C = O = 173 kkal/mol
O – H = 110 kkal/mol
Energi ikatan C – H adalah…
A. 6,75 kkal
B. 11,05 kkal
C. 33,13 kkal
D. 66,2 kkal
E. 132,5 kkal
Jawaban : E
39 | e – m o d u l b e r b a s i s d i g i t a l ( termokimia)
SOAL ESSAY TEST
1. Sebutkan 4 macam bahan bakar yang anda ketahui, yang dapat dimanfaatkan dalam
kehidupan?
Pembahasan : Batubara, minyak bumi, gas alam, dan bahan bakar sintetis
2. Sebutkan kandungan dari bahan bakar:
a. batu bara
b. minyak bumi
c. gas alam
Pembahasan : Batu bara dan minyak bumi mengandung senyawa oksigen, nitrogen
dan belerang, sedangkan gas alam mengandung metana, etana, propana dan butana
(senyawa alkana suku rendah)
3. Sebutkan contoh bahan bakar sintetis?
Pembahasan : Gas hydrogen
4. Tulis reaksi pembakaran sempurna dan tidak sempurna?
Pembahasan :
a. Pembakaran sempurna isooktana:
C8H18 (l) +12 ½ O2 (g) --- 8 CO2 (g) + 9 H2O (g) ?H = -5460 kJ
b. Pembakaran tak sempurna isooktana:
C8H18 (l) + 8 ½ O2 (g) --- 8 CO (g) + 9 H2O (g) ?H= -2924,4 kJ
5. Sebutkan kerugian penggunaan bahan bakar dalam industri dan mesin kendaraan
bermotor?
Pembahasan : Dapat menimbulkan pembakaran tidak sempurna sehingga bisa
menyebabkan terjadi polusi udara.
40 | e – m o d u l b e r b a s i s d i g i t a l ( termokimia)
VIDEO PEMBELAJARAN
TERMOKIMIA
Link video pembelajaran Termokimia : https://youtu.be/q_-DxD--gYo
41 | e – m o d u l b e r b a s i s d i g i t a l ( termokimia)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
TERMOKIMIA
Tujuan Percobaan
Mempelajari bahwa setiap reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan energi
Mempelajari bahwa perubahan kalor dapt diukur atau dipelajari dengan
percobaan yangsederhana
Dasar Teori
Setiap reaksi kimia selalu terjadi dengan diikuti perubahan energi. Reaksi tersebut
dapat dilakukan pada berbagai kondisi yaitu pada tekanan tetap (isobarik), volume tetap
(isokhorik), atau temperatur tetap (isoterm). Pendekatan sederhana untuk mencapai kondisi
tersebut diantaranya dengan membuka sekat sistem untuk mendapatkan tekanan tetap,
pemakaian waterbath atau termoset untuk isotermal, dan ruang tersekat atau kalorimeter
boom untuk isokhor.
A+BC+D ΔH
Perubahan energi pada reaksi kimia dapat dipelajari dengan metode kalorimetri.
Metode kalorimetri dapat dilakukan dengan percobaan sederhana, ataupun dengan
peralatan yang lebih canggih. Percobaan sederhana yang biasa dilakukan adalah dengan
kalorimeter sederhana sepertiditunjukkan pada gambar di bawah (Gambar 1).
Kalorimeter sederhana digunakan untuk menjalankan reaksi dengan kondisi
tekanan tetap. Sesuai hukum termodinamika pertama, dengan sistem tersebut kita akan
42 | e – m o d u l b e r b a s i s d i g i t a l ( termokimia)
dengan mudah memperoleh nilai entalpi suatu reaksi yang setara dengan kalor reaksi
(dH=δq pada tekanantetap). Kalor yang dipertukarkan antara sistem dan lingkungan pada
tekanan tetap adalah sama dengan perubahan entalpi sistem. Dalam proses pertukaran
kalor, perlu diperhatikan pula daya serap atau kapasitas absorbsi kalor oleh kalori meter.
Pada percobaan ini, nilai koreksi tersebut dilakukan dengan penentuan nilai tetapan “k”
untuk kalori meter.
Percobaan yang akan dilakukan
Penentuan tetapan calorimeter
Penentuan Kalor reaksi Zn + CuSO4
Penentuan kalor penetralan
Eksperimen
Penentuan Tetapan Kalori meter
Prosedur:
1. Masukkan 25 cm3 air kedalam kalorimeter dengan buret, catat temperaturnya
2. Panaskan 25 cm3 air dalam gelas kimia sampai ± 10 derajat di atas temperatur
kamar,catat temperaturnya.
3. Campurkan air panas pada no. 2 kedalam kalorimeter, aduk atau kocok,
amatitemperaturnya selama 10 menit dengan selang 1 menit setelah
pencampuran.
4. Buat kurva pengamatan temperatur vs selang waktu untuk menentukan harga
penuruananair panas dengan penaikkan temperatur air dingin.
Perhitungan
Kalor yang diserap air dingin
Q1=massa air dingin x kalor jenis x kenaikan temperatur (ΔT)
Kalor yang diberikan oleh air panas
Q2=massa air panas x kalor jenis x penurunan temperatur (Δt)
Kalo yang diterima kalori
meterQ3=Q2 – Q1
Tetapan kalori meter (k)
43 | e – m o d u l b e r b a s i s d i g i t a l ( termokimia)
Catatan:
Massa jenis air dianggap 1 g/cm3
Kalor jenis air dianggap = 4,2 Jg-1K-1
Penentuan kalor reaksi Zn (s) + CuSO4(aq)
Prosedur
1. Masukkan 50 cm3 larutan 1M CuSO4 ke dalam kalorimeter
2. Catat temperatur selama 2 menit dengan selang waktu ½ menit
3. Timbang dengan teliti 3,00 g – 3,10 g bubuk Zn (berat atom Zn = 65,4)
4. Masukkan bubuk Zn ke dalam larutan CuSO4 atau kalorimeter
5. Catat temperatur selang 1 menit setelah pencampuran selama 10 menit
6. Ukur kenanaikkan temperatur dengan menggunakan grafik. (misalkan ΔT1)
Perhitungan
Kalor yang diserap
kalorimeter QkQk = k x
ΔT1 joule
Kalor yang diserap larutan Ql
Ql = massa larutan ZnSO4 x kalor jenis larutan x kenaikan temperatur
Kalor yang dihasilkan oleh
reaksiQt = Qk + Ql
Berdasarkan Stoikiometri, reaksi ini melibatkan 0,04 mol zat. Eltalpi reaksi
Zn(s) +CuSO4(aq) , ΔHr
Catatan :
Massa jenis atau kerapatan larutan ZnSO4 = 1,114 g/cm3
Kalor jenis atau kapasitas kalor larutan = 3,52 Jg-1K-1
Penentuan Kalor Penetralan HCl dan NaOH
Prosedur
44 | e – m o d u l b e r b a s i s d i g i t a l ( termokimia)
1. Masukkan 25 cm3 HCl 2M ke dalam kalorimeter
2. Catat kedudukan thermometer
3. Ukur 25 cm3 NaOH 2,05 M. Catat temperatur (atur sedemikian sehingga
temperaturnyasama dengan temperatur HCl)
4. Campurkan basa tersebut ke dalam kalorimeter dan catat temperatur campuran
sela5menit dengan selang ½ menit
5. Buat grafik untuk memperoleh perubahan temperatur akibat reaksi tersebut
6. Hitung entalpi penetralan jika kerapatan larutan 1,03 g/cm3 dan kalor jenis 3,96 Jg-1
Perhitungan
Anggap kenaikan temperatur sebesar ΔTp. Pada reaksi ini dihasilkan 0,040 mol
NaCl, volumelarutan = 50 cm3, maka massa larutan = 50 x 1,03 = 51,5 g.
Kalor yang diserap
larutan QlQl = 51,5 x
3,96 x ΔTp joule
Kalor yang diserap
kalorimeter QkQk = k x
ΔTp joule
Kalor yang dihasilkan oleh
reaksiQt = Ql + Qk
Entalpi penetralan
Pertanyaan
1. Buktikan secara matematis bahwa pada sistem dalam konsisi tekanan tetap dH = δq
2. Gambarkan kurva perjalanan reaksi dari awal, mencapai energi aktivasi dan akhir
reaksi, serta jelaskan pula fenomena reaksi endotermik dan eksotermik dengan
kurva tersebut.
3. Perhitungkan secara teoritis (data setiap parameter dapat Anda cari di referensi)
kalor reaksi penetralan HCl dan NaOH. (bandingkan data tersebut dengan data
yang Anda peroleh pada percobaan)
45 | e – m o d u l b e r b a s i s d i g i t a l ( termokimia)
SISTEM PERIODIK UNSUR
46 | e – m o d u l b e r b a s i s d i g i t a l ( termokimia)
GLOSARIUM
Energi adalah kemampuan untuk melakukan suatu kerja atau usaha.
Entalpi (H) adalah perpindahan energi dalam bentuk kalor yang tersimpan dalam suatu
sistem.
Hukum adalah peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat yang dikukuhkan
oleh penguasa atau pemerintah.
Kalor adalah salah satu bentuk energi yang bisa berpindah dari benda dengan suhu yang
lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah jika keduanya dipertemukan atau
bersentuhan.
Kerja merupakan sesuatu yang dikeluarkan oleh seseorang sebagai profesi, sengaja
dilakukan untuk mendapatkan penghasilan.
Molekul adalah bagian terkecil dari senyawa yang tersusun dari gabungan dua atau lebih
atom. Molekul terbagi menjadi dua yaitu molekul senyawa dan molekul unsur. Perbedaan
molekul senyawa dan molekul unsur adalah unsur-unsur yang menyusunnya
Reaksi kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan antarubahan senyawa
kimia. Senyawa ataupun senyawa-senyawa awal yang terlibat dalam reaksi disebut sebagai
reaktan.
Sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari suatu unsur, komponen, atau variabel
yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu”.
Termokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari energi yang menyertai perubahan
fisika atau reaksi kimia. Tujuan utama termokimia ialah pembentukan kriteria untuk
ketentuan penentuan kemungkinan terjadi atau spontanitas dari transformasi yang diperlukan.
Volume atau bisa juga disebut kapasitas adalah penghitungan seberapa banyak ruang yang
bisa ditempati dalam suatu objek.
Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa.
47 | e – m o d u l b e r b a s i s d i g i t a l ( termokimia)
INDEKS
Energi : 22
Entalpi (H) : 6,9
Kalor : 2,25,126,12
Molekul :9
Reaksi Kimia : 2
Sistem : 6,7,5
Termokimia : 9,10
Volume : 30,33
Zat : 6,9,20,33
Kerja : 14
48 | e – m o d u l b e r b a s i s d i g i t a l ( termokimia)
DAFTAR PUSTAKA
Gunawan dkk,(2022)Buku Ajar Bahan Bakar Biomassa, Surabaya :Cipta Media Nusantara
Kurniawati, (2022), Buku Ajar Kimia 1,Malang :KANJURUAN PRESS
Mawarnis(2021),Kimia Dasar ll, Yogyakarta :DEEPUBLISH Rusman(2018),Gas dan
Termodinamika,Banda Aceh : Syah Kuala University Press
Rahardjo, Sentot Budi, 2016. Buku Guru, Kimia Berbasis Eksperimen, untuk Kelas XI SMA
dan MA, Solo: Tiga Serangka
Sastrihamidjojo(2018),KIMIA DASAR, Yogyakarta : UGM Press
Subhan(2013),KIMIA DASAR 2,Makassar : DUA SATU PRESS
Sulakhudin(2019), KIMIA DASAR, Yogyakarta : DEEPIBLISH
49 | e – m o d u l b e r b a s i s d i g i t a l ( termokimia)
SUMBER GAMBAR
http://repository.iainambon.ac.id/442/1/BUKU%20KIMIA%20%20DASAR_2.pdf
https://sinta.kemdikbud.go.id/affiliations/profile/2078/?view=books
https://scholar.google.co.id/citations?user=yPqjVpAAAAAJ&hl=en
https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=892421
https://ugmpress.ugm.ac.id/id/product/kehutanan/kimia-dasar
http://repository.iainambon.ac.id/442/
http://repository.unisda.ac.id/564/
50 | e – m o d u l b e r b a s i s d i g i t a l ( termokimia)
BIOGRAFI PENULIS
Alfina, adalah penulis dari modul ini. Penulis dilahirkan
di Kabupaten Deli Serdang, Kecamatan Percut Sei Tuan
pada tanggal 3 Agustus 2003. Penulis menempuh masa
kuliah di Universitas Negeri Medan (UNIMED) di
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Jurusan Kimia, Prodi Pendidikan Kimia.
Taufik Ali Ibrahim, adalah penulis dari modul ini.
Penulis dilahirkan di Kabupaten Aceh Tenggara,
Kecamatan Semadam pada tanggal 6 April 2002. Penulis
menempuh masa kuliah di Universitas Negeri Medan
(UNIMED) di Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Jurusan Kimia, Prodi Pendidikan
Kimia.
51 | e – m o d u l b e r b a s i s d i g i t a l ( termokimia)