The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

buku saku IRL (10 × 16 cm) final

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anne maryana, 2023-08-18 10:51:33

Imunisasi Rutin Lengkap

buku saku IRL (10 × 16 cm) final

BUKU SAKU IMUNISASI RUTIN LENGKAP PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN


Upaya pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit, sehingga bila terkena penyakit yang sama tidak akan sakit atau mengalami sakit ringan IMUNISASI Produk biologi yang berisi antigen yang diberikan untuk menimbulkan kekebalan spesifik terhadap penyakit tertentu VAKSIN KONSEP DASAR


Pemahaman masyarakat: imunisasi cukup sampai dengan campak di usia 9-11 bulan, padahal imunisasi dasar lengkap (IDL) sampai dengan usia 11 bulan saja tidak cukup untuk memberikan perlindungan optimal terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) IMUNISASI DASAR LENGKAP IMUNISASI RUTIN LENGKAP PERUBAHAN KONSEP Dulu Kini Imunisasi dasar lengkap pada usia 0-11 bulan, imunisasi anak di bawah dua tahun (baduta) lanjutan (campak rubella dan DPT-HB-Hib) pada usia 18-24 bulan, serta imunisasi Sekolah Lengkap (MR dan DT kelas 1 SD/sederajat serta Td kelas 2 dan 5) Imunisasi rutin lengkap adalah keadaan dimana seseorang memperoleh imunisasi rutin secara lengkap mulai dari: 1. 2. 3.


Kekebalan terhadap penyakit tertentu akan menurun seiring berjalannya waktu sehingga memerlukan imunisasi lanjutan MENGAPA PERLU IMUNISASI LANJUTAN???


JADWAL IMUNISASI RUTIN LENGKAP SESUAI PROGRAM PEMERINTAH


Hepatitis B (HB0) Diberikan secara injeksi di otot paha bayi untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi Hepatitis B JENIS VAKSIN DAN PERLINDUNGAN YANG DIBERIKAN Bacillus CalmetteGuérin(BCG) Diberikan secara injeksi di bawah kulit untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi Tuberkulosis (TB)


Polio tetes (OPV) dan polio injeksi (IPV) OPV diberikan dengan cara ditetes pada usia 1,2,3 dan 4 bulan sementara IPV diberikan dengan injeksi di otot paha pada usia 4 dan 9 bulan untuk mencegah penyakit polio atau lumpuh layuh JENIS VAKSIN DAN PERLINDUNGAN YANG DIBERIKAN Difteria, Pertussis,Tetanus -Hepatitis BHaemophilus influenzae b (DPT-HB-Hib) Diberikan dengan injeksi di otot paha bayi atau di otot lengan anak untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B dan Haemophilus influenzae type b


Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) Diberikan dengan injeksi di otot paha untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi pneumokokus yang menyebabkan pneumonia dan meningitis JENIS VAKSIN DAN PERLINDUNGAN YANG DIBERIKAN Rotavirus (RV) Diberikan dengan ditetes untuk memberikan perlindungan terhadap rotavirus yang menyebabkan diare berat pemberian PCV di DKI Jakarta dimulai sejak bulan September 2022 untuk anak dengan kelahiran 13 Juni 2022 atau setelahnya pemberian RV di DKI Jakarta dimulai sejak bulan Agustus 2023 untuk anak dengan kelahiran 16 Mei 2023 atau setelahnya ketentuan di atas berlaku sampai dengan adanya perubahan regulasi KETENTUAN KHUSUS:


Campak Rubella/Measles Rubella (MR) Diberikan dengan injeksi di lapisan subkutan lengan untuk memberikan perlindungan terhadap virus campak dan rubella JENIS VAKSIN DAN PERLINDUNGAN YANG DIBERIKAN Tetanus Difteria (Td) dan DIfteria Tetanus (DT) Diberikan dengan injeksi di otot lengan untuk memberikan perlindungan terhadap difteri dan tetanus


JENIS VAKSIN DAN PERLINDUNGAN YANG DIBERIKAN Human Papilloma Virus (HPV) Diberikan dengan injeksi di otot lengan untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks


Reaksi yang sering terjadi pada imunisasi yang diberikan secara injeksi adalah nyeri di area injeksi, pada beberapa jenis vaksin kadang menimbulkan bengkak ringan seperti pada pemberian imunisasi DPT-HB-Hib REAKSI PASCA IMUNISASI Reaksi pasca imunisasi yang jarang terjadi seperti demam dapat timbul setelah pemberian imunisasi DPT-HB-Hib dan PCV. Sementara pada imunisasi yang diberikan dengan ditetes/oral seperti Polio dan Rotavirus reaksi yang mungkin terjadi adalah BAB cair, mual atau muntah


kompres hangat pastikan anak cukup minum bila suhu ≥ 38°C dapat diberikan paracetamol 10-15mg/kg berat badan setiap 4-6 jam periksa ke dokter bila demam berlanjut Nyeri atau bengkak: lakukan kompres dingin pada area suntikan Demam: PENANGANAN PADA REAKSI PASCA IMUNISASI Mual, muntah, BAB cair: pastikan cukup minum, dan bila berlanjut atau ditemukan tanda dehidrasi kunjungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat


Pemberian vaksin hidup pada infeksi HIV atau kontak HIV serumah (perlu dipastikan status HIV untuk yang kontak dengan HIV) Imunodefisiensi seperti pada pengidap kanker dan penerima terapi imunosupresan jangka panjang KONTRAINDIKASI KONTRAINDIKASI DAN PERHATIAN KHUSUS PERHATIAN KHUSUS Kehamilan Riwayat kejang dalam rentang waktu 3 hari setelah pemberian imunisasi Riwayat alergi berat setelah diimunisasi (sesak napas, syok) pada kondisi kontraindikasi dan perhatian khusus maka perlu konsultasi dengan dokter spesialis untuk pemberian imunisasi


"AYO LINDUNGI DIRI, KELUARGA DAN MASYARAKAT DENGAN IMUNISASI LENGKAP" "MASA DEPAN ANAK-ANAK KITA ADALAH TANGGUNG JAWAB KITA SEMUA"


Click to View FlipBook Version