BUKU SAKU BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH (BIAS) PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN
DAFTAR ISI Konsep dasar Imunisasi Jadwal imunisasi Jenis vaksin dan penyakit yang dicegah Pengelolaan Vaksin di Puskesmas Kec. Kembangan Mitos dan Fakta Imunisasi Indikasi tunda imunisasi dan kontraindikasi
Imunisasi Upaya pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit, sehingga bila terkena penyakit yang sama tidak akan sakit atau mengalami sakit ringan KONSEP DASAR Vaksin Produk biologi yang berisi antigen yang diberikan untuk menimbulkan kekebalan spesifik terhadap penyakit tertentu
Tujuan Imunisasi Menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Membentuk Herd Immunity (Kekebalan Kelompok)
Mengapa Perlu Imunisasi Lanjutan??? Kekebalan terhadap penyakit tertentu akan menurun seiring berjalannya waktu sehingga memerlukan imunisasi lanjutan (booster)
Jadwal Imunisasi Anak Usia Sekolah (Campak Rubella) (Human Papilloma Virus) (Difteria Tetanus & Tetanus Difteria) Agustus (kelas 1 SD) Agustus (khusus anak perempuan kelas 5 dan 6) November (kelas 1, 2 dan 5) MR HPV DT & Td
1.Campak-RubellaVaksin campak rubella (MR) diberikan 1 dosis pada anak kelas 1 SD di bulan Agustus Injeksi secara Subkutan di lengan atas Memberikan perlindungan terhadap virus campak dan rubella JENIS VAKSIN YANG DIBERIKAN PADA BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH
diare berat pneumonia/radang paru radang otak infeksi di selaput mata hingga kebutaan Virus campak maupun rubella ditularkan melalui droplet yang keluar dari hidung, mulut atau tenggorokan orang yang terinfeksi pada saat bicara, batuk, bersin atau melalui sekresi hidung Bagaimana cara penularan Campak Rubella?Komplikasi bila tertular virus campak
Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Indonesia sumber: https://news.republika.co.id/ kasus campak melonjak seiring dengan rendahnya cakupan imunisasi
Pada anak seringkali hanya menimbulkan gejala demam ringan Pada ibu hamil terutama di trimester I, dapat menyebabkan keguguran, kematian janin, atau congenital rubella syndrome (CRS) Bila tertular pada ibu hamil usia kehamilan 1-10 minggu, 90% nya melahirkan bayi dengan CRS Bentuk kelainan pada CRS: kelainan jantung, kelainan pada mata, kelainan pada pendengaran, kelainan sistem saraf pusat. Komplikasi bila tertular virus rubella ibu hamil tertular virus rubella dari orang yang terinfeksi janin terinfeksi dari ibu melalui placenta
Congenital Rubella Syndrome Kelainan bawaan pada bayi dengan CRS
Pemberian vaksin HPV pada bulan Agustus (anak perempuan kelas 5 dan kelas 6) Injeksi diberikan secara Intramuskular di lengan atas WHO merekomendasikan cakupan HPV mencapai 90% anak perempuan di usia 15 tahun pada tahun 2030, sebagai langkah strategi global eliminasi kanker serviks (kanker leher rahim) 2. HPV (Human Papilloma Virus) HPV merupakan penyebab kutil kelamin (condyloma) dan kanker serviks Kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak nomor dua pada perempuan di seluruh dunia hampir 85% kematian karena kanker serviks terjadi di negara berkembang Pada tahun 2020, diperkirakan terdapat 36.633 kasus baru kanker leher rahim serta 21.003 kematian akibat kanker serviks (Globocan, 2020) HPV merupakan penyebab kanker serviks
perdarahan abnormal pada vagina (terutama setelah hubungan seksual atau perdarahan di antara dua fase menstruasi) Rasa sakit pada panggul, pinggang/ punggung, tangan, disertai keluar cairan abnormal dari vagina dan penurunan berat badan Pada stadium lanjut dapat terjadi anemia, gagal ginjal, fistula pada vagina Hampir 90% infeksi HPV baru menunjukkan gejala setelah 2 tahun. Infeksi yang berlanjut dapat berkembang menjadi kanker serviks Baru menimbulkan gejala saat stadium lanjut Gejala: Cara penularan HPV HPV menyebar dengan sangat mudah melalui kontak kulit Hampir semua orang yang aktif secara seksual telah pernah terinfeksi HPV Ada lebih dari 100 jenis HPV, 13 di antaranya dapat menimbulkan kanker.
Situasi Kanker Serviks di Indonesia "kanker serviks menduduki urutan ke-2 insiden kanker"
Situasi Kanker Serviks di Indonesia " Kanker serviks urutan ke-3 penyebab kematian akibat kanker"
Tahapan perkembangan kankerserviks Perkembangan Penyakit Kanker Serviks sumber: https://www.asiancancer.com/ sumber: https://www.researchgate.net/
3. Difteri -Tetanus Vaksin diberikan pada anak kelas 1 SD (DT) dan kelas 2 serta 5 SD (Td) pada bulan November Injeksi diberikan secara Intramuskular di lengan atas Memberikan perlindungan terhadap Difteri dan Tetanus Perbedaan DT dan Td: dosis vaksin difteri pada Td lebih kecil-->sebagai booster atau lanjutan dari vaksin DT DIFTERI Penularan melalui droplet (percikan ludah) dari batuk, bersin, muntah, melalui alat makan, atau kontak erat langsung dari luka di kulit gejala awal: badan lemas, sakit tenggorok, pilek seperti infeksi saluran napas bagian atas pada umumnya Gejala lanjutan: bercak darah pada cairan hidung, suara serak, batuk, sakit menelan, timbulnya selaput ke abu-abuan yang menutupi tenggorokan Pada kasus berat, terjadi napas berbunyi (stridor) dan sesak napas, dengan atau tanpa demam Komplikasi difteri yang sering terjadi : myocarditis (peradangan pada otot jantung) pada minggu kedua Komplikasi lainnya bisa terjadi pada 2 – 6 minggu yaitu kelumpuhan syaraf pusat maupun saraf tepi
KLB Difteri di Indonesia sumber: https://www.kompas.id/ "Difteri tidak hanya menimbulkan sakit, namun juga dapat menyebabkan kematian"
Tetanus adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani (C. tetani) Tidak ditularkan dari orang ke orang, tetapi masuk ke tubuh melalui luka yang terkontaminasi atau cedera jaringan termasuk luka tusuk Toksin yang dilepaskan dapat menyebabkan rasa sakit yang berat dan kejang pada otot yang dapat menyebabkan kematian TETANUS Tetanus pada bayi baru lahir dan tetanus pada ibu hamil terjadi akibat persalinan tidak dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan tanpa prosedur steril
Anak dengan penyakit keganasan yang tidak diobati Gangguan imunitas termasuk infeksi HIV (khusus Vaksin MR) Anak dengan riwayat alergi berat setelah diimunisasi* KONTRAINDIKASI: Kapan Harus Menunda Imunisasi? Demam Riwayat pemberian imunoglobulin atau transfusi mengandung imunoglobulin 3 bulan terakhir Imunisasi ditunda bila: * dilakukan di RS dalam pengawasan dokter
Penyimpanan Vaksin Vaksin di simpan di dalam cold storage yang dijaga fungsi, kebersihan dan tata letaknya untuk menjaga kualitas vaksin Pemantauan Suhu Cold Storage Cold storage khusus vaksin selalu dipantau suhunya oleh petugas farmasi setiap pagi dan sore hari Pelaksanaan Imunisasi di Sekolah Petugas juga menjaga rantai dingin agar vaksin dalam kondisi baik sampai dengan vaksin diberikan kepada anak PENGELOLAAN VAKSIN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN
Mitos : Vaksin memiliki beberapa kerugian dan efek samping jangka panjang yang belum diketahui. Fakta : Vaksin itu aman. Kebanyakan reaksi vaksin bersifat minor dan sementara, seperti nyeri pada tempat penyuntikan atau lengan atau demam ringan Mitos : jika kita hidup sehat, bersih dan sanitasi lingkungan baik maka tidak perlu dilakukan vaksinasi Fakta : Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dapat menyerang kembali apabila program imunisasi dihentikan. meskipun kebersihan lingkungan, cuci tangan, dan air bersih dapat membantu melindungi kita dari infeksi, imunisasi adalah yang paling efektif mencegah PD3I MITOS DAN FAKTA SEPUTAR IMUNISASI
Mitos : Memberikan lebih dari 1 vaksin dalam waktu yang bersamaan dapat meningkatkan risiko timbulnya efek samping yang berbahaya, yang dapat membebani sistem imun anak tersebut. Fakta : Bukti ilmiah menunjukkan bahwa memberikan beberapa vaksin pada waktu yang bersamaan tidak berpengaruh buruk pada sistem imun anak tersebut. Kenyataannya anak-anak terpapar oleh beberapa ratus zat asing yang dapat memicu respons imun setiap harinya. Mitos: tidak boleh diimunisasi saat sedang menstruasi Fakta: tindakan imunisasi dan kondisi wanita yang sedang haid merupakan kejadian yang tidak berkaitan, menstruasi tidak mempengaruhi proses pembentukan antibodi setelah imunisasiasi MITOS DAN FAKTA SEPUTAR IMUNISASI
"Ayo lindungi diri, keluarga dan masyarakat dengan imunisasi lengkap" "Masa depan anak-anak kita adalah tanggung jawab kita semua" Tim Imunisasi Puskesmas Kecamatan Kembangan 2023