The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by MARIA YOSKATRIANI KEWA, 2023-10-28 23:37:58

ruang kolaborasi modul 2.1

ruang kolaborasi modul 2.1

RUANG KOLABORASI MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI ANALISIS KASUS KASUS SMA


Teni Lewar Meet the group Maryus Wuwur Yulita Efri Onang Anny Wuwur


Bu Derana adalah seorang guru Biologi SMA. Ia mengajar murid-murid Kelas 10. Adapun tujuan pembelajarannya adalah: ‘Murid dapat menganalisis berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia beserta ancaman dan pelestariannya ’. Karena situasi sedang pandemi, bu Derana kemudian menggunakan metode flip learning. Dimana sebelum pertemuan daring dengan guru, Ia meminta murid-muridnya untuk mempelajari dulu materinya. Bu Derana telah menyiapkan paparan tentang materi keanekaragaman hayati yang dapat diakses secara mandiri oleh murid-muridnya. Di dalam paparan ini, bu Derana menjelaskan tentang konsep kunci dari keanekaragaman hayati dan tingkatannya (keanekaragaman ekosistem, keanekaragaman spesies, keanekaragaman genetik). Ibu Derana juga menyediakan beberapa sumber belajar yang berkaitan dengan wilayah kritis keanekaragaman hayati di Indonesia. Sumber yang ia sediakan misalnya artikel dari koran, video-video dari Kehati, WWF, Greenpeace yang ia ambil dari internet. Untuk membantu murid-muridnya belajar mandiri, bu Derana menyiapkan beberapa pertanyaan pemandu. Setelah tahapan belajar mandiri, murid-murid kemudian diminta mengikuti kuis tertulis dengan pertanyaan terbuka dimana setiap murid akan diminta untuk memberikan umpan balik terhadap jawaban dua temannya. Ibu Derana memastikan setiap anak mendapatkan umpan balik dari temannya. Ibu Derana lalu meminta murid membuat jurnal refleksi yang harus dilengkapi sebelum mereka masuk ke tahapan pembelajaran sinkron melalui pertemuan Google meet. Dalam tahap forum diskusi sinkronus, Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk memulai. Pertanyaanpertanyaan tersebut diantaranya: skenario pembelajaran berdiferensiasi


skenario pembelajaran berdiferensiasi ·Tingkatan keanekaragaman hayati mana yang paling penting dilindungi terlebih dahulu? Mengapa? ·Kapan terancamnya keanekaragaman hayati ekosistem dapat mengancam keanekaragaman hayati spesies dan genetis? Mengapa? ·Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang dapat memperkaya materi dan pemahaman murid akan konsep. Selama proses diskusi daring, Ibu Derana mengamati jawaban-jawaban murid, untuk mengetahui apakah ada miskonsepsi yang dimiliki murid atau apakah ada murid-murid yang tampak belum paham. Di akhir diskusi, Bu Derana memberikan murid tantangan untuk membuat paket info digital yang mengidentifikasi ancaman pada satu lokasi di wilayah Indonesia yang membawa dampak negatif bagi tiga tingkatan keanekaragaman hayati sekaligus berikut rekomendasi penanganannya. Bu Derana memperkenankan murid memilih sendiri lokasinya berdasarkan kasus yang nyata terjadi di Indonesia. Bentuk paket info digital pun bebas sesuai kenyamanan murid (misalnya: video singkat, poster digital, situs web, rekaman suara, dsb) asalkan semua informasi yang disajikan sesuai dengan rubrik penilaian yang diberikan dan telah didiskusikan bersama. Murid kemudian bekerja secara mandiri, berdasarkan tenggat waktu yang telah disediakan. Selama murid-murid bekerja, Bu Derana juga menyediakan slot-slot waktu tertentu untuk bertemu dengan beberapa murid yang berdasarkan hasil penilaiannya masih memerlukan bantuan. Di dalam slot waktu khusus ini, bu Derana menjelaskan kembali konsep-konsep serta memberikan banyak contoh.


Pertanyaan 01 02 03 strategi pembelajaran berdiferensiasi apa yang digunakan? Bagaimana cara guru tersebut menentukan kebutuhan belajar murid? Apakah kebutuhan belajar murid yang berusaha dipenuhi guru? 04 Bagaimana guru tersebut melakukan penilaian?


Lingkungan belajar : Media yang digunakan (dukungan) : Adanya pertanyaan-pertanyaan pemandu yang disampaikan Ibu Denara untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan miskonsepsi yang terjadi pada murid 1. Kesiapan Belajar Murid Penggunaan lingkungan belajar sinkron melalui platform g-meet yang familier untuk murid SMA dan Ibu Denara dalam proses pembelajaran daring Metode flip Learning, ditambah dengan paparan amteri yang dikemas oleh Ibu Denara, beragam jenis bahan ajar yang disajikan diawal kegiatan belajar mandiri (artikel, video dari Kehati, WWF, Greenpeace yang Ibu Denara ambil dari internet sangat berkaitan dengan topik keanekaragaman hayati) kebutuhan belajar murid yang berusaha dipenuhi oleh ibu darana


Ibu Denara memberikan keluasan kepada muridnya untuk belajar mandiri dari bahanbahan pembelajaran yang sudah disiapkan dan dibagikan Ibu Denara memberikan kesempatan kepada anak dalam menyelesaikan tantangan tugasnya sesuai keinginan dan minat anak yang membuat mereka nyaman dan merasa puas dengan hasil yang dikerjakan 2. Minat Belajar Murid kebutuhan belajar murid yang berusaha dipenuhi oleh ibu darana


Auditory ; anak bisa lebih cendrung menggunakan bentuk podcast pada tugasnya Visual ; anak bisa cenrung lebih menyukai membuat tugasnya dalam bentuk poster digital atau gambar Kinestetik ; anak bisa saja memilih membuat konten video (vlog) yang memang akan menuntun mereka untuk banyak bergerak melakukan aktivitas yang berkaitan dengan isi tugas yang diberikan 3. Profil Belajar Murid Ibu Denara mencoba memberikan kesempatan pada muridnya dalam tugas yang dikerjakan bisa sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki ; kebutuhan belajar murid yang berusaha dipenuhi oleh ibu darana


Cara ibu darana menentukan kebutuhan belajar murid adalah... Formal : penilaian terhadap kuis dan jurnal refleksi, yang membantu mereka merenungkan pemahaman mereka dan mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam pembelajaran sinkron Informal : Penilaian situasi selama pembelajaran 1. Ibu Denara menyediakan materi pelajaran yang komprehensif, dapat diakses mandiri oleh murid, dan mencakup konsep-konsep inti terkait keanekaragaman hayati, tingkatannya, serta fokus pada area kritis keanekaragaman hayati di Indonesia. 2. Ibu Denara mencari tahu pengetahuan awal murid melaui kegiatan pemberian pertanyaan pemandu diawal kegiatan mandiri, memberikan arahan yang jelas, dan mendorong pemahaman yang lebih dalam dan memperhatikan setiap jawaban pada kuis tertulis dan pertanyaan terbuka yang dibagikan dan juga disertai pengamatan hasil umpan balik dari murid terhadap kesempatan yang diberikan kepada setiap anak untuk 2 temannya. Hal ini bertujuan untuk mempromosikan pembelajaran kolaboratif dan pemahaman yang lebih mendalam. 3. Ibu Denara mendapatkan informasi dari hasil analisis asesmen yang dilakukan :


Strategi pembelajaran berdiferesiasi yang digunakan oleh ibu darana adalah... IBu Derana menerapkan metode flip learning, yang memungkinkan murid untuk mempelajari materi sebelum pertemuan daring dengan guru. Pendekatan ini memberi keleluasaan bagi murid untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar individu mereka. Materi yang disiapkan agar bisa diakses secara mandiri oleh murid Sumber belajar dalam berbagai bentuk yaitu ; artikel dari korang, video dari Kehati, WWF, Greenpeace yang beliau ambil dari internet Dalam tahap forum diskusi sinkron, ibu denara memulai dengan pertanyaan pemantik yang merangsang diskusi serta pemahaman yang lebih dalam. Pertanyaan-pertanyaan ini dirancang untuk mengetahui pemahaman murid terhadap konsep keanekaragaman hayati. 1. Diferensiasi Konten


Strategi pembelajaran berdiferesiasi yang digunakan oleh ibu darana adalah... Selama sesi diskusi daring, Ibu Derana secara aktif mengawasi jawaban murid, dengan tujuan untuk mendeteksi miskonsepsi atau kesulitan yang mungkin dihadapi oleh murid. Murid-murid diminta melakukan pembelajaran secara mandiri Murid-murid diminta mengerjakan tugas kuis tertulis pertanyaan terbuka Murid-murid diminta memberikan umpan balik terhadap 2 jawban temannya Murid-murid diminta membuat jurnal refleksi sebelum bertemu pada pembelajran sinkron Pembelajaran sinkron lewat G-meet Murid-murid melakukan proses diskusi Adanya proses tanya jawab dari pertanyaan pemantik (memetakkan pemahan murid yang dipandu) Ibu Denara memberikan tantangan penugasan melalui proyek (membuat paket info digital) 2. diferensiasi Proses


Strategi pembelajaran berdiferesiasi yang digunakan oleh ibu darana adalah... Memberikan kebebasan kepada murid untuk memilih paket info digital sesuai kenyamanan murid tersebut (contoh : video singkat, poster, atau rekaman suara) Murid juga diperkenankan memilih sendiri lokasinya berdasarkan kasus yang nyata terjadi di Indonesia Ibu juga memberikan slot waktu untuk anak yang masih mengalami kesulitan dalam belajar dengan menjelaskan kembali konsep-konsep disertai contoh 3. Diferensiasi Produk


cara ibu darana melakukan penilaian adalah... Melalui pertanyaan pemandu dikegiatan belajar mandiri Melalui pemberian kuis tertulis dan pertanyaan terbuka Melihat jawaban umpan balik yang diberikan murid terhadap jawaban 2 temannya Melalui jurnal refleksi yang dibuat oleh muridnya . 1.Pra Asesmen Penilaian ditahapan perencanaan pembelajaran. Saat murid melakukan pembelajaran mandiri, Ibu Denara melakukan penilaian untuk mendapatkan banyak data tentang kebutuhan anak dari penilaian pra asesmen ini ;


cara ibu darana melakukan penilaian adalah... Formatif formal : kebutuhan murid dapat diketahui dari jawaban murid ketika diberikan pertanyaan pemantik dalam proses pembelajaran sinkron (G-meet) Formatif informal : kebutuhan murid dapat diketahui guru dalam mengamati dan mendengarkan jawaban murid dalam forum diskusi daring pada pembelajaran sinkron 2. Asesmen for learning Penilaian dalam proses pembelajaran bisa dilakukan secara formal dan informal


cara ibu darana melakukan penilaian adalah... 3. Asesmen of leaning Bu Derana melakukan penilaian pada proses dan hasil pengerjaan melalui tugas akhir yang mengharuskan murid membuat paket info digital. Tugas ini bertujuan agar murid mengidentifikasi ancaman pada lokasi di wilayah Indonesia yang berdampak negatif pada tiga tingkat keanekaragaman hayati. Selain itu, mereka juga diminta memberikan rekomendasi penanganannya. Tugas ini mencerminkan pemahaman mendalam murid tentang konsep keanekaragaman hayati. 4. Asesmen as learning Memberikan jawaban umpan balik terhadap temannya


Click to View FlipBook Version