MATERI AJAR
KELAS 2
TEMA 5 : PENGALAMANKU
SUBTEMA 4 : PENGALAMANKU DI TEMPAT WISATA
PEMBELAJARAN 6
Oleh :
RALEVA FEBRINA BUDHIKUSUMA
201503364816
KATA PENGANTAR
Hallo anak-anak...
Materi ajar kali ini akan membahas mengenai materi PPKn dan materi
Bahasa Indonesia. Materi ajar PPKn akan menekankan pada penerapan konsep
mengenal nila-nilai serta contoh perilaku yang sesuai dengan sila kelima Pancasila.
Sedangkan materi Bahasa Indonesia akan membahas tentang ungkapan
permintaan maaf yang harus kita lakukan jika kita telah melakukan kesalahan.
Untuk materi PPKn akan dikupas mulai dari lambang sila kelima Pancasila,
nilai-nilai pada sila kelima Pancasila, perilaku yang mencerminkan sila kelima
Pancasila serta pemecahan masalah sehari-hari yang sesuai dengan sila kelima
Pancasila. Materi Bahasa Indonesia memuat dari tujuan ungkapan permintaan
maaf, cara meminta maaf yang baik, dan menuliskan atau mengucapkan ungkapan
permintaan maaf yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.
Oleh karena itu, anak-anak diharapkan membaca materi ajar ini dengan
seksama dan teliti agar bisa mencatat hal-hal penting dari setiap materi. Serta
memudahkan anak-anak dalam mengerjakan tugas yang nantinya akan menjadi
penilaian kalian pada materi ini.
Selamat belajar dan tetap semangaaatt....!
KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar,
melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang
dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang
dijumpainya di rumah dan sekolah sekolah.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan
sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan
anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak
beriman dan berakhlak mulia.
KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Muatan KD Kompetensi Dasar (KD) INDIKATOR
PPKn
Mengidentifikasi hubungan 3.1.1 Menenentukan contoh perilaku
Bahasa
Indonesia antara simbol dan sila-sila yang sesuai dengan sila kelima
3.1 Pancasila dalam lambang Pancasila. (C4)
negara “Garuda Pancasila” 3.1.2 Menyimpulkan nilai-nilai yang
terkandung dalam sila kelima
Pancasila. (C5)
Menjelaskan hubungan 4.1.1 Menjelaskan simbol dan contoh
gambar pada lambang perilaku yang sesuai dengan sila
4.1 Negara dengan sila-sila kelima Pancasila. (C2)
Pancasila 4.1.2 Menuliskan nilai-nilai dan
contoh perilaku sila kelima
Pancasila
Mencermati ungkapan 3.6.1 Mengaitkan ungkapan
permintaan maaf dan tolong permintaan maaf dengan
melalui teks tentang budaya kesalahan yang dihadapi dalam
3.6 santun sebagai gambaran kehidupan sehari-hari. (C4)
sikap hidup rukun dalam
kemajemukan masyarakat
Indonesia.
Menyampaikan ungkapan- 4.6.1 Menulis ungkapan permintaan
ungkapan santun maaf dalam kehidupan sehari-
4.6 (menggunakan kata “maaf”, hari. (C1)
“tolong”) untuk hidup rukun
dalam kemajemukan.
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui media gambar beberapa contoh perilaku sehari-hari pada
power point yang dishare guru di gmeet (C), siswa (A) dapat
menentukan contoh yang baik sesuai dengan pengamalan Pancasila
sila kelima (B) secara tepat (D).
2. Melalui contoh yang diberikan siswa mengenai sila kelima (C), siswa
(A) dapat menyimpulkan nilai-nilai yang terkandung pada sila
kelima Pancasila (B) benar benar (D).
3. Setelah kegiatan tanya jawab mengenai sila kelima Pancasila (C),
siswa (A) dapat menjelaskan simbol dan contoh perilaku yang
mencerminkan sila kelima pada pertemuan di gmeet (B) dengan
percaya diri (D).
4. Setelah kegiatan menjelaskan simbol dan contoh sila kelima (C),
siswa (A) dapat menuliskan nilai-nilai pada sila kelima Pancasila (B)
dengan tepat (D).
5. Dari kegiatan mengamati masalah tentang antrean (C), siswa (A)
dapat mengaitkan ungkapan permintaan maaf dengan permasalahan
yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari (B) secara benar (D).
6. Setelah Menyimak penjelasan dari guru melalui gmeet (C), siswa (A)
dapat menuliskan ungkapan permintaan maaf (B) dengan runtut (D).
Coba Kita Cermati Bacaan Berikut!
Kegiatan tersebut dinamakan bakti sosial atau bekerja
bakti. Bakti sosial atau kerja bakti adalah kegiatan yang
baik dan sesuai dengan sila kelima yang berbunyi :
“Keadilan Sosial Bagi seluruh Rakyat Indonesia”
Dengan lambang “Padi dan Kapas”
Ayo Kita Cari Contoh sikap yang Sesuai dengan Sila
kelima!
• Gambar pertama menunjukkan sikap yang sesuai dengan sila
kelima Pancasila karena terlihat anak yang sedang berbagi
kepada sesama, sikap ini juga berhubungan dengan sila kedua
karena ada kata kemanusian.
• Gambar yang kedua tidak termasuk ya...
• Gambar ketiga juga termasuk karena mencerminkan perilaku
yang baik dan bertenggang rasa sesama manusia.
• Untuk gambar keempat sudah pasti termasuk karena adanya
sikap saling menolong dalam kegiatan kerja bakti.
• Sikap pada nomer 5 juga termasuk karena menunjukkan sikap
rajin menabung, tidak boros hal ini mencerminkan sikap adil
dan seimbang antara hak dan kewajiban.
• Untuk gambar keenam juga termasuk ya...karena itu adalah
sikap mempelajari tarian-tarian daerah juga sesuai dengan sila
kelima dan juga sesuai dengan sila ketiga yaitu Persatuan
Indonesia.
Selain dari 6 contoh diatas, ada juga yang tidak kalah penting dalam
mneerapkan sikap yang sesuai dengan sila kelima, yaitu :
Membudayakan antre pada saat berada di tempat umum.
Kenapa?
Karena antre termasuk dalam sila kelima?
Karena antre sama dengan kita menghargai orang lain yang lebih
dahulu berada didepan kita. Kita tidak boleh menyelat dengan alasan
apapun, jika kita ingin mendapat urutan paling depan maka kita harus
datang lebih awal ya....
Nah dari berbagai macam contoh sikap
tentang sila kelima, apa saja ya nilai yang
terkandung didalam sila kelima Pancasila?
Nilai – nilai yang terkandung dalam sila kelima
Pancasila, adalah :
1. Suka bekerja keras,
2. Hidup secara hemat,
3. Menghargai orang lain,
4. Saling membantu dan menolong sesama,
5. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama, dan
6. Melaksanakan hak dan kewajiban dengan
seimbang.
Kemudian bagaimana jika ada yang melanggar atau
perilaku yang tidak mencerminkan sila-sila pancasila?
Misalkan menyerobot seperti gambar diatas?
Tidak mau mengantre adalah kebiasaan yang buruk
dan tidak boleh dicontoh.
Karena perbuatan tersebut bisa merugikan diri sendiri
dan orang lain.
Pada gambar tersebut terlihat banyak orang-orang
yang berjubel, sesak dan berebut yang bisa melukai
orang lain.
Nah bagaimanakah sikap kita jika melihat
ada anak atau orang lain yang menyerobot
antrian?
“Sudah pasti kita HARUS dan WAJIB
mengingatkan ya... atau jika itu orang dewasa maka
kita bisa meminta orang tua kita untuk
mengingatkan atau menegurnya.”
Nah bagaimanakah jika kita jika tidak sengaja
menyerobot dan melukai orang lain?
Maka yang WAJIB kita LAKUKAN adalah
“MEMINTA MAAF”
Kenapa harus meminta maaf?
Agar kesalahan kita dimaafkan oleh teman, saudara, orang
tua atau orang lainyang sudah kita saiki, dan terciptanya
kerukunan kembali.
Bagaimana cara meminta maaf yang baik dan benar?
1. Diucapkan dengan tulus dan ikhlas.
2. Menggunakan kata-kata yang baik dan sopan.
3. Bersuara lembut dan tidak memaksa.
4. Tersenyum dan mengakui kesalahan.
5. Berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Nah sekarang bagaimana cara
mengungkapkan permintaan
maaf baik secara tulisan ataupun
lisan ya.....
Kita ambil contoh sebagai berikut
Pada suatu hari Udin tidak sengaja mematahkan krayon yang
dia pinjam dari Lani. Lani merasa sedih karena itu adalah warna
kesukaannya.
Bagaimana agar mereka tidak bertengkar dan tetap berteman?
Maka Udin harus meminta maaf dengan tulus kepada Lani,
“Lani aku minta maaf ya karena tidak sengaja mematahkan
krayonmu waktu aq mewarnai gambar mobilku, nanti aku
ganti yang baru ya Lani”
Jika Udin meminta maaf dengan sopan, maka Lani pasti akan
memaafkan kesalahan Udin karena Udin tidak sengaja
melakukannya.
JADI yang meminta maaf adalah UDIN dan yang memaafkan
adalah LANI.
RANGKUMAN
“Sila kelima memiliki nilai tentang
kebersamaan, bersikap adil dan saling
menghargai sesama manusia”
“Jika kita melakukan kesalahan
terhadap orang lain, maka kita harus
segera meminta maaf dengan santun
agar tercipta kerukunan kembali”