RINI NURDILIANTI INGGIT PRASETYO U. YULIA SRI UTAMI ANINDHYTA PUTRI MOHAMMAD ALI SIDIK INOVASI MATERI INOVASI MATERI KELOMPOK 2 KURIKULUM: 1994 KTSP 13 MERDEKA
KURIKULUM 1994 Kurikulum 1994 juga disebut dengan K-94 adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh, dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia yang dipakai sejak tahun ajaran 1994/95 hingga 2003/04. Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kurikulum 1994 juga disebut dengan K-94 adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh, dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia yang dipakai sejak tahun ajaran 1994/95 hingga 2003/04. Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. KURIKULUM 1994
Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. KURIKULUM 1994 Kurikulum sebelumnya dalam satu Tahun Pelajaran Semester 1 Semester 2 Catur Wulan 1 Catur Wulan 3 Catur Wulan 2
KURIKULUM 1994 Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak.
KURIKULUM 1994 Aspek Isi atau Materi Pada kurikulum 1994 materi yang diberikan terkesan overload, sehingga yang terjadi pengulangan-pengulangan materi. Bukan saja hal ini menyebabkan pemborosan waktu, tenaga dan pikiran, namun juga kebosanan/kejenuhan pada diri anak mencapai titik kulminasinya. Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi) Kurikulum 1994 bersifat populis, yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar.
KURIKULUM 1994 Dalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen, divergen (terbuka, dimungkinkan lebih dari satu jawaban), dan penyelidikan. Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa, sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.
KURIKULUM 1994 Pengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak, dari hal yang mudah ke hal yang sulit, dan dari hal yang sederhana ke hal yang komplek. Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman siswa.
KTSP KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri atas pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan dan silabus.
LATAR BELAKANG KTSP 1.Bergulirnya otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan 2.Kebijakan -kebijakan yang mendukung 3.Teori pengembanagn kurikulum
1.Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. 2.Struktur dan muatan kurikulum. 3.Kalender Pendidikan 4.Pengembangan Silabus 5.Mata Pelajaran Kurikulum SD memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri 6. KOMPONEN KTSP
Substansi Mata Pelajaran IPA dan IPS merupakan IPA terpadu dan IPS terpadu 1. Pembelajaran kelas 1 s.d 3 dengan pendekatan tematik sedangkan kelas 4-6 dengan pendekatan mata pelajaran. 2. Muatan Lokal merupakan kegiatann kurikuller untuk mengembangkan kompetensi yang disesaikan dengan ciri khas dan potensi daerah 3. Pengembangan diri bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat peserta didik 4.
KURIKULUM 2013 Kurikulum 2013 (K-13/Kurtilas) merupakan kurikulum yang diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum 2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Dimulai pada pertengahan tahun 2013. Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dan sebagainya sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika. mata pelajarannya dibagi menjadi kelompok A dan kelompok B. Kelompok A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspek intelektual dan afektif, sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor
KURIKULUM 2013
KURIKULUM 2013 Tema 1 Subtema 1 Organ Gerak Hewan
KURIKULUM MERDEKA Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
KURIKULUM MERDEKA Kurikulum Merdeka terdiri dari : 1.Kegiatan intrakurikuler 2.Projek penguatan profil pelajar Pancasila 3.Ekstrakurikuler. Alokasi jam pelajaran pada struktur kurikulum dituliskan secara total dalam satu tahun dan dilengkapi dengan saran alokasi jam pelajaran jika disampaikan secara reguler/mingguan. Selain itu, terdapat penyesuaian dalam pengaturan mata pelajaran yang secara terperinci dijelaskan dalam daftar tanya jawab per jenjang.
PERBEDAAN MATERI PADA KURIKULUM MERDEKA 1.PENERAPAN FASE Materi pembelajaran dalam kurikulum merdeka memiliki fasenya masing masing, yang telah diatur dan tertera dalam CP (Capaian Pembelajaran). Contoh : FASE A ( kelas 1 dan 2), fase B ( kelas 3 dan 4), dan fase C (kelas 5 dan 6) Setiap fase memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.
PERBEDAAN MATERI PADA KURIKULUM MERDEKA 2. Mata pelajaran IPA dan IPS digabungkan menjadi satu dan disebut dengan IPAS Penggabungan pelajaran IPA dan IPS ini dikarenakan anak usia SD cenderung melihat segala sesuatu secara utuh dan terpadu. Selain itu, mereka masih dalam tahap berpikir konkret/sederhana, holistik, dan komprehensif, namun tidak detail. Penggabungan ini diharapkan dapat memicu anak untuk dapat mengelola lingkungan alam dan sosial dalam satu kesatuan IPAS mulai diajarkan di Fase B (kelas III) untuk menguatkan kesadaran peserta didik terhadap lingkungan sekitarnya, baik dari aspek alam maupun sosial.
PERBEDAAN MATERI PADA KURIKULUM MERDEKA 3. Terdapat Projek penguatan profil pelajar Pancasila Projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah sebuah pendekatan pembelajaran melalui projek dengan sasaran utama mencapai dimensi profil pelajar Pancasila. Peserta didik akan belajar menelaah tema-tema tertentu yang menjadi prioritas setiap tahunnya.