The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Sakinah Kadir, 2023-03-19 19:20:18

lkpd sholat jamak

lkpd sholat jamak

LKLK LKPD BERBASIS AKM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS VII SEMESTER 2 NAMA : KELAS : NO ABSEN : MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDI PEKERTI KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2021


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK PERTEMUAN 1 Mata Pelajaran : PENDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI (PAIBP) Kelas/Semester : VII / 2 Kompetensi Inti : 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya Kompetensi Dasar : 310.Memahami ketentuan solat Jama’ Qoshor Materi Pokok : 1. Sholat Jamak qoshor Indikator : 1. Menjelaskan pengertian salat jama' qasar. ( C2 ) 2. Menerangkan syarat-syarat salat jama' qasar ( C2 ) 3. Menjelaskan macam-macam salat yang bisa dijamak dan atau di qasar.]( C2 ) 4. Menunjukkan tata cara salat jama' qasar. ( C2 ) Waktu : 3 x 40 Menit A. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah memperhatikan penjelasan guru, membaca buku siswa halaman 140-151 memperhatikan tayangan video dan bahan bacaan yang relevan, peserta didik diharapkan mampu: 1. Menjelaskan pengertian salat jama' qasar 2. Menerangkan syarat-syarat salat jama' qasar 3. Menjelaskan macam-macam salat yang bisa dijamak dan atau di qasar 4. Menunjukan contoh tatacara sholat jama’ dan qoshor B. MATERI PEMBELAJARAN 1. Shalat Jamak 2. Shalat Qasar 3. Shalat wajib yang boleh di jamak dan qoshor C. SUMBER BELAJAR PESERTA DIDIK 1. Buku Siswa Penerbit Kemendikbud Edisi Revisi 2017 Halaman 140-151 2. Video Pembelajaran dengan alamat link


3. Kajian materi dalam web: 4. PPT tentang sholat jamak qoshor D. KEGIATAN PESERTA DIDIK BERBASIS AKM 1. Bacalah wacana berikut ini! Jenis Teks : Teks Fiksi (Sastra) Kompetensi : Memahami (interpret and integrate) a.Berdasarkan wacana di atas, perhatikan pernyataan berikut ini dan selanjutnya “ Klik” pada kolom “ya” atau “tidak”. Pernyataan Ya Tidak Jika mendengar panggilan sholat yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim segera berwudhu untuk melaksanakan sholat Tidak perlu membayangkan Baitullah ada di depanmu, Sirat alMustaqim di bawah kakimu, surga di sebelah kananmu, neraka di sebelah kirimu, dan malaikat maut berdiri di belakangmu saat akan sholat Untuk dapat sholat khusuk tidak perlu suci jasmani dan rohani ketika kita melaksanakan salat SIKAP SEORANG MUSLIM SAAT MELAKSANAKAN SHOLAT Suatu hari ada seseorang yang mendatangi kediaman Halim bin Ashim. Orang tersebut ingin bertanya kepada Halim bin Ashim tentang sikap yang seharusnya ditunjukkan seorang muslim ketika telah datang waktu salat. “Segera berwudu jika waktu salat tiba dan menuju masjid,” jawab Hatim bin Ashim. “Setelah itu apa yang harus kita lakukan?” orang tersebut bertanya kembali. “Duduklah beberapa menit sehingga seluruh tubuhmu merasa tenang. Ketika melaksanakan salat, bayangkan seolah-olah Baitullah ada di depanmu, Sirat al-Mustaqim di bawah kakimu, surga di sebelah kananmu, neraka di sebelah kirimu, dan malaikat maut berdiri di belakangmu. Pikirkan seolah-olah ini salat terakhirmu dan selalu berharap cemas karena salat yang kamu lakukan belum tentu diterima oleh Allah Swt.,” jawab Halim bin Ashim Mendengar jawaban Halim bin Ashim yang demikian jelas, orang yang bertanya merasa puas. Setelah pertemuan tersebut, ia selalu berusaha melaksanakan salat tepat waktu. Tindakan itulah yang hendaknya dilakukan oleh setiap muslim, apabila mendengar panggilan Allah Swt. Maka bersegera untuk memenuhi panggilannya. Melaksanakan salat harus dalam keadaan suci lahir dan batin. Ketika jasmani dan rohani kita suci maka dapat melaksanakan salat dengan khusyuk. Oleh karena itu, setiap muslim wajib melaksanakan salat dengan sungguhsungguh agar mendapat pahala dari Allah Swt. Sumber : Kisah Teladan Rosululloh,Para Sahabat ,dan orang-orang Shaleh. Mitra Pustaka.2013


a. Setiap muslim wajib melaksanakan salat dengan sungguh-sungguh agar mendapat pahala dari Allah Swt. Setuju Tidak setuju Alasan b. Manakah pernyataan berikut ini yang benar? Silahkan “Klik” pada kotak yang disediakan! Seseorang mendatangi Halim bin Ashim Kalau akan sholat tidak perlu suci lahir bathin Untuk dapat sholat dengan khusuk maka harus tenang Lakukan sholat seakan ini sholat yang terakhir 2. Bacalah dengan cermat wacana berikut ini! SHOLAT DALAM PERJALANAN Dalam bepergian, ada beberapa keringanan (rukhsah) dalam beribadah yang diberikan oleh agama islam untuk meringankan dan memudahkan melaksanakan ibadah . Salah satu keringanan tersebut adalah pelaksanan ibadah sholat dengan cara qashar (dipendekkan) dan dengan cara jamak (menggabung dua sholat dalam satau waktu). Dengan demikian pelaksanaan sholat dalam perjalanan, atau disebut “sholatus safar”, dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut : 1. Melakukan dengan sempurna (dilakukan seperti biasanya saat dirumah.) 2. Qashar, yaitu sholat yang semestinya empat rakaat diringkas atau dipendekkan menjadi dua roka’at. 3. Jama’, yaitu mengumpulkan dua sholat, Dikerjakan dalam satu waktu. Para ulama berbeda pendapat mengenai manakah yang lebih utama dalam melaksanakan sholat saat bepergian, apakah dengan sempurna seperti biasa ataukah dengan qashar? [1]. Pendapat pertama mengatakan qashar shalat saat bepergian hukumnya wajib. Pendapat ini diikuti : mazhab Hanafiyah, Shaukani, Ibnu Hazm dan dari ulama kontemporer Albani. Hamad bin Abi Sulaiman dan Imam Malik. Pendapat ini menyandar kepada dalil hadist riwayat Ibnu Umar r.a. beliau berkata:”Aku menemani Rasulullah s.a.w. dalam bepergian, beliau tidak pernah sholat lebih dari dua rakaat sampai beliau dipanggil Allah” (Bukhari Muslim). [2]. Pendapat kedua mengatakan bahwa melakukan sholat dengan cara qashar saat bepergian hukumnya sunnah. Pendapat ini diikuti oleh mazhab Syafii dan Hanbali dan mayoritas ulama berbagai mazhab. Dalil pendapat ini adalah ayat al-Qur’an: “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.” Ayat ini dengan jelas menyatakan “tidak mengapa” yang berarti tidak keharusan. [3]. Pendapat ketiga mengatakan bahwa makruh hukumnya menyempurnakan sholat saat bepergian dan sangat disunnahkan untuk melakukan qashar. Alasannya, bahwa qashar merupakan kebiasaan Rasulullah s.a.w. dan merupakan sunnah, meninggakan sunnah merupakan perkara makruh. Rasulullah s.a.w. juga mengatakan dalam sebuah hadist yang sangat masyhur:” Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku melakukannya sholat”. CARA SHOLAT QASHAR Pelaksanaan sholat qashar sama seperti sholat biasa, hanya saja, sholat yang semestinya empat roka’at yaitu dhuhur, ashar, dan isya’, di ringkas menjadi dua roka’at dengan niat qashar pada waktu takbirotul ihram.


SYARAT-SYARAT QASHAR Orang yang sedang bepergian (musafir), diperbolehkan melakukan sholat dengan qashar, apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1. Bukan bepergian maksiat, seperti bepergian dengan tujuan mencuri, dan lain-lain. 2. Jarak yang akan ditempuh, sedikitnya berjarak kurang lebih 80,64 km 3. Mengetahui hukum diperbolehkannya qashar. 4. Sholat yang di qashar berupa sholat empat roka’at. Yakni Dhuhur, Ashar dan Isya’ 5. Niat qashar pada saat takbirotul ihram. 6. Tidak bermakmum/berjama’ah kepada orang yang tidak sedang melakukan qashar sholat. 7. Tidak berniat mukim untuk jangka waktu lebih dari tiga hari tiga malam di satu tempat. JAMA’ SHOLAT (MENGGABUNG DUA SHOLAT) Menjama’ sholat adalah melakukan sholat Dhuhur dan Ashar dalam salah satu waktu kedua sholat tersebut secara berturut-turut, atau melaksanakan sholat Maghrib dan Isya’ dalam salah satu waktu kedua sholat tersebut secara berturut-turut. Maka sholat dengan cara jama’ ada dua macam: 1. Jama’ taqdim. Yaitu mengumpulkan sholat dhuhur dan sholat ashar dalam waktu dhuhur, atau sholat maghrib dan sholat isya’ dalam waktu maghrib. 2. Jama’ ta’khir. Yaitu mengumpulkan sholat dhuhur dan sholat ashar dalam waktu ashar, atau sholat maghrib dan sholat isya’ dalam waktu isya’. HUKUM JAMA’ Para ulama juga berbeda pendapat mengenai diperbolehkannya jama’ sholat. Mayoritas ulama mengatakan jama’ sholat hukumnya boleh dan merupakan hak musafir. Karena hukumnya boleh maka seorang musafir boleh malakukan jama’ dan boleh tidak melakukannya. Melakukannya dengan keyakinan mengikuti Rasululah s.a.w. adalah kesunahan. Dalil-dalil yang menunjukkan dipebolehkannya jama’ adalah antara lain: [1]. Hadist riwayat Bukhari dari Anas bin Malik r.a. belaiau berkata bahwa Rasulullah s.a.w menggabung sholat Maghrib dan Isya’ pada saat bepergian. [2]. Hadist riwayat Muslim dari Muadz beliau berkata: kami bepergian bersama Rasulullah s.a.w. untuk perang Tabuk, beliau melakukan sholat Dhuhur dan Ashar secara digabung dan begitu juga dengan sholat Maghrib dan Isya’. [1] hadist Anas bin Malik r.a.: Rasulullah s.a.w. ketika bepergian sebelum matahari condong ke barar, beliau mengakhirkan sholat dhuhur di waktu ashar, lalu beliau berhenti dan sholat keduanya. Apabila beliau berangkat setelah masuk waktu sholat maka beliau sholat dulu lalu memulai perjalanan”. (h.r. Bukhari Muslim). [2] Hadist Ibnu Umar r.a. berkata: suatu hari aku dimintai pertolongan oleh salah satu keluarganya yang tinggal jauh sehingga beliau melakukan perjalanan, beliau mengakhirkan maghrib hingga waktu isya’ kemudian berhenti dan melakukan kedua sholat secara jama’, kemudian beliau menceritakan bahwa itu yang dilakukan Rasulullah s.a.w. ketika menghadapi perjalanan panjang. SHOLAT YANG BOLEH DI JAMA’ DAN DIQOSHOR JAMA ‘ duhur dengan Ashar, Magrib dengan Isya QOSHOR duhur,ashar,dan Isya


Jenis Teks : Teks Informasi (Fakta) Kompetensi: Memahami (interpret and integrate) Berdasarkan wacana di atas, kerjakan tugas berikut ini! a. Lengkapi tabel berikut! Pernyataan Uraian Mengumpulkan dua sholat dalam satu waktu Meringkas jumlah rokaat dalam sholat Sholat ashar dikerjakan diwaktu dhuhur Sholat magrib dikerjakan diwaktu isya b. Pasangkan pernyataan A dengan pernyataan B secara benar c. Apakah kalian pernah melaksanakan sholat secara jama’maupun qoshor saat dalam perjalanan Pernah Tidak Penah Alasan: 3. Disiplin dalam beribadah a. Perhatikan Wacana berikut ini! Dalil melaksanakan sholat jamak qoshor Magrib Sholat yang tidak bisa di qoshor Surat An-nisa 101 Pasangan sholat jamak duhur duhur Ashar Rizwan telah mempelajari ketentuan mengqasar dan menjamak salat dalam pelajaran PAI dan Budi Perketi. Rizwam memahami pelajarin dengan baik. Rizwan menjadi tahu bahwa agama Islam memberikan kemudahan bagi umatnya untuk menjalankan ibadah . Salah satunya dalam melaksanakan salat fardu. Kemudahan tersebut merupakan wujud pentingnya melaksanakan salat fardu. Oleh karena itu.Rizwan harus selalu menjalankan ibadah tersebut dalam keadaan apapun. Kemudahan tersebut melatih umat islam menjadi disiplin dalam menjalankan semua perintah Allah SWT. Setelah membaca cerita di atas., bagaimana sikap yang sebaiknya ditunjukkan Rizwan ? Sumber: Buku PR siswa hal 77


Melaksanakan ibadah sholat tepat waktu dapat melatih kedisiplinan Setuju Tidak setuju Jelaskan alasanmu! b. Berdasarkan stimulus di atas, pernyataan berikut ini apakah merupakan fakta atau opini dengan cara memberi centang “v” pada kotak yang disediakan! Pernyataan Fakta Opini Rizwam memahami pelajaran PAIBP dengan baik Agama Islam memberikan kemudahan bagi umatnya untuk menjalankan ibadah . Salah satunya dalam ibadah sholat 5 waktu Rizwan harus selalu menjalankan ibadah tersebut dalam keadaan apapun. Kemudahan tersebut melatih umat islam menjadi disiplin dalam menjalankan semua perintah Allah SWT.


Click to View FlipBook Version