SETS
MODEL PROJECT
BASED
LEARNING
BAHAN AJAR
SMK
PROGRAM KEAHLIAN PEMASARAN
DISUSUN OLEH
NAITA NOVIA SARI
PPG DALJAB 2022
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
KOMPETENSI DASAR
3.9 Menganalisis gejala pemanasan global dan dampaknya bagi kehidupan serta lingkungan
4.9 Mengajukan ide/gagasan penyelesaian masalah pemanasan global sehubungan dengan gejala
dan dampaknya bagi kehidupan serta lingkungan
PETA KONSEP
PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan global adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peningkatan suhu
rata rata atmosfer Bumi dan lautan secara bertahap, serta sebuah perubahan yang diyakini secara
permanen mengubah iklim Bumi. Pemanasan global disebabkan oleh beberapa faktor sebagai
berikut.
SOLUSI MENGATASI PEMANASAN GLOBAL
Berikut ini hasil kesepakatan Dunia Internasional dalam upaya penanggulangan dampak
pemanasan global:
1. IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change)
Pada tahun 1988, Badan PBB untuk lingkungan (United Nations Environment Programme)
dan organisasi meteorologi dunia (World Meteorology Organization) mendirikan sebuah panel
antar pemerintah untuk perubahan iklim yang dikenal dengan IPCC (Intergovernmental Panel on
Climate Change) yang terdiri atas 300 lebih pakar perubahan iklim dari seluruh dunia. IPCC
bersekretariat di Jenewa (Swiss) dan bertemu satu tahun sekali di sebuah rapat pleno yang
membahas tiga hal utama:
a. Informasi ilmiah mengenai perubahan iklim
b. Dampak, adaptasi dan kerentanan
c. Mitigasi perubahan iklim
Pada tahun 1990 dan 1992, IPCC menyimpulkan bahwa penggandaan jumlah gas rumah
kaca di atmosfer mengarah pada konsekuensi serius bagi masalah sosial, ekonomi, dan sistem alam
di dunia. Selain itu, IPCC menyimpulkan bahwa emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari
aktivitas manusia juga memberikan kontribusi pada gas rumah kaca alami dan akan menyebabkan
atmosfer bertambah panas. IPCC memperkirakan penggandaan emisi gas rumah kaca akan
menyebabkan pemanasan global sebesar 1,5 – 4,5 derajat celcius.
Majelis umum PBB menanggapi seruan IPCC dengan secara resmi membentuk sebuah
badan negosiasi antar pemerintah, yaitu Intergovernmental Negotiating Commitee(INC) untuk
merundingkan sebuah konvensi mengenai perubahan iklim. Laporan IPCC terakhir tahun 2007
secara garis besar terdiri dari:
PEMANASAN GLOBAL
a. Laporan Kelompok Kerja I dikeluarkan pada Februari 2007, menekankan bahwa manusia
adalah penyebab utama peningkatan gas rumah kaca (GRK) di lapisan udara.
b. Laporan Kelompok Kerja II mengenai dampak dan adaptasi perubahan iklim dikeluarkan awal
April 2007, membeberkan perkiraan ancaman bencana di banyak negara apabila tidak
dilakukan upaya segera untuk mengurangi kegiatan yang dapat menyebabkan pemanasan
global.
c. Laporan kelompok kerja III yang dikeluarkan Mei 2007 menganalisis proses pengurangan
emisi karbon yang sudah dan harus dilakukan, dan strategi adaptasi untuk bertahan terhadap
dampak perubahan iklim yang tidak bisa dihindari.
2. Protokol Kyoto
Protokol Kyoto diadopsi pada sesi ketiga Konferensi Pihak Konvensi (UNFCCC) pada
1997 di Kyoto, Jepang. Semua pihak dalam UNFCCC dapat menanda tangani atau meratifikasi
Protokol Kyoto, sementara pihak luar tidak diperbolehkan. Negara-negara yang meratifikasi
protokol ini berkomitmen untuk mengurangi emisi/pengeluaran karbon dioksida dan lima gas
rumah kaca lainnya, atau bekerja sama dalam perdagangan emisi jika mereka menjaga jumlah atau
menambah emisi gas-gas tersebut, yang telah dikaitkan dengan pemanasan global. Jika sukses
diberlakukan, Protokol Kyoto diprediksi akan mengurangi rata-rata cuaca global antara 0,02 °C
dan 0,28 °C pada tahun 2050. Menurut rilis pers dari Program Lingkungan PBB:
“Protokol Kyoto adalah sebuah persetujuan sah di mana negara-negara perindustrian akan
mengurangi emisi gas rumah kaca mereka secara kolektif sebesar 5,2% dibandingkan dengan
tahun 1990 (namun yang perlu diperhatikan adalah jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah
emisi pada tahun 2010 tanpa protokol, target ini berarti pengurangan sebesar 29%). Tujuannya
adalah untuk mengurangi rata-rata emisi dari enam gas rumah kaca : karbon dioksida, metan,
nitrous oxide, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC yang dihitung sebagai rata-rata selama masa
lima tahun antara 2008 – 2012. Targer nasional berkisar dari pengurangan 8% untuk Uni
Eropa, 7% untuk AS, 6% untuk Jepang, 0% untuk Rusia, dan penambahan yang diizinkan
sebesar 8% untuk Australia dan 10% untuk Islandia”.
PEMANASAN GLOBAL
3. Asia Pacific Partnership on Clean Development and Climate (APPCDC)
Asia Pacific Partnership on Clean Development and Climate (APPCDC) merupakan
kerjasama internasional yang bersifat sukarela antara Australia, Kanada, India, Jepang, Republik
Rakyat Cina, Korea Selatan yang mengumumkan pembentukannya pada tanggal 28 Juli 2005,
Menteri Luar Negeri, Lingkungan dan Energi dari negara-negara peserta sepakat untuk bekerja
sama dalam pengembangan dan transfer teknologi yang memungkinkan pengurangan emisi gas
rumah kaca yang bersesuaian dengan UNFCC dan perangkat internasional lainnya seperti Protokol
Kyoto.
4. Protokol Montreal
Protokol Montreal adalah sebuah traktat internasional yang dirancang untuk melindungi
lapisan ozon, dengan meniadakan produksi sejumlah zat yang diyakini bertanggung jawab atas
berkurangnya lapisan ozon. Traktat ini berlaku sejak 1 Januari 1989. Traktat ini difokuskan pada
beberapa kelompok senyawa hidrokarbon, halogen, yang diyakini memainkan peran penting
dalam penipisan lapisan ozon. Semua zat tersebut memiliki klorin atau bromin.
Lalu, langkah nyata apa yang dapat kita lakukan dalam keseharian untuk mengurangi pemanasan
global?
Gambar berikut ini menunjukkan keseharian yan dapat kita lakukan untuk mengurangi
dampak pemanasan global.
Gambar 1. Upaya-Upaya Penanggulangan Pemanasan Global; (a) Menghemat Listrik dengan mematikan
lampu/peralatan elektronik yang tidak perlu; (b) Gerakan Menanam Pohon; (c) Pelestarian Hutan
PEMANASAN GLOBAL
Tindakan yang lebih baik dalam mengatasi, mengurangi, dan mencegah pemanasan global
adalah dengan mengubah perilaku manusia. Karena pemahaman tentang pemanasan global yang
ditanamkan hari ini berdampak besar pada generasi mendatang. Berikut ini adalah beberapa upaya
yang dapat dilakukan dalam mengurangi pemanasan global, antara lain:
a. Hemat Listrik
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa gas rumah kaca itu didominasi dari karbondioksida
(CO2). Sebagian besar dari CO2 dihasilkan dari pembangkit listrik yang berbahan bakar fosil.
Dengan demikian, jika kita berhemat listrik maka secara tidak langsung kita mengurangi kadar
CO2 di atmosfer. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam menghemat listrik antara lain : matikan
peralatan listrik jika sudah tidak digunakan, menggunakan barang elektronik yang low watt (daya
listrik rendah), matikan lampu pada saat tidur, mengoptimalkan sinar matahari pada siang hari
sebagai penerangan di dalam rumah, dan sebagainya.
b. Menanam Pohon
CO2 digunakan tanaman untuk berfotosintesis, maka penanaman pohon dalam jumlah
banyak akan menjadi solusi untuk mengurangi jumlah CO2 di atmosfer.
c. Melestarikan Hutan
Hutan memiliki banyak fungsi antara lain : sebagai paru-paru dunia yang menyuplai
Oksigen, sumber keanekaragaman hayati karena hutan merupakan tempat hidup berbagai jenis
flora dan fauna, sumber cadangan air, dan sebagainya. Fungsi hutan begitu penting terutama dalam
mengurangi dampak pemanasan global. Oleh sebab itu, kita perlu menjaga dan melestarikan hutan.
Pengalihan fungsi hutan untuk lahan produktif seperti perkebunan kelapa sawit, lahan pertanian
harus dilakukan dengan bijak dan memperhatikan prinsip-prinsip kelestarian. Membuka lahan
produktif dengan cara membakar hutan dapat mengakibatkan dampak lingkungan yang serius.
Oleh sebab itu, pemerintah perlu membuat kebijakan yang jelas dan tegas mengenai kelestarian
lingkungan hidup. Pelaku pembakaran hutan harus ditindak tegas dengan hukuman yang berat agar
pelakunya jera karena akibat perbuatan mereka berdampak pada kehidupan orang banyak.
PEMANASAN GLOBAL
Gambar 2. Upaya-Upaya Penanggulangan Pemanasan Global;
(d) Mengurangi penggunaan mobil dengan beralih ke transportasi umum;
(e) Gas Freon yang digunakan pada mesin pendingin penggunaannya sudah mulai dikurangi;
(f) Energi Surya sebagai salah satu energi alternatif yang dapat menggantikan energi berbahan bakar fosil.
d. Mengurangi Penggunaan Mobil dan Uji Emisi Kendaraan Bermotor
Mobil sebagai penyumbang sumber CO2 terbesar di perkotaan, juga perlu diantisipasi
dengan mengubah perilaku orang. Penggunaan mobil pribadi menjadi penyumbang CO2 terbesar
bila tidak ada pengaturan penggunaan mobil pribadi dengan baik. Selain itu, pengecekan rutin uji
emisi kendaraan bermotor dapat meminimalisir jumlah gas buangan CO2. Mesin kendaraan yang
tidak dirawat dengan baik akan menyebabkan pembakaran pada mesin menjadi tidak sempurna.
Akibatnya performa kendaraan bermotor menjadi kurang baik, terlebih lagi gas buangan hasil
pembakaran menjadi lebih banyak.
e. Mengurangi penggunaan bahan perusak Ozon
Penggunaan bahan perusak ozon seperti yang biasa digunakan pada bahan pelarut dan
pembersih, alat pendingin (kulkas dan AC), hair spray, semprotan nyamuk, dan sebagainya secara
berlebihan menyebabkan bolongnya lapisan ozon sehingga menimbulkan terjadinya pemanasan
global. Penggunaan bahan perusak ozon dapat dikurangi dengan beberapa cara antara lain :
mengurangi penggunaan AC atau memilih produk elektronik pendingin yang bebas freon,
mengurangi penggunaan hair spray, penyemprot cat ataupun semprotan nyamuk yang berbahan
aerosol.
PEMANASAN GLOBAL
f. Penggunaan Energi Alternatif Baru
Selama ini sebagian besar energi listrik kita dihasilkan dari pembakaran batubara ataupun
minyak bumi yang menghasilkan gas rumah kaca. Penggunaan energi terbaharui dengan
memanfaatkan tenaga air, angin, dan panas bumi dapat mengurangi produksi CO2 yang dilepas ke
udara. Energi nuklir juga dapat menjadi sebuah energi alternatif untuk mengurangi pemanasan
global meskipun masih kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya.
Masih banyak hal-hal kecil yang dapat kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global
yaitu: mengurangi penggunaan tissue dengan menggunakan sapu tangan, menggunakan kertas
secara efisien dan lain-lain. Semakin banyak penggunaan tissue dan kertas, berarti semakin banyak
pohon yang ditebang untuk membuat bahan bakunya sehingga hutan semakin gundul.
Mari kita pikirkan bersama langkah nyata lainnya yang dapat kita perbuat untuk
mengurangi pemanasan global. Mulailah dari hal yang kecil dan bermanfaat.
PEMANASAN GLOBAL
RANGKUMAN
1. Kesepakatan internasional tentang pemanasan global:
a. IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change)
b. Protokol Kyoto
c. Asia Pacific Partnership on Clean Development and Climate (APPCDC)
d. Protokol Montreal
2. Upaya yang dapat dilakukan dalam mengurangi pemanasan global:
a. Hemat listrik
b. Menanam pohon
c. Melestarikan hutan
d. Mengurangi Penggunaan Mobil dan Uji Emisi Kendaraan Bermotor
e. Mengurangi penggunaan bahan perusak Ozon
f. Penggunaan Energi Alternatif Baru
PEMANASAN GLOBAL
SOAL PEMANTAPAN
1. Untuk menanggulangi pemanasan global Anda harus mengurangi kebergantungan pada bahan bakar
fosil, karena ….
a. Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan gas CO2 yang dapat menyerap radiasi ultraviolet yang
membawa energi panas sehingga menyebabkan peningkatan temperature di permukaan bumi
b. Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan sisa pembakaran berupa gass CO2 yang dapat
menyerap dan memantulkan Kembali radiasi panas inframerah ke permukaan bumi sehingga
menyebabkan peningkatan temperature di permukaan bumi
c. Pembakaran bahan bakar fosil mengubah CO2 menjadi O2
d. Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan panas yang dapat meningkatkan temperature di udara
e. Pembakaran bahan bakar fosil menyerap O2 di udara yang menyebabkan CO2 di udara meningkat,
sehingga dapat meningkatkan temperature di permukaan bumi
2. Polisi lalu lintas sedang berupaya untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor yang
sekarang jumlahnya sudah mulai mencapai ambang batas. Maka dari itu, mereka akan menyeleksi
mobil-mobil yang layak digunakan untuk mengurangi dampak pemanasan global namun tidak
merugikan para pemilik mobil. Beberapa kriteria mobil yang masih layak adalah sebagai berikut:
(1) Ramah lingkungan
(2) Menghasilkan emisi gas buang yang sedikit
(3) Memiliki saringan gas karbon dioksida
Dari kriteria di atas, manakah mobil di bawah ini yang sudah tidak layak lagi untuk digunakan
dikarenakan dapat merusak lingkungan?
a. Mobil keluaran tahun yang lama
b. Mobil bertenaga hybrid
c. Mobil keluaran tahun terbaru
d. Mobil bertenaga listrik
e. Mobil tenaga surya
3. Di bawah ini yang bukan merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk menganggulangi adanya
pemanasan global adalah ....
a. Menambah transportasi
b. Penghematan energy
c. Menggunakan energi alternative
d. Mengolah sampah yang ada
e. Reboisasi hutan
PEMANASAN GLOBAL
4. Kerusakan lapisan ozon adalah salah satu dampak dari efek rumah kaca yang dapat ditangani dengan
cara …
a. Membuat UU penebangan liar
b. Reboisasi
c. Membakar hutan
d. A dan B benar
e. Semua salah
5. Salah satu upaya pemerintah dalam menangani pemanasan global yaitu ...
a. Rumah sehat
b. Program keluarga berencana
c. Penanaman seribu pohon
d. Penebaran benih ikan
e. Bantuan siswa miskin (BSM)
KUNCI JAWABAN
1. B
2. A
3. A
4. D
5. C
PEMANASAN GLOBAL
DAFTAR PUSTAKA
Kanginan, Marthen. 2017. Fisika Untuk SMA/MA. Jakarta, Erlangga. Pengetahuan
Rufaida, Sufi Ani dan Sarwanto. 2013. Fisika Peminatan Mataematika dan Ilmu
Alam untuk SMA/MA. Surakarta: Mediatama.
Sutejo. 2018. IPA SMK/MK Kelas X. Jakarta. Yudhistira.
Wijaya, Agus Fany Chandra. 2019. Pendalaman Materi Ilmu Pengetahuan Alam Modul 1.
Pembelajaran IPA dan Konsep IPBA Kegiatan Belajar 4: Tata Surya dan Pemanasan
Global. Kementerian Pendiidkan dan Kebudayaan.
PEMANASAN GLOBAL