DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................................. ii
DAFTAR ISI................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1
A. LatarBelakang ................................................................................................ 1
B. Tujuan ............................................................................................................ 2
C. Manfaat .......................................................................................................... 2
BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN........................................................................ 3
A. Hasil ................................................................................................................ 3
1. Alatdanbahan ............................................................................................ 3
2. Cara kerja .................................................................................................. 3
B. Pembahasan..................................................................................................... 4
BAB III PENUTUP ..................................................................................................... .5
A. Kesimpulan ..................................................................................................... 5
B. Saran ............................................................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. .6
BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Pengertian air yaitu suatu zat yang tersusun dari unsur kimia hidrogen
dan oksigen dan berada dalam bentuk gas, cair, dan padat.Air adalah salah satu
senyawa yang paling banyak dan penting.Cairan yang tidak berasa dan tidak berbau
pada suhu kamar, memiliki kemampuan penting untuk melarutkan banyak zat
lainnya.
Air menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari kehidupan semua
makhluk hidup.Tubuh manusia sendiri terdiri dari 60-70% air.Oleh sebab itu,
penting bagi kita untuk memiliki asupan air yang cukup setiap harinya untuk
menggantikan air yang hilang.Air juga menjadi ragam kebutuhan lain dalam
kehidupan sehari-hari, misalnya untuk mengolah makanan, mencuci piring dan
pakaian kotor, serta membersihkan diri. Namun apakah air itu dan apa saja senyawa
yang menyusunnya? Meski air tampaknya bening dan tak berbau, namun secara
ilmiah ia tersusun dari beberapa senyawa.Dalam jumlah kecil air tampak tidak
berwarna, tetapi air sebenarnya memiliki warna biru intrinsik yang disebabkan oleh
sedikit penyerapan cahaya pada panjang gelombang merah.
Air ditemukan dalam tiga bentuk berbeda di Bumi, yaitu gas, padat, dan
cair.Bentuk air tergantung pada suhu.Air di planet kita mengalir sebagai cairan di
sungai, dan samudra dalam bentuk padat seperti es di Kutub Utara dan Selatan dan
merupakan gas (uap) di atmosfer.Air juga berada di bawah tanah dan di dalam
tumbuhan dan hewan.Semua makhluk hidup membutuhkan air dalam beberapa
bentuk untuk bertahan hidup di Bumi.Orang bisa hidup berminggu-minggu tanpa
makanan, tetapi hanya bisa hidup beberapa hari tanpa air.
Molekul air terdiri dari dua atom hidrogen, masing-masing
dihubungkan oleh ikatan kimia tunggal ke atom oksigen.Sebagian besar atom
hidrogen memiliki inti yang hanya terdiri dari proton. Dua bentuk isotop, deuterium
dan tritium, di mana inti atomnya juga mengandung satu dan dua neutron, masing-
masing ditemukan dalam kadar kecil dalam air. Meskipun rumusnya (H2O) tampak
sederhana, air menunjukkan sifat kimia dan fisik yang sangat kompleks.Misalnya,
titik lelehnya, 0 derajat C (32 derajat F), dan titik didihnya, 100 derajat C (212
derajat F), jauh lebih tinggi daripada yang diharapkan jika dibandingkan dengan
senyawa analog, seperti hidrogen sulfida dan amonia.
Sikap lilin merupakan salah satu teknik dasar dalam olahraga senam
lantai.Senam lantai atau juga disebut floor exercise memiliki banyak manfaat bagi
kesehatan tubuh antara lain melatih kelincahan tubuh, memperkuat otot lengan dan
kaki, serta meningkatkan kekuatan jantung dan melancarkan sirkulasi aliran darah.
Senam lantai pun menjadi materi pembelajaran pendidikan jasmani,
olah raga, dan kesehatan (PJOK) bagi anak sekolah, baik di sekolah dasar,
menengah maupun atas. Ragam gerakan senam lantai meliputi sikap lilin,
handstand dan headstand, guling ke depan (forward roll), guling ke belakang (back
roll), guling lenting (neck spring), kayang, dan juga loncat harimau.Teknik dasar
senam lantai termasuk gerakan yang sulit dilakukan.Oleh karenanya, dibutuhkan
keterampilan dan kekuatan tubuh dalam melakukannya.
Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti
oleh bahan bakar padat yang mudah terbakar.Sebelum abad ke-19, bahan bakar
yang digunakan biasanya adalah lemak sapi (yang banyak mengandung asam
stearat).Sekarang yang biasanya digunakan adalah parafin.Sebelum penemuan
penerangan listrik, lilin dan lampu minyak biasa digunakan untuk penerangan.Di
daerah tanpa listrik, lilin masih digunakan secara rutin sebagai salah satu sumber
penerangan.Dengan menyebarnya penerangan listrik, saat ini lilin lebih banyak
digunakan untuk keperluan estetika, misalnya perayaan ulang tahun, pewangi
ruangan, makan malam yang romantis, tujuan keagamaan atau ritual, penerangan
darurat saat listrik padam, dan sebagainya.
Untuk menyalakan lilin, sumber panas yang umumnya berasal dari
nyala api atau korek api digunakan untuk menyalakan sumbu lilin yang meleleh
dan menguapkan sedikit demi sedikit bahan bakar lilin. Setelah menguap, bahan
bakar yang tergabung dengan oksigen di atmosfer membentuk nyala api yang
konstan. Nyala api ini memberikan panas yang cukup untuk menjaga lilin tetap
menyala hingga bahan bakarnya habis.
B. Tujuan
1. Menambahpengetahuanbagicalon guru
2. Menambahkreativitascalon guru
tentangsainsdandapatmemanfaatkanalatsederhanadisekitarlingkunganpesertadi
dik
3. Dari eksperimensainsinicalon guru
dapatmelilahatminatdanperkembangandarimasing-
masingpesertadidiksertakekompakanpesertadidik.
C. Manfaat
1. Memberikanpengetahuanawaltentangsainspadapesertadidik
2. Pesertadidikdapatmemenfaatkanalatdilingkunganpesertadidik
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
1. Alat dan bahan
• Gelas
• Lilin
• Korek api
• Air
• Piring
• Pewarna pangan
2. Cara Kerja
a. Sebelum mengisi mangkok /baskom dengan air, letakkan sebatang lilin
pada mangkok/baskom tersebut pada posisi berdiri.
b. Isi mangkuk dengan air kira-kira setengah tinggi lilin.
c. Nyalakan lilin.
d. Letakkan gelas secara terbalik untuk menutupi nyala lilin.
e. Amati apa yang terjadi.
B. Pembahasan
Nyala lilin akan terlihat melemah secara perlahan dan kemudian
padam.Bersamaan dengan hal itu, akan terlihat ketinggian permukaan air di dalam
gelas akan meningkat sehingga lebih tinggi dari permukaan air di luar gelas.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Nyala api pada lilin akan melemah dan kemudian padam karena proses
pembakaran memerlukan oksigen, semakin lama oksigen di dalam gelas akan
berkurang karena digunakan untuk proses pembakaran lilin. Saat oksigen habis di
dalam gelas habis maka tidak dapat terjadi proses pemakaran lagi sehingga api
benar-benar padam.
Permukaan air di dalam gelas akan sedikit naik disebabkan karena
jumlah oksigen di dalam gelas berkurang dan dan menyebabkan tekanan udara
di dalam gelas turun. Turunnya tekanan udara di dalam gelas akan menyebabkan
permukaan air dalam gelas naik sehingga lebih tinggi dari permukaan air di luar
gelas.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Oksigen sangat berpengaruh dalam proses kelangsungan hidup manusia,
hewan, dan tumbuhan. Semua makhluk hidup membutuhkan Oksigen untuk
mempertahankan hidupnya.
Manusia dan hewan membutuhkan oksigen untuk bernafas. Tumbuhan
membutuhkan oksigen untuk proses fotosintesis. Makhluk hidup bias mati tanpa
adanya oksigen, karena sumber utama makhluk hidup mampu bertahan hidup
adalah oksigen.
Begitu juga dengan proses pembakaran pada lilin. Lilin akan tetap menyala jika
lilin berada pada tempat terbuka dan cukup udara. Jika lilin yang menyala itu kita
tutup menggunakan gelas (misalnya), dalam waktu 4 detik, api itu akan padam.
B. Saran
Dalampembuataneksperimenapi yang padamcalon guru
harusmemperhatikanhal-halberbahayacontohnyasaatmeletahkan gelas di atas lilin
yang sedang menyala karenananti akan menimbulkan luka bakar pada anak, jika
anak tidak bisa berhati-hati dalam proses eksperimen ini.
Peran guru dan orang tua sangat di perlukan ketika anak-anak sedang
melangsungkan eksperimen sains seperti ini.
DAFTAR PUSTAKA
https://m.merdeka.com/sumut/pengertian-air-fungsi-karakteristik-beserta-sumbernya-
kln.html?page=3
http://eprints.polsri.ac.id/1249/3/BAB%20II.pdf
http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/3969/3/BAB%20II.pdf
Kelompok:14
KrisninaDwiAnggreani(153417023)
SitiIrtiaAsmahanMarada(153419024)
Selpi(153419012)
PRAKTIKUM SAIN
EKSPERIMENAWANDALAM GELAS
egiatanPraktikum
1.JudulPercobaan :AwanDalam Gelas
2.Tujuan :MengamatiAwanDalam Gelas
3.AlatDanBahan
Gelas
Esbatu
Korekapi
Airpanas
CaraKerja
Diamkanairpanasbeberapasaat
Setelahitubuangsetengahairkedalam kelasyanglain
Setelahitunyalakankorekapilalumasukkankedalam gelas
Setelahituletakkaanesbatudiataspermukaangelastersebut
Tunggubeberapasaatawanbuatanakanmuncul
Pembahasan
Eksperimeniniterjadikarenaawaniniterbentukkarenaapidanjugaair
panasdidalam gelasmemanaskangelas.Uapairyangbasahakannaikkebagian
atasgelasdanbertemudenganudarayangdingindariesbatu.Saatuappanasdan
dingininibertemu,makamerekaakanmenciptakantitik-titikairyangberbentukawan.
Jikakitamengamatiawanhati-hati,kitaakanmelihatbahwaawanaakanberputardi
sekitardalam gelasberputar-putarinidisebabkanolehsirkulasiudara yaituudara
hangatnaikdanudaradingintenggelam.
Anak usia 4-6 tahun beberapa anak mungkin sudah mulai
memasukiinstitusibermain,sepertiplaygroupatautamankanak-kanak.
Pada masa ini,anak sebisa mungkin harus dilibatkan dalam banyak
kegiatan agarmembantu mengembangkan otot-ototanak.Eksperimen
ini bisa membantu anak dalam keingintahuan dan melibatkan
kekompakan kelompok anak-anak dalam proses pembuatan awan
dalam gelas.
Interaksinya dengan lingkungan juga akan semakin luas
ssehingga perkembangan bahasanya semakin baik. Anak mampu
memahami pembicaraan orang lain dan mampu mengungkapkan
pikirannyayaitudenganmelakuakaneksperimeninianakmengertiapa
yangdisamapaikanolehgurudanbisamemberikanpertanyaantentang
eksperimenawandalam gelas.
Darisisikognitif,perkembanganusiadinidifaseinisangatpesat.
Salah satunya ditunjukkan dengan rasa keingintahuan anak terhadap
lingkungan sekitarnya dan sering bertanya tentang semua halyang
dilihatnya.Contohnya awan saat dia berada diluar rumah dengan
melakukan eksperimen awan dalam gelas anak akan menunjukan
keingintahuantentangterbentuknyaawan.
Nurfadila Pulumoduyo
Amalia Kartika Mohama
Nadiya Umar
Anizah Sulistiyana
PRAKTIKUM SAINS
EKSPERIEMN SUSU WARNA MENARI
Kegiatan Praktikum
1. Judul percobaan : Eksperimen Susu Warna Menari
2. Tujuan : Mengamati Susu Warna Menari
3. Alat dan Bahan :
• Alat
1. Piring
2. Cotton bad
• Bahan
1. Susu full cream
2. Tiga perwarna makanan(merah, ungu, biru)
3. Sunlight
4. Teori Dasar : Lemak dan protein yang ada di susu sangat sensitif pada
perubahan larutan yang ada di sekitarnya. Nah, sabun cuci piring punya sifat
untuk bisa melemahkan ikatan kimia yang menahan lemak dan protein yang larut
pada susu.Sabun punya dua kutub yang berbeda, yaitu hidrofilik yang bersifat
menarik air dan bisa larut dalam air. Sedangkan ujung satunya disebut
hidrofobik, yang menjauhi air, sehingga ujung ini menempel di gumpalan lemak
pada susu.Kemudian yang membuat pewarna makanan jadi terlihat menari adalah
karena molekul lemak pada susu akan saling menekuk, berbelok, dan berputar ke
segala arah saat ada sabun yang masuk ke susu. Karena molekul lemak pada susu
terlihat bergerak ke segala arah, hal inilah yang kemudian membuat pewarna
yang diteteskan pada susu terlihat menari.
5. Cara Kerja :
✓ Langkah pertama yaitu tuangkan susu ke dalam piring sampai mengisi
sepertempat ketinggiannya.
✓ Pastikan susu menyebar dengan sempurna di seluruh permukaan
piring.Kemudian tuangkan dua sampai tiga tetes setiap warna dari
pewarna makanan ke atas susu.
✓ Biarkan pewarna makanan berada di atas susu tanpa diaduk.Setelah itu,
ambil cotton bud dan celupkan ujungnya ke dalam sabun cuci piring
yang sudah disediakan.
✓ Setelah kapas pada cotton bud terlumuri dengan sabun cuci, tekan
ujung cotton bud ke tetesan pewarna makanan yang ada di atas susu
pada piring.
Dekumentasi :
Nur Anisa Korua
Nur Afni Rahmatia Moha
Wika Triani
Praktikum Sains
Eksperimen Menyatukan Air dan Minyak
1. Judul Percobaan : Eksperimen menyatukan air dan minyak
2. Tujuan : Untuk mengetahui proses terjadinya pencampuran air
minyak dan sabun
3. Alat dan Bahan
• Air
• Minyak
• Sabun
• Gelas
• Sendok
4. Kajian Teori
Air memiliki berat jenis lebih berat dari minyak,maka bila dicampur,air akan ada
di bawah dan minyak akan ada di atas. Air bersifat polar artinya struktur air
memiliki bagian yang memiliki kecenderungan bermuatan positif (kutub positif)
dan bagian lainnya memiliki kecenderungan bermuatan negatif (kutub negatif).
Sementara itu minyak bersifat nonpolar (tidak memiliki kutub). Oleh karenanya,
air dan minyak tidak bisa bercampur.
Sabun merupakan zat yang terdiri dari dua bagian. Bagian kepala bernama
hydrophilic dan bagian ekor bernama hydrophobic. Bagian kepala detergen yang
bernama hydrophilic bersahabat dengan air, jadi mereka bisa bersatu dengan air.
Nah, kalau bagian ekor yang bernama hydrophobic bersahabatnya dengan minyak.
Jadi, ia hanya akan bersatu dengan minyak.
5. Prosedur/Cara Kerja
Letakkan gelas berisi air di atas meja
Tuang minyak pada gelas yang sama dengan air tadi
Setelah itu tambahkan sabun dalam campuran minyak dan air
Aduk secara rata menggunakan sendok
Perhatikan campuran yang terjadi dalam gelas
6. Dokumentasi
Kelompok : 9
Sukma Olii
Magfira pagatan
Astuti Nur
PRAKTIKUM SAINS
EXPERIMEN TELUR MENGAPUNG DI AIR GARAM
KegiatanPraktikum
1. JudulPercobaan : ExperimenTelurMelayang di Air Garam
2. Tujuan :MengamatiTelurMengapung di Air
3. Alat Dan Bahan :
Alat
Gelas yang besardanpanjang
Bahan
Telur yang Baik
Air
Garam
4. TeoriDasar
Sebuah benda yang di celupkan kedalam zat cair akan terapung jika berat benda (W) lebih
kecil dari gaya keatas (FA). Pada saat air di beri 4-5 sendok garam dan di aduk secara perlahan –
lahan maka telur akan mengapung karena massa jenis air lebih besar dari pada jenis telur Air
garam memiliki jenis yang lebih besar dari ai, semakin tinggi masa jenis cairan maka akan
semakin mudah suatu benda megapung di atasny.
Hukum Archimedes mengatakan bahwa ‘ jika suatu benda di celupkan kedalam suatu zat
cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan berartnya zat cair
yang terdesak oleh benda tersebut.benda menjadi lebih ringan bila di ukur dalam air dari pada di
udara karena dalam air, benda mendapat gaya ke atas. Sementara ketika di udara, benda memiliki
berat yang sesungguhnya.
5. Cara Kerja
Tuangkan air kegelashinggasetengahpenuh
Tambahkangaramsebanyakmugkin
Perlahan – lahandanhati – hati, tambahkan air hinggapenuh
Masukantelurperlahan
Wahyuni Ma'ruf
Resti Restno Sari
Sri Wahyuni Kohongia
PRAKTIKUM SAINS PAUD/TK
SAWI BERWARNA
Kegiatan Praktikum
1. Judul Percobaab : Sawi Berwarna
2. Tujuan : untuk mengetahui bahwa sayur membutuhkan air dan daya serap
3. Alat dan Bahan:
Gelas plastik
Air
Pewarna makanan
Daun sawi putih
4. Teori Dasar : Sawi putih berubah warna saat direndam air pewarna
selama 2 jam karena zat warna dalam air tersebut masuk
kedalam sel-sel sawi putih. Selain itu, pada batang sawi
terdapat pembuluh xilem yang berfungsi mengangkut air dan
mineral, sehingga air pewarna tersebut ikut terangkut oleh
xilem dan tersebar ke sel-sel sawi
5. Cara Kerja :
1. larutkan beberapa tetes pewarna makanan pada air dlm gelas plastik
2. kami memanfaatkan 6 warna hasil dr experiment warna primer dan
sekunder
3. masukkan 1 helai daun sawi putih ke dalam masing-masing air berwarna
tadi
4. diamkan beberapa jam
Kami melakukan pagi hari dan hasilnya sudah terlihat pada sore harinya. Dan
tarrrraaaaa, jadilah sawi warna warni yang cantik.
Pada experiment science kali ini, mengajarkan mengenai proses osmosis atau
penyerapan air oleh tanaman. Dipermudah dengan adanya warna, bahwa air
bergerak karena adanya proses osmosis pada tumbuhan.
PRAKTIKUM SAINS
EKSPERIMEN es batu air dan minyak
Kegiatan praktikum
1. Judul percobaan : Eksperimen es batu air dan minyak
2. Tujuan :Mengamati perubahan dari ketiga tersebut
3. Alat dan Bahan :
• Alat
Tempat pop ice
Gelas
• Bahan
Minyak
Air
Es batu
4. Teori Dasar :
Pada dasarnya perubahan ini sangat besar dan memiliki perbedaan yang kuat mengapa
demikian karena es batu yang berada pada gelas berisi air terlihat terapung sedangkan
es batu yang berada pada gelas berisi air dan minyak terlihat melayang atau berada di
posisi tengah dan es batu yang berada pada gelas berisi air terlihat cepat mencair.
5. Cara Kerja :
✓ Langkah pertama yaitu tuangkan air ke dalam gelas sampai mengisi
sepertempat ketinggiannya.
✓ Langkah 2 tuangkan setengah air dan minyak kedalam gelas tersebut
✓ Langkah ketiga yaitu tuangkan minya kedalam gelas tersebut