obat yang baik
dan benar

3. Peserta didik mampu membuat
sediaan obat bentuk sediaan cair
sesuai dengan aturan pembuatan
obat yang baik dan benar

UTIARA MULYA 5758

SADA PURWOKERTO

Industri, Keperawatan dan Farmasi
Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
[email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

Ruang Lingkup Materi Modul Ajar Alokasi
Waktu
1. Prosedur pembuatan 1. Afkarina, N.W., Anwar., dan
66

obat bentuk sediaan H.Hermawan. 2019. “Analisis

pulveres, pulvis, PLC (Product Life cycle) Pada

capsulae dan pillulae Home Made Industry Tas Pada

2. Prosedur pembuatan Riin Bag Kecamatan Rambipuji
Jember”. Jawa timur: Fakultas
obat bentuk sediaan ekonomi Universitas
Muhammadiyah Jember.
unguentum dan 2. Hamdan. 2018. “Industri 4.0:
Pengaruh Revolusi Industri Pada
suppositoria Kewirausahaan Demi

3. Prosedur pembuatan
obat bentuk sediaan
larutan, emulsi dan

suspense

YAYASAN MU

SMK MULYA HUS

Program: Teknik Elektronika
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 K
Telp.: (0281) 6445210 Email: smkmulyahus

Peserta Didik Mampu 1. Peserta didik mampu

Menganalisis Praktik menggunakan buku standar

Laboratorium Yang Baik kefarmasian yang terdapat di

laboratorium farmasi

2. Peserta didik mampu menentukan
alat – alat laboratorium yang

dibutuhkan selama praktikum

sesuai dengan fungsi dan

kegunaannya

4. Peserta didik mampu

menggunakan alat – alat praktikum

untuk mebuat sediaan farmasi

sesuai fungsi dan kegunaannya

Peserta Didik Mampu 1. Peserta didik mampu menentukan
Menganalisis Praktik Dasar
Pemilihan Obat obat yang digunakan dalam

peracikan berdasarkan kekuatan

sediaan obat yang tersedia

UTIARA MULYA 5758

SADA PURWOKERTO

Industri, Keperawatan dan Farmasi
Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
[email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

1. Prosedur penggunaan Kemandirian ekonomi”. Nusamba, 18
18
buku standar 1, 3, hlm. 1-8.

kefarmasian 3. Kristyawan, A.P.S.P.,Resmi. M.,
dan Lusius. A.W. 2022. ”Review
2. Fungsi dan kegunaan Artikel : Pengaplikasian Internet
alat – alat laboratorium Of Things (Iot) Dalam Manufaktur
Industri Farmasi Di Era Industri
farmasi skala 4.0”. Farmaka. 1, 20, hlm. 105 –

laboratorium

112.

4. Kurniawan. A.H, dan Y. Setiawan.

2018. Pemasaran Farmasi. Jakarta:

Kementrian Kesehatan republic

Indonesia.

1. Jenis – jenis obat 5. Suharman, dan H.W.Murti. 2019.

berdasarkan efek “Kajian Industri 4.0 Untuk

farmakologi obat Penerapannya di Indonesia”.

Manajemen Industri dan logistic,

1, 3, hlm. 1-13.

YAYASAN MU

SMK MULYA HUS

Program: Teknik Elektronika
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 K
Telp.: (0281) 6445210 Email: smkmulyahus

Peserta Didik Mampu 1. Peserta didik mampu
Menganalisis Klasifikasi Obat
menyimpulkan obat antibiotik dan
Peserta Didik Mampu
Menganalisis Jenis-Jenis Bentuk virustatika
Sediaan Obat.
2. Peserta didik mampu mengoreksi

jenis obat yang digunakan untuk

penyakit simptomatis dan kausal

1. Peserta didik mampu menganalisis

obat berdasarkan bentuk sediaan

obat padat

2. Peserta didik mampu menganalisis

obat berdasarkan bentuk sediaan

obat semi padat

3. Peserta didik mampu menganalisis

obat berdasarkan bentuk sediaan

obat cair

Total Alokasi Wa

UTIARA MULYA 5758

SADA PURWOKERTO

Industri, Keperawatan dan Farmasi
Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
[email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

1. Jenis -jenis obat 6. Widodo, S. 2018. “Strategi 18
18
antibiotic dan Pemasaran Dalam Meningkatkan
138
virustatika Siklus Hidup Produk (Product Life
Cycle)”. Kajian ekonomi dan

Kebijakan Publik, 1, 4, hlm. 84-

90.

1. Jenis dan contoh

bentuk sediaan obat

padat

2. Jenis dan contoh
bentuk sediaan obat
semi padat

3. Jenis dan contoh
bentuk sediaan obat
cair

aktu

YAYASAN MUTIARA MULYA 5758

SMK MULYA HUSADA PURWOKERTO

Program: Teknik Elektronika Industri, Keperawatan dan Farmasi
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
Telp.: (0281) 6445210 Email: [email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

A. BAGIAN AWAL

1. IDENTITAS

Nama Sekolah : SMK MULYA HUSADA

Nama Guru : Uhti Mutawafi, S.Farm
Materi : Perundang – Undangan Kesehatan

Fase :E

Kelas/Program Keahlian : X/Dasar-Dasar Teknologi Farmasi

Alokasi Waktu : 50 JP

2. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE E

Domain/Elemen : Undang-Undang Kesehatan

Capaian Pembelajaran :

Pada akhir fase E, peserta didik mampu menjelaskan regulasi tentang CDOB (Cara Distribusi Obat

yang Baik), CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional

yang Baik), dan PO (Penggolongan Obat).

Alur Tujuan Pembelajaran :

Materi Tujuan Pembelajaran Elemen Perundang – Modul JP
Undang Kesehatan

CDOB (Cara 1. Peserta didik mampu menjelaskan prinsip dan 5 2
5 2
Distribusi Obat yang Aspek – Aspek CDOB 5 2
5 2
Baik) 5 2
5 2
2. Peserta didik mampu mengidentifikasi 5 4

distribusi obat di PBF, rumah sakit, apotek,
pedagang eceran obat (PEO)

3. Peserta didik mampu menjelaskan jalur

distribusi obat bebas, obat bebas terbatas dan
obat keras

4. Peserta didik mampu melakukan simulasi

distribusi obat di PBF

5. Peserta didik mampu melakukan simulasi

distribusi obat di Apotek dan Pedagang
Eceran Obat (PEO)

6. Peserta didik mampu melakukan simulasi

distribusi obat di Rumah Sakit

CPOB (Cara 7. Peserta didik mampu menjelaskan Aspek –

Pembuatan Obat yang Aspek CPOB

Baik)

YAYASAN MUTIARA MULYA 5758

SMK MULYA HUSADA PURWOKERTO

Program: Teknik Elektronika Industri, Keperawatan dan Farmasi
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
Telp.: (0281) 6445210 Email: [email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

8. Peserta didik mampu menjelaskan peraturan 54
CPOB

9. Peserta didik mampu menerapkan CPOB di 54

CPOTB (Cara Industri Farmasi. 53
10. Peserta didik mampu menjelaskan Aspek –

Pembuatan Obat Aspek CPOTB

Tradisional yang 11. Peserta didik mampu mengidentifikasi 53
Baik) penggolongan obat tradisional.

12. Peserta didik mampu menerapkan pembuatan 5 4
obat tradisional sesuai dengan peraturan

CPOTB.

PO (Penggolongan 19. Peserta didik mampu menjelaskan 54

Obat) penggolongan obat berdasarkan perundang-

undangan.

20. Peserta didik mampu mengidentifikasi contoh 5 4
– contoh obat berdasarkan penggolongan obat

berdasarkan perundang-undangan

21. Peserta didik mampu menjelaskan 54

penggolongan obat narkotika dan psikotropika

sesuai dengan perundang-undangan

23. Peserta didik mampu mengidentifikasi contoh 5 6
obat sesuai dengan penggolongan narkotika

dan psikotropika sesuai dengan perundang-

undangan

Jumlah 50

3. CAPAIAN BERDASARKAN ELEMEN

ELEMEN CAPAIAN
Undang-Undang Pada akhir fase E, peserta didik mampu menjelaskan regulasi tentang
Kesehatan CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik), CPOB (Cara Pembuatan Obat
yang Baik), CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik), dan
PO (Penggolongan Obat).

YAYASAN MU

SMK MULYA HUS

Program: Teknik Elektronika
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 K
Telp.: (0281) 6445210 Email: smkmulyahus

B. BAGIAN ISI/KOMPONEN

1. ELEMEN : Undang – Undang Kesehatan

Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran

CDOB (Cara Distribusi Obat yang 1. Peserta didik mampu menjelaskan

Baik) prinsip dan Aspek – Aspek CDOB

2. Peserta didik mampu

mengidentifikasi distribusi obat di

PBF, rumah sakit, apotek, pedagang

eceran obat (PEO)

3. Peserta didik mampu menjelaskan

jalur distribusi obat bebas, obat bebas

terbatas dan obat keras

4. Peserta didik mampu melakukan

simulasi distribusi obat di PBF

5. Peserta didik mampu melakukan

simulasi distribusi obat di Apotek

dan Pedagang Eceran Obat (PEO)

6. Peserta didik mampu melakukan

simulasi distribusi obat di Rumah

Sakit

UTIARA MULYA 5758

SADA PURWOKERTO

Industri, Keperawatan dan Farmasi
Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
[email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

Ruang Lingkup Materi Modul Ajar Alokasi
Waktu
 Prinsip dan aspek-aspek  Meilina Kusiandri,S.Si.,Apt., 10 JP

CDOB Drs.Herno Agus Purwanto.,

 distribusi obat di PBF, Apt., Th.Hetty Nurwidayati,

rumah sakit, apotek, S.Si., Apt., 2014,
pedagang eceran obat
(PEO) ”PERUNDANG-UNDANGAN

KESEHATAN” Kompetensi

 jalur distribusi obat bebas, Keahlian Farmasi, EGC,

obat bebas terbatas dan Jakarta

obat keras  Direktorat Pembinaan SMK,
2013, “PERUNDANG–

UNDANGAN
KESEHATAN”Jilid 2, Jakarta

YAYASAN MU

SMK MULYA HUS

Program: Teknik Elektronika
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 K
Telp.: (0281) 6445210 Email: smkmulyahus

CPOB (Cara Pembuatan Obat 1. Peserta didik mampu menjelaskan A
yang Baik) Aspek – Aspek CPOB P

2. Peserta didik mampu menjelaskan P
peraturan CPOB P

3. Peserta didik mampu menerapkan F

CPOB di Industri Farmasi

CPOTB (Cara Pembuatan Obat 1. Peserta didik mampu menjelaskan A
Tradisional yang Baik) Aspek – Aspek CPOTB P

PO (Penggolongan Obat) 2. Peserta didik mampu P
mengidentifikasi penggolongan obat P
tradisional.
F

3. Peserta didik mampu menerapkan
pembuatan obat tradisional sesuai
dengan peraturan CPOTB.



1. Peserta didik mampu menjelaskan
penggolongan obat berdasarkan
perundang-undangan.

2. Peserta didik mampu

UTIARA MULYA 5758

SADA PURWOKERTO

Industri, Keperawatan dan Farmasi
Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
[email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

Aspek-aspek CPOB  Meilina Kusiandri,S.Si.,Apt., 12 JP
10 JP
Peraturan mengenai Cara Drs.Herno Agus Purwanto., Apt., 18 JP

Pembuatan Obat yang Baik Th.Hetty Nurwidayati, S.Si., Apt.,
Penerapan CPOB di pabrik
Farmasi 2014, ”PERUNDANG-

UNDANGAN KESEHATAN”

Kompetensi Keahlian Farmasi,

EGC, Jakarta

Aspek-aspek CPOB  Direktorat Pembinaan SMK, 2013,
“PERUNDANG–UNDANGAN
KESEHATAN”Jilid 2, Jakarta

Peraturan mengenai Cara  Meilina Kusiandri,S.Si.,Apt.,
Pembuatan Obat yang Baik
Penerapan CPOB di pabrik Drs.Herno Agus Purwanto., Apt.,
Farmasi
Th.Hetty Nurwidayati, S.Si., Apt.,

2014, ”PERUNDANG-

UNDANGAN KESEHATAN”

Kompetensi Keahlian Farmasi,

EGC, Jakarta

Pengertian, contoh obat  Direktorat Pembinaan SMK, 2013,
bebas, obat bebas “PERUNDANG–UNDANGAN
terbatas, obat keras, KESEHATAN”Jilid 2, Jakarta

dan obat wajib apotek

YAYASAN MU

SMK MULYA HUS

Program: Teknik Elektronika
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 K
Telp.: (0281) 6445210 Email: smkmulyahus

mengidentifikasi contoh – contoh 

obat berdasarkan penggolongan obat

berdasarkan perundang-undangan

3. Peserta didik mampu menjelaskan 

penggolongan obat narkotika dan

psikotropika sesuai dengan

perundang-undangan

4. Peserta didik mampu 
mengidentifikasi contoh obat sesuai
dengan penggolongan narkotika dan
psikotropika sesuai dengan
perundang-undangan

Total Alokasi

UTIARA MULYA 5758

SADA PURWOKERTO

Industri, Keperawatan dan Farmasi
Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
[email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

Pengertian, contoh obat  Meilina Kusiandri,S.Si.,Apt.,

Narkotika dan Drs.Herno Agus Purwanto., Apt.,

Psikotropika Th.Hetty Nurwidayati, S.Si., Apt.,
Logo dari masing
masing penggolongan 2014, ”PERUNDANG-

UNDANGAN KESEHATAN”

obat dan peraturannya Kompetensi Keahlian Farmasi,

sesuai peraturan EGC, Jakarta

perundang-undangan  Direktorat Pembinaan SMK, 2013,
Obat Tradisional “PERUNDANG–UNDANGAN
KESEHATAN”Jilid 1, Jakarta

Waktu 50 JP

YAYASAN MUTIARA MULYA 5758

SMK MULYA HUSADA PURWOKERTO

Program: Teknik Elektronika Industri, Keperawatan dan Farmasi
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
Telp.: (0281) 6445210 Email: [email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

A. BAGIAN AWAL

1. IDENTITAS

Nama Sekolah : SMK MULYA HUSADA

Nama Guru : Uhti Mutawafi, S.Farm

Materi : Tanaman Obat

Fase :E

Kelas/Program Keahlian : X/Dasar-Dasar Teknologi Farmasi

Alokasi Waktu :

2. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE E

Domain/Elemen : Tanaman Obat

Capaian Pembelajaran :
Pada akhir fase E, peserta didik mempu menjelaskan tentang jenis – jenis tanaman obat Indonesia

(Simplisia), fungsi empiris dan cara pengolahannya.

Alur Tujuan Pembelajaran :

Materi Tujuan Pembelajaran Elemen Tanaman Obat Modul JP
Nama simplisia 10
1. Peserta didik mampu menganalisis nama – nama 6

dan nama latin tanaman obat Indonesia (simplisia) dengan benar

tanaman obat

Khasiat tanaman 1. Peserta didik mampu mendiagnosis fungsi 6 12

obat dan tanaman obat Indonesia (simplisia) secara

kandungan zat empiris beserta dengan kandungan zat berkhasiat

berkhasiat utama utamanya dengan tepat.

Pengolahan 1. Peserta didik mampu menganalisis prosedur 6 16

tanaman obat penyulingan tanaman obat

2. Peserta didik mampu melakukan pengolahan

tanaman obat Indonesia sesuai prosedur dengan

tepat

Uji organoleptis 1. Peserta didik mampu menganalisis uji 6 38

tanaman obat organoleptis terhadap olahan tanaman obat

2. Peserta didik dapat melakukan uji organoleptis

terhadap olahan tanaman obat

Jumlah 76

YAYASAN MUTIARA MULYA 5758

SMK MULYA HUSADA PURWOKERTO

Program: Teknik Elektronika Industri, Keperawatan dan Farmasi
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
Telp.: (0281) 6445210 Email: [email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

3. CAPAIAN BERDASARKAN ELEMEN

ELEMEN CAPAIAN
Tanaman Obat Pada akhir fase E, peserta didik mempu menjelaskan tentang jenis – jenis

tanaman obat Indonesia (Simplisia), fungsi empiris dan cara

pengolahannya.

YAYASAN MU

SMK MULYA HUS

Program: Teknik Elektronika
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 K
Telp.: (0281) 6445210 Email: smkmulyahus

B. BAGIAN ISI/KOMPONEN Tujuan Pembelajaran
ELEMEN : Tanaman Obat
1. Peserta didik mampu 1
Capaian Pembelajaran
menganalisis nama – nama
Peserta Didik Mampu
Menganalisis Nama simplisia tanaman obat Indonesia
dan nama latin tanaman obat

(simplisia) dengan benar

Peserta didik mampu 1. Peserta didik mampu 1

menganalisis khasiat tanaman mendiagnosis fungsi tanaman obat

obat dan kandungan zat Indonesia (simplisia) secara

berkhasiat utama empiris beserta dengan kandungan

zat berkhasiat utamanya dengan

tepat.

UTIARA MULYA 5758

SADA PURWOKERTO

Industri, Keperawatan dan Farmasi
Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
[email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

Ruang Lingkup Materi Modul Ajar Alokasi
Waktu
1. Nama simplisia dan 1. Anonym. 2015. Daftar Tanaman
10
nama latin tanaman Kategori Lowrisk. Jakarta:
obat Indonesia yang Badan Pengawas Obat dan 12
terdaftar sebagai low Makanan Republik Indonesia.
risk Diambil tanggal 7 Juni 2022,

dari e-Registration (pom.go.id)

1. Kegunaan 2. Anonym. 2017. “Formularium
tanaman

Ramuan Obat Tradisional Indonesia”.

obat Indonesia serta Jakarta: Keputusan Menteri

kandungan zat Kesehatan Republik Indonesia No.

berkhasiat utama HK.01.07/MENKES/187/2017.

yang terdaftar 3. Anonym. 2017. “Farmakope Herbal

sebagai tanaman obat Indoneisa Edisi II”. Jakarta:

low risk

Pengolahan tanaman obat YAYASAN MU
Uji organoleptis tanaman obat
SMK MULYA HUS

Program: Teknik Elektronika
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 K
Telp.: (0281) 6445210 Email: smkmulyahus

1. Peserta didik mampu menganalisis 1
prosedur penyulingan tanaman

obat

2. Peserta didik mampu melakukan 2
pengolahan tanaman obat

Indonesia sesuai prosedur dengan

tepat

1. Peserta didik mampu menganalisis 1
uji organoleptis terhadap olahan 2
tanaman obat

2. Peserta didik dapat melakukan uji
organoleptis terhadap olahan
tanaman obat

Total Alokasi Wa

UTIARA MULYA 5758

SADA PURWOKERTO

Industri, Keperawatan dan Farmasi
Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
[email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

1. Jenis – jenis Kementrian Kesehatan Republik 16
38
penyulingan tanaman Indonesia 76

obat sederhana 4. Hakim, Luchman. 2015. “REMPAH

2. Prosedur penyulingan DAN HERBA KEBUN-
PEKARANGAN RUMAH
tanaman obat MASYARAKAT: Keragaman,
Sumber Fitofarmaka Dan Wisata
sederhana

Kesehatan-Kebugaran”. Yogyakarta:

1. Analisis uji Diandra Creative.

organoleptis olahan

tanaman obat

Indonesia

2. Prosedur uji
organoleptis olahan
tanaman
indonesia obat

aktu

YAYASAN MU

SMK MULYA HUS

Program: Teknik Elektronika
Jl. Raya Baturraden Timur No. 57 K
Telp.: (0281) 6445210 Email: smkmulyahus

Mengetahui
Kepala Sekolah Smk Mulya Husada

Indra Margi Prasetyo, S.Pd.,Gr
NIK. 01 0712 2910

UTIARA MULYA 5758

SADA PURWOKERTO

Industri, Keperawatan dan Farmasi
Karangcegak Sumbang Banyumas 53183
[email protected] Website: smkmulyahusada.sch.id

Banyumas, Juli 2022
Guru Mata Pelajaran

Uhti Mutawafi, S.Farm.
NIK. 03 0717 1404


Click to View FlipBook Version