LAPORAN
AKTUALISASI DAN HABITUASI
NILAI-NILAI DASAR PNS
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN II
PENERAPAN CHECKLIST/TANDA CENTANG
PRINSIP 7 BENAR PADA RESEP
DI PUSKESMAS BAHU
NAMA DISUSUN OLEH :
NIP : ARLEAN CLERY MERENTEK, A.Md. Farm
GOLONGAN : 19930621 202012 2 025
JABATAN : II/c
UNIT KERJA : ASISTEN APOTEKER TERAMPIL
COACH : PUSKESMAS BAHU
MENTOR : RECKY M. O. PANGERAPAN, SE, MM
: dr. HEZKY LINTANG
PEMERINTAH KOTA MANADO
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI SULAWESI UTARA
TAHUN 2022
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
NILAI-NILAI DASAR PNS
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II
PEMERINTAH KOTA MANADO
BEKERJASAMA DENGAN BADAN PENGEMBAGAN SUMBER
DAYA MANUSIA DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2022
NAMA : ARLEAN CLERY MERENTEK, A.Md. Farm
NIP : 19930621 202012 2 025
JABATAN : TERAMPIL – ASISTEN APOTEKER
UNIT KERJA : UPTD PUSKESMAS BAHU
Judul Aktualisasi:
PENERAPAN CHECKLIST/TANDA CENTANG PRINSIP 7 BENAR PADA RESEP
DI PUSKESMAS BAHU
Telah disetujui untuk diseminarkan pada Evaluasi Aktualisasi dan Habituasi
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan III
Pemerintah Kota Manado Tanggal 09 September 2022
Bertempat di BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara
i
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
NILAI-NILAI DASAR PNS
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II
PEMERINTAH KOTA MANADO BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBAGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2022
Nama : ARLEAN CLERY MERENTEK, A.Md. Farm
NIP
Pangkat/Gol.Ruang : 19930621 202012 2 025
Jabatan
Unit Kerja : PENGATUR/ IIc
: Terampil – Asisten Apoteker
: UPTD Puskesmas Bahu
Judul Aktualisasi:
PENERAPAN CHECKLIST/TANDA CENTANG PRINSIP 7 BENAR PADA RESEP
DI PUSKESMAS BAHU
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
penyertaan, tuntunan dan karunia-Nya sehingga penyusunan Laporan Kegiatan
Aktualisasi dan Habituasi Nilai Dasar PNS dengan Judul “Penerapan
Checklist/Tanda Centang Prinsip 7 Benar Pada Resep Di Puskesmas Bahu” dapat
terlaksana dengan baik.
Adapun Laporan Aktualisasi ini dibuat sebagai bagian dari syarat untuk
penyelesaian Pelatihan Dasar CPNS Pemerintah Kota Manado, golongan II dan III
tahun 2022 yang didalamnya tentang internalisasi nilai-nilai dasar Aparatur Sipil
Negara dalam tugas pekerjaan.
Penyusunan laporan ini dapat terlaksana dengan baik tidak lepas dari bantuan,
bimbingan, serta motivasi dari banyak pihak. Sehingga dalam kesempatan ini
penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. Marhaen R. Tumiwa, M.Pd selaku Kepala Badan Pengembangan
`Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
2. Bapak Donald F. Supit, SH., MH selaku Kepala Badan Kepegawaian
Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Manado.
3. Bapak Recky M. O. Pangerapan, SE, MM selaku Coach yang telah memberikan
bimbingan, arahan, masukan, saran serta motivasi selama pelaksanaan
Aktualisasi dan Habituasi.
4. Bapak dr. Hezky Lintang selaku Mentor atas bimbingan, arahan, saran, kritik serta
motivasi dalam pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi.
5. Bapak Gerald A.M. Rawis, MM selaku Penguji pada Seminar Rancangan
Aktualisasi dan Bapak Ir. Yulius, M.Si selaku Penguji pada Seminar Laporan Akhir
Aktualisasi dan Habituasi.
6. Orangtua dan juga Keluarga atas doa dan dukungan yang diberikan.
7. Seluruh Panitia Pelatihan Dasar CPNS Golongan II dan III Angkatan 1 – 3
Formasi Tahun 2020 Pemerintah Kota Manado.
8. Instruktur dan seluruh Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Daerah Provinsi Sulawesi Utara atas bimbingan dan ilmu yang telah
diberikan.
9. Ibu Dora Susetyaningdyah, S.Si.,Apt.dan Bapak Abraham B. D Goni, A.Md Far
rekan kerja di Apotek Puskesmas Bahu serta seluruh staf.
10. Seluruh rekan-rekan peserta Pelatihan Dasar Golongan II dan III Gelombang II
Angkatan III. Terima kasih untuk kebersamaannya sehingga kita bisa melewati
hari-hari yang berkesan ini.
11. Semua pihak yang telah membantu dalam pelaksaaan Aktualisasi dan Habituasi
dan penyelesaian laporan akhir.
Penulis menyadari bahwa laporan aktualisasi ini masih jauh dari sempurna,
oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk
kesempurnaan laporan ini dan hasil yang lebih baik. Semoga kegiatan aktualisasi ini
dapat bermanfaat khususnya kefarmasian.
Manado, 09 September 2022
Penulis,
Arlean Clery Merentek, A.Md. Farm
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN ..................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................... ii
KATA PENGANTAR .............................................................................. iii
DAFTAR TABEL .................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR ................................................................................ vii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................. 1
B. Tujuan ........................................................................... 3
C. Manfaat ......................................................................... 3
D. Ruang Lingkup ............................................................. 4
BAB II DESKRIPSI LOKUS
A. Profil Organisasi ........................................................... 5
B. Struktur Organisasi ....................................................... 6
C. Visi dan Misi Organisasi ............................................... 7
D. Motto/Slogan Organisasi .............................................. 8
BAB III IDENTIFIKASI ISU DAN RANCANGAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR PNS
A. Identifikasi Isu ............................................................... 9
B. Penetapan Isu .............................................................. 12
C. Nilai-Nilai Dasar PNS ................................................... 15
D. Rancangan Aktualisasi.................................................. 17
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN AKTUALISASI
A. Hasil Aktualisasi ........................................................... 39
B. Pembahasan Aktualisasi .............................................. 43
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................... 54
B. Saran ………………. ..................................................... 54
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 56
LAMPIRAN-LAMPIRAN ......................................................................... 57
v
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Identifikasi isu dengan teknik APKL ....................................... 10
Tabel 2. Penetapan isu dengan teknik USG ........................................ 13
Tabel 3. Rancangan kegiatan aktualisasi ............................................. 18
Tabel 4. Jadwal kegiatan rancangan aktualisasi .................................. 38
vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Puskesmas Bahu .. ............................................................ 5
Gambar 2. Struktur Organisasi ..………………………………………… 6
Gambar 3. Konsultasi Dengan Pimpinan ............................................ 59
Gambar 4. Design Format Checklist/Tanda Centang.......................... 60
Gambar 5. Pembuatan Cap Format Checklist/Tanda Centang .......... 61
Gambar 6. Menyusun Dan Menyiapkan Materi Sosialisasikan .......... 63
Gambar 7. Kegiatan Sosialisasi Tentang Kegiatan Aktualisasi .......... 64
Gambar 8. Lembar Pernyataan Dukungan Rekan Kerja ..................... 60
Gambar 9. Pengaplikasian Cap Format Checklist/Tanda Centang
Prinsip 7 Benar .................................................................. 67
Gambar 10. Pendistribusian Resep Dengan Format Checklist/Tanda
Centang Prinsip 7 Benar ................................................... 68
Gambar 11. Penerimaan Resep Dengan Format Checklist/Tanda
Centang
Prinsip 7 Benar ................................................................. 69
Gambar 12. Melakukan Checklist/Tanda Centang Prinsip 7 Benar Pada
Resep Yang Telah Diterima .............................................. 70
Gambar 13. Memeriksa Bagian Checklist/Tanda Centang Prinsip 7 Benar
Pada Resep Yang Telah Diterima .................................... 72
Gambar 14. Penyiapan Data Resep yang telah diberikan Checklist/Tanda
Centang Prinsip 7 Benar ................................................... 73
Gambar 15. Penginputan Data Resep Yang Telah Diberikan
Checklist/Tanda Centang Prinsip 7 Benar ........................ 74
vii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan adalah keadaan sempurna secara fisik, mental, serta
sosial, dan tidak hanya terbebas dari penyakit dan kecacatan. Sehat
adalah hak paling mendasar dari setiap manusia, sehat diperlukan
agar seseorang mampu meraih kedamaian, keamanan, dan bebas
untuk melakukan apapun di dalam hidupnya. Upaya kesehatan adalah
setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang
dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.
Fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia (disingkat faskes)
dikelompokkan berdasarkan tingkat pelayanannya, yaitu faskes tingkat
pertama (memberikan pelayanan kesehatan dasar), faskes tingkat
kedua (memberikan pelayanan kesehatan spesialistik), dan faskes
tingkat ketiga (memberikan pelayanan kesehatan subspesialistik).
Jenis faskes di Indonesia salah satunya adalah pusat kesehatan
masyarakat atau yang biasa disebut puskesmas. Pusat Kesehatan
Masyarakat atau Puskesmas adalah fasilitas kesehatan yang bertugas
dalam menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama. Kefarmasian adalah salah
satu bentuk pelayanan di Puskesmas. Salah satu puskesmas yang
terdapat di kota Manado adalah Puseksmas Bahu.
Sebagai seorang ASN yang berperan sebagai perencana,
pelaksana dan pengawas penyelenggaraan tugas umum
pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan
kebijakan dan pelayanan publik harus memiliki nilai-nilai dasar
BerAKHLAK untuk dapat menjalankan tugas dan fungsinya. Dalam
bidang kefarmasian di Puskesmas Bahu yang Berorientasi pelayanan,
seorang ASN perlu memahami dan memenuhi kebutuhan pasien
dalam proses pelayanan resep. Bersikap ramah, cekatan dan solutif
1
saat berkomunikasi dengan pasien agar pasien mendapatkan
pelayanan kefarmasian yang memuaskan. Melakukan tugas dan
tanggung jawab dengan jujur, cermat, disiplin dan juga berintegritas
terlebih saat melakukan dispensing obat sebelum diserahkan ke
pasien. Menjaga lingkungan yang kondusif agar terciptanya
lingkungan kerja yang harmonis. Berkolaborasi dengan seluruh tenaga
kesehatan untuk mencapai pelayanan yang prima, membantu sesama
rekan kerja apabila ada hal yang kurang mereka pahami dalam proses
pelaksanaan pekejaan agar bisa tercapainya kepuasan pasien. Saling
menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan instansi dan Negara.
Mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam
bidang kesehatan serta terus berinovasi, meningkatkan kreatifitas dan
selalu proaktif agar visi dan misi Puskesmas Bahu dapat terealisasi.
Mampu berkolaborasi dengan perangkat kelurahan untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas
Bahu.
Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan yang berkaitan
dengan sediaan farmasi serta bahan medis habis pakai. Tugas
seorang farmasis di Puskesmas Bahu mencakup pengendalian mutu
sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan,
pendistribusian atau penyaluran obat dan pengelolaan obat,
pelayanan informasi obat serta melayani obat atas resep dokter.
Dalam pelayanan kefarmasian di Puskesmas Bahu masih ada
beberapa hal yang perlu ditingkatkan, dikarenakan adanya isu yang
mempengaruhi performa pelayanan di puskesmas. Diantaranya
adalah belum adanya checklist/tanda centang prinsip 7 benar pada
resep saat proses skrining administrasi dan skrining farmasetik, hal ini
dapat menjadi pemicu terjadinya kesalahan pengobatan (medication
error), dan kesalahan saat pemberian obat dapat berdampak buruk
bagi pasien.
2
Permasalahan lain yang perlu diperhatikan juga adalah penataan
obat yang terstruktur sesuai alphabet, pemberian label Look Alike
Sound Alike (LASA) untuk obat yang memiliki nama dan bentuk yang
mirip serta penandaan obat yang mendekati Expire date. Begitu pula
dengan kurang tersedianya air higienis untuk digunakan dalam
pencampuran sirup kering yang dapat mengganggu kualitas dari obat
yang akan diberikan ke pasien. Belum optimalnya edukasi tentang
cara penggunaan suppositoria, yang membuat pasien kebingungan
tentang cara pemakaiannya. Dan diluar itu, pelayanan pendaftaran
pasien juga perlu dimaksimalkan karena isu tersebut cukup
menganggu performa Puskesmas.
B. Tujuan
Berdasarkan latar belakang yang ada maka tujuan yang
diharapkan dari aktualisasi dan habituasi yaitu:
1. Dapat mengaktualisasikan nilai-nilai dasar BerAKHLAK
dilingkungan kerja.
2. Mampu mengurangi medication error dalam pelayanan kefarmasian
di Puskesmas Bahu.
C. Manfaat
1. Bagi peserta Pelatihan Dasar CPNS
Menjadikan pegawai yang memiliki nilai-nilai dasar BerAKHLAK
yang diaplikasikan secara langsung dalam pekerjaan agar
lingkungan kerja semakin lebih baik dan tercapainya kesejahteraan
hidup.
2. Bagi UPTD Puskesmas Bahu
a. Membantu mencapai visi misi UPTD Puskesmas Bahu.
b. Meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di Puskesmas
Bahu.
3
3. Bagi Masyarakat
a. Mendapatkan pengobatan yang tepat, terjamin keamanan serta
kemanjuran dari obat sesuai dengan tujuan terapi.
b. Mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin baik
khususnya dalam pelayanan kefarmasian.
D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup kegiatan aktualisasi dilaksanakan di Apotek
Puskesmas Bahu yang berfokus pada tugas pokok dan fungsi ASN
dengan menerapkan nilai-nilai berorientasi pelayanan, akuntabel,
kompeten, harmoni, loyal, adaptif dan kolaboratif.
Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut:
1. Melakukan penambahan format checklist/tanda centang prinsip 7
benar pada resep
2. Sosialisasi kepada rekan kerja terkait penambahan format
checklist/tanda centang prinsip 7 benar pada resep
3. Penerapan format checklist/tanda centang prinsip 7 benar dalam
resep
4. Mengevaluasi penerapan checklist/tanda centang prinsip 7 benar
pada resep yang diterima di ruang farmasi Puskesmas Bahu
4
BAB II
DESKRIPSI LOKUS
A. Profil Organisasi
Gambar 1. Puskesmas Bahu
Puskesmas Bahu beralamat di Jalan Pulau Bunaken No. 103,
Bahu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.
Puskesmas Bahu merupakan Faskes (fasilitas kesehatan) Tingkat
Pertama BPJS Kesehatan di Kota Manado. Puskesmas Bahu juga
merupakan salah satu unit pelaksana teknis kesehatan dibawah Dinas
Kesehatan Pemerintah Kota Manado. Wilayah kerja Puskesmas Bahu
meliputi 5 kelurahan, yakni: Kelurahan Winangun 1, Kelurahan
Winangun 2, Kelurahan Kleak, Kelurahan Batukota, dan Kelurahan
Bahu. Puskesmas Bahu memiliki fasilitas rawat inap persalinan dan
memiliki 3 Puskesmas Pembantu (Pustu) yakni Pustu Kleak, Pustu
Batukota, dan Pustu Winangun 1. Puskesmas Bahu memiliki jumlah
tenaga sebanyak 63 orang dengan klasifikasi sebagai berikut: 1 orang
Dokter Spesialis Anak, 8 orang Dokter Umum, 1 orang Dokter Gigi,
Perawat 13 orang, Perawat Gigi 6 orang, Bidan 12 orang, Apoteker 1
orang, Asisten Apoteker 2 orang, Tenaga Gizi 2 orang, Analisis
5
Kesehatan 2 orang, Sanitasi 2 orang, KTU 1 orang, dan staf 6 orang,
sopir 1 orang, tenaga IT 2 orang, tenaga inputer 1 orang, tenaga
cleaning service 2 orang. Sedangkan jumlah poli ada 5 yaitu Poli
Umum, Poli Lansia, Poli Anak/MTBS, Poli gigi, Poli Kia/KB.
Puskesmas Bahu dipimpin oleh Kepala Puskesmas yang
berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota
melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado.
B. Struktur Organisasi
Struktur organisasi Puskesmas Bahu berdasarkan Peraturan
Menteri Kesehatan nomor 75, Tahun 2014 yang dituangkan dalam
Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan kota Manado No.
146/D.03/Kes/III/2016 dapat dilihat pada bagan sebagai berikut:
Gambar 2. Struktur Organisasi
6
Struktur organisasi Puskesmas Bahu paling sedikit terdiri atas:
1. Kepala Puskesmas
2. Kepala Sub bagian Tata Usaha
3. UKM Esensial dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat
4. UKM Pengembangan
5. UKP Kefarmasian dan Laboratorium
6. UKM Jaringan Pelayanan dan Jejaring Fasyankes
Jabatan saya di Puskesmas Bahu adalah sebagai Asisten
Apoteker Terampil dengan tugas pokok yaitu penyiapan rencana kerja
kefarmasian, penyiapan pengelolaan perbekalan farmasi, dan
penyiapan pelayanan farmasi klinik.
C. Visi dan Misi Organisasi
Visi Misi Puskesmas Bahu sebagai gambaran pelaksanakan
pelayanan kesehatan yang lebih baik kedepannya, adalah sebagai
berikut:
Visi :
Menjadi Pusat Kesehatan Masyarakat yang Bermutu serta menuju
Masyarakat Sehat yang Mandiri.
Misi :
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan promotif, preventif secara
paripurna, bermutu, manusiawi serta terjangkau oleh seluruh
masyarakat.
2. Menjalin kemitraan dengan semua pihak serta meningkatkan
kesejahteraan semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan.
7
D. Motto/Slogan Organisasi
Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan, Puskesmas Bahu
memiliki motto/slogan:
“Siap Memberikan Pelayanan yang Terbaik Bagi Seluruh
Masyarakat”
8
BAB III
IDENTIFIKASI ISU DAN RANCANGAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR PNS
A. Identifikasi Isu
Aktualisasi ini disusun berdasarkan isu-isu aktual di lingkungan
tempat kerja, yaitu di Puskesmas Bahu yang diidentifikasi dan dianalisis
menggunakan teknik analisis APKL yaitu Aktual (isu atau pokok
persoalan yang sedang terjadi), Problematik (isu yang menyimpang dari
kondisi seharusnya, standar ketentuan yang menimbulkan kegelisahan
dan perlu dicari penyebab dan pemecahannya), Khalayak (isu yang
secara langsung menyangkut hajat hidup orang banyak), Layak
(pantas/layak diangkat sebagai isu). Analisa APKL menggunakan skala
likert 1-5, semakin besar skornya berarti isu itu semakin layak untuk
segera dicari pemecahan penyelesaiannya.
Keterangan nilai berdasarkan skala likert:
Angka 5: sangat aktual/problematik/khalayak/layak;
Angka 4: aktual/problematik/khalayak/layak;
Angka 3: cukup aktual/problematik/khalayak/layak;
Angka 2: kurang aktual/problematik/khalayak/layak;
Angka 1: tidak aktual/problematik/khalayak/layak.
9
Tabel 1. Identifikasi Isu Dengan Teknik APKL
NO ISU KONTEMPORER KRITERIA TOTAL RANKING
A P K L SKOR
Belum optimalnya proses
1. pelayanan pendaftaran 34 4 4 15 II
pasien di Puskesmas Bahu
Tidak adanya pelabelan
LASA dan Expire Date pada 14 III
2. 3 4 4 3
tempat penyimpanan obat di
Puskesmas Bahu
Belum tersedia format
checklist/tanda centang
prinsip 7 benar untuk
3. kelengkapan administrasi 44 4 4 16 I
dan farmasetik pada
skrining resep di
Puskesmas Bahu
Kurang tersedianya air
higienis untuk pencampuran 13 IV
4. 3 3 4 3
obat sirup kering di
Puskesmas Bahu
Belum optimalnya edukasi
cara penggunaan 11 V
5. 2 3 4 2
suppositoria pada pasien di
Puskesmas Bahu
Penjelasan penilaian APKL dari masing-masing isu adalah sebagai
berikut:
1. Belum optimalnya proses pelayanan pendaftaran pasien di
Puskesmas Bahu
Aktual (3) karena isu ini cukup sering menjadi perbincangan
diantara pasien di Puskesmas Bahu
10
Problematik (4) karena isu ini masih menjadi permasalahan
yang menyebabkan waktu tunggu pasien semakin panjang
Khalayak (4) isu ini menyangkut tingkat kepuasan pasien
Layak (4) isu ini layak diangkat karena berhubungan dengan
waktu pelayanan
2. Tidak adanya pelabelan LASA dan Expire Date pada tempat
penyimpanan obat di Puskesmas Bahu
Aktual (3) karena isu ini pernah terjadi di Puskesmas Bahu
Problematika (4) isu ini dapat menimbulkan masalah dalam
pelayanan pemberian obat
Khalayak (4) isu ini menyangkut seluruh pasien yang datang
berobat di Puskesmas Bahu
Layak (3) isu ini cukup layak karena dapat menimbulkan
masalah jika tidak teliti
3. Belum tersedia format checklist/tanda centang prinsip 7 benar untuk
kelengkapan administrasi dan farmasetik pada skrining resep di
Puskesmas Bahu
Aktual (4) isu ini perbincangan antar rekan kerja di lingkungan
Puskesmas Bahu
Problematika (5) isu ini dapat menimbulkan masalah dalam
identifikasi pasien saat pemberian obat
Khalayak (4) isu ini menyangkut seluruh pasien yang datang
berobat di Puskesmas Bahu
Layak (5) sangat layak diangkat karena berhubungan dengan
kelangsungan hidup pasien
4. Kurang tersedianya air higienis untuk pencampuran obat sirup kering
di Puskesmas Bahu
Aktual (3) isu ini menjadi perbincangan beberapa rekan kerja di
Puskesmas Bahu
11
Problematika (3) cukup problematik dan butuh ditemukan
pemecahannya untuk kesehatan pasien
Khalayak (4) isu ini berhubungan dengan seluruh pasien yang
mendapatkan pelayanan kefarmasian
Layak (3) isu ini cukup layak diangkat karena berhubungan
dengan tingkat kesehatan pasien
5. Belum optimalnya edukasi cara penggunaan suppositoria pada pasien
di Puskesmas Bahu
Aktual (2) isu ini kurang aktual karena jarang ditemui pasien
yang harus menggunakan suppositoria
Problematika (3) isu ini cukup problematik karena menyangkut
kesehatan pasien
Khalayak (4) isu ini berhubungan dengan seluruh pasien yang
mendapatkan pelayanan kefarmasian
Layak (2) isu ini kurang layak diangkat karena jarang ditemui
pasien yang harus menggunakan suppositoria
Berdasarkan analisa APKL diperoleh 3 isu dengan nilai tertinggi yang
berada pada peringkat I, II dan III yaitu belum tersedia checklist/tanda
centang prinsip 7 benar untuk kelengkapan administrasi dan farmasetik
pada skrining resep di Puskesmas Bahu, belum optimalnya proses
pelayanan pendaftaran pasien di Puskesmas Bahu, dan tidak adanya
pelabelan LASA dan Expire Date pada tempat penyimpanan obat di
Puskesmas Bahu.
B. Pentepan Isu
Berdasarkan hasil identifikasi isu menggunakan teknik APKL diatas,
didapatkan 3 isu terpilih yang selanjutnya akan dianalisis kembali
menggunakan teknik USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk
menetapkan 1 isu utama.
12
U (Urgency) : seberapa urgen isu tersebut untuk dibahas,
dianalisis dan ditindaklanjuti.
S (Seriousness) : seberapa seriusnya suatu isu harus dibahas,
dianalisis, dan ditindaklanjuti.
G (Growth) : seberapa besar masalah yang akan muncul jika
isu tersebut tidak ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.
Penetapan isu utama berdasarkan teknik analisis USG diberi
pembobotan nilai menggunakan skala likert.
Keterangan nilai berdasarkan Skala Likert:
5 : Sangat urgency/seriousness/growth;
4 : Urgency/seriousness/growth;
3 : Cukup urgency/seriousness/growth;
2 : Kurang urgency/seriousness/growth;
1 : Tidak urgency/seriousness/growth;
Tabel 2. Identifikasi Isu dengan Teknik USG
NO ISU KONTEMPORER KRITERIA TOTAL RANKING
U S G SKOR
Belum optimalnya proses
1. pelayanan pendaftaran pasien 3 4 4 11 III
di Puskesmas Bahu
Belum tersedia format
checklist/tanda centang untuk
2. kelengkapan administrasi dan 4 5 4 13 I
farmasetik pada skrining resep
di Puskesmas Bahu
Tidak adanya pelabelan LASA
dan Expire Date pada tempat 345 12 II
3.
penyimpanan obat di
Puskesmas Bahu
13
Penjelasan dari penilaian tiap isu adalah sebagai berikut:
1. Belum optimalnya proses pelayanan pendaftaran pasien di
Puskesmas Bahu
Urgency (3) isu ini cukup urgent karena berpengaruh pada
lamanya waktu pelayanan pasien
Seriousness (4) isu ini serius karena berpengaruh pada tingkat
kepuasan pasien
Growth (4) jika isu ini biarkan maka akan menjadi masalah
karena berhubungan dengan waktu pelayanan yang menjadi
lebih lama
2. Belum tersedia checklist/tanda prinsip 7 benar untuk kelengkapan
administrasi dan farmasetik pada skrining resep di Puskesmas Bahu
Urgency (4) isu ini urgent karena berpengaruh pada
kelangsungan hidup pasien
Seriousness (5) sangat serius karena menyangkut pelayanan
obat
Growth (4) isu ini dapat berkembang menjadi masalah jika
terjadi kesalahan pemberian obat
3. Tidak adanya pelabelan LASA dan Expire Date pada tempat
penyimpanan obat di Puskesmas Bahu
Urgency (3) cukup urgent karena dapat memicu kesalahan
pemberian obat
Seriousness (4) isu ini serius karena menyangkut keselamatan
pasien
Growth (5) karena isu ini dapat berkembang menjadi masalah
14
C. Nilai-Nilai Dasar PNS
Gambaran umum terkait pelaksanaan aktualisasi nilai-nilai dasar
profesi PNS berdasarkan UUD Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara mengenai Fungsi ASN yaitu sebagai Pelaksana Kebijakan
Publik, Pelayan Publik, serta perekat dan pemersatu Bangsa. Nilai-nilai
yang wajib dimaknai dan dijalankan sebagai dasar PNS yaitu
Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif
dan Kolaboratif disingkat dengan Ber-AKHLAK.
Nilai dasar Ber-AKHLAK menjadi acuan bagi PNS dalam
menjalankan kewajiban dan tupoksi dengan penuh rasa tanggung jawab
dan profesional. Adapun nilai dasar profesi PNS Ber-AKHLAK tersebut
adalah sebagai berikut:
1. Berorientasi Pelayanan
Memahami dan memenuhi kebutuhan masayarakat
Ramah Cekatan solutif, dan dapat diandalkan
Melakukan perbaikan tiada henti
2. Akuntabel
Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat,
disiplin dan berintegritas tinggi
Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara
bertanggung bawab, efektif dan Efisien
Tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan
3. Kompeten
Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang
selalu berubah
Membantu orang kain belajar
Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik
4. Harmonis
Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya
Suka menolong orang lain
Membangun lingkungan kerja yang kondusif
15
5. Loyal
Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun1945
Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi, dan
negara
6. Adaptif
cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan
terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas
bertindak positif
7. Kolaboratif
Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untukberkontribusi
Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah
Menggreakan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan
bersama
16
D. Rancangan Aktualisasi
Dari isu yang telah ditetapkan dengan menggunakan teknik APKL
dan USG selanjutnya dibuat aktualisasi sebagai berikut:
Tabel 3. Rancangan Aktualisasi
Unit Kerja UPTD Puskesmas Bahu
Identifikasi Isu 1. Belum optimalnya proses pelayanan
pendaftaran pasien di Puskesmas Bahu
2. Tidak adanya pelabelan LASA dan Expire
Date pada tempat penyimpanan obat di
Puskesmas Bahu
3. Belum tersedia checklist/tanda centang untuk
kelengkapan administrasi dan farmasetik pada
skrining resep di Puskesmas Bahu
4. Kurang tersedianya air higienis untuk
pencampuran obat sirup kering di Puskesmas
Bahu
5. Belum optimalnya edukasi cara penggunaan
suppositoria pada pasien di Puskesmas Bahu
Isu yang diangkat
Belum tersedia checklist/tanda centang untuk
kelengkapan administrasi pada skrining resep di
Puskesmas Bahu
Gagasan Melengkapi administrasi dengan menambahkan
Pemecah Isu checklist/tanda centang prinsip 7 benar pada
saat skrining resep
17
Tabel 4. Rencana
NO KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/H
KEGIATAN KEGIAT
(1) (2) (3) (4)
1. 1. Melakukan 1. Berkonsultasi Terlaksanan
dengan pimpinan konsultasi
penambahan terkait kegiatan dengan pim
format yang akan dan mendap
checklist/tanda dilaksanakan arahan serta
centang prinsip bimbingan u
7 benar pada melaksanak
resep kegiatan
a Kegiatan Aktualisasi
HASIL KETERKAITAN KONTRIBUSI PENGUATAN
TAN SUBSTANSI MATA TERHADAP VISI NILAI-NILAI
OORGANISASI
PELATIHAN DAN MISI
ORGANISASI
(5) (6) (7)
nya Berorientasi
Mendukung Nilai-nilai yang
Pelayanan
mpinan Memohon ijin pencapaian misi didapatkan
pat berkonsultasi Puskesmas Bahu dalam tahapan
a kepada atasan
untuk dengan sikap yang yaitu ini selaras
kan baik dan sopan
menyelenggarak dengan nilai
(ramah,cekatan,
solutif, dan an pelayanan Motto
dapat
diandalkan) kesehatan Puskesmas
Akuntabel
Meminta bimbingan promotif, Bahu yaitu
preventif secara Siap
paripurna, Memberikan
bermutu, Pelayanan
manusiawi serta yang Terbaik
terjangkau oleh Bagi Seluruh
18
2. Design format Didapatkan
checklist/tanda format
centang prinsip 7 checklist/tan
benar centang prin
benar
serta arahan kepada seluruh Masyarakat
pimpinan masyarakat
(tidak
menyalahgunakan
kewenangan
jabatan)
Loyal
Adanya rasa
tanggungjawab
mengenai kegiatan
yang dilakukan
(menjaga nama baik
sesama ASN,
pimpinan, instansi,
dan Negara)
Adaptif
nda Membuatan design
nsip 7 format checklist/tanda
centang prinsip 7
benar untuk
19
3. Pembuatan Tersedianya
a cap melengkapi resep
(terus berinovasi
dan
mengembangkan
kreatifitas)
Kolaboratif
Menerima saran
design dari pimpinan
(terbuka dalam
bekerja sama untuk
menghasilkan nilai
tambah)
Harmonis
Menghargai
perbedaan pendapat
dengan pimpinan
(membangun
lingkungan kerja
yang kondusif)
Kompeten
20
cap format format
checklist/tanda checklist/tan
centang prinsip 7 centang prin
benar benar
nda Cermat dalam proses
nsip 7 pembuatan cap
format checklist/tanda
centang prinsip 7
benar pada resep
(melaksanakan
tugas dengan
kualitas terbaik)
Akuntabel
Menggunakan cap
format checklist/tanda
centang prinsip 7
benar pada resep
(menggunakan
kekayaan dan
barang milik negara
secara bertanggung
jawab, efektif dan
efisien)
Kolaboratif
21
2. Sosialisasi 1. Menyusun dan Tersusunny
kepada rekan menyiapkan materi dan
kerja terkait materi yang tersedianny
penambahan akan contoh rese
format disosialisasikan yang telah
checklist/tanda ditambahka
centang prinsip format
7 benar pada checklist/tan
resep centang prin
benar
Bekerja sama dengan
pihak ketiga sebagai
pembuat cap
(memberikan
kesempatan kepada
berbagai pihak
untuk berkontribusi)
ya Akuntabel Mendukung Nilai-nilai yang
didapatkan
ya Menyusun materi pencapaian misi dalam tahapan
ep ini selaras
sosialisasai dengan Puskesmas Bahu dengan nilai
an Motto
rasa tanggung jawab yaitu Puskesmas
nda Bahu yaitu
nsip 7 (melaksanakan menyelenggarak Siap
Memberikan
tugas dengan jujur, an pelayanan Pelayanan
yang Terbaik
bertanggung jawab, kesehatan Bagi Seluruh
cermat, disiplin dan promotif,
berintegritas tinggi) preventif secara
Berorientasi paripurna,
Pelayanan bermutu,
Mempersiapkan manusiawi serta
materi tentang terjangkau oleh
22
kegiatan yang akan seluruh Masyarakat
dilaksanakan agar masyarakat
rekan kerja dapat
mengerti tentang
kegiata yang akan
dilaksanakan
(memahami dan
memenuhi
kebutuhan
masyarakat)
Kompeten
Memberikan materi
sesuai dengan
kegiatan yang akan
dilaksanakan
(meningkatkan
kompetensi diri
untuk menjawab
tantangan yang
selalu berubah)
23
2. Melaksanakan Terlaksanan
kegiatan kegiatan
sosialisasi sosialisasi
tentang dengan reka
penambahan kerja
format
checklist/tanda
centang prinsip
7 benar pada
resep
nya Kolaboratif
Menghargai saran
dan masukkan dari
an rekan kerja
(memberi
kesempatan
kepada berbagai
pihak untuk
berkontribusi)
Akuntabel
Menunjukan sikap
saling hormat dengan
memberikan
informasi yang benar
tentang kegiatan
yang akan
dilaksanakan
(tidak
menyalahgunakan
24
3. Membuat Tersedianya
kesepakatan lembar
dengan rekan pernyataan
kerja terkait dukungan
penambahan sebagai buk
format kesepakata
checklist/tanda dengan reka
centang prinsip kerja
7 benar pada
resep
kewenangan
jabatan)
Adaptif
Memberikan stimulus
kepada rekan kerja
sehingga dapat
bekerja sama dalam
pelaksanaan
kegiatan
(bertindak Proaktif)
a Harmonis
Bekerja secara
kooperatif
(membangun
kti lingkungan kerja
an yang kondusif)
an Loyal
Membuat
kesepakatan sesuai
dengan aturan yang
25
3. Penerapan 1. Pengaplikasian Tersedianya
format cap format resep yang
checklist/tanda checklist/tanda ditambahka
centang prinsip centang prinsip 7 format
7 benar dalam benar pada resep checklist/tan
resep centang prin
benar
berlaku
(menjaga nama baik
sesama ASN,
Pimpinan, Instansi
dan Negara)
Kolaboratif
Bekerja sama dalam
pelaksanaan kegiatan
yang akan dilakukan
(terbuka dalam
bekerja sama untuk
menghasilkan nilai
tambah)
a Akuntabel Mendukung Nilai-nilai yang
telah didapatkan
an Memberi cap format pencapaian misi dalam tahapan
ini selaras
nda checklist/tanda Puskesmas Bahu dengan nilai
nsip 7 Motto
centang prinsip 7 yaitu Puskesmas
benar pada setiap menyelenggarak
resep yang tersedia an pelayanan
di Puskesmas Bahu kesehatan
26
(menggunakan promotif, Bahu yaitu
Siap
kekayaan dan preventif secara Memberikan
Pelayanan
barang milik negara paripurna, yang Terbaik
Bagi Seluruh
secara bertanggung bermutu, Masyarakat
jawab, efektif dan manusiawi serta
efisien) terjangkau oleh
Adaptif seluruh
Mulai mebiasakan diri masyarakat
dengan penerapan
format checklist/tanda
centang prinsip 7
benar dalam resep
(cepat
menyesuaikan diri
menghadapi
perubahan)
Akuntabel
Mengaplikasikan cap
format checklist/tanda
centang prinsip 7
27
2. Mendistribusikan Terdistribus
resep yang telah resep yang
ditambahkan ditambahka
format format
checklist/tanda checklist/tan
centang prinsip 7 centang prin
benar benar
sinya benar dalam resep
telah sebelum pelayanan
an pasien dimulai
(melaksanakan
nda tugas dengan jujur,
nsip 7 bertanggung jawab,
cermat, disiplin dan
berintegritas tinggi)
Kolaboratif
Bekerja sama
dengan rekan kerja
(memberi
kesempatan kepada
berbagai pihak
untuk
berkontribusi)
Adaptif
Membagikan resep
ke triase
(bertindak Proaktif)
28
3. Melakukan Terlaksanan
penerimaan resep kegiatan
yang telah penerimaan
ditambahkan resep
format
checklist/tanda
centang prinsip 7
benar
Berorientasi
pelayanan
Memperbaiki apabila
ada resep yang
format
checklist/tanda
centang prinsip 7
benar terlewat
(melakukan
perbaikan tiada
henti)
nya Berorientasi
pelayanan
n Bersikap ramah
kepada pasien saat
menerima resep
(ramah, cekatan,
solutif, dan dapat
diandalkan)
Harmonis
29
4. Melakukan Terlaksanan
checklist/tanda penerapan
centang prinsip 7 checklist/tan
benar pada resep centang prin
yang telah diterima benar